Beranda blog Halaman 1029

Samarinda PPKM Level 2, Objek Wisata Diharapkan Mulai Bangkit

0

SAMARINDA – Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso mengharapkan, keberadaan Desa Budaya Pampang tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat wisata, tapi juga mampu meningkatkan perekonomian daerah serta warga yang tinggal di sekitarnya.

“Desa ini (Desa Budaya Pampang) harus bisa multifungsi. Tentu tidak hanya sebagai objek wisata semata, tetapi harus bisa meningkatkan ekonomi kreatif,” kata Rusmadi, ditemui selepas Peringatan Hari Pariwisata Dunia Tahun 2021, yang dipusatkan di Desa Budaya Pampang, Sabtu (3/10/2021).

Hal lain yang tak kalah penting, lanjut dia,  adalah keterbukaan dan keramahan warga dan lingkungan untuk menerima wisatawan yang datang.

Rusmadi menambahkan, peringatan Hari Pariwisata Dunia kali ini diharapkan bisa jadi momentum bangkitnya wisata di KotaTepian. Apalagi kini Samarinda tergolong aman dari penyebaran Covid-19, dibuktikan dengan menurunnya level kewaspadaan ke PPKM Level 2.

“Dengan bantuan semua pihak, kita harus bergerak cepat mewujudkan bengkitnya wisata di Samarinda,” kata mantan Sekretaris Provinsi Kaltim ini. Bukan hanya bantuan dari Pemprov Kaltim, menurut dia, perlu juga dukungan dari organisasi terkait seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Badan Promosi Pariwisata Daerah serta asosiasi lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani menambahkan, untuk mempromosikan Desa Budaya Pampang pihaknya akan menggandeng influencer dan YouTuber. Termasuk melibatkan duta wisata Samarinda. (fri)

Parjo, Ewin Dan Covid

0

Cerpen : Muthi’ Masfu’ah, A.Md, CN NLP

Parjo terus melangkah menyusuri ruas jalan, Bontang tampak terik. Sembari mendorong gerobak penuh aksesoris dan mainan anak, Lelaki berusia 55 tahun tersebut menyapa setiap orang yang melintas. Wajahnya penuh peluh. Dibiarkan, tak diseka olehnya.

“Aksesoris, aksesoris, ada jepit, masker, !!”  teriak Parjo sembari berjalan di sekitar, Gunung Sari dekat rumahku.

Disaat kebanyakan orang melakukan aktivitasnya di dalam rumah, Ia tetap berjualan dan melakukan aktivitasnya sehari-hari. Sembari menghela nafas ia berhenti di ruas jalan,  berharap pembeli menghampiri. Sesekali pria asal Jawa Timur ini juga merapikan dagangannya. Mengebas-ngebas debu yang menempel.

“Seratus lima puluh  ribu sekarang berat, Mba. Gak tau mungkin lagi sulit, banyak yang gak kerja kali,” ungkap Parjo membuka percakapan kepadaku siang itu. Pak Parjo memang langganan putri kecilku, jepit rambut yang ia jual kesukaan putri kecilku. Kadang beli sepekan sekali dengannya.

Parjo menceritakan, bagaimana pandemi COVID-19 membuat perekonomian keluarganya mulai tak stabil. Aksesoris dan mainan dagangannya sepi pembeli. Sementara itu, kebutuhan hidup kian bertambah. Belum lagi harus mengirim uang dikampung halaman tiap bulan. Terasa beratnya.

“Kalau laku ya laku, ya cukup buat makan aja. Anak dua tapi dikampung, satunya masih kecil. Kalau keluarga ya dikirimi, uang dikumpulin baru dikasihkan, ya gak tentu seadanya,” paparnya datar.

Parjo, lantas ingin kembali mengayunkan langkah, mendorong gerobaknya menyusuri ruas jalan hingga gang-gang sempit. Namun, hingga matahari mulai menyengat tak satupun orang meghampiri. Dengan senyum ia menjelaskan, ini resiko yang harus dihadapi.

“Kalau sepi ya resiko, ya pokoknya jalan aja lah. Yang penting bekerja yang halal Mba,” ujarnya berusaha tertawa di tengah goresan wajahnya yang mulai menua.

