Beranda blog Halaman 8

Atlet Panahan Berau Siap Bersaing di Kalimantan Utara

0
Wakil Bupati Berau, Gamalis, melepas 57 atlet Perpani Berau yang akan berlaga pada Kejuaraan Bupati Malinau Cup di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. (Foto: Istimewa)

BERAU – Semangat memburu prestasi kembali ditunjukkan dunia olahraga Kabupaten Berau. Sebanyak 57 atlet Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Berau resmi dilepas Wakil Bupati Berau, Gamalis, untuk mengikuti Kejuaraan Bupati Malinau Cup di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Prosesi pelepasan berlangsung di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb, Sabtu (1/8/2026), dan dihadiri jajaran pengurus Perpani, pelatih, orang tua atlet, serta para pendamping kontingen.

Kontingen Berau diperkuat atlet-atlet dari dua klub panahan, yakni Archery Berau dan Penyu Hijau. Mereka akan bertanding pada empat kelompok usia, yaitu 10 tahun, 13 tahun, 15 tahun, dan 18 tahun.

Kejuaraan ini menjadi kali kedua Perpani Berau mengikuti Bupati Malinau Cup. Pada keikutsertaan sebelumnya, kontingen Berau berhasil membawa pulang sembilan medali, terdiri atas tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Capaian tersebut menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik pada edisi tahun ini.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta seluruh atlet tampil percaya diri, menjaga semangat juang, dan menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.

“Hari ini menjadi momentum bagi anak-anakku semua untuk membulatkan tekad berangkat membawa nama baik Kabupaten Berau. Tunjukkan hasil latihan dan kerja keras dengan penuh keyakinan, junjung tinggi sportivitas, semangat pantang menyerah, serta tetap menghargai setiap lawan yang dihadapi,” ujarnya.

Menurut Gamalis, setiap kejuaraan bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga kesempatan mengukur hasil pembinaan sekaligus menambah pengalaman bertanding bagi para atlet muda.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen terus mendukung pembinaan seluruh cabang olahraga sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Prestasi olahraga bukan hanya membanggakan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan karakter generasi muda. Karena itu, pemerintah akan terus mendukung pembinaan atlet agar mampu bersaing di berbagai kejuaraan,” katanya.

Gamalis juga berharap para atlet menjaga kekompakan selama berada di Malinau, mengikuti arahan pelatih, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan.

Sementara itu, Perpani Berau terus menggencarkan pembinaan atlet secara berkelanjutan. Selain rutin mengikuti berbagai kejuaraan di luar daerah, organisasi tersebut juga tengah mempersiapkan Banua Barintak Memanah Open Tournament yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

Turnamen tersebut diharapkan menjadi agenda panahan berskala regional yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah.

Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan itu juga diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet usia dini, memperluas jam terbang para pemanah Berau, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Berau sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan olahraga panahan di Kalimantan.

Pewarta: Aril Syahrulsyah
Editor: Agus S.

DPRD Bontang Dorong Raperda LLAJ Perkuat Kewenangan Dishub Atur Truk Bertonase Besar

0
Rapat lanjutan pembahasan Raperda LLAJ DPRD bersama Dishub. (Syakurah)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib menegaskan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) harus memperkuat peran Dinas Perhubungan (Dishub), dalam mengatur lalu lintas kendaraan berat di Kota Bontang.

Menurutnya, selama ini Dishub hanya tercantum dalam regulasi, namun belum memiliki kewenangan yang cukup untuk melakukan pengawasan maupun penindakan terhadap angkutan barang, terutama kendaraan bertonase besar.

Sahib menjelaskan, Raperda tersebut diharapkan menjadi dasar hukum bagi Dishub untuk mengatur jam operasional kendaraan berat, tonase, hingga muatan angkutan yang melintas di Kota Bontang.

