BONTANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Paguyuban Wargi Sunda Bontang (PWSB), tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga mendapat perhatian dari pemerintah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang.
Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat Kesbangpol Bontang, M. Isnaini mengatakan, kegiatan keagamaan yang digelar oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) seperti PWSB merupakan bagian dari aktivitas positif yang perlu terus didukung dan dipantau.

Sehingga Isnaini menyebutkan, Kesbangpol telah menerima proses pendaftaran kembalinya PWSB. Sebelumnya, kepengurusan PWSB menggunakan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri.
“Ini untuk kesekian kalinya setiap ormas banyak yang menggelar dan mengundang kami untuk datang, termasuk Paguyuban Sunda. Beliau sudah datang ke Kesbangpol untuk mendaftar kembali,” ujar Isnaini, Sabtu (12/9/2026) malam.
Ia menjelaskan, setelah ormas mendaftarkan diri, Kesbangpol memiliki tugas untuk melakukan monitoring terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Setiap kegiatan organisasi juga diharapkan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, kegiatan Maulid Nabi yang melibatkan masyarakat secara langsung merupakan aktivitas yang sangat positif. Terlebih lagi, ormas merupakan organisasi mandiri yang juga menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
“Pastinya kegiatan Maulid seperti ini yang melibatkan masyarakat langsung sangat bagus. Ini juga organisasi mandiri dan mitranya pemerintah. Begitu mereka mendaftar, pastinya sesuai dengan aturan pemerintah,” jelasnya.
Isnaini menambahkan, ormas juga memiliki kewajiban melaporkan kegiatan secara berkala. Kesbangpol kemudian melakukan monitoring, untuk memastikan kegiatan organisasi berjalan sesuai ketentuan.
Ia berharap aktivitas positif yang dilakukan PWSB maupun ormas lainnya yang berada di Bontang, dapat terus sejalan dengan semangat pembangunan Kota Bontang sebagai Kota Taman.
“Harapannya pasti selaras dengan Kota Taman, salah satunya menghidupkan kembali seperti kegiatan Maulid ini. Ormas mandiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani, turut memberikan pesan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi, khususnya tentang kesederhanaan Rasulullah SAW, dapat menjadi pengingat penting dalam membangun kepedulian sosial.

Menurut Lulyana, dari sisi pemerintah, kegiatan keagamaan seperti Maulid memiliki peran penting dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat. Nilai kepedulian tersebut juga berkaitan erat dengan upaya pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika.
Maka ia mengatakan, masyarakat perlu memiliki keberanian untuk menolak narkoba, termasuk berani melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.
“Dari sisi pemerintah dengan adanya kegiatan Maulid sangat penting, apalagi tentang kesederhanaan Nabi Muhammad. Dari sisi pencegahan, kita merangkul seluruh umat manusia,” ujarnya.

Lulyana menekankan, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Nilai ukhuwah Islamiah, menurutnya, dapat menjadi salah satu kekuatan untuk membangun kepedulian bersama terhadap persoalan narkotika.
“Semua harus berani mengatakan tidak, menolak, kemudian juga bisa melapor. Semua bisa hubungannya dengan keagamaan. Ukhuwah Islamiah harus bekerja sama, minimal memberantas narkoba,” katanya.
Ia juga menyoroti peran keluarga dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Lulyana mengaku kurang sependapat jika persoalan narkoba, selalu dikaitkan dengan pemuda sebagai pihak yang harus disalahkan.
Menurutnya, dalam banyak kondisi pemuda justru dapat menjadi korban dari persoalan yang lebih kompleks, termasuk lemahnya perhatian dan pengawasan keluarga.
“Karena pemuda ini korban. Korban dari siapa? Korban dari orang tua kalau saya bilang,” tegasnya.
Ia menilai kurangnya perhatian orang tua, dapat membuat anak kehilangan fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh lingkungan. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Narkoba cuma alat. Bagaimana mental dia sakit, pastinya narkoba. Kalau mau sehat, lingkungan dan keluarganya diperbaiki. Kalau semua rusak, pastinya lari ke narkoba,” pungkas Lulyana. (Adv)
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




