BONTANG – Dinas PUPR Kota Bontang menargetkan pembangunan polder di Kelurahan Tanjung Laut sudah dapat difungsikan pada tahun ini, untuk mengurangi genangan air. Namun, fungsi polder belum akan berjalan secara maksimal karena sejumlah sarana penunjang masih belum tersedia.
Luas lahan pembangunan polder kini tersisa sekitar 36 ribu meter persegi dari semula sekitar 38 ribu meter persegi. Meski demikian, Pemerintah Kota Bontang belum berencana melakukan pembebasan lahan tambahan, dan akan memfokuskan penyelesaian fungsi utama polder pada tahun ini.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang, Edi Suprapto, mengatakan fokus pekerjaan tahun ini adalah menyelesaikan kolam tampung dan badan jalan, agar sistem pengendalian banjir mulai beroperasi.
“Secara fungsi tetap kita fungsikan, tetapi belum maksimal. Pompa baru satu unit, padahal idealnya dua unit. Selain itu masih membutuhkan genset sebagai pengaman jika listrik padam,” ujarnya.
Adapun sejumlah fasilitas seperti area parkir, jogging track, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya, masih akan diusulkan untuk penyelesaian pada tahap berikutnya.
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran lanjutan mencapai lebih dari Rp10 miliar. Namun, besaran tersebut masih dapat berubah karena adanya penyesuaian desain konstruksi.
Awalnya, proyek dirancang menggunakan pasangan batu. Namun desain diubah menjadi Construcsi Concrete Sheet Pile (CCSP) karena keterbatasan material batu gunung di Bontang, serta belum jelasnya perizinan sejumlah lokasi galian C.
“Kalau tetap menggunakan pasangan batu, kebutuhan batu gunung bisa mencapai sekitar 30 ribu meter kubik. Karena itu desain diubah menggunakan precast sheet pile,” jelasnya.
Terkait pembebasan lahan, Edi menegaskan belum ada rencana penambahan lahan baru. Menurutnya, proses tersebut memerlukan kajian ulang dan tahapan perencanaan yang cukup panjang.
Sementara itu, rumah-rumah warga yang telah masuk dalam rencana penanganan sudah dilakukan inventarisasi. Pekerjaan di sekitar permukiman baru akan dilaksanakan setelah proses pemancangan selesai, agar warga tidak terdampak dua kali akibat aktivitas konstruksi.
PUPRK berharap, dengan mulai berfungsinya polder, genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan depan Era Fresh dan sekitarnya dapat berkurang, meski penyempurnaan fasilitas akan dilakukan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.
Proyek tersebut dibiayai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2026.
Nilai kontrak pembangunan mencapai Rp38,59 miliar dengan pelaksana PT Bumi Lasinrang dan konsultan supervisi PT Teknika Cipta Konsultan KSO CV Karya Pratama Consultant. Mulai pada 29 Mei 2026 dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender.
Diketahui Polder air atau sistem polder adalah metode pengelolaan tata air dan pengendalian banjir di suatu kawasan rendah atau cekung yang dikelilingi tanggul, menggunakan sarana fisik terpadu seperti saluran drainase, kolam penampung, pompa, dan pintu air.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