“Kalau kendaraan besar tidak diatur, risikonya bisa menimbulkan kecelakaan dan kemacetan. Kondisi Bontang sekarang sudah jauh lebih ramai dibanding dulu, sehingga perlu ada aturan yang jelas,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Ia juga mengkritik kondisi saat ini, yang dinilai membuat Dishub terlalu bergantung pada kebijakan pemerintah provinsi. Menurutnya, daerah harus memiliki ruang untuk menetapkan pengaturan sesuai kebutuhan dan karakteristik Kota Bontang melalui kearifan lokal.

Karena itu, DPRD mendorong agar ketentuan mengenai pengaturan jam operasional, tonase, dan aspek teknis lainnya dimasukkan secara tegas dalam Raperda LLAJ. Dengan begitu, Dishub memiliki dasar hukum yang kuat untuk menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran di lapangan.

Sahib berharap, regulasi tersebut nantinya mampu menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, serta mengurangi potensi kemacetan dan kecelakaan akibat kendaraan angkutan berat yang melintas di wilayah Kota Bontang. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pasar Pagi yang Megah Itu Masih Cari Pembeli

0
Suasana Pasar Pagi Samarinda usai direvitalisasi. Bangunan delapan lantai itu kini mulai ditempati pedagang, namun masih menghadapi berbagai persoalan penataan dan aktivitas perdagangan.

SEJAK Pasar Pagi selesai direvitalisasi dan mulai ditempati pedagang, saya sudah ingin melihatnya langsung.

Banyak cerita yang saya dengar. Ada pedagang yang belum mendapat kios. Ada yang mengeluhkan pembeli semakin sepi. Ada pula yang mempertanyakan pembagian kios yang dianggap belum ideal.

Saya penasaran. Dari luar, bangunannya terlihat megah. Sulit membayangkan pasar ini masih menyimpan banyak persoalan.

Beberapa waktu lalu, saya akhirnya sempat datang ke Pasar Pagi bersama istri.

Saya sengaja berkeliling dari lantai bawah sampai lantai paling atas.

Kesan pertama saya, bangunannya memang berubah total. Jauh berbeda dibanding Pasar Pagi yang lama.

Koridornya lebar. Bangunannya terang karena banyak bukaan. Eskalator tersedia. Lift barang juga ada. Toilet tersedia di setiap lantai. Sistem zonasi juga mulai diterapkan sehingga pedagang dikelompokkan berdasarkan jenis dagangannya.

Dari lantai atas, pemandangan Sungai Mahakam dan Masjid Raya Darussalam terlihat cukup jelas. Bahkan rooftop di lantai delapan nantinya bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik. Meski saat saya datang, area itu belum dibuka.

PHOTO 2026 08 03 12 09 01
⁠Panorama Masjid Raya Darussalam dan Sungai Mahakam terlihat jelas dari lantai paling atas Pasar Pagi Samarinda. (Foto: Agus S/Media Kaltim)

“Masih menunggu peresmian oleh Wali Kota, entah kapan,” ucap salah seorang pedagang.

Kalau hanya melihat bangunannya, saya kira tidak banyak yang akan mengeluh.

Namun saat saya berkeliling, suasana pasar memang belum seramai yang saya bayangkan. Di beberapa lantai masih terlihat banyak kios yang belum buka.

Padahal nilai pembangunannya mencapai sekitar Rp600 miliar. Revitalisasi dilakukan dalam dua tahap. Bangunan delapan lantai dengan sekitar 1.800 kios dan los itu kini menjadi salah satu pasar rakyat paling modern di Kaltim.

Setelah berkeliling hampir seluruh lantai, saya mulai paham bahwa persoalannya bukan lagi soal bangunan. Masalahnya justru bagaimana pasar ini dikelola.

Beberapa hari setelah saya datang ke tempat ini, saya membaca pemberitaan tentang Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi yang menghabiskan waktu sekitar empat jam berkeliling Pasar Pagi.

PHOTO 2026 08 03 12 11 37
Suasana Pasar Pagi Samarinda yang telah direvitalisasi. (Foto: Agus S/Media Kaltim)

Kesimpulannya hampir sama dengan yang saya lihat. Menurutnya, persoalan di Pasar Pagi jauh lebih kompleks daripada yang terlihat dari luar.

“Jangan sampai kita melihat pasar ini bagus, indah secara estetik, tapi secara fungsinya sangat memprihatinkan,” katanya kepada wartawan.

Iswandi menemukan ada pedagang yang memperoleh dua hingga tiga kios, tetapi letaknya tersebar di beberapa lantai. Temuan itu menjelaskan mengapa masih banyak kios yang belum dibuka.

Bukan karena pemiliknya tidak mau berdagang, tetapi karena secara ekonomi sulit dijalankan.

“Membuka satu kios saja belum menghasilkan. Bagaimana kalau harus membuka dua atau tiga kios sekaligus?” ujarnya.

Karena itu, sebelum mengambil langkah penertiban, DPRD memilih memanggil seluruh pihak terlebih dahulu agar persoalan ini tidak menimbulkan ketidakadilan baru.

PHOTO 2026 08 03 12 11 23
⁠Sejumlah kios mulai beroperasi. (Foto: Agus S/Media Kaltim)

Pandangan yang hampir sama juga disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Samarinda, Nurrahmi.

Menurutnya, penataan Pasar Pagi memang tidak mudah. Pembagian kios sebelumnya dilakukan melalui sistem undian berbasis aplikasi. Akibatnya, ada pedagang yang memperoleh beberapa kios, tetapi lokasinya berjauhan.

Penataan ulang masih dimungkinkan melalui kesepakatan antarpedagang, tetapi tetap harus mengikuti zonasi.

“Jangan semua ingin di lantai bawah. Harus sesuai dengan zonanya,” ujarnya.

Nurrahmi juga menegaskan pemerintah tidak ingin pedagang hanya mempertahankan kios di atas kertas.

Karena itu, pedagang yang belum membuka kios bahkan belum diperbolehkan membayar retribusi.

PHOTO 2026 08 03 12 12 20
⁠Kondisi Pasar Pagi Samarinda usai direvitalisasi. (Foto: Agus S/Media Kaltim)

Langkah itu diambil agar kios benar-benar digunakan untuk berdagang, bukan sekadar dimiliki.

Saya melihat tantangan Pasar Pagi sekarang bukan lagi membangun gedung.

Gedungnya sudah berdiri. Fasilitasnya juga jauh lebih baik dibanding Pasar Pagi yang lama.

Pekerjaan berikutnya adalah menghidupkan pasar ini. Pasar tidak akan ramai hanya karena bangunannya baru.

Pedagang harus menempati kios yang sesuai. Pembeli harus mudah mencari barang. Zonasi harus berjalan. Aktivitas jual beli juga harus tumbuh.

Keberhasilan revitalisasi Pasar Pagi tidak diukur dari megahnya bangunan, tetapi ketika kios terisi, pembeli ramai, dan pedagang kembali memperoleh penghasilan. Itulah tujuan utama pasar ini dibangun dengan anggaran ratusan miliar rupiah. (*)

Oleh: Agus Susanto

King Cobra Hampir 2 Meter Bikin Heboh Warga Gang Berlian

0
Warga di Jalan Dewi Sartika mencoba evakuasi ular cobra di parit. (Ist).

BONTANG – Warga di Gang Berlian, tepatnya di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Bontang Kuala (BK), Kecamatan Bontang Utara, dibuat geger dengan kemunculan seekor ular king cobra berukuran besar di kawasan permukiman, Senin (3/8/2026).

Ular berbisa yang diperkirakan memiliki panjang hampir dua meter itu, berhasil diamankan berkat kerja sama warga bersama salah satu seorang Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bontang yang kebetulan berada di lokasi.

Pemilik rumah, Markidi, menceritakan ular tersebut pertama kali diketahui oleh tetangganya saat hendak melintas di sekitar rumah, yang awalnya ada tetangga lewat, tiba-tiba melihat ular mau menyeberang ke tempat kami.

“Begitu lihat ularnya langsung dikejar dan ular itu masuk ke parit depan rumah. Setelah itu kami ramai-ramai menangkapnya. Kebetulan ada tetangga yang juga petugas Damkar, sehingga ular bisa diamankan,” ujar Markidi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, ular yang diduga merupakan king cobra berwarna kuning keperakan itu, memiliki ukuran yang cukup besar dengan perkiraan sebesar lengan orang dewasa.

Proses penangkapan berlangsung hati-hati, mengingat king cobra merupakan salah satu jenis ular yang memiliki bisa paling berbahaya di dunia. Beruntung, tidak ada korban maupun warga yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Warga pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar semak, parit, maupun area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

Jika menemukan satwa liar berbahaya, masyarakat disarankan tidak menangani sendiri dan segera menghubungi petugas berwenang untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Saeful Rizal: Fasilitas Asrama Mahasiswa Perlu Ditingkatkan, Sesuaikan Kemampuan Fiskal Daerah

0
Saeful Rizal dalam RDP terkait pembangunan dan kelengkapan sarana prasarana asrama putra-putri yang ada di luar Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal menilai peningkatan fasilitas asrama mahasiswa asal Bontang di luar daerah perlu menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, kondisi asrama yang layak akan mendukung kenyamanan belajar dan berdampak pada prestasi akademik mahasiswa.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) dan sejumlah OPD. Saeful mengaku telah beberapa kali mengunjungi asrama mahasiswa di Malang, Balikpapan, dan Samarinda sehingga mengetahui langsung kondisi fasilitas yang ada.

“Memang wajar kalau mereka meminta fasilitas di-upgrade. Karena ada hubungannya dengan kenyamanan studi dan prestasi akademik,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengingatkan pemenuhan kebutuhan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Karena itu, ia meminta pemerintah dan mahasiswa saling memahami kondisi yang ada.

“Pemerintah sudah menyatakan komitmennya. Tinggal menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Jangan jadikan kondisi ini sebagai halangan, tetapi tantangan untuk tetap berprestasi,” katanya.

Dalam RDP tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya meminta pemerintah lebih memperhatikan kualitas pengadaan barang di asrama, setelah beberapa fasilitas yang diterima cepat rusak. Mereka juga mengusulkan adanya monitoring berkala, penyusunan SOP pengelolaan asrama, serta penambahan fasilitas seperti lemari, meja belajar, proyektor, speaker, hingga tandon air untuk asrama di Samarinda.

Menutup rapat, Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto memastikan seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti. DPRD bersama Bagian Kesra akan melakukan kajian kondisi asrama dan memperkuat koordinasi dengan HMB serta OPD terkait untuk menindaklanjuti kebutuhan mahasiswa. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Komisi A Dorong Penguatan Dukungan Mahasiswa, dari Magang hingga Kampus Unggulan

0
RDP DPRD kota Bontang terkait pembangunan dan kelengkapan sarana prasarana asrama putra-putri yang ada di luar kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Komisi A DPRD Kota Bontang mendorong penguatan dukungan pemerintah terhadap mahasiswa Bontang, yang menempuh pendidikan di luar daerah. Selain memperkuat koordinasi mengenai beasiswa dan magang, DPRD juga terus mengupayakan hadirnya perguruan tinggi unggulan di Kota Bontang.

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto mengatakan Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) diharapkan menjadi penghubung antara mahasiswa dengan pemerintah, khususnya dalam urusan beasiswa, magang, hingga komunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia juga meminta mahasiswa membangun komunikasi secara langsung dengan pemerintah, agar berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui diskusi bersama.

“Jangan biasakan hanya menelepon. Datang ke kantor, silaturahmi, komunikasi langsung apa yang dibutuhkan. Kalau duduk bersama, solusi akan lebih mudah ditemukan,” katanya.

Heri juga mengungkapkan, DPRD bersama Pemerintah Kota Bontang telah berupaya membuka peluang hadirnya perguruan tinggi unggulan di daerah. Salah satunya melalui komunikasi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) serta sejumlah institusi pendidikan lainnya.

Menurutnya, upaya tersebut masih dalam tahap kajian. Kehadiran kampus unggulan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Bontang, untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke luar daerah.

Usulan itu muncul setelah mahasiswa menyampaikan bahwa banyak lulusan SMA di Bontang harus merantau, karena belum tersedia perguruan tinggi negeri atau kampus unggulan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, mahasiswa juga mengusulkan agar pemerintah membantu koordinasi penempatan magang melalui Disnaker sesuai program studi masing-masing. Mereka juga berharap ada wadah untuk mendukung riset dan inovasi mahasiswa, agar hasil penelitian dapat diterapkan di Kota Bontang.

Dalam forum tersebut, mahasiswa turut mengusulkan penyediaan sekretariat yang lebih representatif bagi organisasi mahasiswa saat berkegiatan di Bontang, serta pembangunan asrama permanen di kota-kota yang memiliki jumlah mahasiswa asal Bontang cukup besar. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Komisi A Bentuk Tim Kajian untuk Benahi Asrama Mahasiswa di Luar Daerah

0
RDP DPRD Kota Bontang terkait pembangunan dan kelengkapan sarana prasarana asrama putra-putri yang ada di luar kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Komisi A DPRD Kota Bontang akan menindaklanjuti berbagai persoalan sarana dan prasarana asrama mahasiswa di luar daerah, dengan membentuk tim kajian bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Langkah itu menjadi salah satu hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB).

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto mengatakan tim tersebut akan melakukan kajian sekaligus survei terhadap kondisi asrama, termasuk menilai kelayakan fasilitas maupun lokasi asrama yang digunakan mahasiswa.

“HMB dan Kesra menunjuk tim kajian atau survei terkait masalah asrama ini, termasuk peletakannya. Silakan dikoordinasikan secara teknis dengan Kesra, supaya tidak ada lagi miskomunikasi,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga mendorong HMB Pusat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam penyampaian informasi beasiswa kepada mahasiswa Bontang. HMB juga diminta menjadi leading sector komunikasi terkait pelaksanaan magang maupun Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan Disnaker dan perusahaan di Kota Bontang.

Menurutnya, DPRD juga akan mengawal usulan terkait pemenuhan sarana prasarana asrama, termasuk mekanisme hibah serta kemungkinan penyusunan regulasi yang dapat membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa, untuk memperoleh akses magang di perusahaan.

Ia meminta mahasiswa aktif menjalin komunikasi dengan OPD, bukan hanya melalui telepon, tetapi datang langsung untuk berdiskusi agar setiap persoalan dapat dicarikan solusi bersama, meski pemerintah sedang menghadapi keterbatasan fiskal.

Dalam RDP tersebut, berbagai aspirasi juga disampaikan mahasiswa. Mereka mengeluhkan kualitas sejumlah fasilitas asrama yang dinilai kurang baik, seperti kipas angin yang rusak meski belum digunakan, hingga kondisi lemari yang sudah tidak layak pakai.

Mahasiswa juga meminta pemerintah lebih mengutamakan kualitas barang saat pengadaan, melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap kondisi asrama, serta menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan asrama, agar seluruh asrama mahasiswa Bontang memiliki standar pelayanan yang sama. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Komisi A Jadikan Sistem Insentif Tangerang Sebagai Acuan Raperda

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb3agt2026/mobile/

Damkarmatan Kerahkan Personel Padamkan Kebakaran Permukiman

0
Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa. (Foto: Istimewa)

TENGGARONG – Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Mohammad Hatta, Perumahan BTN, Gang Rawa Indah Blok A, Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (2/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit rumah, sementara tiga bangunan lainnya mengalami kerusakan berat akibat kobaran api.

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada sambungan instalasi menuju salah satu rumah warga. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya karena jarak antarrumah yang sangat berdekatan.

Warga yang mengetahui kejadian berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi Pos Sektor Damkarmatan Muara Jawa sekitar pukul 00.27 Wita.

Petugas bergerak menuju lokasi pada pukul 00.30 Wita dan tiba sekitar lima menit kemudian. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.

Melihat kondisi permukiman yang padat dan kobaran api mulai menjalar ke bangunan lain, Damkarmatan Muara Jawa meminta bantuan Pos Sektor Samboja dan Sangasanga guna memperkuat penanganan.

Sebanyak sembilan personel diterjunkan dengan dukungan satu unit mobil pemadam Fire Dome, selang pemadam, nozzle, portable pump, alat pelindung diri (APD), serta peralatan pembongkaran.

Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Pemeriksaan titik api dan pembersihan dilakukan sekitar pukul 02.46 Wita dan seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai pada pukul 03.03 Wita,” ujarnya.

Fida mengatakan petugas menghadapi sejumlah kendala selama proses pemadaman. Selain bangunan yang berdempetan, akses menuju lokasi cukup sempit sehingga suplai air menjadi terbatas.

Meski demikian, koordinasi lintas instansi membuat proses penanganan berjalan hingga api berhasil dipadamkan. Penanganan melibatkan Damkarmatan, relawan, Koramil Muara Jawa, Polsek Muara Jawa, PMI Muara Jawa, PLN, Pertamina Hulu Sangasanga, serta masyarakat setempat.

Akibat kejadian tersebut, satu rumah dilaporkan hangus terbakar, sedangkan tiga bangunan lain mengalami kerusakan berat akibat terdampak kobaran api.

Selain kerusakan bangunan, kebakaran mengakibatkan satu orang mengalami luka bakar ringan pada bagian tangan. Dua warga lainnya mengalami syok dan memiliki riwayat penyakit jantung.

Hingga berita ini diturunkan, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik pada sambungan instalasi menuju rumah warga.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Nelayan Kukar Diduga Tenggelam Saat Mencari Ikan

0
Perahu milik korban ditemukan hanyut tanpa pengemudi di Sungai Mahakam, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu. (Foto: Istimewa)

TENGGARONG – Seorang nelayan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diduga tenggelam saat mencari ikan di Sungai Mahakam, tepatnya di RT 19 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Minggu (2/8/2026).

Korban diketahui bernama Achdar Has (64), warga Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan. Hingga Minggu sore, korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Koordinator Lapangan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kukar, Eko Suryawinata, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian dan langsung mengerahkan personel menuju lokasi.

“Saat ini petugas BPBD Kukar tengah bersiap menuju lokasi,” kata Eko, Minggu (2/8/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun BPBD, peristiwa bermula ketika seorang nelayan melintas di kawasan Sungai Mahakam usai mengantar kru kapal menuju wilayah Harapan Baru sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat melintasi alur Sungai Mahakam di kawasan Desa Jembayan, saksi melihat sebuah perahu ketinting berwarna biru putih hanyut tanpa pengemudi. Perahu tersebut dikenali sebagai milik Achdar Has yang sehari-hari mencari ikan menggunakan metode merawai di sepanjang alur Sungai Mahakam, mulai dari kawasan Pongkor hingga Jembayan.

Merasa ada kejanggalan, saksi mendekati perahu untuk memastikan kondisi di atasnya. Namun, korban tidak ditemukan, sementara seluruh peralatan menangkap ikan masih berada di dalam perahu.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan kepada keluarga korban. Setelah dilakukan pengecekan, keluarga memastikan Achdar Has belum kembali ke rumah sejak berangkat mencari ikan pada pagi hari.

“Berdasarkan keterangan tersebut serta kondisi perahu yang ditemukan hanyut tanpa pengemudi, korban diduga jatuh ke Sungai Mahakam,” ujar Eko.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan dari BPBD Kukar, kepolisian, serta warga setempat terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Mahakam di sekitar lokasi ditemukannya perahu korban.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.