Beranda blog Halaman 878

Satpol PP Tertibkan 12 Lapak Liar di Loktuan

0
Personel Satpol PP saat melakukan penertiban di jalan Slamet Riyadi Loktuan. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang membongkar 12 lapak liar yang berdiri di lahan milik pemerintah di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Senin (3/10/2022). Penertiban berjalan lancer, tanpa perlawanan dari para pedagang.

Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Kantor Satpol PP, Eko Mashudi mengatakan, penertiban sesuai Perda Nomor 3 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta perlindungan masyarakat. Petugas katanya, mengamankan aset daerah agar tak menjadi preseden buruk bagi yang lain.

“Ini ‘kan ada plangnya milik pemerintah. Walaupun bangun (lapak) di depan trotoar, ini merupakan garis batas lahan dan jalan. Secara perda (peraturan daerah) juga tidak diperkenankan untuk membangun (lapak),” kata Eko Mashudi saat ditemui di lokasi, Senin (3/10/2022).

Dia mengatakan, ada 12 lapak yang berdiri tanpa izin. “Kami tertibkan bangunan-bangunan tanpa izin yang masuk lahan milik pemerintah,” tambahnya. Sebelum penertiban katanya, Satpol PP telah melakukan tindakan persuasif kepada pemilik bangunan. Namun hingga batas waktu yang diberikan, tidak juga diindahkan.

Sementara, Lurah Loktuan, Hadi Jumianto mengatakan penertiban merupakan tindak lanjut untuk menertibkan bangunan liar yang tidak memiliki izin di atas lahan milik pemerintah.  “Ini merupakan tindakan akhir, sebelumnya pemerintah telah melakukan tindakan persuasif baik secara lisan maupun tertulis,” kata Hadi.

Setelah diberikan surat peringatan sebanyak dua kali katanya, ada beberapa pemilik lapak yang bersifat kooperatif. “Ada beberapa pemilik kooperatif dan ada juga yang masih melakukan aktifitas, sehingga pada hari ini dilakukan penertiban dan pemilik juga dapat menerima dan memahami,” jelas Hadi.

Kepala Satpol PP Kota Bontang, Ahmad Yani saat di lokasi mengatakan penertiban ini merupakan langkah akhir dalam menerapkan perda. Satpol PP katanya menurunkan 56 personel.

“Sebelumnya telah dilakukan langkah persuasif dan humanisnya oleh pihak kelurahan dan kecamatan, dan pemilik berjanji akan melakukan pembongkaran sendiri. Hari ini pemerintah langsung hadir (melakukan pembongkaran),” ungkap Yani. (yah)

Simpan Sabu di Dasbord Motor, Warga Santan Tengah Masuk Sel

0

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Marangkayu menangkap laki-laki warga Santan Tengah berinisial SU karena memiliki narkotika jenis sabu seberat 0,93 gram. SU ditangkap Minggu (2/10/2022) sekitar pukul 21.15 Wita di Simpang 3 Santan Ilir RT 01 Desa Santan Ilir Kecamatan Marang Kayu,  Kabupaten Kutai Kartanegara.

Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat tentang penyalahgunaan narkotika jenis sabu di jalan simpang tiga Santan Ilir. Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Plt Kasi Humas Polres Iptu Mandiyono mengatakan, anggota Reskrim Polsek Marangkayu lalu mendatangi lokasi dan mendapati pelaku.

“Anggota Reskrim Polsek Marangkayu mendapati seseorang berinisial SU berada di lokasi. Saat dilakukan penggeledahan di badan SU, ditemukan 1 bungkus rokok yang didalamnya terdapat 3 bungkus plastik yang diduga narkotika jenis sabu,” ungkap Mandiyono.

Mandiyono mengatakan, sabu seberat 0,93 gram yang dimiliki SU itu disimpan di dashboard sebelah kiri motor yang dia kendarai. Selain barang bukti 3 poket yang diduga narkotika jenis sabu, polisi mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Beat, 1 bungkus rokok, dan 1 handphone.

Pelaku telah diamankan di Polsek Marangkayu dan disangkakan pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. (yah)

Dongkrak Realisasi Anggaran, Saefuddin Zuhry: Butuh Perencanaan Matang

0
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Saefuddin Zuhry

SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim Saefuddin Zuhry menyatakan, untuk meningkatkan realisasi anggaran tak hanya bergantung pada Biro Barang dan Jasa Setprov Kaltim. Menurutnya, butuh perencanaan yang baik di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Politisi NasDem ini meyakini, dengan perencanaan yang baik akan sebuah pengerjaan maka realisasi anggaran akan optimal. Musababnya, selama ini Biro Barjas hanya akan melakukan lelang bila semua persyaratan terpenuhi.

“Kalau persyaratan lengkap tinggal lelang. Misal jembatan X, klir semua RAB (Rencana Anggaran Biaya), RKA (Rencana Kerja Anggaran) hingga sosialnya. Masalahnya kalau perencanaan salah ada pekerjaan tambahan, harus dari awal lagi,” terangnya, Senin (3/10/2022).

Untuk itu, ujarnya, butuh koordinasi antara semua pihak agar optimalisasi anggaran dapat terjadi. Dengan perencanaan yang matang, dan proses yang awal maka pengerjaan sebuah proyek akan memiliki kualitas baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kaltim.

“Berbeda dengan pusat, bisa lelang sejak November-Desember sebelum masuk mata anggaran baru. Kalau daerah perlu evaluasi lagi di Mendagri. Artinya memang butuh perencanaan yang baik,” pungkasnya. (adv/dprdkaltim)

Seminar Wirausaha Muda Pemula, Kadispora: Pemuda Harus Manfaatkan Transformasi Digital

0

BALIKPAPAN – Transformasi digital yang saat ini merambah semua lini kehidupan, harus dapat dimanfaatkan pemuda dalam mencapai kesuksesan hidup.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Tianur mewakili Gubernur Kaltim saat membuka Seminar Wirausaha Muda Pemula, Senin (3/10/2022) di Hotel Novotel Balikpapan.

“Transformasi digital yang saat ini terjadi pada semua lini kehidupan, harus dapat dimanfaatkan mencapai impian dan kesuksesan yang kalian cita-citakan,” ujar Agus dengan penuh semangat saat memberikan arahan sekaigus motivasi.

Agus mengatakan, transformasi digital membuka banyak peluang bagi pemuda untuk mengembangkan kompetensi dan kreativitas dalam berbagai platform digital.

15 tahun lalu, orang tidak berpikir menjadi youtuber, influencer bahkan buzzer sekalipun dapat menjadi profesi yang diandalkan meraih keuntungan secara finansial.

“Tidak ada dulu mata pelajaran bagaimana menjadi seorang youtuber ataupun influencer,” ucap Agus.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Tianur

Tranformasi digital, lanjutnya, juga membuat masyarakat maupun pelaku usaha berpikir kreatif dalam memunculkan inovasi-inovasi baru.

Karenanya, pemuda juga jangan ketinggalan, untuk membebaskan cakrawala berpikir mereka dalam meraih kesuksesan yang diharapkan.

“Jangan hanya berpikir dengan menjadi PNS kesuksesan diraih, jangan terpenjara pikiran itu,” sebut Agus.

Agus juga mencontohkan sosok Syafruddin Pernyata yang pada kesempatan itu didapuk menjadi pembicara. Syafruddin adalah seorang pensiunan PNS yang juga menjadi pengusaha dan motivator. “Banyak kisah nanti yang akan dibagi ke kalian,” katanya.

