Beranda blog Halaman 11

Wali Kota Tekankan Akurasi Data Sosial Saat Kunjungi Tanjung Laut Indah

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat berkunjung ke Kelurahan Tanjung Laut. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Senin pagi (4/5/2026). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan sinkronisasi berbagai program Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang di tingkat kelurahan.

Neni menekankan pentingnya akurasi data sosial di masyarakat. Menurutnya, data yang valid menjadi kunci utama, agar program bantuan pemerintah dapat tepat sasaran.

Selain itu, dirinya turut menginstruksikan para ketua RT untuk aktif melakukan pendataan setiap warganya, khususnya mereka yang kehilangan pekerjaan maupun yang masih menyewa rumah, agar dapat segera memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Saya minta seluruh Ketua RT mencatat detail setiap permasalahan sosial di lingkungannya,” ucapnya.

Bahkan Neni meminta program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemkot sebesar Rp300.000 ribu per bulannya, diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan perlindungan BPJS untuk menjangkau mereka yang membutuhkan.

“Sehingga dalam seperti ini, tidak boleh ada warga yang luput dari perhatian pemerintah,” tegasnya.

Neni juga menegaskan bahwa peran aktif perangkat wilayah, terutama RT, sangat penting sebagai ujung tombak dalam mendeteksi dan melaporkan kondisi sosial masyarakat secara langsung di lapangan. Dengan demikian, intervensi pemerintah dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wawali Ingatkan UMKM Waspada Investasi Bodong

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menghadiri sosialisasi keuangan UMKM. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi bertajuk “Cerdas Mengelola Keuangan: Waspada Investasi Bodong dan Pentingnya Menjaga Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK” bagi pelaku UMKM Kota Bontang, Selasa (5/5/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), melalui kampanye LIKE ME (Literasi Keuangan Meningkatkan Edukasi).

Dalam sambutannya, Agus Haris mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, sebagai langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal.

UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Namun, tantangan besar seperti akses permodalan dan minimnya pemahaman sistem keuangan seringkali menjadi hambatan.

“Melalui sosialisasi ini, kita ingin UMKM Bontang lebih cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para pelaku usaha untuk mewaspadai maraknya investasi bodong dengan berbagai modus yang semakin canggih. Menurutnya, pelaku UMKM harus lebih selektif dan tidak mudah tergiur tawaran keuntungan besar, dalam waktu singkat yang tidak masuk akal.

Agus Haris menyoroti pentingnya menjaga reputasi kredit melalui SLIK OJK. Ia dengan tegas melarang praktik “titip nama” atau meminjamkan identitas kepada pihak lain untuk pengajuan pinjaman.

“Jangan sampai karena membantu orang lain, justru merusak riwayat kredit kita sendiri. Ini bisa berdampak panjang dan menghambat akses pembiayaan resmi, termasuk program Kredit Bunga 0%,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berharap literasi keuangan pelaku UMKM semakin meningkat, sehingga mampu mengelola usaha secara sehat, terhindar dari praktik ilegal, dan lebih mudah mengakses layanan keuangan formal guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DPRD Bontang Soroti Transparansi Rekrutmen Tenaga Kerja di Badak LNG

0
Kegiatan kunjungan kerja Komisi A DPRD Bontang bersama Badak LNG. (Dwi S).

 

BONTANG – Proses rekrutmen tenaga kerja menjadi perhatian utama bagi Komisi A DPRD Kota Bontang, saat melakukan kunjungan kerja ke PT Badak LNG, Senin (4/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, dewan menilai perlunya penguatan sistem pelaporan serta keterbukaan informasi, agar masyarakat dapat mengakses data ketenagakerjaan secara lebih utuh.

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, mengungkapkan bahwa informasi yang selama ini beredar di masyarakat cenderung berhenti di tahap pengumuman lowongan kerja, tanpa disertai penjelasan lanjutan terkait proses maupun hasil seleksi.

“Selama ini masyarakat hanya mengetahui saat lowongan dibuka, tetapi tidak mendapat informasi lanjutan terkait proses maupun hasil akhirnya. Ini yang perlu dibenahi agar lebih terbuka,” ucapnya, Senin (4/5/2026).

Ia menilai, keterbukaan informasi menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan publik, sekaligus memastikan proses rekrutmen berjalan secara akuntabel dan adil.

Selain rekrutmen, dewan juga menyoroti pelaporan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dinilai belum sepenuhnya konsisten dilakukan oleh seluruh perusahaan. Padahal, data tersebut dinilai penting untuk memantau kondisi ketenagakerjaan di daerah.

Menanggapi hal itu, Pjs Vice President Business Support Badak LNG, Ravito Karismael menjelaskan bahwa pihak perusahaan, telah menjalankan kewajiban pelaporan secara rutin kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bontang.

Ia menyebut, seluruh proses ketenagakerjaan, mulai dari perencanaan rekrutmen hingga berakhirnya hubungan kerja, telah dilaporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Setiap tahapan kami laporkan secara berkala ke Disnaker, mulai dari rencana perekrutan, proses seleksi, hingga berakhirnya hubungan kerja,” jelasnya.

Terkait PHK, Ravito menambahkan bahwa sebagian besar terjadi karena faktor alami, seperti pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun. Sementara sebagian lainnya disebabkan oleh pengunduran diri.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penimbun BBM Dapat Peringatan Keras dari Kapolres Kutim, SPBU Diminta Tertib!

0
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto saat turun langsung memantau pengawasan distribusi BBM. (Dok.Polres Kutim)

SANGATTA — Jajaran kepolisian memperketat pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya subsidi. Polres Kutai Timur (Kutim) menegaskan akan menindak tegas praktik penimbunan hingga penyalahgunaan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kapolres Kutim, Fauzan Arianto, memberi peringatan keras kepada oknum yang mencoba memainkan distribusi BBM. Ia menegaskan, aparat tidak akan ragu menjatuhkan sanksi hukum bagi pelanggar.

“Penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi adalah pelanggaran hukum. Kami pastikan akan ditindak tegas,” tegasnya,Selasa (5/5/2026).

Di sisi lain, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Menurutnya, tindakan tersebut justru berpotensi memicu kelangkaan di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik. Distribusi BBM terus kami awasi agar tetap lancar,” ujarnya.

Kapolres juga menyoroti peran penting pengelola SPBU. Ia meminta seluruh operator menjalankan tugas secara profesional dan mematuhi aturan, termasuk penerapan sistem barcode dalam penyaluran BBM subsidi.

“SPBU harus tertib dan profesional. Sistem barcode wajib dijalankan agar distribusi tepat sasaran,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Polres Kutim terus menggencarkan patroli dan pengawasan di sejumlah SPBU, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Polisi juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan distribusi BBM.
“Dengan sinergi semua pihak, diharapkan distribusi BBM di Kutai Timur tetap aman, lancar, dan adil,” tutupnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Videotron DPMPTSP Mulai Dipasarkan, Baru Dua Iklan Tayang Sejak Awal Tahun

0
Videotron milik DPMPTSP. (Syakurah)

BONTANG – Videotron milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kini mulai dimanfaatkan sebagai sarana promosi bagi masyarakat maupun pelaku usaha di Kota Bontang. Fasilitas ini disiapkan sebagai alternatif iklan modern sekaligus pengganti banner konvensional yang mulai dibatasi.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan sejak akhir 2025 pihaknya telah memasang videotron di empat titik strategis. Namun hingga kini, pemanfaatannya masih dalam tahap awal karena proses sosialisasi yang terus berjalan.

“Sejak awal tahun sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat ataupun swasta, tentu ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Bendahara Penerimaan Retribusi Aset dan PBG DPMPTSP, Nuraini, mengungkapkan bahwa minat penggunaan videotron masih tergolong rendah. Dari Januari hingga Mei 2026, baru terdapat dua pengajuan iklan yang masuk, seluruhnya terjadi pada Maret lalu.

“Baru dua, itu di Loktuan dan Selamat Datang Bontang. Mungkin masih banyak yang belum tahu, jadi sekarang kami sedang gencar melakukan promosi,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan peminat saat ini disebabkan minimnya sosialisasi di awal pengoperasian. “Tahun 2026 ini memang fokus kami baru mulai promosi. Sebelumnya belum maksimal dikenalkan ke masyarakat,” tambahnya.

Nuraini juga menjelaskan bahwa tarif pemasangan iklan masih bersifat promosi. Biaya penayangan dipatok sekitar Rp250 ribu per hari hingga Rp 350 ribu untuk satu materi iklan.

“Selama masa promosi, satu hari itu sekitar Rp250 ribu. Kalau mau beberapa hari tinggal dikalikan saja,” ungkapnya.

Untuk mekanisme pemasangan, masyarakat cukup mengajukan permohonan ke DPMPTSP, mengisi formulir, serta melampirkan materi video dan bukti pembayaran non tunai

“Sekarang semuanya sudah non-tunai. Nanti pemohon isi formulir, kirim video yang mau ditayangkan, lalu bayar sesuai ketentuan,” terangnya.

Nuraini juga menegaskan bahwa penggunaan videotron menjadi bagian dari kebijakan penataan kota. Pemerintah mulai membatasi pemasangan banner cetak di ruang publik, khususnya di pinggir jalan.

“Banner di pinggir jalan sudah mulai tidak diperbolehkan, makanya kami siapkan videotron sebagai alternatif yang lebih tertata,” pungkasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Tawarkan Kawasan Industri ke Pelindo Makassar untuk Pengembangan Pelabuhan Peti Kemas

0
Kepala DPMPTSP, Muhammad Aspiannur. (Syakurah)

BONTANG– Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mendorong pengembangan kawasan industri dengan membuka peluang investasi strategis.

Salah satunya dengan menawarkan potensi pembangunan pelabuhan peti kemas kepada pihak Pelindo Regional Makassar.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Sekretaris Daerah telah melakukan kunjungan langsung ke Makassar untuk mempresentasikan potensi kawasan industri Bontang.

“Kami sudah datang ke Makassar, bertemu dengan pihak Pelindo untuk menawarkan peluang pengembangan pelabuhan di kawasan industri. Ini bagian dari upaya menarik investasi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Kawasan ini berada di wilayah Bontang Lestari dan dinilai memiliki potensi strategis untuk pengembangan pelabuhan peti kemas untuk mendukung aktivitas industri di kota tersebut.

Pihak Pelindo memberikan respons positif dan berencana melakukan kunjungan balasan ke Bontang dalam waktu dekat, untuk melakukan survei lapangan.

“Mereka menyampaikan akan datang, kemungkinan bulan ini atau bulan depan, untuk melihat langsung lokasi yang kami tawarkan,” jelasnya.

Upaya ini sejalan dengan strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor investasi, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada sejumlah sektor.

“Investasi harus terus kita dorong. Kawasan industri ini potensinya besar, tinggal bagaimana kita menarik investor agar mau masuk dan berkontribusi bagi daerah,” pungkasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Guru Honorer Kutim Akhirnya Bisa Tenang, Setelah Kadisdik Kutim Beri Jawaban Ini

0
Kadisdik Kutim, Mulyono. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kegelisahan guru honorer di Kutai Timur (Kutim) akhirnya mendapat jawaban. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kutim menegaskan, tidak ada kebijakan pemberhentian guru non-aparatur sipil negara (non-ASN), meski muncul kekhawatiran pasca terbitnya Surat Edaran (SE) Kemendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026.

Penegasan itu disampaikan menyusul aksi solidaritas sejumlah guru honorer di halaman Kantor BKPSDM Kutim, Senin (4/5/2026) kemarin. Aksi tersebut dipicu kekhawatiran atas ketentuan dalam SE yang menyebut penugasan guru non-ASN di sekolah negeri hanya sampai 31 Desember 2026.

Kadisdik Kutim, Mulyono menjelaskan, redaksi dalam surat edaran tersebut memang menimbulkan multitafsir di lapangan. Namun, ia memastikan tidak ada kalimat yang menyebut penghentian atau penghapusan tenaga honorer.

“Banyak yang memaknai seolah-olah setelah Desember 2026 tidak ada lagi guru non-ASN. Padahal, tidak ada istilah pemberhentian dalam surat edaran itu,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Klarifikasi terhadap substansi SE tersebut bahkan telah dibahas dalam forum sarasehan pendidikan di Samarinda yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dari forum tersebut, muncul pandangan bahwa kemungkinan besar akan ada kebijakan lanjutan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan. Artinya, batas 31 Desember 2026 tidak serta-merta menjadi akhir bagi keberadaan guru non-ASN di sekolah negeri.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga pendidik di Kutim masih tinggi. Keterbatasan jumlah ASN membuat peran guru honorer tetap menjadi penopang utama proses belajar mengajar di banyak sekolah.

Berdasarkan data Pemkab Kutim, jumlah tenaga honorer di sektor pendidikan mencapai 1.076 orang. Namun, tidak semuanya dapat diusulkan menjadi ASN atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sekitar 200 orang di antaranya tidak memenuhi kualifikasi jabatan karena bukan tenaga pendidik formal. Dari sisanya, sebanyak 795 orang telah memenuhi analisis jabatan (anjab). Meski demikian, keterbatasan fiskal daerah menjadi kendala utama.

“Tahun ini kami hanya mampu mengusulkan sekitar 251 orang. Ini sudah melalui perhitungan matang, mengingat kondisi APBD yang menurun,” jelas Mulyono.

Usulan tersebut telah disampaikan BKPSDM kepada pemerintah pusat dengan harapan memperoleh prioritas dalam proses pengangkatan. Di tengah keterbatasan itu, Pemkab Kutim juga tengah mengkaji berbagai alternatif agar tenaga honorer tetap memiliki ruang pengabdian.

Salah satu opsi yang sempat mengemuka adalah skema alternatif penyerapan tenaga kerja. Namun, hingga kini belum ada regulasi yang mengatur skema outsourcing bagi tenaga guru.

“Masih dalam tahap kajian dan belum bisa diterapkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi terbaik tanpa melanggar ketentuan hukum. Arahan Bupati Kutim pun jelas: membuka ruang agar guru honorer tetap bekerja, namun tetap berada dalam koridor regulasi.

“Kami sudah tegaskan, kepala sekolah dilarang mengangkat tenaga pendidik maupun kependidikan baru,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Niat Curi Mangga, Pria Ini Jatuh dari Pohon hingga Tak Sadarkan Diri

0
Ilustrasi pencurian mangga (AI).

BONTANG – Seorang pria yang diduga hendak mencuri buah mangga mengalami insiden nahas, setelah terjatuh dari pohon dan sempat tak sadarkan diri.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7, RT.32, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 03.20 Wita.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api, Brigpol Edo Olo Vrenso Limbong, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga terkait dugaan pencurian tersebut. Saat petugas tiba di lokasi, terduga pelaku sudah berada di bawah pohon dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat terjatuh dari pohon.

“Jadi kami menerima laporan adanya dugaan pencurian mangga. Informasinya, pelaku terjatuh dari pohon saat hendak mengambil buah tersebut,” ucapnya saat di hubungi.

Sebelumnya, informasi dari keterangan warga, pelaku tidak beraksi sendirian saja. Diduga ada dua orang di lokasi kejadian. Namun, saat salah satu pelaku terjatuh, rekannya langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Sehingga warga yang mengetahui kejadian itu, langsung menghubungi Ketua RT setempat, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api untuk penanganan lebih lanjut.

“Saat ini, kondisi pelaku telah sadar, namun masih dalam keadaan linglung. Untuk pelaku juga sudah mendapatkan perawatan lebih lanjut di RS Amalia,” tambahnya.

Pihak kelurahan bersama unsur keamanan, seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), turut memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai kejadian tersebut.

“Kami selalu mengingatkan warga, khususnya para pemuda usia produktif, agar mengisi waktu dengan kegiatan positif. Jangan sampai melakukan perbuatan yang melanggar hukum karena pada akhirnya hanya akan menimbulkan penyesalan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Akan Tingkatkan Target PBG pada 2027

0
Ilustrasi. (istimewa)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang akan menaikkan target terkait realisasi target pendapatan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pada tahun 2027.

Kepala DPMPTSP, Muhammad Aspiannur mengatakan hal ini menyusul capaian realisasi pada tahun 2026 yang dalam 4 bulan saja telah melampaui target, untuk itu ia optimistis untuk meningkatkan target di tahun 2027.

“Target pendapatan PBG tahun ini sebesar Rp365 juta. Namun di bulan April 2026 kemarin, capaiannya sudah lebih dari Rp380 juta,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Melihat minat serta ketaatan masyarakat dalam mengurus PBG akan menjadi evaluasi DPMPTSP dalam penyesuaian target di 2027 mendatang.

“Target ini menunjukan tren positif, untuk itu evaluasi selanjutnya akan segera kita lakukan pembahasan,” tuturnya.

Dengan tingginya minat masyarakat tentu hal ini menjadi kabar baik itu pendapatan daerah, dimana saat ini Kota Bontang cukup bergantung pada PAD karena adanya efesiensi dari pusat.

Untuk itu pihaknya optimis ingin menaikkan target ke Rp 1 miliar “Semoga Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor PBG dapat terus meningkat tahun ke tahun,” tambahnya.

Adapun peningkatan pendapatan PBG tidak lepas dari berbagai upaya perbaikan layanan yang dilakukan, mulai dari penyederhanaan proses hingga percepatan waktu penerbitan izin sehingga masyarakat mudah melakukan kepengurusannya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Hindari Perempuan Nyeberang Jalan, Pick Up Terjun ke Jurang di Pertigaan Jalan Tembus

0
Mobil pick up yang terperosok ke jurang di Jalan Cipto Mangunkusumo. (Ist).

BONTANG – Sebuah mobil pick up mengalami kecelakaan tunggal hingga masuk ke jurang, di Jalan Cipto Mangunkusumo, tepatnya di dekat lampu merah jalan tembus, Selasa (5/5/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.48 Wita. Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan dengan nomor polisi KT 8765 RD itu terperosok cukup dalam ke jurang di sisi jalan. Mobil diketahui mengangkut sejumlah alat-alat bangunan.

Menurut keterangan saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecelakaan bermula saat kendaraan melintas di tikungan. Pengemudi mendadak melihat seorang perempuan berambut panjang yang hendak menyeberang jalan.

“Jadi secara refleks, pengemudi membanting setir untuk menghindari, sehingga kendaraan keluar jalur dan terjun ke jurang. Korbannya ada satu orang,” ucap Hendra, Relawan IEA Bontang saat dikonfirmasi.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi mengalami luka ringan. Korban telah dievakuasi dan dilarikan ke IGD Rumah Sakit (RS) PKT, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pihak terkait telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan pengamanan area. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi kejadian terpantau kondusif.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam