Beranda blog Halaman 802

Curi Solar Cell, 3 Pemuda di Marangkayu Ditangkap Polisi

0
Curi Solar Cell, 3 Pemuda di Marangkayu Ditangkap Polisi
Tiga pelaku pencurian sudah diamankan di Polsek Marangkayu. (ist)

BONTANG – Tiga pemuda berhasil ditangkap pihak Kepolisian Marangkayu, lantaran ketiganya melakukan pencurian solar cell.

Tiga tersangka tersebut berinisial As, Em, dan Ha. Ketiganya kedapatan mencuri solar cell dengan modus potong kabel di PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Sumur Sambera, Desa Perangat Selatan, Marangkayu.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Marang Kayu, AKP Slamet Riyadi mengatakan, pelapor yang merupakan petugas keamanan di PT PHSS berupaya melakukan penyelidikan terkait pencurian yang terjadi di perusahaannya.

“Dia menyamar sebagai pembeli solar cell. Sepakat bertemu dengan salah satu tersangka Em, dan memastikan kalau solar cell itu memang milik perusahaan yang dicuri” ungkapnya.

Dari pengakuan tersangka, dia mengambil barang itu di belakang rumahnya yang berdekatan dengan Sumur Sambera.

Atas perbuatan mereka, perusahaan mengalami kerugian Rp 4 juta

Kini ketiganya telah mendekam di Mapolsek Marangkayu. Mereka dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian. “Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya. (hms)

PDAM Shutdown Lagi, Ini Wilayah yang Distribusinya Mati Total!

0
PDAM Shutdown Lagi, Ini Wilayah yang Distribusinya Mati Total!
Edaran dari PDAM Tirta Taman. (ist)

BONTANG – PDAM Tirta Taman kembali melakukan pemeliharaan atau perawatan (shutdown) pada WTP Altra Bontang yang berlokasi di Jalan Brigjend Katamso ex Jalan Bhayangkara.

Lantaran pemeliharaan yang dilakukan, akan berdampak pada terganggunya distribusi air ke pelanggan, hingga mengalami mati total. Kondisi gangguan tersebut akan terjadi pada Sabtu (11/3/2023).

Melalui edaran, PDAM Tirta Taman mengingatkan warga Bontang yang berada pada zona distribusi WTP Altra agar mempersiapkan penampungan air atau menyiapkan air cadangan sebelum kondisi mati total tersebut terjadi.

Berikut wilayah layanan distribusi yang terganggu (tidak mengalir):

Zona Atas

Jalan Brigjend Katamso

Jalan S Parman

Jalan Balikpapan

Jalan Soekarno Hatta/Flores dan sekitarnya.

Zona Bawah

Jalan MH Thamrin

Jalan MT Haryono

Jalan Awang Long

Jalan Mulawarman

Jalan Dewi Sartika

Jalan Cut Nyak Dien

Jalan R Soeprapto atau Diponegoro

Jalan Suryanata/Sendawar

Jalan Parikesit

Jalan Di Panjaitan

Jalan KP Tendean

Jalan KS Tubun

Jalan Pattimura

Jalan BTN KCY

Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya

Jalan Imam Bonjol

Jalan HM Ardan

Jalan Tomat

Jalan Brokoli

Jalan Durian

Jalan Selat Bone

Jalan Selat Selayar

Jalan IR H Juanda dan sekitarnya. (al)

Penanggulangan Banjir, Sungai di Guntung Mulai Dikeruk

0
Penanggulangan Banjir, Sungai di Guntung Mulai Dikeruk
Pengerukan sedimen sungai di Guntung. (Syakurah)

BONTANG – Mulai dilakukan pengerukan sungai di Kelurahan Guntung. Salahsatu upaya Pemkot Bontang dalam penanggulangan banjir, dengan melakukan normalisasi sungai.

Pengerukan sungai sudah dilakukan sejak Kamis (9/3/23) kemarin, dan sekarang sudah berjalan dua hari. Pengerukan tersebut dilaksanakan di sepanjang sungai yang berada di RT 14, Guntung.

Muhammad Fitrya Lauda Eka, Lurah Guntung mengatakan, pengerukan ini akan dilaksanakan setiap hari.

“Kami melakukan pengerukan mulai dari RT13, dan yang melakukan itu dari dinas PUPR,” ujarnya saat dihubungi redaksi Radarbontang.com.

Untuk lama pengerjaannya belum bisa ditentukan. Hal ini disebabkan banyak titik yang mengalami pendangkalan, sehingga tidak ada tenggat waktu.

“Sungainya cukup panjang. Jadi intinya pengerjaan dilakukan sampai selesai. Setidaknya ini mengurangi dampak dari air sungai yang meluap,” jelasnya.

Dilanjutkan, pendangkalan terjadi karena terdapat pinggiran sungai yang masih belum diturap di RT. 11. Luapan air juga sering terjadi si wilayah tersebut. Sehingga banyak lumpur yang terbawa aliran sungai.

“Jadi selain normalisasi sungai, tahun ini akan dilakukan penurapan juga,” pungkasnya.  (sya)

Bontang Tuan Rumah Rakor Bidang Kesejahteraan Sosial 2023

0
Bontang Tuan Rumah Rakor Bidang Kesejahteraan Sosial 2023
Rakor Bidang Kesejahteraan Sosial 2023 ini dihadiri Gubernur Kaltim, Isran Noor. (ist)

BONTANG –Bontang didaulat jadi tuan rumah kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi/Forum Konsultasi Publik Bidang Kesejahteraan Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2023, Kamis (9/3/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Peran Dinas Sosial terkait Penanganan (PMKS) penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Dalam Rangka Menyongsong Kaltim Sebagai Ibu Kota Negara (IKN),’ dihadiri Wali Kota Bontang dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

Bahtiar Mabe, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos PM) Bontang menjelaskan, bahwa rakor ini merupakan kegiatan rutin tahunan Provinsi Kaltim. Setiap tahun diadakan bergiliran di kabupaten/kota. Tahun ini Bontang didapuk menjadi tuan rumah.

Di rakor ini akan dihadiri para kepala dinas sosial. Setiap kepala dinas akan menyampaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di setiap wilayahnya masing-masing. Baik itu peningkatan-peningkatan atau penurunan data yang terjadi.

“Permasalahan-permasalahan itu akan dibahas di rakor ini,” ujar Mabe saat diwawancara awak media.

Di kesempatan ini Mabe pun memperkenalkan inovasi yang dimiliki oleh Kota Bontang, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan. Dalam hal ini dikhususkan kepada penyandang disabilitas.

Inovasi itu yakni Kartu Penyandang Disabilitas Berbasis Geospasial (Kapal Si Geo). Inovasi ini mempermudah proses pendataan dan penyaluran bantuan sosial bagi pemerintah, kepada masyarakat yang menyandang disabilitas di Kota Bontang.

Sementara itu, Dinas Sosial Samarinda yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu menyampaikan berbagai hal, dalam menghadapi permasalahan kesejahteraan sosial khususnya kemiskinan yang ada di daerah.

Disampaikan bahwa penurunan kemiskinan dapat tercapai di antaranya. melalui pertumbuhan ekonomi berkualitas dan inflasi terkendali, penyempurnaan basis data terpadu, integritas bantuan sosial dan perluasan penyaluran secara non tunai. (adv/al)

IRT Gadaikan Mobil Rental, Berurusan dengan Polisi

0
IRT Gadaikan Mobil Rental, Berurusan dengan Polisi
Ilustrasi penggelapan mobil. (ist)

BONTANG –  Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial NI (38) warga Bontang Baru ditangkap Tim Rajawali Polres Bontang. NI ditangkap di Jalan Bhayangkara, Selasa (7/3/2023) pukul 22.00.

NI ditangkap lantaran melakukan tindak pidana penggelapan mobil.

Tersangka awalnya menyewa mobil jenis Toyota Avanza putih bernomor polisi KT 1184 QV. Namun, bukannya dikembalikan, justru digadaikan hingga puluhan juta.

Saat ini dikatakan Kapolres Bontang Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Reskrim Iptu Yohanes Bonar Adiguna, polisi masih mendalami modus dan alasan tersangka melakukan tindak pidana tersebut.

“Digadaikan Rp 30 juta, kepada warga Loktuan, kerugian korban jadinya Rp 220.000.000,” sebut Kasat Reskrim.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 374 KUHPidana tentang penggelapan. Dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (hms)

Kapitalisme Gagal wujudkan Swasembada Pangan

0
Kapitalisme Gagal wujudkan Swasembada Pangan
Dian Eliasari, S.KM.

Oleh : Dian Eliasari, S.KM.

