Beranda blog Halaman 9

Bandara IKN Sudah Didarati Pesawat Presiden hingga Hercules TNI AU

0
Bandara Internasional IKN yang sebelumnya VVIP, terakhir didarati pesawat rombongan Pimpinan MPR RI pada 20 April 2026. (A. Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA — Bandara Very Very Important Person (VVIP) IKN yang kini bernama Bandara Internasional Nusantara terus menjadi sorotan sejak dibangun di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hingga April 2026, bandara tersebut tercatat baru didarati sedikitnya 11 jenis pesawat, mulai dari pesawat kepresidenan, pesawat militer, hingga pesawat uji coba operasional.

Secara fisik, bandara ini dinilai memiliki fasilitas megah dan modern. Namun hingga kini, operasional komersialnya masih menunggu kepastian regulasi dari pemerintah pusat.

Plt Kepala Bandara Internasional Nusantara IKN, Imam Alwan, menyebut Otorita IKN telah menyusun rancangan regulasi terkait tata kelola bandara.

“Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) sudah disampaikan oleh Otorita IKN kepada Presiden melalui Sekretariat Negara,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Bandara ini terakhir didarati rombongan pimpinan MPR RI pada April 2026 menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737-400 dengan nomor registrasi A-7305.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengaku terkesan saat pertama kali tiba di bandara tersebut dalam kunjungannya ke IKN.

“Kesan kami turun, kita dikagetkan dengan suasana yang membanggakan. Bandara Internasional Nusantara di IKN pertama begitu megah dan mewah,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Desember 2025, bandara ini juga didarati Boeing 737-900 TNI AU yang membawa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan resmi ke IKN.

Sementara pada Mei 2025, runway sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter itu digunakan pesawat Boeing seri kepresidenan/VIP TNI AU saat kunjungan wakil presiden.

Pada 2024, Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga beberapa kali mendarat di bandara tersebut menggunakan pesawat kepresidenan.

Di antaranya Avro RJ-85 atau BAE 146-200 yang menjadi pesawat pertama yang membawa presiden mendarat di IKN pada 24 September 2024. Kemudian Boeing Business Jet (BBJ) 737-800 atau Indonesia-1 yang mendarat pada 11 Oktober 2024.

Sebelum digunakan untuk penerbangan kenegaraan, TNI AU terlebih dahulu melakukan berbagai proving flight menggunakan sejumlah armada seperti Boeing 737-200, Boeing 737-400, hingga pesawat angkut berat C-130 Hercules.

Selain itu, pesawat CN-295, CASA C-212, Bombardier Challenger CL 604 milik operator swasta, hingga Beechcraft King Air milik Balai Kalibrasi Penerbangan Kementerian Perhubungan juga tercatat pernah mendarat di bandara tersebut.

Pesawat-pesawat itu digunakan untuk menguji kekuatan landasan, sistem navigasi, serta kesiapan operasional bandara secara keseluruhan.

Meski keberadaan bandara ini sempat diragukan karena lokasinya relatif dekat dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, pemerintah meyakini Bandara Internasional Nusantara akan menjadi salah satu penopang utama ekosistem IKN ke depan.

Keberadaan bandara tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas pemerintahan, investasi, hingga pengembangan kawasan ibu kota baru Indonesia. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Menteri PKP Tinjau Langsung Rumah Warga Penerima BSPS di Balikpapan

0
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, saat meninjau rumah warga yang mendapat program BSPS.

BALIKPAPAN — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja ke Kota Balikpapan untuk meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Selasa (5/5/2026).

Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam kunjungan itu, Maruarar didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Kalimantan Timur, serta Wali Kota Balikpapan. Peninjauan dilakukan guna memastikan program bedah rumah berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Maruarar mengatakan pemerintah terus bergerak cepat menyediakan hunian layak sebagai bagian dari komitmen nasional yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, program BSPS menjadi bukti nyata kehadiran negara bagi masyarakat, khususnya warga miskin ekstrem.

“Program ini adalah bentuk nyata negara hadir untuk rakyat. Target nasional tahun ini meningkat sangat signifikan, dari 45 ribu unit pada tahun lalu menjadi 400 ribu unit rumah yang akan dibedah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, khusus untuk Kalimantan Timur, kuota BSPS pada 2026 juga mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya hanya sekitar 600 unit, kini meningkat menjadi 3.000 unit rumah.

Peningkatan tersebut dinilai sebagai respons pemerintah terhadap tingginya kebutuhan hunian layak di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di Balikpapan sendiri, program BSPS telah berjalan di sejumlah kelurahan dengan menyasar rumah tidak layak huni milik warga berpenghasilan rendah. Pemerintah kota melalui dinas terkait juga terus melakukan verifikasi dan pendampingan agar bantuan tepat sasaran serta sesuai standar pembangunan.

Salah satu penerima manfaat, Nur, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selama enam tahun terakhir, ia bersama keluarganya tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

“Alhamdulillah sangat terbantu. Dulu kondisi rumah kami sangat memprihatinkan, sekarang sudah jauh lebih baik dan aman untuk keluarga,” ujarnya.

Selain program bedah rumah, pemerintah juga mendorong pertumbuhan sektor perumahan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan guna mempermudah akses pembiayaan hunian bagi masyarakat.

Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh rumah layak, tetapi juga menggerakkan sektor konstruksi dan perekonomian daerah.

Pemerintah Kota Balikpapan menilai program BSPS turut membantu mengurangi kawasan kumuh dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Sejalan dengan itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti drainase dan jalan lingkungan juga terus diintegrasikan guna mendukung kawasan hunian yang lebih layak dan berkelanjutan.

Dengan peningkatan kuota dan dukungan lintas sektor, pemerintah berharap program BSPS dapat mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Sekolah di PPU Dapat Program Revitalisasi, Targetkan Standar Setara IKN

0
Ricci Firmansyah saat berbicara di hadapan guru dan kepala sekolah se-PPU di IKN, kemarin. (A.Riski/Media Kaltim)

PENAJAM PASER UTARA — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerima gelontoran anggaran lebih dari Rp13 miliar pada sektor pendidikan melalui program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 2025.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga PPU, Ricci Firmansyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam workshop pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Qubika Boutique Hotel, IKN, Selasa (5/5/2026).

“Ucapan terima kasih kami yang sebesar-besarnya atas bantuan yang telah diberikan kepada kami melalui program revitalisasi tahun 2025,” ujar Ricci.

Ia menjelaskan, pada tahap kedua program revitalisasi, PPU menerima alokasi anggaran sekitar Rp4,2 miliar untuk delapan sekolah prioritas yang terdiri dari satu PAUD, lima SD, dan dua SMP.

Selanjutnya, pada tahap ketiga, PPU kembali memperoleh tambahan anggaran hampir Rp10 miliar untuk sejumlah sekolah lainnya.

“Alhamdulillah di tahap ketiga kami mendapatkan penambahan lagi hampir Rp10 miliar untuk sejumlah sekolah. Jadi totalnya tahun 2025 itu ada sekitar Rp13 miliar lebih,” jelasnya.

Menurut Ricci, program revitalisasi tersebut menyasar pembangunan baru, penambahan ruang kelas, ruang guru, laboratorium, perpustakaan, fasilitas sanitasi, hingga penataan halaman dan pagar sekolah.

Pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan agar setara dengan standar fasilitas di kawasan IKN.

Untuk tahun 2026, Pemkab PPU telah mengusulkan sekitar 60 sekolah dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP yang tersebar di empat kecamatan agar kembali mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.

Program tersebut turut didorong Komisi X DPR RI bersama Pemkab PPU guna memastikan sekolah-sekolah di wilayah penyangga IKN, khususnya Sepaku dan sekitarnya, memiliki fasilitas pendidikan yang layak dan merata.

Melalui revitalisasi ini, pemerintah berharap kualitas lingkungan belajar siswa semakin meningkat sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Penajam Paser Utara. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Polisi Sita 1 Kg Ganja dari Tersangka NF di Balikpapan

0
Barang bukti ganja seberat 1 kilogram.

BALIKPAPAN — Tim Opsnal Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika di Kota Balikpapan. Seorang tersangka berinisial NF diamankan pada Selasa (6/5/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan maraknya peredaran narkotika di wilayah Balikpapan. Menindaklanjuti informasi itu, tim yang dipimpin Hendri Sidabutar langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa narkotika jenis ganja dengan berat kurang lebih 1 kilogram. Barang haram tersebut diduga akan diedarkan di wilayah Balikpapan dan sekitarnya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romy Tamtelahitu, mengatakan tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana lain yang berlaku.

“Pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Kami akan terus bertindak tegas terhadap para pelaku,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, pemberantasan narkoba menjadi perhatian serius Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro. Karena itu, jajaran Direktorat Reserse Narkoba terus menggencarkan operasi dan pengungkapan kasus secara masif di seluruh wilayah hukum Kalimantan Timur.

Menurutnya, peran masyarakat juga sangat penting dalam membantu aparat kepolisian mengungkap peredaran narkotika yang meresahkan.

Polda Kaltim mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui layanan kepolisian 110 maupun kanal pengaduan resmi lainnya.

“Dengan pengungkapan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Kalimantan Timur,” tutupnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Ibnu Araby Warning Sekolah Jangan Bebani Orang Tua dengan Iuran

0
Plh. Kadisdikbud Kota Samarinda, Ibnu Araby (Foto: Abdi)

SAMARINDA – Menjelang akhir tahun ajaran 2025/2026, isu biaya perpisahan sekolah kembali menjadi perhatian publik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menegaskan larangan pungutan dalam bentuk apa pun untuk kegiatan perpisahan siswa.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, meminta seluruh kepala sekolah tidak membebani orang tua murid dengan iuran acara kelulusan maupun perpisahan.

Menurutnya, momen kelulusan seharusnya menjadi ajang syukur dan apresiasi atas pencapaian siswa, bukan malah menjadi tekanan ekonomi bagi keluarga.

“Saya hanya mengingatkan dengan para kepala sekolah, bahwa tidak dilarang perpisahan. Tapi itu dilaksanakan di sekolah dengan suasana yang sangat sederhana,” tegas Ibnu usai hearing bersama DPRD, Selasa (5/5/2026).

Ia menegaskan larangan tersebut berlaku untuk semua bentuk pengumpulan dana, termasuk yang dikemas atas nama kesepakatan bersama, arisan, urunan, paguyuban maupun komite sekolah.

“Yang tidak dibenarkan adalah memungut uang perpisahan dengan cara apa pun. Apakah itu melalui arisan, apakah itu melalui urunan, apalagi itu edaran seperti itu, apakah itu melalui paguyuban atau komite nah itu tidak dibenarkan. Itu pesan saya,” lanjutnya.

Pernyataan itu sekaligus menutup celah praktik pungutan berkedok sumbangan sukarela yang selama ini kerap terjadi menjelang kelulusan siswa.

Ibnu menilai sekolah tetap bisa menggelar kegiatan perpisahan tanpa harus membebani wali murid, salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas sekolah secara sederhana dan khidmat.

Selain memberikan instruksi kepada sekolah, Disdikbud Samarinda juga menggandeng Inspektorat untuk melakukan pengawasan terhadap kemungkinan pelanggaran di lapangan.

Pengawasan tersebut dilakukan di tengah persiapan agenda pendidikan lainnya, termasuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.

Disdikbud berharap penegasan ini mampu menciptakan suasana kelulusan yang lebih sehat dan tidak lagi memunculkan keresahan di kalangan orang tua siswa akibat pungutan yang dinilai memberatkan.

Ibnu juga berharap seluruh sekolah mematuhi instruksi tersebut demi menjaga integritas dunia pendidikan di Kota Samarinda.

“Kita ingin suasana kelulusan berjalan baik, sederhana, dan tidak ada lagi orang tua yang merasa terbebani oleh pungutan-pungutan yang tidak semestinya,” tutupnya. (MK)

Penulis: Abdi
Editor: Agus S

Bahlil Ungkap Fokus Prabowo pada Kedaulatan Energi Nasional

0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026), untuk membahas sejumlah isu strategis di sektor energi dan pertambangan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyoroti perkembangan harga minyak mentah dunia yang dinilai berdampak langsung terhadap Indonesian Crude Price (ICP). Dinamika harga global itu disebut memiliki konsekuensi besar terhadap kebijakan energi nasional dan penerimaan negara.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pembahasan bersama Presiden mencakup langkah antisipasi pemerintah terhadap perubahan harga minyak dunia, sekaligus penataan sektor pertambangan ke depan.

“Membahas beberapa perkembangan, termasuk yang pertama adalah harga crude BBM terhadap ICP. Yang kedua juga kita membahas tentang penataan tambang ke depan yang harus dimiliki oleh sebagian besar kepemilikannya oleh negara dan itu terkait dengan implementasi daripada Pasal 33,” ujarnya.

Selain membahas sektor migas, pemerintah juga mulai menyiapkan arah baru pengelolaan tambang nasional dengan memperbesar porsi kepemilikan negara terhadap sumber daya strategis.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari implementasi Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa sumber daya alam harus dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Bahlil menjelaskan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah formula untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor energi dan pertambangan, baik dari proyek yang telah berjalan maupun pengembangan baru.

“Itu nanti akan kita mencoba untuk mengoptimalkan pendapatan negaranya secara maksimal dan ini kita akan menggunakan contoh seperti pembagian hasil daripada pengelolaan migas kita,” katanya.

Menurutnya, pola kerja sama yang selama ini diterapkan di sektor migas berpotensi diterapkan pula dalam pengelolaan tambang.

“Migas kita itu kan ada cost recovery, ada gross split, mungkin pola-pola itu yang akan kita coba exercise untuk kita bangun untuk bisa melakukan kerja sama dengan pihak swasta,” lanjut Bahlil.

Melalui skema tersebut, pemerintah ingin menciptakan keseimbangan antara keterlibatan swasta dengan penguatan posisi negara dalam pengelolaan sumber daya alam nasional.

Presiden Prabowo disebut menekankan bahwa arah kebijakan energi dan pertambangan ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan nilai tambah, kedaulatan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah juga menilai sektor energi dan pertambangan memiliki posisi strategis dalam menopang ketahanan ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi global yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Komunikasi Pelaku Sejak Januari Jadi Petunjuk Pembunuhan Berencana

0
Tersangka melakukan reka adegan pemukulan korban dengan balok. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Tabir gelap kasus pembunuhan disertai mutilasi di kawasan Gunung Planduk, Kelurahan Sempaja Selatan, mulai tersingkap. Polsek Sungai Pinang menggelar rekonstruksi dengan memperagakan 39 adegan penting yang mengarah pada dugaan kuat pembunuhan berencana.

Rekonstruksi yang digelar di Mapolsek Sungai Pinang itu dilakukan untuk mencocokkan keterangan para tersangka dengan fakta di lapangan. Seluruh adegan diperagakan secara rinci, mulai dari komunikasi awal antar pelaku, proses eksekusi, hingga pembuangan jasad korban.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Rizky Tovas, mengungkapkan bahwa hasil rekonstruksi memperlihatkan adanya komunikasi intensif antar tersangka sejak Januari 2026.

“Secara gamblang, dari bulan Januari hingga 18 Februari, kedua tersangka melakukan komunikasi dan bahkan mengecek lokasi yang akan digunakan untuk membuang korban,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Rizky, fakta tersebut menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk menerapkan pasal pembunuhan berencana selain pasal pembunuhan biasa.

Ia menilai adanya tahapan komunikasi dan survei lokasi menunjukkan aksi tersebut tidak dilakukan secara spontan, melainkan telah dipersiapkan sebelumnya.

Pihak Kejaksaan Negeri Samarinda yang turut hadir dalam rekonstruksi juga melihat adanya unsur kesepahaman jahat antar pelaku. Kasubsi Pra Penuntutan Bidang Tindak Pidana Umum Kejari Samarinda, Stefano, menyebut terdapat indikasi “meeting of mind” dalam kasus tersebut.

“Dari rekonstruksi ini mulai tergambar adanya kesamaan niat antara pelaku satu dan dua. Unsur perencanaan terlihat jelas dari adanya tahapan sebelum kejadian, termasuk rencana pembuangan jasad,” katanya.

Meski demikian, pihak kejaksaan masih menunggu kelengkapan sejumlah dokumen penting sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan, salah satunya hasil visum resmi.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Surtini, mengatakan pihaknya akan tetap mendampingi klien selama proses hukum berjalan dan memastikan hak-hak hukum mereka terpenuhi.

“Kami akan mendampingi dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi. Tim advokat akan berupaya memberikan pembelaan terbaik dan mengupayakan hal-hal yang dapat meringankan bagi yang bersangkutan di persidangan nanti,” ujarnya.

Kasus mutilasi ini menjadi perhatian besar masyarakat Samarinda karena dinilai sangat sadis dan terencana. Kepolisian memastikan proses penyidikan terus dikebut agar perkara segera mendapatkan kepastian hukum melalui persidangan. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Jumpa Pers Diskominfo Kaltim Luruskan Polemik Anggaran Rumah Jabatan

0
Plt. Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwan dan Kepala Diskominfo Kaltim, H. Muhammad Faisal saat jumpa pers di Diskominfo Kaltim. (Foto: Hanafi/Mediakaltim)

SAMARINDA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur menggelar jumpa pers guna memberikan klarifikasi atas sejumlah isu yang tengah viral di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan aset dan anggaran pemerintah daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, Selasa (5/5/2026) ini menghadirkan Kepala Diskominfo Kaltim, H. Muhammad Faisal, serta Plt. Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim, Astri Intan Nirwany sebagai narasumber.

Jumpa pers tersebut digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi informasi publik sekaligus meluruskan berbagai persepsi yang berkembang akibat informasi yang dinilai belum utuh di ruang publik.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan sejumlah isu yang mencuat di media sosial mulai dari pengadaan mobil dinas, renovasi rumah jabatan, pengadaan kursi pijat hingga layanan laundry perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Informasi yang beredar di media sosial seringkali terpotong dan tidak utuh. Karena itu, kami hadir untuk memberikan penjelasan yang lengkap dan berbasis data,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Astri Intan Nirwany untuk pertama kalinya tampil langsung di hadapan awak media guna menjelaskan tugas dan fungsi Biro Umum sekaligus memaparkan detail pengelolaan anggaran di lingkup Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim.

“Ini pertama kalinya saya duduk di depan teman-teman media. Mohon pengertian jika dalam penyampaian masih ada kekurangan,” ucapnya.

Ia menjelaskan Biro Umum memiliki tugas strategis dalam mendukung operasional pimpinan daerah, mulai dari gubernur, wakil gubernur hingga sekretaris daerah. Tugas tersebut mencakup pelayanan kerumahtanggaan pimpinan, pengelolaan keuangan serta pengelolaan aset pemerintah.

Aset yang dikelola meliputi Kantor Gubernur, gedung perkantoran, rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur, ruang pertemuan seperti Odah Etam, guest house, masjid hingga convention hall.

“Semua ini kami kelola untuk memastikan pelayanan kepada pimpinan dan tamu pemerintah berjalan optimal, sekaligus tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Astri juga meluruskan isu terkait anggaran rehabilitasi rumah jabatan gubernur senilai Rp25 miliar yang sempat viral. Ia menegaskan angka tersebut merupakan total dari 57 paket kegiatan, bukan satu proyek tunggal.

“Dari total itu, hanya sekitar Rp3 miliar yang dialokasikan untuk rehabilitasi rumah jabatan gubernur. Sisanya untuk perbaikan gedung lain dan pengadaan sarana prasarana,” tegasnya.

Ia menyebut, dari 57 paket kegiatan tersebut terdapat dua paket yang tidak dilaksanakan sehingga tersisa 55 paket kegiatan. Selain itu, angka Rp25 miliar yang tercantum dalam sistem merupakan pagu perencanaan, bukan nilai realisasi akhir.

“Dalam pelaksanaan ada proses negosiasi dan efisiensi, sehingga realisasinya tidak sebesar pagu yang tercantum,” tambahnya.

Lebih lanjut, Astri menjelaskan bahwa rencana rehabilitasi sebenarnya telah disusun sejak 2024 untuk kebutuhan tahun anggaran 2025 sebagai bagian dari kesiapan fasilitas bagi pimpinan daerah yang akan menjabat.

Ia mengungkapkan kondisi sejumlah fasilitas rumah jabatan sebelumnya cukup memprihatinkan, mulai dari instalasi listrik rusak, sistem air yang tidak berfungsi optimal hingga atap bocor.

“Bahkan saat cuaca ekstrem, ada bagian bangunan yang terdampak cukup parah. Ini kami lihat langsung di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar perlunya rehabilitasi, terlebih saat ini intensitas kegiatan di rumah jabatan meningkat cukup tinggi.

“Sekarang hampir setiap hari ada kegiatan, sehingga fasilitas harus siap dan representatif,” katanya.

Melalui jumpa pers ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.

“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Yang terpenting, informasi yang diterima masyarakat harus utuh dan tidak menyesatkan,” tutup Faisal. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Konsumsi Pemerintah dan Sektor Kuliner Dongkrak Ekonomi Nasional

0
Kepala Badan Pembinaan Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto memberikan keterangan pers kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026), guna meninjau perkembangan berbagai program prioritas pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut, evaluasi terhadap efektivitas program menjadi fokus utama pemerintah sepanjang awal tahun 2026.

Kepala Badan Pembinaan Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, mengatakan hasil sementara menunjukkan capaian yang cukup positif, termasuk dari sisi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ya mengevaluasi lah segala apa yang sudah berjalan program-program saat ini seperti itu. Dan alhamdulillah ya sampai dengan saat ini juga sudah di-announce oleh Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi kita year on year 5,61 persen,” ujarnya.

“Artinya seluruh program Bapak Presiden sampai dengan saat ini berjalan dengan baik dan lancar, alhamdulillah,” sambungnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang tetap stabil di tengah tekanan ekonomi global.

Dari sisi lapangan usaha, sektor akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan capaian 13,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan hingga 21,81 persen.

Selain membahas capaian ekonomi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar seluruh program prioritas berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurut Aris, pemerintah juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi dan pengamat, untuk menyampaikan kritik maupun masukan secara konstruktif.

“Saya mengharap kepada seluruh elit bangsa saat ini, apalagi para akademisi dan para pengamat, Bapak Presiden selalu membuka ruang untuk berkomunikasi, berdemokrasi, berdiskusi. Silakan menyampaikan kritik-kritik dengan cara-cara yang baik,” katanya.

Pemerintah menilai evaluasi berkala dan keterbukaan terhadap kritik publik menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas kebijakan di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga sekaligus memastikan berbagai program prioritas benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Kutai Barat

0
Tersangka S (28) diapit Tim Unit Reskrim Polsek Bentian Besar dan barang bukti. Foto: Polsek Bentian Besar.

SENDAWAR — Tim Unit Reskrim Polsek Bentian Besar berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukum Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (3/5/2026) lalu.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan seorang pemuda berinisial S (28) beserta barang bukti sebanyak 13 poket narkotika jenis sabu.

Kapolsek Bentian Besar, Iptu Nelson Eddy Bojoh, mengatakan saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 12 poket sabu yang dibungkus plastik klip bening ukuran sedang dan satu poket lainnya berukuran kecil.

Seluruh barang bukti langsung diamankan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Dari hasil interogasi awal, tersangka mengakui barang tersebut miliknya yang akan diedarkan di wilayah Kecamatan Bentian Besar,” ujar Kapolsek kepada pewarta, Selasa (5/5/2026).

Nelson menjelaskan, pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan tim Reskrim selama beberapa hari terakhir.

Menurutnya, pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Bentian Besar.

“Pengungkapan ini adalah bukti bahwa kami tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah kami,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun karena diduga tanpa hak menawarkan, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara, hingga memiliki dan menguasai narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu.

Kapolsek juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah membantu memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Ia mengajak seluruh masyarakat Bentian Besar untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba.

“Ini perang kita bersama. Selamatkan generasi muda dari bahaya narkotika. Jika ada informasi sekecil apa pun, segera laporkan ke kami,” pungkasnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Bentian Besar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S