Beranda blog Halaman 894

Miliki Sabu 15,99 Gram, Dua Pria Warga Bontang Selatan Ditangkap Polisi

0
Terduga pelaku dan barang bukti yang diamankan. (Istimewa/Media Kaltim)

BONTANG – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bontang menangkap dua pria inisial EWF warga Berebas Tengah dan B warga Tanjung Laut. Keduanya ditangkap atas dugaan kepemilikan 15,99 gram narkotika jenis sabu pada Minggu (11/6/2023) pukul 01.00 Wita.

Kapolres Bontang melalui Kasi Humas Polres Bontang. Iptu Mandiyono menjelaskan anggota mendapatkan laporan atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan. Selanjutnya personel melakukan penyelidikan yang kemudian mendapatkan di terduga yang memiliki narkotika jenis sabu.

“Anggota unit II Satresnarkoba Polres Bontang mendatangi sebuah rumah di Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang dan melakukan penangkapan terhadap 2 orang Laki-laki atas kepemilikan sabu,” jelas Iptu Mandiyono, Minggu (11/6/2023).

Selanjutnya, kata Mandiyono, dari keterangan EWF sabu didapatkan dengan cara membeli dengan harga Rp 200 ribu. Anggota personel Satresnarkoba kemudian kembali melalukan penggeledahan dan menemukan 4 bungkus plastik klip berisi sabu. Di mana sebelumnya terduga EWF menitipkan narkotika ke terduga B.

“Selanjutnya dilakukan penggeledahan lagi dan ditemukan 4 bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dalam bungkus rokok dengan bungkus makanan ringan potato dibungkus lagi dengan plastik kresek warna hitam dan kresek warna putih. Di dalam kresek tersebut juga terdapat bungkusan plastik klip,” jelas Mandiyono.

Kemudian barang bukti dan terduga pelaku kemudian diamankan ke Polres Bontang untuk dilakukan penyelidikan. Terduga pelaku diancam pasal 112 dan pasal 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Terduga pelaku kemudian diamankan beserta barang bukti. Dengan ancaman di atas lima tahun penjara,” terangnya. (yah)

Wali Kota Basri Apresiasi Hari Bakti Dokter Indonesia, Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Rusunawa

0

BONTANG – Wali Kota Basri memberikan apresiasi kepada IDI Bontang yang telah memberikan kontribusi positif dan membangun sinergi dengan Pemkot Bontang dalam bidang pelayanan kesehatan.

Menurut Basri, pemberian layanan kesehatan gratis kepada penghuni rusunawa merupakan komitmen dari para dokter yang sejalan dengan visi misi Kota Bontang yang Hebat dan Beradab.

“Saya atas nama Pemerintah mengapresiasi IDI Kota Bontang dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini,” kata Basri yang hadir dalam kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-115 yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bontang, Minggu (11/6/2023) di Rusunawa Kelurahan Api-Api.

Basri mengatakan bahwa pemeriksaan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di Rusunawa. Dengan adanya layanan ini, deteksi dini terhadap penyakit dapat dilakukan dengan mudah.

“Dengan pemeriksaan kesehatan, kita dapat melakukan pencegahan lebih dini jika ada masyarakat yang kurang sehat,” ujar Basri.

Sementara, Ketua IDI Cabang Bontang, dr. Andi Anwar Arsyad, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian dari para dokter kepada masyarakat, khususnya warga Bontang yang tinggal di Rusunawa dan membutuhkan layanan kesehatan gratis.

“Setiap tahun kita peringati pada tanggal 20 Mei yang juga bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Kami akan merangkainya dengan berbagai kegiatan hingga pada perayaan ulang tahun IDI di bulan Oktober,” kata dr. Anwar.

Dia menjelaskan bahwa Rusunawa dipilih sebagai lokasi binaan IDI Cabang Bontang. Para warga di sini akan mendapatkan pendampingan dan deteksi dini sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular, stunting, dan tuberkulosis.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan gula darah, hipertensi, asam urat, pemeriksaan lendir, dan pemeriksaan anak.

“Hari ini banyak dokter spesialis yang berpartisipasi. Terdapat empat dokter anak, dokter paru, dan dokter umum yang memberikan layanan kesehatan gratis,” ujarnya.

Anwar menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Hasil pemeriksaan akan dievaluasi untuk mengetahui persentase warga yang terkena penyakit tidak menular, stunting, dan tuberkulosis.

Hasil ini nantinya akan diserahkan ke Dinas Kesehatan sebagai basis data untuk perencanaan dan penanganan lebih lanjut.

Dokter Anwar berharap bahwa layanan kesehatan gratis ini menjadi momentum bagi para dokter untuk ikut berperan serta dalam membantu pemerintah dalam menyehatkan warga Bontang. (adv)

Kecamatan Bontang Utara Laksanakan Penilaian Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Kota

0
Kecamatan Bontang Utara Laksanakan Penilaian Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Kota
Salah satu kunjungan ke kelurahan di wilayah Bontang Utara (ist)

BONTANG – Kecamatan Bontang Utara telah melaksanakan penilaian Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Aku Hatinya) PKK pada tanggal 6 hingga 8 Juni 2023 lalu.

Di Kecamatan Bontang Utara sendiri terdapat 6 Kelurahan. Sayangnya Kelurahan Bontang Baru (BU) tidak dapat mengikuti peelombaan ini dikarenakan kondisi wilayah yang tidak memungkinkan.

“Jadi di Bontang Baru sebenarnya sudah ada, hanya saja karena ada pembangunan atau timbunan reruntuhan jadi mereka jarus mulai dari nol lagi, oleh sebab itu mereka belum siap,” jelas Sekretaris PKK Kecamatan BU, Vike Setiawati.

Masing-masing kelurahan dinilai sudah memenuhi indikator-indikator yang telah ditentukan yaitu minimal 5 RT yang harus dinilai, kemudian 5 tanaman pokok seperti cabai, tomat, dan lain-lain.

‘Ketahanan pangan seperti ikan, ayam juga termasuk dalam indikator tersebut,” tambahnya.

Pada dasarnya Aku Hatinya PKK memang untuk menanam tanaman ketahanan keluarga dan bisa digunakan dalam keseharian. Karena diadakan setiap tahun, RT yang sudah menang pun tidak bisa kembali mengikuti lomba tersebut.

“Jadi agar penyebarannya luas kami arahkan untuk dilakukan di RT yang berbeda,” tutupnya. (sya/adv)

Ikon Wisata Tapi Kondisi BK Memprihatinkan

0
Ikon Wisata Tapi Kondisi BK Memprihatinkan
Sidak Komisi III DPRD Bontang di BK beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Perkampungan Bontang Kuala (BK) merupakan salahsatu ikon Kota Bontang, namun sayang kondisi infrastruktur banyak yang mengalami kerusakan.

Hal inipun menjadi sorotan anggota dewan, salahsatunya Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Abdul Samad yang menyayangkan kondisi tersebut.

Ia menilai pemerintah kurang memperhatikan infrastruktur di Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara tersebut.

Padahal menurut Aco sapaan akrabnya, keluhan-keluhan terkait kondisi ini sudah sering disampaikan masyarakat melalui musyawarah rencana pembangunan (musrembang). Namun hingga saat ini belum terealisasi.

“BK selalu digaungkan sebagai lokasi wisata, tapi kondisinya mengkhawatirkan. Bagaimana pertanggungjawaban pemerintah,” ujarnya saat sidak, beberapa waktu lalu.

Politisi dari Partai Hanura ini juga menyoroti jembatan di sekitar panggung adat, yang pernah kebakaran beberapa waktu lalu. Melihat kondisi ini, pihaknya juga meminta pemerintah segera memperbaiki.

“Kalau musim liburan kan banyak pengunjung yang datang. Takutnya jembatannya bisa ambruk,” imbuhnya.

Mengetahui kondisi ini, dirinya meminta Pemkot Bontang memprioritaskan BK di tahun 2023 ini. Lantaran ia mengetahui kalau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini cukup besar.

“Saya akan kawal keluhan warga BK sampai pemerintah merealisasikan,” katanya.

Sementara itu, Dian Nur Afianto, Perencanaan Ahli Muda Bapelitbang Kota Bontang menyebutkan, hal tersebut sudah masuk musrenbang, sehingga pihaknya akan menganggarkan pada tahun 2024 mendatang.

“Anggaran sebesar Rp 4,5 miliar sudah dibahas untuk perbaikan anjungan BK. Dibagi dengan Pulau Beras Basah sejumlah Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Selain itu katanya, masing-masing kelurahan akan mendapat Rp 6 miliar untuk perbaikan infrastruktur di 3 kecamatan. Di Kecamatan Bontang Utara, Kelurahan Bontang Kuala terdapat 6 usulan yang diakomodir. (adv/al)

Dewan Soroti Kondisi Angka Pencari Kerja Tinggi Lowongan Minim

0
Dewan Soroti Kondisi Angka Pencari Kerja Tinggi Lowongan Minim
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris minta dinas terkait tegaskan perda yang ada saat di lapangan. (Yusva Alam)

BONTANG – Angka pencari kerja (pencaker) di Bontang cukup tinggi, namun berbanding terbalik dengan dengan lowongan kerja (loker) yang justru minim. Hal ini menjadi sorotan legislator, salahsatunya Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris.

Berdasarkan data dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, di periode Januari – Maret 2023, jumlah pencaker mencapai 2.015 orang. Sementara itu, lapangan pekerjaan hanya terbuka untuk 365 orang.

Menurut AH sapaan akrabnya, kondisi ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah. Harus segera dicarikan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

“Kondisi ini mengakibatkan angka pengangguran di Bontang masih tinggi,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, ia meminta pemerintah mempertegas payung hukum yang tertuang dalam Perda nomor 10 Tahun 2018 tentang perubahan atas Perda nomor 1 Tahun 2009 terkait perekrutan tenaga kerja dan penempatan tenaga kerja.

“Perdanya kan sudah jelas, 75 persen itu harus tenaga lokal. Tapi kenyataan di lapangan aturannya tidak dipertegas,” terangnya.

Lebih lanjut, politikus Partai Gerindra ini meminta pemkot melalui dinas terkait, agar memperketat pengawasan secara rutin terhadap seluruh perusahaan. Mendata seluruh jumlah karyawan industri di Bontang untuk mentaati aturan yang ada.

“Pemerintah kurang mendata. Banyak laporan dari aktivis buruh, kalau tenaga luar banyak yang kerja di sini. Bukan main banyaknya itu perusahaan lingkup Pupuk Kaltim. Kita ambil contoh kecil aja ya, seperti Samator kemarin itu,” tegasnya.

“Disnaker ini harus lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan. Didata semua perusahaan yang beroperasi. Kalau perlu tiap bulan jangan sampai lengah,” pungkasnya. (adv/al)

Tingkatkan Kualitas SDM, Rustam Harap Bontang Bangun PTN

0
Tingkatkan Kualitas SDM, Rustam Harap Bontang Bangun PTN
Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam ingin ada PTN di Bontang. (ist)

BONTANG – Guna mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Bontang dirasa mampu mendirikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam saat diwawancara awak media beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, sampai saat ini Bontang belum memiliki PTN. Hal itu mengakibatkan banyak pelajar Bontang, setamat SMA/SMK pergi keluar daerah untuk menempuh pendidikan di daerah lain.

“Sebenarnya Bontang bisa seperti daerah-daerah lain, kayak di Malang atau Samarinda yang punya PTN. Kalau mau, Bontang sebenarnya mampu mendirikan Universitas Negeri. Di daerah lain yang minim PAD aja mampu, kenapa di Bontang tidak bisa,” ungkapnya.

Selain peningkatan kualitas SDM, adanya PTN akan menjadi magnet bagi pelajar dari daerah lain, untuk belajar di Bontang. Dengan kualitas pendidikan yang baik, masyarakat akan berpikir positif dan mengabaikan yang negatif.

“Bontang adalah kota industri. Adanya PTN diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Sehingga dibutuhkan SDM yang handal di bidangnya,” ujarnya. (adv/al)

Pengaruh Miras, Pemuda Dorong Anak di Bawah Umur ke Laut

0
Pengaruh Miras, Pemuda Dorong Anak di Bawah Umur ke Laut
Pelaku diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Polsek Bontang Selatan berhasil meringkus seorang pemuda yang melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Kejadiannya pada Kamis 8 Juni 2023 pukul 02.30 Wita. Kala itu dikatakan Kapolsek Bontang Selatan AKP Abdul Khoiri, mereka minum tuak bersama.

Namun karena masalah sepele, tersangka kemudian memukul dan mendorong korban ke laut.

“Korban alami luka dan memar di bagian kaki kiri,” ungkapnya.

Pemuda 20 tahun berinisial H itu selanjutnya ditangkap pada Kamis (8/6/2023) pukul 14.00 oleh Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan di rumahnya.

“Kakak korban yang laporkan,” katanya.

Tersangka dijerat pasal 80 (1) jo pasal 76 c UU 35 Tahun 2014 tentang perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan penjara. (hms)

Kelurahan Gunung Elai Juara Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Kecamatan

0
Kelurahan Gunung Elai Juara Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Kecamatan
Penerimaan piala Kelurahan Gunung Elai. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Hasil lomba Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Aku Hatinya) PKK Kecamatan Bontang Utara (BU) yang diadakan tanggal 6 – 8 Juni lalu telah diumumkan Jumat (9/6/23) di BPU Kecamatan BU.

Setelah dilakukan penilaian berdasarkan indikator yang dilakukan oleh PKK Kecamatan BU khususnya Pokja III, Kelurahan Gunung Elai terpilih sebagai juara pertama yang akan lanjut berlomba di tingkat kota.

“Sebenarnya kami tidak menyangka juga akan menang, karena sebenarnya sedang sibuk mempersiapkan lomba lainnya,” jelas perwakilan PKK Gunung Elai, Wike.

Retno, Ketua Pokja III PKK Kecamatan BU menjelaskan, bahwa Gunung Elai yang paling memenuhi indikator, mulai dari SK serta wilayah yang disiapkan.

“Kelurahan yang lain rata-rata tidak ada SK dan cuma menyediakan 3 sampai 4 RT, kita mintanya 5 RT, dan hanya Gunung Elai yang memenuhi itu,” jelas Retno.

Adapun koreksi yang diberikan adalah agar dapat menanam tanaman yang lebih bervariasi, seperti tanaman yang mengandung karbohidrat, jangan hanya jangung, biasa divariasikan seperti singkong, atau ubi.

Ketua PKK Kelurahan Gunung Elai, Nirmaya Deasari mengatakan, sebenarnya sulit untuk Gunung Elai, karena RT yang sudah pernah diikutkan lomba tahun kemarin, tidak boleh lagi.

“Alhamdulillah dengan dukungan dari bapak/ibu RT, Gunung Elai bisa menjadi juara dengan 5 RT yang diikutkan lomba, yaitu RT 09, 10, 33, 35 dan 42,” jelasnya.

Harapannya dengan kembalinya Kelurahan Gunung Elai menjadi Juara 1 tingkat Kecamatan BU, semakin luas wilayah Aku Hatinya PKK, berarti semakin membudidaya kesadaran warga untuk Aku Hatinya PKK. (adv/sya)

Pemkot Didesak Tingkatkan Sapras Sekolah Pesisir

0
Pemkot Didesak Tingkatkan Sapras Sekolah Pesisir
Salahsatu sekolah di wilayah pesisir Bontang. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang didesak untuk meningkatkan sarana dan prasarana (sapras) sekolah di wilayah pesisir. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pemkot dirasa mampu tingkatkan kualitas pendidikan khususnya di semua wilayah pesisir. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking.

Raking juga menyentil sarana transportasi bagi tenaga pendidik seperti kapal yang dinilai sangat dibutuhkan.

“Sudah lama kami minta ke Disdikbud untuk diperhatikan, karena itu sangat penting apalagi soal transportasi guru-gurunya,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Karenanya ia meminta Disdikbud membuat rencana anggaran pengadaan kapal, untuk mempermudah akses para guru saat hendak mengajar.

“Buat pengadaan nanti kami anggarkan, karena transportasi kapal bagi tenaga pendidik itu sangat membantu mobilitas mereka. Dibutuhkan juga bagi pelajar pesisir yang bersekolah di kota,” sebutnya.

Kadisdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono menyebutkan, pihaknya telah mengalokasikan dana untuk perbaikan ketiga sekolah di pesisir senilai Rp 1,2 miliar.

Ketiga sekolah itu yakni SD 011 Bontang Utara, di pesisir Pulau Gusung, SD 015 dan 016 di Bontang Selatan.

Untuk sekolah di Gusung, Pemkot Bontang telah menganggarkan dana perbaikan senilai Rp 800 juta.

Kemudian SD 015 di Selangan Bontang Selatan, pihaknya juga telah mengucurkan dana perbaikan senilai Rp 200 juta. Terakhir SD 016 di Bontang Selatan juga telah dianggarkan Rp 200 juta.

“Ini sebagai upaya kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pesisir,” ujarnya. (adv/al)

Lambang Pemerintah di Kop Surat Pendirian Koperasi Disdamkartan Disoal Anggota Komisi II

0
Lambang Pemerintah di Kop Surat Pendirian Koperasi Disdamkartan Disoal Anggota Komisi II
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bahktiar Wakkang tidak setuju penggunaan lambang pemerintah, pada kop surat terkait iuran wajib menjadi anggota koperasi yang diperuntukkan bagi pegawai Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (Disdamkartan) Bontang.

Menurutnya, penggunaan kop logo pemerintah ini tidak bisa ditempatkan untuk koperasi. Terlebih kata dia, koperasi memiliki aturan yang diamanatkan dalam Undang-undang.

“Koperasi itu ada aturannya sendiri. Di dinas pun tidak ada tambahan tupoksi pembangunan koperasi dari pemerintah,” katanya saat ditemui di lantai III Gedung Sekretariat DPRD Kota Bontang, beberapa waktu lalu.

Politisi yang akrab disapa BW tersebut pun meminta dinas penyelamatan ini, mengganti logo pemerintah pada kop surat koperasi yang dipimpin langsung Kepala Disdamkartan itu.

“Kalau tetap ingin melanjutkan koperasi, sebaiknya bekerjasama dengan koperasi simpan pinjam ataupun koperasi yang mengajukan langsung ke Damkar secara internal,” imbuhnya.

Diketahui, Disdamkartan Bontang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 500.3.2.3/626/DPKP tentang iuran wajib untuk menjadi anggota koperasi satria biru Bontang.

SE tersebut menggunakan kop surat berlambang Pemkot Bontang. Rincian iuran pokok untuk pasukan yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni Rp1 juta, durasi pemotongan lima bulan.

Sementara, iuran pokok bagi Tenaga Kerja Daerah (TKD) pun Rp 1 juta jangka waktu yang ditetapkan selama 10 bulan. Sedangkan untuk iuran sukarela Rp 20 ribu per bulan. (adv/al)