Beranda blog Halaman 971

Tanam Seribu Pohon, Najirah: Pelestarian Alam Tanggungjawab Bersama

0

BONTANG – Untuk memperingati Hari Pohon Sedunia, hari ini kita akan menanam sebanyak seribu bibit pohon mangrove. Demikian disampaikan Najirah mengawali sambutannya dalam acara Peringatan Hari Pohon Sedunia di TNK Saleba, Minggu (21/11/2021).

Wanita yang merupakan Wakil Wali Kota Bontang ini juga menyebutkan, pelestarian alam merupakan hal yang penting. Pasalnya, hari pohon sedunia yang jatuh pada tanggal 21 November, diperingati sebagai momentum penyadaran bagi masyarakat, tentang pentingnya manfaat tanaman bagi kehidupan dan sebagi bentuk pelestarian lingkungan.

“Jika kita tidak merawat alam, dapat terjadi berbagai bencana seperti banjir. Ini jadi tanggung jawab kita bersama, karena menyangkut keberlangsungan hidup generasi yang akan datang,” sambungnya.

Ia juga mengatakan, menanam pohon adalah cara kita memperbaiki lingkungan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat Bontang.

“Mari kita lestarikan lingkungan, lestarikan mangrove untuk bekal anak cucu dan cicit kita nanti. Selamat Hari Pohon Sedunia. Cintai bumi, karena belajar mencintai alam sama halnya dengan menjaga milik Tuhan,” tutup Najirah. Wawali Najirah terlibat langsung menanam bibit mangrove, sebagai bentuk komitmen pemkot atas pelestarian alam. (rls)

Polres, Kejari dan BNNK Teken MoU, Komitmen Berantas Narkoba

0
MoU antara Polres, Kejari dan BNNK Bontang. (ist)

BONTANG – Polres Bontang bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang melakukan kerja sama pencegahan dan pemberantasan serta penyalahgunaan peredaran narkotika di Bontang, Jumat (19/11/2021).

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolres Bontang, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Elai.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi, Kepala Kejaksaan Negeri Dasplin, dan Kepala BNNK Bontang Agustinus Widdy Harsono. Turut menyaksikan Wali Kota Bontang Basri Rase, Wakil Wali Kota Najirah, Sekretaris Daerah (Sekda) Aji Erlynawati, serta beberapa pejabat lainnya.

Penandatanganan MoU antara Polres dengan Kejari, kata Kapolres, bertujuan meningkatkan kerja sama pelakanaan tugas dalam rangka penegakan hukum di wilayah Bontang. Adapun kerja sama Polres dengan BNNK, untuk pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di Kota Taman.

“Kami berkomitmen bersama-sama menegakkan hukum dan memberantas penyalahgunaan peredaran narkotika di wilayah Bontang,” tutur kapolres. (hms)

Bakhtiar Dorong Lahan Tidur Dijadikan Lahan Pertanian

0
Bakhtiar Wakkang (ist)

BONTANG – Lahan tidur atau lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun milik Pemkot Bontang, diusulkan Komisi II DPRD Bontang digarap untuk lahan pertanian dengan skema pinjam pakai.

Mereka meminta Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) harus berani mengambil kebijakan tersebut sebagai terobosan, dengan menggandeng masyarakat. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang.

“Berdasarkan data, lahan pertanian kita (Bontang) sangat kecil. Hanya tujuh persen dari keseluruhan wilayah. Dengan skema ini, tentu bisa membantu menutupi kekurangan lahan pertanian,” ujarnya belum lama ini.

Politisi Nasdem itu berkeyakinan, potensi masyarakat Bontang untuk bertani sangat besar, namun terkendala di kekurangan lahan. Sehingga dirinya berharap, DKP3 bisa memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan perjanjian yang jelas.

Menanggapi usulan tersebut, Kabid Pertanian DKP3, Ali Akbar mengatakan, pihaknya telah mengakomodir skema itu. Bahkan sudah ada gabungan kelompok tani yang mengusulkan pinjam pakai di beberapa lahan milik pemerintah.

Tidak hanya memfasilitasi peminjaman lahan, namun DKP3 juga berkomitmen sampai ke tahap pendampingan dan penyaluran bibit dan pupuk. Ali berharap, 2022 skema itu sudah bisa berjalan. “Saat ini sedang berproses di bagian aset. Rasanya sudah ada titik terang. Kemungkinan akan diarahkan ke lahan di area bawah Stadion Bessai Berinta,” pungkasnya. (bms/adv)

Meriahnya Race Laut di Kampung Selambai, Sekda Apresiasi

0

BONTANG – Sebanyak 70 pembalap mengikuti Lomba Balap Perahu garapan Ikatan Pemuda Selambai Berkarya (IPSB) di Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, Sabtu (20/11).

