Beranda blog Halaman 855

Penurapan Sungai Guntung Bakal Terealisasi Oktober Mendatang

0
Penurapan Sungai Guntung Bakal Terealisasi Oktober Mendatang
Penurapan Sungai Guntung mulai menemukan titik terang. (ist)

BONTANG – Rencana pembangunan turap Sungai Guntung mulai menemukan titik terang. Pembangunannya dijadwalkan akan dimulai Oktober 2023 mendatang.

Lurah Guntung, Denny Febrian menjelaskan, sebelum pembangunan turap, pihaknya bersama perusahaan sekitar akan membangun rumah untuk 9 Kepala Keluarga (KK) sebagai bentuk kompensasi bagi rumah yang terdampak di RT 11.

“Dari 9 rumah tersebut, 6 KK yang akan kami bangun, rumah layak huni di lahan yang mereka sudah miliki,” jelasnya saat dihubungi, beberapa waktu lalu.

Sedangkan pembangunan rumah untuk 3 kepala keluarga lainnya yang juga terdampak akan menyusul. Lokasi untuk pembangunannya masih akan dicari.

“Total rumah yang terdampak sebenarnya lebih dari itu, tetapi untuk bulan Oktober, kita akan melakukan penurapan di sisi kanan sungai terlebih dahulu, di mana terdapat masjid,” lanjutnya.

Rencana pembangunan rumah akan dilakukan selama sebulan pada bulan September, sehingga saat penurapan dimulai, warga sudah bisa menempati rumah tersebut.

“Untuk sementara, warga yang rumahnya belum jadi akan diungsikan ke rusunawa,” ungkapnya.

Dalam pembangunan ini, Pemkot Bontang menganggarkan proyek pembangunan turap senilai Rp 1,5 miliar melalui APBD Bontang. Kelurahan telah melakukan sosialisasi kepada warga mengenai relokasi rumah pada Bulan September, serta penurapan pada Bulan Oktober mendatang.

Pewarta: Syakura
Editor: Yusva Alam

Vaksin Anti HPV Sasar Anak SD, Perlu Bersikap Benar dengan Naluri Seksualnya

0
Vaksin Anti HPV Sasar Anak SD, Perlu Bersikap Benar dengan Naluri Seksualnya
Emirza, M.Pd. (ist)

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Penerima vaksinasi HPV ditargetkan bagi anak perempuan yang duduk di kelas 5 SD. Total jumlah pelajar perempuan kelas 5 SD itu sebanyak 1300 siswa. Sementara itu, ketersediaan tahap awal di Bontang masih berkisar 670 buah vaksin. Sedangkan imunisasi rotavirus diberikan kepada bayi usia 2 hingga 4 bulan. Di Bontang sendiri terdapat sekira 3 ribu bayi, namun imunisasi yang masuk baru seribu. (radarbontang.com, 15/8/2023)

Sungguh miris, vaksin HPV menyasar anak SD kelas 5, padahal masih terlalu dini dari penyakit kelamin juga kanker serviks jika pergaulannya dijaga dan belum aktif berhubungan seksual. Apakah karena terlalu gaul bebas anak-anak saat ini hingga diperlukannya vaksin HPV?

Wajar ketika remaja usia balig atau menjelang balig mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis. Rasa suka terhadap lawan jenis adalah bagian dari fitrah manusia yang telah Allah ciptakan, yaitu akal, jasmani, dan tiga naluri, yaitu naluri beragama, naluri mempertahankan diri, dan naluri melestarikan jenis manusia (garizah nau’) atau juga disebut naluri seksual.

Tetapi, setiap orang harus paham tentang cara menyikapi semua potensi yang Allah berikan tersebut, termasuk naluri seksual agar tidak menjadi masalah bagi kehidupan manusia. Islam sebagai agama yang berasal dari Allah memberikan tuntunan terbaik bagi manusia dalam memenuhi tuntutan dari potensi jasmani dan nalurinya.

Memandang Naluri Seksual

Pemerintah mengklaim penting cegah kanker serviks dengan melakukan vaksin HPV yang menyasar anak SD kelas 5. Padahal masih terlalu dini dan akan terlindungi dari penyakit kelamin juga kanker serviks jika pergaulannya dijaga. Karena anak-anak usia SD kelas 5, untuk jaman sekarang masih jauh waktunya untuk aktif berhubungan intim.

Mengapa tidak menyasar WTS (Wanita Tuna Susila) yang jelas sebagai pelaku aktif dalam hubungan seksual? Tetapi seharusnya mencegah pergaulan bebas pada anak-anak yang belum saatnya aktif berhubungan seksual lebih baik, daripada mengantisipasi penyakit kelamin dan kanker serviks dengan vaksin HPV.

Dalam hal pencegahan pemerintah tidak melarang gaul bebas. Kondisi buruk ini terjadi akibat penerapan sistem sekularisme kapitalisme. Inilah yang menjadikan kebebasan di atas segalanya hingga membuka ruang terjadinya pergaulan bebas.

Barat dengan ideologi kapitalisme sekulernya memandang interaksi pria dan wanita bersifat seksual semata. Oleh karena itu, mereka dengan sengaja menciptakan fakta-fakta yang terindra dan pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual di hadapan pria dan wanita dalam rangka membangkitkan naluri seksual untuk mencari pemuasan. Barat menganggap jika naluri ini tidak dipuaskan, akan menimbulkan bahaya fisik, psikis, dan akal manusia.

Dengan pemahaman salah tersebut, dalam masyarakat penganut paham sekuler akan dijumpai banyak fakta-fakta porno, baik dalam bentuk tulisan ataupun audio visual, dan aktivitas campur baur pria dan wanita. Pornografi dan pornoaksi menjadi hal yang biasa, begitu pula pria wanita duduk berdampingan di kelas, berdansa, berenang bersama, wanita bersolek, kafe “remang-remang”, dan lainnya seolah menjadi bagian keseharian hidup remaja.

Padahal, ini semua menjadi sumber masalah yang hari ini marak terjadi, yaitu tingginya penyakit menular seksual, termasuk HPV, kanker rahim, HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya di kalangan remaja, aborsi hingga merenggut nyawa, perzinaan, keretakan rumah tangga pasangan muda, dan lain sebagainya.

Kesalahan cara pandang kapitalisme sekuler ini seharusnya dipahami oleh orang tua, keluarga, dan masyarakat, termasuk remaja muslim. Dengan demikian, remaja muslim tidak bersikap ikut-ikutan arus sesat pikir sekularisme dalam memandang naluri seksual manusia.

Naluri Seksual

Naluri seksual manusia akan bangkit karena dua hal, yaitu fakta yang terindra dan pikiran-pikiran yang mendorong membayangkannya dalam benak. Jika salah satu dari dua hal tersebut tidak ada, naluri seksual tidak akan bergejolak. Jika bergejolak, maka naluri seksual akan menuntut pemuasan. Selama ia masih bergejolak dan tidak dipuaskan, maka akan menimbulkan kegelisahan pada diri manusia.

Ketika gejolaknya reda, maka kegelisahan akan sirna. Pada manusia normal, naluri seksual yang tidak dipuaskan, tidak akan menimbulkan kematian, gangguan fisik, jiwa, maupun akal.

Tidak adanya fakta ataupun cerita/tulisan yang merangsang seksual akan membuat tidak bergejolaknya naluri seksual sehingga ia tidak akan menuntut pemuasan. Persoalannya, hari ini banyak bertebaran fakta dan cerita yang selalu membuat naluri seksual menuntut untuk dipenuhi. Ini karena kesalahan pandangan masyarakat mengenai naluri seksual.

Terlebih dalam sistem yang meniadakan agama dalam memandang dan mengatur segala sesuatu. Akhirnya, manusia mengandalkan akalnya semata dalam menghukumi segala amal perbuatan yang melahirkan kesalahan bersikap terhadap naluri seksual.

Agar Bersikap Benar

Islam adalah agama sempurna yang diturunkan Allah Swt. untuk menuntun manusia agar bersikap benar dalam berbagai aktivitasnya. Kaum muslim yang mengimani akidah dan hukum Islam memandang hubungan pria dan wanita tidak bersifat seksual semata. Jika muncul gejolak seksual, dimaksudkan untuk melestarikan jenis manusia melalui jalan pernikahan.

Jika belum ada kemampuan untuk menikah, misalnya masih remaja, Islam pun memerintahkan untuk menahan diri dengan berpuasa atau mengalihkan fokus perhatian kepada berbagai aktivitas ibadah lain yang bermanfaat dunia dan akhirat.

Islam memandang adanya pikiran-pikiran yang membangkitkan hasrat seksual sebagai perkara yang dapat mendatangkan bahaya. Begitu pula fakta-fakta yang membuat bergejolaknya naluri seksual, akan menyebabkan kerusakan. Atas dasar ini Islam melarang berkhalwat, bertabaruj, dan memandang lawan jenis dengan pandangan nafsu seksual.

Islam mencegah segala hal yang membangkitkan nafsu seksual dalam kehidupan umum. Dengan seperangkat aturan Islam, maka tidak akan ada pornografi, pornoaksi, cerita porno, lagu percintaan, tabaruj, kafe yang berpeluang terjadinya khalwat, campur baur di sekolah dan perkantoran, dan lain sebagainya. Siapa pun tidak dengan mudah bangkit naluri seksualnya yang menuntut pemuasan.

Ketika Islam dijauhkan dari aturan manusia, maka memang sulit menemukan kondisi ideal seperti ini. Sikap seorang muslim hanya secara individual untuk menghindar dari fakta dan pikiran pemicu gejolak seksual. Ini pun jika remaja tersebut ikut pembinaan Islam kafah sehingga paham tentang tuntunan Islam dalam bersikap. Namun, jika mereka jauh dari pengajian dan sistem yang mencengkeram kehidupan masih sekuler liberal, kerusakan dan kebejatan moral makin meluas di masyarakat.

Kerusakan sistematis inilah yang harus dipahami oleh remaja, keluarga, dan masyarakat. Mereka harus mempelajari Islam kafah agar berupaya menerapkan aturan Islam dalam tataran individu serta memperjuangkan tegaknya Islam kafah dalam kehidupan sebagai pengganti sistem kapitalisme sekuler liberal yang menjatuhkan manusia ke jurang kehinaan.

Wallahualam

Taman Berseri Kelurahan Belimbing Dinilai Tim Juri Pokdarwis Provinsi

0
Foto bersama Dispopar dan tim penilai pokdarwis provinsi serta Kelurahan Belimbing. (Lalu for Radarbontang.com)
Taman Berseri Kelurahan Belimbing Dinilai Tim Juri Pokdarwis Provinsi

BONTANG – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadispopar) Bontang, Ahmad Aznem menyambut kehadiran tim penilaian lomba Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat provinsi di Taman Berseri Kampung Wisata Belimbing, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Rabu (30/8/2023).

Dikatakan Aznem, kedatangan tim juri bisa memberikan semangat baru kepada pokdarwis yang ada di Bontang, khususnya Kampung Wisata Belimbing. Dirinya optimis Pokdarwis Taman Berseri Kampung Wisata Belimbing bisa menjadi juara dalam ajang penilaian ini.

“Hadirnya pokdarwis baik tingkat kelurahan maupun kota, merupakan salahsatu bentuk dukungan masyarakat kepada visi Pemerintah Kota Bontang. Untuk menjadikan Bontang sebagai kota pariwisata yang di Kalimantan Timur,” bebernya.

Oleh karena itu, Kadispopar Bontang mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat RT sampai pemangku kebijakan, bisa saling bersinergitas dan berkolaborasi untuk menjadikan Bontang sebagai daya tarik masyarakat lokal maupun luar untuk berlibur.

“Perlu ada inovasi dan kreatifitas yang ditingkatkan. Salahsatunya seperti pengembangan homestay yang layak dan nyaman ditawarkan kepada para pengunjung untuk melepas penat,” tutupnya. (adv/al)

Dimaafkan Korban, Tiga Pelaku Pengeroyokan di Berbas Pantai Bebas dari Hukuman

0
Dimaafkan Korban, Tiga Pelaku Pengeroyokan di Berbas Pantai Bebas dari Hukuman
Tiga pelaku pengeroyokan saat ditahan di Polsek Bontang Selatan. (ist)

BONTANG – Tiga pelaku pengeroyokan di daerah Berbas Pantai dibebaskan. Ketiganya lolos dari hukuman melalui upaya restorative justice.

Kapolsek Bontang Selatan, Iptu M. Rakib Rais menuturkan, awalnya ketiga pelaku diketahui melakukan pemukulan terhadap warga Berbas Pantai. Akibatnya korban yang mengalami luka di bagian pelipis mata tidak terima, dan melapor ke Polsek Bontang Selatan. Kejadiannya itu berlangsung pada Minggu (13/8/2023) pukul 04.30 wita lalu.

Namun, karena korban menyebut telah memaafkan tersangka, maka laporan tersebut telah dicabut. Tiga warga Tanjung Laut Indah berinisial SB (20), MRR (19), dan SZ (20) pun kini telah menghirup udara bebas.

“Penyebabnya karena mereka mabuk, minta rokok ke korban, lalu memukul korban tiba-tiba,” ujar Iptu Rakib mengutip dari situs Polresbontang.com.

Tersangka kini telah dibebaskan per 1 September 2023. Namun dengan catatan tidak lagi mengulangi lagi perbuatannya yang melanggar hukum.

“Sudah bikin surat pernyataan di atas materai, minta maaf, dan tidak lagi mengulangi kesalahannya,” tutupnya.

Editor: Yusva Alam

Status Lahan di RT 02 dan 03 Bonles Terus Berpolemik, Legislatif Desak Pemkot Segera Selesaikan

0
Status Lahan di RT 02 dan 03 Bonles Terus Berpolemik, Legislatif Desak Pemkot Segera Selesaikan
Ilustrasi kawasan hutan lindung. (ist)

BONTANG – Status lahan di wilayah RT 02 dan 03 Kelurahan Bontang Lestari (Bonles) masih terus berpolemik. Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris pun meminta pemerintah daerah segera melakukan kajian untuk segera menyelesaikan masalah.

Polemik status kepemilikan lahan itu antara Kelompok Tani Bangun Kutai Bersatu dengan warga bernama Yuli yang mengaku pemilik lahan tersebut

“Kami minta pemerintah segera mempertegas seperti apa status lahan yang berada di tengah kawasan Hutan Lindung (HL) itu,” ujarnya, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), beberapa waktu lalu.

Menurut Politisi Partai Gerindra itu, mengenai status lahan ini rentan terjadi polemik, lantaran pemerintah dinilai belum menata secara baik legalitas lahan yang dimiliki para petani-petani di lokasi tersebut.

“Melalui dinas terkait, harusnya pemerintah memberi arahan-arahan soal tata ruang lahan itu. Biar tidak ribut-ribut antar masyarakat kelompok tani yang ada di sana,” timpalnya.

Perwakilan Kelompok Tani Bangun Kutai Bersatu, Ashir Budiono mengaku, pihaknya telah menggarap lahan di areal tersebut sejak tahun 2015. Kemudian di tahun 2020 pihaknya secara resmi melaporkan aktivitas mereka kepada pemerintah.

“Setahu saya lahan yang kami garap itu tidak bisa diperjualbelikan, karena statusnya hutan lindung. Jadi pertanyaan kami apakah bisa status lahan hutan lindung itu dimiliki perorangan,” tanya Ashir.

Sementara itu, Yuli mengklaim pembukaan lahan itu telah dilakukan sejak tahun 1982 dan kemudian di tahun 1987 lahan seluas 2,5 hektar tersebut ia beli. Di Tahun 2021 lahan tersebut sudah diperkuat dengan putusan pengadilan.

“Suratnya segel dan sudah ada semua putusan pengadilannya,” terangnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Bontang, Ishak mengungkapkan, jika dihitung dari bibir jalan sekira 146 meter, maka sebagian besar lahan itu berpotensi masuk dalam kawasan hutan lindung. Namun Ia belum bisa memastikan soal status lahan tersebut. Sebab, pihaknya belum melakukan kajian titik koordinat lahan secara langsung.

“Kalau sesuai data tahun 1982 kawasan itu ditetapkan sebagai hutan lindung. Tapi akan kita kaji dulu titik koordinatnya untuk memastikan,” terangnya.

Dipertegas oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Santan, Endang Mustinah, bahwa status wilayah Bontang Lestari masuk dalam kawasan Hutan Lindung (HL). Sesuai aturan yang berlaku, pengelolaan HL tidak boleh dilakukan secara perorangan.

“Sementara kelompok tani yang diperbolehkan adalah kelompok tani hutan, yang diregistrasi Dinas Kehutanan melalui KPHP sebagai petugas lapangan. Jadi bukan kelompok tani pada umumnya, tapi kelompok tani hutan,” imbuhnya. (adv/al)

Gaji Karyawan PT LBB Kembali Nunggak, Andi Faiz Desak Pemkot Bertindak Tegas

0
Gaji Karyawan PT LBB Kembali Nunggak, Andi Faiz Desak Pemkot Bertindak Tegas
Masalah gaji karyawan PT LBB kerap kali terjadi. Pemkot diminta bertindak tegas. (ist)

BONTANG – Keterlambatan gaji karyawan PT Laut Bontang Bersinar (LBB) mendapat sorotan legislatif. Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mendesak Pemkot Bontang, agar segera menindak tegas LBB, lantaran kejadian ini bukan pertama kali terjadi.

“Kasihan karyawannya tidak ada kepastian dalam mendapatkan hak-hak nya setiap bulan. Seperti gaji karyawan tidak dibayar, BPJS Ketenagakerjaan tidak dibayar, dulu seperti ini juga dan terulang lagi,” ujar Andi Faiz beberapa waktu lalu.

Padahal menurut Andi Faiz, pendapatan PT. LBB cukup besar jumlahnya sekira Rp 500 juta. Baginya tak masuk akal jika perusahaan tidak mampu membayar gaji para karyawannya.

Pendapatan besar tapi tidak memiliki fasilitas penunjang kerja kantor, seperti laptop. Padahal jika LBB itu dikelola dengan baik, potensi pendapatan buat daerah disebut  Andi Faiz sangat luar biasa jumlahnya.

“Hanya bermodal pulpen dan kertas saja sudah bisa mendapat cuan yang jelas. Sayang sekali kalau pengelolaan seperti ini trus dibiarkan. Kenapa tidak diganti saja ini PT. LBB, pemkot harus tegas, kasihan karyawan-karyawan,” tandasnya.

Diberitakan, PT LBB kembali menunggak gaji karyawannya. Sebanyak 23 karyawan PT LBB kembali mengeluhkan molornya pembayaran gaji di bulan Agustus ini.

Salah seorang pekerja yang enggan disebut namanya mengatakan, bahwa tunggakan itu bukan hanya gaji tetapi juga BPJS Ketenagakerjaan sejak Juli 2023.

“Seharusnya setiap tanggal 26 kita sudah gajian. Juli kemarin saja dipanjar dua kali,” ujarnya belum lama ini. (adv/al)

DPRD Bontang Raih Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2023

0
DPRD Bontang Raih Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2023

BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang berhasil meraih Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2023 untuk kategori Kota Kecil Terbaik dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, di Auditorium Dr. Ir. Soedjarwo Gedung Mandala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, pada Selasa (29/8/2023).

Andi Faizal menekankan bahwa penghargaan ini menjadi sebuah momentum untuk lebih meningkatkan keberlanjutan lingkungan di Bontang. “Ini adalah sebuah titik balik bagi kita semua untuk lebih serius dalam menjaga lingkungan, terutama di kota industri seperti Bontang,” ujar Andi Faizal.

Menurut Andi Faizal, pemerintah dan DPRD Kota Bontang memiliki strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Mulai dari program pengadaan petugas kebersihan, hingga perda perlindungan lingkungan, kami telah menyiapkan berbagai strategi,” kata Andi Faizal.

Andi Faizal juga menekankan peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Dengan segala regulasi yang ada, kami berharap masyarakat Bontang dapat menjadi pilar dalam menjaga kelangsungan lingkungan hidup,” lanjutnya.

Penghargaan ini juga dianggap sebagai sebuah validasi atau pengakuan atas upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan DPRD Kota Bontang.

“Penghargaan ini adalah bukti bahwa upaya kita selama ini mendapat pengakuan. Ini juga menjadi pemicu bagi kita untuk lebih baik lagi,” tutur Andi Faizal.

Politikus Partai Golkar ini berharap, bahwa penghargaan ini akan menjadi katalis bagi perubahan positif dalam pengelolaan lingkungan di Bontang. “Kami ingin Bontang menjadi lebih baik lagi, terutama dalam aspek lingkungan. Penghargaan ini menjadi semacam ‘alarm’ bagi kita semua untuk lebih peduli,” pungkasnya.

Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan akan ada semangat baru dari pemerintah dan masyarakat Bontang untuk terus berinovasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya di kota yang dikenal sebagai pusat industri ini. (adv)

Editor: Yusva Alam

Kurangi Angka DBD, Begini Cara Kerja Implementasi Inovasi Wolbachia

0
Kurangi Angka DBD, Begini Cara Kerja Implementasi Inovasi Wolbachia
Jentik nyamuk di dalam ember yang sudah dimasukkan Wolbachia (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Dalam konferensi pers pra launching implementasi inovasi Wolbachia untuk Kota Bontang, Jumat (1/9/23) di Public Safety Center, dijabarkan bagaimana Wolbachia dapat bekerja untuk mengurangi Demam Berdarah Dengue (DBD).

