Beranda blog Halaman 894

Sigit Alfian Lengser, Kepala Kesbangpol Digantikan Dedi Harianto

0
Sigit Alfian Lengser, Kepala Kesbangpol Digantikan Dedi Harianto
Kegiatan mutasi jabatan di lingkungan pemkot. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Nama Sigit Alfian yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di non jobkan saat mutasi pejabat yang dilaksanakan Basri Rase, Kamis (21/3/2024). Kekosongan posisi Kepala Kesbangpol pun diisi oleh Dedi Harianto.

Sebelumnya, Sigit diberhentikan sebagai Kepala Kesbangpol karena terlibat politik praktis, oleh sebab itu ia pun dikenakan sanksi bebas tugas selama satu tahun.

“Tidak ada lagi pejabat yang melakukan politik praktis,” tegas Wali Kota Bontang, Basri Rase.

Dalam sambutannya itu Basri menegaskan, bahwa peringatan ini tidak hanya menjurus pada satu OPD saja, tetapi juga mutasi jabatan baru ini Basri ingin seluruh OPD dapat meningkatkan kinerja mereka dengan mendengarkan keluhan masyarakat.

“Sedikit-sedikit wali kota, harusnya dinas-dinas ini angkat bicara kalau ada apa-apa, memberikan kepada warga penjelasan terutama perkembangan Bontang,” tambahnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

7 Lurah di Bontang Diganti, Ini Daftarnya!

0
7 Lurah di Bontang Diganti, Ini Daftarnya!
Pengambilan sumpah jabatan dalam mutasi. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sebanyak 7 lurah di Kota Bontang berganti saat pengukuhan pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator dan jabatan pengawas di lingkungan pemerintahan Kota Bontang yang dilaksanakan Kamis (21/3/24).

Di wilayah Kecamatan Bontang Utara, untuk Bontang Kuala kini dijabat oleh Sanusi. Kelurahan Loktuan diisi oleh Supriadi yang sebelumnya menjabat di Berbas Pantai. Lurah Bontang Baru, Muhammad Zainu Adly Latif kini digantikan oleh Bagus Susanto yang sebelumnya menjabat sebagai Lurah Bontang Kuala.

Di wilayah Kecamatan Bontang Selatan, Lurah Tanjung Laut Indah kini diisi oleh Ardiansyah. Lurah Berebas Tengah sebelumnya dijabat oleh Chandra, kini digantikan oleh Abdul Malik. Selanjutnya, Lurah Berbas Pantai digantikan oleh Hadi Jumianto.

Terakhir, di wilayah Kecamatan Bontang Barat yakni Lurah Kanaan yang sebelumnya dijabat oleh Hendry Arnaldy Langsa, digantikan oleh Salmon Kanaan Payung Allo.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Basri Mutasi 108 Pejabat, Kepala Dinas dan Lurah Banyak Bergeser

0
Basri Mutasi 108 Pejabat, Kepala Dinas dan Lurah Banyak Bergeser
Foto Bersama usai kegiatan mutasi pejabat. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pengukuhan pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator dan jabatan pengawas di lingkungan pemerintahan Kota Bontang dilaksanakan Kamis (21/3/24).

Terdapat 108 pejabat pemerintahan yang dikukuhkan Wali Kota Basri pagi ini di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Adapun beberapa pejabat seperti Ahmad Aznem berganti menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3), sementara Rafidah menggantikannya sebagai Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) dan Syahrudin yang mengisi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Mucholis Edy Prabowo kini menjabat sebagai Kepala Dinas PUPRK, menggantikan Usman yang menempati posisi Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan.

Toetok Pribadi menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, kemudian Bakhtiar Mabe sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

Edy Foreswanto dipercaya menempati posisi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana yang sebelumnya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian.

Selanjutnya Posisi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kini diisi oleh Dedi Harianto.

Adapun 7 lurah di Bontang juga berganti dalam posisi ini.

“Kita laksanakan mutasi ini agar ada percepatan lebih, tidak ada dendam, karena kita semua ingin cepat dalam bergerak maju,” ujar Basri.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Perusahaan Wajib Bayar THR Selambatnya Seminggu Sebelum Lebaran

0
Perusahaan Wajib Bayar THR Selambatnya Seminggu Sebelum Lebaran
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Seluruh Perusahaan di Kota Bontang wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) tepat waktu. Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Bontang, Rusdi, Rabu (20/3/24)

Ia mengatakan, untuk pekerja atau karyawan yang merasa THRnya belum diberikan tepat waktu, agar segera melaporkan hal tersebut ke Kepala Disnaker.

“THR keagamaan ini harus dibayar penuh, tidak boleh dicicil. Saya minta perusahaan agar taat terhadap ketentuan ini,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Pemberian THR setidaknya paling lambat diberikan satu minggu sebelum Hari Raya Idulfitri. Disnaker juga akan membuka pos pengaduan, agar karyawan yang belum mendapatkan THR bisa mengadu.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) bernomor M/2/HK.04/III/2024. Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2024 bagi pekerja dan buruh.

Adapun besaran THR pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih adalah sebesar 1 bulan upah. Sedangkan bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Konser Abang Poteh A.J.A Vol. 2 Hadir Juni Mendatang

0
Konser Abang Poteh A.J.A Vol. 2 Hadir Juni Mendatang
Poster konser Abang Poteh A.J.A vol 2. (ist)

BONTANG – Konser Abang Poteh A.J.A Vol. 2 segera dilaksanakan pada pertengahan tahun 2024 ini. Konser tersebut akan kembali mengundang penyanyi pop jawa.

Kali ini terdapat dua bintang, Yakni Deni Caknan dan kembali menghadirkan Jono Joni. Tidak kalah DJ asal Samarinda, Pehol nantinya juga akan menjadi hiburan pembuka.

Konser ini akan dilaksanakan kembali di Batalyon Arhanud 7/ABC. Namun untuk tanggal belum dapat dipastikan.

Tiket sudah dapat dipesan melalui online maupun offline. Untuk online bisa diakes melalui website plesiran.co.id dan offline bisa menghubungi atau mendatangi langsung admin dan lokasi yang telah ditentukan.

“Melihat antusias warga tentu kami akan terus bersemangat membawa hiburan untuk warga Bontang,” kata Erick, Ketua Abang Poteh A.J.A

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disebut Akan Maju Pilkada, Andi Faiz: Kita Lihat Nanti!

0
Disebut Akan Maju Pilkada, Andi Faiz: Kita Lihat Nanti!
Andi Faizal Sofyan Hasdam. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Andi Faizal Sofyan Hasdam digadang-gadang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) November 2024 mendatang.

Saat dikonfirmasi, ia mengatakan bahwa hanya menunggu surat tugas dari pihak Dewan Pimpinan Partai (DPP) Partai Golkar, setelah lebaran nanti. Namun jika ia benar akan dijadikan kandidat ia pasti akan laksanakan.

“Kita lihat saja dari DPP dan DPD Kaltim, apakah saya akan dijadikan kandidat di Bontang ini,” jelasnya saat ditemui redaksi, Senin (18/3/24).

Dikatakannya, pihaknya sedang melihat dinamika politik, khususnya di wilayah kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Timur. Menjadi pemimpin daerah merupakan amanah dari masyarakat, sehingga hal tersebut tentu dipertimbangkan.

“Menjadi kepala daerah, ataupun DPRD sama-sama mengemban amanah, kita lihat saja nanti,” ujarnya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Residivis Bobol Rumah Warga di Bulan Puasa, Aksinya Ketahuan Warga

0
Residivis Bobol Rumah Warga di Bulan Puasa, Aksinya Ketahuan Warga
Pelaku saat tertangkap basah melakukan pencurian (Dok. Bhabinkamtibmas Loktuan)

BONTANG – Seorang pemuda berinisial M (19) nekat mencuri di rumah salah satu warga Loktuan, di Jalan Slamet Riyadi, RT 43, Selasa (19/3/2024), sekitar pukul 14.00 Wita. Namun sayang, aksinya tersebut keburu ketahuan pemilik rumah dan warga sekitar.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Bambang Sumantri mengatakan, pelaku melakukan aksinya saat keadaan rumah korban sedang kosong. Diketahui pemilik rumah adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang merupakan guru.

“Pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel lewat jendela, kemudian mengambil sejumlah perhiasan,” ucapnya saat diwawancarai.

Aksi pelaku diketahui oleh anak korban dan tetangga yang kebetulan sedang parkir motor di samping rumah korban. Melihat adanya motor pelaku, warga setempat langsung masuk ke rumah korban untuk menangkap pelaku.

“Pelaku mau kabur lewat jendela, tapi keburu ditangkap warga. Lalu warga menghubungi kami. Kondisi rumah juga sudah dalam keadaan berantakan,” paparnya.

Barang yang dibawa pelaku merupakan cincin, gelang, kalung, beserta liontin. Bahkan pelaku juga sempat mengambil uang tunai sebesar Rp 250 ribu.

Perlu diketahui, pelaku adalah residivis kasus pencurian yang baru keluar dari penjara beberapa bulan lalu. Pelaku memang spesialis rumah kosong.

Bambang menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih bisa waspada dan berhati-hati selama bulan ramadan. Jangan pernah membiarkan rumah dalam keadaan kosong, jika pun akan bepergian pastikan kondisi rumah sudah aman.

“Waspada terkait aksi pencurian, jika akan meninggalkan rumah pastikan pintu, jendela, semuanya dengan kondisi terkunci. Jangan berikan kesempatan untuk pelaku menjalankan aksinya,” tambahnya.

Kini pelaku telah diamankan dan berada di Mapolsek Bontang Utara. Pelaku juga dijerat pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian.

“Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ketahuan Ngamar di Hotel, Dua Pasangan Bukan Suami Istri Sah Diamankan Satpol PP

0
Ketahuan Ngamar di Hotel, Dua Pasangan Bukan Suami Istri Sah Diamankan Satpol PP
Satpol PP lakukan patroli di sejumlah hotel yang berada di Bontang. (Dok.)

BONTANG – Satuan Pamong Praja (Satpol-PP) Bontang mengamankan dua pasangan bukan suami istri sah. Kedua pasangan tersebut ditemukan saat menyewa hotel di wilayah Bontang Barat dan Bontang Selatan.

Kepala Bidang Penegakan Perundangan Daerah (PPUD), Arianto menjelaskan, kedua pasangan ini didapati saat gelar patroli berlangsung.

Kedua pasangan tersebut diamankan di lokasi terpisah. Pertama di wilayah Bontang Selatan, pasangan ini mengaku telah menikah sirih, akan tetapi tidak dapat menunjukan surat nikahnya, kemudian yang kedua di wilayah Bontang Barat hanya melakukan transit.

“Kami langsung memberikan surat peringatan kepada mereka, dan pihak hotel juga akan diberi surat peringatan karena sudah melanggar aturan,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (19/3/2024).

Diketahui, kedua hotel ini telah melanggar surat edaran Wali Kota Bontang Nomor 100.3.3.3/586/Satpol PP/ 2024. Dimana pengusaha atau pengelola hotel dan juga guest house seharusnya membantu cegah terjadinya praktik prostitusi atau perbuatan asusila.

“Hari ini kami akan buatkan surat teguran resmi kepada pemilik hotel di lokasi kejadian, karena telah lalai tidak memeriksa dan mendokumentasikan identitas calon pengunjung atau penginap hotel,” paparnya.

Arianto menambahkan, jika sanksi sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda), ada tahapannya setelah surat teguran pertama dan berikutnya, sehingga bisa sampai penutupan atau penyegelan operasional hotel.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Tingkat DBD Masih Tinggi, Dinkes Bontang Sebut 131 Kasus di Awal Tahun 2024

0
Tingkat DBD Masih Tinggi, Dinkes Bontang Sebut 131 Kasus di Awal Tahun 2024
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang menyebutkan, ada sebanyak 131 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun 2024.

Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Bontang, Nur Ilham menjelaskan, bahwa kasus DBD di Bontang terhitung masih tinggi. Untuk wilayah Bontang Barat ada sebanyak 33 kasus, Bontang Utara 36 kasus, dan Bontang Selatan 61 kasus.

“Untuk tingkatan DBD masih terbilang cukup tinggi, bahkan sudah ada yang meninggal,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (19/3/2024).

Padahal menurutnya, untuk mencegahnya sangat mudah. Tetap menjaga kebersihan di sekitar rumah dan lingkungan. Bahkan harus lakukan metode 3M.

Pertama, menguras tempat penyimpanan air, kedua menutup tempat penampungan air, dan ketiga mendaur ulang barang yang tidak terpakai, agar tidak menjadi sarang untuk nyamuk berkembang biak.

“Jika kita bisa menerapkan itu, pastinya kita akan terhindar dari DBD,” paparnya.

Selain itu, ada beberapa langkah lainnya yang perlu dilakukan, seperti memasang kawat anti nyamuk, menanam tumbuhan pengusir nyamuk, tidak membuat tumpukan pakaian, hingga menaburkan bubuk abate pada penampungan air.

“Sebenarnya sangat banyak cara pencegahan DBD, akan tetapi kalau kita lakukan cara setengah saja di rumah atau lingkungan sekitar kita, pastinya sudah sedikit membantu pencegahan,” ungkapnya.

Ilham juga menambahkan, jika sedang mengalami demam yang tidak kunjung usai harus segera langsung diperiksakan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

129 Pengendara Langgar Aturan Terjaring Selama Operasi Keselamatan Mahakam 2024

0
129 Pengendara Langgar Aturan Terjaring Selama Operasi Keselamatan Mahakam 2024
Polres Bontang lakukan razia di Jalan Cipto Mangunkusumo, Bontang. (Dok. Humas Polres Bontang).

BONTANG – Operasi Keselamatan Mahakam 2024 telah usai. Kegiatan yang berlangsung mulai dari tanggal 4 hingga 17 Maret 2024 itu, Satlantas Polres Bontang menjaring 129 pengendara yang melanggar aturan.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Lantas, AKP MD Djauhari mengatakan, ada sebanyak 57 pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), 47 pengendara yang tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), 5 pengendara yang tidak memakai helm, bahkan ada juga kendaraan yang overload.

“Kebanyakan yang terkena Razia adalah anak yang masih di bawah umur. Mereka malah bebas mengendarai kendaraan tersebut, padahal belum memiliki SIM,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (19/3/2024).

Djauhari menjelaskan, kegiatan razia harus dilakukan dengan tegas. Sebab ini salah satu hal untuk membuat para pengendara menjadi jera, akan pentingnya dalam melengkapi surat-surat kendaraan.

“Bukan hanya jera, kami juga membuat para pengendara untuk tetap bisa menjaga keselamatan mereka saat sedang mengendara. Entah keselamatan untuk diri sendiri, bahkan keselamatan orang lain,” paparnya.

Saat ini Polres Bontang telah menyita barang bukti yang di antaranya 2 sepeda motor, 37 SIM, dan 40 STNK.

“Saya harap dengan adanya razia seperti ini, bagi para pengendara sadar akan pentingnya melengkapi surat kendaraan dan juga keselamatan saat berkendara,” tambahnya.

Djauhari berpesan, untuk bisa lebih berhati-hati lagi saat berkendara, dan juga untuk para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anaknya agar tidak bebas berkendara jika belum memiliki SIM.

“Untuk menghindari akan adanya kecelakaan lalu lintas, saya himbau saat berkendara selalu menggunakan helm khusus pengguna sepeda motor, tidak membawa kendaraan dalam pengaruh alkohol, tidak mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, bahkan membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan di jalan raya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam