Beranda blog Halaman 8

Neni Dorong Taman Literasi dan Numerasi, Bantu Anak Lebih Cepat Kuasai Perkalian

0
Ilustrasi taman literasi di lingkungan sekolah. (AI).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mendorong penguatan program literasi dan numerasi di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui penyediaan taman literasi dan numerasi, yang dapat menjadi sarana belajar, sekaligus membantu anak lebih mudah mengingat materi pelajaran.

Neni mengatakan, konsep taman numerasi dapat dibuat dengan menghadirkan berbagai unsur angka dan operasi matematika, di ruang terbuka sekolah. Mulai dari desimal, perkalian, penjumlahan hingga berbagai materi dasar matematika lainnya.

Menurutnya, keberadaan media belajar yang dapat dilihat dan digunakan secara langsung, diharapkan mampu membantu materi tersebut tersimpan lebih kuat dalam ingatan para siswa.

“Seperti taman literasi dan numerasi. Taman itu dipenuhi dengan angka-angka, seperti desimal, perkalian, tambah-tambahan. Jadi anak-anak cepat ingat dalam memori dan ingatannya,” ujar Neni, Jumat (11/9/2026).

Selain itu, Neni turut menyoroti masih adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam menghafal perkalian. Bahkan, sebagian siswa membutuhkan waktu cukup lama, ketika harus menjawab soal perkalian sederhana.

“Sekarang kan banyak anak-anak yang belum cukup hafal dengan perkalian. Lambat perkaliannya, tidak seperti kita dulu yang cepat mengingat,” katanya.

Bahkan Neni juga sempat menemukan ketika melakukan sejumlah kunjungan ke sekolah di Bontang. Ia menyebut kemampuan siswa dalam menguasai perkalian belum merata, dimana para siswa-siswi belum terlalu hapal tentang angka.

“Dari beberapa kunjungan sekolah, saya menemukan ada siswa yang masih susah mengingat perkalian. Jadi numerasi, literasi, pojok literasi serta lapangan numerasi itu sangat penting untuk mengingatkan otak anak dalam belajar di sekolah,” jelasnya.

Neni menegaskan, penguatan literasi dan numerasi harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan dasar peserta didik.

“Ini harus, karena ini merupakan program dari pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga menyediakan ruang-ruang edukatif yang mampu membuat siswa belajar dengan cara lebih menyenangkan dan mudah diingat.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tanpa Gunakan APBD, Pemkot Bontang Kebut Pengecatan Median Jalan 7 Kilometer dalam Sehari

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bersama OPD melakukan pengecatan di median jalan. (Ist).

BONTANG – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bersama masyarakat. Di tengah kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tantangan, upaya mempercantik wajah Kota Bontang tetap dilakukan tanpa menggunakan sepeser pun dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Aksi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jumat Bersih, yang digelar Jumat (11/9/2026). Kegiatan dipimpin langsung Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dengan fokus utama melakukan pengecatan median jalan dari arah pusat kota, hingga menuju kawasan perkantoran.

Median jalan yang sebelumnya terlihat kusam kini mulai dipercantik. Menariknya, pekerjaan pengecatan dilakukan secara serentak dengan melibatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang.

“Masing-masing OPD mendapat pembagian tugas sekitar 200 meter. Dengan sistem tersebut, pengecatan median jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer yang ditargetkan, dapat dirampungkan dalam satu hari,” ucapnya.

Gerakan ini tidak hanya melibatkan unsur pemerintah saja. Akan tetapi Ketua RT, Karang Taruna, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), hingga Dinas Perhubungan (Dishub) turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat pekerjaan, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk berhenti menjaga wajah kota,” ungkapnya.

Neni berharap seluruh pekerjaan pengecatan dapat diselesaikan sebelum jam pulang kerja. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung kepada pemerintah dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Menurutnya, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dipelihara secara berkelanjutan.

“Mari selalu kita menjaga kebersihan lingkungan, karena kebersihan itu adalah sebagian daripada iman,” jelasnya.

Selain mempercantik estetika kota, kegiatan Jumat Bersih tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi dan prestasi Bontang dalam bidang kebersihan lingkungan, termasuk mempertahankan capaian Adipura.

Gerakan swadaya tersebut juga menjadi bagian dari sinergi pemerintah bersama masyarakat, yang pelaksanaannya terus dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup maupun Kementerian Perhubungan.

Dengan kolaborasi tersebut, Pemkot Bontang berharap budaya gotong royong tidak hanya berlangsung dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjaga kebersihan, ketertiban dan keindahan kota.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kejar Target Oktober, Pemkot Bontang Gandeng Perusahaan Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat memimpin rapat terkait Sekolah Rakyat, di Pendopo Rujab Wali Kota. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat 2026. Pemkot telah menargetkan pekerjaan fisik, khususnya penyiapan lahan yang dapat mulai dikerjakan Oktober mendatang.

Upaya percepatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Lahan yang digelar, di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Kamis (10/9/2026). Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan perusahaan.

Dalam tahap awal pembangunan, Pemkot Bontang fokus menyiapkan lahan seluas 4 hektare. Kondisi lahan tersebut membutuhkan pekerjaan cut and fill, dengan estimasi volume tanah yang harus dipindahkan mencapai sekitar 41 ribu meter kubik.

Besarnya pekerjaan penyiapan lahan, membuat Pemkot Bontang membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha. Perusahaan di Bontang didorong turut berkontribusi, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Dukungan yang diharapkan tidak hanya berupa alat berat, tetapi juga mencakup kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta operasional selama proses pengerjaan lahan.

“Kolaborasi tersebut dinilai sangat penting, untuk mempercepat pekerjaan sehingga target dimulainya pembangunan di Oktober 2026 dapat terealisasi,” ucap Agus Haris.

Selain mempersiapkan aspek fisik, Pemkot Bontang juga terus melakukan pemutakhiran data calon siswa Sekolah Rakyat. Proses tersebut dilakukan secara teliti bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), guna memastikan data peserta didik benar-benar akurat dan program tepat sasaran.

“Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang,” jelasnya.

Sehingga Pemkot Bontang menilai keberhasilan pembangunan program tersebut membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga lapisan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menghasilkan fasilitas pendidikan baru, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat, untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Dengan target pekerjaan lahan dimulai Oktober, Pemkot Bontang kini mendorong seluruh pihak terkait untuk memperkuat koordinasi, agar setiap tahapan persiapan dapat berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

66 Guru Pengganti Mulai Mengajar Sejak Juli, Gaji Akan Dirapel

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb10sept2026/mobile/

Pesan Neni untuk Pelajar: Anak Bontang Harus Dibentengi dari Bahaya Dunia Digital

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah di SMPN 1 Bontang. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan. Salah satunya melalui program bantuan perlengkapan sekolah gratis, bagi siswa jenjang SD dan SMP.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, para siswa menerima perlengkapan sekolah berupa seragam, tas, sepatu, dan buku yang diserahkan secara simbolis, oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Tak hanya memberikan dukungan berupa perlengkapan sekolah, Neni juga menyampaikan pesan kepada seluruh pelajar dan orang tua, untuk bersama-sama bisa membentengi diri di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi telah membuat dunia tanpa batas atau world without border. Kondisi tersebut memberikan banyak manfaat, tetapi juga menyimpan berbagai tantangan yang perlu diwaspadai, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Sehingga Neni mengingatkan, agar penggunaan gawai bagi para pelajar tidak berlebihan. Maka para orang tua diminta ikut mengawasi dan membatasi penggunaan perangkat digital, agar tidak mengganggu waktu belajar maupun perkembangan anak.

Selain itu, ia mendorong siswa untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi. Kedua kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman, sekaligus menyaring berbagai informasi yang diterima melalui dunia digital.

Maka dari itu, Neni mengingatkan ke pelajar agar waspada terhadap berbagai pengaruh negatif di internet, termasuk paparan pornografi dan penyimpangan sosial.

“Dunia sekarang sudah world without border. Karena itu, anak-anak kita harus dibentengi dan orang tua juga harus ikut mengawasinya. Jangan biarkan anak-anak bermain handphone tanpa batasan waktu,” pesannya, Kamis (10/9/2026).

Ia menegaskan, bantuan perlengkapan sekolah gratis hingga program subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa merupakan bentuk perhatian, sekaligus investasi jangka panjang Pemkot Bontang terhadap sumber daya manusia.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya ingin memastikan anak-anak Bontang dapat bersekolah, tetapi juga mendorong mereka tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan memiliki karakter kuat.

Untuk mendukung hal tersebut, Neni mengajak sekolah dan orang tua membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya melalui pembiasaan salat dhuha, gerakan wajib belajar pukul 19.00–21.00 Wita, serta budaya hidup bersih melalui gerakan “Gesit”.

“Ini adalah bagian dari investasi kita untuk masa depan anak-anak Bontang. Mari kita dukung bersama agar mereka menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan bermartabat,” ujarnya.

Neni berharap seluruh program pendidikan yang dijalankan Pemkot Bontang, dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan keluarga.

Dukungan pemerintah, sekolah, serta orang tua dinilai menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan karakter.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dorong Penguatan Literasi, Pemkot Bontang Salurkan Perlengkapan Sekolah untuk 1.195 Siswa SD dan SMP

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menyalurkan perlengkapan sekolah. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik, melalui program penyaluran perlengkapan sekolah bagi siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Program tersebut kembali dilanjutkan dengan penyerahan bantuan di SDN 006 Bontang Utara, serta di SMPN 1 Bontang, Kamis (10/9/2026). Dalam dua agenda tersebut, bantuan disalurkan kepada sekolah dengan total sebanyak 1.195 siswa.

Di SDN 006 Bontang Utara, sebanyak 358 siswa menerima paket perlengkapan sekolah yang terdiri dari seragam merah putih lengkap dengan sepatu, buku, dan tas.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang didampingi langsung Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin.

Sementara itu, untuk di SMPN 1 Bontang, ada sebanyak 837 siswa mendapatkan paket seragam sekolah. Penyerahan turut dihadiri Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha dan disambut Plt Kepala SMPN 1 Bontang, Muri Mukhrianto.

Saat penyaluran berlangsung, Neni menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) sekolah saja. Menurutnya, pemerintah juga perlu memastikan setiap peserta didik memiliki perlengkapan yang memadai, untuk menunjang proses pembelajaran.

Sehingga ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban orang tua, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan rasa percaya diri siswa, ketika mengikuti aktivitas belajar di sekolah.

“Pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Karena itu, kebutuhan anak-anak kita harus menjadi perhatian bersama,” ujar Neni, Kamis (10/9/2026).

Ia juga meminta para siswa memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Bantuan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik, untuk semakin bersemangat belajar dan mengembangkan kemampuan.

Khusus di SMPN 1 Bontang, Neni turut mendorong sekolah memperkuat budaya belajar, terutama dalam peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Ia mengimbau sekolah untuk bisa menyediakan ruang belajar yang menarik, sehingga dapat dimanfaatkan peserta didik, termasuk di luar kegiatan pembelajaran di dalam kelas.
“Saya mengimbau untuk membangun taman untuk peningkatan literasi dan numerasi,” katanya.

Sebab, penguatan literasi dan numerasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran formal. Kebiasaan membaca, belajar, dan mengembangkan kemampuan secara mandiri perlu dibangun, melalui lingkungan sekolah yang mendukung.

“Dengan tersedianya ruang belajar yang menarik, siswa dapat lebih aktif memanfaatkan waktu di sekolah untuk membaca, belajar, sekaligus mengembangkan potensi mereka,” tambahnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bontang dalam mendukung kebutuhan pendidikan, sekaligus memastikan peserta didik dapat mengikuti proses belajar dengan perlengkapan yang memadai.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Seragam, Tas dan Buku Gratis Sudah Dibagikan, Sepatu Masih Bertahap

0
Abdu Safa Muha, Kepala Disdikbud Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Penyaluran perlengkapan sekolah gratis bagi pelajar di Kota Bontang terus dilakukan. Sejumlah kebutuhan seperti seragam, tas, dan buku tulis telah selesai dibagikan kepada siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan secara umum perlengkapan sekolah yang menjadi kebutuhan utama siswa sudah tersalurkan.

“Alhamdulillah sudah. Termasuk buku tulis,” ujarnya.

Untuk sepatu, sebagian juga telah dibagikan kepada siswa. Namun, masih terdapat satu kontainer sepatu yang dalam proses pengiriman menuju Bontang.

“Masih ada satu kontainer yang belum sampai ke Bontang,” katanya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghambat seluruh proses distribusi karena sepatu yang telah tersedia sudah mulai disalurkan.

Ia menyebut perlengkapan yang menjadi kebutuhan sehari-hari siswa dalam program tersebut, mencakup seragam, sepatu, tas hingga buku tulis.

Dengan demikian, Disdikbud memastikan proses pemenuhan perlengkapan sekolah dasar bagi siswa tetap berjalan hingga seluruh kebutuhan tersalurkan.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Program Seragam Gratis Dipastikan Berlanjut pada 2027

0
Pemberian seragam gratis di salah satu SD di Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Program bantuan seragam sekolah gratis di Kota Bontang dipastikan tetap dilanjutkan pada 2027. Kepastian tersebut disampaikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang meski kondisi anggaran daerah mengalami berbagai penyesuaian.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan program tersebut tetap menjadi salah satu program unggulan pemerintah daerah, dan akan diteruskan pada tahun depan.

“Tetap berjalan. Ini kan program unggulnya,” ujarnya.

Bantuan perlengkapan sekolah tersebut tetap penting dipertahankan, karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi pengeluaran orang tua untuk kebutuhan pendidikan anak.

Ia menilai bantuan yang terlihat sederhana seperti seragam, sepatu, tas dan buku tulis tetap memiliki dampak bagi keluarga siswa.

“Walaupun kelihatannya sederhana, tetap meringankan beban masyarakat kita di tengah-tengah krisis yang sama-sama kita alami,” katanya.

Ia menegaskan, kebutuhan perlengkapan sekolah sehari-hari akan tetap menjadi perhatian dalam keberlanjutan program tersebut.

Adapun perangkat seperti laptop atau tablet lebih diposisikan sebagai sarana penunjang pembelajaran. Untuk sementara, perangkat yang telah tersedia masih dapat dimanfaatkan.

Keberlanjutan program ini diharapkan dapat menjaga akses siswa terhadap kebutuhan dasar sekolah, sekaligus membantu mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung keluarga.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan program tersebut akan terus berjalan lantaran dapat membantu para orang tua.

“Seragam ini kan yang di tunggu-tunggu oleh mereka, tentu kita lanjutkan,” pungkasnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kapolda Resmikan Mal Pelayanan Polres Bontang, Semua Pelayanan dalam Satu Gedung

0
Peresmian gedung mall pelayanan Polres Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro mengunjungi Kota Bontang, sekaligus turut meresmikan Mal Pelayanan Polres pada Kamis (10/9/2026).

Gedung baru yang diberi nama Tatag Trawang Tungga memberi kemudahan, karena seluruh pelayanan Polres Bontang terdapat dalam satu gedung, tidak seperti sebelumnya yang harus berpindah-pindah saat melakukan pengurusan.

Pelayanan seperti pengurusan SIM, BPKB, SKCK, surat izin keramaian, pengawasan senjata api dan bahan peledak, pelaporan orang asing, rekam sidik jari, dan laporan pengaduan masyarakat di SPKT sudah bisa dilakukan satu tempat.

Adapun, Kapolda menyatakan layanan 110 wajib direspon paling lambat 10 detik. Setelah itu petugas harus tiba di lokasi 10 menit kemudian sejak laporan diterima.

“Setelah masuk laporan harus langsung ditindak,” tegasnya.

Gedung ini dibangun menggunakan APBD Kota Bontang tahun anggaran 2024-2025 dan mulai beroperasi pada 2026.

Ia mengingatkan dengan adanya pembaharuan tentu harus diimbangi dengan pelayanan yang cepat dan juga transparan, “kepengurusan berkas jangan sampai berbelit dan terkesan rumit,” pungkasnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Motor Kawasaki Hangus Terbakar di Loktuan, Diduga Akibat Korsleting

0
Kebakaran motor yang terjadi di wilayah Kelurahan Loktuan. (Ist).

BONTANG – Satu unit sepeda motor Kawasaki Edge dengan nomor polisi KT 3142 DQ, hangus terbakar di kawasan Jalan RE Martadinata, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, sekitar pukul 08.00 Wita.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, menjelaskan bahwa kebakaran tersebut terjadi diduga dipicu adanya korsleting listrik pada sepeda motor tersebut. Percikan api disebut muncul, saat pengendara berusaha menyalakan kembali motornya.

“Kemungkinan motor terbakar akibat korsleting. Awalnya ada percikan api, kemudian langsung menyambar ke bagian karburator,” ujar Bambang saat dihubungi.

Menurutnya, kejadian bermula ketika sepeda motor dari arah Jalan Slamet Riyadi, hendak menuju salah satu toko sepeda di Jalan RE Martadinata. Saat tiba di depan Toko Surabaya, pengendara tiba-tiba merasakan mesin motornya mati.

Pengendara kemudian berusaha menghidupkan kembali sepeda motor dengan cara mengengkol mesin. Namun, saat diengkol, tiba-tiba muncul percikan api yang langsung menyambar bagian karburator.

“Begitu api muncul, apinya langsung membesar. Jadi motor benar-benar habis terbakar,” jelasnya.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian turut membantu melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dengan waktu penanganan sekitar kurang lebih tujuh menit.

Meski api berhasil dipadamkan, kondisi sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah. Kendaraan tersebut disebut hanya menyisakan bagian kerangka, akibat terbakar.

“Setelah situasi dinyatakan aman, sepeda motor langsung dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke rumah pemilik,” bebernya.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan adanya gangguan pada sistem kelistrikan sepeda motor, yang memicu percikan api dan kemudian menyambar bagian mesin.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam