BONTANG – SMP YPVDP Vidatra meminta kepastian mengenai pihak yang akan bertanggung jawab atas biaya perawatan siswa, yang sempat menjalani pengobatan di RS LNG Badak, setelah mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Bontang Selatan 5.
Permintaan tersebut disampaikan Kepala SMP Vidatra, Muhammad Solikhin, dalam rapat evaluasi Program MBG bersama Pemerintah Kota Bontang, Selasa (11/8/2026). Meski sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang, sekolah menilai kepastian mengenai pembiayaan perawatan tetap perlu diberikan.
Solikhin menjelaskan, saat kejadian pihak sekolah memilih membawa para siswa ke RS LNG Badak karena kondisi mereka dinilai darurat dan membutuhkan penanganan medis secepatnya.
“Kami tahu SOP-nya, jika ada keluhan MBG itu ke puskesmas. Tapi melihat kondisi anak-anak yang parah dan emergensi, RS Badak menjadi tempat terdekat untuk penyelamatan jiwa,” ujarnya.”
Ia menegaskan, sekolah tidak meminta seluruh biaya perawatan semua siswa ditanggung pemerintah. Namun, ia berharap ada solusi bagi siswa yang memang membutuhkan bantuan pembiayaan.
Menurutnya, meski dikenal sebagai sekolah yang banyak dihuni anak karyawan perusahaan, SMP Vidatra juga menerima siswa dari keluarga kurang mampu melalui program beasiswa. Karena itu, tidak semua orang tua memiliki kemampuan finansial yang sama untuk menanggung biaya pengobatan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Regional Kalimantan, Paska Pakpahan, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pertanggungjawaban biaya pengobatan para siswa.
“Kami lihat nanti apakah bisa ter-cover BPJS atau tidak. Apabila nanti tidak ter-cover, akan kami sampaikan terkait pertanggungjawabannya kepada pimpinan,” katanya.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memastikan pemerintah daerah akan mengawal penyelesaian persoalan tersebut, agar tidak ada siswa yang terkendala dalam memperoleh layanan kesehatan akibat persoalan biaya.
“Pemerintah sebagai satgas tentu memastikan biaya perawatan medis anak-anak yang terdampak ini ditangani oleh pemerintah,” tutupnya
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




