Pesan Neni untuk Pelajar: Anak Bontang Harus Dibentengi dari Bahaya Dunia Digital

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan. Salah satunya melalui program bantuan perlengkapan sekolah gratis, bagi siswa jenjang SD dan SMP.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, para siswa menerima perlengkapan sekolah berupa seragam, tas, sepatu, dan buku yang diserahkan secara simbolis, oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Tak hanya memberikan dukungan berupa perlengkapan sekolah, Neni juga menyampaikan pesan kepada seluruh pelajar dan orang tua, untuk bersama-sama bisa membentengi diri di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi telah membuat dunia tanpa batas atau world without border. Kondisi tersebut memberikan banyak manfaat, tetapi juga menyimpan berbagai tantangan yang perlu diwaspadai, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Sehingga Neni mengingatkan, agar penggunaan gawai bagi para pelajar tidak berlebihan. Maka para orang tua diminta ikut mengawasi dan membatasi penggunaan perangkat digital, agar tidak mengganggu waktu belajar maupun perkembangan anak.

Selain itu, ia mendorong siswa untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi. Kedua kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman, sekaligus menyaring berbagai informasi yang diterima melalui dunia digital.

Baca Juga:  Banjir Rob Kembali Rendam Jalan Pierre Tendean, Tinggi Air Sampai Lutut

Maka dari itu, Neni mengingatkan ke pelajar agar waspada terhadap berbagai pengaruh negatif di internet, termasuk paparan pornografi dan penyimpangan sosial.

“Dunia sekarang sudah world without border. Karena itu, anak-anak kita harus dibentengi dan orang tua juga harus ikut mengawasinya. Jangan biarkan anak-anak bermain handphone tanpa batasan waktu,” pesannya, Kamis (10/9/2026).

Ia menegaskan, bantuan perlengkapan sekolah gratis hingga program subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa merupakan bentuk perhatian, sekaligus investasi jangka panjang Pemkot Bontang terhadap sumber daya manusia.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya ingin memastikan anak-anak Bontang dapat bersekolah, tetapi juga mendorong mereka tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan memiliki karakter kuat.

Untuk mendukung hal tersebut, Neni mengajak sekolah dan orang tua membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya melalui pembiasaan salat dhuha, gerakan wajib belajar pukul 19.00–21.00 Wita, serta budaya hidup bersih melalui gerakan “Gesit”.

“Ini adalah bagian dari investasi kita untuk masa depan anak-anak Bontang. Mari kita dukung bersama agar mereka menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan bermartabat,” ujarnya.

Baca Juga:  Festival Media Siber 2023, Basri: Media Berperan Penting di Karir Saya

Neni berharap seluruh program pendidikan yang dijalankan Pemkot Bontang, dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan keluarga.

Dukungan pemerintah, sekolah, serta orang tua dinilai menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan karakter.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.