“Ya pokoknya jalan. Dulu ketika sekolah masuk pagi, terus jam istirahat saya ada. Sekarang kan  masih libur, ya keliling aja. Mudah-mudahan anak-anak segera masuk sekolah,” harapnya.

“Saya juga sudah 4 bulan tidak pulang,” katanya lagi, menahan rindu.

Aku hanya mendengarkan ceritanya, sambil memintanya terus bersabar, sambil memilih jepit ramput untuk putri kecilku.

Tak lama…

“Mba banyak sekali ini uangnya, jepitnya hanya sepuluh ribu.”

“Iya Pakde, itu rezekinya hari ini,” ujarku sambil beranjak pergi.

Parjo berterima kasih, ada senyum di sudut wajahnya. Tak lama ia kembali mengayunkan langkah, sembari hendak berjalan ia masih juga berkisah ketika penjualan turun, sejumlah beban justru membengkak.

Bagi Parjo, bagaimanapun juga dengan adanya pandemi ini telah banyak membawa ujian berat terhadap dirinya dan keluarga. Cerita dari Parjo bisa dialami satu dari sekian banyak masyarakat yang terdampak adanya pandemi Covid-19 ini. Ada pesan dari Parjo yang terlontar dari mulutnya,” Yang penting usaha, halal dan semangat,” ungkapnya berlalu, sembari kembali menyusuri jalan dengan mendorong gerobaknya.

###

Sore ini, aku sudah sampai di kota kelahiranku, Samarinda. Memasuki salah satu toko buku yang dulu nampak laris pembeli. Kini penjaga toko yang biasanya sibuk, bersama teman-temannya hanya  duduk-duduk menunggu pembeli.

Ewin adalah pedagang buku di toko buku itu, kini tidak banyak pengunjung yang lalu lalang sore itu. Sembari memilih buku-buku pesanan putriku. Aku melirih…

Wajah Ewin tampak lesu. Sesekali berkeluh kesah lantaran dagangannya sepi selama masa pandemi Covid-19.

Pada awal masa pandemi Covid-19, toko ini memang pernah ditutup. Ia tak bisa berjualan. Pada tiga bulan awal, Ewin hanya bisa di rumah. Otomatis, pendapatan  tak ada.

Satu-satunya yang bisa diandalkan saat itu adalah sisa uang di tabungannya.

“Ya hanya mengorek sisa-sisa tabungan saja. Kalau sekarang hanya gali lubang tutup lubang alias utang. Saya hanya bisa berharap bisa bertahan, berharap semua akan segera berakhir.”

Pendapatannya sempat kembali membaik setelah pemerintah mengendurkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pasca-Lebaran. Namun, jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, pendapatan turun 50 persen.

Pendapatannya kembali anjlok saat pemerintah menerapkan PSBB Ketat.

“Bahkan sampai enggak ada yang beli. Ada dua tiga hari sampai tak ada yang beli,” ujar Ewin.

Ewin banyak menjual buku buku sekolah. Oleh karena itu, Ewin mengandalkan tahun ajaran baru sekolah untuk mendongkrak pendapatannya. Jika tahun ajaran baru pada bulan Juli, Biasanya Ewin bisa menjual 100-150 buku mulai buku tingkat SD hingga perkuliahan.

Namun, kebijakan belajar dari rumah juga memengaruhi penjualan. Ewin mengatakan, pihak sekolah tak mewajibkan membeli buku.

“Mereka lari ke internet. Seperti habis Lebaran itu, penjualan buku SD, SMP, SMA itu turun sekali,” kata Ewin lesu.

Ewin sendiri tak membuka penjualan secara daring. Ewin mengaku, penjualan secara daring memiliki persaingan yang ketat, sementara kemampuannya berjualan secara daring juga terbatas.

Aku pun tak bisa berbuat banyak. Iba, pasti.

“Mba kok banyak uangnya ini, bukunya hanya seratus ribu saja,” Ewin mengejarku.

“Udah buat Bapak saja sisanya ya. Semoga rizkinya makin mudah ya,” pesanku padanya dan berlalu pergi.

Aku berjalan menuju parkiran kendaraan roda empat. Aku menatap langit. Terik terasa.

Aku duduk di depan setir mobil. Menghela nafas. Aku yakin, Allah menakdirkan semua ini terjadi atas izinnya. Sekalipun pandemi ini, yang tidak tau kapan berakhirnya.

Tiba-tiba ponselku berdering…

“Ya hallo, assalamu’alaikum…” kataku menyapa buah hati yang rajin sekali menelpon jika aku jauh darinya.

“Ummi, Pak Parjo meninggal baru aja, kena covid Mi. Kan berapa hari gak jualan, ia sakit Mi…,” suara putriku memberi kabar duka..

Pak Parjo pedagang assesories langganan putriku…

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…  Ya Allah padahal baru beberapa hari bertemu, mendengar kabarnya sakit dan sekarang telah wafat… Mataku berkaca… Membayangkan bagaimana pilu dan duka anak dan istri yang ditinggalkannya… Padahal empat bulan belum bertemu.. Ya Allah berapa banyak yang telah wafat karena terjangkit virus ini… Ya Allah lapangkan kubur untuknya… Seorang ayah yang berjuang mencari nafkah dan wafat karena wabah…

Aku melaju dengan mobil mungilku… mataku masih terus berkaca… (**)

 

 

Lanjutkan Pemasangan Fondasi, Satgas TMMD Selesaikan Lebih Cepat

0
Pemasangan fondasi bagian atas turap sekaligus penyelesaian pengecoran sloof tengah. (ist)

BONTANG – Memasuki hari ke-18, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 Kodim 0908/BTG fokus menyelesaikan pemasangan batu fondasi bagian atas, sekaligus menyelesaikan pengecoran sloof tengah.

Pekerjaan itu dilaksanakan di lokasi penurapan Sungai Bontang, RT 27, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara. “Kami akan selesaikan lebih cepat, sehingga ketika ada kekurangan, bisa langsung kami perbaiki,” ujar Pelda Suryadi, salah satu Satgas TMMD.

Pekerjaan turap, kata dia, masih terus dilaksanakan secara gotong royong. Setelah terbangunnya turap ini satgas berharap, dapat membantu pemerintah sekaligus masyarakat sekitar dalam penanggulangan banjir di Bontang. “Turap ini juga diharapkan bisa menghalau warga dari adanya binatang-binatang buas di sekitaran sungai,” tandasnya. (Pendim Btg)

Kelurahan Belimbing Dipuji karena Banyak Inovasi Pelayanan

0

BONTANG – Rabu (13/10/2021) tepat pukul 09.45 Wita, rombongan dari Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara Samarinda Kaltim yang dipimpin Dr. Rahmat, MA berkunjung ke Kelurahan Belimbing.

Rombongan disambut Camat Bontang Barat Bapak Marthen Minggu, M.Si, Lurah Belimbing beserta jajaran, mitra kelurahan seperti Babinsa Sertu Maliki, Ketua RT. 50 Darman, TP PKK Kelurahan Belimbing, Ketua FKPM, Ketua Karang Taruna serta salah satu peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan V Tahun 2021 asal Kota Bontang Hj. Ade Ratna Sari, S.ST.

Kehadiran Alumni Pelatihan Kepemimpinan dan Pelatihan Dasar CPNS di Bontang untuk mengikuti Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan Rabu, 13 Oktober 2021 di Auditorium Lantai III Gedung Graha Taman Praja Blok I JI. Moch. Roem, Bontang Lestari.

“Alhamdulillah bapak beserta rombongan masih berkenan menyempatkan mengunjungi Kelurahan Belimbing. Kami sangat surprise dan sangat antusias,” ujar Ade Darmawan, S.Kom, Lurah Belimbing, menyambut rombongan.

Sementara Camat Bontang Barat dalam sambutannya menekankan memberikan pelayanan terbaik. “Kita adalah pelayan masyarakat, bukan kita yang mau dilayani, jangan sampai jam kantor, masyarakat yang duluan di kantor daripada kita. Kami support penuh Kelurahan, mudah-mudahan kunjungan Bapak beserta jajaran akan semakin memberikan semangat dan motivasi kapada kami untuk berinovasi tiada henti. Berikan yang terbaik saat diberikan amanah jabatan,” ungkapnya.

Sedangkan, Dr. Rahmat, MA mengatakan pihaknya bekerjasama dengan BKPSDM Kota Bontang untuk mengundang seluruh alumni Pelatihan Kepemimpinan dan Peltihan Dasar CPNS di Bontang. Tujuannya untuk mendapatkan informasi mengenai keberlanjutan dari aksi perubahan serta dampak perubahan sikap perilaku alumni pasca pelatihan yang diikutinya. “Sedangkan hari ini, strategi kami tidak dikumpulkan, tetapi berkunjung langsung ke kantor,” kata Rahmat.

“Sebelum ke Kelurahan Belimbing, kami juga sudah ke Bapenda, kami masuk saja seperti warga yang mau bayar pajak. Melihat-lihat langsung bagaimana pelayanan yang ada di sana.  Setelah dari sini pun lanjut ke DSPM (Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Red.). Kami terkejut, ada penyambutan dan pertemuan seperti ini karena kunjungan ini sifatnya mendadak,” beber Rahmat.

Rahmat mengungkapkan, dirinya sengaja datang ke Kelurahan Belimbing, ingin mendengar cerita langsung inovasi yang sudah dilaksanakan. “Kami dengar inovasinya bagus-bagus, sehingga kami ingin tahu real di lapangan. Seperti apa aksi perubahannya. Apa sudah berjalan atau ada hambatan karena esensi kualitas pelayanan berada pada inovasi,” ungkapnya.

Dikatakannya, dalam kurikulum pelatihan pun inovasi merupakan bagian integral dari bukti-bukti/esensi kepemimpinan. Seorang pemimpin yang tidak melakukan apapun, hanya duduk menikmati jabatan dan fasiltasnya saja. “Maka akan mudah dilupakan, berbeda dengan pemimpin yang inovatif akan selalu dikenang aksi nyata perubahannya,” sebut Rahmat

Menurutnya, sesuai yang disampaikan Presiden bahwa mesin utama negara ini ada di aparatur/PNS secara unggul. Kalau tidak bergerak melakukan perubahan, maka negara akan stagnan, karena perubahan ini diarahkan untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan prinsip inovasi tidak sulit yaitu dengan Amati Tiru dan Modifikasi (ATM), kalau orang lain bisa melakukan inovasi, kenapa kita tidak. Kami sebagai orang pelatihan bangga sekali dengan Kelurahan Belimbing memiliki berbagai inovasi layanan yang luar biasa. Belum pernah menemukan kelurahan yang punya inovasi sebanyak 60 dan tiada hanya teori saja tapi praktek/implementasi berjalan dengan baik,” puji Rahmat.

Sebagai informasi, Kelurahan Belimbing telah berpartisipasi dalam rangka Innovative Government Award (IGA) tahun 2020 dengan 29 Inovasi dan tahun 2021 dengan 31 inovasi.

Menjadi yang terbanyak di Kota Bontang menghasilkan inovasi yang bersinergi dengan seluruh Mitra Kelurahan Belimbing. Contohnya Sidak Daring, Ente Jual Ane Beli, Misi Kami, Pengarang Kefo, Pelaminan, Sekali Dapuk, Berpuasa Raih Iman & Imun Kami, Bu Lurah, Pak Lurah, Kami Sehati, Sayang, Petarung,Perdalam Iman Kami, Samawa, Bogem, Sekarang Dijaga Kami, Aku Disisimu, Roti Kami Enak, Roti Pesanan Dona, Sehati, Gema Mama, Pesan Ibu, Kosa Kata, Dipelukanmu, Simpel Bagimu, Lesehan, Menanak Nasi Kebuli, Laga Kekinian dan Lain-Lain. “Kreativitas dimulai dari hal kecil yang terlihat, terasa dan terabaikan. Inovasi datang saat kita mampu dan mau menuntaskan gagasan kreatif,” tandas Ade Darmawan. (rls/dar)

 

16 Warga Dinyatakan Sembuh, Loktuan Keluar Zona Merah

0
Infografis kasus Covid-19 Bontang per Jumat, (15/10/2021). (ist)

BONTANG – Setelah cukup lama berstatus zona merah, per Jumat (15/10/2021) hari ini, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara turun menjadi zona kuning. Hal itu setelah 16 warganya dinyatakan sembuh dari Covid-19, sehingga kini masih tersisa 7 kasus aktif di wilayah tersebut. Penurunan status zona juga terjadi di Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Sehari sebelumnya jumlah warga yang terpapar Corona sebanyak 17 orang atau berstatus zona oranye, namun per hari ini, tersisa 10 orang alias turun ke zona kuning. Hal serupa juga terjadi di Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara. Setelah hari ini 1 orang warga dinyatakan sembuh, kini tersisa 10 orang yang masih terpapar. Zona wilayah pun ikut berubah, dari yang sebelumnya oranye, kini turun menjadi kuning.

Sementara untuk Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, belum mengalami perubahan alias masih di zona oranye. Keadaan berbalik justru terjadi di Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan. Di wilayah itu, yang sebelumnya hanya terdapat 6 kasus aktif, data sampai Jumat ini bertambah lagi 5 kasus, sehingga total 11 kasus.

Zona pun berubah dari yang sebelumnya kuning, naik menjadi oranye. Adapun Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, hingga kini masih bertahan dengan status zona hijau alias nihil kasus Covid-19.

Hingga saat ini, Bontang masih menyisakan kasus aktif sebanyak 89 orang. Sebanyak 81 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri (isoman), sedangkan 8 orang dirawat di rumah sakit. Berdasarkan infografis Covid-19 yang dirilis Pemprov Kaltim, Bontang masih terkategori zona merah bersama dua daerah lainnya, yakni Berau dan Balikpapan. Penyebabnya, kasus aktif masih berada di atas 50 orang.

Wakil Ketua I Satgas Covid-19 Bontang, Letkol Arh Choirul Huda mewanti-wanti masyarakat untuk tidak merayakan terlalu dini penurunan tren kasus ini. “Tetap waspada, jangan kumpul-kumpul dulu,” ujarnya.

Selain itu, dirinya bersama aparat gabungan bakal menegur warga yang berkumpul di tempat keramaian. Pria yang juga Dandim 0908/BTG menyebut, saat ini pihaknya sudah memetakan wilayah mana saja yang berpotensi menimbulkan klaster penularan Covid-19. “Kalau dengan cara imbauan dan patroli belum berhasil, tentu langkah represif akan kita lakukan. Tentu hal itu tidak kita harapkan,” katanya.

Sejauh ini, kata Letkol Choirul, penyebaran Covid-19 Bontang masih berstatus level tiga. Namun di sisi lain, dirinya juga ingin ekonomi kembali berdenyut. Untuk itu, dia meminta penerapan protokol kesehatan (prokes) dan kegiatan perekonomian berjalan beriringan. (bms)

Pagar Kantor DPM-PTSP Rusak Parah Ditabrak Mobil Plat Merah

0
Mobil jenis Innova plat merah bernomor polisi (nopol) KT 525 D yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi menabrak pagar. Foto: tangkapan layar

BONTANG – Pagar pembatas hingga pintu utama Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) tiba-tiba rusak parah, Jumat (15/10/2021) sore.

Penyebabnya, sebuah mobil Innova plat merah bernomor polisi (nopol) KT 525 D yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi menabrak pagar. Alhasil, bagian depan mobil berwarna silver itu ringsek. Sementara kaca kantor yang beralamatkan di Jalan Awang Long itu pecah berserakan.

Sartika Dewi, salah satu saksi mata mengatakan, awalnya mobil bergerak dengan kecepatan normal saat masuk ke area parkir Kantor DPM-PTSP. Mobil lalu berhenti sejenak untuk mengambil penumpang. Saat penumpang tersebut naik, mobil tiba-tiba melaju kencang hingga menabrak pagar dan pintu. “Kejadiannya cepat sekali. Pengendaranya ada dua orang, laki-laki semua,” terangnya.

Menurut informasi yang dihimpun, hingga saat ini belum diketahui penyebab kejadian ini, termasuk kondisi kedua pemuda di dalam mobil tersebut. (bms)

Donor Darah HUT ke-22 Bontang, Terkumpul 71 Kantong Darah

0

BONTANG – Donor darah menjadi salah satu kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-22 Bontang. Hasilnya, sebanyak 71 kantong darah berhasil dikumpulkan.
Kegiatan sosial ini berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang Jalan Awang Long, Kamis (14/10/2021).

Bekerjasama dengan PMI Bontang, kegiatan ini merupakan aksi sosial dengan sasaran ASN dan masyarakat umum. Hal tersebut disampaikan penanggung jawab kegiatan Donor Darah Arif Supriyadi saat ditemui redaksi mediakaltim.com.

“Ada banyak kegiatan yang kami laksanakan dalam rangka HUT Bontang, salah satunya donor darah. Acara ini merupakan kegiatan sosial dengan target 100 pendonor dari ASN dan masyarakat umum. Saat pelaksanaan ternyata kebanyakan (pendonor) dari masyarakat umum,” terang Arif.

Arif menambahkan, setelah selesai memberikan darahnya, para pendonor mendapat cinderamata dan kupon undian doorprize yang akan diundi pada 22 Oktober 2021.

“Kami memberikan cinderamata dalam bentuk tumblr, suplemen seperti kacang hijau dan vitamin penambah darah, dan tak lupa kupon doorprize yang diundi pada 22 Oktober di akun instagram bontang_hebat,” jelas Arif.

Dandy, salah satu pendonor yang ditemui mediakaltim.com mengungkapkan, ini kali kesembilan dia mendonorkan darah.
“Saya sudah 8 kali donor, ini yang kesembilan dan Alhamdulillah rutin. Tahu info donor darah juga dari PMI Bontang,”ucap Dandy.

Lain halnya dengan Marlina, salah satu penjual kue di pasar ini mengaku sudah lama tidak mendonor, dan mengetahhi kegiatan donor darah melalui Facebook.

“Saya pernah donor tapi sudah lama sekali. Tau infonya dari Facebook, dan langsung datang kesini. Tapi Insya Allah kedepannya mau rutin donor,” jelas Marlina.

PMI Kota Bontang menurunkan 6 personel dalam kegiatan ini, diantaranya 2 admin dan 4 tenaga kesehatan. (ahr)

26 Sekolah Kantongi Izin PTM Terbatas Tahap Kedua

0
Pelaksanan PTM terbatas di SMPN 4 Bontang belum lama ini. (dok)

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang kembali mengeluarkan izin rekomendasi menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahap kedua. Kali ini, izin diberikan kepada 26 sekolah dari jenjang SD dan SMP yang telah mengajukan, semuanya dibolehkan menggelar PTM terbatas.

Hal itu setelah Disdikbud meninjau langsung kesiapan 18 SD dan 8 SMP tersebut terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah. Seperti ketersediaan masker, sarana cuci tangan dan hand sanitizer, alat pengukur suhu tubuh, jalur kedatangan dan kepulangan siswa, rekomendasi orang tua, hingga capaian vaksinasi guru dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan tersebut. “Semuanya sudah memenuhi ketentuan prokes,” ujar Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud, Saparuddin, belum lama ini.

Saat ini, kata Sapar, terdapat beberapa sekolah yang kembali mengusulkan PTM terbatas. Namun pihaknya memilih menunda untuk dimasukkan ke tahap ketiga. Penambahan 26 sekolah di tahap kedua kali ini, sambung Sapar, melengkapi 15 sekolah yang sebelumnya sudah mengantongi izin PTM terbatas. Sehingga total satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud Bontang yang dibolehkan PTM terbatas, hingga saat ini sebanyak 41 sekolah. (bms)

PRIORITAS VAKSIN PELAJAR
Dalam rangka mendukung pelaksanaan PTM terbatas, Dinas kesehatan (Dinkes) juga telah dan akan terus memprioritaskan pelajar untuk mendapat vaksinasi khususnya yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Bontang, Bahauddin. Apalagi belum lama ini, Bontang kembali mendapat  vaksin sebanyak 1.500 vial merek Sinovac.

Berdasarkan infografis vaksinasi Covid-19 yang dirilis Dinkes Bontang per Kamis (14/10/2021), persentase cakupan vaksin pelajar atau remaja usia 12-17 tahun telah mencapai 82,6% untuk dosis pertama, dan 32,2% untuk dosis kedua. Grafik persentase tersebut selalu mengalami kenaikan akibat gencarnya penyuntikan yang dilakukan ke kalangan pelajar Bontang. (bms)

Bantuan Sepeda Motor V-xion untuk SMKN 2 Bontang

0

BONTANG – Mendukung SMKN 2 Bontang sebagai SMK Pusat Keunggulan, PT Surya Timur Sakti Jatim memberikan bantuan berupa satu unit Sepeda Motor V-xion pada acara serah terima dari pihak PT Surya Timur Sakti Jatim dengan SMKN 2 Bontang.

Acara serah terima bantuan dilaksanakan di Kampus SMKN 2 Bontang, Jl. Cumi-cumi No 01, Kel. Tanjung Laut Indah, pada hari Kamis tanggal 14 Oktober 2021. Hadir fasilitator dari BBPPMPV Cianjur, Kepala Sekolah, pihak PT Surya Timur Sakti Jatim, dan para pengajar.

Kepala SMKN 2 Bontang Mardijanti, S.Pi, M.Pd menyambut baik bantuan unit sepeda motor V-xion yang diserahkan PT Surya Timur Sakti Jatim. “Dengan bantuan unit sepeda motor ini, diharapkan dapat membantu kami dalam proses kegiatan belajar mengajar dan sinergi antara sekolah kami dengan PT. Surya Timur Sakti Jatim sebagai mitra DUDIKA dapat terus meningkat dalam rangka memajukan dunia Pendidikan, khususnya di SMKN 2 Bontang,” katanya.

Trisno L Sihombing dari PT Surya Timur Sakti Jatim, berharap bantuan-bantuan ini bisa menjadi sarana belajar praktek yang efektif bagi taruna-taruni SMKN 2 Bontang, khususnya program keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Dan program pemberian bantuan ini merupakan program rutin PT Surya Timur Sakti Jatim kepada sekolah-sekolah yang menjadi binaan dalam rangka mendukung dunia pendidikan. (rls/dar)

 

Warga Malahing Bakal Menikmati Air Bersih, Anggaran Dialokasikan Tahun 2022, Pakai Jalur Pipanisasi Bawah Laut 

0
Malahing, kampung di atas air segera menikmati layanan air bersih dari PDAM Bontang. Foto: Rusdin

BONTANG – Warga Kampung Melahing atau Malahing di RT 30, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan bakal menikmati air bersih. Rencananya air bersih akan didistribusikan oleh PDAM Bontang dari Bontang Kuala melalui pipanisasi.

Menurut Wali Kota Bontang Basri Rase, perencanaan dan anggaran sudah disiapkan di APBD Bontang tahun 2022. “Iya, kita harapkan bisa segera terelasasi dan warga bisa segera menikmati air bersih langsung dari PDAM,” tutur Basri Rase.

Terpisah, Direktur PDAM Bontang Suramin menjelaskan, untuk mengaliri air bersih ke Malahing, maka diperlukan pipa di bawah laut. “Maka harus memasang pipa sepanjang 3 kilometer,” ujarnya.

Anggaran untuk pemasangan pipa teresebut berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang. “Mereka nanti yang mengerjakan. Insya Allah kami support kebutuhan air bersih ke Malahing,” sebutnya.

Pemukiman Malahing Bontang. Foto: Lulu

Sementara itu, Ketua RT 30 Malahing Nasir Lakada mengaku sudah lama warga Malahing dijanjikan air bersih melalui PDAM. Ada 2 opsi pemenuhan air bersih untuk warganya. Pertama, pemasangan pipanisasi melalui penggalian jalur laut. Opsi kedua pemasangan tandon air di Bontang Kuala. “Kalau dari kami mintanya pemasangan pipanisasi,” katanya.

Dikatakannya, PDAM dan Pemkot juga sudah melalukan survei lapangan. “PDAM sekali melakukan pengukuran jarak dari BK ke Malahing. Kalau Pemkot sudah dua kali,” tambahnya. “Tapi belum tahu kapan dikerjakannya,” tuturnya.

Seperti diketahui, Pulau Malahing yang berada di pesisir Bontang telah menjadi daya tarik bagi wisatawan lantaran keunikan dan produk hasil lautnya. Namun, karena lokasinya di tengah laut, tidak ada sumber air bersih. Warga juga berharap rencana ini bisa segera terealisasi mengingat sudah 20 tahun masyarakat Malahing kesulitan air bersih. (ahr/red)