Beranda blog Halaman 972

Pemkot Resmi Hibahkan Lahan MAN dan MTS Al Ikhlas

0
Gedung Sekolah MAN Bontang, salahsatu lahan yang dihibahkan Pemkot Bontang. (ist)

BONTANG –  Pemkot Bontang secara resmi menghibahkan 2 lahan tanah ke Kementerian Agama (Kemenag) Bontang, yaitu lahan di Gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan lahan di Gedung MTS Al Ikhlas. Penyerahan secara resmi berlangsung saat upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-77, 3 Januari 2023 lalu.

Kepala Kemenang Bontang, M Izzat Solihin menjelaskan sejarah kepemilikan lahan yang saat ini dibangun Gedung MAN Bontang dan MTS Al Ikhlas itu. Lahan tersebut selama ini merupakan milik Pemkot Bontang yang berstatus pinjam pakai oleh Kemenag Bontang.

Sudah beberapa tahun terakhir ini Pemkot Bontang mengurus proses hibah tanah tersebut. Upacara HAB ke-77 menjadi momen Kemenag Bontang menerima hibah kedua tanah itu dari Pemkot Bontang.

“Setelah penandatanganan serah terima berkas, kemenang baru bisa urus sertifikatnya atas nama kemenang,” ujar Izzat saat diwawancarai Radarbontang.com di tengah acara jalan sehat puncak perayaan HAB ke-77 beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, manfaat tanah itu akan lebih besar apabila telah dihibahkan. Lantaran Pemkot Bontang maupun pemerintah pusat dapat berkontribusi dalam pembangunan khususnya di bidang keagamaan.

Dijelaskannya, karena proses pengajuan bantuan anggaran pembangunan di atas tanah itu, hanya bisa dilakukan apabila status tanah sudah sertfikat atas nama Kemenag Bontang. Tanpa adanya sertifikat hak milik itu, pengajuan bantuan tak akan bisa dilakukan.

“Kalau tidak ada hibah ini kami tidak bisa mengembangkan pembangunan di atas tanah tersebut. Karena terhambat proposal bantuan,” ungkapnya.

Sekedar informasi, luas lahan MAN Bontang mencapai 6.871 meter persegi. Sementara itu MTS Al Ikhlas mencapai luas 4.102 meter persegi. (al)

Potensi ZIS Bontang Rp 605 Miliar, Dianggap Mampu Entaskan Kemiskinan

0
ilustrasi

BONTANG – Potensi Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) di Kota Bontang mencapai Rp 605 Miliar. Jumlah tersebut dianggap sangat mampu menyelesaikan masalah kemiskinan di Kota Taman, sebutan Kota Bontang. Hal ini disampaikan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bontang, Kuba Siga.

Kuba Siga menjelaskan, menilik kondisi Bontang yang wilayahnya jauh lebih kecil dibandingkan Kukar dan Kutim, wajar bila Bontang tak memiliki potensi dari hasil pertanian dan perkebunan, atau bahkan pertambangan.

Namun begitu potensi uang di Kota Taman tak bisa disepelekan. Lantaran Bontang termasuk kota industri, dimana terdapat perusahaan-perusahaan besar. Selain ZIS yang berasal dari karyawannya, CSR perusahaan juga termasuk dalam potensi ZIS yang bisa diberdayakan.

“CSR perusahaan termasuk dalam ZIS, sehingga potensi ini yang menjadi kelebihan Bontang dari daerah lain di Kaltim,” ujarnya.

Kuba menegaskan, kalo semua dana ZIS tersebut bisa dimaksimalkan, menurutnya sangat mampu mengentaskan kemiskinan di Bontang. Bahkan tak perlu lagi memakai dana APBD.

“Kalo semua rela mau serahkan dana-dana itu dan bekerjasama sangat bisa. Silahkan buat branding masing-masing. Kita sinergi selesaikan semua masalah. Dalam beberapa tahun masyarakat Bontang akan bebas kemiskinan,” beber Kuba meyakini pendapatnya.

Ia mencoba mendetailkan pendapatnya. Apabila potensi Rp 605 miliar itu dipakai mengentaskan 8 ribuan warga miskin sesuai data BPS tahun 2022 sangat bisa. Angka 8 ribuan warga miskin itu didapat dari standar garis kemiskinan yang ditetapkan BPS untuk Bontang, yaitu sekira Rp 600 – 700 ribuan.

Artinya, jika pengeluaran seseorang dalam sebulan di bawah garis kemiskinan, maka orang tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Sementara walaupun gunakan standar kemiskinan baznas, yaitu Rp 6,5 juta bisa juga. Bahkan jumlah warga miskin bisa meningkat lagi seribu persen. lantaran

menurut Baznas, seseorang dikatakan keluar dari kemiskinan apabila memiliki penghasilan Rp 6,5 juta per bulannya.

Dirinya pun mengajak semua pihak yang terkait pengelolaan ZIS ini, agar mau bersinergi guna mengentaskan kemiskinan. “Kami berharap bisa sinergi dengan semua pihak. Memikirkan cara mengentaskan kemiskinan di Bontang,” harapnya. (al)

DPMPTSP: Belum Ada Laporan McDonald’s Urus Perizinan

0
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Asdar Ibrahim

BONTANG – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Asdar Ibrahim mengakui belum mendapatkan laporan pihak McDonald’s mengurus perizinan untuk investasi di Kota Bontang.

Namun begitu diketahuinya, sejak jauh hari pihak McDonald’s tengah mencari lokasi untuk gerainya.

“Kalau ada pengakuan dari pemilik lahan akan digunakan untuk McDonald’s, ya benar saja. Tapi sampai saat ini belum ada perizinan yang diurus,” ucapnya.

Dijelaskannya, saat ini semua proses perizinan dilakukan melalui cara Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA). Proses ini adalah perizinan berusaha yang diberikan kepada pelaku usaha, untuk memulai dan menjalankan kegiatan usahanya, yang dinilai berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha.

“Semua dilakukan secara online. Nanti kalau sudah mengurus izin, tentu kami meninjau lokasi usahanya,” ucapnya.

Diketahui, McDonald’s saat ini telah menyewa lahan kepada penyedia lahan di Kenari Waterpark. Ukuran yang akan digunakan seluas 1.800 meter persegi, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani. Pemilik lahan, Hamzah Junaid menyebutkan, pihak McDonalds telah melakukan penyewaan untuk 20 tahun.

“Alhamdulillah dengan Kenari Waterpark sudah final, kita sudah tandatangan kontrak dan sudah dibayar DP (uang muka, Red).  Tinggal mereka urus perizinan saja, setelah itu dibangun,” tuturnya.

“Pembangunan akan selesai tiga sampai dengan 5 bulan ke depan,” sambung Hamzah saat dihubungi Mediakaltim.com (jaringan Radarbontang.com), Minggu (15/1/2023). (mk)

Segera Dibangun, McDonald’s Sudah Sewa Lahan 20 Tahun

0
Tampak pembongkaran bangunan di lahan yang rencananya jadi lokasi gerai McDonald’s. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – McDonald’s telah melakukan penyewaan lahan kepada penyedia lahan di Kenari Waterpark. Ukuran yang akan digunakan seluas 1.800 meter persegi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani.

Pemilik lahan, Hamzah Junaid menyebutkan pihak McDonalds telah melalukan penyewaan untuk 20 tahun.

“Alhamdulillah dengan Kenari Waterpark sudah final, kita sudah tandatangan kontrak dan sudah dibayar DP (uang muka, Red).  Tinggal mereka urus perizinan saja, setelah itu dibangun,” tuturnya.

“Pembangunan akan selesai tiga sampai dengan 5 bulan ke depan,” sambung Hamzah saat dihubungi Mediakaltim.com (jaringan Radarbontang.com), Minggu (15/1/2023).

Terkait perizinan, Hamzah mengatakan pihak McDonalds telah melakukan pengurusan izin dengan pihak terkait.

“Sudah diajukan sama mereka. Saya tidak terlibat, karena internal mereka. Kita cuma menyediakan lahan saja,” kata Hamzah.

Untuk pembukaan sendiri, ditargetkan akan buka pada tahun 2023 ini. “Secepatnya, tergantung perizinan. Ya sudah pasti tahun ini, karena sudah disewakan. Kalau mau tahu lebih jelas, baiknya ke pihak mereka (McDonalds),” tambahnya.  (yah)

Polsek Bontang Selatan Patroli Pengamanan Gereja

0
Personel Polsek Bontang Selatan patroli rutin pengamanan gereja tiap minggu. (ist)

BONTANG – Polsek Bontang Selatan melaksanakan giat patroli rutin pengamanan gereja di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan, Minggu (15/01/2023).

Patroli rutin pengamanan gereja tiap minggu ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah.

Kapolsek Bontang Selatan, AKP Abdul Khoiri mengatakan, patroli pengamanan di gereja digelar untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat kristani. yang beribadah di gereja-gereja di wilayah Polsek Bontang Selatan seperti Gereja Sumber kasih (GPIB), Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Jemaat Filadelfia, dan Gereja Jemaat Toraja Imanuel.

”Semoga umat kristiani dapat menjalankan ibadah dengan penuh khidmat dan suka cita,” jelasnya.

Tidak hanya itu, personel Polsek Bontang Selatan juga melakukan iimbauan-imbauan kepada jemaat untuk berhati hati dalam membawa barang bawaan. Memastikan kendaraan terpakir dengan aman dan terkunci stang.

“Hal ini untuk mencegah terjadinya aksi pencurian, baik curat, curas dan curanmor,” pungkasnya. (hms)

Selamatkan Pemuda dari Cengkeraman Narkoba

0

Oleh: Ummu Adi

Pegiat Literasi dan Aktivis Dakwah

Polres Bontang menetapkan 114 orang sebagai tersangka kasus narkoba sepanjang tahun 2022. 114 tersangka berasal dari 85 kasus yang berhasil diungkap kepolisian. Adapun barang bukti yang disita sebanyak 432,53 gram sabu, 5.528 double L, dan 422 butir DMP.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya mengungkapkan, “Kasus tahun ini meningkat.”

“Sebelumnya pada 2021, sebanyak 60 kasus diungkap dengan jumlah tersangka sebanyak 71 orang. Sementara barang bukti yang disita jauh lebih banyak, yakni 1.329,99 gram sabu dan 235,400 gram ganja.” Lanjutnya. (Bontangpost.id, 30/12/2022)

Merebaknya peredaran narkoba di seputaran Kalimantan Timur, khususnya Bontang, tentunya harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat.  Pasalnya peredaran narkoba ini dilakukan oleh oknum dengan berbagai latar belakang yang beragam.

Kasus penangkapan pelaku peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 2 kilogram, yang terjadi Oktober 2022 lalu misalnya. Dilakukan oleh warga Kutim berinisial SM (39) dan AS (27) yang merupakan tante dan keponakan.

Disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, “Pelaku peredaran narkotika merupakan jaringan dari kota Bontang.”

Ary melanjutkan,” Berdasarkan hasil interogasi, barang haram tersebut dipesan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Bontang. (kaltim.antaranews.com, 10/10/2022)

Narkoba dan Bahayanya

Menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan, narkotika merupakan zat buatan ataupun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan.

Adapun bahaya dan dampak narkoba pada hidup dan kesehatan, adalah dapat  menimbulkan dehidrasi, halusinasi, menurunnya tingkat kesadaran, gangguan kualitas hidup, bahkan kematian. (bnn.go.id, 07/01/2019)

Melihat potensi bahaya yang terjadi pada pemakai narkoba yang notabene berasal dari kalangan muda, pastinya membuat orang tua khususnya ibu menjadi khawatir.

Narkoba memiliki daya adiksi atau ketagihan akan menyebabkan pemakainya sulit lepas dari ketergantungan benda tersebut. Sehingga berdampak besar pada kesehatan fisik, mental, dan emosional pemakai. Ujung-ujungnya banyak tindak kriminal yang muncul, demi memenuhi hasrat sebagai efek kecanduan seperti mencuri, merampok, dan melakukan kekerasan fisik demi mendapatkan keinginannya.

Sangat miris bila melihat profil pemuda saat ini, mengingat bahwa pemuda adalah aset bangsa yang nantinya akan mengambil peran dalam melanjutkan estafet kepemimpinan. Apalah jadinya jika pemuda yang ada sekarang justru berada pada posisi  yang menghawatirkan.

Pergaulan bebas, narkoba, LGBT dan perzinahan menjadi fenomena yang seolah lazim membersamai tumbuh kembang pemuda saat ini.

Tidak hanya di Kalimantan, di beberapa provinsi di Indonesia, permasalahan narkoba dan kawan-kawannya ini menjadi problem yang belum terselesaikan. Hal ini disebabkan karena gaya hidup konsumtif, hedonis, dan mudahnya arus informasi di era digital  ini, sehingga mendorong orang untuk mengadopsi gaya hidup ala barat yang terkenal dengan ide kebebasannya.

Indonesia dengan jumlah Muslim terbesar ini seolah-olah menjadi  surga bagi para pengedar barang haram tersebut.

Mengingat betapa mudahnya rupiah yang didapat, menjadikan narkoba bisnis yang menggiurkan bagi para kapital (pemilik modal) tanpa melihat kerusakan yang disebabkannya.

Berbagai problematika generasi hari ini merupakan konsekuensi penerapan sistem kehidupan yang sekuler dan liberal. Sistem ini meniscayakan agama tidak menjadi standar dalam berprilaku, sehingga menimbulkan gaya hidup yang semakin liberal (bebas) tanpa aturan.

Di sisi lain, sistem sanksi yang berlaku juga belum mampu menuntaskan masalah narkoba bagi generasi. Hal ini disebabkan, sistem sanksi yang diberikan tidak memberi efek jera bagi pelakunya.

Kebijakan ini juga tidak terlepas dari sistem kapitalisme, yang menempatkan uang atau materi pada posisi teratas.

Wajar, apabila setiap pelung bisnis yang bisa memberi keuntungan akan dijaga eksistensinya secara sistematis. Inilah yang menyebabkan peredaran obat-obatan terlarang di negeri ini sulit diberantas.

Islam Solusi Tuntas Selamatkan Generasi

Gambaran rusaknya pemuda di atas merupakan perwujudan dari hasil penerapan sistem sekuler liberal yang dianut oleh sebagian besar negara di dunia termasuk Indonesia.

Sebuah fenomena yang tidak pernah terjadi dalam peradaban Islam selama 13 abad memimpin dunia. Sosok pemuda pada masa itu adalah sosok insan bertakwa, dengan prestasi gemilang yang melandasi tingkah laku dan perbuatannya semata-mata karena mengharap keridhaan Allah SWT .

Banyak profil pemuda dalam Islam, yang patut dijadikan teladan bagi pemuda kita saat ini.

Dalam sejarah peradaban Islam akan kita dapati beberapa ulama yang ternyata mampu menghapal Al-Qur’an pada usia belia, seperti Imam Syafi’i, Ibnu Sina, dan Ibnu Rasyd.

Pada masa kekhilafahan Umayah pun hadir Thariq bin Ziyad, seorang pemuda yang berhasil menaklukkan wilayah Andalusia di kisaran usia 20 an.

Ada juga Muhammad Al Fatih yang dikenal dengan Sultan Mehmet ll, yang  sudah berhasil membawa pasukannya menembus benteng konstantinopel (Istanbul) pada usianya yang ke-21.

Profil pemuda yang demikian tidaklah lahir begitu saja. Dan yang pasti juga bukan muncul dari sebuah peradaban sekuler yang menuhankan akal manusia.

Peradaban gemilang yang mampu mencetak generasi berkualitas hanya muncul dari peradaban yang mendasari pemerintahannya hanya dengan akidah Islam. Akidah yang tidak menyimpang dari fitrah karena berasal dari zat yang menciptakan manusia, zat yang mengatur tatanan kehidupan di semua aspek dengan syariat-Nya.

Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menuju perubahan, kecuali dengan memperjuangkan kembali syariah Islam. Merangkul para pemuda untuk kembali kepada fitrahnya, menghiasi dada-dada mereka dengan ketakwaan, meluruskan kembali pemahaman yang  shahih tentang ajaran agamanya, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah di awal diangkatnya beliau sebagai Rasul.

Allah berfirman dalam Qur’an, surah Ali-Imran: 140

وتلك الايام نداولها بين الناس

Artinya: “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).”

Wallaahu a’lam bishshawab

Kemenag Berhasil Urus 24 Sertifikat Tanah Wakaf

0
Kemenag bersama dinas terkait saat melakulan pengukuran tanah. (ist)

BONTANG –  Dari 70 tanah wakaf yang tercatat di Kantor kementerian Agama (Kemenag) Bontang, 24 di antaranya berhasil alih status menjadi sertifikat. Hal ini disampaikan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Bontang, Yarkani.

Yarkani menjelaskan, 70 tanah wakaf itu tercatat di tahun 2022 lalu. Dari jumlah tersebut telah memiliki Akta Ikrar Wakaf (AIW) di 70 lokasi. Di tahun 2022 itu pula telah diusulkan sertifikat sebanyak 33 lokasi.

“Dari badan pertanahan melakukan pengukuran sebanyak 47 lokasi, artinya telah melebihi target,” kata Yarkani saat ditemui Mediakaltim.com (jaringan Radarbontang.com), Sabtu (14/1/2023).

Lanjutnya, dari 47 lokasi yang dilakukan pengukuran itu, sebanyak 24 sertifikat tanah telah dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bontang.

“Ada 24 sertifikat yang telah terbit. Masih ada 2/3 yang belum disertifikat,” tambahnya.

Dirinya menyebutkan, ada beberapa wakaf yang masih sulit untuk dibuatkan sertifikatnya. Seperti wakaf-wakaf yang telah lama dihibahkan, namun dikarenakan pengurus wakaf lupa menyimpan berkas-berkas yang ada.

“Kasus seperti ini bisa ditelusuri di Kantor Urusan Agama (KUA) selaku pembuat AIW. Masalahnya, terkadang juga tidak lengkap berkasnya,” kata Yarkani.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi, menjadi kendala dikarenakan kurangnya berkas yang tersedia, yang menyebabkan kendala dalam pembuatan sertifikat.

“Terkadang syarat-syarat itu yang kurang dari nazir (orang yang diamanahkan wakaf,” lanjutnya.

Yarkani menambahkan, tahun 2023 ini akan kembali melakukan pengurusan sertifikat wakaf. Tetap berkoordinasi dengan KUA, kelurahan, kecamatan, dan dari badan pertanahan.

“Ke depannya masih lebih banyak problemnya, terkait syarat-syarat yang tidak lengkap,” kata Yarkani. (yah)

Rakerda PD Salimah Bontang Bahas Program Unggulan

0

BONTANG – Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kota Bontang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2023 di Manggrove Berbas Pantai, Minggu (15/1/2023). Agendanya membahas dan memaparkan program kerja masing-masing departemen yang terdiri dari Departemen Dakwah, Pendidikan dan Pelatihan, Ekonomi, Humas, dan Pengembangan Wilayah dan SDM.

Ketua PD Salimah Kota Bontang, Mutmainnah, S.Pd. Aud, menyampaikan bahwa Rakerda ini dilaksanakan untuk membahas program kerja tahun kedua kepengurusan mengacu hasil evaluasi kinerja tahun pertama dengan menyesuaikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Salimah. Begitupun dengan program kerja dari masing-masing departemen.

