Beranda blog Halaman 93

Warga Keluhkan Tarif Masuk di Kawasan Bontang Kuala

0
Tiket masuk ke Bontang Kuala. (Ist).

BONTANG – Penerapan tarif masuk di kawasan Bontang Kuala (BK) mulai menuai keluhan dari sejumlah warga. Saat ini, distribusi penarikan retribusi di kawasan wisata tersebut, telah berjalan dengan tarif Rp 5 ribu untuk orang dewasa, sedangkan Rp 2 ribu untuk anak-anak.

Sejumlah masyarakat di Bontang khususnya, menilai biaya masuk tersebut cukup membebani, terlebih lagi jika datang bersama keluarga. Mereka mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan, sebelum menikmati fasilitas di kawasan wisata tersebut.

Selvi, salah seorang pengunjung mengungkapkan, untuk tiga orang pengunjung saja sudah harus membayar Rp 15 ribu selama berada di lokasi tersebut.

“Kalau datang bersama keluarga tentu lumayan juga. Belum lagi untuk beli makan atau minuman di sana. Tapi katanya bayar disini, sudah termasuk dengan gratis parkir di dalam,” ucapnya, Sabtu (9/5/2026).

Keluhan lainnya juga muncul, karena masyarakat menilai kawasan BK selama ini merupakan ruang publik yang sering dikunjungi warga lokal untuk bersantai maupun menikmati suasana laut.

Meski demikian, sebagian warga juga memahami penerapan retribusi tersebut dilakukan, untuk mendukung pemeliharaan kawasan wisata dan kebersihan lingkungan.

Namun mereka berharap, pemerintah dapat memberikan kebijakan khusus bagi warga lokal, atau melakukan evaluasi terhadap besaran tarif yang diterapkan.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sebelumnya mulai menerapkan retribusi di sejumlah kawasan wisata sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mendukung perawatan fasilitas umum dan lingkungan wisata.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Warga RT 11 Tanjung Laut Indah Keluhkan Jembatan Mulai Terasa Goyang, Balok Penyangga Hilang Sebagian

0
Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro saat meninjau jembatan yang goyang. (Ist).

BONTANG – Sebuah jembatan yang menjadi akses utama bagi warga di RT.11, Kelurahan Tanjung Laut Indah, dilaporkan mengalami kerusakan dan diduga kehilangan sejumlah balok penyangganya. Kondisi tersebut membuat warga merasa khawatir, karena jembatan disebut mulai bergoyang saat dilewati.

Menindaklanjuti informasi yang beredar, Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil penelusuran awal, diketahui jembatan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kemarin kami sudah ke lokasi jembatan yang isunya hilang beberapa bagian. Sebelum ke lapangan kami telusuri dulu, ternyata jembatan tersebut aset provinsi,” ucapnya, Sabtu (9/5/2026).

Saat melakukan pengecekan langsung di lapangan, ditemukan adanya bekas baut yang terlepas pada bagian balok penyangga jembatan. Selain itu, di beberapa titik juga masih ditemukan baut yang masih utuh terpasang.

Pihak kelurahan menyebut terdapat dua kemungkinan terkait kondisi tersebut, yakni adanya komponen penyangga yang memang belum dipasang secara lengkap atau kemungkinan sudah benar-benar hilang.

“Setelah saya lihat langsung di balok penyangga ada bekas baut bolong dilepas. Kedua, beberapa meter juga ada baut yang masih terpasang. Jadi ada dua kemungkinan, apakah memang belum dipasang siku atau memang hilang,” katanya.

Ia menjelaskan, panjang bagian yang diduga hilang mencapai sekitar 36 meter, sehingga membutuhkan banyak balok penyangga. Namun, warga sekitar mengaku kecil kemungkinan terjadi pencurian, karena lingkungan tersebut dinilai cukup aman dan rutin dilakukan penjagaan di pos siskamling.

“Saya sempat tanya warga, mereka merasa lingkungan aman dan ada pos siskamling. Jadi kemungkinan hilang juga masih tanda tanya,” lanjutnya.

Untuk sementara waktu, warga diimbau membatasi penggunaan jembatan, khususnya kendaraan roda empat saat keadaan urgent. Saat ini akses jembatan masih diperbolehkan untuk kendaraan roda dua, sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait.

“Kami tindak lanjut awal hanya dilewati roda dua. Tetap saya imbau dibatasi untuk roda empat. Sebab jembatan ini seperti di Bontang Kuala, kalau ada urgent bisa masuk untuk roda empat,” ujarnya.

Pihak kelurahan juga berencana berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim), guna memastikan kondisi konstruksi jembatan serta penyebab hilangnya bagian penyangga tersebut.

Selain itu, warga diminta meningkatkan penjagaan lingkungan terutama pada malam hari. Dugaan sementara, jika memang terjadi kehilangan material, pengambilan dilakukan saat kondisi air pasang.

Diketahui, tidak ada laporan resmi warga yang masuk ke pihak kelurahan. Informasi awal justru diperoleh melalui pemberitaan media dan keluhan masyarakat sekitar.

“Tidak ada warga yang melapor langsung, mereka lapor ke media. Karena itu lingkungan saya, maka saya harus lihat langsung,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PWI Bontang Audiensi ke Badak LNG, Apresiasi Dukungan Berkelanjutan untuk Program Pers

0
Para pengurus PWI Bontang saat audiensi ke Badak LNG. (Ist)

BONTANG – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang melakukan audiensi dengan manajemen PT Badak LNG, Jumat (8/5/2026) siang. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut sebagai bentuk penguatan sinergi antara perusahaan dan insan pers di Kota Taman, sekaligus memperkenalkan kepengurusan PWI yang baru saja dilantik.

Rombongan PWI Bontang dipimpin langsung Ketua PWI Bontang, Kusnadi Said. Kehadiran jajaran pengurus diterima Manager CSR & Relation Badak LNG, Putra Peni Luhur Wibowo, yang didampingi SPV Internal dan Eksternal Relation, Syuhril.

Dalam pertemuan tersebut, PWI Bontang menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang selama ini terjalin antara PT Badak LNG dengan insan media di Bontang. Menurut Kusnadi, dukungan perusahaan terhadap kegiatan pers telah memberikan kontribusi positif bagi peningkatan profesionalisme wartawan di daerah. “Kami mengapresiasi komitmen Badak LNG yang selama ini terus bersinergi dengan insan pers dan mendukung berbagai kegiatan kewartawanan di Bontang,” ujarnya.

PWI juga menilai Badak LNG konsisten mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik. Salah satunya melalui dukungan terhadap pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan.

Selain itu, perusahaan dinilai aktif membangun komunikasi yang baik dengan media melalui agenda Media Gathering yang rutin digelar setiap tahun. Kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat hubungan silaturahmi sekaligus membangun komunikasi positif antara perusahaan dan media lokal.

Dalam audiensi itu, PWI Bontang turut menyambut rencana pelaksanaan Media Gathering Badak LNG tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Kusnadi berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat, termasuk dukungan Badak LNG terhadap berbagai program yang akan dijalankan PWI Bontang ke depan. “Sinergi yang baik ini kami harapkan terus berlanjut demi mendukung penguatan kualitas pers dan hubungan harmonis antara perusahaan dengan media di Kota Bontang,” tambahnya.

Sementara itu, Manager CSR & Relation Corporate Communication Badak LNG, Putra Peni Luhur Wibowo, menyambut positif kunjungan pengurus PWI Bontang ke Badak LNG dan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hubungan baik dengan insan pers sebagai mitra strategis perusahaan dalam penyebaran informasi kepada masyarakat

Menurutnya, media dan wartawan memiliki kontribusi besar dalam mendukung keberlangsungan dan citra positif Badak LNG hingga saat ini. “Keberhasilan Badak LNG sampai hari ini tentu tidak lepas dari peran media yang terus aktif memberikan informasi kepada masyarakat. Karena itu kami sangat mengapresiasi sinergi yang sudah terjalin baik bersama PWI Bontang,” katanya. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Dapur Gizi Polres Kutim Siap Beroperasi Layani 1.410 Penerima Manfaat

0
Jelang Beroperasi, Dapur Gizi Polres Kutim Jalani Simulasi Ketat. (Ist)

SANGATTA – Polres Kutai Timur (Kutim) mematangkan kesiapan operasional Dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Kemala Bhayangkari di Jalan Jenderal Sudirman, Sangatta Utara.

