Beranda blog Halaman 838

DPPKB Programkan Tiap RT Miliki Wadah Ramah Bermain Anak

0
Spot ramah bermain anak di Kampung Aren, RT 22, Kelurahan Api-Api. (IST)

BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) memiliki rencana untuk meningkatkan lingkungan ramah anak di Kota Bontang. Lingkungan dimana terdapat titik-titik tempat bermain ramah anak.

Harapannya, setiap RT di Kota Taman — julukan Kota Bontang bisa menciptakan wadah ramah bermain anak. Salah satu contoh yang sudah terwujud adalah di lingkungan RT 22, Kelurahan Api-Api atau dikenal dengan Kampung Aren. Di kampung tersebut, pihak RT bermitra dengan perusahaan agar bisa menciptakan tempat bermain ramah anak.

Kepala DPPKB Bontang Bahauddin mengatakan, ke depan akan mengadakan pembahasan khusus terkait inisiasi menciptakan tempat bermain ramah anak tingkat RT. Agar rencana tersebut dapat segera diwujudkan.

Bahauddin berharap setelah pembahasan, kemudian baru diimplementasikan dengan membangun sesuai standarisasi yang diharapkan. Barulah dapat menjadi rujukan dalam kegiatan perencanaan kontruksi, pemanfaatan, perawatan, dan pengembangannya.

“Menciptakan ruang bermain ramah anak hingga tatanan RT amat penting bagi kita. Akan kami bahas secara berkelanjutan,” ucap Bahauddin beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, saat ini Pemkot Bontang meraih penghargaan nindya untuk kota ramah anak. Pemkot pun berencana untuk meningkatkan level penghargaan tersebut lebih tinggi lagi. Semaksimal mungkin meraih predikat utama pada 2023 mendatang.

“Semoga bisa terwujud tahun depan. Kita optimis akan penuhi standar yang dibutuhkan,” pungkasnya. (adv/al)

Bakal Luncurkan Program SSK, Tiap Sekolah Ada Pojok Kependudukan

0
Wakil Wali Kota Bontang Najirah (2 dari kanan) mendukung gagasan program SSK dari DPPKB. (IST)

BONTANG – Satu lagi program Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) yang bakal diluncurkan di tengah-tengah masyarakat, utamanya dunia pendidikan. Program tersebut adalah Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).

SSK adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana, ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran. DPPKB merasa SSK perlu ada di lingkungan pendidikan di Bontang. Hal ini agar para pelajar juga memahami isu-isu kependudukan dan keluarga berencana.

Kepala DPPKB Bontang Bahauddin menyebutkan, nantinya di sekolah tersebut terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik.

Hal itu sebagai upaya pembentukan generasi berencana, agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan. Kemudian guru mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran, sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

“Saat ini sudah ada 2 sekolah kependudukan, yaitu di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2. Kita upayakan sejak remaja, para pelajar harus konsen terhadap isu kependudukan apalagi soal keluarga berencana,” kata Bahauddin.

Ditambahkannya, pihaknya mengupayakan semua institusi pendidikan bisa berkolaborasi dengan DPPKB, dalam hal program yang menyasar remaja. Misalnya, kegiatan PIK-R, pendidikan konselor, dan upaya pencegahan perkawinan dini.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bontang Najirah turut mendukung dan meminta institusi pendidikan untuk sadar akan isu kependudukan.

Dirinya menjelaskan, latar belakang kelahiran SSK sejatinya tidak bisa dilepaskan dari program generasi berencana (genre) yang sudah terlebih dahulu digulirkan. Karena selama ini sekolah dianggap satu-satunya agen perubahan (agent of change) secara formal di Indonesia.

“Harus dikembangkan potensi sadar kependudukan sejak dini. Agar mengetahui peran dan fungsi dari remaja,” tutur Najirah. (adv/al)

DPPKB Terima Pelayanan Aduan Gratis

0
Kepala DPPKB Bahauddin imbau masyarakat untuk melaporkan setiap kekerasan yang terjadi. (IST)

BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang tak pernah berhenti mengimbau, agar masyarakat mengadukan setiap bentuk kekerasan yang terjadi pada siapapun. Utamanya kekerasan dalam rumah tangga yang kian meningkat beberapa tahun belakangan ini.

DPPKB memiliki beragam model pelayanan pengaduan. Di antaranya pelayanan psikologis, bantuan hukum, rujukan medis, dan rumah aman. “Pelayanan itu kami berikan secara gratis tanpa ada pungutan biaya,” ungkap Bahauddin, kepala DPPKB Bontang beberapa waktu lalu.

Bahauddin menjelaskan, tingkat kekerasan terjadi karena ada beberapa persoalan. Cara berpikir pasangan suami dan istri, cara berkomunikasi yang kurang harmonis, persoalan ekonomi, dan pembagian waktu dalam mengasuh anak.

“Kita tidak pernah berhenti mengingatkan dalam bentuk sosialisasi. Baik tentang pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga, agar tidak terjadi adanya kekerasan,” ucap Bahauddin.

Ia pun membeberkan apa saja bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. Hal ini sebagai upaya mencegah kekerasan dalam rumah tangga. Berikut bentuk kekerasan dalam rumah tangga, di antaranya:

Kekerasan Psikis:

Perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya yang mengakibatkan gangguan dalam psikis para korban.

Kekerasan Fisik:

Perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit dan mengalami luka yang bisa mengakibatkan memar dan tak berdaya.

Kekerasan Seksual:

Perbuatan pemaksaan hubungan seksual yang tidak wajar dengan memaksa, tidak disukai dengan berbagai tujuan, misalnya tujuan komersil dan tujuan buruk lainya.

Penelantaran Rumah Tangga:

Seseorang yang menelantarkan rumah tangganya, maka itu bersifat melanggar ketentuan hukum. Karena memiliki kewajiban dalam memberikan kehidupan, perawatan atau pemeliharaan kepada orang tersebut.

Perbuatan itu juga bisa terjadi jika pihak yang sengaja membuat pasangannya ketergantungan ekonomi, dengan melarang untuk bekerja di luar. Sehingga korban berada di bawah kendali pelaku yang akan melakukan penelantaran. (adv/al)

Seluruh Item Sudah Terpenuhi, Optimistis Raih Kota Layak Anak Utama 2023

0
Basri Rase bersama Kepala DPPKB menerima  penghargaan Kota Ramah Anak beberapa waktu lalu. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang optimistis meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) Utama pada 2023 mendatang. Rasa optimis tersebut bukan tanpa alasan, lantaran DPPKB merasa sudah layak memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk level utama.

Kepala DPPKB Bontang Bahauddin mengatakan, saat ini Bontang sudah meraih predikat KLA Nindya. Pihaknya ingin ditingkatkan menjadi predikat utama di tahun depan.

Predikat KLA terdapat 24 item. Mulai sistem pembangunan berbasis hak anak, integrasi komitmen, sumber daya pemerintah, masyarakat, media, dan dunia usaha yang berkelanjutan.

“Seluruh item prasyarat tersebut sudah kami upayakan untuk terpenuhi,” kata Bahauddin, beberapa waktu lalu.

Namun begitu dikatakannya, tim tingkat kota harus bekerja lebih ekstra ke depannya. Agar mampu memenuhi seluruh kriteria yang dapat meningkatkan status kategori KLA secara maksimal.

Di antaranya, kelembagaan, hak anak, sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga, pengasuhan alternatif, kesehatan, kesejahteraan dasar, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan perlindungan kasus anak.

“Secara konsep memang kita sudah mumpuni. Hanya saja perlu ditingkatkan lagi secara pelaksanaannya,” pungkasnya.

