Beranda blog Halaman 840

Majelis Taklim An Namirah Gelar Penyerahan Santunan Anak Yatim Piatu, Najirah: Semoga Jadi Ladang Pahala

0
Majelis Taklim An Namirah Gelar Penyerahan Santunan Anak Yatim Piatu, Najirah: Semoga Jadi Ladang Pahala
Wawali Najirah menghadiri kegiatan penyerahan santunan anak yatim piatu di Pendopo, Rujab, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Majelis Taklim An Namirah menggelar kegiatan penyerahan santunan anak yatim piatu, yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang (Rujab), Minggu (21/7/2024).

Kegiatan ini, Majelis Taklim An Namirah Salebba Bontang mengusung tema, ‘Istiqomah Bersedekah, Insha Allah Hidup Lebih Berkah’.

Wakil Wali Kota (wawali) Bontang, Najirah menyampaikan rasa syukurnya dan apresiasi kepada Majelis Taklim An Namirah atas kegiatan tersebut. Karena tidak hanya bermanfaat bagi anak yatim piatu, akan tetapi juga menjadi ladang pahala bagi yang ikut serta menjalankan kegiatan.

“Kita telah diajarkan dalam Islam, bagaimana cara peduli dan menyayangi anak-anak yatim piatu. Sebab kepedulian kepada mereka adalah salah satu cara rasa bagaimana syukur,” ucapnya.

Sehingga Najirah juga menyampaikan rasa terima kasih, kepada para donatur dan jamaah yang telah berpartisipasi atas kegiatan penyerahan santunan.

“Allah yang akan membalasnya dengan keberkahan,” tambahnya.

Selain itu, Najirah juga berharap dalam kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat, selalu mengingatkan untuk saling berbagi dan bersedekah, serta tetap menjaga rasa semangat dan peduli terhadap sesama.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pantauan BPBD, Masih Banyak Wilayah Terdampak Banjir Akibat Hujan Deras

0
Pantauan BPBD, Masih Banyak Wilayah Terdampak Banjir Akibat Hujan Deras
Petugas BPBD Kota Bontang melakukan peninjauan di beberapa wilayah yang terdampak banjir. (Dok).

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang memantau langsung dampak hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir. Di beberapa wilayah terdampak banjir akibat air sungai yang meluap, Jumat (19/7/2024).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail menyampaikan, ada banyak sekali wilayah di Kota Bontang yang terdampak banjir dari hasil pemantauan mulai pukul 06.00 Wita hingga 15.30 Wita.

Seperti di Kecamatan Bontang Utara, di wilayah Kelurahan Guntung, yang terdampak meliputi RT.4 dengan 35 KK dan 75 jiwa, RT.5 dengan 5 KK dan 11 jiwa, RT.6 dengan 60 KK dan 115 jiwa, RT.9 dengan 2 KK dan 9 jiwa, RT.11 dengan 62 KK dan 248 jiwa, RT.12 dengan 19 KK dan 43 jiwa, RT.13 dengan 18 KK dan 46 jiwa, RT.14 dengan 6 KK dan 25 jiwa, RT.15 dengan 45 KK dan 160 jiwa, RT.16 dengan 10 KK dan 32 jiwa, hingga RT.17 dengan 9 KK dan 27 jiwa.

“Kalau untuk Kelurahan Api-Api, yang terdampak banjir RT.40, RT.7, RT.39, RT.37, RT.29, dan RT.28,” ucapnya saat dikonfirmasi via telepon.

Selanjutnya, untuk Kelurahan Gunung Elai yang terdampak RT.19 dengan 20 KK dan 65 jiwa, RT.18 dengan 15 KK dan 40 jiwa, RT.14 dengan 20 KK dan 35 jiwa, dan RT.43 dengan 25 KK dan 60 jiwa.

“Untuk di Kecamatan Bontang Selatan, di bagian Kelurahan Satimpo yang terdampak RT.21 dengan 4 rumah dan 20 jiwa,” tambahnya.

Ada pun di Kecamatan Bontang Barat, untuk Kelurahan Telihan RT.19, RT.21, RT.25, RT.23, dan RT.29.

“Bahkan air sungai di RT.4 Kelurahan Guntung, berdasarkan laporan warga sekitar untuk tadi pagi kondisi air masih terbilang tinggi,” jelasnya.

Diketahui wilayah-wilayah yang terdampak banjir, beruntung tidak ada korban jiwa. Saat tim BPBD Bontang turun ke lapangan, sudah mempersiapkan mobil operasional hingga perahu karet.

“Alhamdulillah sebagian wilayah sudah agak surut banjirnya,” paparnya.

Sebelumnya BPBD Kota Bontang sudah menghimbau masyarakat Bontang melalui surat edaran, untuk antisipasi jika terjadi banjir seperti menyimpan barang penting ke tempat yang aman, membatasi aktivitas diluar rumah, dan jika sedang berada di luar rumah untuk bisa menghindari pohon besar, baliho, ataupun saluran air.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Najirah – Aswar Resmi Berpasangan di Pilkada 2024

0
Najirah - Aswar Resmi Berpasangan di Pilkada 2024
Pasangan Najirah - Aswar Untuk Pilkada 2024. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Najirah dan Aswar resmi berkoalisi, menjadi pasangan ketiga yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 Kota Bontang.

Politisi Partai Gelora, Muhammad Aswar menyatakan telah menerima SK dari partainya Kamis (18/7) kemarin. Ia menyebutkan dirinya berpasangan dengan Najirah memang karena adanya kesamaan.

“Kami disatukan bukan cuma dipaksa cocok, memang menemukan kecocokan satu sama lain,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (19/7/24).

Aswar menambahkan, akan segera berdiskusi bersama Najirah terkait penyatuan visi misi mereka. Apalagi ia merupakan kandidat termuda yang mendukung dan ingin memberdayakan anak muda Kota Bontang.

“Sharing sama pemuda supaya melibatkan mereka dalam pembangunan Bontang, pemberdayaan UMKM juga, masih banyak pokoknya,” tambahnya.

Najirah dan Aswar telah mengantongi 6 kursi yakni, dari Partai PDIP sebanyak 3 kursi, PAN 2 kursi dan Gelora 1 kursi. Adapun calon lainnya yang siap bertarung adalah pasangan Basri – Chusnul, dan Neni – Agus Haris.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sungai di RT 14 Gunung Elai Belum Diturap, Warga Sekitar Masih Jadi Langganan Banjir

0
Sungai di RT 14 Gunung Elai Belum Diturap, Warga Sekitar Masih Jadi Langganan Banjir
Banjir di RT 14 Gunung Elai, Bontang Utara. (ist)

BONTANG – Musim penghujan mengguyur Kota Bontang sejak sebulan terakhir, curah hujan yang cukup lebat membuat beberapa titik di wilayah Bontang ikut tergenang.

Seperti wilayah Kelurahan Gunung Elai, khususnya di RT 18 dan 19 yang langganan tergenang dan membutuhkan waktu untuk bisa surut.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo mengatakan, bahwa salah satu faktor air cepat meluap dan susah turun karena sungai yang terletak di RT 14 atau belakang SD 010 Bontang Utara belum diturap hingga saat ini.

“Warga sini sudah ngeluh, minta segera diturap,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (19/7/24).

Sulistyo menjelaskan, bahwa sepanjang 15 meter sungai di sana belum diturap karena digunakan sebagai tempat untuk naik turun excavator. Kondisi tersebut sangat berpengaruh pada penduduk sekitar.

Diketahui, saat banjir air sampai sebetis orang dewasa, namun kurang dari 24 jam sudah mulai menurun. Volume banjir ini dinilai sangat berkurang sejak tahun 2023 lalu semenjak gencarnya penanggulangan banjir di Kota Bontang.

“Dulu bisa 1500 KK yang terdampak, sekarang sisa 100 lebih lagi, alhamdulillah sangat signifikan,” katanya.

Ia berharap kepada dinas terkait untuk segera membangun kekurangan turap tersebut, agar warga RT 14 khususnya tidak kebanjiran lagi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Membendung Tindak Pidana Narkotika dan Asusila Anak dengan Islam Kaffah

0
Membendung Tindak Pidana Narkotika dan Asusila Anak dengan Islam Kaffah
Dinnar Fitriani Susanti. (ist)

Oleh:
Dinnar Fitriani Susanti
Aktivis Muslimah Balikpapan

Tindak pidana narkotika dan asusila merupakan dua kasus tertinggi yang terjadi di Kota Bontang pada awal tahun 2024. Terhitung dari bulan Januari hingga Juni, ada 45 kasus narkotika. Kasus asusila, khususnya pelecehan seksual kerap menyerang anak-anak di bawah umur, menyasar pada anak-anak SMP dan SMA. Sebanyak 15 kasus pelecehan terdata di Kejari Bontang, dalam kurun 6 bulan terakhir. Faktornya berupa kemudahan akses internet dan tidak adanya pengawasan orang tua.

Bonus demografi Indonesia yang akan di raih pada tahun 2045 apakah menjadi sebuah bonus emas atau bonus cemas. Jika melihat kondisi ini membuat berbagai kalangan untuk menyelesaikan hal ini.

Data dari survei Reckitt Benckiser Indonesia, kejahatan narkoba dan psikotropika di Indonesia menembus angka 15.455 kasus dalam semester pertama 2022. Bahkan, data Pusiknas Bareskrim Polri menunjukkan perkara narkoba menjadi kejahatan tertinggi kedua setelah pencurian dengan pemberatan atau curat. Total pengguna narkoba sampai tahun 2019 saja sudah mencapai 4,5 juta orang di seluruh Indonesia. Melihat dari data ini, dan data 6 bulan terakhir kasus ini belum terselesaikan.

Begitu juga data sejak awal 2024, Polri ternyata mengungkap 1.939 kasus pencabulan, kekerasan, dan pornografi yang melibatkan anak-anak. Data itu diungkap dari EMP Pusiknas Bareskrim Polri yang di akses pada Rabu, 5 Juni 2024. Jumlah penindakan paling banyak dilakukan pada Mei 2024 yaitu 445 kasus.

Kapitalis Sekuler Penyumbang Pidana Narkotika dan Asusila Anak

Kondisi yang mencemaskan ini, ternyata menjadi PR bersama di seluruh Indonesia. Untuk mengerjakan ini agar tepat dan tuntas, perlu melihat persoalan mendasar mengapa fenomena ini merata dan berbagai upaya belum menuntaskannya. Sumber persoalan dari ini semua adalah kapitalis sekuler, aturan hidup yang memberikan produk haram (narkotika) menjadi barang dagangan. Begitupun munculnya kasus asusila yang terjadi karena kemudahan internet. Bebasnya konten internet adalah sesuatu yang wajar dalam sistem kapitalis sekuler, karena dilihat sebagai barang komoditi bisnis sesuai permintaan.

Di sisi yang lain, benteng pertahanan dampak dari penerapan sistem kapitalis sekuler ini diberikan pada individu masyarakat. Sehingga yang terjadi adalah pertahanan begitu rapuh karena derasnya narkotika dan asusila.

Melihat potret menyedihkan pemuda hari ini, perlu bersegera menyelamatkan pemuda agar tidak terus-menerus menjadi korban sistem kapitalisme.

Islam Kaffah Benteng Terbaik Generasi Emas

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al-Maidah: 90).

Allah SWT telah mengutus Rasulallah untuk seluruh manusia hingga akhir masa. Dan memberikan petunjuk agar seluruh manusia bisa terselamatkan dengan kesempurnaan aturan Islam. Dan di dalam Al Qur’an telah jelas bahwa segala hal yang membahayakan (minuman keras) adalah haram. Dan ketika manusia melanggar, inilah dampak yang terjadi saat ini.

Begitupun juga dengan keharaman perbuatan asusila, hal ini pun telah jelas di larang dalam Islam. Kedua perbuatan ini merupakan zarima (pidana), yang wajib di selesaikan agar tidak semakin membahayakan generasi. Dan Islam merupakan aturan kehidupan yang terbaik bagi generasi sebagai pelanjut peradaban manusia yang mulia.

Upaya preventif dalam Islam telah jelas, segala hal yang menghantarkan pada perbuatan haram maka jelas terlarang untuk diproduksi ataupun didistribusikan dan menjadi komoditi bisnis. Hal ini dalam rangka bahwa Islam menjaga fitrah manusia, akal manusia dan menentramkan jiwanya sebagai hamba dan sebagai makhluk sosial.

Upaya kuratif pun sangat jelas di dalam Islam, ketika ada pelanggaran pada perbuatan zarima, sistem sanksi Islam (Nidzahmul Uqubat) bersifat jawazir dan jawabir. Inilah Islam sebagai sebuah ideologi (Mabda) satu-satunya yang mampu membentengi generasi dari berbagai ancaman.

Oleh karena itu, umat Islam harus bersatu membangun visi politik bersama dengan generasi mewujudkan generasi khairu ummah. Umat harus mampu menggambarkan bahwa Islam itu sebuah tawaran dan solusi, bukan beban. Tentu agar generasi bisa berubah menuju lebih baik, lebih kritis, dan tidak mudah terbawa arus penjajahan ideologi kapitalisme sekuler.