“Saya memberikan penghargaan khusus untuk seluruh departemen, sekretaris, bendahara, serta seluruh jajaran pengurus karena PD Salimah Kota Bontang telah mengupayakan kerja sama yang solid dan mengupayakan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan tahun 2022 dan program kerja Tahun 2023,” ujarnya.

Dalam pemaparan program kerja tersebut, Departemen Dakwah memaparkan program unggulan berupa Baitul Qur’an Salimah (BQS), dan Program Pembinaan Anak Yatim dan Dhuafa (P2AYD) akan terus dilanjutkan pembinaannya.

Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Pelatihan menyampaikan program unggulan rumah pendidikan Salimah, yaitu SERASI (Sekolah Pranikah Salimah Indonesia) dalam bentuk Seminar Pranikah, KPSPL (Komunitas Perempuan Sehat Peduli Lingkungan), dan SISTER (Sekolah Ibu Terpadu Salimah).

Berikutnya Departemen Pengembangan Cabang dan SDM yang manjadi “kaki” organisasi telah merencanakan untuk pembentukan dan pembinaan kepengurusan baru.

Setelah mendapatkan masukan dan arahan dari ketua PD Salimah dan rekan-rekan dari departemen lain, semua pengurus mendapatkan tambahan energi untuk menjalankan seluruh program kerja.

Bekerja sama merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai cita-cita besar. Kebersamaan dan kekompakan perlu dilakukan untuk membesarkan diri kita dan orang lain. Dengan kebersamaan maka persatuan dan kesatuan akan semakin kokoh. Serta sikap-sikap positif dari setiap individu juga diperlukan untuk menjaga dan mempererat kebersamaan dalam sebuah organisasi. (rls/hms)

Ciptakan Rasa Aman, Polres Bontang Laksanakan Patroli KRYD

0
Patroli rutin KRYD ingin ciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif. (ist)

BONTANG – Guna menciptakan rasa aman dan nyaman serta mengantisipasi gangguan kamtibmas di masyarakat, Polres Bontang melaksanakan patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), Sabtu (14/1/2023).

Kegiatan patroli diawali apel terlebih dahulu. Dipimpin Kabag Ops Polres Bontang, Kompol Sujarwanto didampingi Kasat Intel, AKP Yurizca, Kasat Lantas, AKP Tony Joko Purnomo, KBO Sat Lantas, Iptu Imam Jayadi, Piket Pawas, Ipda Danang R, dan personel gabungan Polres Bontang.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalaui Kabag Ops Kompol, Sujarwanto mengatakan, tujuan KRYD ini untuk menciptakan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif, utamanya di malam minggu. Selain itu untuk mencegah dan mengantisipasi timbulnya gangguan kamtibmas, seperti curat, curas, curanmor, dan balapan liar.

Rute patroli KRYD dibagi menjadi 3 wilayah, yaitu wilayah selatan dipimpin KBO Sat Lantas, Imam Jayadi, Bontang Utara dipimpin Piket Pawas, Ipda Danang, dan Bontang Barat dipimpin Ipda Yudi Siswanto.

“Sasaran patroli meliputi tempat- tempat keramaian, tempat tempat kegiatan masyarakat, serta tempat-tempat yang menjadi kumpulan masyarakat,” ujar Kabag Ops.

Sesuai petunjuk dan arahan kapolres, setiap personel pelaksana tugas patroli KRYD harus mengimbau, atau pesan-pesan kamtibmas secara humanis kepada kelompok masyarakat, untuk menjaga stuasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Pihaknya terus berupaya mengantisipasi tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Bontang. ”upaya premtif dan preventif terus kita lakukan guna mencegah terjadinya aksi kejahatan. Begitupun peran aktif masyarakat sangat penting dilakukan, guna menjaga kambtibmas di wilayahnya dengan meningkatkan siskamling,” terangnya.

