Beranda blog Halaman 954

Banjir Kerap Melanda, Begini Cara Petani Bontang Menghadapinya!

0
Pertanian di perkotaan kerap dilanda banjir. (ist)

BONTANG – Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa bulan terakhir ini tidak terlalu berdampak buruk pada pertanian di Bontang. Lantaran para petani di Bontang sudah memiliki cara dalam mengantisipasi cuaca musiman itu. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Debora Kristiani.

Debora menjelaskan, curah hujan yang tinggi kerap menyebabkan banjir di Kota Taman, sebutan Kota Bontang. Kondisi tersebut sering menyebabkan banjir yang berujung merusak lahan pertanian.

Menghadapi bencana banjir yang kerap berulang itu, para petani di Bontang sudah memiliki solusi dalam menghadapinya. Bahu membahu bersama DPK3 Bontang mencari cara menghadapi kondisi ini.

Cara pertama yang dilakukan adalah DKP3 memiliki alat curah hujan. Dengan alat tersebut DKP3 mampu memperkirakan kondisi cuaca terkini.

Kemampuan alat tersebut dimanfaatkan DKP3 untuk menginformasikan kepada para petani tentang kondisi cuaca terkini.

“Kami kerjasama dengan BMKG menginfokan berkala kepada petani melalui grup whatsapp. Sehingga para petani dapat mengantisipasi saat curah hujan tinggi,” ujar Debora.

Lalu cara kedua adalah saat para petani mengetahui curah hujan tinggi, petani akan mengubah jenis tanaman yang ditanam. Biasanya petani menanam tanaman sayuran yang berumur pendek seperti bayam dan kangkung.

“Kalau mereka tanam berusia panjang, biaya produksinya besar. Sekali kena banjir maka kerugiannya pun besar. Maka mereka akali dengan menanam sayuran usia pendek,” beber Debora.

Dikatakannya, di tahun-tahun sebelumnya para petani kerap mengalami kerugian saat banjir datang, dikarenakan tanaman yang ditanam memiliki biaya produksi yang besar.

Selain itu, petani yang kerap terdampak banjir adalah petani di daerah perkotaan yang memanfaatkan lahan tidur. Artinya lahan yang tidak pergunakan pemiliknya, kemudian dipinjam untuk pertanian.

“Kalau di luar perkotaan seperti di Bontang Lestari yang terdampak hanya sedikit saja. Karena di daerah itu jarang banjir,” pungkasnya. (al)

Perjuangan Lina Kosasih Sembuhkan Anak dari Tumor Ganas

0
Lina Kosasih dan Anaknya Hayyin Divya Prastowo (Syakurah/Radarbontang.com)

“Kita lahir dari cinta; cinta adalah ibu kita.” – Rumi

Kata-kata yang tepat dari salahsatu tokoh dunia menggambarkan perjuangan seorang Lina Kosasih. Besarnya kekuatan cinta seorang ibu, mendampingi sang buah hati menghadapi serangan kanker jahat.

—— Iqlima Syih Syakurah —–

Hayyin Divya Pastowo, anak ketiga dari pasangan Lina Kosasih dan Anang Prastowo kelahiran 12 Oktober 2019 itu, didiagnosa terkena tumor willem sejak umur 3 tahun.

Tumor Willem atau nephroblastoma merupakan tumor langka yang biasa terjadi pada anak-anak usia 3 sampai 4 tahun. Menyerang ginjal. Terkategori ganas.

Gejalanya terdapat pembengkakan pada perut, demam, mual, muntah, ada darah dalam urin, sembelit, selera makan menurun, sesak nafas, serta tekanan darah tinggi.

Sang ibu, Lina menyadari kejanggalan pada sang buah hati sebelum memasuki usia 3 tahun. Terdapat benjolan pada tubuh anaknya di bagian perut sebelah kiri.

Lina pun berkonsultasi dengan keluarganya yang juga seorang dokter, namun belum juga diketahui.

“Saya temukan benjolan itu saat anak saya umur 1 tahun 6 bulan, tapi karena timbul hilang saya tidak langsung ke Rumah Sakit (RS),” jelasnya.

Setelah hampir dua tahun dibiarkan, Lina mencurigai benjolan di perut anaknya itu makin membesar. Iapun menemui dr Made, Dokter Spesialis Anak.

Usai melakukan USG, Dokter Made menemukan benjolan yang sudah sebesar 9 centimeter. Hayyin pun dirujuk untuk melakukan CT Scan di RSUD.

Hasilnya, terdiagnosa tumor yang terbilang ganas.

“Saya berangkat ke Balikpapan besok paginya setelah didiagnosa itu, karena di Bontang belum ada dokter spesial bedah anak,” beber Lina.

Di Balikpapan, Lina menuju ke RS Kanujoso Djatiwibowo untuk melakukan rawat inap. Tak berselang lama, 3 hari kemudian Hayyin melaksanakan operasi pengangkatan ginjal.

Namun, dokter yang melakukan operasi kepada Hayyin merasa takjub, lantaran tumor yang sudah bersarang di ginjal Hayyin terlepas sendiri, sehingga ginjal Hayyin tak jadi diangkat.

“Waktu tumor itu terangkat besarnya sudah menjadi 10 centimeter, namun karena doa dari teman dan keluarga, penyakit anak saya lebih cepat terangkat. Setelah operasi Hayyin menjalani kemoterapi sejak Desember 2021 hingga april 2022,” imbuhnya.

Ia sangat bersyukur, tumor willem yang menimpa anaknya bisa sembuh dengan cepat. Kini, Hayyin hanya perlu rutin check-up beberapa bulan sekali selama 6 tahun untuk memastikan tumor tersebut tidak tumbuh lagi.

Lina berharap para orang tua bisa langsung membawa anaknya ke RS, jika menemukan kejanggalan pada anak. Hal tersebut untuk meminimalisir jika ada tumor atau kanker di tubuh anak. (sya)

KPU Bontang Verfak Pertama Data Dukungan Calon DPD RI

0
Foto: KPU Bontang saat Verfak di lapangan bersama tim. (ist)

BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang melaksanakan verifikasi faktual (Verfak) pertama terhadap dukungan calon anggota DPD RI. Di mana sebelumnya, KPU Provinsi Kaltim telah mengeluarkan sample data dukungan melalui aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) KPU.

Verfak KPU telah dimulai sejak 6 Februari sampai 21 Februari 2023 selama 22 hari. Namun untuk KPU Kota Bontang, baru melaksanakan verfak pada Rabu (15/2/2023), dikarenakan data sample dari KPU Provinsi belum lengkap.

Komisioner KPU Kota Bontang Divisi Teknis Penyelenggaraan, Musdalifah mengatakan, pelaksanaan verfak ke satu untuk dukungan calon DPR RI oleh KPU Bontang baru dimulai sejak 15 Februari 2023, dikarenakan data dari KPU Provinsi belum lengkap.

Musdalifah mengatakan, data sample dukungan baru datang dari 7 calon DPR RI yang masuk ke aplikasi Silon dari 18 jumlah calon DPD RI Provinsi Kaltim.

“Baru ada 7 calon yang data sampelnya sudah masuk pada aplikasi Silon. Dengan total sebanyak 1.050 data dukungan, tersebar di 15 kelurahan di Kota Bontang,” jelas Musdalifa kepada Mediakaltim.com (jaringan Radarbontang.com), Kamis (16/2/2023).

Dirinya menyebutkan, hingga kini KPU Bontang melakukan verfak dengan 29 tim yang berasal dari KPU, PPK dan PPS. “Masing-masing tim terdiri dari 3 orang berasal dari KPU, PPK dan PPS,” sebutnya.

Selain itu, verifikator melakukan pencocokan identitas pendukung dan kebenaran pendukung. Hal ini untuk membuktikan kebenaran identitas pendukung dan kebenaran dukungan.

“Kalau pada saat verfak ke satu di lapangan ditemukan tidak adanya kecocokan, dan yang bersangkutan menyatakan tidak mendukung, maka pada hasil verifikasi kami centang yang bersangkutan tidak mendukung dan dukungannya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Kemudian datang ke kantor KPU Kota Bontang untuk memberikan tanggapan mengenai pencatutan nama,” jelas Musdalifah.

Hingga kini, KPU Bontang juga masih menunggu data dari KPU Provinsi melalui aplikasi Silon. “Masih data dukungannya belum bisa kami print dan dituangkan dalam lembar kerja sehingga belum bisa kami verfak,” ungkapnya. (rls)

Danramil 0908-03/Anggana Hadiri Pra Musrenbang Kecamatan Anggana

0
Danramil 0908-03/Bontang hadir dalam rapat pra musrenbang tingkat Kecamatan Anggana di Gedung BPU Kecamatan Anggana. (ist)

BONTANG – Danramil 0908-03/Bontang, Kapten Inf Leonardo hadir dalam rapat pra musrenbang tingkat Kecamatan Anggana di Gedung BPU Kecamatan Anggana, Kamis (16/2/2023). Pra musrenbang ini melibatkan seluruh komponen masyarakat di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil 0908-03/Anggana Kapten Inf Leonardo menyampaikan, tentang pentingnya musyawarah tingkat kecamatan dalam pengembangan pembangunan. Sebab melalui pra musrenbang, masing-masing bagian dapat memberikan gagasan serta ide-ide positif untuk kemajuan wilayah.

“Kehadiran kami dalam rangka turut mengawal dan menjaga arah pembangunan, yang akan dilaksanakan satu tahun ke depan. Agar benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ditambahkannya, pihaknya tentu sangat mengharapkan kepada semua peserta rapat pra musrenbang, agar bisa berkoordinasi dengan baik dalam pembahasan rencana pembangunan. Baik secara fisik maupun non fisik, dan juga pembangunan ekonomi masyarakat secara merata.

“Sehingga semua warga bisa merasakan dampak dari hasil pra musrenbang ke depannya,” ujar Danramil.

Danramil juga berharap kepada para kepala desa, agar mengusulkan untuk rumah singgah babinsa dan bhabinkamtibmas. (Pendim Btg)

Babinsa Tanjung Laut Monitoring Lomba Balita Sehat

0
Kegiatan monitoring Babinsa Tanjung Laut di lomba balita sehat. (ist)

BONTANG – Dalam rangka mendukung serta mewujudkan program balita sehat di wilayah binaan, Babinsa Kelurahan Tanjung Laut, Koramil 0908-01/Loktuan Kodim 0908/Bontang, Serka Dwi Siswanto melaksanakan pendampingan lomba balita sehat se-Kelurahan Tanjung Laut, Kamis (16/2/2023). di Kantor Kelurahan Tanjung Laut.

Serka Dwi Siswanto mengatakan, kegiatan ini sangat positif. Dapat mengontrol kesehatan balita, juga untuk mengetahui tumbuh dan berkembangnya kecerdasan sang balita.

Serta mengukur keberhasilan para kader dan petugas posyandu, dalam program pemerintah yang sudah digalakkan yaitu ‘cegah stunting itu penting.’

Adanya lomba tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orangtua, dalam memonitoring tumbuh kembang balitanya. Agar menjadi menjadi balita yang sehat.

“Tujuan lomba balita sehat ini adalah untuk mendorong tumbuh kembangnya Balita,” ujar Babinsa. (Pendim Btg)

Wali Kota: Sebarkan Pengetahuan Kanker Anak ke Masyarakat!

0
Basri Rase Wali Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Dalam rangka memperingati hari kanker anak se-dunia, Basri Rase, Wali Kota Bontang berharap, pengetahuan terkait kanker pada anak disebarkan kepada masyarakat. Sebagai upaya pencegahan dan kewaspadaan.

“Saya harap ilmu dalam seminar hari ini dapat disebarluaskan, karena penyebab kanker sendiri kadang tidak kita sadari,” ungkapnya dalam acara Hari Kanker Anak Sedunia Tahun 2023, di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (16/02/23).

Basri berterima kasih dengan adanya seminar kanker pada anak yang diadakan oleh Yayasan Kanker cabang Bontang ini. Orang tua bisa mewaspadai terjadinya kanker sejak dini. Karena, penanganan sejak dini memiliki potensi untuk sembuh.

“Jangan sudah parah, baru dibawa ke dokter takutnya terlambat,” tegas Basri.

Ia juga menegaskan, dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dapat menghindari anak dari resiko kanker. Selain kanker, Basri kembali mengingatkan untuk tidak lupa dengan program stunting dari pemerintah.

“Selain kanker, stunting juga tidak lupa harus diatasi. PHBS dapat berpengaruh pada dua masalah tersebut dalam pencegahannya,” tambahnya. (sya)

Leukimia, Jenis Kanker Paling Sering Ditemukan pada Anak

0
dr Made memaparkan materi kanker di peringatan Hari Kanker Anak se-dunia. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Leukimia merupakan salahsatu jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Bisa sembuh asalkan mememahami penanganannya. Hal itu diungkapkan dr. Made Tirta Yasa, Dokter Spesialis Anak di peringatan Hari Kanker Anak sedunia, Kamis (16/02/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Di kegiatan yang diadakan oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Bontang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang itu, dr. Made menjelaskan, terdapat beberapa kanker yang dapat terjadi pada anak yaitu, leukimia, retinoblastoma, neuroblastoma, osteoraskoma, limfomamaligna, karsinoma nasofaring, willem tumor dan teratoma.

Ia berfokus pada leukimia, kanker yang paling sering ditemui. Penyebabnya berupa genetik, gaya hidup tidak sehat, serta terpapar zat kimia yang berlebihan.

“Gejala leukimia biasanya malas makan, pucat, lelah, demam berulang, pendarahan, pembengkakan kelenjar atau organ, dan nyeri sendi atau tulang,” jelas Made.

Leukimia dapat sembuh bergantung kepada pengobatan yang dilakukan, stadium dari kanker, dan respon terapi. Jika gejala bisa diketahui sejak awal, tingkat kesembuhan bisa sampai 80 persen.

Sampai saat ini diyakini Made, pengobatan herbal tidak terlalu ampuh, sehingga pengobatan medis lebih disarankan.

Perlu diperhatikan adalah penemuan dini mengenali gejala awal. Orang tua harus cepat tanggap dan mencurigai hal-hal yang tak wajar pada anak, karena itu kunci kesembuhan.

“Segera ke petugas kesehatan, jadi bisa diperiksa apakah itu kanker atau bukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Made menjelaskan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berperan penting untuk mencegah penyakit. Oleh karena itu, tidak hanya para ibu, ilmu pencegahan wajib diketahui juga oleh Ayah. (sya)

KDRT Makin Menjadi karena Kapitalisme Menyusahkan Ekonomi

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Berdasarkan laporan UPTD PPA Bontang di tahun 2022 menerima 99 laporan kekerasan. Sementara di tahun 2021 laporan yang diterima sebanyak 127 laporan.

Dalam Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) mencatat, terdapat 40 kasus kekerasan terhadap perempuan. Data simfoni adalah data kekerasan yang terdata melalui aplikasi pelaporan online, kasus-kasus tersebut didapat berdasarkan laporan orang sekitar. (radarbontang.com, 7/2/2023)

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Noryani Sorayalita menyebut, kasus kekerasan perempuan dan anak paling tinggi terdapat di tiga kota. Yakni Samarinda, Bontang dan Balikpapan. Jika dilihat berdasarkan jenisnya, bentuk kekerasan terbesar saat ini adalah kekerasan fisik 285 kasus, seksual 228 kasus dan psikis 124 kasus.

Akar Masalah KDRT

Kapitalisme menjadikan materi sebagai tolok ukur kebahagiaan. Seseorang merasa bahagia ketika mampu memenuhi seluruh kebutuhannya, primer hingga tersier. Rumah mewah, makanan enak, perhiasan, mode, ataupun jalan-jalan, semua menjadi kebutuhan.

Jika “kebutuhan” ini tidak terpenuhi, maka akan merasa kurang bahagia dan muncullah berbagai konflik dalam rumah tangga karena masalah ekonomi.

Sistem ekonomi kapitalisme yang memihak pada kepentingan investor (swasta), menyebabkan harga-harga barang makin mahal. Harga BBM, pangan, tarif dasar listrik, iuran BPJS, dan pajak semakin naik.

Masalah ekonomi dalam keluarga membuat daya beli masyarakat menurun.

Beban hidup yang berat, membuat ekonomi pasangan dalam rumah tangga semakin sempit. Sehingga terjadi ketegangan emosional dan terjadi pertengkaran, sehingga KDRT tak bisa dihindarkan.

Jika KDRT terjadi dalam rumah tangga karena biaya kehidupan cukup tinggi. Selama sistem kapitalis masih diterapkan, KDRT akan terus terjadi.

Maka ketika Allah menetapkan kewajiban mencari nafkah kepada laki-laki, karena syariat yang menetapkan itu semua. Allah menempatkan kewajiban menanggung beban nafkah pada laki-laki, bukan pada perempuan.

Laki-laki yang melalaikan kewajibannya berarti telah mengabaikan salah satu syariat. Sehingga, kemandirian ekonomi perempuan yang feminisme sebut sebagai solusi ketertindasan, bukanlah pandangan Islam.

Meski Islam membolehkan perempuan bekerja, kewajiban menafkahi perempuan tetap tidak bergeser dari tanggung jawab kaum laki-laki.

Aturan yang benar Itu adalah aturan Islam, sistem kehidupan benar adalah yang berasal dari Allah Taala. Hanya dengan penerapan aturan Islam akan terwujudlah keluarga yang jauh dari pertengkaran, apalagi sampai berakhir dengan kekerasan.

Jadi solusi KDRT dengan aduan lapor seperti di simfoni tidak menjadi solusi.

Jaminan Sistem Islam

Perempuan adalah makhluk yang harus dilindungi. Kedudukan perempuan dan laki-laki adalah sejajar dalam ketakwaannya, tetapi Allah Taala memberikan syariat yang berbeda kepada keduanya.

Hal demikian ditujukan untuk menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga dan juga masyarakat.

Ketika Allah menetapkan kewajiban nafkah pada para laki-laki dan kewajiban ummun warabbatul bait (ibu dan manajer rumah tangga) bagi perempuan. Semua itu diatur karena Sang Pencipta manusia lebih mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.

Itulah sudut pandang Islam terhadap perempuan. Perempuan adalah mitra laki-laki, baik dalam kehidupan domestik maupun publik.

Negaralah yang menjamin terlindunginya perempuan dari segala macam bahaya, termasuk kekerasan. Kalau sistem demokrasi menjamin kebebasan perempuan, sedangkan Islam menjamin perlindungan bagi perempuan.

Dalam masyarakat Islam, salah satu ciri masyarakat sudah sejahtera adalah ketika perempuannya sudah tidak ada minat bekerja, kecuali untuk mengamalkan ilmunya. Ini karena syariat telah dengan jelas mengangkat derajat perempuan karena ketakwaannya.

Ketakwaannyalah yang akan menggiringnya pada pengoptimalan menjalankan amanah sebagai ibu dan manajer rumah tangga. Ia akan berusaha sebaik mungkin untuk mengasuh anak-anak mereka, menjadi madrasatul ula, dan menciptakan rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh penghuninya.

Bukankah ini yang akan melindungi perempuan dan anak-anak dari kekerasan? Keluarga yang sejahtera dan paham agama akan menciptakan sosok ayah yang dapat menjadi teladan keluarga.

Kepala Negara Islam akan memberi sanksi yang menjerakan bagi pelaku kekerasan. Misalnya, dengan menghukum pelaku pemerkosa dengan hukuman jilid dan rajam; atau menghukum kisas pada pembunuh.

Jika sanksinya menjerakan, kekerasan pada perempuan akan hilang dengan sendirinya.

Wallahualam

57 Anak Stunting di Kelurahan Belimbing

0
Rembuk bersama antara Kelurahan Belimbing dengan pemangku kepentingan. (ist)

BONTANG – Tercatat sebanyak 57 anak di Kelurahan Belimbing teridentifikasi stunting. Hal itu terungkap di kegiatan rembuk stunting, Rabu (15/2/2023) di Pendopo Kelurahan Belimbing.

Lurah Belimbing, Dwi Andriyani mengungkapkan, rembuk stunting sebagai salahsatu upaya menurunkan angka stunting di wilayahnya. Rembuk stunting diadakan bersama stakeholder terkait dan pemangku kepentingan. Guna mencari solusi dari permasalahan tersebut.

Melalui rembuk ini, dapat mengetahui peta penyebab atau faktor terjadinya stunting di Kelurahan Belimbing. Baik yang berada di Perumahan PC/BTN PKT maupun di luar perumahan.

Ada yang disebabkan kurangnya kesadaran orangtua terhadap pola asuh dan pola pemberian makanan kepada anak, maupun karena faktor ekonomi. Ada pula faktor lingkungan (polusi pabrik).

“Bisa juga karena sakit bawaan anak atau administrasi kependudukan belum lengkap, sehingga jangkauan ke faskes kurang,” kata Dwi Andriyani saat dihubungi Mediakaltim.com (jaringan Radarbontang.com), Rabu (15/2/2023).

Selain itu, upaya lainnya dengan memvalidasi data, peningkatan kader stunting dan Posyandu. “Fokuskan sasaran kegiatan untuk anak-anak stunting, mengoptimalkan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Tim Pendampingan Keluarga (TPK),” jelasnya.

Tingkat partisipatif dan kehadiran ke posyandu menunjukkan angka di atas 80 persen, dengan target penurunan stunting di atas target kota.

“Targetnya bisa menurunkan stunting hingga di atas target kota (di bawah 14%). Ada sebanyak 11 posyandu balita dan angka stunting ada sebanyak 57 anak,” ungkapnya. (yah)

533 Pelanggar Lalin Kena Tegur Satlantas

0
Ilustrasi teguran polantas kepada pengendara pelanggar lalu lintas. (ist)

BONTANG – Hari kesepuluh Operasi Keselamatan Mahakam 2023, Sat Lantas Polres Bontang memberikan teguran kepada 533 pengendara pelanggar lalu lintas, Kamis (16/2/2023).

Dari jumlah tersebut, sebagian besar pelanggaran pengendara adalah melawan arus, mengemudi sambil menggunakan HP, dan memakai knalpot racing atau brong.

“Kami tidak menilang pengendara yang melanggar. Sesuai operasi ini yang menitik beratkan pada imbauan persuasif, humanis, dan simpatik,” ujar Kasat Lantas, AKP Toni Joko Purnomo.

Seperti diketahui Operasi Keselamatan Mahakam 2023 merupakan salah satu jenis operasi lalu lintas yang biasa digelar oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Hal ini sebagai upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Bertujuan meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas.

“Mengedepankan pada imbauan persuasif, humanis, dan simpatik, tindakan preventif dan tindakan lalin menggunakan e-TLE statis maupun e-TLE mobile,” bebernya. (hms)