Adapun cabang yang dilombakan yakni lomba dayung 32 peserta. Terdiri dari 13 peserta putri, dan 19 peserta putra. Sedangkan, lomba ketinting diikuti 38 peserta putra. Mereka berasal dari Pulau Gusung, Selangan, Tihi-Tihi, Tanjung Laut Indah, Bontang Kuala, Berbas Pantai, dan Selambai. “Seluruh peserta dari Pesisir Bontang. Race ini akan berlangsung sampai besok (Minggu, hari ini),” ujar Adi, ketua panitia.

Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada perusahaan yang telah mendukung pelaksanaan berbagai lomba. ”Kami berharap Pemkot juga ikut andil membantu memeriahkan lomba race yang digelar tahunan di Kampung Selambai ini,” harapnya.

Sementara itu, Sekda Bontang Aji Erlynawati menyambut postif gelaran Lomba Balap Perahu yang diprakarsai pemuda Selambai. Dikatakannya, race laut di Pesisir Kampung Selambai menjadi bibit pariwisata pesisir Bontang. “Saya apresiasi apa yang sudah dilakukan pemuda di Selambai ini. Saya lihat warga juga sangat antusias mengikuti dan memeriahkannya,” pungkasnya. (ahr/red)

Masa Sanggah PPPK Non Guru Berakhir, Pansel Kota Bontang Siap Jawab dan Umumkan Pasca Sanggah

0

Sebagaimana Pengumuman Wali Kota Bontang Nomor : 810/257/BKPSDM.02 tentang Pengumuman Perubahan Masa Sanggah Hasil Seleksi Kompentensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non Guru di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang Tahun Anggaran 2021, yang menyampaikan bahwa masa sanggah hasil seleksi kompentensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non Guru di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan tanggal 15 November 2021 Pukul 09.57 Wita sampai dengan 18 November 2021 Pukul 09.57 Wita secara resmi telah berakhir.

Menurut Kepala BKPSDM Kota Bontang Sudi Priyanto bahwa penjadwalan masa sanggah dimaksud didasarkan pada Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 14333/B-KS.04.03/SD/D/2021 tanggal 3 November 2021 Perihal Penjelasan Jadwal Lanjutan Seleksi PPPK Non Guru Tahun 2021.

“Selanjutnya dari data yang kami peroleh bahwa untuk Pengumuman Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang terdapat 2 orang peserta yang mengajukan sanggah. Dan kami memiliki waktu untuk memberikan jawab sanggah melalui sistem SSCASN mulai tanggal 18 sampai dengan 25 sampai 2021, serta menyampaikan pengumuman pasca sanggah pada tanggal 27 sampai 29 November 2021,” beber Sudi.

Tentu dalam proses ini, pihaknya akan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional pada Pasal 32, yang menyebutkan bahwa :

(1) Pelamar yang keberatan terhadap pengumuman hasil akhir seleksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1), dapat mengajukan sanggahan paling lama 3 (tiga) hari sejak hasil seleksi akhir diumumkan melalui SSCASN.

(2) Panitia seleksi instansi dapat menerima atau menolak alasan sanggahan yang diajukan oleh pelamar.

(3) Dalam hal panitia seleksi instansi menerima alasan sanggahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), melaporkan kepada Ketua Panselnas untuk mendapatkan persetujuan perubahan pengumuman hasil akhir seleksi.

(4) Panitia Seleksi Instansi berdasarkan persetujuan Ketua Panselnas, mengumumkan ulang hasil akhir seleksi paling lama 7 (tujuh) hari sejak berakhirnya waktu pengajuan sanggah.

(5) Panitia Seleksi Instansi dapat menerima alasan sanggahan dalam hal kesalahan bukan berasal dari pelamar. (adv)

 

Aliran Gas ke Ribuan Pelanggan Terhenti, Gara-gara Pipa Induk Jargas Bocor

0
Perbaikan kebocoran pipa jargas di depan Mapolres Bontang. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Kebocoran pipa jaringan gas (jargas) terjadi di Jalan Bhayangkara depan Mapolres Bontang, Sabtu (20/11/2021). Kejadian terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Media ini sempat mengabadikan bocornya pipa gas induk.

Saat itu pukul 10.02 Wita. Gas berwarna putih terlihat mengepul di sekitaran parit tak jauh dari Gereja HKBP. Tampak seorang polisi juga mengabadikan kepulan asap putih. Sebelum akhirnya teknisi jargas dari PT Bontang Migas Energi (BMS) tiba di lokasi untuk menggali dan mencari penyebab kebocoran pipa. Tak sampai 24 jam, atau Sabtu (20/11) malam tadi, teknisi dari PT BME telah memperbaiki kebocoran tersebut.

Dari informasi resmi PT BME, dampak kebocoran ini, aliran jargas ke ribuan pelanggan se-Kota Bontang terpaksa dimatikan akibat insiden ini.

Namun kabar terakhir dari teknisi di lokasi kejadian, beberapa wilayah sudah mengalir kembali aliran gasnya. “Wilayah Guntung, Loktuan, Belimbing, perumahan BSD, Kanaan, Telihan, HOP sudah normal kembali,” ujar salah satu teknisi siang kemarin. Namun Minggu (21/11) pagi ini, aliran jargas ke seluruh pelanggan sudah mulai normal lagi.

Terpisah, Direktur PT BME, Hamnah mengatakan, kebocoran pipa diduga terjadi karena adanya pergeseran tanah. Sehingga menimbulkan tekanan dan berujung kebocoran. “Harusnya yang dipakai menimbun pipa ini pasir, tapi yang digunakan bahan padat seperti tanah dan batu,” ungkapnya.

Hamnah membeberkan, seharusnya pipa jargas ditanam di kedalaman 180 sentimeter. Namun kondisi di lapangan, kedalaman pipa tidak mencapai 60 sentimeter. Namun dirinya memastikan, kebocoran tidak tidak berbahaya. Sebab tekanan jargas hanya 0,4 Bar. “Perbaikan secepatnya dilakukan,” tandasnya. (bms/red)

Ajang Kreativitas GenRe, Najirah Sambut Positif, Bisa Hindarkan dari Pengaruh Negatif

0

BONTANG – Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Najirah membuka resmi kegiatan ajang kreativitas GenRe Tahun 2021. Berlangsung selama 2 hari, peserta akan dibekali dengan sosialisasi. Selain itu, digelar lomba “Ranking 1” dan Good Talent.

Mengusung tema “Tentang Kita”, Bahauddin selaku Kadis Pemberdayaan Perempuan dan KB menuturkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memupuk rasa kebersamaan dan persaudaraan antar anggota GenRe. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi sejak usia remaja,” ucap Bahauddin.

Sementara itu, Wawali berharap agar tetap menerapkan prokes selama berlangsungnya kegiatan tersebut. “Saya mengapresiasi adanya kegiatan positif seperti ini. Semoga dengan kegiatan ini, remaja Kota Bontang dapat menjauhi tindakan negatif dalam pergaulan sehari-hari, seperti; penggunaan napza, seks bebas, “ngelem”, alkohol dan lainnya,” ucap Najirah saat membuka resmi ajang kreativitas GenRe.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada CSR PT.KPI atas bantuan dan kerjasamanya untuk kegiatan dan program Pemkot.

Budi Harmawan selaku perwakilan KPI pun mengharapkan agar para peserta mendapatkan ilmu bermanfaat dalam kegiatan tersebut. “Selamat mengikuti acara ini dan semoga adik-adik semua mendapatkan ilmu bermanfaat,” pungkasnya. (rls/red)

Peluncuran “Ente Jual Ane Beli”, Perluas Layanan Masyarakat, Sekda Beri Apresiasi

0
Peluncuran sekaligus sosialisasi “Ente Jual Ana Beli” kepada publik di Gedung Command Center Bontang. (Firman/Diskominfo)

BONTANG – Ade Darmawan, Kasi Pengembangan Pengelolaan Aplikasi dan E-Government, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, meluncurkan inovasi sekaligus menyosialisasikan kepada publik di Gedung Command Center, Kamis (18/11/2021). Inovasi itu bernama Pengembangan Interkoneksi Terpadu Jaringan Pemantauan Lingkungan Kelurahan Belimbing atau akronimnya disebut “Ente Jual Ane Beli”.

Inovasi ini hadir dalam rangka aksi perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan V tahun 2021, yang dilaksanakan Pusat Pelatihan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi Otonomi Daerah-Lembaga Administrasi Negara (PusatbangKDOD-LAN) Samarinda.

Ade menyampaikan, inovasi ini untuk meningkatkan fungsi dan manfaat, serta pengembangan pengelolaan jaringan pemantauan lingkungan secara terintegrasi, menggunakan Closed Circuit Television (CCTv) di Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat. Saat ini, jaringan pemantauan tersebut sudah mengintegrasikan 280 CCTv di 51 RT se-Kelurahan Belimbing.

Selain itu, juga telah tersambung dan dapat diakses oleh pihak-pihak terkait seperti Command Center (CC) Kantor Kelurahan Belimbing, CC Kantor Kecamatan Bontang Barat, CC Diskominfo Bontang, Polres Bontang, hingga Departemen Kamtib (Keamanan dan Ketertiban) PT Pupuk Kaltim.

“Penyimpanan hasil pemantauan tidak hanya bisa didapatkan di rumah Ketua RT, tetapi juga di Command Center Kelurahan Belimbing. Durasi waktunya dua bulan. Sehingga bisa menjadi barang bukti jika terjadi tindak kriminalitas,” bebernya.

Ke depan, sambung Ade, ada beberapa pihak lagi yang disambungkan. Seperti Kodim 0908/BTG dan Pos keamanan lingkungan (Poskamling). “Ini dapat dikembangkan selama dua tahun ke depan. Insya Allah kita (Bontang) menjadi yang terdepan dan pertama di Indonesia,” tutur mantan Lurah Belimbing itu.

Inovasi ini, lanjut Ade, merupakan implementasi Smart City dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 25 Tahun 2019 dalam pengembangan transformasi digital. Di sisi lain, juga selaras dengan rencana pelaksanaan ETLE (Electronic Law Enforcement) milik Polri.

Hal ini didasari masih adanya keluhan masyarakat, terkait belum maksimalnya fungsi dan manfaat, serta pengembangan pengelolaan jaringan CCTv di Kelurahan Belimbing. Contohnya dalam hal pemantauan balapan liar, atau berbagai aktivitas di pasar dan tempat umum lainnya.

“Melalui inovasi ini, para ketua RT, petugas keamanan dan stakeholder lainnya dapat memantau keadaan lingkungan dan segera melaporkannya ke pihak terkait,” tandas Ade.
Sementara itu dalam sambutannya, Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang, Aji Erlynawati menyambut baik dan mengapresiasi inovasi tersebut. Sebab hal itu sejalan dengan visi-misi Bontang, yakni terwujudnya Bontang yang lebih Hebat dan Beradab.
“Hal ini juga selaras dengan program prioritas wali kota dan wakil wali kota dalam meningkatkan dan memperluas layanan kepada masyarakat,” terang Wanita yang akrab disapa Iin itu.

Dalam menjalankan tugasnya, sambung Iin, pemkot selalu mengedepankan pelayanan publik yang prima dan inovatif. Sebab pelayanan publik merupakan wajah dari suatu pemerintahan. Pemerintah disebut hadir bagi masyarakat apabila mampu memberikan pelayanan publik yang prima, cepat, profesional, berkeadilan, dan inovatif.

Melalui peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, kata dia, penyelenggaraan pemerintah daerah akan semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. “Berbagai terobosan harus diciptakan dan dikembangkan untuk mengoptimalkan kualitas layanan publik di berbagai sektor,” pungkasnya.

Peluncuran inovasi tersebut turut dihadiri Kepala Diskominfo Dasuki, Danramil 0908-01/Loktuan Kapten Inf Rukito, Kapolsek Bontang Barat Iptu Khoiri, perwakilan OPD, Lurah Belimbing, serta perwakilan Ketua RT. Kegiatan ini juga diikuti secara langsung oleh Ketua RT dan undangan lainnya melalui virtual. (bms/adv)

Unijaya Memanas Lagi, Satu Dosen Dinonaktifkan, TPHD Meradang

0
ilustrasi

BONTANG – Salah satu dosen Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang berinisial BP, dinonaktifkan Rektorat dan Dekan Fakultas Ekonomi. Kondisi ini membuat Tim Penyelesaian Hak Dosen (TPHD) Unijaya meradang.

Mereka membuat surat terbuka sebagai bentuk perlawanan yang isinya mengecam keputusan tersebut. Dalam surat yang ditandatangani Abdul Malik selaku Koordinator dan Cintya Ayu Rishanty sebagai Sekretaris TPHD pada Sabtu (13/11/2021) lalu itu, TPHD menyebutkan, Yayasan Pendidikan Miliana Bontang sebagai badan penyelenggara pendidikan tinggi di Unijaya, dinilai telah gagal dalam mengelola kampus.

Mereka menuntut pengurus, pembina, dan pengawas yayasan, untuk mengalihkan pengelolaan kampus Unijaya kepada pihak yang lebih mampu, dan memiliki komitmen baik.

Menurut mereka, hal ini harus dilakukan demi kepentingan ratusan mahasiswa, puluhan dosen, serta masyarakat Bontang. “Sikap arogansi oknum rektor dan dekan adalah bentuk pemberangusan kebebasan berpendapat yang mencederai rasa keadilan dan kepatutan,” tulis salah satu poin dalam surat terbuka tersebut.

