NUSANTARA – Proyek superblok Pakuwon Nusantara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) tampaknya belum akan dibangun dalam waktu dekat. Meski sebagian lahannya telah berdiri Bus Interchange, pengembang masih memilih bersikap hati-hati sebelum melanjutkan investasi senilai Rp5 triliun tersebut.
Salah satu pertimbangan utama adalah belum terbentuknya pasar yang cukup kuat dari perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat ke IKN yang hingga kini masih berlangsung bertahap.
Selain itu, kenaikan biaya konstruksi akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor yang memengaruhi perhitungan investasi.
Dalam paparan publik PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) di Surabaya, Rabu (17/6/2026), manajemen menyampaikan bahwa pembangunan proyek masih berada pada tahap awal dan penyesuaian terhadap perkembangan ekosistem IKN.
“Proses pembangunan akan diselaraskan dengan tahapan pemindahan ASN, mengingat Perseroan dalam mengembangkan properti senantiasa memperhatikan potensi pasar yang terbentuk dari jumlah ASN yang ada,” tulis manajemen PWON.
Perusahaan juga mengungkapkan biaya konstruksi mengalami kenaikan hingga sekitar 30 persen. Kondisi tersebut membuat strategi wait and see dipilih sebelum pembangunan superblok dilanjutkan secara penuh.
Dengan kata lain, Pakuwon memilih menyesuaikan jadwal pembangunan sambil menunggu kepastian terbentuknya pasar yang lebih kuat di IKN.
Di lapangan, Bus Interchange yang berada di sebagian lahan Pakuwon Nusantara telah berdiri kokoh meski belum beroperasi. Fasilitas transit tersebut dibangun pada 24 Juni 2025 oleh kontraktor Pulau Intan di atas lahan sekitar 0,66 hektare.
Bangunan tersebut dilengkapi rangka baja, bangku penumpang, toilet, dan ruang berfasad kaca yang disiapkan sebagai fasilitas pelayanan transportasi publik.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono sebelumnya juga menyinggung kesiapan sejumlah persil investasi swasta di KIPP, termasuk milik Pakuwon.
“Bapak ibu lihat kan di 1A, persil-persil investasi swasta murni sudah dipasangi plang, ada yang diberi pagar sementara. Itu menunjukkan persilnya siap bangun. Seperti Jambuluwuk, kemudian Pakuwon. Bahkan sudah berdiri bus interchange. Ini bukti keseriusan,” ujar Basuki.
Pakuwon Nusantara sendiri memulai proyeknya melalui groundbreaking yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 1 November 2023.
Berlokasi di KIPP 1A dengan luas sekitar 7,2 hektare, kawasan ini berada di Jalan Sumbu Timur, dekat Plaza Bhinneka Tunggal Ika atau Titik Nol Nusantara.
Dalam rencana pengembangannya, Pakuwon Nusantara akan menjadi kawasan superblok terpadu yang mencakup pusat perbelanjaan, hotel, kondominium, ballroom, serta Hotel Four Points by Sheraton yang dibangun bekerja sama dengan Marriott International dengan kapasitas sekitar 300 kamar.
Proyek tersebut dikembangkan melalui PT Pakuwon Nusantara Abadi, anak usaha PT Pakuwon Jati Tbk.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.