Epidemiolog Ahli Muda, Adi Permana menjelaskan, Wolbachia adalah bakteri alami yang dapat ditemukan pada 70 persen spesies serangga, di antaranya lalat buat, lebah, kupu-kupu, dan lain-lain. Bakteri ini bukan bakteri baru, dan mungkin saja secara tidak sengaja kita sudah ‘makan’ bakteri ini.

Bakteri ini aman untuk manusia, sehingga manusia tidak mungkin terinfeksi. Hal ini sudah diriset Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, yang telah melakukan analisis risiko melibatkan 24 ahli independen berbagai latar belakang keahlian dari berbagai institusi pendidikan ternama di Indonesia pada tahun 2016.

Wolbachia inangnya memang pada serangga, oleh sebab itu dalam tubuh manusia dia tidak bisa bertahan.

”Bakteri tersebut diekstraksi dan disuntikkan ke telur nyamuk. Pengerjaannya waktu itu dilakukan di salah satu universitas di Australia,” jelasnya.

Kemudian mereka bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Indonesia, dan berlanjutlah kegiatan tersebut di Indonesia. Setelah bakteri Wolbachia berhasil diinjeksikan ke telur nyamuk, maka selanjutnya secara turun temurun bateri tersebut akan ada di nyamuk khususnya Aedes Aegypti.

Selanjutnya telur nyamuk Aedes Aegypti tadi dikirim dari Balai Besar Penelitian dan pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga ke Bontang. Telur berkembang biak secara alami menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk betina berwolbachia yang selanjutnya bisa disebut nyamuk baik, kawin dengan nyamuk jantan akan menghasilkan telur nyamuk berwolbachia.

“Nyamuk-nyamuk dewasa berwolbachia atau nyamuk baik itu nanti yang diharapkan terus berkembang biak. Diharapkan nantinya seluruh nyamuk Aedes Aegypti di Bontang mengandung wolbachia,” bebernya.

Dalam pengembangbiakan tersebut nantinya, akan ada kader-kader yang ditunjuk oleh kelurahan untuk meletakkan ember yang diisi telur nyamuk Aedes aegypti yang berwolbachia. Kemudian tiap dua minggu sekali akan berkeliling mengganti air dalam ember tersebut, dan memastikan nyamuknya menetas. Karena nyamuk berwolbachia berumur pendek, sehingga setelah menetas dan terbang ia harus segera kawin dan menyebarkan bakteri Wolbachia tersebut.

Perlu dukungan dari seluruh pihak pemerintah, lintas sektor, perusahaan, dan utamanya masyarakat, untuk dapat menjadi lokasi atau penitipan ember-ember penetasan nyamuk berwolbachia tersebut.

”Sebelum launching beberapa tahapan kegiatan sudah dilakukan di antaranya sosialisasi tingkat kecamatan dan kelurahan, pre OJT Koordinator Lapangan (Korlap), dan OJT Sosialisasi Implementasi Tingkat Kecamatan,” imbuhnya.

Setelah launching akan dilanjutkan dengan OJT korlap dan Kader, pemetaan lokasi penitipan ember nyamuk baik, dan rilis telur-telur nyamuk berwolbachia. Rilis tahap awal atau tahap I di 6 kelurahan dijadwalkan minggu ke-4 September 2023. Tahap selanjutnya akhir Desember 2023.

Prosesnya penyebaran dinilai cukup panjang, penyebaran nyamuknya kurang lebih 6 bulan, mengembangbiakkan secara alami nyamuk baik atau nyamuk berwolbachia. Diharapkan dalam satu tahun ke depan  jumlah populasi nyamuk baik atau nyamuk wolbachianya sudah mencapai 80% dari populasi nyamuk Aedes aegypti di Bontang.

Hasil implementasi inovasi wolbachia di Kota Jogjakarta dan Kabupaten Bantul selama periode 2017-2020 mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77% dan menurunkan angka pasien dirawat hingga 86%.

Isnadhon Sokeh dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilker Bontang menjelaskan, akan ada identifikasi dari jentik atau nyamuk dewasa yang sudah menyebar di lingkungan Kota Bontang yang sudah diberikan ember jentik tersebut, tim tersebut nantinya akan memilah mana nyamuk yang Aedes aegypti dan bukan juga mana yang betina maupun jantan.

Nantinya nyamuk terpilih akan dikirim ke laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) di Banjarbaru untuk diperiksa.

“Nanti dengan pemeriksaan tersebut akan kita lihat apakah terdapat Wolbachia di dalamnya atau tidak, sehingga kita mengetahui efektivitas selama program ini berjalan,” ujarnya

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Bontang Terpilih Pilot Project, Inovasi Wolbachia Bakal Dilaunching 5 September

0
Bontang Terpilih Pilot Project, Inovasi Wolbachia Bakal Dilaunching 5 September
Konferensi pers pra launching implementasi inovasi Wolbachia untuk Kota Bontang. (Syakurah/Radar Bontang)

BONTANG – Konferensi pers pra launching implementasi inovasi Wolbachia untuk Kota Bontang dilaksanakan sebagai persiapan launching Bontang Berwolbachia Serentak (Bawis) di Public Safety Center, Jumat (1/9/23).

Kegiatan ini merupakan inovasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes Aegypti di suatu daerah, sehingga angka kasus dan kematian Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat berkurang.

Kemenkes dijadwalkan pada 5 September 2023 mendatang, akan melaunching Implementasi Inovasi Wolbachia di Kota Bontang, yang rencananya dilaksanakan di area parkir Bontang Kuala.

Bontang satu-satunya wilayah yang mewakili Kalimantan Timur menjadi Pilot Project Inovasi Wolbachia DBD. Hal ini sesuai dengan keputusan menteri kesehatan nomor 1341 tahun 2022 tentang penyelenggaraan pilot project teknologi Wolbachia di 5 kota yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang dan Bontang.

“Alasan Bontang terpilih menjadi pilot project mewakili Kaltim, karena Bontang merupakan endemis DBD, jumlah kasus tinggi, adanya kasus kematian setiap tahun karena DBD, serta komitmen Pemkot Bontang dalam upaya pengendalian DBD,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati.

Program ini dilaksanakan di seluruh kelurahan, yang rencananya akan terbagi dalam 2 tahapan. Tahap pertama 6 kelurahan, kemudian dilanjutkan 9 kelurahan. Ini yang membedakan implementasi wolbachia di kota lain yang terpilih.

Sebagai program nasional, pendanaan implementasi inovasi wolbachia di Kota Bontang berasal dari dana pemerintah pusat, APBD, serta sumber-sumber potensi lain di Kota Bontang di antaranya adalah CSR.

“Hingga saat ini dana yang dikeluarkan dari anggaran murni dan perubahan kurang lebih hampir 1 miliar,” jelasnya

Sementara itu epidemiolog ahli muda, Adi Permana menambahkan, nantinya akan disebar 4.911 titik di seluruh Bontang. Jumlah ini sudah diperhitungkan dengan radius 75×75 meter per kelurahannya.

“Ini kita letakkan di tempat yang ada pemukimannya saja, termasuk sekolahan dan perkantoran. Kalau pabrik dan tempat kesehatan seperti rumah sakit itu tidak perlu,” bebernya.

Untuk daerah pesisir seperti Malahing dan Tihi-tihi juga akan diberikan. Untuk tahap awal ini akan dilaksanakan selama 6 bulan, hingga Bulan Mei tahun 2024 mendatang. Sehingga akan membutuhkan 1.6 juta telur nyamuk untuk perkembang biakannya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Siap Beroperasi, Bus Listrik Pupuk Kaltim Mejeng di Peresmian BRT Bandung Raya

0

KOMITMEN PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam mendorong dekarbonisasi dengan menekan penggunaan energi fosil di lingkungan perusahaan, secara bertahap terus dikembangkan dengan memulai peralihan kendaraan operasional dari sebelumnya menggunakan BBM menjadi moda transportasi listrik.

Setelah diawali motor listrik, komitmen Pupuk Kaltim berlanjut dengan memulai penggunaan mobil listrik untuk operasional perusahaan yang berjalan sejak Juni 2023. Hal ini merupakan tindaklanjut program net zero carbon emission yang dikembangkan Pupuk Kaltim, sejalan dengan prinsip Environment, Social and Governance (ESG).

Dalam waktu dekat, perusahaan pupuk terbesar di Asia Tenggara ini pun segera menambah unit transportasi operasional menggunakan bus listrik, yang kini tengah dalam persiapan dengan jenis MD 8E Cross Medium Bus dari pabrikan Mobil Anak Bangsa (MAB).

Bus ini memiliki panjang 8 meter dan kapasitas baterai LiFePO 560,28V 228 Ah dan 127,74 KWh dengan transmisi AMT 4 kecepatan. Memiliki ukuran sedang, bus ini lebih fleksibel di jalanan menyesuaikan kondisi jalanan perkotaan maupun luar jalan protokol berukuran lebar. Selain itu, Pupuk Kaltim juga akan menambah unit bus listrik dengan panjang 12 meter.

Wajah unit transportasi ramah lingkungan itu pun turut dipamerkan pada rangkaian peresmian Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya, oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Kota Baru Parahyangan Bandung Barat beberapa waktu lalu.

VP Pelayanan Umum Pupuk Kaltim Wirza Eka Putra, mengungkapkan penggunaan bus listrik dalam mendukung aktivitas dan operasional perusahaan, merupakan kesinambungan komitmen Pupuk Kaltim mengedepankan prinsip ESG dengan berbagai peningkatan program setiap tahun.

Dikatakan Wirza, setelah motor dan mobil listrik, kini saatnya Pupuk Kaltim bergerak cepat untuk pengadaan bus listrik sebagai kendaraan operasional, agar daya tampung unit antar jemput di lingkungan perusahaan bisa mengakomodasi lebih banyak penumpang. Hal ini mengingat mobilitas di kawasan perusahaan yang cukup intensif, sehingga sarana pendukung dengan kapasitas yang jauh lebih besar perlu disiapkan untuk kelancaran aktivitas.

“Saat ini bus masih tahap uji coba dan persiapan unit. Dalam waktu dekat baru akan dirilis dan dioperasikan sebagai tambahan sarana transportasi baru berbasis listrik di kawasan perusahaan,” ucap Wirza, Kamis (31/8/2023).

Wirza menyebut Pupuk Kaltim secara bertahap akan terus memperbanyak kendaraan listrik guna menekan penggunaan bahan bakar fosil dalam operasional perusahaan. Kedepannya, langkah ini pun akan didukung penyediaan charging station berlisensi untuk pengisian daya seiring makin masifnya penggunaan.

“Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan komitmen dalam mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan, sebagai langkah nyata penerapan ESG Perusahaan,” tambah Wirza.

SVP SDM Pupuk Kaltim Ardi Harto Mulyo, mengatakan Pupuk Kaltim secara konsisten terus berfokus terhadap penerapan ESG di lingkungan perusahaan, guna mencapai target Net Zero Emission pada 2060 dan Nationally Determined Contribution (NDC) hingga 32 persen di tahun 2030. Penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen tersebut, khususnya realisasi net zero carbon emission, guna menekan penggunaan energi fosil di lingkup bisnis Perusahaan.

“Dari hal itu, pertumbuhan usaha yang menitikberatkan pada keseimbangan kinerja sesuai prinsip ESG juga ditarget berjalan lebih maksimal dengan penggunaan kendaraan listrik secara bertahap,” papar Ardi.

Langkah tersebut pun menilik prestasi Pupuk Kaltim yang berhasil menduduki peringkat tertinggi penerapan ESG dunia untuk kategori agrochemical, berdasarkan ESG Risk Rating Morningstar Sustainalytics tahun 2023.

Dimana serangkaian program dalam menekan emisi karbon dilaksanakan secara komprehensif dengan berbagai pengembangan, seperti green ammonia, pembangunan pabrik soda ash, community forest hingga pemanfaatan sumber energi terbarukan.

Penggunaan mobil listrik juga upaya Pupuk Kaltim menjawab tantangan industri masa kini, dengan terus menggali inovasi untuk menerapkan praktik bisnis secara berkelanjutan. Sehingga manfaat tak hanya berdampak bagi pertumbuhan usaha, tapi juga menitikberatkan pada aspek keberlanjutan hingga kemandirian masyarakat sesuai kaidah ESG.

“Melalui kendaraan listrik, Pupuk Kaltim semakin meneguhkan posisi sebagai pionir transformasi industri hijau di Indonesia, dan inovasi ini akan terus ditingkatkan kedepannya,” pungkas Ardi Harto Mulyo. (adv)