Beranda blog Halaman 1029

IRT Nemu Hape di ATM, Bukan Dikembalikan Malah Diinstal Ulang

0
IRT Nemu Hape di ATM, Bukan Dikembalikan Malah Diinstal Ulang
Pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Nu wanita berusia 46 tahun ditangkap Sabtu (1/4/2023) pukul 16.00 di rumahnya, Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Elai.

Kapolsek Bontang Utara, Iptu Tri Soediantoro menjelaskan, Rabu (15/1/2023) lalu pukul 16.30 wita, korban yang bekerja di dealer motor di Jalan Ahmad Yani hendak pulang ke rumah. Saat menunggu jemputan, dia kemudian masuk kembali ke dalam dealer untuk mengecek ponselnya yang tertinggal di atas meja. Namun saat dicek, hp nya sudah raib.

Akibat kejadian itu dia mengalami kerugian senilai Rp. 3.599.000. “Lalu korban melapor ke Polsek Bontang Utara,” katanya.

Dari pengakuan tersangka, ponsel itu dia dapatkan di ATM seberang kantor korban. Namun sayangnya, bukannya mengembalikan kepada pemiliknya, tersangka justru membawa ponsel tersebut ke konter untuk diinstall ulang.

“Ada unsur memiliki itu,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, dia dijerat pasal 362 KUHPidana tentang pencurian. “Ancaman minimal 3 tahun penjara,” tutupnya. (hms)

TBC Meningkat di Bontang, Penting Dicegah!

0
TBC Meningkat di Bontang, Penting Dicegah!
Rahmi Surainah, M.Pd.

Rahmi Surainah, M.Pd

Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Tuberkolosis (TBC) adalah virus yang biasa disebut mycobacterium tuberculosis atau sering disebut dengan flek. TBC bukanlah penyakit turunan, melainkan penyakit yang ditularkan dari percikan ludah yang keluar dari penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin. Penyakit ini lebih rentan terkena pada seseorang yang kekebalan tubuhnya rendah.

TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah. Kuman TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, atau kelenjar.

TBC dapat disembuhkan jika penderitanya patuh mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Untuk mengatasi penyakit ini, penderita perlu minum beberapa jenis obat dalam waktu yang cukup lama (minimal 6 bulan).

Terkait TBC dikabarkan kasusnya semakin meningkat di Kota Bontang menyerang anak-anak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menyebutkan di 2021 ada 81 kasus, 2022 meningkat menjadi 237 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulanan Penyakit Menular Dinkes Bontang, Muhammad Ramzi mengungkapkan, bahwa di awal 2023 sudah terdeteksi 24 kasus per Februari 2023. Selain itu, Dinkes akan melakukan pemantauan terhadap pasien yang memang sudah masuk dalam sasaran, serta menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap keluarga masing-masing terutama anak-anak yang memang cukup rentan terpapar virus penyakit. (Niagaasia.co, 20/3/2023)

Kasus TBC menunjukkan tren kenaikan, tidak hanya di Bontang tetapi Indonesia keseluruhan. Bahkan mencengangkan jumlah kasus TBC Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia setelah India. Oleh karena itu, peningkatan TBC ini perlu dicegah agar tidak semakin bertambah. Tentunya dengan mencegah faktor penyebab yang melatarbelakanginya.

Kalau dianalisis faktor kemiskinan menjadi penyebab utama tren kenaikan TBC. Di Bontang berdasarkan data BPS ada delapan ribuan warga miskin.

Tentunya kemiskinan ini akan membuat lingkungan dan sanitasi yang bersih sulit didapat. Kondisi gizi buruk yang menimpa anak termasuk ketidakmampuan mengakses fasilitas kesehatan.

Tidak hanya itu, pemahaman masyarakat karena tidak bisa mengakses pendidikan secara layak berpengaruh terhadap peningkatan TBC. Tentunya semua ada andil negara untuk menjalankan fungsinya dalam memenuhi layanan pendidikan dan kesehatan merata bagi seluruh rakyatnya.

Meski pemerintah sudah melakukan berbagai upaya mencegah dan meminimalkan penularan TBC, jika persoalan kemiskinan belum terurai secara tuntas, kasus TBC bisa jadi terus meningkat.

Sekalipun negara menggandeng ormas, LSM, bahkan WHO untuk mencegah dan mengatasi TBC, jika pengaturan urusan rakyat masih menerapkan kapitalisme, hidup sehat dan sejahtera hanya mimpi.

Oleh karena itu, kemiskinan harus segera diakhiri dengan mengambil kembali kekayaan umat berupa Sumber Daya Alam Energi (SDAE).

Dalam Islam kekayaan SDAE adalah milik umum dan akan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Negara akan memenuhi kebutuhan dasar rakyat, yakni sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan secara layak.

Negara juga akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya agar kepala keluarga dapat menafkahi dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Negara akan memberi layanan pendidikan dan kesehatan secara gratis bagi seluruh rakyatnya. Dengan berbagai kemudahan tersebut, tidak sulit bagi warga menciptakan sanitasi dan lingkungan bersih serta gizi yang cukup untuk keluarganya sehingga TBC pun bisa dihindarkan.

Demikianlah ketika negara menerapkan Islam dalam sistem kehidupan.

Wallahu’alam…

Ingat! Besok DKP3 Jual Paket Sembako Murah

0
Ingat! Besok DKP3 Jual Paket Sembako Murah
Ilustrasi pasar murah (ist)

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Bontang berinisiasi melaksanakan Gelar Pangan Murah (GPM) yang akan dilaksanakan mulai Selasa (4/4/23) sampai Kamis (6/4/23) mendatang.

GPM akan dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau. Akan ada 3 ribu paket sembako yang disediakan langsung dari Badan Urusan Logistik (Bulog).

Idhamsyah, Kepala bidang Ketahanan Pangan DKP3 mengatakan, untuk harga perpaket akan segera diputuskan Senin (3/4/23) ini.

“Hari ini kami akan rapat untuk menentukan finalisasi harga perpaket sembako tersebut,” ungkapnya.

Isi dari sembako tersebut ialah beras premium 5 kilogram, 2 liter minyak goreng, 2 kilogram tepung, 2 kilogram gula, dan 1 piring telur. Idham menambahkan, harga pasaran 5 komoditas tersebut biasanya mencapai Rp 250 ribu.

“Harga jual sebelum mendapat subsidi sekitar Rp 188 ribu. Kita dapat subsidi karena perusahaan di Bontang ikut berpartisipasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan adanya GPM ini bertujuan menekan kenaikan harga menjelang lebaran nanti. Masyarakat juga bisa menghemat hingga Rp 60 ribuan. Tiap kelurahan akan dijatah masing-masing 200 paket.

“Untuk pengambilan kupon, nanti akan diberikan saat di lokasi,” tutupnya. (sya)

Sekelompok Pemuda Dihukum Baca Pancasila dan Push Up, Ini Penyebabnya!

0
Sekelompok Pemuda Dihukum Baca Pancasila dan Push Up, Ini Penyebabnya!
Aipda Rudiantoro, Bhabinkamtibmas Berbas Tengah saat menghukum sekelompok pemuda peminum miral oplosan. (ist)

BONTANG – Sekelompok pemuda kedapatan pesta miras oplosan di Lapangan Kampung Baru pada minggu (2/4/2023) dini hari.

Mereka kedapatan minum miras oplosan cairan pembersih luka alkohol 70 persen, dicampur obat batuk komix saat Bhabinkamtibmas Berbas Tengah beserta FKPM dan RT setempat melaksanakan giat patroli rutin.

“Mereka kami amankan dan kami beri pembinaan dengan membaca Pancasila dan melakukan push up,” ucap Aipda Rudiantoro, Bhabinkamtibmas Berbas Tengah.

Lebih lanjut, Rudiantoro mengatakan, mereka berasal dari berbagai kelurahan di Bontang, bahkan ada yang berasal dari Teluk Pandan, Kutai Timur.

Aipda Rudiantoro juga mengamankan dua kendaraan memakai knalpot brong, serta tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan. Selanjutnya diserahkan ke Sat Lantas Polres Bontang. (hms)

Dispopar Gandeng Asosiasi Mitra Pariwisata Persiapkan Kedatangan Menparekraf

0
Dispopar Gandeng Asosiasi Mitra Pariwisata Persiapkan Kedatangan Menparekraf
Kepala Dispopar Bontang Ahmad Aznem dan asosiasi mitra pariwisata saat koordinasi persiapan. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang berkoordinasi dengan asosiasi mitra pariwisata Bontang. Bertujuan mempersiapkan kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno ke Bontang.

Kedatangan Menparekraf ke Kota Taman adalah untuk mengunjungi Kampung Malahing, yang masuk dalam 75 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023.

Kepala Dispopar, Ahmad Aznem mengatakan, rapat koordinasi sebagai langkah awal bersama asosiasi mitra pariwisata. Berdiskusi membahas berbagai persiapan yang dibutuhkan.

“Asosiasi mitra pariwisata memiliki peran dalam wisata seperti transportasi, kuliner, akomodasi hingga destinasinya. Memanfaatkan juga momentum kunjungan menteri, untuk menggelar beberapa kegiatan yang sifatnya peningkatan pariwisata,” jelas Ahmad Aznem, Minggu (2/4/2023).

Aznem mengungkapkan, sampai saat ini jadwal kunjungan belum ada. Namun akan diinfokan sebelum kunjungan visitasi dari tim kreatif menteri dan tim visitasi dewan juri.

“Semua yang masuk 75 desa wisata akan dikunjungi menteri. Dari bulan ini sampai Juni dan awal Juli. Akan ada pengumuman hasil dari dewan juri di pertengahan Juli,” kata Aznem.

Aznem berharap setelah koordinasi ini, akan melibatkan semua stakeholder dalam menggandeng peningkatan wisata dan kunjungan Menparekraf.

Sementara Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Kota Bontang, Eko Satrya menambahkan, akan siap bersama pemerintah menggali potensi lokal untuk menyambut Menparekraf dengan kearifan lokal Bontang.

“Apa yang menjadi ide-ide dari asosiasi mitra pariwisata dan kepala dinas, bisa dielaborasi dan kolaborasi. Menjadi rangkaian untuk Bontang memperkenalkan kearifan lokal. Bukan hanya seni dan budaya atau kuliner, tapi masuk dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat dalam komunitas, yang termasuk dalam kearifan lokal,” kata Eko Satrya. (yah)

Pasca Terungkap 850 Liter Miras Ilegal, Polres Tingkatkan Pengawasan

0
Pasca Terungkap 850 Liter Miras Ilegal, Polres Tingkatkan Pengawasan
Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya saat berikan pernyataan. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Terungkapnya miras ilegal sebanyak 850 liter di Pelabuhan Loktuan, membuat Polres Bontang harus ekstra waspada. Meningkatkan penjagaan guna antisipasi barang-barang ilegal baik berupa miras, narkotika, atau barang selundupan lainnya.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya mengungkapkan, penjagaan-penjagaan baik melalui jalur laut di pelabuhan maupun darat, akan ditingkatkan pengawasannya. Namun Ia mengharapkan peran serta masyarakat membantu kepolisian, dalam mengungkapkan kasus-kasus tersebut.

“Artinya butuh peran masyarakat dalam memberikan informasi,” kata AKBP Yusep beberapa waktu lalu.

Yusep menambahkan, mendekati Hari Raya Idulfitri pihaknya selalu melakukan peningkatan keamanan, dikarenakan adanya eskalasi peningkatan gangguan keamanan menjelang hari raya.

“Pasti akan ada eskalasi tinggi jelang lebaran, contoh seperti terungkapnya miras dari NTT ini,” jelasnya.

“Peran Polri dan peran masyarakat diperlukan. Kita akan tetap meningkatkan pengawasan ketat. Kita lakukan upaya preventif serta menggandeng masyarakat,” ungkapnya. (yah)

Lapaknya Dikencingi, Pedagang Tamrin Keluhkan Pengunjung Bawa Hewan Peliharaan

0
Lapaknya Dikencingi, Pedagang Tamrin Keluhkan Pengunjung Bawa Hewan Peliharaan
Salah satu pedagang pakaian di Pasar Taman Rawa Indah (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Salahsatu pedagang pakaian di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) mengeluhkan adanya seorang pengunjung, yang membawa hewan peliharaan ke dalam pasar tersebut, Jumat (31/3/23) kemarin.