Member Akademi Menulis Kreatif

Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kota Bontang sejak Januari sampai saat ini terus mengalami gejolak harga. Seorang pedagang beras Pasar Rawa Indah Murni menuturkan pada awal Februari ini kenaikan harga mencapai Rp 35.000,00 untuk beras premium ukuran 25 kilo. Dengan begitu harga beras premium saat ini dijual Rp335.000,00.

Menurut pengakuannya, peningkatan harga beras terjadi secara bertahap setiap harinya. Gagal panen akibat cuaca buruk, menjadi faktor naiknya harga beras di tingkat petani hingga ke pedagang. Bahkan, ia memperkirakan harga beras masih akan terus melonjak. Hal itu lantaran cuaca buruk dan musim panen belum mulai di daerah produsen.

“Bahkan info yang saya terima mahalnya harga beras bakal bertahan sampai bulan lima nanti,” sambungnya.

Mahalnya harga beras medium dan premium, bilang Murni membuat para konsumen mempengaruhi penjualan. Kini para pembeli banyak yang beralih menggunakan beras murah meskipun kualitas jauh di bawah standar.

Harga beras masih mahal Sementara itu mengutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga beras per hari ini, Senin (6/2/2023), sudah mulai menunjukan penurunan meskipun masih tergolong mahal.

Beras kualitas bawah I turun menjadi Rp11.650,00 per kilogram, beras kualitas bawah II turun menjadi Rp11.450,00 beras kualitas medium I Rp12.750,00 dan beras kualitas medium II Rp12.750,00  per kilogram. (Bontangpost.id/14/02/2023)

Sementara berdasarkan daftar panel harga Badan Pangan Nasional, harga beras premium naik Rp50,00 menjadi Rp13.340,00 per kilogram dan beras medium naik Rp20,00 menjadi Rp11.680,00 per kilogram.

Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan mengatakan, kenaikan harga beras ini terjadi lantaran kesalahan Bulog yang tidak melakukan penyerapan di awal tahun 2022 lalu.

“Kami berharap Bulog dapat melaksanakan tugasnya untuk melakukan penyerapan terhadap beras petani di panen raya bulan depan,” pungkasnya.

Akhirnya solusi yang diambil adalah dengan mendatangkan 10.000 ton beras impor asal Thailand ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jumat (3/1/2023). Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, masuknya 10.000 ton beras impor tersebut seturut dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa mendistribusikan beras impor dengan cepat sehingga bisa menekan harga beras yang masih mahal saat ini. (nasional.kontan.co.id/06/02/2023)

Dalam hal produktivitas hanya nomor dua di ASEAN, Indonesia merupakan penghasil beras terbesar dunia di urutan ketiga. Berdasarkan data Statista, tahun lalu produksi beras Indonesia 35,3 juta ton. Sebagian besar produksi beras Indonesia berasal dari Pulau Jawa dan Sumatra, sekitar 60%. (cnbcindonesia.com/25/08/2022)

Sistem Kapitalis Gagal Menjamin Ketersediaan Pangan

Ada beberapa penyebab yang disinyalir menjadi pemicu mahalnya harga beras, di antaranya: Pertama, gagal panen akibat kondisi alam seperti hujan atau banjir. Kedua, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mengakibatkan tingginya biaya operasional mulai dari traktor, bibir, pupuk, pestisida, sampai pada pendistribusian. Ketiga, adanya mafia beras yang memainkan stok beras, dimana para mafia ini membeli beras dari petani maupun bulog dalam jumlah besar lalu ditimbun dan mereka jual kembali dengan harga yang mahal.

Selain itu, keberadaan bulog sebagai lembaga resmi pemerintah yang seharusnya menjamin ketersediaan stok pangan juga seolah kehilangan fungsinya. Bahkan mereka tak berdaya menghadapi aksi mafia beras. Ditambah lagi, solusi mengatasi kenaikan beras yang ditempuh pemerintah adalah dengan membuka keran impor beras dari luar negeri, bahkan saat menjelang panen raya. Kondisi ini tentu akan mengakibatkan bertambahnya penduduk miskin, serta dilema di kalangan petani yang akan memanen padinya. Harapannya untung malah buntung

Kondisi ini tentunya tidak lepas dari sistem kapitalis yang diterapkan di indonesia. Sistem ini memberi peluang sebesar-besarnya untuk para mafia kapitalis (pemilik modal) yang memiliki modal besar untuk menumpuk stok beras dan mempermainkan harganya. Jika kapitalisme masih dipakai sebagai aturan hidup, tentu saja impian untuk mencapai swasembada pangan tidak akan tercapai.

Pengaturan Pangan dalam Sistem Islam

Aturan Islam telah  menetapkan bahwa negara bertanggung jawab atas kebutuhan dasar rakyatnya (sandang, pangan, papan) juga kesehatan dan pendidikan. Tanggung jawab negara di bidang pangan adalah memastikan bahwa tidak ada satupun rakyatnya yang kekurangan pangan. Karena dalam Islam kekuasaan adalah amanah (tanggung jawab), jika lalai maka rakyatnya boleh menuntut kepada qodhi (hakim). Jikapun tidak bisa menuntut di dunia, kelak mereka akan dituntut di pengadilan akhirat. Rasulullah Saw. bersabda:

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari).

Pemerintahan Islam yang dipimpin oleh seorang khalifah akan melakukan mekanisme dalam menjamin kebutuhan pangan rakyatnya. Di antaranya :

  1. Mengatur dan mengoptimalkan tata ruang lahan pertanian. Dalam Islam tidak boleh ada alih fungsi lahan pertanian untuk alasan apapun. Negara akan memfasilitasi rakyatnya untuk menghidupkan lahan pertanian. Rakyat yang memiliki lahan pertanian didorong untuk mengolah lahannya. Jika ia tidak bisa, maka dikerjakan oleh orang lain dengan sistem gaji. Lahan yang tidak diolah selama tiga tahun berturut-turut akan diambil alih oleh negara dan diberikan kepada orang yang mau mengelolanya. Dengan demikian tidak akan ada lahan yang tidak produktif.
  2. Mendukung penelitian berkaitan dengan teknik pertanian produktif. Negara membangun berbagai laboratorium untuk memfasilitasi rakyatnya melakukan penelitian yang berkaitan dengan pertanian.
  3. Menyediakan infra & supra struktur agar distribusi tidak terhambat.
  4. Menegakkan hukum untuk praktek kecurangan, monopoli, dan sejenisnya. Pencegahan dilakukan dalam bentuk pengawasan di setiap pos yang memungkinkan terjadinya kecurangan, serta diterapkan sanksi yang tegas bagi pelaku kejahatan.

Kepada para pedagang Umar Bin Khattab mengatakan:  Tidak boleh berjualan di pasar-pasar umat Islam orang yang tidak mengetahui halal dan haram. Sehingga iapun terjatuh pada riba dan menjerumuskan kaum muslimin pada riba. Umar bin Khattab menugaskan bawahannya (Qodhi Hisbah) untuk berpatroli di pasar.

Dari penjelasan tersebut, tentunya kita harus peduli dan memahami bahwa kerusakan sistem kapitalisme menyebabkan kegagalan dalam mewujudkan swasembada pangan, di antaranya kebutuhan pokok beras. Kita juga semakin percaya dan yakin pada sistem Islam bahwa Islam adalah solusi terbaik mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan.

Wallaahu a’lam bisshowwab

Aksi Turunkan Stunting, Kodim 0908/Bontang Bantu Nutrisi Warga Selambai

0
Kodim 0908/Bontang saat menyalurkan nutrisi tambahan di Selambai. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Kodim 0908/Bontang melaksanakan pemberian bantuan kepada warga Selambai, Loktuan, dalam rangka percepatan penurunan stunting di Bontang, Kamis (9/3/23).

“Kegiatan penyaluran nutrisi tambahan ini, bantuan Bapak Kasad kepada anak stunting di wilayah Kodim 0908/Bontang,” jelas Masrukan, Kepala Staf Kodim/0908 Bontang.