TPHD membeberkan, hingga kini, janji-janji yayasan soal perbaikan terkait tata kelola kampus, pelunasan tunggakan honor-honor dosen, maupun transparansi keuangan, belum juga ditunaikan. Padahal perjanjian itu telah dilakukan sejak 5 Juni 2021 lalu.

“Kami juga mempertanyakan mengapa oknum dekan fakultas ekonomi yang sudah mencoreng nama Unijaya, sampai saat ini belum mendapat sanksi tegas dari yayasan,” ucapnya.

Dalam lembaran berita acara yang dikeluarkan pihak kampus, penonaktifan BP sebagai salah satu dosen di Fakultas Ekonomi, mulai dilakukan sejak 13 November 2021. Dalam surat yang ditandatangani Rektor, Wakil Rektor III, dan Dekan Fakultas Ekonomi itu mereka bersepakat, dosen BP dinonaktifkan sebab telah diundang secara resmi untuk mendengar klarifikasi terkait pernyataan “Semoga Unijaya bisa diambil alih universitas yang lebih baik”, namun yang bersangkutan tidak hadir.

Dalam surat lain bernomor 128/D.FE/Unijaya-Btg/XI/2021 yang ditandatangani Hellen Vera Simanjuntak selaku Dekan Fakultas Ekonomi, pihak kampus juga membatalkan 6 nama dosen sebagai pembimbing skripsi untuk mahasiswa semester 7.

Alasannya, keenam dosen yang telah ditunjuk sejak beberapa bulan lalu itu, ternyata tidak bersedia. Hal itu dibuktikan dengan tidak ditandatanganinya surat pernyataan bersedia membimbing yang telah diberikan sejak 13 November lalu.

“Alasan tidak ditandatangani teman-teman dosen karena isinya memang memberatkan. Hanya memuat kewajiban-kewajiban, tidak ada membicarakan hak. Sementara hak-hak sebelumnya sudah lama tertunggak,” beber Cintya menanggapi surat itu.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi mediakaltim.com sudah berupaya menghubungi Rektor Unijaya, Bilher Hutahaean. Baik melalui sambungan telepon, maupun pesan whatsapp untuk meminta klarifikasi. Namun pesan yang dikirim redaksi hanya dibaca, tidak ditanggapi. (bms)

Atasi Stunting Ciptakan SDM Unggul, Sosialisasi Pencegahan Stunting Kelurahan Gunung Elai

0

BONTANG – Kelurahan Gunung Elai menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, Rabu (17/11/2021). Acara yang didukung Dinas Kesehatan Bontang tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait tumbuh kembang anak sejak dini.

Materi kegiatan yang dihadiri seluruh unsur aparatur Kelurahan Gunung Elai dan kader posyandu, diharapkan bisa segera disampaikan ke masyarakat luas, agar orang tua yang memiliki balita dapat memberikan asupan gizi yang cukup dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dini.

“Stunting sedang menjadi isu nasional. Jadi perhatian semua pihak dari pusat, daerah sampai ke kelurahan agar dapat ditekan seminimal mungkin. Sehingga terwujud sumber daya manusia yang sehat dan unggul,” jelas Lurah Gunung Elai Sulistyo saat memberikan sambutan.

Sulistyo menjelaskan, stunting adalah kondisi dimana tinggi badan balita ukurannya di bawah rata-rata, utamanya disebabkan oleh tidak sesuainya asupan gizi yang dibutuhkan. Kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi perkembangan fisik, juga tumbuh kembang generasi Indonesia kedepan,

“Gunung Elai sekarang mempunyai 11 posyandu dimana 55 kadernya diharapkan dapat bergerak aktif dan menjalankan fungsi posyandu yang sempat vakum karena pandemi Covid 19. Sosialisasi ini diharapkan menjadi pembuka semangat baru aktivitas para kader dan tentunya tetap memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan,” kata Sulistyo.

Sementara Ketua TP PKK Gunung Elai Nirmaya Deasari selaku pemangku kebijakan, berpesan kepada seluruh kader posyandu di Kelurahan Gunung Elai untuk ikut mengatasi permasalahan stunting, dalam rangka meningkatkan kualitas pertumbuhan anak yang dimulai sejak ibu mengandung bayinya.

“Demi mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, serta generasi penerus bangsa yang unggul. Menuju Bontang hebat dan beradab,” pungkasnya.

Sosialisasi dengan narasumber ahli gizi dari Puskesmas Bontang Utara I Norul Fajriah ini, turut dihadiri Camat Bontang Utara Sutrisno. (dar)