Diketahui, untuk Kaltim terdapat dua daerah dengan kategori KLA Nindya, yakni Kota Bontang dan Balikpapan. Kota Bontang mendapatkan penghargaan KLA kategori Nindya 2022 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Penyerahan penghargaan digelar di Hotel Novotel, Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/7/2022). (adv/al)

Pajak Reklame Salah Satu Pemasukan Daerah Bontang

0

BONTANG – Dengan adanya kunjungan yang dilakukan oleh Komisi II DPRD dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mengenai kesamaan izin usaha dan realisasi usaha, serta reklame minimarket menjadi upaya pemerintah dalam hal mengingatkan kembali pentingnya pemasangan reklame secara baik. Termasuk di dalamnya pembuatan izin reklame.

“Adanya izin reklame merupakan salah satu pajak pemasukan daerah Kota Bontang,” kata Natalia Santi, kepala Sub Koordinator Pelayanan Perizinan DPMPTSP Bontang.

Menurutnya, izin bisa langsung diurus di PTSP. Nanti selanjutnya untuk pembayaran di Bapenda,” ujarnya pada 29 November 2022. Jika sebuah usaha memiliki izin usaha tetapi tidak memiliki izin reklame akan diberikan teguran disertai batas waktu untuk mengurus izin.

Pembuatan izin reklame sendiri sesuai dengan sistem perizinan digital di pd.bontangkota.go.id. Syaratnya adalah dengan menyiapkan formulir pendaftaran, scan KTP asli, scan NPWP pemohon, scan Akta Pendirian Perusahaan (Bagi Pemohon Berbadan Hukum).

Selain itu, malampirkan foto dan gambar situasi lokasi, gambar/bentuk/kontruksi reklame, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk penempatan reklame pada bangunan, Surat Pernyataan Bersedia Membayar Pajak, dan Rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bontang bagi reklame yang memuat narasi/motto/slogan politik. Serta sudah adanya NIB yang dimiliki oleh badan usaha waralaba atau franchise tersebut. (adv/sc)

Bontang Barat Adakan Penguatan Pokja Sehat Kelurahan

0

BONTANG – Kecamatan Bontang Barat melaksanakan kegiatan penguatan pengurus Kelompok Kerja (pokja) sehat kelurahan. Kegiatan itu dilaksanakan di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) pada Selasa (29/11/22) pagi.

Kegiatan ini mengundang dua narasumber. Yang pertama dari Forum Kota Sehat, Abu Hasyim dan Vidyabsari dari Dinas Kesehatan Kota Bontang.

Peserta kegiatan ini merupakan kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) kelurahan yang ada di Bontang Barat, dan ketua forum RT Kecamatan Bontang Barat. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Camat Bontang Barat Giri Agung.

“Kita sangat mendukung upaya kesehatan yang didukung oleh kota bontang. Diperlukan kerja sama dan kolaborasi untuk seluruh stakeholder yang ada di kecamatan sehingga bisa mewujudkan kesehatan masyarakat yang ideal.” ungkap Giri Agung.

Tujuan dengan adanya pokja sehat ini agar tercapai kota yang bersih, dan sehat untuk dihuni. Juga sebagai tempat berkarya agar terlaksana berbagai program pembangunan berwawasan kesehatan. Sehingga dapat meningkatkan sarana produktivitas dan perekonomian masyarakat. (adv/sya)

Gelar FGD, Dinkes Gali Persepsi Masyarakat Soal Percepatan Penurunan Stunting

0
Diskusi FGD Dinkes bersama masyarakat dengan narsum dari FKM Unmul. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) pembelajaran primer dalam percepatan penurunan stunting, untuk lokasi khusus dengan menyasar kader PKK, Kasi PM Kelurahan dan mitra kelurahan serta staf kelurahan dan ketua RT.

FGD dilaksanakan pada Selasa (29/11/2022) di Rumah Boga, Bontang dengan mengundang fasilitator Dr Annisa Nurrachmawati dan Dr Ike Anggraeni dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman (Unmul).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinkes Bontang, Jamila Suyuthi mengungkapkan, fokus grup diskusi dilaksanakan dengan maksud untuk mendiskusikan  pencegahan stunting yang telah ditunjuk di beberapa lokasi khusus (lokus), dengan cara pembelajaran primer yang langsung mendengarkan persepsi masyarakat di wilayah lokus masing-masing.