Untuk penyaluran, anggota Kodim 0908/Bontang datang langsung mengunjungi rumah warga di RT 01 dan RT 03, Selambai. Pihak PLN pun turut membantu memberikan makanan nutrisi tambahan

Selain makanan tambahan, pihak kodim juga memberikan sedikit uang tunai untuk menambah kebutuhan sehari-hari. Kodim turut bersinergi dengan pemerintah, untuk menekan angka stunting lebih cepat, lewat laporan babinsa, bhabinkamtibmas, serta RT dan lurah setempat.

Untuk keberlanjutan program, Masrukan mengatakan tentu ada, namun pemberian nutrisi tambahan biasa dilakukan bergantian dengan yang lain, “Jadi kita bergantian dengan lembaga kemasyarakatan yang lain juga,” ungkapnya.

Dikatakan bahwa sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI), tugas mereka tidak sekedar menjaga kenyamanan warga, tetapi juga membantu masyarakat dalam banyak hal.

“Kami juga turut memantau stok kebutuhan di pasar, agar tidak ada permainan bahan pokok di sana. Jadi warga tidak perlu khawatir tentang kesedian komoditas,” katanya.

Masrukan juga berharap masyarakat dapat memantau keluarga atau tetangga terdekat, peduli dengan stunting, jika tahu tetangga dan keluarga ada kesusahan bisa dibantu.

“Kenapa kami turun langsung ke warga, karena kita pengen yang lain tergerak untuk membantu,” pungkasnya. (sya)

Jurus-jurus Pengocok Perut Isran Noor

0
Gubernur Kaltim, Isran Noor saat memberikan sambutan di Rakor dan Sinkronisasi/Forum Konsultasi Publik Bidang Kesejahteraan Sosial Provinsi Kaltim. (Yusva Alam)

BONTANG – Masyarakat mulai mengenal Isran Noor sebagai gubernur yang pandai mengocok perut (baca: melawak). Citra tersebut terbentuk lantaran seringnya terlontar joke-joke darinya di setiap kesempatan. Baik itu saat memberikan sambutan, maupun ketika diwawancara oleh para awak media.

Terbukti, Gubernur Kaltim itu kembali berkelakar saat memberikan sambutan di kegiatan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi/Forum Konsultasi Publik Bidang Kesejahteraan Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2023, yang dibuka Kamis (09/03/2023) pagi di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Jurus-jurus pengocok perut itu di antaranya:

Pertama, meneriakkan kata merdeka.

Di awal sambutan dirinya berdiam diri cukup lama, hingga seluruh peserta rakor yang hadir ikut diam. Di saat kondisi hening tersebut tetiba mantan Bupati Kutim itu meneriakkan kata ‘merdeka’ dengan keras. Tak ayal teriakkan itu mengagetkan seluruh peserta. Namun beberapa detik kemudian justru peserta tertawa bersama-sama.

“Baru saya teriak begitu, micnya langsung kehabisan baterai,” serunya ketika micnya mulai bermasalah seketika usai dirinya berteriak.

Kedua, mengatakan hari ini bebas covid-19.

Di awal sambutannya, Isran mengaku bahagia. Lantaran dirinya menganggap hari itu bebas covid-19, karena tak ada peserta yang mengenakan masker. Hanya ada 1 atau 2 peserta yang memakai masker.

“Yang pakai masker ini sepertinya yang kena covid. Jangan dilepas ya! Nanti kena semua,” serunya disambut tertawa seluruh peserta yang hadir.

Ketiga, tebak-tebakkan.

Isran melontarkan tebak-tebakkan kepada peserta, “Kota..kota apa yang tak pernah tertidur?” tanyanya. Beberapa saat kemudian dijawabnya, “Kota Bangun.” Kembali peserta tertawa mendengar jawaban Isran.

Keempat, mengatakan dirinya stunting.

Dirinya menceritakan kalau ekonomi Kaltim saat ini tengah menanjak, namun sayang terdapat kasus stunting yang ikut meningkat. Menjadikan ganjalan bagi progres ekonomi Kaltim.

“Ya sama seperti saya ini stunting, karena saya pendek,” kelakarnya.

“Walaupun pendek tapi panjang umurnya,” imbuhnya yang dibalas peserta dengan seruan aamiin.

“Panjang umur karena banyak dosanya. Tuhan minta saya bertobat,” ujarnya kembali berkelakar, yang kembali disambut tertawa peserta yang hadir. (al)

Pemilik UD Tani Bantah Ada Sarang Ular di Tokonya

0
Toko UD Tani. (ist)

BONTANG – Siswo, Pemilik Usaha UD Tani mengklarifikasi kabar yang beredar, bahwa terdapat sarang ular di salahsatu sudut bangunan usaha miliknya. Info hoaks tersebut berhembus pasca beredarnya  video penangkapan ular di UD Tani beserta keterangan terdapat 25 ekor anak ular.

Siswo membenarkan video yang beredar, memang ditemukan seekor ular piton di bawah rak dagangan miliknya, Rabu (8/3/2023) kemarin. Namun informasi yang menyebutkan, bahwa terdapat sarang ular di bangunan UD Tani tersebut dan terdapat anak-anak ular dibantahnya.

Dikatakannya, dirinya tidak mengetahui darimana ular tersebut masuk ke dalam bangunan usaha miliknya, dan bersembunyi di bawah salahsatu rak. Dirinya hanya menduga, berasal dari sungai yang berlokasi tepat di sebelah bangunan usaha alat-alat pertanian dan bercocok tanam tersebut.

Sebelum menemukan dan melaporkan adanya ular itu, satuhari sebelumnya dirinya menemukan sobekan kecil bekas kulit ular. Lalu dirinya memerintahkan pegawainya, untuk mencari keberadaan ular di seluruh sudut ruangan. Ditemukan di bawah salahsatu rak.

“Sobekan kulitnya kecil aja sekecil jari. Karena saya curiga saya suruh anggota mencari,” katanya.

Terkait kabar anak-anak ular itu, dirinya mengatakan memang juga ditemukan sekira 10 ekor anak ular yang baru menetas, besarnya seukuran jempol orang dewasa. Namun kejadian itu selang 1 bulan sebelum ditemukan ular piton dewasa ini.

“Anak ular itu ditemukan pegawai saya di tumpukan karung top soil. Saat itu saya berada di luar kota,” bebernya.

Ia mengira, ada orang-orang yang menghubung-hubungkan informasi ditemukannya ular dewasa dan anak-anak ular itu, bahwa di UD Tani terdapat sarang ular. Padahal menurutnya kabar itu sangat tidak tepat. Lantaran tak ada data valid yang menjelaskan, adanya hubungan ditemukannya ular dewasa dan anak ular, karena jarak ditemukannya cukup jauh.

“Tidak benar ada sarang ular, kebetulan saja kejadiannya,” ungkapnya. (al)

Isran: Tak Ada Pemberhentian Tenaga Honorer dan Jangan Ditambah!

0
Gubernur Isran Noor saat wawancara bersama awak media. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Gubernur Kaltim, Isran Noor menegaskan, tidak akan ada pemberhentian pegawai honorer hingga tahun 2024 mendatang. Namun, Ia juga menyebutkan pemerintah daerah tidak boleh menambah tenaga honorer.

“Saat ini jangan nambah. Tenaga honorer yang ada saat ini jangan diberhentikan,” tegas Isran Noor kepada awak media di usai pelaksanaan upacara HUT Damkar ke-104 di Lang-Lang, Kamis (9/3/2023).

Isran mengatakan, hingga kini upaya mempertahankan tenaga honorer terus dilakukan. Selain tetap melaksanakan seleksi untuk kebutuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“P3K saat ini masih seleksi. Dilakukan tes,” kata Isran Noor sambil berkelakar kepada awak media.

Seperti diketahui, Gubernur Kaltim Isran Noor lantang menyuarakan ke pemerintah pusat, agar tidak menghapuskan tenaga honorer baik di daerah maupun provinsi.

Sejak awal mendengar akan ada penghapusan tenaga honor, mantan Bupati Kutim itu sudah menegaskan bahwa Kaltim tidak akan menghapus tenaga honor.

Begitu juga ketika ada kabar pengangkatan honor menjadi P3K, tapi masih harus diseleksi, Gubernur Isran tetap menolak.

“Ada lagi PPPK. PPPK diseleksi lagi. Tidak bisa begitu. Kalau mau diangkat, ya angkat aja semua. Bagaimana honor yang tua-tua yang sudah puluhan tahun mengabdi,” kritik Gubernur.

Menurutnya, kemampuan dan kompetensi para tenaga honor tidak perlu diragukan lagi, tidak kalah dengan PNS. (yah)