Kesiapan itu ditandai dengan simulasi operasional dapur. Simulasi dilakukan sebagai tahapan akhir sebelum dapur resmi beroperasi pada 11 Mei 2026 mendatang.

Dalam tahap awal operasional, dapur SPPG ditargetkan mampu melayani 1.410 penerima manfaat. Kegiatan simulasi dipimpin langsung Wakapolres Kutim, Ahmad Abdullah bersama jajaran pejabat utama Polres Kutim, pengurus Bhayangkari Cabang Kutim, serta perwakilan Badan Gizi Nasional.

Seluruh tahapan operasional diuji dalam simulasi tersebut. Mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pencucian, pengolahan makanan, pengemasan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Tak hanya itu, aspek higienitas dan keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Seluruh petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap demi menjaga kualitas makanan yang diproduksi.

Wakapolres Kutim Ahmad Abdullah mengatakan simulasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal sebelum dapur resmi beroperasi.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari kesiapan teknis sekaligus evaluasi awal agar seluruh sistem berjalan optimal. Kami ingin memastikan dapur SPPG Polres Kutim benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, jajaran Polres Kutim bersama Bhayangkari juga melakukan food testing guna memastikan makanan yang akan disalurkan memenuhi standar gizi dan aman dikonsumsi.

Ke depan, SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Kutim diproyeksikan mampu memproduksi hingga 2.500 sampai 3.000 porsi makanan per hari. Kapasitas itu didukung fasilitas dapur modern dan sistem pengelolaan yang terstandarisasi.

Menurut Ahmad Abdullah, keberadaan dapur SPPG merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemenuhan gizi.

“Program ini bukan hanya tentang penyediaan makanan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan gizi yang sehat, aman, dan layak konsumsi,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara Polri, Bhayangkari, dan Badan Gizi Nasional terus diperkuat agar pelayanan gizi dapat berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan keberadaan SPPG benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Judi Bola dan Tiket Palsu Jadi Sorotan Jelang Piala Dunia 2026

0
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko. (Istimewa)

JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kejahatan menjelang pelaksanaan 2026 FIFA World Cup, mulai dari penipuan berkedok tiket nonton bareng hingga praktik judi bola ilegal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan indikasi penipuan dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar).

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Televisi Republik Indonesia (TVRI), Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Menurut Trunoyudo, Polri juga membuka kemungkinan menghadirkan kanal pengaduan khusus bersama TVRI guna mempermudah masyarakat menyampaikan laporan terkait kegiatan nobar resmi.

“Nantinya memungkinkan ada hotline bersama dengan TVRI terkait pelaksanaan nobar, mengingat seluruh penyelenggara telah terdaftar sehingga pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal,” katanya.

Selain potensi penipuan, Polri turut menyoroti ancaman meningkatnya praktik judi bola ilegal yang kerap memanfaatkan momentum pertandingan internasional.

Trunoyudo menegaskan aktivitas perjudian dapat memicu tindak pidana lain yang merugikan masyarakat.

“Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum ini justru dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum yang dapat menimbulkan kerugian,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat menikmati atmosfer Piala Dunia dengan cara yang sehat dan tetap menjaga keamanan lingkungan.

“Dukung tim favorit dengan semangat positif. Jangan sampai fanatisme berlebihan justru mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” ujarnya.

Sebagai informasi, 2026 FIFA World Cup akan digelar pada Juni hingga Juli 2026 di tiga negara tuan rumah, yakni Canada, Mexico, dan United States.

Sementara itu, Televisi Republik Indonesia selaku pemegang hak siar resmi di Indonesia berencana menggelar kegiatan nonton bareng di 34 stasiun daerah yang dapat diakses masyarakat secara terbuka. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Grup Kalla Perkuat Keterlibatan di Proyek Strategis IKN

0
Pada awal 2026, Kalla Group melalui Kalla Beton juga telah menyuplai ready mix untuk proyek jalan kawasan pendukung di KIPP IKN. (Foto: A. Riski/MKN)

NUSANTARA – Kalla Group melalui unit usahanya, Kalla Beton, mengantongi kontrak senilai Rp4 miliar untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Perusahaan tersebut dipercaya menyuplai sebanyak 6.057 unit U-Ditch atau beton precast berbentuk huruf “U” untuk kebutuhan drainase proyek pembangunan embung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B.

Non Ready Mix General Manager Kalla Beton, Ashar Rahman, menjelaskan proyek tersebut memiliki peran penting dalam mendukung infrastruktur dasar IKN, khususnya untuk pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air.

Menurutnya, seluruh produk U-Ditch yang diproduksi telah disesuaikan dengan spesifikasi teknis proyek agar memiliki tingkat presisi dan daya tahan jangka panjang.

“Komitmen kami menghadirkan produk terbaik dengan standar mutu tinggi guna mendukung keberhasilan proyek pembangunan di IKN,” ujarnya dalam keterangan resmi Kalla Group, Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan, proyek di kawasan KIPP memerlukan perhatian khusus, terutama dalam aspek distribusi dan pengawasan produksi material.

Sementara itu, Precast Manager Kalla Beton, Muhammad Syafaruddin, menegaskan sistem logistik dan kontrol kualitas menjadi prioritas perusahaan guna memastikan ketepatan waktu pengiriman material ke lokasi proyek.

“Kami memastikan seluruh proses produksi dilakukan dengan pengawasan ketat. Hal ini penting agar setiap unit yang dikirim memenuhi spesifikasi teknis dan siap diaplikasikan segera di lokasi proyek,” katanya.

Selain proyek U-Ditch, pada awal 2026 Kalla Beton juga telah menyepakati kontrak suplai beton cair (ready mix) untuk dua proyek besar di kawasan KIPP IKN, yakni pembangunan Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A dan Embung KIPP 1B.

Secara keseluruhan, volume ready mix yang disuplai untuk kedua proyek tersebut mencapai sekitar 78 ribu meter kubik.

Keterlibatan Kalla Beton dalam proyek strategis nasional itu disebut menjadi bentuk pengakuan atas kualitas produk dan kredibilitas perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di kawasan IKN. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Aulia Rahman Basri Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah

0
Suasana pelantikan pejabat tinggi pratama oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, di Pendopo Odah Etam. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, melantik 19 pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (8/5/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Odah Etam itu terdiri dari 18 pejabat struktural dan satu pejabat fungsional.

Dalam sambutannya, Aulia menegaskan jabatan bukan sekadar penghargaan ataupun fasilitas birokrasi, melainkan amanah yang harus dibayar dengan kerja nyata untuk masyarakat.

“Kami menjamin, naiknya jabatan Bapak-Ibu sekalian, tidak ada satupun kompensasi yang kami harapkan selain pengabdian Bapak-Ibu sekalian kepada masyarakat,” tegasnya.

Aulia juga mengingatkan seluruh pejabat agar tidak menjadikan pelantikan sebagai seremoni biasa. Ia meminta para ASN yang baru dilantik benar-benar menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab terhadap pelayanan publik.

Menurutnya, masa efektif pemerintahan saat ini hanya tersisa sekitar empat tahun sehingga seluruh perangkat daerah diminta bergerak cepat menjalankan program dan turun langsung melihat kebutuhan masyarakat.

Ia bahkan secara tegas mempersilakan pejabat yang merasa tidak mampu bekerja optimal untuk mundur dari jabatan.

“Kalau Bapak-Ibu sekalian tidak sanggup untuk jadi piawai, silakan lambaikan tangan dan mengundurkan diri. Jangan menjadi beban untuk organisasi pemerintah daerah Kukar,” ujarnya.

Peringatan keras itu menjadi penekanan utama dalam pelantikan pejabat kali ini. Aulia mengaku tidak ingin ada aparatur yang hanya menikmati jabatan tanpa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Saya tidak akan menolerir pegawai-pegawai yang hanya mau dilayani. Tugas kita sekarang adalah bagaimana kita melayani masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta pejabat kecamatan dan aparatur di wilayah lebih aktif turun langsung ke lapangan karena masyarakat kini dinilai semakin kritis terhadap kerja pemerintah.

“Masyarakat sekarang sudah sangat melek dengan kerja-kerja kita. Mereka tidak harus menunggu hasil kinerja kita, akan tetapi masyarakat hari ini mereka ingin melihat kerja-kerja,” lanjutnya.

Selain itu, Aulia turut menyinggung dokumen perencanaan pembangunan daerah yang menurutnya tidak bersifat mutlak dan masih dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Dokumen perencanaan kita bukanlah kitab suci yang tidak bisa diubah dan kita bisa ubah jika tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat,” tegasnya.

Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat strategis turut bergeser. Di antaranya Mauritz Silalahi yang dilantik sebagai Direktur RSUD AM Parikesit Kukar dan Ismi Mufiddah sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kukar.

Selain itu, Muhammad Iryanto dipercaya menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar.

Beberapa pejabat lain yang turut dilantik di antaranya Slamet Hadiraharjo, Erry Suparjan, serta Ahmad Husaeni.

Pelantikan juga mencakup sejumlah pejabat teknis di lingkungan Pemkab Kukar sebagai bagian dari penguatan birokrasi dan percepatan pelayanan publik di daerah. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

PLN UIP KLT Tingkatkan Pelayanan Informasi Publik

0
PPID Pelaksana PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Raditya Kuntoro, berdiskusi bersama Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur, Sencihan. (Istimewa)

SAMARINDA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) memperkuat komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik melalui audiensi bersama Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda, Rabu (6/5/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana PLN UIP KLT sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Audiensi itu juga menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat standar pelayanan informasi publik, pengelolaan dokumentasi, hingga pelaksanaan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam pertemuan tersebut, PPID Pelaksana PLN UIP KLT yang juga Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi, Raditya Kuntoro, berdialog langsung dengan Ketua Komisi Informasi Kaltim, Sencihan.

Raditya memaparkan sejumlah langkah dan inovasi yang telah diterapkan PLN UIP KLT dalam mendukung keterbukaan informasi publik di lingkungan perusahaan.

“Keterbukaan informasi publik bukan hanya kewajiban badan publik, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat. Melalui audiensi ini, PLN UIP KLT ingin memastikan pengelolaan informasi publik berjalan semakin baik, sesuai ketentuan, serta mampu mendukung prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan penguatan layanan informasi publik menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan.

“Informasi yang dikelola dengan baik akan membantu masyarakat memahami program, kebijakan, dan proses pembangunan yang dilakukan PLN UIP KLT. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi dengan Komisi Informasi agar pelaksanaan PPID semakin optimal dan mampu menjawab kebutuhan informasi publik,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Komisi Informasi Kaltim, Sencihan, mengapresiasi langkah PLN UIP KLT yang aktif memperkuat pengelolaan informasi publik melalui fungsi PPID.

Menurutnya, keterbukaan informasi bukan hanya sebatas memenuhi aspek penilaian, tetapi juga bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap badan publik.

“PLN harus dapat menjadi contoh badan publik yang menghadirkan pelayanan informasi secara transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat. Penguatan fungsi PPID juga sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam memastikan layanan informasi publik berjalan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Pertemuan tersebut berlangsung konstruktif dan diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara PLN UIP KLT dan Komisi Informasi Kaltim dalam mendukung implementasi keterbukaan informasi publik yang lebih optimal di Kalimantan Timur. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Golkar Sebut Hak Angket Bisa Seret Wagub, Seno Aji Malah Tertawa

0
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, usai menghadiri kegiatan Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Budisatrio Djiwandono, di Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menanggapi santai wacana pengguliran hak angket di DPRD Kaltim yang disebut-sebut turut bisa menyeret dirinya sebagai bagian dari pasangan kepala daerah.

Alih-alih menunjukkan ketegangan, Ketua DPD Gerindra Kaltim itu justru merespons dengan nada ringan saat dimintai tanggapan awak media seusai menghadiri kegiatan Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Budisatrio Djiwandono, di Hotel Haris Samarinda, Jumat (8/5/2026).

“Hihihi, mana ada. Urusan DPRD itu,” ujar Seno Aji sembari tersenyum.

Pernyataan tersebut muncul setelah Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry, dalam Rapat Pimpinan DPRD pada 4 Mei lalu menegaskan bahwa hak angket tidak bisa hanya diarahkan kepada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, secara personal.

Menurut Sarkowi, secara konstitusional gubernur dan wakil gubernur merupakan satu pasangan kepala daerah yang tidak dapat dipisahkan dalam konteks hak angket.

“Hak angket ini tujuan dan sasarannya bukan hanya untuk Pak Gubernur, tetapi gubernur dan wakil gubernur karena mereka adalah satu pasangan,” tegas Sarkowi dalam forum tersebut.

Ia juga meminta Fraksi Gerindra DPRD Kaltim memberikan penjelasan lebih terbuka terkait dinamika politik yang berkembang.

Polemik hak angket sendiri mencuat setelah aksi massa “214” yang menyoroti sejumlah kebijakan dan tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemprov Kaltim.

Sebagai tindak lanjut, sebanyak 21 anggota DPRD dari enam fraksi telah menandatangani usulan hak angket terhadap Pemerintah Provinsi Kaltim. Hingga kini, Fraksi Golkar menjadi satu-satunya fraksi yang secara terbuka lebih memilih opsi hak interpelasi dibanding hak angket.

Meski isu tersebut terus berkembang dan menjadi perhatian publik, Seno Aji menegaskan dirinya tidak ingin terlalu jauh mencampuri dinamika internal legislatif.

Baginya, seluruh proses pembahasan hak angket merupakan kewenangan DPRD Kaltim sebagai lembaga politik dan pengawasan daerah.

“Ya itu ranah DPRD,” katanya singkat. (MK)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S

Imigrasi Samarinda Gandeng PWI Kaltim Dorong Informasi Keimigrasian Akurat

0
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda, Misnal Ariyanto, bersama jajaran saat berkunjung ke Kantor PWI Kalimantan Timur. (Istimewa)

SAMARINDA – Jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda melakukan kunjungan resmi ke Gedung PWI Kalimantan Timur pada Jumat (8/5/2026).

Kehadiran Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda, Misnal Ariyanto, beserta rombongan disambut langsung Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, bersama jajaran pengurus harian dalam suasana penuh keakraban.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga, khususnya dalam mendukung keterbukaan informasi publik di Kalimantan Timur.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga saling bertukar informasi strategis terkait pelayanan keimigrasian, dinamika informasi publik, hingga peran media dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.

Misnal Ariyanto menegaskan media memiliki peran penting dalam mendukung transparansi pelayanan publik, termasuk dalam menyosialisasikan berbagai kebijakan dan program kerja keimigrasian.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan rekan-rekan pers. Sinergi ini penting agar informasi mengenai kebijakan dan pelayanan keimigrasian dapat tersampaikan ke masyarakat secara akurat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan yang baik antara instansi pemerintah dan insan pers menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan terpercaya.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, mengapresiasi langkah Kantor Imigrasi Samarinda yang aktif membuka ruang komunikasi dengan organisasi pers.

Ia menilai keterbukaan informasi dari instansi vertikal sangat membantu kerja jurnalistik dalam menghadirkan pemberitaan yang akurat, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat.

“PWI Kaltim menyambut baik ajakan kerja sama ini. Kami siap menjadi mitra strategis dalam mendiseminasikan informasi keimigrasian, sehingga masyarakat mendapat edukasi yang jelas dan benar melalui pemberitaan yang kredibel,” katanya.

Pertemuan tersebut juga diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara Imigrasi Samarinda dan insan pers di Kalimantan Timur, khususnya dalam mendukung penyebaran informasi pelayanan publik yang lebih luas dan transparan. (MK)

Editor: Agus S