Beranda blog Halaman 105

Pulang dari Pantai Berujung Petaka, Pelajar 17 Tahun Tewas Usai Tabrak Pohon di Jalan Soekarno – Hatta

0
Ilustrasi kecelakaan tunggal di Bonles. (AI).

BONTANG – Seorang pelajar berinisial AF (17) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal, di Jalan Soekarno – Hatta, Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (28/6/2026), sekitar pukul 13.00 Wita.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam bernomor polisi KT-2774-QI, saat dalam perjalanan pulang dari kawasan Pantai Panrita Lopi, mau menuju ke Simpang RSUD Bontang.

Setibanya di lokasi yang merupakan ruas jalan dengan tikungan, korban diduga kehilangan konsentrasi sehingga sepeda motor yang dikendarainya, keluar jalur dan menghantam pohon di tepi jalan.

“Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka serius. Warga bersama petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Taman Husada, untuk mendapatkan penanganan medis,” ucap Kasat Lantas, AKP Purwo Asmadi saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia saat setibanya di rumah sakit. Selain menelan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada bagian depan sepeda motor, dengan estimasi kerugian material sekitar Rp2 juta.

AKP Purwo juga turut menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario, hingga meminta keterangan dari para saksi.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan, agar selalu menjaga konsentrasi saat berkendara,” tambahnya.

Pihak kepolisian pun mengimbau ke masyarakat untuk memastikan kondisi fisik tetap prima saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Pihak kepolisian juga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat bahwa keselamatan berkendara, tidak hanya bergantung pada kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga pada kewaspadaan dan konsentrasi selama berada di jalan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Nanti Malam Giliran Wilayah Ini yang Padam 3 Jam

0
Ilustrasi pemadaman listrik. (Ist)

BONTANG – Warga Bontang kembali harus bersiap menghadapi pemadaman listrik bergilir. PT PLN (Persero) mengumumkan penghentian sementara pasokan listrik selama tiga jam. Senin (29/6/2026) malam, akibat gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang mempengaruhi pasokan daya sistem.

Dalam pengumuman resminya, PLN menyebutkan pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 21.00 Wita hingga pukul 24.00 Wita. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengaturan operasi sistem kelistrikan, guna menjaga keandalan dan stabilitas pasokan listrik.

Wilayah yang bakal terdampak pemadaman meliputi Jalan Asmawarman, Jalan Tarakan, Jalan Potingku, Jalan Pendidikan, Jalan Palembang, Jalan Durian, Jalan Taman Siswa, Jalan Damai, Jalan Simon Tampubolon, Jalan HM. Ardans, Jalan Ulin, serta di wilayah Kanaan.

Selanjutnya di wilayah HOP, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sultan Syahrir, Jalan Selat Karimata, Jalan Habibon, Jalan Selat Rote, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan WR. Soepratman, Jalan Cumi-Cumi, Jalan Kenangan, hingga wilayah sekitarnya.

PLN menyampaikan bahwa seluruh sumber daya terus dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan gangguan, sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan pelanggan.

Meski demikian, perusahaan mengingatkan bahwa jadwal pemadaman masih dapat berubah, baik dari sisi waktu, durasi, maupun kemungkinan pembatalan, menyesuaikan perkembangan kondisi sistem kelistrikan dan ketersediaan pasokan daya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan meminta pengertian masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Peringati HARGANAS ke-33, Neni Ajak Perkuat Peran Ayah Demi Wujudkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri peringatan Harganas di Pendopo, Rujab. (ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang ke-33 di 2026, dengan menggelar upacara di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Senin (29/6/2026).

Di peringatan Harganas tahun ini, mengusung tema “Ayah Wajib Hadir, Bersama Membangun Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, yang menegaskan bahwa HARGANAS harus menjadi momentum memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan zaman.

“Keluarga adalah benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Mari kita perkuat ketahanan keluarga agar mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Terlebih lagi dalam pembangunan keluarga menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, melalui penguatan kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual.

Sehingga pemerintah terus mendorong percepatan penurunan angka stunting, sekaligus meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan anak sebagai bagian dari pembangunan keluarga berkualitas.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, yang telah mendukung berbagai program pembangunan, sehingga Kota Bontang terus menunjukkan capaian yang positif di berbagai sektor,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan sosial yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama dalam memperkuat ketahanan keluarga.

Melalui peringatan HARGANAS ke-33 ini, Pemkot Bontang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan keluarga, sebagai fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing.

Momentum HARGANAS juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat, bahwa pembangunan bangsa dimulai dari keluarga yang harmonis, berkualitas, dan memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Maka dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, Bontang optimistis dapat mencetak generasi penerus yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ketua DPRD Bontang Nyatakan MBG Berjalan Lancar, Belum Ada Keluhan

0
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (ist)

BONTANG – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang sejauh ini berjalan baik dan tidak menimbulkan keluhan. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, beberapa waktu lalu.

Andi Faizal menyebut, berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, para penerima manfaat merespons positif program tersebut. Anak-anak yang menerima makanan dinilai puas dengan layanan yang diberikan.

“Ketika kami ke lapangan, masyarakat maupun anak-anak merasa puas. Sejauh ini tidak ada masalah,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan pengawasan tetap diperlukan. Jika di kemudian hari ditemukan dugaan pelanggaran, penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Kalau ada persoalan secara aturan, silakan diproses. Itu kewenangan APH,” tegasnya.

Andi Faizal berharap MBG di Bontang terus berjalan sesuai ketentuan agar dapat memenuhi kebutuhan gizi anak dan mendukung peningkatan kualitas SDM di daerah. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Komisi C Soroti Aturan Retribusi Parkir dalam Raperda LLAJ

0
Ilustrasi retribusi parkir. (Ist)

BONTANG – Komisi C DPRD Kota Bontang menyoroti pengaturan retribusi parkir dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bersama pemerintah daerah.

Ketua Komisi C, Alfin Rausan Fikry, menilai ketentuan parkir dan mekanisme penarikan retribusinya harus dirumuskan secara matang, jelas, dan transparan.

Menurutnya, kebijakan tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga tidak boleh menimbulkan multitafsir yang berpotensi memicu polemik.

Alfin menegaskan DPRD ingin memastikan aturan yang disahkan dapat diterima masyarakat dan mudah diterapkan. Ia meminta setiap ketentuan terkait parkir dikaji secara komprehensif sebelum ditetapkan.

Pembahasan yang matang, lanjutnya, diperlukan agar retribusi parkir memiliki dasar hukum kuat, memberi kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha, serta meningkatkan ketertiban pengelolaan parkir di Bontang.

“Kami berharap regulasi ini tidak hanya mengatur sistem lalu lintas dan angkutan jalan lebih baik, tetapi juga menghadirkan tata kelola parkir yang tertib, transparan, dan tidak menimbulkan persoalan baru,” ujar Alfin, Kamis (2/7/2026). (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

DPRD Bontang Soroti Lemahnya Implementasi Perda LLAJ

0
Ketua Komisi C DPRD Bontang Alfin Rausan Fikry. (Ist)

BONTANG – Ketua Komisi C DPRD Bontang Alfin Rausan Fikry menegaskan, pembahasan Raperda Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tidak cukup hanya menyempurnakan regulasi, tetapi juga harus diiringi pelaksanaan efektif di lapangan.

Raperda tersebut merupakan inisiatif Pemkot Bontang untuk merevisi Perda Nomor 7 Tahun 2020 agar sesuai perkembangan saat ini. Menurut Alfin, tantangan terbesar bukan pada penyusunan atau pengesahan aturan.

“Yang berat justru pelaksanaan dan pengawasannya setelah perda diberlakukan,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Ia menilai Perda 7/2020 selama ini belum tersosialisasi maksimal sehingga efektivitasnya rendah. Karena itu, revisi perda harus dibarengi sosialisasi masif, penegakan konsisten, dan pengawasan berkelanjutan.

DPRD berharap Raperda LLAJ yang baru dapat menjadi pedoman yang benar-benar dijalankan pemerintah, aparat, dan masyarakat. Tujuannya untuk mewujudkan ketertiban, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas di Kota Bontang. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pelatihan Militer Dinilai Tak Relevan untuk Calon Manajer Koperasi

0
Peserta SPPI mengikuti latihan baris-berbaris dalam program Latsarmil calon manajer Koperasi Desa Merah Putih di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Antara)

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merekomendasikan pemerintah menghentikan pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Rekomendasi tersebut disampaikan menyusul meninggalnya lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti program tersebut.

Komisioner Komnas HAM, Pramono Ubaid Tantowi, menilai pelatihan dasar militer bukan pendekatan yang tepat untuk meningkatkan kapasitas calon pengelola koperasi.

“Komnas HAM merekomendasikan agar pemerintah menghentikan program pembekalan dalam bentuk latihan dasar militer terhadap calon manajer koperasi KDMP dan KNMP,” kata Pramono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, pengembangan kompetensi manajer koperasi seharusnya diarahkan pada peningkatan kemampuan kepemimpinan, tata kelola organisasi, manajemen usaha, hingga literasi keuangan.

“Pelatihan dasar kemiliteran tidak secara langsung mendukung pencapaian kompetensi tersebut,” ujarnya.

Pramono menegaskan rekomendasi tersebut menjadi semakin penting karena pelaksanaan Latsarmil telah menimbulkan korban jiwa.

“Apalagi dalam hal ini menimbulkan korban meninggal dunia dalam menjalankan Latsarmil tersebut,” katanya.

Selain meminta penghentian program, Komnas HAM juga mendesak pemerintah menjamin hak korban dan keluarga untuk memperoleh pemulihan yang efektif sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (3) Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR).

Komnas HAM turut meminta proses hukum dilakukan terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab apabila ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan meninggalnya lima peserta.

Lembaga tersebut juga merekomendasikan kepolisian segera melakukan autopsi forensik terhadap seluruh korban guna memastikan penyebab kematian sebagai bagian dari proses penyidikan pidana.

Selain itu, pemerintah diminta menjamin penyelidikan berlangsung secara transparan dan akuntabel serta membuka akses bagi tim independen, termasuk Komnas HAM, untuk melakukan pendalaman kasus.

“Komnas HAM berkomitmen untuk terus memantau dan menindaklanjuti peristiwa ini serta memanggil sejumlah pihak agar perlindungan HAM bagi warga negara dan penegakan HAM dapat dijalankan untuk memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya,” ujar Pramono.

Program Latsarmil diikuti sedikitnya 35.476 calon manajer KDMP dan 5.476 calon manajer KNMP. Pelatihan berlangsung selama 45 hari, sejak 14 Juni hingga 31 Juli 2026, di 67 satuan TNI di berbagai daerah dengan materi meliputi kegiatan fisik, peraturan baris-berbaris, hingga latihan menembak.

Berdasarkan data Kementerian Pertahanan per 27 Juni 2026, lima peserta yang meninggal dunia adalah Yonanda Mohamad Taufiq, Annisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifqi Renaldi, dan Nola Diasari. Kelimanya dilaporkan meninggal akibat kondisi medis berupa heat stroke, henti jantung (cardiac arrest), dan tuberkulosis.

Komnas HAM menilai meninggalnya lima peserta dalam kurun sekitar sepuluh hari menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap aspek keselamatan dalam pelaksanaan Latsarmil.

Menurut lembaga tersebut, negara memiliki kewajiban melindungi hak hidup dan hak atas kesehatan setiap peserta, termasuk memastikan standar keselamatan, pengawasan, serta investigasi yang cepat, independen, menyeluruh, dan terbuka atas setiap kematian yang terjadi dalam program yang diselenggarakan negara.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S.

Kadiskominfo Dikabarkan Masuk Gerbong Mutasi, Bertukar Posisi dengan Kadis Pariwisata

0
Surat Gubernur Kaltim bernomor 400.14.1.1/3192/BKD-S.III yang mengundang seluruh kepala perangkat daerah menghadiri Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional, Senin (29/6/2026). (Pemprov Kaltim)

SAMARINDA – Setelah berbulan-bulan dinanti, gerbong mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur akhirnya bergerak. Beredarnya surat resmi undangan pelantikan yang ditandatangani Gubernur Kaltim menjadi sinyal kuat bahwa pengisian jabatan kosong sekaligus rotasi sejumlah kepala perangkat daerah akan dilakukan pada Senin (29/6/2026).

Tak hanya mengakhiri masa jabatan pelaksana tugas (Plt) yang cukup panjang di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), mutasi kali ini juga disebut-sebut menyasar beberapa kepala dinas yang masih menjabat.

Salah satu nama yang santer diperbincangkan adalah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim yang dikabarkan akan masuk dalam gerbong mutasi dan bertukar posisi dengan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim.

Surat bernomor 400.14.1.1/3192/BKD-S.III tertanggal 28 Juni 2026 itu mengundang seluruh kepala perangkat daerah menghadiri Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 08.30 Wita di Pendopo Odah Etam, Samarinda. Seluruh pejabat diminta hadir mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), sementara pejabat pria diwajibkan mengenakan peci.

Lampiran surat tersebut memuat daftar 51 pejabat pimpinan OPD, biro, badan, hingga direktur rumah sakit daerah yang diundang menghadiri prosesi pelantikan. Daftar itu mencakup seluruh kepala perangkat daerah, baik yang definitif maupun yang masih berstatus pelaksana tugas.

Mutasi ini menjadi perhatian karena hingga akhir Juni 2026 sedikitnya 15 jabatan strategis di lingkungan Pemprov Kaltim masih dipimpin pejabat berstatus Plt. Sebagian bahkan telah kosong sejak tahun lalu sehingga kerap menjadi sorotan DPRD Kaltim.

Jabatan yang masih belum memiliki pejabat definitif antara lain:

– Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltim;
– Biro Pengadaan Barang dan Jasa;
– Biro Umum;
– Sekretariat DPRD Provinsi Kaltim;
– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan;
– Dinas Kehutanan;
– Dinas Pemuda dan Olahraga;
– Dinas Perkebunan;
– RSUD Abdoel Wahab Sjahranie;
– RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo;
– Badan Pendapatan Daerah;
– Badan Kepegawaian Daerah;
– Badan Penghubung;
– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik; serta
– beberapa jabatan strategis lainnya yang selama ini dijabat pelaksana tugas.

Selain pengisian kursi-kursi kosong tersebut, beredar pula informasi adanya rotasi terhadap sejumlah kepala OPD yang telah lama menjabat. Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah kemungkinan pertukaran posisi antara Kepala Diskominfo Kaltim dengan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim.

Namun hingga kini, komposisi pasti pejabat yang akan dilantik masih dirahasiakan dan baru akan diketahui saat prosesi pelantikan berlangsung.

Jika terlaksana sesuai agenda, mutasi ini akan menjadi perombakan birokrasi terbesar Pemprov Kaltim sejak kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud. Selain mengisi jabatan yang kosong, pelantikan juga diharapkan memperkuat akselerasi program pembangunan daerah, termasuk mendukung berbagai agenda strategis Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S.

Polsek Sangatta Utara Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Jalan Istiqomah Prima

0
Dua terduga pelaku berinisial AR (25) dan RS (36) beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Sangatta Utara. (Istimewa)

SANGATTA – Upaya peredaran narkotika di wilayah Sangatta Utara kembali digagalkan aparat kepolisian. Dua pria berinisial AR (25) dan RS (36) diamankan jajaran Unit Reskrim BackBone Polsek Sangatta Utara setelah diduga terlibat dalam peredaran sabu. Dari tangan keduanya, polisi menyita 20 poket sabu siap edar.

Pengungkapan kasus tersebut berlangsung di Jalan Istiqomah Prima RT 07, Desa Sangatta Utara, Sabtu (27/6/2026). Operasi bermula dari laporan masyarakat yang menyebut kawasan tersebut kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika.

Menindaklanjuti informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan pengintaian. Sekitar pukul 15.25 Wita, polisi melihat dua pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan yang disaksikan warga, petugas menemukan satu bungkus rokok yang disembunyikan di semak-semak.

Di dalam bungkus rokok tersebut terdapat 20 poket plastik bening berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bervariasi.

Selain barang bukti narkotika, polisi turut mengamankan satu unit mobil Daihatsu Sigra warna hitam, dua telepon genggam, satu bungkus rokok, serta sejumlah plastik klip bening yang diduga digunakan untuk mengemas sabu.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto melalui Kapolsek Sangatta Utara IPTU Bambang Eko RR mengatakan pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi masyarakat yang kemudian dikembangkan melalui penyelidikan di lapangan.

“Ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Kami mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga kasus ini dapat segera diungkap,” ujarnya.

Ia menegaskan kepolisian tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait narkotika. Sinergi masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” tambahnya.

Saat ini kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Sangatta Utara untuk menjalani proses penyidikan. Polisi juga masih mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lain yang terkait.

Atas perbuatannya, keduanya dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

Duta Perumdam Diharapkan Jadi Jembatan Komunikasi dengan Masyarakat

0
Direktur Perumdam Tirta Sendawar, Untung Surapati (empat dari kanan), berfoto bersama para pemenang Pemilihan Duta Perumdam Tirta Sendawar 2026 pada malam Fashion Show Porda Perpamsi VII Kalimantan Timur di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kutai Barat. (Dok. Istimewa)

SENDAWAR – Perumdam Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat menggelar malam Pemilihan Duta Perumdam Tirta Sendawar 2026 yang dirangkai dengan Fashion Show di panggung utama Taman Budaya Sendawar (TBS), Jumat (26/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian utama Pekan Olahraga Daerah (Porda) VII Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Provinsi Kalimantan Timur, di mana Kabupaten Kutai Barat dipercaya menjadi tuan rumah.

Para finalis tampil di hadapan dewan juri dan masyarakat. Penilaian tidak hanya didasarkan pada penampilan, tetapi juga wawasan, kemampuan komunikasi, serta karakter yang mencerminkan nilai-nilai pelayanan Perumdam Tirta Sendawar.

Direktur Perumdam Tirta Sendawar, Untung Surapati, mengatakan duta yang terpilih akan menjadi wajah sekaligus representasi Perumdam dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelayanan air minum.

“Duta Perumdam yang terpilih nantinya akan menjadi ambassador Perumdam Tirta Sendawar. Mereka diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pelayanan air minum, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara Perumdam dengan masyarakat,” ujarnya.

Untung berharap para duta mampu menjadi generasi muda yang berkarakter, komunikatif, dan inspiratif.

“Mereka akan menjadi mitra strategis Perumdam dalam memberikan edukasi, memperkuat citra pelayanan, dan mengajak masyarakat mendukung pengelolaan air minum yang berkelanjutan di Kutai Barat,” tandasnya.

Adapun hasil Pemilihan Duta Perumdam Tirta Sendawar 2026 sebagai berikut:

– Duta Putra 2026: Paranael
– Duta Putri 2026: Zenia Asmara Syahri
– Wakil I Putra: Steven Antoni Mikael
– Wakil I Putri: Agita Guena Martha
– Wakil II Putra: Markael Gabriel
– Wakil II Putri: Tiara Radisti
– Best Intelegensia: Rizki Ahmad
– Duta Favorit 2026: Forlita Anastasia Yosephine

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.