“Sebelumnya telah melakukan wawancara mendalam kepada target-target keterwakilan percepatan penurunan stunting seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu batita hingga calon pengantin,” kata Jamila, Selasa (29/22/2022).

Selanjutnya, Jamila mengatakan, FGD pertama ini menyasar kader dan relawan di 5 lokasi percepatan penurunan stunting, sementara FGD ke dua menyasar stakeholder terkait.“FGD lainnya juga dilaksanakan bagi OPD yang melaksanakan percepatan penurunan stunting di Bontang,” katanya.

Hal lainnya, Jamila mengatakan, hasil dari FGD ini akan melihat bagaimana penerimaan dan persepsi masyarakat terkait program penurunan stunting di  Bontang. “Nantinya kita akan lakukan diseminasi (penyebarluasan) hasil pembelajaran primer dari FGD untuk diketahui bersama. Ini merupakan penelitian dan pengembangan dari Dinkes mengenai apa-apa saja yang telah dilakukan,” jelas Jamila.

Dia mengharapkan, peserta FGD dapat memberikan kontribusi pemikiran sehingga dapat menggali permasalahan dengan cara persepsi yang sama. “Kita menghadirkan keterwakilan yang dianggap dari lokus yang dapat memberikan pandangan yang dialogis,” urainya.

Sementara, narasumber Dr Annisa Nurrachmawati menjelaskan,  stunting menjadi kepedulian dan tanggung jawab bersama, bukan hanya dari Dinkes tapi juga  masyarakat.

“Stunting ini masalah bersama, masalah besar yang tidak hanya diselesaikan dari dinas terkait, tapi harus ada penggerakan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Annisa.

Dia menambahkan, FGD sangat penting untuk melihat bagaimana pandangan pengambil kebijakan dan penyedia pelayanan kesehatan mengenai yang dibutuhkan masyarakat.

“Apa yang menjadi kepedulian masyarakat dan persepsi masyarakat mengenai kebutuhan masyarakat, terkait program stunting yang berjalan sehingga kebijakan ke depannya bisa sesuai masyarakat. Salah satu inti dari pembelajaran primer yakni mencari persepsi dari masyarakat,” papar Annisa. (adv/yah)

Piala Dunia Qatar 2022, Basri Dukung Tim Asia

0
Ilustrasi negara-negara Asia. (Ist)

BONTANG– Wali Kota Bontang Basri Rase memiliki cara sendiri untuk menunjukkan tim andalannya di Piala Dunia Qatar 2022. Tim andalan yang dimiliki Basri memang tidak spesifik, namun dia mendukung tim negara asal benua Asia.

Saat ditemui, Basri Rase mengatakan tim yang dia jagokan berasal dari benua Asia seperti Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Namun Basri tetap mempercayakan dengan tim negara andalannya walau di laga akhir Japan takluk dari Kosta Rika.

“Kalau saya jagoannya sebenarnya Jepang sama Korea. Itu jagoan saya. Tapi mau di apa kondisi seperti saat ini,” kata Basri saat ditemui, Selasa (29/11/2022).

Basri masih berharap ke dua tim  andalannya masih bisa lolos ke fase selanjutnya. “Saya masih berharaplah mudah-mudahan kedua negara ini bisa loloslah,” katanya.

Ditanya tanggapannya soal laga Belanda versus Qatar, Basri katakan dirinya tetap mendukung tim asal Asia. “Saya pendukung Asia. Pokoknya Arab Saudi, Qatar, Japan, Korea itu saya dukung,” pungkasnya. (yah)

Ika Pakarti Bontang Gelar Gebyar Budaya Jawa

0

BONTANG – DPD (Dewan Pengurus Daerah) Ika Pakarti (Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi) Bontang di ulang tahun ke-19 menggelar Gebyar Budaya Jawa di Lapangan Detasemen Arhanud Rudal, selama dua hari yaitu Sabtu-Minggu tanggal 26-27 November 2022.

