Beranda blog Halaman 1030

Bonus Rp 718 Juta untuk Kafilah MTQ Bontang

0
Kepala Bagian Aguswati, Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bontang,

BONTANG – Kafilah Kota Bontang yang sukses merebut predikat juara kedua di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 42 Provinsi Kaltim, digelontor bonus ratusan juta rupiah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bontang, Aguswati mengatakan, Pemkot telah menyiapkan dana Rp 718 juta bagi para peserta dan pelatih yang telah mengharumkan nama Bontang pada pagelaran MTQ ke 42, yang digela Juni lalu di Kota Bontang. “Penyerahan secara simbolis telah dilakukan saat HUT Kota Bontang kemarin,” kata Aguswati.

Nominal bonus bagi peserta ini telah tertuang dalam surat keputusan bernomor 35/LPTQ-BTG/VI/2021. Nominalnya dibagi dalam klasifikasi cabang lomba perorangan dan beregu. “Ini merupakan wujud apresiasi kepada peserta dan pelatih,” tuturnya.

Sementara pencairan dilakukan melalui rekening penerima dalam kurun waktu 10 hari ke depan. Seperti diketahui, kontingen Bontang diisi 58 peserta, 10 pelatih, dan 12 official. Terdapat 9 mata lomba yang dipertandingkan. Yakni tilawah, qiraat, hafalan alquran, tafsir, fahm, syaraah, khat, karya tulis, dan hadis nabi.

Kafilah Bontang meraih 74 poin. Juara satu sembilan orang, juara dua tujuh orang, dan juara tiga delapan orang. Sementara kontingen Kukar yang dinobatkan sebagai juara umum berhasil mendulang 83 poin.

Prestasi kafilah Bontang di ajang MTQ ini jauh lebih baik dibandingkan tahun 2019. Saat itu, Bontang hanya berada di urutan keempat. (ahr/red)

Besaran bonus dibagi atas 4 kategori;
– Pertama peserta berprestasi perorangan,
– Kedua berprestasi beregu,
– Ketiga pelatih berprestasi,
– Keempat peserta berprestasi perorangan (MTQ) Nasional.

Uang Pembinaan Peserta Berprestasi Perorangan
• Juara 1 Rp 17 juta dengan jumlah 7 orang
• Juara 2 Rp 15 juta dengan jumlah 9 orang
• Juara 3 Rp 13 juta dengan jumlah 8 orang
• Juara harapan 1 Rp 5 juta dengan jumlah 5 orang
• Juara harapan 2 Rp 4 juta dengan jumlah 3 orang
• Juara harapan 3 Rp 3 juta dengan jumlah 8 orang

Uang Pembinaan Peserta Beregu
• Juara 1 Rp 10 juta dengan jumlah 6 orang
• Juara 2 Rp 8 juta dengan jumlah 3 orang
• Juara 3 Rp 7 juta dengan jumlah 3 orang

Uang Pembinaan Pelatih Berprestasi
• Juara 1 Rp 10 juta dengan jumlah 10 orang
• Juara 2 Rp 8 juta dengan jumlah 1 orang
• Juara Harapan 1 Rp 5 juta dengan jumlah 1 orang

Uang Pembinaan Peserta Berprestasi Perorangan (MTQ Nasional)
• Juara 3 Rp 25 juta dengan jumlah 1 orang.

Sasar 1000 Orang, Polres Bontang Galakkan Penyuntikan Dosis Kedua

0
Kapolres dan Waka Polres Bontang meninjau vaksinasi dosis kedua untuk masyarakat dan pelajar. (ist)

BONTANG – Gerai Vaksin Presisi terus dimanfaatkan Polres Bontang dalam membantu pemerintah meningkatkan cakupan vaksinasi di Kota Taman. Beberapa hari terakhir, vaksinasi terus digalakkan baik untuk masyarakat umum maupun pelajar.

Teranyar, Polres Bontang menggelar penyuntikan vaksin dosis kedua jenis Sinovac untuk masyarakat dengan sasaran 1.000 orang, Senin (11/10/2021). Rinciannya, 500 orang di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, dan 500 di Auditorium Taman Tiga Dimensi.

“Kami apresiasi antusias masyarakat yang begitu besar untuk ikut divaksin. Kami minta mereka untuk tetap menerapkan prokes (protokol) meskipun sudah divaksin dua kali,” ujar Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi saat meninjau langsung ke lokasi.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin, untuk segera mendaftarkan diri baik penyuntikan yang dilakukan TNI-Polri, ataupun instansi pemerintah setempat. Selain ke masyarakat umum, Gerai Vaksin Presisi juga menyasar pelajar Bontang.

