Beranda blog Halaman 93

Ketua DPRD Mahulu: Jalan Penghubung Kaltim–Kaltara Harus Berkualitas dan Tahan Lama

0
Ketua DPRD Mahakam Ulu, Devung Paran (tengah), mendampingi rombongan saat meninjau ruas jalan penghubung Mahakam Ulu–Kalimantan Utara di KM 95. (Dok. Istimewa)

UJOH BILANG – Ketua DPRD Mahakam Ulu, Devung Paran, menegaskan pembangunan ruas jalan penghubung Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, dengan Kalimantan Utara harus mengutamakan kualitas agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan usai melakukan peninjauan lapangan pada Kamis (2/7/2026). Menurutnya, pembangunan jalan tersebut merupakan langkah strategis yang telah lama dinantikan masyarakat untuk membuka akses dan memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan perbatasan Kalimantan.

“Peninjauan ini tentu kita apresiasi. Ini bentuk komitmen nyata pemerintah bersama DPRD dalam membuka konektivitas antarprovinsi yang selama ini dinantikan masyarakat,” ujar Devung, Senin (6/7/2026).

Ia menegaskan proyek tersebut tidak boleh hanya mengejar target penyelesaian fisik, tetapi juga harus memperhatikan mutu konstruksi agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“DPRD berkomitmen mengawal proyek tersebut. Kami minta kualitas dikedepankan. Jangan asal tembus. Jalan ini harus kuat, tahan puluhan tahun, dan benar-benar aman dilalui masyarakat,” tegasnya.

Menurut Devung, pembangunan yang mengabaikan kualitas berpotensi menimbulkan kerusakan dini hingga meningkatkan risiko bencana, seperti longsor, yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Karena itu, DPRD Mahakam Ulu menyatakan akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek hingga seluruh pekerjaan selesai sesuai standar yang ditetapkan.

“Ruas jalan Mahulu–Kaltim–Kaltara diproyeksikan menjadi urat nadi baru penghubung wilayah perbatasan Kalimantan. Namun keberhasilan proyek ini tidak diukur dari tembusnya jalan semata, melainkan dari seberapa lama dan seberapa aman jalan tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat,” tandasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Polisi Amankan Pisau, Penikaman Penjual Es Teh Masih Diselidiki

0

SAMARINDA – Seorang penjual es teh berinisial MFA menjadi korban penganiayaan berat setelah ditikam orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Jalan Siti Aisyah, RT 19, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (6/7/2026) malam sekitar pukul 20.00 Wita.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka tusuk serius di bagian dada dan punggung sebelah kanan. Korban langsung dievakuasi warga dan relawan menggunakan ambulans ke RS Dirgahayu Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolresta Samarinda melalui Perwira PAMAPTA III, Ipda Sofian Adi Cahyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi bergerak ke lokasi setelah menerima laporan keributan dari masyarakat.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada keributan di Jalan Siti Aisyah. Di lokasi tersebut terjadi penganiayaan yang mengakibatkan seorang laki-laki berinisial MFA mengalami luka robek di bagian dada depan sebelah kanan dan punggung sebelah kanan,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penikaman. Barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

“Kami menemukan satu buah pisau yang diduga kuat digunakan oleh pelaku untuk melukai korban,” tambahnya.

Terkait motif, polisi masih melakukan pendalaman. Berdasarkan informasi awal, kasus tersebut diduga dipicu persoalan asmara atau kecemburuan. Namun, penyidik masih mengumpulkan keterangan para saksi sebelum menyimpulkan penyebab pasti kejadian.

“Informasi awal yang kami terima dari TKP ada unsur kecemburuan. Cuma kami masih belum pastikan lagi karena informasinya masih simpang siur, sementara si korban ini diketahui sudah memiliki istri. Seperti apa kelanjutannya, nanti akan kami ungkap setelah penyelidikan lebih lanjut,” jelas Ipda Sofian.

Saat ini Tim Jatanras Polresta Samarinda masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya disebut telah mulai dikantongi.

Sementara itu, Ketua RT 19 Kelurahan Jawa, Muhammad Alwi Idris, mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapat laporan dari warga ketika korban telah dibawa ke rumah sakit.

“Infonya kejadian jam 20.00 Wita. Pas saya datang ke lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit pakai ambulans. Kejadiannya itu di sebuah kios tempat jualan es teh,” katanya.

Ia juga menyebut korban belum pernah melaporkan keberadaannya kepada pengurus RT sehingga identitas administratifnya belum tercatat.

“Korban ini tidak melapor ke pihak RT, jadi kami agak kesulitan mengetahui identitas lengkapnya secara langsung. Memang rata-rata pedagang di sini jarang melapor. Tadi saya langsung berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat agar segera ditangani,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih menjalani perawatan intensif di RS Dirgahayu Samarinda. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan masih mendalami kasus tersebut.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

92 Petugas Yantek PLN Nusa Daya Ikuti Sertifikasi Kompetensi di Bontang

0
Kegiatan sertifikasi kompetensi yang digelar PLN Nusa Daya Unit Pelaksana Kalimantan-3 Unit Laksana Samarinda dan Bontang Site Bontang. (Dok pribadi)

BONTANG – Sebanyak 92 Tenaga Alih Daya (TAD) petugas Pelayanan Teknik atau Yantek PLN Nusa Daya, mengikuti sertifikasi kompetensi yang digelar PLN Nusa Daya Unit Pelaksana Kalimantan-3 Unit Laksana Samarinda dan Bontang Site Bontang.

Pelaksanaan sertifikasi berlangsung mulai 18 Juni hingga 8 Juli 2026 di Kampus Yantek PLN UP3 Bontang, Jalan DI Panjaitan, Bontang Baru.

Sertifikasi ini dibagi menjadi 5 batch. Pesertanya berasal dari seluruh wilayah kerja PLN UP3 Bontang.

Manajer PLN Nusa Daya Site Bontang, Doni Fitrianto, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja pada bidang pemeliharaan distribusi.

“Ini juga untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan ketenagalistrikan, yang mewajibkan setiap tenaga teknik memiliki sertifikat kompetensi di bidang ketenagalistrikan,” ujar Doni.

Proses asesmen dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) PT Lembaga Sertifikasi Indonesia (LSI) yang berkedudukan di Bandung. LSI merupakan lembaga yang berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

Ada 3 kategori penilaian dalam sertifikasi ini.

Pertama, penilaian keterampilan teknis pada okupasi penguasaan Teknik Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Gardu Distribusi, dan Saluran Tegangan Rendah (JTR).

Kedua, penilaian pengetahuan dasar-dasar ketenagalistrikan.

Ketiga, penilaian atitude atau sikap kerja tenaga teknik.

Doni menambahkan, dengan adanya sertifikasi ini diharapkan kualitas pelayanan teknik PLN di wilayah Bontang dan sekitarnya semakin meningkat, khususnya dalam hal pemeliharaan jaringan distribusi yang andal dan sesuai standar.

Kegiatan sertifikasi kompetensi ini menjadi salah satu langkah PLN Nusa Daya, untuk memastikan seluruh petugas lapangan memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sesuai sebelum bertugas melayani pelanggan. (Rls/adv)

Editor: Yusva Alam

Kejati Kaltim Dalami Dugaan Korupsi TPP Guru, Dokumen Disita

0
Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara dalam penyidikan dugaan korupsi pembayaran TPP guru ASN dan insentif guru non-ASN. (Istimewa)

TENGGARONG – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur menggeledah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) guru ASN dan insentif guru non-ASN Tahun Anggaran 2020–2025.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Toni Yuswanto, mengatakan penggeledahan yang dilakukan pada Senin (6/7/2026) merupakan bagian dari proses penyidikan untuk memperkuat pembuktian perkara.

Menurutnya, penyidik mencari dan mengamankan dokumen maupun barang bukti yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan pembayaran TPP guru ASN dan insentif guru non-ASN di lingkungan Disdikbud Kukar.

Penggeledahan dilakukan di Kantor Disdikbud Kukar di Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Dalam kegiatan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik yang dinilai berkaitan dengan perkara yang sedang diusut.

Selain di Kantor Disdikbud Kukar, penyidik juga melakukan penggeledahan di lokasi lain. Namun, Kejati Kaltim belum mengungkap lokasi maupun pihak yang menjadi sasaran penggeledahan tersebut.

Seluruh dokumen dan barang bukti elektronik yang diamankan akan dianalisis lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyidikan.

Bersamaan dengan penggeledahan, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan Disdikbud Kukar. Pemeriksaan dilakukan untuk mengonfirmasi dokumen dan fakta yang telah diperoleh selama proses penyidikan.

“Tujuan dilakukannya penggeledahan adalah untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti dalam rangka kepentingan pembuktian perkara serta guna membuat terang tindak pidana yang terjadi,” ujar Toni Yuswanto.

Ia menegaskan, tindakan tersebut dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sebagai bagian dari penyidikan dugaan penyalahgunaan pembayaran TPP guru ASN dan insentif guru non-ASN pada Disdikbud Kukar Tahun Anggaran 2020 hingga 2025.

“Tim penyidik berhasil mengamankan dan membawa sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang terkait dengan perkara yang ditangani untuk proses penyidikan selanjutnya,” tutupnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

ASN Bontang Berduka, Kepala BPKAD Meninggal Dunia

0
Kepala BPKAD Bontang, Muhammad Syahbirin semasa hidup. (Ist)

BONTANG – Berita duka datang dari lingkungan Pemkot Bontang. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang, Muhammad Syahbirin, meninggal dunia, Senin (6/7/2026). Dikabarkan almarhum Syahbirin meninggal saat masih berada di ruang kerjanya.

Almarhum mengembuskan napas terakhirnya sekira pukul 15.10 WITA. Menurut informasi awal yang dihimpun, pria yang dikenal berdedikasi tinggi ini terkena serangan jantung mendadak. Rekan-rekan kerjanya sempat berupaya memberikan pertolongan pertama sebelum melarikan almarhum ke RSUD Taman Husada Bontang.

Sayangnya, takdir berkata lain. Tim medis menyatakan bahwa sang pejabat senior telah berpulang sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah pulang ke Rahmatullah, Bapak Syahbirin,” tulis pesan berantai yang beredar cepat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Bontang.

Kepergian Muhammad Syahbirin menyisakan duka bagi rekan sejawat. Dedikasinya mengawal urusan keuangan dan aset daerah Bontang harus terhenti tepat di tempat di mana ia mengabdi setiap hari.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Program BERLIAN di Perpusda Meriahkan Liburan Seru dan Edukatif

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui awak media. (Dwi S).

BONTANG – Bunda Literasi Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengajak seluruh anak-anak di Kota Bontang untuk memanfaatkan waktu liburnya, dengan mengikuti Program Bermain dan Berliterasi Selama Liburan ke Perpustakaan (BERLIAN), yang berlangsung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang.

Melalui program ini, anak-anak diajak menikmati berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara menarik, sehingga mampu menumbuhkan minat baca sekaligus mengembangkan kreativitas dan imajinasi.

Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menemani liburan sekolah, di antaranya Bintang Baca, Replay, Dongeng Anak (DONAT), hingga Cinema Pusdabon. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang, agar anak-anak dapat belajar sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Neni Moerniaeni mengatakan bahwa, perpustakaan bukan hanya tempat untuk membaca buku saja, tetapi juga menjadi ruang belajar yang nyaman, kreatif, dan inspiratif bagi anak-anak yang berdatangan kesana.

“Belajar tidak harus membosankan. Di Perpustakaan Daerah Kota Bontang, anak-anak bisa bermain, membaca, berkreasi, berimajinasi, sekaligus menambah wawasan dalam suasana yang menyenangkan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Selain itu, Neni turut mengajak para orang tua untuk ikut serta mendampingi dan mengarahkan, anak-anak memanfaatkan waktu di masa liburannya dengan kegiatan yang positif.

Menurutnya, Program BERLIAN menjadi salah satu upaya menanamkan budaya literasi sejak dini, sekaligus menciptakan pengalaman liburan yang lebih bermakna bagi generasi muda.

“Jangan lewatkan masa liburan begitu saja. Jadikan setiap hari lebih bermakna dengan berkunjung ke Perpustakaan Daerah Bontang. Ajak keluarga, sahabat, dan teman-teman untuk meramaikan Program BERLIAN. Karena liburan terbaik adalah liburan yang penuh cerita, ilmu, dan inspirasi,” jelasnya.

Sehingga di program BERLIAN ini, sangat diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak Bontang untuk mengisi waktu libur dengan aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu meningkatkan minat baca, memperluas pengetahuan, serta membangun karakter melalui budaya literasi.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tanggapi Kasus Kehamilan Remaja, Neni: Tanggung Jawab Pemerintah, Orangtua, dan Semua Masyarakat!

0
Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni. (Ist)

BONTANG – Neni tidak menolak bahwa kasus kehamilan remaja tetap menjadi persoalan yang harus ditangani bersama. Menurutnya, penyelesaiannya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Itu bagian dari permasalahan yang memang harus kita selesaikan. Tanggung jawabnya bukan hanya pemerintah, tetapi juga orang tua dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang selama ini telah rutin melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, mengenai kesehatan reproduksi dan pendidikan bagi remaja. Namun, kegiatan tersebut tidak selalu dipublikasikan ke masyarakat.

“Untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah sebenarnya sudah berjalan sejak lama. Hanya saja selama ini kegiatannya tidak selalu saya share. Tidak semua kegiatan harus diunggah atau dipublikasikan, karena ada hal-hal yang berkaitan dengan privasi dan bisa menimbulkan persoalan lain,” jelasnya.

Menurut Neni, antusiasme para pelajar dalam mengikuti sosialisasi tersebut cukup tinggi. Ia menilai edukasi mengenai kesehatan reproduksi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah pernikahan dini, kehamilan usia remaja, hingga berbagai risiko kesehatan.

“Anak-anak sangat antusias ketika kami datang ke sekolah. Saya rasa kegiatan seperti ini memang sangat perlu, terutama agar mereka memahami kesehatan reproduksi. Kalau mereka tidak memahami kesehatan reproduksi lalu melakukan seks bebas, itu bisa mengancam organ reproduksinya,” katanya.

Neni menambahkan bahwa kehamilan pada usia remaja juga memiliki berbagai risiko serius, baik bagi ibu maupun bayi yang dikandung.

“Mereka bisa hamil di usia muda, berisiko melahirkan anak stunting, mengalami pendarahan saat hamil, bahkan bisa mengancam jiwa. Banyak sekali permasalahan yang bisa mengancam anak seusia mereka. Karena itulah sosialisasi ini sangat penting,” tutup Neni.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Fenomena ‘Anak Melahirkan Anak’ di Bontang Mengkhawatirkan, Dokter Badi Ungkap Data Kehamilan dan Persalinan Remaja

0
dr. Fakhruzzabadi, Sp.OG. (AI)

BONTANG – Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Fakhruzzabadi, Sp.OG, mengungkapkan data yang ia temui selama praktik, menunjukkan tingginya angka kehamilan remaja, bahkan sebagian di antaranya terjadi pada anak yang belum menikah.

Berdasarkan catatan praktiknya, sejak Januari hingga akhir Mei 2026 terdapat 59 kunjungan pasien hamil berusia di bawah 20 tahun yang menjalani kontrol kehamilan.

“Menurut pengalaman saya di praktik, kehamilan pada usia muda, khususnya di bawah 20 tahun, bukan lagi lumayan banyak, tetapi angkanya sangat tinggi. Dalam lima bulan terakhir saja ada sekitar 59 pasien usia muda yang kontrol hamil,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6/2026).

Dari puluhan pasien tersebut, tidak semuanya berstatus menikah. Sebagian masih berstatus lajang atau belum memiliki pasangan resmi.

“Mereka yang kontrol hamil ada yang berstatus nyonya karena sudah menikah, tetapi banyak juga yang masih berstatus nona atau belum menikah. Jadi menurut saya, angka kehamilan di bawah umur ini sangat fantastis,” katanya.

Tak hanya kehamilan, dr. Badi sapaannya, juga mengaku prihatin dengan tingginya angka persalinan pada anak di bawah umur. Bahkan ia menyebut kondisi tersebut sebagai fenomena “anak-anak melahirkan anak.” Dalam satu bulan terakhir saja, ia menangani enam kasus persalinan anak di bawah umur.

Mengejutkannya lagi, empat dari enam pasien tersebut datang ke rumah sakit melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), bukan karena mengetahui dirinya akan melahirkan.

“Ada yang datang karena nyeri perut hebat, ada yang mengeluh mengalami perdarahan. Setelah diperiksa di IGD baru diketahui, ternyata mereka sedang hamil dan sudah akan bersalin,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, dari empat kasus persalinan yang masuk melalui IGD tersebut, dua bayi berhasil diselamatkan karena memiliki berat lahir di atas dua kilogram, meski masih tergolong rendah.

“Sementara dua bayi lainnya, meninggal dunia akibat lahir dengan berat badan yang sangat kecil,” bebernya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kemarau, Lahan di Wilayah Kusnodo Terbakar

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb6juli2026/mobile/

Polisi Tertibkan Balap Liar di Samarinda, Knalpot Brong Bakal Dimusnahkan

0
Puluhan pengendara balap liar mendorong sepeda motornya usai terjaring patroli Polresta Samarinda di kawasan Taman Samarendah. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat terkait aksi balap liar, jajaran Polresta Samarinda menggelar patroli malam di sejumlah titik rawan. Hasilnya, sebanyak 20 sepeda motor berknalpot brong yang diduga digunakan untuk balap liar berhasil diamankan.

Patroli dipimpin Perwira Pengamat Wilayah (Pamapta) II Polresta Samarinda, IPDA Ilham Satria Brajanata. Operasi menyasar lokasi-lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar oleh sekelompok pemuda.

“Malam ini kami dari piket PAMAPTA II bersama piket fungsi lainnya melaksanakan patroli terkait adanya balap liar yang menjadi keluhan masyarakat di wilayah Samarinda. Balap liar ini sangat meresahkan, mulai dari penggunaan knalpot brong hingga membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar IPDA Ilham, Minggu (5/7/2026) dini hari.

Dalam patroli tersebut, petugas menyisir sejumlah ruas jalan protokol. Sebagian besar kendaraan berhasil diamankan di kawasan Taman Samarendah yang selama ini kerap menjadi titik berkumpul para pelaku balap liar.

“Sebagian besar kendaraan yang kami amankan berada di wilayah Taman Samarendah,” katanya.

Dari hasil operasi, polisi mengamankan 20 unit sepeda motor yang seluruhnya menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.

“Total yang kami amankan ada 20 kendaraan dan semuanya menggunakan knalpot brong,” tegasnya.

IPDA Ilham menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku balap liar maupun pengendara yang menggunakan knalpot brong karena dinilai mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pemilik kendaraan akan dikenakan sanksi tilang sesuai ketentuan yang berlaku serta diwajibkan melengkapi dokumen kendaraan seperti STNK dan SIM.

Selain itu, knalpot brong yang disita akan dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali.

Polresta Samarinda memastikan patroli serupa akan terus dilakukan sebagai upaya menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Banyak sekali keluhan masyarakat terkait knalpot brong yang mengganggu ketenangan dan membahayakan pengguna jalan. Kami akan terus merespons laporan tersebut dengan melakukan penertiban,” ujar IPDA Ilham.

Ia berharap langkah tersebut mampu menekan aksi balap liar sekaligus menciptakan situasi lalu lintas yang lebih aman dan tertib di Kota Samarinda.

“Tujuannya agar masyarakat Samarinda merasa lebih nyaman dan aman dengan adanya tindakan kepolisian untuk memberantas balap liar,” pungkasnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.