Beranda blog Halaman 839

Banyak Jalan Nasional yang Rusak, Gubernur Tak Berhenti Berjuang, Minta Disegerakan

0

SAMARINDA – Tidak semua jalan di Kaltim berstatus jalan provinsi (kewenangan provinsi). Sebagian merupakan kewenangan pusat atau status jalan nasional. Sebagian jalan yang rusak dan hancur adalah jalan nasional. Lantas apakah Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi berdiam diri dengan kondisi itu?

“Jalan nasional itu murni kewenangan pusat. Tapi Pak Gubernur tidak pernah berhenti berjuang meminta agar usulan Kaltim disegerakan. Apa yang beliau minta disegerakan? Ya, penanganan seluruh jalan nasional. Terutama yang rusak-rusak itu,” ungkap Kepala Dinas PUPR dan Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, Ahad (27/11/2022).

Beberapa jalan nasional yang kondisinya sedang tidak baik-baik saja dan banyak dikeluhkan antara lain jalur Sangatta – Kaliorang, Tenggarong (Kutai Kartanegara) – Barong Tongkok (Kutai Barat). Jalur Samarinda – Bontang, dan Bontang – Sangatta.

Perjuangan Gubernur Isran Noor agar pusat menyegerakan kemantapan jalan nasional di Kaltim dilakukan dalam banyak kesempatan. Salah satunya dalam forum para gubernur yang juga dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Soeharso Monoarfa. Begitu pun saat rapat-rapat bersama Presiden Joko Widodo.

Nanda menyebutkan, tidak sedikit dari permintaan Gubernur Isran Noor yang ditindaklanjuti pusat. Antara lain jalan pendekat Jembatan Pulau Balang dari sisi Balikpapan. Sekarang kelanjutan proyek jalan yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan melalui Jembatan Pulau Balang itu sudah diambil alih pemerintah pusat.

“Alhamdulillah. Itu kalau daerah sendiri yang melanjutkan pasti berat. Pembebasan lahan saja bisa mencapai Rp300 miliar. Belum lagi pembangunan fisik bisa mencapai Rp1 triliun lebih,” ungkap Nanda.

Pemerintah pusat juga terus melakukan perbaikan jalan Samarinda – Bontang dengan beton dan aspal. Sebagian besar kondisinya saat ini sudah lebih baik, meski sebagian masih dalam proses pekerjaan. Demikian pula untuk jalur ke Kutai Barat. Tahun ini APBN juga terus digelontorkan untuk peningkatan kualitas jalan di kawasan itu.

Beberapa waktu lalu sambung Nanda, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Junaidi menyampaikan target 2024 jalan nasional di Kaltim 90 persen mantap. Posisi sekarang masih 82 persen.

“Jadi semua tidak ujug-ujug. Tapi disuarakan oleh Pak Gubernur. Sebab kalau menunggu daerah menyelesaikan sendiri, pasti sulit. Pak Gubernur itu terus berjuang untuk rakyatnya,” tegas Nanda.

Perhatian besar Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi juga diberikan untuk pembangunan jalan di kawasan perbatasan dengan membangun jalan dan puluhan jembatan.

“Untuk ruas jalan Tering (Kutai Barat) – Ujoh Bilang (Mahakan Ulu) total penanganan tahun 2019 – 2021 dalam bentuk perkerasan aspal 24,93 km, cut/fill dan timbunan pilihan 14,36 km. Kita juga bangun 6 jembatan panel,” jelas Nanda.

Total alokasi anggaran untuk penanganan 2019 – 2021 sisi Kutai Barat, pembangunan jalan sebesar Rp119,3 miliar dan pembangunan jembatan Rp23,2 miliar. Total Rp142,5 miliar.

Alokasi juga dikucurkan untuk pembangunan jalan dari Mahulu untuk ruas jalan Ujoh Bilang – Long Bagun – Long Pahangai. Total penanganan jalan tahun 2015 – 2021 berupa cut/fill dan timbunan pilihan sepanjang 89,50 km. Total penanganan jembatan tahun 2015 – 2021 terdapat 20 titik (bailey) jembatan panel. (adpim/adv/diskominfokaltim)

Sekda Sri Launching Aksi Mapan, Maheza Jenar Terpilih ‘Employee off The Month’

0

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim membuat terobosan baru dengan dilaksanakannya launching Akselerasi Nilai-nilai Inti melalui Agen Perubahan (Aksi Mapan) yang dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Hotel Gran Senyiur, Senin (28/11/2022).

Acara dirangkai penganugerahan Employee of the Month Setdaprov Kaltim, dan kegiatan penguatan perencanaan menghadirkan Sekdaprov Sri Wahyuni dan Plt Kepala Bappeda Yusliando sebagai narasumber, dimoderatori Dr Moh Jauhar Effendi Widyaiswara BPSDM Kaltim.

“Saya memberi apresiasi dan mengucapkan terima kasih,” kata Sekda Sri Wahyuni yang mengharapkan Aksi Mapan agar terus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah kongkret dan berkelanjutan.

Pada acara yang juga dihadiri Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Hj Syarifah Alawiyah itu Employee of the Month diberikan kepada Maheza Jenar. PNS Golongan III-c pada Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah yang dalam tugas pekerjaannya dinilai terbaik di bulan ini. Tupoksinya selama ini adalah menangani Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LPPD dan LKPJ). “Saya tidak menyangka terpilih,” katanya singkat namun berjanji akan terus bekerja dengan baik.

Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian Setdaptov Kaltim Inni Indarpuri di kesempatan itu menjelaskan, pemilihan Employee of the Month adalah salah satu output dari aksi perubahan yang dimulai dari terpetakannya permasalahan kepegawaian Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim yang dihimpun sebagai sumbatan yang harus dicarikan solusinya.

“Pedoman dan Pembentukan Tim Penetapan Employee of the Month pada Ekosistem Agen Perubahan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, berupa Surat Keputusan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim Nomor 893/11258/Adpim-I tanggal 11 November 2022,” jelasnya.

Persyaratan meliputi persyaratan umum dan persyaratan khusus yakni memiliki gagasan atau ide kreatif sebagai solusi masalah dalam pekerjaan sehari-hari.

Persyaratan lainnya, senantiasa menggali potensi diri dengan mengikuti bimbingan teknis/pelatihan, sharing session dan membagi pengalaman serta ide kreatif kepada lingkungan sekitarnya, bahkan di luar organisasinya.

Menurut Inni Indarpuri, Employee of the Month sebagai anggota Ekosistem Agen Perubahan Sektretariat Daerah Provinsi Kaltim merupakan katalis, pemberi solusi, penggerak perubahan, mediator, penghubung dan motivator, pendorong perubahan pola pikir dan budaya kerja yang akan menjadi role model, contoh keteladanan dan menularkannya kepada pegawai lainnya di lingkungannya.

“Semoga dengan aksi perubahan Aksi Mapan ini terjadi perubahan pola pikir dan budaya kerja dalam mewujudkan reformasi birokrasi menuju ASN yang berkinerja tinggi,” harapnya. (adpim/adv/dikominfokaltim)

Peresmian Gedung Denpom Samarinda, Gubernur: Pemeritah Daerah Selalu Bantu Instansi Vertikal

0

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Isran Noor menghadiri sekaligus meresmikan Gedung Detasemen Polisi Militer (Denpom) VI/1 Samarinda Jalan Slamet Riyadi, Senin (28/11/2022).

Peresmian dihadiri juga dilakukan oleh Komandan Pusat POM Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Tjandra Warsenanto Sukotjo bersama Gubernur Isran Noor dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo ditandai dengan pemotongan pita, diawali penandatanganan prasasti.

“Semoga ini pasti bermanfaat,” ucap Gubernur Isran Noor mengawali sambutannya, seraya mengapresiasi atas diresmikannya gedung bantuan Pemerintah Provinsi Kaltim ini.

Pemerintah Provinsi Kaltim, tegas orang nomor satu Benua Etam ini, telah dan terus berkomitmen serta bekerja sama dengan pihak mana pun, termasuk instansi vertikal di daerah.

Walaupun diakuinya, dari segi peraturan perundang-undangan ada pembatasan dalam hal pemerintah daerah membantu instansi vertikal.

“Tapi kalau itu (membantu) tidak dilakukan pemerintah daerah, maka banyak fungsi-fungsi instansi vertikal yang kepentingannya untuk masyarakat di daerah, tidak berjalan secara optimal,” ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Kaltim juga kabupaten dan kota terus berkomitmen, bekerja sama dan membantu instansi vertikal di daerah.

“Baik dalam hal pembangunan fisik maupun infrastruktur, sehingga instansi vertikal mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal di daerah untuk mendukung kegiatan pemerintah dan masyarakat,” tegas mantan Bupati Kutai Timur ini.

Danpuspomad Letjen TNI Tjandra Warsenanto Sukotjo mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada Pemerintah Provinsi Kaltim, khususnya Gubernur Isran Noor atas dibangunnya Gedung Denpom VI/1 Samarinda.

“Kami menyampaikan salam hormat Bapak Gubernur dari Bapak Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Kami sudah lapor Sabtu kemarin ke Beliau, kalau kita akan berangkat ke Samarinda untuk peresmian Gedung Denpom ini,” ujarnya.

Menurut Jenderal Bintang Tiga ini, kehadiran jajaran Pomdam VI Mulawarman harus dirasakan positif oleh seluruh masyarakat Kaltim.

“Dibangunkannya markas Denpom Samarinda melalui anggaran Pemprov Kaltim ini menandakan masyarakat Kalimantan Timur menerima kehadiran Pomdam VI Mulawarman ditengah-tengah mereka,” ucapnya, seraya memerintahkan seluruh jajaran dan prajurit Pomad untuk mengabdikan diri bagi kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan masyarakat Kaltim.

Gedung Denpom VI/1 Samarinda dibangun menggunakan dana APBD Kaltim selama 2 tahun anggaran sebesar Rp16,68 miliar berdiri dilahan 4.157 m2 dengan luas bangunan 1.044 m2 berlantai 3, terdiri basement, kantor, ruang tahanan dan pos jaga serta fasilitas pendukung lainnya.

Peresmian Gedung Denpom VI/1 Samarinda dirangkai penganugerahan dan pengukuhan Warga Kehormatan Keluarga Polisi Militer kepada Gubernur Isran Noor oleh Danpuspomad Letjen TNI Tjandra Wibowo Sukotjo dengan menyerahkan piagam serta pin.

Hadir jajaran Forkopimda Kaltim, Wali Kota Samarinda H Andi Harun, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi, Kabinda Kaltim Brigjen TNI Hardani Lukitanta Adi, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli, Sekkot Samarinda Hero Mardanus, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda serta tokoh masyarakat dan swasta. (adpim/adv/diskominfokaltim)

Satpol PP Bersama OPD Terkait Menertibkan PKL di Rawa Indah

0

BONTANG – Kecamatan Bontang Selatan bersama Satpol PP, Kelurahan Tanjung Laut Indah, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya menertibkan Pedagang Kali Lima (PKL) di sekitar Pasar Rawa Indah, Senin (28/11/22) pagi.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bontang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masalah, Perda Kota Bontang Nomor 7 Tahun 2012  tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kreatif Lapangan,  sera hasil rapat dari tim penertiban dan penataan pedagang pada Jalan KS Tubun dan Jalan Ir Juanda pada Senin (7/10/22) lalu.

Penertiban ini dilaksanakan agar para PKL bersedia tidak berjualan di sepanjang trotoar Jalan KS Tubun, Jalan Ir Juanda, dan Jalan Kakap Putih 10. Mereka diharapkan menempati lapak yang ada di Gedung Pasar Rawa Indah.

“Dulu awal gedung pasar dibuka sudah diberitahu, terus ini diperingati lagi dan diberi waktu satu minggu untuk mengosongkan area trotoar. Pengennya sekitaran pasar itu tidak ada penjual, jadi kelihatan rapi,” jelas Kamsal, Camat Bontang Selatan.  (adv/sya)

Maming: Guru Mesti Mengikuti Perkembangan Teknologi

0
Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang Maming

BONTANG – Dalam rangka peringatan hari guru yang jatuh pada 25 November,  Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang Maming memberikan apresiasi kepada seluruh guru di Indonesia yang telah membantu membangun negara dengan memberikan ilmu dan pendidikan kepada para calon penerus bangsa.

“Saya mengucapkan selamat kepada guru-guru yang selama ini sudah mengabdikan diri membangun anak-anak bangsa menjadi cerdas-cerdas dan semoga diberikan Kesehatan dan kemudaha rezeki sehingga dapat membimbing anak-anak kita semua,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Kota Bontang pada 28 November 2022.

Perbedaan tingkah laku dan sikap para generasi muda belakangan ini yang mengikuti perkembangan era digitalisasi, menjadikan hal tersebut sebagai tantangan bagi para pengajar. Sehingga para pengajar ditunutut untuk turut ikut dalam perkembangan teknologi dan sistem yang ada sekarang ini.

“Guru-guru sekarang harus juga mengikuti perkembangan teknologi sekarang, apalagi sekarang semuanya ada di Google,” ujarnya.

Diharapkan sistem pendidikan dan para pendidik yang ada akan semakin mampu membantu meningkatkan potensi anak-anak dengan secara baik membimbing dan mengarahkan setiap anak sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki.

Pada hari ini, tepatnya pada senin 28 November 2022, telah dilaksanakan upacara oleh pemerintah dan seluruh jajaran guru di Kota Bontang sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh guru yang ada. (sc)

Camat Bontang Barat Hadiri Bimtek Projek WMP

0

BONTANG – Camat Bontang Barat Anwar Sadat menghadiri pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Pengembangan Kapasitas Daerah Dalam Mempelajari Teknologi Ae Aegypti ber-Wolbachia di  Jogjakarta pada 15-18 November 2022

Camat Bontang bersama Dinas Kesehatan Kota Bontang melaksanaan bimbingan teknis tersebut dipandu langsung Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta melalui Projek World Mosquito Program (WMP).

Pelaksanaan hari pertama bertempat di Laboratorium WMP dan Laboratorium Entamologi UGM sementara hari kedua dilaksanakan langsung di lokasi penerapan yaitu di Desa/Kalurahan Trirenggo Kabupatel Bantul.

Penerapan teknologi Ae Aegypti ber-Wolbachia menunjukan hasil yang signifikan setelah pelaksanaan selama 6 bulan yang di tandai dengan data kasus DBD yang 0 kasus di bandingkan sebelum penerapan yang mencapai 25 – 40 kasus dalam seminggu.

“Diharapkan teknologi ini segera dapat di terapkan di Kota Bontang. Bontang Barat sendiri siap sebagai penerapan program awal dari dinas kesehatan bontang, kita sudah menghimbau teman teman kelurahan, ketua RT dan juga kader untuk membantu penerapannya yang akan dimulai pada tahun depan,” jelas Anwar. (adv/sya)

Optimalkan Pelayanan, DPMPTSP Buat Platform Pengaduan

0

BONTANG – Pentingnya pengelolaan sistem pengaduan bagi instantsi pemerintah adalah untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan dalam hal membuat pelayanan masyarakat menjadi optimal. Selain itu, adanya kanal pengaduan juga menjadi kesempatan bagi sebuah instansi untuk melakukan evaluasi serta perbaikan jika adanya sebuah pengaduan.

Hal inilah yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang dalam mempermudah penyampaian pengaduan masyarakat dalam membantu meningkatkan pelayanan dan perizinan usaha.

“Dengan adanya kanal pengaduan ini, diharapkan akan memudahkan masyarakat untuk menyampaikan aduan maupun keluhan pada pemerintah. Seperti jika ada pelayanan yang tidak sesuai standar pelayanan yang ada,” ujar Natalia Santi selaku Analis Kebijakan Ahli Muda DPMPTSP yang ditemui pada Oktober lalu

Dengan berkembangnya era modern dan digitalisasi, maka DPMPTSP Kota Bontang mengembangkan sistem pengaduan melalui berbagai macam platform digital seperti WhatsApp (08114345757), telephone, website (dpmptsp.bontangkota.go.id), kotak pengaduan dan aplikasi perizinan (pd.bontangkota.go.id).

Jadi masyarakat tidak lagi harus datang secara langsung apabila mengalami kendala, seperti adanya pengabaian kewajiban dalam pelayanan yang ada. Sistem pengaduan ini bisa diakses oleh seluruh elemen masyarakat termasuk badan hukum maupun perseorangan.

Proses penanganan pengaduan masyarakat akan dimulai ketika ada penerimaan aduan, dilanjutkan dengan pencatatan, penelaahan, tindak lanjut, pengarsipan, pemantauan dan pelaporan. DPMPTSP Kota Bontang akan selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan masyarakat untuk memudahkan segala bentuk perizinan yang ada. (adv/sc)

Potensi Industri Karet di Kota Bontang

0

BONTANG – Karet alam atau polimer merupakan hasil dari getah pohon karet. Bahan ini dapat diolah menjadi barang industri yang memiliki nilai ekonomis. Apalagi di era sekarang, mulai banyak perusahaan yang membuat barang-barang anti pecah dengan menggunakan bahan karet agar lebih awet dan aman.

Industri barang berbahan karet terbagi dalam banyak jenis diantaranya adalah industri otomotif seperti ban, peralatan kendaraan, pembungkus kawat listrik, sepatu, sandal, alat kedokteran, alat-alat rumah tangga mauapun alat-alat olahraga.

Hal ini menjadikan industri pengolahan dan pengepakan karet memiliki pengaruh besar dalam kehidupan manusia seperti dalam bidang transportasi maupun rumah tangga.

“Karet itu memiliki sifat yang tahan akan suhu yang relatif rendah, dapat menempel dengan beberapa struktur logam, tahan terhada[ suhu tinggi, mudah untuk dirpoduksi, mampu meredam panas dan suara, mudah dibentuk dan praktis, serta dapat didaur ulang,” ujar Emelia Darmawati bagian Penanaman Modal Kota Bontang pada 28 November 2022

Sumatra dan Kalimantan merupakan daerah yang memiliki perkebunan karet yang lumayan luas, sehingga memang kedua daerah ini menghasilkan produksi karet yang lumayan besar. Dengan adanya sumber daya atau bahan baku serta banyaknya kegunaan yang dapat dihasilkan oleh karet. Hal tersebut membuka peluang kepada investor untuk menanamkan modalnya pada pabrik pengepakan karet di Kota Bontang.

Apalagi Kota Bontang yang sudah menetapkan daerah Bontang Lestari menjadi Kawasan industri strategis membuat Kota Bontang memiliki lahan khusus pabrik pengepakan karet di kluster A Bontang Lestari. (adv/sc)

Babinsa Koramil 0908-01/Loktuan Beri Pelatihan Baris-berbaris kepada Siswa Siswi SMK Nusantara Mandiri

0

BONTANG – Koramil 0908-01/Loktuan Kodim 0908/Bontang mempunyai tanggung jawab di wilayah binaannya, salah satunya siswa siswi  SMK Nusantara Mandiri Bontang yaitu membentuk sikap, kedisiplinan, loyalitas, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sejak dini.

Untuk itu Babinsa Koramil 01/Loktuan Peltu Humam  memberikan pelatihan dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB) pada sekolah tersebut di lapangan Mangrove Salebba, Jl. Cut Nyak Dien, RT 09 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Sabtu (26/11/2022)

Peltu Humam sebagai Babinsa sekaligus pembina latihan tersebut menyampaikan, pelatihan PBB kepada siswa siswi ini sebagai wujud latihan fisik guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya sikap dan perilaku seseorang agar memiliki disiplin yang tinggi.

“Di sinilah langkah awal bagi anak-anak sekolah untuk mengenalkan kedisiplinan dan suatu latihan awal untuk ikut membela Negara”, tegasnya.

“Dengan diberikan pelatihan PBB kepada siswa-siswi diharapkan dapat mengerti maksud dan tujuan dari pelatihan PBB tersebut sehingga nantinya mampu menerapkannya di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ujar Humam.

“PBB juga memiliki manfaat yang sangat berguna bagi anak-anak sekolah yaitu melatih daya konsentrasi, mendorong belajar tentang solidaritas tim, belajar mendengar dan patuh, dengan begitu banyak hal positif yang bisa diambil dari pembelajaran Peraturan Baris Berbaris (PBB) ini,“ tutupnya. (Pendim Btg)

Perkuat Kesatuan dan Persatuan, Kadir Tappa Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

0
Kadir Tappa dan narasumber saat sosialisasi empat pilar  kebangsaan (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Anggota DPRD  Kalimantan Timur, Abdul Kadir Tappa melaksanakan Sosialisasi 4 pilar Kebangsaan (Sosbang) yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sosialisasi digelar pada Senin (28/11/2022)  di Hotel Andika, Bontang.

Sosialisasi wawasan kebangsaan menghadirkan narasumber dari Badan Kesatuan, Bangsa dan Politik, Bina Antasariansyah dan akademisi dan dosen, Bilher Hutahaen.

Abdul Kadir Tappa mengatakan, sosialisasi wawasan kebangsaan dimaksudkan sebagai bagian dari tugas anggota DPRD Kaltim yang telah direncanakan sebelumnya. Melalui sosialisasi empat pilar kebangsaan, masyarakat dapat lebih memperkuat wawasan kebangsaannya.

“Karena tanpa ini (wawasan kebangsaan), sepertinya agak rapuh dalam persatuan dan kesatuan. Ini bagian dari upaya memperkuat kebersamaan, untuk tetap berada di NKRI,” jelas Kadir Tappa, Senin (28/11/2022).

Dia melanjutkan, masyarakat  Bontang sangat mendukung adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Langkah lain juga akan dilakukan dalam upaya menambah  wawasan kebangsaan.

“Tidak akan berhenti di sini. Ada upaya-upaya lain yang akan dilakukan untuk menambah semangat dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.

Sementara Bilher Hutahaean menjelaskan, makna Pancasila sebagai dasar negara, artinya Pancasila harus dijadikan landasan dalam bernegara dan ideologi. Pancasila juga sebagai sumber hukum dalam kehidupan bernegara. “Dalam bernegara maupun berorganisasi atau politik berdasarkan Pancasila,” kata Bilher.

Kabid Ideologi wawasan kebangsaan, Kesbangpol Kota Bontang, Bina Antasariansyah mengatakan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melaksanakan pembinaan Pancasila dalam rangka menciptakan ketenteraman dalam berbagai perbedaan dan menghindari perpecahan.

Dalam pemaparannya, Antasariansyah lebih banyak menjelaskan mengenai persatuan dan kesatuan melalui empat pilar. “Banyak cara yang dapat memecah belah, baik dari media sosial maupun secara langsung,” kata Bina.

Selain itu, Ia mengatakan, para pendiri bangsa telah menetapkan dasar negara dan menjadikan landasan negara. Dalam melaksanakan kehidupan bernegara, harus berlandaskan 4 pilar dalam membangun persatuan dan kesatuan.

“Bhinneka Tunggal Ika dapat dijadikan sebagai bagian dari 4 pilar. Berbeda tapi tetap bersama,” kata Bina. (adv/yah)