Beranda blog Halaman 10

Nelayan Harap SPBU Nelayan Segera Beroperasi untuk Tekan Biaya Solar

0
Kelompok Usaha Bersama Cahaya Nelayan di Desa Handil Terusan, Kecamatan Anggana, menerima bantuan perlengkapan perikanan untuk mendukung aktivitas nelayan tangkap. (Istimewa)

TENGGARONG – Bantuan sarana perikanan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mulai dirasakan manfaatnya oleh nelayan di berbagai wilayah. Program tersebut membantu nelayan memenuhi kebutuhan dasar dalam beraktivitas, mulai dari mesin kapal, perahu, hingga alat tangkap.

Di Desa Handil Terusan, Kecamatan Anggana, bantuan mesin diesel satu silinder berbahan bakar solar membantu nelayan mengganti mesin lama yang selama ini digunakan untuk melaut.

Bagi nelayan, mesin kapal bukan sekadar perlengkapan kerja. Mesin yang andal menjadi faktor penting untuk menunjang keselamatan dan kelancaran aktivitas di laut.

Rusdiansyah, nelayan asal Handil Terusan, mengatakan bantuan tersebut membuat nelayan lebih tenang saat beraktivitas. Sebelumnya, sebagian nelayan masih menggunakan mesin lama yang rawan mengalami kerusakan saat berada di laut.

“Yang jelas sangat bermanfaat sekali bagi nelayan di desa kami. Karena kemarin mesin kami sudah tua. Jadi kami tidak mengkhawatirkan lagi ada kerusakan di laut,” kata Rusdiansyah.

Menurutnya, bantuan yang diterima nelayan tidak hanya berupa mesin. Ada pula bantuan perahu, mesin penggerak perahu, hingga alat tangkap yang menjadi kebutuhan utama nelayan sehari-hari.

Dengan sarana yang lebih memadai, nelayan dapat bekerja lebih aman dan produktif. Kehadiran bantuan tersebut juga dinilai meringankan beban nelayan kecil yang selama ini harus menanggung sendiri biaya pengadaan sarana perikanan.

Meski demikian, Rusdiansyah berharap pemerintah juga memperhatikan persoalan bahan bakar minyak, khususnya solar yang menjadi kebutuhan utama nelayan. Saat ini harga solar eceran di wilayahnya mencapai Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

“Satu galon kemarin Rp300 ribu, sekarang Rp650 ribu. Satu hari habis,” ujarnya.

Karena itu, rencana pembangunan SPBU Nelayan di Kecamatan Anggana menjadi harapan baru bagi para nelayan. Menurut Rusdiansyah, keberadaan SPBU Nelayan akan membantu memastikan ketersediaan BBM dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kalau sudah beroperasi, sangat terbantu,” katanya.

Manfaat bantuan serupa juga dirasakan nelayan di kawasan Danau Melintang, Kecamatan Muara Muntai. Muhammad Yusuf mengatakan bantuan mesin dan alat tangkap membantu mengurangi beban biaya operasional nelayan.

“Alhamdulillah, mengurangi beban untuk pembelian alat tangkap,” ujarnya.

Namun, menurut Yusuf, tantangan yang dihadapi nelayan danau berbeda dengan nelayan pesisir. Saat musim banjir dan hasil tangkapan melimpah, persoalan utama justru berada pada pemasaran hasil perikanan.

“Tangkapan ada saja, tergantung musim. Kalau musim banjir, susah untuk pemasaran. Ada yang menerima, tapi harganya anjlok,” katanya.

Karena itu, nelayan mulai membahas penguatan kelembagaan melalui pembentukan koperasi nelayan yang diharapkan dapat membantu penampungan, distribusi, hingga pemasaran hasil tangkapan secara lebih baik.

Selain itu, nelayan juga berharap pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan ilegal terus diperkuat agar keberlanjutan sumber daya perikanan tetap terjaga.

Dari wilayah pesisir Anggana hingga kawasan Danau Melintang, bantuan sarana perikanan yang disalurkan Pemkab Kukar mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat nelayan. Di sisi lain, berbagai kebutuhan lanjutan seperti akses BBM, pemasaran hasil tangkapan, penguatan kelembagaan, hingga pengawasan perairan masih menjadi perhatian yang diharapkan dapat terus mendapat dukungan pemerintah.

Dengan dukungan sarana kerja dan program pendukung yang berkelanjutan, sektor perikanan di Kutai Kartanegara diharapkan semakin mampu memperkuat ekonomi masyarakat nelayan di wilayah pesisir maupun kawasan danau. (MK)

Editor: Agus S.

Rugi Rp150 Juta Akibat Truk Terperosok, Owner Persilahkan Minyak Goreng Tumpah Diambil Warga: Semoga Jadi Berkah

0
Warga mengerubungi mobil tangki minyak goreng yang terperosok di KM 6. (Dwi S).

BONTANG – Sebuah truk tangki bermuatan minyak goreng curah milik CV Saro Jaya Abadi, mengalami kecelakaan tunggal di Jalan S Parman, KM 6, tepatnya di tanjakan Stitek, Rabu (17/6/2026) malam. Akibat insiden tersebut, pemilik usaha diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp150 juta.

Owner minyak goreng Saro, Imam Ahmad Riskan, mengaku mendapat kabar bahwa kendaraan pengangkut minyak miliknya, terperosok saat ingin melintasi di tanjakan.

Kondisi tangki yang mengalami kerusakan, membuat sebagian besar muatan minyak goreng tumpah ke sekitar lokasi kejadian. Meski harus menanggung kerugian besar, Imam memilih untuk mengikhlaskan minyak yang tumpah dan dimanfaatkan warga.

“Tadi dapat info kalau mobilnya terperosok. Kondisinya juga minyak di tangki sudah pada tumpah-tumpah, lebih baik diambil saja sama warga daripada terbuang sia-sia. Semoga menjadi berkah,” ujarnya saat ditemui.

Imam menjelaskan kondisi truk tangki tersebut mengangkut sekitar 8 ton minyak goreng curah, yang rencananya akan dibawa dari kawasan EUP menuju Rawa Indah, untuk proses pengemasan. Namun perjalanan itu berakhir dengan musibah, ketika kendaraan diduga tidak kuat menanjak di lokasi kejadian.

“Mobil ini tadinya dari EUP mau ke Rawa Indah buat minyaknya dikemas. Tapi malah mengalami musibah, mau diapakan lagi,” tambahnya.

Diketahui, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.06 Wita. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun posisi kendaraan yang terperosok, menyebabkan muatan minyak goreng keluar dari tangki dan mengalir di sekitar tangki mobil.

Terpantau di lokasi, area sekitar mobil tangki dipadati warga yang datang membawa jerigen dan berbagai wadah, untuk menampung minyak goreng yang masih bisa diselamatkan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Gagal Nanjak di Tanjakan STITEK, Truk Muatan Minyak Goreng Terperosok ke Pinggir Jalan

0
Kondisi truk yang terperosok di tanjakan Stitek. (Dwi S).

BONTANG – Sebuah truk pengangkut minyak goreng mengalami kecelakaan tunggal setelah terperosok di KM 6, Jalan Letjend S. Parman, tepatnya di tanjakan STITEK, Rabu (17/6/2026) malam sekitar pukul 19.06 Wita.

Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kendaraan tidak mampu menaklukkan tanjakan. Saat berada di jalur menanjak, truk yang membawa muatan minyak goreng itu mengalami gagal nanjak, hingga akhirnya mundur ke belakang.

Sopir kendaraan mengaku truk yang dikemudikannya kehilangan tenaga, saat melintasi tanjakan. Kondisi itu membuat kendaraan tidak kuat menahan beban muatan dan bergerak mundur secara perlahan, sebelum akhirnya keluar badan jalan.

“Mobil tidak kuat menanjak, kemudian mundur ke belakang dan akhirnya terperosok ke pinggir jalan,” ujar sopir di lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, kendaraan mengalami posisi miring di luar badan jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa, maupun laporan luka-luka dalam kejadian tersebut.

Peristiwa itu sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di kawasan tanjakan STITEK. Sejumlah warga terlihat berkumpul untuk menyaksikan proses penanganan kendaraan yang terperosok.

Hingga berita ini ditulis, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi masih dapat dilalui, meski pengendara diimbau untuk berhati-hati saat melintasi jalur menanjak tersebut, terutama kendaraan dengan muatan berat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ketua DPRD Bontang Ajak Warga Berhemat

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb17juni2026/mobile/

Legislatif Dorong Raperda Penanaman Modal Jadi Instrumen Tingkatkan Daya Tarik Investasi

0
Saat pembahasan Raperda penanaman modal di Kantor DPRD Bontang. (Syakurah)

BONTANG – DPRD Kota Bontang berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal, mampu menjadi instrumen untuk meningkatkan iklim investasi sekaligus memperkuat peran pemerintah daerah dalam menarik investor ke Kota Bontang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mengatakan pembahasan Raperda dilakukan secara menyeluruh, agar menghasilkan regulasi yang mampu memberikan kemudahan investasi sekaligus menjawab berbagai kebutuhan daerah.

Menurutnya, rancangan perda tersebut telah melalui proses harmonisasi dan memuat sejumlah penyempurnaan, termasuk penambahan definisi perizinan nonberusaha, penyempurnaan ketentuan mengenai perlindungan lingkungan hidup, serta perbaikan redaksional pada sejumlah pasal.

Rustam menjelaskan, bahwa pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek normatif, tetapi juga implementasi di lapangan, seperti kesiapan perencanaan investasi, peta potensi daerah, hingga strategi promosi yang akan dilakukan pemerintah.

Ia menilai keberadaan investor tidak cukup hanya menunggu minat dari luar, melainkan harus didukung promosi yang lebih aktif dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Dalam rapat tersebut, DPRD juga menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan lahan dan peningkatan infrastruktur penunjang, seperti pembangunan pelabuhan di kawasan Bontang Lestari, agar mampu menjadi daya tarik bagi investasi baru.

Rustam berharap seluruh perangkat daerah dapat mempersiapkan berbagai instrumen pendukung sebelum perda diberlakukan, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja di Kota Bontang. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Saeful Rizal Apresiasi Anak Penghafal Juz 30, Dorong Penguatan Pendidikan Agama dan Lingkungan Positif

0
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal. (Syakurah)

BONTANG – Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal, mengapresiasi prestasi seorang anak di Kota Bontang yang berhasil menghafal Al-Qur’an, khususnya juz 30.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa banyak generasi muda yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga memiliki bekal nilai-nilai keagamaan.

Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai kabar yang menggembirakan, dan menunjukkan bahwa jumlah anak-anak dengan karakter positif masih lebih banyak dibandingkan mereka yang terjerumus dalam perilaku negatif.

“Masih lebih banyak generasi muda yang baik. Namun kita tetap harus berupaya menekan angka anak-anak yang terpengaruh hal-hal negatif, dengan cara merangkul dan membimbing mereka agar kembali ke lingkungan yang baik,” ujarnya.

Ia menilai upaya pembinaan generasi muda tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Menurutnya, DPRD, pemerintah daerah, organisasi keagamaan, hingga seluruh tempat ibadah memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang karakter anak.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat memberikan perhatian lebih, agar semakin banyak anak-anak yang berkembang dengan karakter positif, sekaligus membantu mereka yang menghadapi persoalan sosial agar dapat kembali ke jalur yang baik.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba maupun kenakalan remaja.

“Pembimbingan keagamaan memiliki urgensi yang sangat tinggi. Ketika seseorang memiliki pemahaman agama yang baik, apa pun yang dimilikinya akan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat,” katanya.

Ia juga mendukung kebijakan sekolah yang membiasakan peserta didik menjalankan kegiatan keagamaan, sebelum memulai pembelajaran, seperti salat duha bagi siswa muslim maupun kegiatan ibadah sesuai agama masing-masing bagi siswa nonmuslim.

Menurutnya, kebiasaan tersebut merupakan langkah konkret dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada peserta didik sejak dini. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Bontang Pastikan Seluruh Fungsi Penanaman Modal Sudah Berjalan, Raperda Perkuat Pelayanan Investasi

0
DPMPTSP saat di rapat terkait penanaman modal di Kantor DPRD Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang memastikan seluruh kewenangan yang diatur dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal, telah dijalankan dan akan diperkuat melalui regulasi tersebut.

Jafung Ahli Madya Analis Kebijakan DPMPTSP Kota Bontang, Karel, mengatakan pihaknya selama ini telah melaksanakan berbagai fungsi utama dalam penyelenggaraan penanaman modal, mulai dari perencanaan, pemetaan potensi investasi, promosi, pelayanan perizinan hingga pengawasan investasi.

“Kami sudah menyusun Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM), melakukan pemetaan potensi investasi yang terus diperbarui, serta menjalankan promosi investasi secara berkelanjutan. Kegiatan ini sudah berjalan dan akan terus kami tingkatkan,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, konsep pelayanan terpadu satu pintu juga menjadi salah satu poin yang diperkuat dalam Raperda. Seluruh proses administrasi perizinan akan terpusat di DPMPTSP, sementara rekomendasi teknis tetap berasal dari organisasi perangkat daerah sesuai kewenangannya.

Selain pelayanan, DPMPTSP juga rutin melakukan pengendalian pelaksanaan investasi melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), sebagai bahan evaluasi perkembangan investasi di Kota Bontang.

Sementara itu, tim penyusun Raperda dari Bagian Hukum Setda Kota Bontang, Andi Kurnia, menjelaskan regulasi tersebut disusun untuk memberikan landasan hukum yang jelas bagi seluruh pihak, dalam penyelenggaraan penanaman modal di daerah.

Menurutnya, Raperda tidak hanya mengatur kewenangan pemerintah daerah, tetapi juga memuat hak, kewajiban, tanggung jawab pelaku usaha, perencanaan investasi daerah, pemetaan potensi, promosi investasi, sistem informasi penanaman modal, hingga mekanisme pengendalian dan penyelesaian sengketa.

“Harapannya, perda ini dapat menciptakan kepastian hukum dan mendorong iklim investasi yang semakin kondusif, sehingga mampu menarik lebih banyak investor masuk ke Kota Bontang,” jelasnya.

Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal sendiri, saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama DPRD Kota Bontang, sebelum nantinya diproses lebih lanjut menjadi peraturan daerah. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Digerebek Saat Keluar Rumah, Pria di Berbas Tengah Terciduk Simpan 4 Paket Sabu

0
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan. (Ist).

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang kembali mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika di wilayah Bontang, dimana seorang pria berinisial Sa (45) diamankan setelah kedapatan menyimpan sejumlah paket yang diduga narkotika, jenis sabu di kawasan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

Penangkapan dilakukan oleh Unit II Satresnarkoba Polres Bontang, Senin (15/6/2026), sekitar pukul 21.00 Wita, tepatnya di Jalan Zamrud, Gang Zamrud 11, RT.49, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat, yang menyebutkan adanya aktivitas peredaran sabu di salah satu rumah di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya mendatangi rumah yang dicurigai.

“Saat petugas tiba di lokasi yang dimaksud, polisi langsung mendapati seorang pria yang baru saja keluar dari rumah tersebut. Setelah diperiksa, pria itu diketahui Sa,” ucap Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Larto, Rabu (17/6/2026).

Dalam penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan sebanyak empat bungkus plastik bening berisi kristal putih yang diduga sabu, dengan berat bruto mencapai 1,29 gram. Barang haram tersebut ditemukan terselip di dinding rumah.

Selain itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, meliputi satu kotak rokok merek Sampoerna Mild, satu alat hisap (bong) dari botol plastik bening, satu pipet kaca, satu sedotan berujung runcing warna hitam, serta satu unit telepon genggam merek Vivo warna biru.

“Berdasarkan dari hasil pemeriksaan awal, seluruh barang bukti yang ditemukan oleh petugas diakui sebagai milik tersangka. Maka tersangka beserta barang bukti diamankan ke Polres Bontang, guna menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Jo UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, terkait dugaan memiliki, menguasai, menyimpan, dan mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Layanan Reklame dan KKPR Jadi Perizinan Terbanyak di DPMPTSP Bontang Selama 2025

0
Kepala DPMPTSP, Muhammad Aspianur. (Syakurah)

BONTANG – Sepanjang tahun 2025, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menerbitkan 628 layanan perizinan dan nonperizinan.

Izin reklame dan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), menjadi dua layanan yang paling banyak diajukan masyarakat dari berbagai jenis layanan yang tersedia.

Data DPMPTSP menunjukkan, izin reklame mendominasi dengan total 195 izin yang diterbitkan. Sementara itu, KKPR menempati urutan berikutnya dengan 120 izin, menandakan tingginya aktivitas pemanfaatan ruang dan promosi usaha di Kota Bontang.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyampaikan bahwa tingginya angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha, dalam mengurus legalitas kegiatan mereka.

“Dari total perizinan yang diterbitkan, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik yang cepat dan transparan,” ujarnya.

Selain sektor usaha, layanan perizinan tenaga kesehatan juga menjadi salah satu yang paling banyak diproses. Sepanjang 2025, DPMPTSP menerbitkan 69 Izin Praktik Perawat dan 54 Izin Praktik Dokter.

Kemudian terdapat 19 Izin Praktik Tenaga Teknis Kefarmasian, 18 Izin Praktik Bidan, 11 Izin Praktik Apoteker, serta 10 Izin Praktik Terapis Gigi dan Mulut.

Pada sektor pendidikan dan sosial, DPMPTSP menerbitkan 16 izin pendirian lembaga pendidikan nonformal, sembilan izin pengumpulan uang dan barang, serta satu izin pendirian PAUD formal maupun nonformal.

Sementara layanan nonperizinan juga cukup banyak dimanfaatkan. Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) Nonberusaha tercatat sebanyak 29 dokumen, disusul Surat Keterangan Penelitian sebanyak 25 dokumen dan Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT) sebanyak empat dokumen.

Ia menilai penerapan sistem pelayanan berbasis elektronik, turut mendorong meningkatnya jumlah permohonan yang dapat diselesaikan secara efektif. Menurutnya, digitalisasi membuat masyarakat lebih mudah mengakses layanan tanpa harus datang berkali-kali ke kantor.

Ia menambahkan, legalitas usaha menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Momen Langka dan Indah: Jemaah Haji Bontang Kloter 14 BPN Saksikan Pergantian Kiswah Ka’bah Menjelang ke Madinah

0
Dokumentasi dilakukan diatas rooftop dengan dibantu oleh jamaah dari Malaysia, mengingat sulitnya pengambilan dokumentasi karena penjagaan ketat oleh askar. (Dok pribadi)

MAKKAH – Sebuah keberuntungan besar dan momen spiritual yang tiada tara dirasakan oleh jemaah haji asal Kota Bontang, Kalimantan Timur. Jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 14 Balikpapan (BPN) berkesempatan menjadi saksi mata langsung dari prosesi agung pergantian Kiswah (kain penutup) Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, semalam.

Momen sakral ini terasa kian istimewa karena bertepatan dengan malam pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah. Bagi para jemaah, menyaksikan langsung penggantian kain sutra hitam berhias kaligrafi benang emas dan perak ini adalah sebuah “hadiah pemandangan terindah” yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Penulis berfoto di atas rooftop. (Siti Aisyatur Ridha)

“Ini adalah hadiah terbaik dari Allah sebelum kami meninggalkan Makkah. Menyaksikan baitullah dengan tampilan indah di awal tahun baru Islam adalah kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujar salah satu jemaah dengan nada haru.

Kejadian ini tergolong sangat langka. Tidak semua jemaah haji dari berbagai belahan dunia bisa mencocokkan waktu kepulangan atau perpindahan kota mereka dengan ritual tahunan ini.

Alhamdulillah, jemaah haji Kota Bontang mendapatkan momen yang sempurna. Pasalnya, pada hari Rabu 17 Juni, mereka dijadwalkan akan langsung bertolak menuju Kota Madinah Al-Munawwarah untuk melaksanakan ibadah Arbain.

Tepat sebelum jemaah melakukan Tawaf Wada—tawaf perpisahan yang mengharukan—Allah memberikan suguhan visual dan batiniah yang begitu megah. Pemandangan pergantian Kiswah ini menjadi penutup ziarah mereka di Kota Makkah yang luar biasa.

Para jemaah haji Kloter 14 BPN ini dinilai sangat beruntung. Momen emas seperti ini belum tentu dapat dinikmati oleh jemaah haji dari kota atau negara manapun pada musim-musim haji lainnya.

Berdiri di pelataran, di sudut-sudut bahkan di area rooftop Masjidil Haram, menatap prosesi penggantian kain suci di bawah langit malam Makkah, menjadi bekal spiritual yang membekas seumur hidup. Pemandangan indah ini tidak hanya mengantarkan mereka menuju Madinah dengan hati yang penuh takjub, tetapi juga memperkuat harapan akan predikat haji yang mabrur.

Catatan Siti Aisyatur Ridha
Jamaah Haji Kota Bontang kloter 14 BPN

Editor: Yusva Alam