Syafruddin Pernyata sukses menjadi pengusaha pemilik salah satu tempat wisata di Samarinda. Selain itu, sewaktu berkarir menjadi birokrat, Syafruddin menempati sejumlah jabatan strategis di Pemprov Kaltim. Kesuksesannya itu mengantar dirinya menjadi motivator yang kerap membagi pengalaman dan sukses storynya. (adv/diskominfokaltim)

Puji Setyowati Minta Kesejahteraan Guru Harus Diprioritaskan

0
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati

SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan guru di Balai Kota Samarinda. Menurutnya, demonstrasi tidak akan terjadi bila hak para guru sudah terpenuhi.

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda ini secara tegas menyatakan, penghapusan insentif guru merupakan hal yang ironis. Justru menurutnya, guru harus diberikan kesejahteraan yang baik agar mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pejabat sekarang bolehlah membuka diri, melihat seberapa besar bakti seorang guru. Sepanjang tuntutannya sesuai dengan peraturan, sesuai dengan kemampuan daerah dan sesuai dengan kompetensi, saya pikir tidak perlu dipermasalahkan. Ini sampai turun ke lapangan. Sangat miris sekali,” katanya, Senin (3/10/2022).

Politisi Demokrat ini menjelaskan, tidak sedikit guru yang harus menggadaikan Surat Keputusan (SK) penetapan guru, agar bisa melanjutkan hidupnya. Hal ini tentu sangat krusial bila harus dikaitkan dengan tugas guru yang dibebankan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas SDM.

“Bagaimana mereka mau menyampaikan ilmunya, kalau ada beban cicilan. Bahkan tidak sedikit guru yang jadi ojek online. Apalagi kalau insentifnya dihapus,” terang wanita yang dulunya merupakan pengajar ini.

Puji menilai guru honorer harus mendapatkan kepastian besaran gaji yang sesuai upah minimum, dan juga insentif. Hal tersebut mengingat tidak sedikit beban kerja yang harus dipikul seorang guru honorer.

Diketahui ratusan guru menggelar aksi di Balaikota menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni:

Pertama, guru ASN Pemkot Samarinda mendapatkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) 2023 dan seterusnya sebagaimana ASN di lingkungan Pemkot Samarinda dengan merevisi Perwali Samarinda Nomor 5/2021 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai di Lingkungan Pemerintah Daerah khususnya Pasal 9 bagian h yang menjelaskan TPP tidak diberikan kepada pegawai yang menjabat sebagai guru/pengawas sekolah. Hal ini bertentangan dengan PP Nomor 12 Tahun 2019 Pasal 58 Ayat 3 bahwa Pemberian Tambahan Penghasilan kepaada Pegawai Aparatur Sipil Negara ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah.

Kedua, Guru dan tenga pendidik honorer di sekolah negeri agar dibayar oleh Pemkot Samarinda sebesar upah minimum Samarinda.

Ketiga, Pembuatan regulasi hukum yang jelas mengenai pemberian insentif bagi guru swasta dengan tujuan mensejahterakan guru.

Keempat, Membatalkan surat edaran dari Sekda Samarinda tanggal 16 September 2022 Nomor 420/9128/100.01 tentang Penyelarasan Insentif Guru dan Tenaga Pendidikan.

Kelima, Insentif bagi semua guru tahun 2022 di Lingkungan Pemerintah Kota Samarinda agar tetap dibayar selama 12 bulan (Januari-Desember ) 2022. (adv/dprdkaltim)

Cek Sapras, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Kunjungi 2 Sekolah di Kukar 

0

SAMARINDA – Mengawali kegiatan pekan pertama di Oktober 2022 ini, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim H Akhmed Reza Fachlevi S.Sos melakukan kunjungan ke dua sekolah di Kutai Kartanegara. Masing-masing SMK Negeri 2 Tenggarong dan SMK Negeri 1 Tenggarong Seberang.

Di SMK Negeri 2 Tenggarong, Reza, sapaan akrab wakil rakyat dari dapil Kutai Kartanegara ini, disambut kepala sekolah, Sumiarsih.

Dalam kesempatan itu, Reza melihat langsung sarana prasarana (sapras) 108 set meja kursi untuk sekolah ini, yang merupakan hasil dana aspirasinya sebagai wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra. “Alhamdulillah, meja kursi yang dikirim untuk sekolah ini sudah dimanfaatkan,” kata Reza. Tak hanya meja dan kursi untuk siswa, bantuan juga diberikan untuk meja dan kursi guru, lemari, hingga papan tulis.

Tak hanya melihat meja dan kursi kelas, Reza juga sempat diajak berkeliling di sekolah yang memiliki luas 2 hektare ini. Sekolah yang memiliki 10 program keahlian ini jelas sangat menarik untuk dikunjungi.

“Hasil karyanya bagus-bagus. Mudah-mudahan semua siswa sudah siap di dunia kerja begitu lulus,” kata Reza melihat hasil kerajinan gerabah dari siswa jurusan seni kriya. Saat berada di kelas desain komunikasi visual, Reza juga sempat menantang para siswa agar membuat gambar karikatur wajah dan logo. “Nanti serahkan hasil desainnya ke kepala sekolah. Yang terbaik nanti saya berikan hadiah,” kata Reza.

Sementara di kelas lain, misalnya di program keahlian musik, Reza juga sempat mengajak para siswa tanya jawab. Tentunya, hadiah hiburan pun diberikan kepada para siswa di sela kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan melalui pak Reza. Kami berharap, ke depan ada dukungan serupa lagi. Masih ada 6 kelas lagi yang meja dan kursinya perlu perbaikan,” sebut Sumiarsih, kepala SMK Negeri 2 Tenggarong.

Sumiarsih mengakui, sudah cukup lama tidak mendapatkan dukungan dari Pemprov Kaltim. “Dengan bantuan ini, siswa dan para guru pun senang. Semoga sama sama berkah,” sambungnya.

Ditambahkan Sumiarsih, sekolah yang dipimpinnya memiliki 1.227 siswa dengan jumlah guru lebih 70 orang dan 43 di antaranya adalah guru ASN. Guna mendukung siswa yang tidak mampu, sekolah ini bahkan memberikan voucher makan di kantin untuk 30 siswa. Masing-masing siswa mendapatkan voucher senilai Rp 200 ribu per bulan.

Usai dari SMK Negeri 2 Tenggarong, Reza langsung bergeser ke SMK Negeri 1 Tenggarong Seberang, tepatnya di Desa Embalut, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. Di sekolah yang dipimpin Agus Purnama ini, Reza juga meninjau meja dan kursi siswa yang diberikan melalui dana aspirasinya.

“Alhamdulillah, meja dan kursi untuk siswa, serta untuk guru bisa dimanfaatkan dengan baik di sekolah ini,” sebut Reza. Di sela kunjungan itu, Reza juga menerima usulan dan masukan demi kemajuan pendidikan di desa ini.

Di sekolah yang memiliki program keahlian asisten keperawatan serta teknik dan bisnis sepeda motor ini, Reza sempat melihat ruang praktik untuk program asisten keperawatan. Ia pun mengakui, sekolah ini memerlukan dukungan lebih maksimal, karena masih terbatasnya ruang kelas, termasuk ruang guru.

“Sebagian siswa, menumpang di gedung SD 003 Tenggarong Seberang,” sebut Agus Purnama, kepala SMK Negeri 2 Tenggarong Seberang. Dengan jumlah 133 siswa, sekolah ini memiliki 5 rombongan belajar. Harapannya, ke depan sekolah ini memiliki tambahan ruang kelas, juga bisa memiliki lapangan untuk upacara bendera. Menanggapi berbagai usulan itu, Reza meminta pihak sekolah untuk segera menyampaikan usulan, agar bisa segera ditindaklanjuti.

Di sela kunjungan tersebut, Reza juga sempat berdialog dan tanya jawab dengan para siswa sekolah tersebut. Tak lupa, hadiah berupa cokelat sudah disiapkan bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat. (adv/dprdkaltim)

Seluruh OPD Pemprov Kaltim Diminta Arahkan Rekanan untuk Gunakan E-Katalog

0

SAMARINDA – Dalam rangka meningkatkan transaksi melalui elektronik, Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kaltim meminta seluruh OPD Pemprov Kaltim untuk mengarahkan pihak rekanan kerja sama menggunakan transaksi pengadaan barang dan jasa melalui e-katalog atau toko daring.

Penggunaan e-katalog atau toko daring ini menurut Plt Karo Pengadaan Barang dan Jasa Setprov Kaltim Buyung Dodi Gunawan, bagian dari transparansi pemerintah dalam bertransaksi dengan rekanan.

“Jika memang OPD di lingkungan Pemprov Kaltim biasa melakukan kerja sama atau kontrak dengan rekanan, maka silahkan diajak rekanannya bertransaksi melalui e-katalog lokal maupun toko daring,” pesan Buyung Dodi Gunawan usai mendampingi Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menghadiri pertemuan pengarahan Presiden RI Joko Widodo, di Ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis 29 September 2022.

Selanjutnya, apabila OPD di lingkungan Pemprov Kaltim menilai rekanan mereka merasa kesulitan, maka dipersilahkan berkonsultasi kepada Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

“Bahkan, Biro PBJ siap mendampingi hingga penyelesaian produk,” ujarnya.

Karena itu, komitmen Pemprov Kaltim dalam rangka meningkatkan pengembangan cinta produk dalam negara atau bangga buatan Indonesia (BBI) akan lebih mudah terlaksana dan sukses. Asalkan transaksi tersebut terus meningkat.

“Jadi, pelayanan melalui e-katalog maupun toko daring ini sangat memudahkan para rekanan untuk bertransaksi dengan pemerintah. Artinya, tidak perlu tatap muka lagi dalam bertransaksi,” jelasnya. (adv/diskominfokaltim)

Gubernur Isran Minta Dinkes Segera Antisipasi Penyebaran DBD

0
Gubernur Kaltim Isran Noor

SAMARINDA – Provinsi Kaltim saat ini menjadi daerah yang masuk terdaftar provinsi di luar Pulau Jawa yang masuk dalam zona merah kasus penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim untuk segera mengantisipasi penyebaran, sehingga tidak banyak warga yang menjadi korban kasus DBD harus dirawat.

“Kita prihatin atas kasus ini. Karena, Provinsi Kaltim sebagai salah satu daerah yang masuk zona merah kasus DBD di luar Pulau Jawa. Untuk itu, saya minta instansi terkait segera melakukan langkah antisipatif penyebaran DBD,” pinta Gubernur Isran Noor ketika Pelantikan Pengurus Wilayah PDGI Kaltim baru-baru ini di Hotel Aston Samarinda.

Menurut Gubernur, kasus ini harus segera diantisipasi. Karena, di Kaltim hanya satu kabupaten yang belum merah, yaitu Kabupaten Paser.

Untuk itu, lanjutnya, seluruh pihak diminta bersama-sama bekerja menangani kondisi kasus tersebut.

Bagi orang nomor satu Benua Etam ini, harus ada langkah-langkah antisipatif terhadap kasus tersebut. Sebab, kasus ini sangat berbahaya dari Covid-19.

“Jadi, kita harus segera antisipatif penyebaran kasus ini. Kalau di Pulau Jawa semua zona merah. Karena itu, saya berharap sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN) kasus ini jangan sampai meluas dan menyebar,” harapnya. (adv/diskominfokaltim)

Kapolres bersama Jajaran Ikuti World Walking Day

0

BONTANG – Ribuan warga Kota Bontang memperingati World Walking Day atau Hari Jalan Kaki Sedunia, Minggu (2/10/2022). Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya SH, SIK, MH bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bontang ikut menghadiri kegiatan yang dipusatkan di lapangan Besai Berinta Lang-Lang ini.

Kegiatan dimulai dengan senam aerobik bersama. Lalu jalan sehat yang dilepas Wali Kota Bontang Basri Rasse bersama unsur Forkopimda. Rute yang ditempuh yaitu Lapangan Lang-lang, Jalan KS Tubun, Jalan Awang Long, Jalan AM Parikesit, Jalan DI Panjaitan, dan finish kembali di Lapangan Lang-Lang.

Wali Kota Basri Rasse dalam sambutannya mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ingin kembali menggelorakan semangat olahraga kepada masyarakat karena ada kekhawatiran bahwa olahraga dianggap bukan salah satu pilihan tradisi.

“Untuk itu Pemkot Bontang menyambut dan mengapresiasi pelaksanaaan World Walking Day pada hari ini, dimana menggelorakan semangat olahraga penting karena olahraga juga merupakan fondasi karakter bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang kuat,” kata Wali Kota.

Sementara Kapolres AKBP Yusep Dwi Prastiya mengatakan, Polres Bontang sangat mengapresiasi dan mendukung World Walking Day yang diselanggarakan Pemerintah Kota Bontang.

“Dengan kita menggelorakan semangat berolahraga kepada  masyarakat, khususnya masyarakat kota Bontang berati kita mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan melakukan olahraga,” ujar Kapolres disela kegiatan.

Saat peringatan World Walking Day juga ditampilkan atraksi polisi cilik (pocil) Polres Bontang. Kemudian dilanjutkan pengundian dan pemberian hadiah doorprize bagi peserta World Walking Day yang beruntung.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Dandim 0908 Bontang Letkol Inf Priyo Handoyo, Danden Arhanud Rudal 002 Bontang Kapten Arh Rudi Afrika, Kepala Pengadilan Negeri Bontang Sopyan Parerungan, Wakapolres Bontang Kompol Wisnu Dian Ristanto, beserta PJU Polres Bontang, Ketua TP PKK Kota Bontang Hapida Basri Rase, Kepala Kemenag Kota Bontang HM Idzat Solihin.

Juga hadir perwakilan dari perusahaan PT PKT SVP Umum Ardi Hartomulyo, para Asisten Sekkot Bontang, para Kepala OPD Kota Bontang, perwakilan pelajar se-Kota Bontang, perwakilan anggota Polres Bontang, Perwakilan anggota Kodim 0908 dan Den Arhanud Rudal 002 Bontang serta masyarakat umum. (hms)

Mau Jual Sabu, IRT Diciduk Anggota Polsek Muara Badak

0

BONTANG – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial H (35) ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Muara Badak karena mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu, Sabtu (1/10/2022) pukul 17.00 Wita. Saat hendak ditangkap, pelaku sempat mengelabui polisi dengan menyimpan sabu dalam botol dan membuangnya.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Muara Badak Iptu Yoshimata membenarkan, penangkapan IRT warga Jalan Kapitan Toko Lima Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara yang diduga mengedarkan sabu. Pengungkapan itu katanya, berdasarkan informasi masyarakat yang menyebutkan di kawasan Gunung Haji Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak sering digunakan untuk transaksi narkotika.

Saat anggota Reskrim Polsek Muara Badak mendatangi lokasi yang dimaksud, terlihat pelaku H dengan gerak-gerik mencurigakan membuang sebuah buah botol plastik warna putih dengan tutup warna hijau. Anggota Reskrim lalu memeriksa botol itu dan didalamnya ditemukan satu bungkus plastik klip yang diduga sabu. Saat diinterogasi pelaku mengakui sabu itu miliknya.

”Jadi saat hendak ditangkap, pelaku sempat membuang barang bukti untuk mengelabui Petugas,” kata Kapolsek. Dari pelaku tambahnya, polisi menyita satu poket plastik klip diduga narkotika jenis sabu, satu botol plastik warna putih dengan tutup warna hijau bertuliskan Balsem Lang, satu handphone dan uang tunai Rp 950.000 hasil penjualan sabu.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di Polsek Muara  Badak. Pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya. (hms)