Beranda blog Halaman 104

PLN UIP Kalimantan Bagian Timur Perkuat Pengamanan Aset melalui Sertifikasi Tanah

0
PLN UIP KLT bersama BPN Kotabaru melaksanakan pengukuran lapangan pada aset tower SUTT 150 kV di Kabupaten Kotabaru sebagai bagian dari penguatan legalitas dan pengamanan aset ketenagalistrikan PLN.

BALIKPAPAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) berupaya memperkuat pengamanan aset perusahaan melalui penyelesaian sertifikasi tanah di wilayah kerjanya. Hingga akhir Juni 2026, PLN UIP KLT telah menyelesaikan 47 sertifikat hak atas tanah dan 16 bidang perjanjian kerjasama pinjam pakai lahan sebagai bagian dari perwujudan pengelolaan aset yang tertib administrasi dan memiliki kepastian hukum guna mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Penyelesaian sertifikasi tersebut merupakan hasil sinergi PLN dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya, mulai dari pemberkasan hingga diterbitkannya sertifikat hak atas tanah.

General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Dewanto, mengatakan bahwa sertifikasi aset memiliki peran penting dalam rangka menjaga keberlangsungan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap aset negara.

“Proses pensertifikasian tanah merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mewujudkan tata kelola aset yang baik. Kepastian hukum atas aset yang telah dibebaskan menjadi fondasi penting terwujudnya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan, sekaligus memastikan aset negara terlindungi dengan baik,” ujar Dewanto.

Menurutnya, keberhasilan penyelesaian sertifikasi aset merupakan hasil kolaborasi yang baik antara PLN dengan berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan dalam proses administrasi pertanahan.

“Kami mengapresiasi dukungan Badan Pertanahan Nasional (BPN), pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi bersama PLN. Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan aset yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel,” tambah Dewanto.

PLN UIP Kalimantan Bagian Timur berkomitmen memperkuat tata kelola aset sebagai bagian dari penerapan Good Corporate Governance (GCG), sehingga diharapkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. (Bom)

Gugus Tugas Reforma Agraria Kubar Fokus Tindak Lanjuti Pelepasan Kawasan Hutan

0
Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Tahun 2026 di Ruang Diklat Kantor Bupati Kutai Barat bersama instansi terkait. (Istimewa)

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria Tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kubar, Senin (29/6/2026).

Rakor menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria yang berkeadilan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKPP Kutai Barat, Florensius Steven, mengatakan Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Kutai Barat telah terbentuk sebagai tim lintas sektoral. Namun, tindak lanjut terhadap Surat Keputusan Menteri Kehutanan mengenai pelepasan sejumlah kawasan hutan yang bersinggungan dengan hak pengelolaan masyarakat masih memerlukan langkah konkret.

“Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman seluruh anggota gugus tugas agar pelaksanaan reforma agraria dapat diwujudkan melalui aksi bersama yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nanang Adriani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan rakor. Ia menegaskan komitmen Pemkab Kubar untuk terus mendukung pelaksanaan reforma agraria sebagai upaya mewujudkan kepastian hukum atas tanah, mengurangi ketimpangan penguasaan lahan, menyelesaikan konflik agraria, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola pertanahan yang tertib dan berkeadilan.

Menurut Nanang, reforma agraria memiliki arti penting bagi Kutai Barat yang memiliki karakteristik wilayah berupa kawasan hutan, wilayah adat, lahan pertanian, serta kawasan yang berpotensi dikembangkan sebagai investasi.

“Karena itu diperlukan pengelolaan pertanahan yang mampu memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi hak-hak masyarakat, termasuk masyarakat hukum adat,” katanya.

Ia juga menyoroti peran Badan Bank Tanah sebagai instrumen penting dalam penyediaan lahan untuk kepentingan umum, pembangunan nasional, dan pemerataan ekonomi.

“Pelaksanaannya harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap hak masyarakat adat,” tegasnya.

Melalui rakor tersebut, Pemkab Kutai Barat berharap tercipta kesamaan persepsi dan penguatan koordinasi antarinstansi. Selain itu, diharapkan lahir rekomendasi strategis untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan agraria, penataan aset, serta penetapan potensi tanah Hak Pengelolaan Badan Bank Tanah di Kabupaten Kutai Barat.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Komdigi Perkuat Pengawasan, Bot Judi Online Serang Akun Berinteraksi Tinggi

0
Konferensi pers Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terkait pengungkapan modus baru promosi judi online melalui kolom komentar media sosial. (Dok. Kemkomdigi)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkap pola baru penyebaran promosi judi online yang kini memanfaatkan kolom komentar media sosial sebagai sarana pemasaran. Aktivitas tersebut dijalankan secara terorganisir menggunakan bot otomatis yang menyasar akun-akun dengan tingkat interaksi tinggi.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengatakan hasil pemantauan selama semester pertama 2026 menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas spam bermuatan judi online pada akun media sosial milik pemerintah. Dibandingkan periode sebelumnya, jumlah komentar serupa melonjak hingga 128 persen.