Rabu (13/10/2021) kemarin, ratusan pelajar SMP Negeri 5 menerima vaksin dosis kedua, yang diselenggarakan di Gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim. “Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah,” beber Wakapolres Bontang, Kompol Damus Asa saat meninjau ke lokasi.

Dalam vaksinasi itu, sambung Wakapolres, turut melibatkan 40 vaksinator beserta tenaga pendukung. Target yang disuntik sebanyak 615 pelajar. Namun vaksin yang disediakan sebanyak 506 vial jenis Sinovac. “Harapan kami, kekebalan kolektif di kalangan pelajar juga segera terbentuk,” pungkasnya.

Menurut pantauan Mediakaltim.com, pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan prokes ketat. Seperti seluruh peserta memakai masker, menjaga jarak, dilakukan pengecekan suhu tubuh seleum masuk ruang vaksinasi, dan tersedianya sarana cuci tangan atau hand sanitizer.

Berdasar infografis capaian vaksinasi Covid-19 yang dirilis Dinkes Bontang per Rabu (13/10/2021), dari total sasaran sebanyak 134.666 orang, saat ini yang sudah disuntik dosis pertama mencapai 87.054 orang atau 64,6%. Adapun dosis kedua sebanyak 57.315 orang atau 42,6%. Kategori sasarannya mencakup Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), pelayanan publik, lansia usia di atas 60 tahun, masyarakat umum dan rentan, hingga remaja usia 12-17 tahun. (bms)

Website Beasiswa Bontang Sulit Diakses, Dikeluhkan Orangtua dan Mahasiswa

0
Hari kedua pendaftaran Beasiswa Bontang, banyak yang tidak bisa mengakses website. Foto: istimewa

Sejak dibuka Selasa (12/10), banyak mahasiswa mengeluhkan susahnya melakukan pendaftaran ke laman website pendaftaran Beasiswa Bontang, http://e-beasiswa.bontangkota.go.id/home/. Hingga Rabu (13/10) malam tadi, keluhan disampaikan orangtua dan mahasiswa yang berusaha untuk melakukan pendaftaran.

“Saya sudah coba dari kantor, begitu juga anak saya, tetap tidak bisa membuka websitenya. Mungkin sibuk atau down ya,” tanya Supriyadi, orangtua mahasiswa di grup whatsapp Update Media Kaltim, jejaring Radar Bontang.

Hal yang sama juga dialami yan lain. “Iya ini saya coba register sama temanku, tapi masih belum bisa, webnya error,” kata Suardi, salah satu anggota grup, meneruskan pesan mahasiswa yang ingin melakukan pendaftaran.

Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bontang, Aguswati menduga, karena baru dua hari dibuka, jumlah pelamar membludak maka situs website sulit diakses. Ia pun menyarankan agar terus membuka berulang kali, karena sudah ada yang bisa mengakses dan melakukan pendaftaran. “Saya juga akan tanyakan dengan Diskominfo,” katanya. (ahr/red)

 

Mengenal Bahasa Isyarat Bersama Komunitas Genap Tuli Bontang

0
BONTANG – Bukanlah suatu kelemahan bagi mereka yang terlahir dengan memiliki gangguan pendengaran. Sejatinya, mereka sama seperti kita yang normal. Hanya saja dalam hal berkomunikasi, mereka punya caranya sendiri yaitu menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang mereka pakai sehari hari. Penyebutan istilah untuk mereka pun bukanlah ‘Tunarungu’ melainkan ‘Tuli’. Karena arti ‘Tunarungu’ sendiri adalah adanya kerusakan terhadap pendengaran. Mereka memilih ‘Tuli’ sebagai identitas, karena mereka punya cara yang berbeda dalam berkomunikasi. Lahirnya komunitas Genap Tuli Bontang pada Maret 2018, menjadi wadah untuk para teman tuli untuk belajar juga berkumpul bersama teman tuli lainnya dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kota Bontang. Komunitas yang memiliki slogan ‘Bergerak Dalam Senyap’ ini memiliki tujuan agar keberadaan teman tuli di Bontang lebih banyak diketahui oleh masyarakat. Karena menurut mereka, selama ini masih banyak orang-orang yang memandang mereka sebelah mata. Tujuan lainnya pun mengenalkan Bisindo kepada masyarakat agar tau bahwa teman tuli memiliki cara yang asik dalam berkomunimasi. “Jadi Genap ini terbentuk karena kami ingin mengenalkan Bisindo kepada masyarakat, agar mereka bisa belajar dan paham ketika berkomunikasi dengan teman tuli,” ucap Ketua Genap Tuli Bontang Shasmitha didampingi oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI) Nurul Baity saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Belajar Bahasa Isyarat Bersama Genap Tuli Bontang”. Program tersebut tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (13/10/2021), kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang. Dengan membuka kelas Bisindo merupakan salah satu cara mereka mengenalkan Bisindo kepada masyarakat. “Setelah komunitas kami terbentuk, kami mulai buka kelas Bisindo untuk umum, untuk sama sama belajar dan mengenal Bisindo,”kata Shasmitha dan diterjemahkan oleh Nurul Baity. Sebagai JBI, Nurul merasa senang karena dapat menjadi jembatan teman tuli dalam berkomunikasi dengan teman dengar. Bahkan sampai saat ini, ia terus belajar untuk terus bisa memperbanyak kosakata dalam Bisindo. “Saya pun sebagai JBI masih belajar mba, karena masih banyak kosakata yang harus dipelajari dan dipahami,” kata Nurul. Pemilihan cara berkomunikasi, lanjut Nurul, teman tuli lebih memilih berkomunikasi menggunakan Bisindo dibandingkan dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Karena menurut mereka, Bisindo lebih gampang diterapkan dibanding SIBI. “Teman tuli se-Indonesia itu lebih memilih menggunakan Bisindo, karena itu melekat dengan bahasa mereka sehari-hari. Sedangkan SIBI tiap kata nya memiliki makna yang dalam, jadi kadang membuat teman tuli kebingungan,” ucapnya. Pada segmen terakhir Podcast MejaTamu, Shasmitha dan Nurul mengajarkan kepada pemirsa beberapa Bisindo yang sering digunakan, mulai dari kata tanya, kata sapaan, warna, keluarga, dan nama nama hari. (ahr)

BONTANG – Bukanlah suatu kelemahan bagi mereka yang terlahir dengan memiliki gangguan pendengaran. Sejatinya, mereka sama seperti kita yang normal. Hanya saja dalam hal berkomunikasi, mereka punya caranya sendiri yaitu menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang mereka pakai sehari hari.

Penyebutan istilah untuk mereka pun bukanlah ‘Tunarungu’ melainkan ‘Tuli’. Karena arti ‘Tunarungu’ sendiri adalah adanya kerusakan terhadap pendengaran. Mereka memilih ‘Tuli’ sebagai identitas, karena mereka punya cara yang berbeda dalam berkomunikasi.

Lahirnya komunitas Genap Tuli Bontang pada Maret 2018, menjadi wadah untuk para teman tuli untuk belajar juga berkumpul bersama teman tuli lainnya dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Kota Bontang.

Komunitas yang memiliki slogan ‘Bergerak Dalam Senyap’ ini memiliki tujuan agar keberadaan teman tuli di Bontang lebih banyak diketahui oleh masyarakat. Karena menurut mereka, selama ini masih banyak orang-orang yang memandang mereka sebelah mata.

Tujuan lainnya pun mengenalkan Bisindo kepada masyarakat agar tau bahwa teman tuli memiliki cara yang asik dalam berkomunimasi. “Jadi Genap ini terbentuk karena kami ingin mengenalkan Bisindo kepada masyarakat, agar mereka bisa belajar dan paham ketika berkomunikasi dengan teman tuli,” ucap Ketua Genap Tuli Bontang Shasmitha didampingi oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI) Nurul Baity saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Belajar Bahasa Isyarat Bersama Genap Tuli Bontang”. Program tersebut tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (13/10/2021), kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang.

Dengan membuka kelas Bisindo merupakan salah satu cara mereka mengenalkan Bisindo kepada masyarakat. “Setelah komunitas kami terbentuk, kami mulai buka kelas Bisindo untuk umum, untuk sama sama belajar dan mengenal Bisindo,”kata Shasmitha dan diterjemahkan oleh Nurul Baity.

Sebagai JBI, Nurul merasa senang karena dapat menjadi jembatan teman tuli dalam berkomunikasi dengan teman dengar. Bahkan sampai saat ini, ia terus belajar untuk terus bisa memperbanyak kosakata dalam Bisindo. “Saya pun sebagai JBI masih belajar mba, karena masih banyak kosakata yang harus dipelajari dan dipahami,” kata Nurul.