Rasulullah saw. telah membuktikan keberhasilan thariqah dakwah yang Istiqomah dan istimrar dalam membina para generasi di tengah arus jahiliah kemusyrikan. Insyaallah, pada saatnya, nanti Allah akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita sebagaimana dahulu terpilih sejumlah generasi terbaik untuk berdakwah bersama Rasulullah saw. hingga mampu mengantarkan pada kemenangan, yaitu Syariah Islam Kaffah.

Abdul Malik Apresiasi Kecamatan Bontang Selatan Pertahankan Juara Umum MTQ XVII Tingkat Kota

0
Abdul Malik Apresiasi Kecamatan Bontang Selatan Pertahankan Juara Umum MTQ XVII Tingkat Kota
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Abdul Malik. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Abdul Malik mengapresiasi Kecamatan Bontang Selatan, yang mampu mempertahankan posisinya sebagai juara umum di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII Tingkat Kota Bontang beberapa minggu lalu.

“Saya pikir itu sangat luar biasa, dengan berlanjutnya ke tingkat provinsi semoga bisa menambah ketingkatan untuk pembinaan bahkan nilai-nilai keagamaan,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (16/7/2024) lalu.

Selain itu, Abdul Malik juga menyampaikan kepada peserta yang mengikuti MTQ, akan tetapi belum lolos dan mendapatkan juara jangan sampai berkecil hati, sebab semuanya pasti membutuhkan proses.

“Bagi yang belum juara, tidak apa-apa. Jangan berkecil hati, dan tetap semangat mengikuti MTQ yang akan datang,” jelasnya.

Abdul Malik berharap untuk semua pihak bisa memberikan dukungannya kepada kafilah-kafilah yang akan berjuang nantinya ke tingkat provinsi, hingga jadikan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kota Bontang, dan segala yang telah dipersiapkan semoga nantinya akan menjadi ladang pahala.

“Kafilah yang mewakili Kota Bontang ke tingkat provinsi, jadilah yang terbaik. Pastinya kita selalu mendukung, dan kalaupun bisa hingga sampai nasional,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Stunting di Wilayah Pesisir Masih Tinggi, Komisi I Rencanakan Rapat dengan Pemkot

0
Stunting di Wilayah Pesisir Masih Tinggi, Komisi I Rencanakan Rapat dengan Pemkot
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang, Tri Ismawati. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang bakal mengadakan rapat dengan Pemkot Bontang, membahas penyebab angka stunting di wilayah pesisir masih tinggi dibandingkan dengan di kota. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang, Tri Ismawati

Tri Ismawati mengatakan, jika dirinya tidak mengetahui hal tersebut. Bahkan saat diwawancarai, dirinya menyatakan jika hanya mengetahui angka stunting di kota sudah menurun, tidak untuk wilayah pesisir.

“Saya tidak tahu kalau wilayah pesisir stuntingnya masih tinggi, kemungkinan yang turun di daerah kota saja ya. Nanti saya coba masukan dalam agenda, untuk stunting di wilayah pesisir,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (16/7/2024) lalu.

Adanya hal seperti itu, Tri ingin pemerintah tidak menutup mata, karena mau bagaimana pun wilayah pesisir masih jadi bagian Kota Bontang, walaupun terkadang sering tidak terjangkau.

“Sebaiknya masyarakat yang berada di pesisir juga diperhatikan,” tambahnya.

Tidak sampai disitu, mendengar wilayah pesisir untuk angka stunting yang masih tinggi, Tri sampai ingin melihat dari data yang kelurahan punya. Mengapa data bisa berbeda walaupun di kota sudah menurun, akan tetapi tidak di wilayah pesisir.

“Berarti datanya tidak sinkron, seharusnya dari pihak kelurahan yang harus digalakan lagi,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Ada Perawatan WTP di Kanaan, 15 Wilayah di Bontang Barat Siap-Siap Mati Air

0
Ada Perawatan WTP di Kanaan, 15 Wilayah di Bontang Barat Siap-Siap Mati Air
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Distribusi air PDAM di wilayah Bontang Barat akan mengalami shut down, akibat adanya kegiatan perawatan dan pembersihan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang berada di Jalan Damai, Kelurahan Kanaan, Sabtu (20/7/2024) besok.

Manager Pemasaran Perumda Tirta Taman Kota Bontang, Mulia Nur menyampaikan, distribusi air ke pelanggan akan mengalami gangguan (mati total), selama satu hari. Kegiatan pekerjaan akan dilakukan mulai pukul 07.00 Wita hingga selesai.

“Seperti biasanya, kami akan melakukan perawatan rutin. Maka WTP di wilayah Kanaan akan shut down,” ucapnya saat di konfirmasi, Jumat (19/7/2024).