Ia mengatakan, sudah beberapa kali melihat pengunjung itu membawa anjing peliharaannya. Pemilik anjing tersebut sering terlihat istirahat siang di warung di dalam pasar.

“Sudah tiga kali dia bawa. Awalnya memang diam saja, tidak keliling. Tapi kemarin saya ingati pemiliknya, jangan sampai dagangan saya ada diendus atau dijilat, karena ini pakaian,” ungkap Najia, Pedagang Pakaian.

Namun begitu, Jumat kemarin anjing tersebut justru berkeliling dan mengencingi lantai tempat Najia menggelar dagangannya, sehingga Ia meminta itikat baik pemilik untuk membersihkannya.

“Anjingnya tidak diberi tali, jadi jalan ke tempat saya. Eh, ternyata buang air kecil,” ungkapnya.

Najia menegur bahwa tidak seharusnya hewan peliharaan boleh masuk ke sana. Jika masih dilakukan, Ia akan melaporkan kepada yang berwajib.

Sementara itu, Andi Parenrengi, Kepala UPT Pasar Taman Rawa Indah menegaskan, hewan peliharaan memang tidak seharusnya masuk ke pasar. Ia akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Tentu akan kami tindaklanjuti, terutama penjaga pasar atau satpam akan kami tegur. Sehingga kenyamanan pengunjung dan penjual terjaga,” tegas Andi.

Ia menjelaskan, belum ada peraturan pasti mengenai hal tersebut. Tetapi sejak kejadian tersebut, pihaknya akan membriefing penjaga Pasar Rawa Indah, terkait pengunjung yang membawa hewan peliharaan.

“Hewan apapun sebenarnya pasti dilarang, karena takut kenyamanan terganggu, ” tutupnya. (sya)

Kampung Malahing, Perwakilan Satu-satunya Kaltim di ADWI Tahun 2023

0
Kampung Malahing, Perwakilan Satu-satunya Kaltim di ADWI Tahun 2023
Kampung Malahing satu-satunya perwakilan Kaltim di ajang ADWI 2023. (ist)

BONTANG – Kampung Malahing menjadi satu-satunya perwakilan Kalimantan Timur yang berhasil lolos ke 75 desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahrag dan Pariwisata (Kadispopar) Bontang, Ahmad Aznem.

Dikatakan Aznem, Bontang menjadi satu-satunya daerah di Kaltim yang berhasil menyumbang desa wisata masuk ke ADWI tahun 2023 kali ini. Hal ini tentunya menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

“Dulu pernah ada di Maloy yang masuk tapi saya lupa nama desanya. Sekarang Kampung Malahing yang berhasil masuk. Tentu masyarakat Bontang harus berbangga dengan pencapaian ini,” ujar Aznem saat ditemui Mediakaltim.com beberapa waktu lalu.

Perkataan tersebut sesuai dengan daftar rilis 75 desa wisata dalam ADWI tahun 2023, yang telah tersebar di berbagai media. Dari seluruh daerah yang masuk, Kaltim hanya menyumbang 1 desa wisata, yaitu Kampung Malahing.

“Dari 7.275 desa wisata di seluruh Indonesia, telah terjaring 4.573 peserta desa wisata ADWI dari seluruh provinsi di Indonesia tahun 2023,” kata Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) terkait ajang desa wisata terbaik ini dalam video yang dibagikan pada Selasa, 21 Maret 2023, mengutip dari Liputan6.com.

Sandi, begitu ia akrab disapa, menambahkan rangkaian kegiatan ADWI 2023 telah melalui beragam tahapan kurasi. Proses ini berdasarkan penilaian dewan juri pada lima kategori penilaian, klasifikasi desa wisata, dan kelengkapan data melalui website Jadesta.

“Mulai dari proses kurasi menjadi 500 besar desa wisata, dikerucutkan menjadi 300 desa wisata hingga terpilih 75 desa wisata terbaik. Desa wisata Indonesia bangkit,” terang Sandi. (al)

Pedagang Takjil di Bazar Ramadan Baiturrahman Senang, Omsetnya Naik Pasca Covid-19

0
Pedagang Takjil di Bazar Ramadan Baiturrahman Senang, Omsetnya Naik Pasca Covid-19
Kondisi Bazar Ramadan Baiturrahman pukul 16.00 wita. (Hamdan)

BONTANG – Pasca pandemi covid-19 beberapa tahun terakhir, dan pengumuman kelonggaran protokol kesehatan, kegiatan di luar ruangan tidak dibatasi lagi. Bazar Ramadan pun kembali digelar selama bulan puasa ini, hingga omset pedagang takjil kembali meningkat pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meningkatnya omset itu diungkapkan oleh para pedagang takjil di Bazar Ramadan Masjid Baiturahman.

Dikatakan Fuci, penjualan takjilnya selama Ramadan kali ini jauh lebih ramai dari tahun sebelumnya. Tak ayal omsetnya meningkat pesat, bahkan berkali-kali lipat dari modal yang dikeluarkan.

“Ramadan tahun ini beda dari tahun sebelumnya. Alhamdulillah omset meningkat,” ujar Fuci, Pedagang Sayur Masak saat diwawancarai Mediakaltim.com beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kusma, Pedagang Risol dan Es Pisang Ijo juga mengungkapkan hal yang sama. Omsetnya meningkat drastis di bulan puasa kali ini. Dirinya mampu meraup ratusan ribu setiap harinya.

“Alhamdulillah kalau untuk omset itu per-hari bisa mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta dari hasil penjualan risol dan es pisang ijo. Pengunjung juga selalu ramai setiap sorenya. Dagangan selalu laris,” ungkap Kusma.

Dikatakan Kusma, kondisi saat ini sangat berbanding terbalik dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya modal yang dikeluarkan terkadang tidak tertutupi dari hasil penjualan.

Di Bazar Ramadan Masjid Baiturrahman ini, terdapat puluhan pedagang makanan dan minuman berbuka yang menjajakan dagangannya. Menu yang ada pun bervariasi. Mulai dari aneka kue modern hingga tradisional, aneka minuman hingga makanan yang siap disajikan sebagai menu berbuka puasa.

Sejak pukul 15.50 wita hingga memasuki waktu berbuka puasa, pasar takjil ini ramai penjual hingga pengunjung. Masyarakat Bontang berbondong-bondong untuk berburu takjil atau makanan dan minuman sebagai teman berbuka puasa. (nd)

Tebar Keberkahan, Dispopar Berbagi 500 Kotak Takjil

0
Tebar Keberkahan, Dispopar Berbagi 500 Kotak Takjil
Para pegawai Dispopar membagikan takjil di pertigaan lampu merah depan Kantor Dispopar. (Ist)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Bulan Suci Ramadan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang mengadakan kegiatan berbagi takjil, Jumat (31/3/2023) sore tadi.

Kegiatan berbagi takjil diikuti seluruh pegawai Dispopar Bontang. Bahkan tak hanya pegawai muslim namun juga yang non muslim.

“Semangat berbagi di bulan penuh berkah ini dirasakan semua pegawai, sehingga tak hanya yang muslim, non muslim pun bersemangat ikut andil di kegiatan ini,” ujar Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem.

Dijelaskan Aznem, ide kegiatan ini berawal dari keinginan para pegawai untuk berbuka bersama di kantor. Namun karena ada surat edaran yang menyatakan pelarangan ASN mengadakan buka bersama maka niat tersebut diurungkan.

“Teman-teman malah dapat ide untuk berbagi takjil dijalan. Jadilah kegiatan ini terlaksana,” imbuhnya.

Dengan semangat berbagi itu, seluruh pegawai ikut berdonasi. Terkumpullah 500 kotak makanan dan minuman yang dibagikan sore hari menjelang berbuka.

“Kegiatan ini dikoordinir Ketua Takmir Masjid Al Kahfi, Dispopar,” bebernya.

Pegawai Dispopar pun membagikan takjil di pertigaan lampu merah sekitar area Kantor Dispopar.

“Semoga dengan kegiatan ini dapat semakin membangun kebersamaan di antara pegawai. Serta menciptakan kesolehan pribadi, kesolehan sosial, dan kesolehan profesional.” harap Aznem.

Aznem pun mengucapkan Selamat berpuasa kepada seluruh masyarakat Bontang. Semoga seluruh amal ibadah di bulan suci ini diterima Allah SWT. (al)