Pemilihan cara berkomunikasi, lanjut Nurul, teman tuli lebih memilih berkomunikasi menggunakan Bisindo dibandingkan dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Karena menurut mereka, Bisindo lebih gampang diterapkan dibanding SIBI. “Teman tuli se-Indonesia itu lebih memilih menggunakan Bisindo, karena itu melekat dengan bahasa mereka sehari-hari. Sedangkan SIBI tiap kata nya memiliki makna yang dalam, jadi kadang membuat teman tuli kebingungan,” ucapnya.

Pada segmen terakhir Podcast MejaTamu, Shasmitha dan Nurul mengajarkan kepada pemirsa beberapa Bisindo yang sering digunakan, mulai dari kata tanya, kata sapaan, warna, keluarga, dan nama nama hari. (ahr)

Kodim Kembali Suntikkan Dosis Kedua ke 500 Warga Bontang

0
Penyuntikan vaksinasi dosis kedua ke masyarakat Bontang di Lamin Vaksin Makodim 0908/BTG. (ist)

BONTANG – Sehari menjelang penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112, Kodim 0908/BTG masih menyelenggarakan serbuan vaksinasi dosis kedua sebanyak 500 dosis kepada masyarakat Kota Taman, Rabu (13/10/2021).

Penyuntikan vaksin jenis Sinovac itu dilaksanakan di Lamin Vaksin Makodim 0908/BTG, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru. Pasi Teritorial Kodim 0908/BTG, Kapten Inf Niko Katanni mengatakan, penyuntikan diperuntukan bagi masyarakat yang telah melakukan vaksinasi dosis pertama pada Rabu (15/9/2021) lalu di Makodim. “Ini menjadi bagian dari sasaran non fisik TMMD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang,” ujarnya.

Selain serbuan vaksinasi, sambung Niko, kegiatan juga dirangkai penyuluhan pencegahan Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai wujud sinergitas dalam upaya mencegah penularan Covid-19 di Bontang. “Dengan vaksin dan selalu menerapkan prokes (protokol kesehatan), tentu menjadi salah satu usaha kita melindungi diri agar tercegah dari tertularnya virus Corona,” pesannya.

Menurut pantauan Mediakaltim.com, pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan prokes ketat. Seperti seluruh peserta memakai masker, menjaga jarak, dilakukan pengecekan suhu tubuh seleum masuk ruang vaksinasi, dan tersedianya sarana cuci tangan atau hand sanitizer.

Berdasar infografis capaian vaksinasi Covid-19 yang dirilis Dinkes Bontang per Rabu (13/10/2021), dari total sasaran sebanyak 134.666 orang, saat ini yang sudah disuntik dosis pertama mencapai 87.054 orang atau 64,6%. Adapun dosis kedua sebanyak 57.315 orang atau 42,6%. Kategori sasarannya mencakup Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), pelayanan publik, lansia usia di atas 60 tahun, masyarakat umum dan rentan, hingga remaja usia 12-17 tahun. (bms)

Pengesahan APBD-P 2021 Masih Tunggu Kemendagri

0
Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo

Hingga akhirnya lanjut Sigit, karena tidak ada kesepakatan antara legislatif dan eksekutif terkait APBD-P 2021 ini. Ternyata Sekda Kaltim HM Sa’bani mengkomunikasikan ini dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Pak Sekda kontak ke Dirjen Keuangan Daerah dan ternyata ada dua daerah yang belum mengesahkan termasuk Kaltim. Saya juga belum kontak dengan Kemendagri apakah memang betul, tapi tadi penyampaian dari pihak pemerintah kepada kita seperti itu,” terangnya.

Politikus PAN itu menjelaskan, sebenarnya bukan DPRD menerima atau tidak jika APBD-P 2021 ini tidak disahkan. Hanya saja, kuncinya ada di Kemendagri. “Bukan menerima atau tidak, namun karena itu dari Kemendagri. Kan saat ini kita masih berkonsultasi dengan Kemendagri,” tegasnya. (adv/hms7)

Beasiswa untuk Mahasiswa Bontang Resmi Dibuka, Ditutup 25 Oktober, Begini Syarat dan Tata Cara Mendafar

0

BONTANG – Pemkot Bontang resmi meluncurkan program beasiswa untuk kuliah di perguruan tinggi pada momen HUT ke-22 Kota Bontang, Selasa (12/10). Pendaftaran beasiswa stimulan pendidikan tinggi ini akan dibuka selama dua pekan dan ditutup pada 25 Oktober 2021. Beasiswa yang dibuka ini untuk empat kategori yakni jenjang diploma, sarjana, tugas akhir dan coass untuk jenjang dokter.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bontang Aguswati mengatakan bagi mahasiswa yang ingin mendaftar, bisa mengisi formulir secara online melalui https://e-beasiswa.bontangkota.go.id/home. “Sudah bisa diakses sejak dibuka 12 Oktober. Pendaftaran sampai tanggal 25 Oktober,” kata Aguswati.

Dikatakannya, tahun ini Pemkot menyiapkan dana Rp 1,65 miliar untuk program beasiswa bagi 450 sampai 550 orang. Besaran beasiswa yang akan diterima bervariasi. Tergantung kategori jalur pendaftaran yang ditempuh. “Berkisar antara Rp 3 juta atau Rp 4 jutaan,” ucapnya. “Kalau untuk tugas akhir dan coass, lebih besar,” sambungnya.

Lantas bagaimana bagi mahasiswa yang sudah menerima beasiswa lain? Ditegaskannya, bagi mahasiswa yang sudah menerima beasiswa lain, seperti Kaltim Tuntas, akan didiskualifikasi. “Kalau nanti ternyata calon penerima, ternyata menerima biasiswa lain, otomatis gugur,” tuturnya. (ahr/red)

Tata cara pendaftaran, simak syarat-syaratnya.

  • Pertama, pemohon mengisi formulir secara online https://e-beasiswa.bontangkota.go.id/home/, kemudian membuat akun lalu isi data.
  • Kedua, verifikasi akun akan dikirim melalui email yang didaftarkan. Gunakan, username dan password yang telah terverifikasi untuk masuk ke website tadi.
  • Ketiga, klik menu beasiswa> sub menu permohonan beasiswa dan klik tombol permintaan. Pilih kategori beasiswa lalu isi formulir pengajuan. Unggah softcopy berkas yang dibutuhkan.
  • Keempat, setelah pendaftaran melalui online selesai. Kirim hard copy ke bagian sosial dan ekonomi di Kantor Wali Kota Bontang. Gunakan warna map sesuai kategori.

Jadwal Program Beasiswa Stimulan Pemkot Bontang Tahun 2021

  1. Pendaftaran Online dibuka pada tanggal 12 Oktober 2021 d 25 Oktober 2021
  2. Verifikasi Online dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober s.d 31 Oktober 2021
  3. Pengumpulan Berkas Hardcopy dilaksanakan pada tanggal 01 November s.d 19 November 2021
  4. Verifikasi Berkas Hardcopy dilaksanakan pada tanggal 22 November s.d 30 November 2021
  5. Penetapan dan Pengumuman dilaksanakan pada tanggal 01 Desember s.d 10 Desember 2021
  6. Penandatanganan Penerima dan Pentransferan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember s.d 31 Desember 2021

 

Aniaya Rekan Kerja dengan Sajam, Sopir Truk Sawit Masuk Bui

0
Hasan, pelaku penganiayaan sesama rekan kerja di PT EUP. (ist)

BONTANG – Hasan (35), seorang sopir truk perusahaan sawit PT Energi Unggul Persada (EUP) Kelurahan Bontang Lestari diamankan jajaran Satreskrim Polres Bontang, Selasa (12/10/2021) sekitar pukul 21.30 WITA.

Warga Kelurahan Gunung Elai itu dilaporkan menganiaya rekan kerjanya berinisial RI, yang juga sopir. Pelaku berusaha menikam korban dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Korban berusaha menangkis dengan tangannya hingga menyebabkan luka cukup parah pada telapak tangan kanan, dan pinggang sebelah kanan.

Saat ini korban warga Kelurahan Tanjung Laut Indah itu masih dirawat di rumah sakit. “Kami telah mengamankan pelaku dan barang bukti berupa sebilah badik lengkap dengan sarungnya,” ujar Kasat Reskrim Iptu Asriadi didampingi Kasi Humas AKP Suyono, Rabu (13/10/2021).

Iptu Asriadi menerangkan, penganiayaan terjadi karena adanya salah paham. Saat itu, korban meminta Hasan memundurkan kendaraannya yang bermuatan kelapa sawit, dengan posisi sudah di atas timbangan.