Ketua Panitia Begawan Ciptaning Mintaraga mengatakan Gebyar Budaya Jawa ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di Kota Bontang. Seluruh paguyuban di bawah Ika Pakarti sangat mendukung kegiatan ini.

Kesenian yang ditampilkan dalam event ini menambah semarak pagelaran budaya di Kota Bontang yang siap menjadi Kota Pariwisata guna menundung Ibu Kota Nusantara.

“Hari Sabtu tampil dua grup kesenian Kuda Lumping dengan ke khasan masing-masing yaitu Turonggo Galih Saputro dan Rogo Suro Wijoyo. Kemudian di hari Minggu tampil juga dua grup kesenian Kuda Lumping lainnya yakni Putro Birowo dan Joyo Manunggal. Diperkaya pula dengan tampilnya Gamelan Banyumasan, Gandrung Banyuwangi dan Jaranan Buto juga dari Banyuwangi, Pecut Samandiman dari Kediri, serta Seni Oklik dari Bojonegoro,” ungkap Begawan.

Sementara Rekuh Noto selaku Wakil Ketua I mengatakan, bahwa untuk menyemarakkan Gebyar Budaya Jawa ini, disajikan kuliner khas Jawa. Ada Orem-orem, Bakso dan Angsle khas Malang, ada Nasi Tiwul khas Bojonegoro, ada Nasi Gandul khas Pati, ada Nasi Gogek khas Trenggalek, ada Sego Tempong khas Banyuwangi, Lontong Petis khas Jember, Pecel khas Nganjuk dan masih banyak lagi.

“Kegiatan yang baru pertama kali ini semoga dapat dilaksanakan rutin setiap tahun, dan peserta kuliner semakin bertambah guna memperkaya khazanah kuliner khas Jawa di Kota Bontang. Sayangnya beberapa diantaranya tidak berjualan secara normal, artinya hanya jualan dalam event ini saja. Padahal banyak kunsumen yang bertanya, selama ini jualan dimana?”

Sementara itu, Achmad Bajuri sebagai Wakil Ketua II menyampaikan dengan adanya Gebyar Budaya Jawa ini, akan tercipta Program Pariwisata Baru di Kota Bontang. Hampir semua pedagang yang berjualan kuliner khas Jawa meraup untung, karena tidak ada dagangan yang tersisa dan habis disantap masyarakat Kota Bontang.

“Akan memicu paguyuban di bawah Ika Pakarti untuk menampilkan kesenian khas daerahnya, dan ini masih ada waktu mempersiapkan di event tahun depan. Keunikan Kota Bontang yang multi etnis akan semakin bersinar seiring dengan hadirnya Gebyar Budaya Jawa,” sebutnya.

Campur Sari Subur Makmur selama dua hari berturut-turut mewarnai acara Gebyar Budaya Jawa di Lapangan Den Arhanud Rudal ini.

Menurut Sumardi Syawal, kegiatan budaya ini tidak lagi memikirkan besarnya honor. “Diminta tampil oleh panitia di event yang luar biasa ini sudah merupakan kebanggaan tersendiri. Penyanyi andalan Subur Makmur seperti mbak Winda, mbak Suzan dan mbak Sinta sudah terbiasa dengan kondisi apapun,” sebutnya.

Harsono yang baru saja dilantik menjadi Ketua Ika Pakarti periode tahun 2021-2026 sangat antusias dengan kegiatan ini. Selama dua hari H. Harsono ikut joget-joget di panggung, ngopi-ngopi dan mencicipi kuliner khas Jawa ini.

Suksesnya acara ini merupakan Hasil Kerja keras seluruh panitia yang menunjukkan kekompakan, kolaborasi dan saling melengkapi.  “Kami tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para sponsor, donatur dan Komandan Rudal yang mensupport acara ini menjadi ajang yang ditunggu-tunggu setiap tahun,” tutur Harsono.

“Orang Jawa wajib guyub rukun sak lawase, Bersatu kita teguh dan kompak kita Tangguh. Kegiatan ini murni untuk pelestarikan budaya dan tradisi Jawa di perantauan, agar generasi muda tidak terputus oleh akar budayanya” sambungnya

Atas inisiatif dari Dasuki yang merupakan Asisten 2 Kota Bontang, Sutrisno yang juga Camat Bontang Utara dan Agus Suhadi yang merupakan anggota DPRD Kota Bontang, di Sabtu Malam Minggu digelar kotak amal guna menghimpun dana dari tamu undangan untuk meringankan beban korban gempa di Cianjur. “Kita tidak hanya berpikir senang-senang, namun juga berempati dengan musibah gempa yang terjadi di Cianjur,” pungkas Dasuki. (bcm/darman)

Rusmadi Lantik Pengurus Ikapakarti Bontang Periode 2021-2026

0

BONTANG – Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti) Kota Bontang periode 2021 hingga 2026 digelar di Lapangan Den Arhanud Rudal, Sabtu (26/11/2022).

Pengukukan Ketua DPD Ikapakarti Kota Bontang H Harsono dan 197 pengurus DPD Ikapakarti Kota Bontang ini dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikaparti Kalimantan Timur (Kaltim) Rusmadi Wongso. Hadir Wali Kota Bontang Basri Rase.

Kegiatan pengukuhan dan pelantikan ini dikemas secara sakral. Selama dua hari, Ketua Pengukuhan Begawan Ciptaning Mintorogo berhasil mengemas acara pengukuhan dengan sukses. Makanan khas dari berbagai daerah dan penampilan sejumlah komunitas kesenian menambah kemeriahan acara pengukuhan dan pelantikan.

Di sela pelantikan, Rusmadi Wongso mengungkapkan bahwa Ikapakarti merupakan sebuah rumah besar bagi warga dari paguyuban-paguyuban kedaerahan khususnya yang berasal dari tanah jawa termasuk seni budayanya di Kota Bontang. Namun dalam sebuah rumah besar tersebut, menurutnya, dibutuhkan pilar dan pondasi yang kuat.

“Kepada seluruh unsur pimpinan paguyuban sebagai pilar dan sekaligus sebagai pondasi untuk terus menguatkan diri. Sehingga Ikapakarti tidak hanya sebagai rumah besar tapi juga berdiri kokoh secara bersamaan,” beber Rusmadi yang juga Wakil Walikota Samarinda ini.

Dikatakannya, sejak berdirinya Ikapakarti pada tanggal 16 Juli tahun 2003 tujuannya adalah untuk menitipkan pesan moral kepada diri kita semua untuk mengedepankan budaya, untuk mengedepankan kepribadian, sifat-sifat yang jujur, santun dan guyub rukun atau gotong royong dalam bermasyarakat dan bernegara.

Sementara itu, Ketua DPD Ikapakarti Kota Bontang Harsono berharap, keberadaan Ikapakarti Bontang bisa terus memberikan kontribusi dan bersinergi dengan Pemkot Bontang untuk bersama-sama membangun Kota Bontang. “Saya berharap tetap terjalin kekompakan dan tetap solid untuk menciptakan kepribadian guyub rukun,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase berharap keberadaan paguyuban Ikapakarti di Bontang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat terutama bagi anggota maupun kepengurusannya. Ia juga berharap Ikapakarti terus mewarnai dan meramaikan Kota Bontang dengan berbagai penampilkan kesenian khas Jawa.

“Semoga dengan kekuatan Ikapakarti, Bontang semakin ramai. Karena saya lihat, hampir setiap minggu ada kegiatan kesenian dan budaya serta kuliner yang ditampilkan. Ini sejalan dengan misi pemeritah untuk menjadikan Kota Bontang sebagi kota wisata,” pungkasnya. (darman)