“Temuan kami menunjukkan bahwa aktivitas ini bukan dilakukan secara acak. Bot otomatis memantau akun-akun yang memiliki interaksi tinggi, lalu secara cepat membanjiri kolom komentar dengan promosi dan tautan judi online,” kata Alexander dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, pelaku memanfaatkan sistem otomatis untuk menyisipkan promosi pada unggahan yang sedang ramai diperbincangkan publik. Cara tersebut dinilai lebih efektif menjangkau pengguna sekaligus lebih sulit dideteksi dibandingkan penyebaran melalui unggahan biasa.

Kemkomdigi juga mengidentifikasi adanya keterkaitan dengan jaringan afiliasi judi online lintas negara. Beberapa di antaranya menggunakan tagar seperti #Rawitbet dan diduga melibatkan aktor dari India maupun Brasil. Momentum Piala Dunia FIFA 2026 turut dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan promosi melalui kolom komentar berbagai akun publik.

Untuk menghindari sistem moderasi platform digital, para pelaku terus mengubah pola penyebaran, mulai dari penggunaan kata kunci, tagar, hingga format komentar yang dipublikasikan secara otomatis.

Sebagai langkah penanganan, Kemkomdigi memperkuat koordinasi dengan sejumlah platform digital, termasuk Meta, serta bekerja sama dengan Kepolisian RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PPATK guna mempercepat penindakan terhadap jaringan judi online serta pemutusan akses ke situs-situs yang terindikasi melanggar hukum.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengakses, membagikan, maupun berinteraksi dengan promosi judi online. Kewaspadaan publik menjadi bagian penting dalam memutus rantai penyebaran kejahatan digital lintas negara ini,” tutup Alexander.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Indosino Mulai Produksi Gas, Pemkab PPU Optimistis Tambah Pendapatan Daerah

0
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menekan layar sebagai tanda dimulainya produksi perdana Lapangan Karamba yang dikelola Indosino. (Deddypz/Media Kaltim Network)

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyambut dimulainya kembali produksi gas dari lapangan yang kini dikelola Indosino, sebelumnya dikenal sebagai Blok Pandawa. Produksi perdana tersebut diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor migas di daerah sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian PPU.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengaku bersyukur setelah proses yang cukup panjang akhirnya lapangan tersebut kembali berproduksi.

“Alhamdulillah setelah sekian lama akhirnya Indosino yang dulu namanya Blok Pandawa mulai berproduksi lagi. Kita berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan kapasitas produksinya terus meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, keberlanjutan produksi gas akan memberikan berbagai manfaat bagi daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan melalui Dana Bagi Hasil (DBH), hingga bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Yang pertama tentu membuka lapangan kerja. Kedua, menaikkan DBH. Ketiga, memberikan tambahan pendapatan daerah. Karena itu fasilitas ini harus kita jaga bersama agar operasionalnya berjalan baik dan berkelanjutan,” katanya.

Mudyat berharap produksi gas dari lapangan tersebut menjadi dasar perhitungan baru terhadap besaran DBH yang diterima PPU, di tengah kebijakan pemerintah pusat yang sedang melakukan penyesuaian penyaluran dana bagi hasil.

“Dengan produksi yang berjalan, otomatis ada perhitungan baru terhadap DBH yang diterima PPU. Kita berharap ini bisa memberikan nilai tambah, baik untuk meningkatkan DBH maupun PAD, khususnya di Kalimantan Timur,” jelasnya.

Selain Indosino, Pemkab PPU juga menaruh harapan terhadap pengembangan Lapangan Wailawi. Menurut Mudyat, wilayah tersebut memiliki karakteristik yang mirip dengan Blok Pandawa karena berada dalam satu hamparan kawasan migas.

Ia berharap Lapangan Wailawi dapat mengikuti jejak keberhasilan produksi yang kini berlangsung sehingga potensi migas di PPU dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Terkait keterlibatan pemerintah daerah, Mudyat menjelaskan saat ini pengelolaan lapangan masih sepenuhnya berada di bawah operator. Namun, Pemkab berharap dapat memperoleh manfaat melalui skema Participating Interest (PI) sebagai bagian dari hak daerah atas kegiatan usaha hulu migas.

“Nantinya kita berharap melalui PI itu juga bisa ikut meningkatkan PAD. Intinya kita ingin bersama-sama memperkuat ketahanan energi sekaligus ketahanan fiskal di PPU,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mudyat menilai PPU masih memiliki potensi migas yang besar untuk dikembangkan. Namun, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mempromosikan potensi tersebut karena kewenangan sektor hulu migas berada di pemerintah pusat.

Karena itu, ia berharap SKK Migas membuka lebih banyak data dan hasil kajian mengenai cadangan migas di PPU agar dapat menarik minat investor.

“Kita berharap SKK Migas membuka sebesar-besarnya potensi hasil riset yang mereka miliki. Berapa sebenarnya cadangan dan potensi migas di PPU. Kalau data itu terbuka, saya yakin akan semakin banyak investor di sektor oil and gas yang tertarik berinvestasi di Penajam Paser Utara,” pungkasnya.

Pewarta: Deddypz
Editor: Agus S.

Debit Air Baku Turun, Perumda Imbau Warga Laporkan Aktivitas Alat Berat Dekat Pipa

0
Debit air baku Sungai Tengin di Unit Sepaku mulai menurun akibat cuaca terik yang melanda wilayah tersebut. Petugas Perumda Danum Taka rutin membersihkan area pipa hisap agar terhindar dari sampah dan kotoran. (Istimewa)

PPU – Cuaca terik yang melanda Kecamatan Sepaku dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak pada ketersediaan air baku. Minimnya curah hujan menyebabkan debit air baku di Sungai Tengin mengalami penurunan, meski distribusi air bersih kepada pelanggan hingga kini masih berjalan normal.

Kepala Unit Sepaku Perumda Air Minum Danum Taka, Jalil Ardiansyah, mengatakan penurunan debit air dipicu musim kemarau yang mulai dirasakan di wilayah tersebut.

“Untuk debit memang ada penurunan di air baku karena curah hujan sangat kurang. Untuk pelayanan kepada pelanggan sementara ini masih lancar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Ia mengatakan kondisi tersebut terus dipantau agar tidak mengganggu pelayanan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Sebagai perbandingan, pada Agustus 2023 lalu debit air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku sempat turun hingga 50 sentimeter. Penurunan juga terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Sotek sekitar 5 sentimeter, Waru dan Maridan 10 sentimeter, serta Lawe-Lawe mencapai 25 sentimeter.

Selain penurunan debit air, Perumda juga masih menghadapi kendala berupa kebocoran jaringan pipa distribusi yang dapat mengganggu pelayanan kepada pelanggan.

“Adapun kendala kecil seperti adanya kebocoran pada pipa kami sehingga mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” ungkap Jalil.

Salah satu insiden terbaru terjadi di kawasan Patok 90 Kiri, bekas Masjid Lama Desa Tengin Baru. Pipa distribusi berdiameter 4 inci yang tertanam di dalam tanah rusak setelah terkena bucket excavator yang beroperasi di lokasi tersebut sehingga air bersih terbuang dan jaringan mengalami kerusakan.

Untuk mencegah kejadian serupa, Perumda Air Minum Danum Taka Unit Sepaku mengimbau masyarakat maupun kontraktor agar berkoordinasi terlebih dahulu sebelum mengoperasikan alat berat di sekitar jalur pipa.

Dengan demikian, petugas dapat menunjukkan posisi jaringan pipa sehingga pekerjaan dapat dilakukan tanpa merusak infrastruktur distribusi air bersih.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

PLN Perluas Akses Listrik, Warga Pedalaman Malinau Rasakan Manfaatnya

0
Penyalaan listrik di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu. (PLN UID Kaltimra)

MALINAU – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) bersama Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat hingga wilayah terpencil. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyalaan listrik di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, yang diresmikan secara simbolis pada 26 Juni 2026.

Bupati Malinau, Wempi Wellem Mawa, mengatakan listrik merupakan kebutuhan dasar yang menjadi fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan listrik berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, hingga mendukung transformasi pelayanan publik melalui implementasi Smart Government di Kabupaten Malinau.

“Listrik merupakan kebutuhan prioritas masyarakat. Dalam mewujudkan Smart Government, pelayanan publik harus berjalan cepat, terintegrasi, dan berbasis digital. Semua itu membutuhkan dukungan listrik yang memadai. Kami menjadi saksi bahwa mewujudkan listrik di Desa Tanjung Nanga bukanlah pekerjaan yang mudah. Selama proses pembangunan, kami melihat langsung kerja keras dan dedikasi insan PLN yang tetap berupaya menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan. Hari ini, perjuangan tersebut telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Malinau, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan PLN yang telah membantu mewujudkan harapan masyarakat Desa Tanjung Nanga,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan pembangunan jaringan listrik di Kabupaten Malinau memiliki tantangan yang tidak ringan. Dengan luas wilayah sekitar 34 ribu kilometer persegi serta sebaran permukiman yang berjauhan, pembangunan infrastruktur kelistrikan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, PLN, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Khusus di Desa Tanjung Nanga, pembangunan jaringan juga harus melalui koordinasi dengan berbagai pihak karena berada di kawasan aktivitas pertambangan. Berkat sinergi tersebut, masyarakat kini dapat menikmati manfaat listrik untuk mendukung berbagai aktivitas.

“Puji Tuhan, Alhamdulillah, masyarakat Desa Tanjung Nanga kini dapat menikmati listrik seperti daerah lainnya. Kehadiran listrik akan memberikan dampak besar bagi pendidikan, pelayanan kesehatan, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut untuk menjangkau desa-desa lainnya di Kabupaten Malinau,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau atas dukungan dan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah pedalaman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Malinau beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau yang senantiasa mendampingi proses pembangunan listrik di Desa Tanjung Nanga. Dukungan pemerintah daerah dalam koordinasi, fasilitasi, dan penyelesaian berbagai tantangan di lapangan menjadi faktor penting sehingga program ini dapat terwujud dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ujar Chaliq.

Menurut Chaliq, pembangunan kelistrikan di wilayah terpencil tidak dapat dilakukan oleh PLN sendiri. Keberhasilan menghadirkan listrik merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi yang telah terjalin bersama Pemerintah Kabupaten Malinau menjadi semangat bagi PLN untuk terus memperluas akses listrik hingga ke pelosok Kalimantan Utara. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat listrik sebagai penggerak pendidikan, pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup,” tutup Chaliq.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.

Zero Tolerance SPMB Diuji, Inspektorat Siap Tindak Dugaan Pelanggaran

0
Ilustrasi pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). (Gemini AI)

SAMARINDA – Polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kota Samarinda terus bergulir. Sejumlah orang tua siswa melayangkan protes setelah anak mereka gagal diterima di sekolah negeri melalui jalur domisili, meski rumah mereka berada di sekitar sekolah yang dituju. Bahkan, terdapat calon siswa yang dilaporkan ditolak hingga sembilan sekolah.

Gelombang keberatan itu akhirnya dibawa ke Dinas Pendidikan Kota Samarinda melalui audiensi yang difasilitasi Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), Inspektorat Kota Samarinda, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur.

Persoalan yang mencuat bukan hanya soal titik koordinat dalam sistem domisili, tetapi juga menyangkut akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, transparansi seleksi, hingga komitmen Pemkot Samarinda menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB.

PERTANYAKAN SISTEM DOMISILI

Keluhan pertama datang dari para orang tua yang menilai mekanisme seleksi tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Mutiara, salah seorang wali murid, mengaku bingung karena anaknya tahun lalu diterima melalui jalur domisili di sekolah tujuan. Namun tahun ini, dengan alamat rumah yang sama, anaknya justru gagal memperoleh kursi di sekolah negeri.

“Anak saya tahun lalu melalui jalur domisili diterima di sekolah yang dituju. Tahun ini, dengan jarak rumah yang sama, anak saya justru tidak diterima. Bukannya sekadar terlempar, tapi kami benar-benar tidak mendapatkan sekolah. Apakah maksudnya anak kami tidak perlu sekolah?” keluhnya.

Menurutnya, sistem penghitungan berdasarkan titik koordinat membuat persaingan menjadi jauh lebih ketat sehingga calon siswa yang tinggal dekat sekolah pun dapat tergeser.

Kondisi lebih berat dialami Susiana. Ia mengaku anaknya telah mencoba mendaftar ke sembilan sekolah negeri, namun seluruhnya berakhir dengan penolakan.

TRC PPA SOROTI HAK ANAK UNTUK SEKOLAH

Keluhan para orang tua kemudian diterima Ketua TRC PPA Kalimantan Timur, Rina Zainun. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar lolos atau tidak lolos seleksi, melainkan menyangkut hak anak memperoleh pendidikan.

Ia mencontohkan adanya orang tua tunggal yang tidak memiliki kendaraan pribadi dan tidak mampu membiayai sekolah swasta apabila anaknya gagal masuk sekolah negeri.

“Ada orang tua yang single mom dan tidak memiliki kendaraan pribadi. Terkendala jarak yang jauh membuat mereka kesulitan. Jika tidak bisa masuk sekolah negeri, apakah anak-anak ini harus berhenti sekolah dan tidak meneruskan pendidikannya?” tegasnya.

Rina juga mengungkapkan pihaknya menerima laporan adanya calon siswa yang sudah mencoba mendaftar ke tiga, enam, bahkan sembilan sekolah negeri tetapi tetap tidak diterima.

Selain itu, muncul pula keluhan mengenai siswa yang memiliki nilai Surat Keterangan Lulus (SKL) maupun Tes Kemampuan Akademik (TKA) cukup tinggi, namun tetap gagal lolos seleksi. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan keresahan besar di tengah masyarakat.

AUDIENSI DENGAN PEMKOT SAMARINDA

Persoalan tersebut kemudian dibahas dalam audiensi bersama Dinas Pendidikan, TWAP, Inspektorat, dan Diskominfo Kota Samarinda.

Salah seorang perwakilan orang tua, Junaidi, mengatakan anaknya ditolak di tiga sekolah negeri meski rumahnya berada dalam radius yang dinilai dekat.

“Kami mewakili orang tua siswa jalur domisili yang di beberapa sekolah justru tertolak. Anak saya berada di zonasi yang jaraknya tidak jauh dari radius sekolah, tapi tetap tidak diterima. Begitu juga saat mencoba ke ring kedua yang jaraknya lebih jauh, hasilnya tetap sama,” katanya.

Menurut Junaidi, para orang tua bukan hanya mempertanyakan hasil seleksi, tetapi juga menginginkan transparansi sistem serta kepastian bagi anak-anak mereka sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Ia juga meminta komitmen Pemkot Samarinda mengenai kebijakan zero tolerance benar-benar diterapkan apabila ditemukan pelanggaran.

“Kami mendukung penuh pernyataan Pak Wali Kota terkait zero tolerance dalam penerimaan siswa baru, asalkan benar-benar diterapkan. Namun pada kenyataannya masih ada temuan-temuan di lapangan yang tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Para orang tua juga telah menyerahkan surat pengaduan resmi kepada pemerintah.

INSPEKTORAT: TIDAK ADA LAGI PRAKTIK TITIPAN

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Inspektorat Kota Samarinda, Firdaus Akbar, memastikan Wali Kota Samarinda telah memberi mandat kepada Inspektorat untuk mengoordinasikan Tim Pengawasan SPMB.

Ia menegaskan seluruh proses penerimaan peserta didik baru harus berlangsung transparan dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.

“Bapak Wali Kota menegaskan tidak ada lagi praktik-praktik masa lalu. Pelaksanaan SPMB harus sesuai ketentuan, berintegritas, berkeadilan, dan tidak ada diskriminasi,” katanya.

Firdaus juga meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila menemukan dugaan pelanggaran. Menurutnya, setiap laporan akan diproses dengan batas waktu maksimal tujuh hari kerja sepanjang data dan bukti yang disampaikan lengkap.

“Semakin cepat datanya masuk, semakin cepat kami proses. Standar maksimal penyelesaian laporan adalah tujuh hari kerja, dengan catatan data dan fakta yang dilampirkan lengkap. Identitas pelapor akan kami lindungi,” tegasnya.

TWAP: APLIKASI MENGHITUNG TITIK TERDEKAT

Sementara itu, anggota TWAP Kota Samarinda, Suwar Wiguno, menilai sebagian besar polemik muncul akibat perbedaan pemahaman mengenai mekanisme jalur domisili.

Ia menjelaskan sistem menghitung titik koordinat rumah menuju sekolah secara otomatis sehingga hasil seleksi tidak dapat dimanipulasi.

“Sebenarnya ini masalah penafsiran. Jalur domisili itu menghitung titik koordinat terdekat dari sekolah. Aplikasi tidak bisa bohong. Setelah kami jelaskan mekanismenya kepada para orang tua, mereka akhirnya memahami posisi mereka,” jelasnya.

Suwar juga membantah adanya perlakuan khusus terhadap pihak tertentu agar dapat diterima di sekolah favorit. Menurutnya, seluruh proses harus mengikuti petunjuk teknis yang berlaku.

“Tidak ada istilah anak orang hebat harus diterima di sekolah tertentu. Semua harus sesuai juknis. Kami di TWAP hanya memberikan pendampingan dan memastikan Dinas Pendidikan sebagai pelaksana teknis berjalan di koridor yang benar,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh laporan masyarakat akan diverifikasi bersama Tim Pengawas dan Satgas dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Hingga kini, para orang tua masih menunggu langkah konkret Pemkot Samarinda untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Mereka berharap evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB tidak hanya menyelesaikan kasus yang telah muncul, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mengakses pendidikan negeri tanpa terhambat persoalan sistem, jarak, maupun kemampuan ekonomi.

Penulis: Dimas
Editor: Nicha R./Agus S.

Pencet Mata Buaya, Pria di Tanjung Limau Berhasil Lolos dari Gigitan Maut

0
Salah satu warga di Tanjung Limau jadi korban gigitan buaya. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Aksi nekat seorang pria di kawasan Tanjung Limau, tepatnya di Jalan Otista, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, berhasil menyelamatkan nyawanya setelah diserang seekor buaya, Senin (29/6/2026) sore.

Rizaldi yang merupakan keponakan korban menjelaskan, bahwa korban sempat berada dalam cengkeraman buaya, sebelum akhirnya berhasil melepaskan diri dengan cara melawan, yakni memencet matanya buaya.

“Om saya tadi digigit buaya. Gigitan pada kedua jari di tangannya, lengan bagian kiri, serta lecet akibat cakaran di bagian paha kanan. Alhamdulillah bisa melepaskan diri setelah sempat melawan dan memencet mata buayanya,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Setelah korban telah berhasil menyelamatkan diri, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Amalia, untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga malam ini, korban masih menjalani perawatan dan dijadwalkan menjalani operasi, akibat luka gigitan yang dialaminya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara rinci seperti apa kronologi lengkapnya, maupun aktivitas korban sebelum serangan terjadi.

Insiden tersebut kembali menjadi pengingat bagi masyarakat, agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pesisir dan perairan yang menjadi habitat buaya. Warga sangat diimbau agar bisa menghindari aktivitas langsung, di lokasi yang berpotensi menjadi jalur kemunculan satwa liar, terutama menjelang sore hingga malam hari.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Listrik Padam Bergilir, Ini Penjelasan PLN

0
Kantor PLN Bontang. (Dwi S).

BONTANG – Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kota Bontang menjadi perhatian masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, PLN menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat kendala operasional pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang memasok sistem kelistrikan Kalimantan.

Annisa Nabiha, Plh Manager Komunikasi dan TJSL atau UID Kaltimra Balikpapan mengatakan, gangguan tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan daya ke sistem kelistrikan. Untuk mencegah dampak yang lebih luas, PLN terpaksa melakukan manajemen beban atau pengaturan pasokan listrik secara bergilir.

“Beberapa hari ini terdapat kendala operasional pada salah satu PLTGU di sistem kelistrikan Kalimantan, yang menyebabkan pasokan daya berkurang. Agar daerah yang terdampak tidak semakin meluas, kami berupaya melakukan manajemen pengaturan beban,” jelas Annisa saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Annisa juga menegaskan bahwa, jadwal maupun lokasi penghentian sementara aliran listrik bersifat dinamis. Rencana pemadaman dapat berubah, dipercepat, ditunda, bahkan dibatalkan, menyesuaikan dengan kondisi sistem kelistrikan yang terus berkembang.

“Rencana penghentian sementara, baik dari sisi waktu maupun lokasi, dapat berubah atau batal berdasarkan kondisi sistem saat ini. Tim PLN terus menyesuaikan proses manajemen beban sesuai kebutuhan di lapangan,” ungkapnya.

Untuk saat ini, fokus utama PLN adalah mempercepat pemulihan gangguan pada pembangkit, agar sistem kembali normal dan dampak terhadap pelanggan dapat diminimalkan.

“Proses penanganan masih berlangsung. Setiap perkembangan akan kami informasikan secara berkala,” tambahnya.

Sehingga PLN mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi, terkait perkembangan kondisi kelistrikan dan jadwal pemadaman melalui kanal komunikasi resmi PLN.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kembali Nahkodai Golkar Bontang, Andi Faiz Terget Sembilan Kursi DPRD

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb29juni2026/mobile/