Kompol Sujarwanto berharap patroli rutin ini ditingkatkan. Berharap situasi kamtibmas tetapa aman dan kondusif. Masyarakat merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas di malam minggu. (hms)

Kisah Pandi Boiran, Pernah Ingin Masuk PS Pupuk Kaltim Galatama, Sukses Besarkan Bisnis Jasa Pengiriman

0
Pandi Boiran sosok yang ingin memajukan UMKM. (ist)

BONTANG – Kegemarannya pada sepakbola mengantarkannya ke tanah Kalimantan. Nama besar PS Pupuk Kaltim Galatama, klub sepakbola pertama di Kota Taman, sebutan Kota Bontang menjadi tujuan utamanya kala itu.

Namun sayang, jodoh belum berpihak padanya. Keinginannya masuk pada skuad yang pernah berjaya di era Liga Indonesia 1 Dunhill musim 1994/1995 dengan menjadi semi finalis dan finalis Liga Indonesia musim 1999/2000 ini belum terwujud.

“Dulu saya ngefans banget sama tim sepak bola PS Pupuk Kaltim Galatama,” beber Pandi Boiran mengisahkan awal perjalanan hidupnya merantau ke Bontang.

Teman-teman dan orang sekitarnya, sangat mendukung dirinya untuk bergabung dengan klub sepak bola yang sedang naik daun di Bontang kala itu.

Tak ayal, setelah bertekad kuat, Agustus 1991 Pandi memutuskan bertolak ke Bontang bersama kerabat, untuk mengadu nasib masuk ke dalam PS Pupuk Kaltim Galatama.

“Saya hanya pegang uang sangu (bekal) Rp 100 ribu di kantong, bersama teman saya berangkat menuju Kalimantan,” ungkapnya.

Sayangnya Pria kelahiran Blitar, 13 Maret 1968 ini tidak berhasil menembus seleksi tim sepak bola yang pernah melahirkan nama besar Fahri Husaini, Sumardi, dan Ponaryo Astaman.

Walaupun tak lolos seleksi namun dirinya tetap bisa membersamai PS Pupuk Kaltim Galatama. Pandi tetap bisa ikut berlatih bersama pemain-pemain yang telah berhasil masuk.“Saya sering ikut mereka kalau lagi latihan, walaupun tak lolos,” katanya.

Walaupun usahanya menembus seleksi tak berhasil, tak lantas menggerakkan hatinya pulang ke kampung halaman. Sejak itu, tahun 1991, pria yang besar sebagai anak petani sederhana ini memutuskan menetap di Kota Taman.

Pandi sudah mulai bekerja sejak SD kelas 6, untuk membantu kedua orang tuanya. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), ia pernah berhasil berwirausaha dengan membangun peternakan ayam petelur.

Pandi lahir dan besar tepat di Desa Gading Selopuro, Kabupaten Blitar. Anak kelima dari tujuh saudara. Dari hobinya berolahraga ia pernah mendapat beasiswa saat SMA.

Merintis karir di Bontang, Pandi sempat bekerja dengan kerabatnya. Sebelum akhirnya membuka usaha dalam bidang jasa pengiriman, Priority Cargo.

“Saya dulu ikut bantu ambil pasir kalau ada orang pesan. Lalu saya putuskan buka usaha jasa pengiriman. lumayan maju. Sekarang saya juga buka warung kopi dekat rudal sana. Alhamdulillah banyak teman-teman ke sana dan mereka suka ngobrol dengan saya,” ungkapnya.

Selain berbisnis Pandi suka bersosialisasi. Hal ini ditunjukkan dengan bergabung pada sebuah paguyuban. Ia mengikuti sang istri untuk bergabung dalam Paguyuban Arek-Arek Suroboyo (Pasura).

Dari pergumulannya bersama rekan-rekan di Pasura, dirinya disarankan bergabung dalam legislatif. Lantaran saran itu ditambah lagi dengan keinginannya menjadi wakil rakyat yang benar-benar bisa membantu masyarakat, ia memutuskan bergabung di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Saya sering jalan ke kota lain, liat situasi kota tersebut. Pedagang-pedagangnya tertib dan tertata. Kebetulan UMKM sekarang juga lagi disejahterakan, jadi saya juga pengen ambil peran dalam pembangunan di Bontang ini,” pungkasnya. (sya)