Selama perawatan berlangsung, ada 15 wilayah yang terdampak meliputi Jalan Asmawarman, Jalan Damai, Jalan Pongtiku, Jalan Tarakan, Jalan Palembang, Jalan Balikpapan, Jalan Surabaya, Jalan Pontianak, Jalan Semarang, Jalan Soekarno-Hatta.

Selanjutnya di Jalan Karya Manunggal, Jalan Bandung, Jalan Surabaya, Perum Disnaker, Kelurahan Kanaan, hingga Kelurahan Gunung Telihan dan sekitarnya.

“Untuk masyarakat yang wilayahnya terdampak shut down, harap bisa menampung air untuk antisipasi,” jelasnya.

Maka dari itu, pihak Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang menyampaikan mohon maaf atas ketidaknyamanannya selama perawatan berlangsung.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pengedar Sabu Asal Sangatta Ditangkap di Hotel Bontang

0
Pengedar Sabu Asal Sangatta Ditangkap di Hotel Bontang
Pelaku Pengedar Sabu. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang menangkap seorang pengedar sabu usai bertransaksi di salahsatu hotel pada pukul 3 dini hari, Kamis (18/7/24).

Terangka berinisial A (39) merupakan warga Sangatta yang sengaja datang ke Kota Bontang untuk mengambil sabu seberat 31,86 gram.

“Setelah ambil di Bontang, rencananya dia mau balik mengedarkan di Sangatta,” jelas Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumbang Tobing.

Kronologi penangkapan awalnya saudara A datang ke Bontang dan membuka kamar di Hotel Akbar, setelah itu ia pergi mengambil barang yang sudah dijejak dan diletakkan di jembatan yang berada di depan PMI Bontang.

“Dia sama temannya, tapi temannya tidak tahu tujuannya ke Bontang mau ngapain jadi dia tinggal di hotel, temannya beraksi,” tambahnya.

Setelah mengambil barang tersebut, ia kembali ke hotel untuk menjemput temannya dan kembali pulang. Sebelum sempat pergi dari hotel pihak kepolisian berhasil meringkus tersangka.

Tersangka sebelumnya pernah menjalani hukuman karena mengedarkan di wilayah Kutim, dan bebas pada 2020.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Ungkap Hasil Tangkapan Sabu dan Ganja Satu Bulan Terakhir

0
Polres Bontang Ungkap Hasil Tangkapan Sabu dan Ganja Satu Bulan Terakhir
Konfrensi Pers Polres Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang memperbarui hasil data tangkapan kasus narkoba mulai bulan Juni hingga Juli 2024.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumbang Tobing mengatakan, untuk narkoba jenis sabu total yang didapat sebesar 111,33 gram, kemudian untuk ganja 13,08 gram.

Sedangkan untuk beberapa minggu yang lalu terkait pengungkapan mulai 24 Juni hingga 18 Juli 2024 ini, ada beberapa pengungkapan kasus total 13 kasus dengan barang bukti berupa sabu 99,29 gram 13.08 gram.

Usia pelaku rata-rata usia produktif, rentang usia 23 sampai 48 tahun dan status tidak memiliki pekerjaan tetap, total terdapat 16 pelaku, 14 berasal dari Kota Bontang dan 1 orang berasal dari Kecamatan Marang Kayu, dan 1 orang berasal dari Kecamatan Muara Badak.

“Itu domisili berdasarkan KTP para pelaku,” jelasnya dalam konfrensi pers, Kamis (18/7/24) .

Ke enambelas pelaku dikategorikan sebagai pengedar, yang awalnya mereka adalah seorang pemakai. Hal itu mereka ketahui berdasarkan hasil pemeriksaan. Dengan modus secara umum pelaku memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi melalui pesan Whatsapp, Messenger, maupun via telepon.

Transaksi dilakukan dengan cara dijejak dan tidak bertemu langsung antara pembeli dan pengedar, dengan memasukkan barang di suatu tempat dan ditaruh di suatu tempat.

Untuk TKP, di wilayah Bontang Selatan sebanyak 7 kasus dengan barang bukti 34,56 gram dan ganja 3,29 gram, wilayah Bontang Utara 1 kasus dengan barang bukti sabu sebanyak 13,96 gram, wilayah Bontang Barat sebanyak 1 kasus dengan batang bukti sabu 4,73 gram, wilayah marangkayu dua kasus dengan sabu 1,32 gram, dan Muara Badak 0,45 gram.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam