BONTANG – Pemadaman listrik berulang, menjadi salah satu kendala Perumda Tirta Taman Kota Bontang dalam menjaga produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan.
Direktur Utama Perumda Tirta Taman Kota Bontang, Suramin, mengatakan operasional PDAM sangat bergantung pada pasokan listrik. Mulai dari pengambilan air baku, pengolahan di instalasi pengolahan air (WTP), hingga pemompaan ke jaringan pelanggan membutuhkan listrik.
“Ketergantungan kita 100 persen terhadap power listrik. Sumur, WTP, sampai pompa distribusi semuanya menggunakan listrik,” kata Suramin.
Menurutnya, pemadaman pada fasilitas yang berbeda dapat sama-sama menghambat produksi air. Ketika listrik di sumur padam, air baku tidak dapat dipompa. Sementara jika WTP yang padam, air baku tidak dapat diolah.
“Kalau sumurnya mati, WTP hidup, kami tidak bisa produksi. Begitu juga sebaliknya, sumur jalan tetapi WTP mati, air juga tidak bisa diolah,” ujarnya.
Suramin mengatakan, persoalan tersebut telah disampaikan kepada PLN. Ia berharap pemadaman pada fasilitas PDAM dapat dikoordinasikan, agar tidak terjadi secara bersamaan pada titik-titik yang saling berkaitan.
PDAM juga memiliki sejumlah genset sebagai sumber listrik cadangan. Namun, Suramin menyebut kapasitasnya belum dapat menggantikan kebutuhan listrik, apabila pemadaman berlangsung dalam waktu panjang.
“Kalau untuk sehari dua hari mungkin masih bisa. Tapi kalau berkepanjangan, kami juga kesulitan menyiapkan itu,” katanya.
Ia berharap persoalan kelistrikan segera teratasi, sehingga dampaknya terhadap pelayanan air bersih tidak semakin meluas.
Kadisdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha. (Syakurah)
BONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha menegaskan tidak ingin sekolah di Bontang dikelompokkan berdasarkan bidang keunggulan tertentu.
Ia mengatakan, dirinya tidak membedakan sekolah negeri maupun swasta dalam menjalankan pembinaan. Seluruh sekolah yang berada di bawah kewenangan Disdikbud, dipandang memiliki posisi yang sama dalam pengembangan pendidikan.
“Terus terang saya tidak pernah membicarakan sekolah negeri dan swasta. Sekolah itu anak-anak saya semua yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, setiap sekolah memang memiliki keunggulan yang berbeda. Ada yang menonjol dalam bidang seni, olahraga, maupun bidang lainnya. Namun, kondisi tersebut tidak berarti sekolah harus diarahkan hanya pada satu bidang.
Ia justru ingin setiap sekolah tetap memberikan ruang bagi siswa, untuk berkembang secara akademik maupun nonakademik.
“Kalau saya, silakan mereka bersaing secara positif. Ada yang berprestasi di seni, ada yang berprestasi di bidang olahraga,” katanya.
Safa Muha juga menilai, persaingan antarsekolah seharusnya menjadi dorongan untuk mengambil contoh dari capaian sekolah lain, bukan membandingkan atau memperbesar kekurangan masing-masing.
“Kalau di sana bisa, masa di situ enggak bisa. Ayo contoh yang baik,” ujarnya.
Suasana Maulid Nabi yang diselenggarakan PWSB. (Dwi S)
BONTANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Paguyuban Wargi Sunda Bontang (PWSB), tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga mendapat perhatian dari pemerintah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang.
Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat Kesbangpol Bontang, M. Isnaini mengatakan, kegiatan keagamaan yang digelar oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) seperti PWSB merupakan bagian dari aktivitas positif yang perlu terus didukung dan dipantau.
Ketua PWSB, Penasihat PWSB, Sekretaris PWSB, Kepala BNN Bontang, Kabid PDN & Ormas Bakesbangpol dan staf hadir di acara Maulid Nabi. (Dwi S)
Sehingga Isnaini menyebutkan, Kesbangpol telah menerima proses pendaftaran kembalinya PWSB. Sebelumnya, kepengurusan PWSB menggunakan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri.
“Ini untuk kesekian kalinya setiap ormas banyak yang menggelar dan mengundang kami untuk datang, termasuk Paguyuban Sunda. Beliau sudah datang ke Kesbangpol untuk mendaftar kembali,” ujar Isnaini, Sabtu (12/9/2026) malam.
Ia menjelaskan, setelah ormas mendaftarkan diri, Kesbangpol memiliki tugas untuk melakukan monitoring terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Setiap kegiatan organisasi juga diharapkan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, kegiatan Maulid Nabi yang melibatkan masyarakat secara langsung merupakan aktivitas yang sangat positif. Terlebih lagi, ormas merupakan organisasi mandiri yang juga menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
“Pastinya kegiatan Maulid seperti ini yang melibatkan masyarakat langsung sangat bagus. Ini juga organisasi mandiri dan mitranya pemerintah. Begitu mereka mendaftar, pastinya sesuai dengan aturan pemerintah,” jelasnya.
Isnaini menambahkan, ormas juga memiliki kewajiban melaporkan kegiatan secara berkala. Kesbangpol kemudian melakukan monitoring, untuk memastikan kegiatan organisasi berjalan sesuai ketentuan.
Ia berharap aktivitas positif yang dilakukan PWSB maupun ormas lainnya yang berada di Bontang, dapat terus sejalan dengan semangat pembangunan Kota Bontang sebagai Kota Taman.
“Harapannya pasti selaras dengan Kota Taman, salah satunya menghidupkan kembali seperti kegiatan Maulid ini. Ormas mandiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani, turut memberikan pesan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi, khususnya tentang kesederhanaan Rasulullah SAW, dapat menjadi pengingat penting dalam membangun kepedulian sosial.
Kepala BNN Bontang memberikan sambutan pada acara Maulid Nabi. (Dwi S)
Menurut Lulyana, dari sisi pemerintah, kegiatan keagamaan seperti Maulid memiliki peran penting dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat. Nilai kepedulian tersebut juga berkaitan erat dengan upaya pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika.
Maka ia mengatakan, masyarakat perlu memiliki keberanian untuk menolak narkoba, termasuk berani melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.
“Dari sisi pemerintah dengan adanya kegiatan Maulid sangat penting, apalagi tentang kesederhanaan Nabi Muhammad. Dari sisi pencegahan, kita merangkul seluruh umat manusia,” ujarnya.
Ibu-Ibu PWSB yang energik hadir dalam acara Maulid Nabi. (Dwi S)
Lulyana menekankan, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Nilai ukhuwah Islamiah, menurutnya, dapat menjadi salah satu kekuatan untuk membangun kepedulian bersama terhadap persoalan narkotika.
“Semua harus berani mengatakan tidak, menolak, kemudian juga bisa melapor. Semua bisa hubungannya dengan keagamaan. Ukhuwah Islamiah harus bekerja sama, minimal memberantas narkoba,” katanya.
Ia juga menyoroti peran keluarga dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Lulyana mengaku kurang sependapat jika persoalan narkoba, selalu dikaitkan dengan pemuda sebagai pihak yang harus disalahkan.
Menurutnya, dalam banyak kondisi pemuda justru dapat menjadi korban dari persoalan yang lebih kompleks, termasuk lemahnya perhatian dan pengawasan keluarga.
“Karena pemuda ini korban. Korban dari siapa? Korban dari orang tua kalau saya bilang,” tegasnya.
Ia menilai kurangnya perhatian orang tua, dapat membuat anak kehilangan fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh lingkungan. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Narkoba cuma alat. Bagaimana mental dia sakit, pastinya narkoba. Kalau mau sehat, lingkungan dan keluarganya diperbaiki. Kalau semua rusak, pastinya lari ke narkoba,” pungkas Lulyana. (Adv)
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muhammad. (Syakurah)
BONTANG – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD dan SMP menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang. Salah satu yang menjadi perhatian ialah masih adanya perbedaan capaian akademik antarsekolah.
Pada hasil TKA SMP 2026, posisi tiga besar nilai rata-rata gabungan ditempati SMP YPVDP, SMP YPK, dan SMP Negeri 1 Bontang. Sementara pada jenjang SD, 10 besar nilai didominasi oleh sekolah swasta.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muhammad mengatakan hasil tersebut perlu dilihat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki proses pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, sekolah tidak perlu sibuk mencari alasan atas capaian yang belum maksimal. Sebaliknya, hasil yang lebih baik dari sekolah lain dapat dijadikan contoh untuk mendorong peningkatan.
“Kalau di sana bisa, masa di situ enggak bisa. Ayo contoh yang baik. Jangan lagi membahas yang buruk-buruk, membuang energi,” ujarnya.
Ia mengatakan evaluasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan siswa, tetapi juga proses pembelajaran yang dilakukan guru. Ia mendorong materi dan soal lebih banyak dibahas bersama siswa di kelas, agar pemahaman mereka semakin kuat.
Ia juga menilai siswa tidak perlu terus dibebani pekerjaan rumah. Waktu setelah pembelajaran sebaiknya digunakan untuk beristirahat, sehingga siswa dapat kembali mengikuti pelajaran dengan kondisi yang lebih siap
“Guru menyajikan materi-materi, soal dibahas bersama oleh anak-anak. Anak-anak pulang jangan dikasih PR, suruh istirahat. Besoknya begitu lagi dengan pelajaran yang lain,” ujarnya.
Salah satu SPBU d Kota Bontang beberapa waktu lalu. (Syakurah)
BONTANG – Pemkot Bontang ingin tambahan penyaluran Pertalite yang kini mencapai sekitar 16 ribu liter per SPBU per hari tetap dipertahankan, hingga kebutuhan masyarakat teratasi.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menilai pengurangan kembali pasokan, justru berpotensi memperpanjang antrean di SPBU. Ia meminta Pertamina tidak mengembalikan alokasi ke angka sebelumnya.
“Kuota saat ini jangan lagi dikurangi. Kalau memang ke depannya masih kurang, bisa minta ditambah,” katanya.
Saat ini terdapat enam SPBU di Bontang. Jika masing-masing mendapat 16 ribu liter per hari, total Pertalite yang disalurkan mencapai sekitar 96 ribu liter setiap harinya.
Neni menyadari, peningkatan penyaluran tersebut dapat berdampak pada ketahanan kuota hingga penghujung tahun. Karena itu, apabila perhitungan menunjukkan kuota 2026 tidak mampu menutup kebutuhan sampai Desember, Pemkot Bontang siap mengusulkan tambahan kepada BPH Migas.
Ia juga meminta adanya perhitungan kebutuhan BBM subsidi, kepada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA)
“Peminat Pertalite setiap tahun bertambah di Bontang. Jadi kuota harusnya juga bertambah,” ujarnya.
Adapun pertamina sebelumnya menyampaikan, bahwa alokasi harus disesuaikan dengan sisa kuota nasional yang tersedia. Dalam kondisi normal, penyaluran sekitar 11 ribu liter per SPBU per hari dinilai cukup untuk menjaga pasokan hingga akhir 2026.
Sales Area Manager Retail Kalimantan Timur dan Utara PT Pertamina Patra Niaga Narotama, Aulia Fajri mengatakan angka tersebut disusun dengan mempertimbangkan ketersediaan kuota sampai Desember.
“Angka itu kami sesuaikan dengan ketersediaan kuota yang ada, sehingga pasokannya tetap terjaga sampai akhir tahun,” katanya beberapa waktu lalu.
Director & COO Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho memberikan sambutan di acara Media Gathering Badak LNG bersama awak media lokal Bontang. (Ist)
BONTANG — PT Badak NGL menegaskan posisinya dalam tata kelola penyaluran gas alam di Kota Bontang. Perusahaan pengolahan gas alam cair (LNG) ini menempatkan kebutuhan industri domestik sebagai prioritas utama penerimaan pasokan gas (feed gas).
Hal tersebut disampaikan oleh Director & Chief Operating Officer (COO) Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho, dalam acara Media Gathering bertema ‘Strike Up a Connection’ di area Bowling Badak LNG, Sabtu (12/9/2026) pagi.
“Posisi PT Badak jelas, prioritas pertama pasokan gas yang masuk ke Bontang adalah untuk domestic plant, seperti Pupuk Kaltim, KMI, dan KPI,” ujar Feri di hadapan awak media lokal.
Ia menjelaskan bahwa gas alam yang masuk ke Bontang lebih dulu dialokasikan untuk menunjang operasional pabrik-pabrik dalam negeri. Badak LNG baru mengolah gas menjadi LNG apabila terdapat sisa pasokan setelah kebutuhan industri domestik terpenuhi.
Selain memanfaatkan sisa pasokan, kilang Badak LNG juga berperan vital sebagai penyerap (absorber) cadangan. Jika industri domestik mengalami kendala teknis, perbaikan alat, maupun pemeliharaan berkala (turnaround/scheduled shutdown), pasokan gas yang tak terpakai akan dialihkan ke kilang Badak LNG.
“Guna menunjang fleksibilitas tersebut, keandalan fasilitas menjadi kunci utama. Dari total delapan kilang (train) yang dimiliki, Badak LNG saat ini mengoperasikan dua kilang,” imbuhnya.
Dalam skema normal beberapa tahun terakhir, perusahaan menyiagakan satu kilang tambahan sebagai cadangan (spare). Kilang cadangan ini dipersiapkan khusus untuk mengantisipasi lonjakan pengalihan pasokan gas secara mendadak dari industri domestik.
Director & COO Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho saat memberikan sambutan di acara Media Gathering Badak LNG bersama awak media. (Ist)
BONTANG — Kilang pengolahan gas alam cair (LNG) PT Badak NGL sempat mencatatkan pasokan gas masuk (feed gas) terkecil sepanjang sejarah perusahaannya pada bulan lalu. Kondisi ini memaksa perusahaan hanya mengoperasikan satu train (kilang) dari total delapan unit yang dimiliki.
Hal tersebut disampaikan oleh Director & Chief Operating Officer (COO) Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho saat membuka acara Media Gathering bertema ‘Strike Up Connection’ di area Bowling Badak LNG, Sabtu (12/9/2026) pagi.
“Dengan kondisi saat ini, sebetulnya feed gas PT Badak bulan kemarin mungkin sepanjang sejarahnya merupakan yang terkecil masuk ke kilang. Sehingga kami terpaksa mengoperasikan satu kilang saja dari delapan train yang kami punyai,” ujar Feri di hadapan awak media lokal Bontang.
Feri menjelaskan bahwa dalam alokasi penerimaan gas di Bontang, prioritas utama diberikan untuk kebutuhan domestic plant, seperti Pupuk Kaltim, KMI, dan KPI. Sisa alokasi gas dari industri domestik tersebut barulah disalurkan ke kilang Badak LNG untuk diolah menjadi LNG.
Namun, jumlah kilang yang beroperasi kini disesuaikan kembali menjadi dua train. Langkah ini diambil setelah adanya permintaan dari sektor upstream untuk menyerap pengalihan pasokan gas akibat adanya pemeliharaan berkala (turnaround) serta kendala peralatan pada fasilitas industri domestik.
“Sistem kilang kami dirancang sangat andal (reliable). Jika domestic plant mengalami kendala atau scheduled shutdown, PT Badak harus siap menyerap (absorb) pasokan feed gas tambahan yang mendadak,” paparnya.
Feri menambahkan bahwa beberapa tahun belakangan PT Badak normalnya mengoperasikan dua train dengan menyiagakan satu train cadangan (spare). Ke depan, Badak LNG bersiap meningkatkan kapasitas operasionalnya seiring dengan proyeksi masuknya pasokan gas baru dari temuan cadangan ENI, yang diperkirakan terealisasi pada akhir tahun 2028.
Badak LNG kembali menggelar kegiatan Media Gathering di area bowling. (Dwi S).
BONTANG – Badak LNG kembali mempererat tali silaturahmi dengan awak media di Kota Bontang, melalui kegiatan Media Gathering bertema ‘Strike Up a Connection’, yang digelar di area Bowling Badak LNG, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Badak LNG untuk memperkuat komunikasi dan hubungan baik dengan insan pers, sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih dekat dan santai di luar aktivitas jurnalistik.
Director & Chief Operating Officer (COO) Badak LNG, Feri Sulistyo Nugroho, mengatakan bahwa komunikasi yang terbuka dengan media merupakan bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, melalui komunikasi yang utuh dan berimbang, masyarakat Bontang diharapkan dapat memperoleh informasi yang akurat, mengenai perkembangan serta dinamika operasional Badak LNG, khususnya di tengah berbagai tantangan sektor energi saat ini.
“Kami sangat terbuka 24 jam. Jadi silahkan jika ada hal-hal yang terkait Badak LNG untuk ditanyakan, sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan perusahaan dengan segala dinamikanya secara objektif,” ungkapnya.
Selain itu ia menegaskan, keterbukaan komunikasi tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya informasi yang tidak utuh. Sehingga media memiliki ruang untuk melakukan konfirmasi secara langsung, terhadap berbagai isu yang berkaitan dengan Badak LNG.
Feri menilai keberadaan media memiliki peran penting sebagai jembatan, antara perusahaan dan masyarakat. Informasi yang disampaikan secara berimbang dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih objektif, mengenai kondisi perusahaan.
Maka, Badak LNG berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan media di Bontang. Kegiatan Media Gathering menjadi salah satu sarana untuk memperkuat sinergi, sekaligus membangun komunikasi yang semakin terbuka antara perusahaan dan insan pers.
“Dengan komunikasi yang baik, masyarakat bisa mengetahui perkembangan perusahaan dengan segala dinamikanya secara objektif,” jelasnya.
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan Media Gathering Badak LNG juga dikemas dengan suasana yang lebih santai, melalui lomba bowling yang melibatkan para awak media.
Para jurnalis Bontang dibagi ke dalam sejumlah kelompok untuk mengikuti pertandingan bowling. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan semangat kompetisi, sekaligus kebersamaan antar awak media.
Bahkan, Badak LNG juga menyiapkan puluhan hadiah doorprize menarik bagi para peserta. Hadiah tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat kegiatan semakin semarak, hingga penghujung acara.
Melalui kegiatan tersebut, Badak LNG berharap hubungan silaturahmi dengan media tidak hanya terjalin dalam konteks pekerjaan saja, tetapi juga berkembang menjadi hubungan yang lebih dekat, komunikatif, dan saling mendukung dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat Bontang.