“Karena disuruh mundur, pelaku marah. Lalu pelaku turun dari mobil dan mendatangi korban yang saat itu berada di atas mobil. Pelaku langsung menganiaya korban dengan sebilah badik,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Hasan ditetapkan tersangka dan dijerat Pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Pelaku juga dijerat Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (bms)

Lomba Good Archival Governance Awards, Diskominfo Bontang Sabet Juara 2

0
Dasuki menerima hadiah juara 2 lomba GAGAS 2021 diserahkan Wakil Wali Kota Bontang, Najirah. (Foto: Diskominfo)

BONTANG – Prestasi membanggakan diraih Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang. Tahun ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin Dasuki itu menyabet juara 2 dalam ajang lomba Good Archival Governance Awards (GAGAS) 2021.

Penyerahan hadiah bertepatan dengan syukuran HUT ke-22 Pemkot Bontang yang diselenggarakan di Auditorium Kantor Wali Kota Bontang, Selasa (12/10/2021). “Kami sangat bersyukur. Tahun lalu kami (Dikominfo) tidak masuk dalam sepuluh besar. Alhamdulilah tahun ini kami bisa meraih juara dua,” ujarnya.

Dasuki menambahkan, semenjak tahun lalu, Diskominfo terus membenahi tata kelola arsip yang baik dan benar. Dirinya juga mengumpulkan staf dan jabatan fungsional (jafung) arsiparis untuk mengevaluasi, memotivasi, sekaligus memacu agar pengelolaan arsip Diskominfo bisa meraih prestasi. Termasuk melengkapi sarana dan prasarana (sapras) yang diperlukan. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh staf yang telah mewujudkan ini semua,” ucap Dasuki.

Menurutnya, di era digital saat ini, pengelolaan arsip yang baik sangat penting. Apalagi Bontang telah memiliki layanan Elektronik Arsip (E-Arsip). Ke depan, sambung Dasuki, Diskominfo bakal menginisiasi layanan E-Arsip tersebut agar dimanfaatkan oleh seluruh OPD di lingkup Pemkot Bontang.

Lomba GAGAS diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang. Tahun ini, lomba tersebut diikuti 24 OPD. Penilaiannya terdiri dari aspek pengelolaan arsip dinamis, aspek Sumber Daya Manusia (SDM) kearsipan, aspek sarana prasarana (sapras), serta persentase kebijakan program kearsipan.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bontang Nomor 188.45/439/DPK/2021, lomba GAGAS 2021 dimenangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), disusul Diskominfo, dan di posisi ketiga diraih Inspektorat Daerah. Adapun juara harapan I diraih Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), disusul Kecamatan Bontang Barat di posisi harapan II, dan Sekretariat Daerah (Setda) di posisi harapan ketiga. (bms/adv)

Simpan Sabu di Kamar Kos, Yasir Ditangkap Polisi

0
Sabu seberat 1,45 gram beserta pengedar dan barang bukti lainnya diamankan di Mapolres Bontang. (ist)

BONTANG – Pria bernama Yasir Zahani ditangkap Satresnarkoba Polres Bontang di kamar kos-kosan di Jalan Sutan Syahrir, Gang Ikan Mas 4, RT 06, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Selasa (12/10/2021).

Pengungkapan bermula dari laporan masyarakat yang sering melihat tamu mencurigakan datang ke kos-kosan yang pelaku tempati. Hal itu disampaikan Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Resnarkoba Iptu Rakib Rais.

Mendapati laporan tersebut, polisi bergerak cepat mengintai disusul menggeledah pria 48 tahun itu. Ternyata benar, saat digeledah ditemukan barang bukti berupa enam bungkus sabu-sabu.

Lima bungkus di antaranya disimpan di kantong kanan celana pendek yang dia kenakan, sedangkan satu bungkus sisanya disimpan di dalam kotak rokok. Totalnya seberat 1,45 gram. “Kami masih kembangkan darimana pelaku mendapat barang haram tersebut,” ungkap Iptu Rakib Rais didampingi Kasi Humas AKP Suyono.

Selain menggeledah badan Yasir, polisi juga menggeledah kamar. Hasilnya didapati sejumlah barang bukti seperti satu timbangan digital, satu bungkus plastik klip, dua pipet kaca, satu sedotan plastik runcing, satu korek gas, satu kotak rokok, satu unit HP Vivo, satu alat isap atau bong, dan uang tunai hasil penjualan sabu senilai Rp 1.135.000.

Kini Yasir beserta barang bukti diamankan di mapolres Bontang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, dia dijerat pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (bms/bdu)