Beranda blog Halaman 106

Komunitas Pers dan Publisher Rights Sepakati Deklarasi Jayapura di WPFD 2026

0
Komite Publisher Rights bersama komunitas pers di Papua membacakan “Deklarasi Jayapura” pada penutupan World Press Freedom Day (WPFD) 2026 di Kantor Gubernur Papua. (Istimewa)

JAYAPURA — Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (Komite Publisher Rights) bersama komunitas pers di Papua dan para pemangku kepentingan pers menghasilkan “Deklarasi Jayapura” dalam rangkaian penutupan World Press Freedom Day (WPFD) atau Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 di Jayapura, Papua, Selasa (5/5/2026).

Deklarasi tersebut menjadi hasil utama dari stakeholder meeting yang digelar pada Senin (4/5/2026) malam dan dihadiri unsur Dewan Pers, organisasi pers nasional dan Papua, jurnalis, perusahaan media, Forkopimda Papua, hingga Bappenas.

Anggota Komite Publisher Rights, Sasmito, menjelaskan Deklarasi Jayapura menegaskan dua substansi utama, yakni komitmen terhadap keberlanjutan media dan penguatan kebebasan pers di tingkat lokal maupun nasional.

“Deklarasi Jayapura Tentang Pers Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil setidaknya memuat komitmen semua pihak untuk keberlanjutan dan kebebasan pers,” ujarnya saat membacakan deklarasi di Kantor Gubernur Papua.

Sasmito berharap deklarasi tersebut tidak berhenti sebagai dokumen seremonial, tetapi benar-benar ditindaklanjuti kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga komunitas pers.

Ketua Komite Publisher Rights, Suprapto, juga menekankan pentingnya pengawalan implementasi deklarasi tersebut, termasuk oleh platform digital.

“Yang lebih penting adalah komitmen para pemangku kepentingan, termasuk platform digital, untuk melaksanakan deklarasi tersebut. Pers juga harus terus mengawal implementasinya,” katanya.

Ketua Panitia WPFD 2026, Jean Bisay, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan di Papua, khususnya Pemerintah Provinsi Papua.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu meningkatkan profesionalisme jurnalis serta memperkuat keberlanjutan dan kebebasan pers di Indonesia, terutama di Papua.

Adapun rangkaian kegiatan WPFD 2026 meliputi seminar nasional tentang keberlanjutan dan kebebasan pers, workshop perempuan adat dan lingkungan, pelatihan keamanan digital dan AI untuk jurnalis, workshop investigasi, hingga bazar media dan talkshow pers bebas tanpa intimidasi.

“Kita berharap berbagai rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan profesionalisme jurnalis. Dan berbagai rekomendasi terkait keberlanjutan dan kebebasan pers dapat ditindaklanjuti pihak terkait,” ujar Jean Bisay.

Sementara itu, Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menilai tema “Pers Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil” sangat relevan dengan arah pembangunan Papua.

Menurutnya, pers memiliki posisi strategis sebagai penyampai informasi yang kredibel, penguat literasi publik, serta pengawal transparansi pembangunan.

“Pelaksanaan WPFD di Papua menegaskan bahwa kebebasan pers harus dirasakan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia termasuk di Provinsi Papua. Hal ini merupakan wujud komitmen kita terhadap demokrasi, keterbukaan, dan keadilan informasi bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat profesionalisme dan integritas jurnalistik, menjamin perlindungan terhadap jurnalis, serta membangun kolaborasi harmonis antara pemerintah, media, dan masyarakat.

WPFD 2026 di Jayapura sekaligus menjadi momentum penting untuk mempertegas posisi pers sebagai salah satu fondasi demokrasi, sekaligus penjaga ruang publik yang sehat dan berkeadilan di Indonesia. (MK)

Editor: Agus S

Tingkatkan Akses Pendidikan, Pemkab Kutim Luncurkan Bus Listrik Gratis

0
Bus listrik gratis di Kutim. (Foto: kutaitimurkab.go.id)

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan bus sekolah listrik gratis untuk pelajar.

Program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemkab dalam meningkatkan akses pendidikan, sekaligus masuk dalam daftar 50 program unggulan kepala daerah yang mulai direalisasikan tahun ini.

Peluncuran bus ramah lingkungan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa tahap awal program masih dalam fase uji coba dengan satu unit armada.

“Pada tahap awal, kami operasikan satu unit sebagai uji coba untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional di lapangan,” ujar Mulyono kepada Media Kaltim, Rabu (6/5/2025).

Bus listrik ini sementara melayani pelajar di kawasan Sangatta Utara, dengan rute prioritas menuju SMA Negeri 2 Sangatta Utara.

Menurut Mulyono, sekolah tersebut dipilih karena masih banyak siswa yang menghadapi kendala transportasi harian.

“Masih banyak pelajar yang kesulitan menjangkau sekolah. Ini yang menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.

Rute bus meliputi kawasan Hotel Pinang, Jalan APT Pranoto, hingga SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Penentuan jalur ini disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas pelajar di wilayah tersebut.

Uji coba operasional dimulai sehari setelah peluncuran. Sementara layanan penuh akan diberlakukan setelah evaluasi awal rampung.

Seluruh biaya operasional ditanggung oleh Dishub Kutim, sehingga pelajar dapat menikmati layanan ini secara gratis.

Sementara, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, menegaskan program ini hadir untuk membantu pelajar yang selama ini kesulitan akses transportasi, khususnya dari keluarga yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Bus sekolah ini kami hadirkan agar anak-anak tidak lagi terkendala transportasi untuk berangkat ke sekolah,” tegas Ardiansyah.

Ia berharap keberadaan bus listrik ini dapat meningkatkan tingkat kehadiran siswa.

“Ke depan, kami ingin tidak ada lagi alasan siswa terlambat atau tidak masuk sekolah karena masalah kendaraan,” sambungnya.

Meski baru tersedia satu unit, Pemkab Kutim memastikan akan menambah armada secara bertahap. Bahkan, sejumlah wilayah di luar Sangatta telah mengusulkan program serupa.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengkaji penggunaan jenis armada lain yang sesuai dengan kondisi geografis masing-masing wilayah.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Foto: Ilustrasi Bus Listrik Gratis di Kutim. (AI)

Tingkatkan Akses Pendidikan, Pemkab Kutim Luncurkan Bus Listrik Gratis

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan bus sekolah listrik gratis untuk pelajar.

Program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemkab dalam meningkatkan akses pendidikan, sekaligus masuk dalam daftar 50 program unggulan kepala daerah yang mulai direalisasikan tahun ini.

Peluncuran bus ramah lingkungan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa tahap awal program masih dalam fase uji coba dengan satu unit armada.

“Pada tahap awal, kami operasikan satu unit sebagai uji coba untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional di lapangan,” ujar Mulyono kepada Media Kaltim, Rabu (6/5/2025).

Bus listrik ini sementara melayani pelajar di kawasan Sangatta Utara, dengan rute prioritas menuju SMA Negeri 2 Sangatta Utara.

Menurut Mulyono, sekolah tersebut dipilih karena masih banyak siswa yang menghadapi kendala transportasi harian.

“Masih banyak pelajar yang kesulitan menjangkau sekolah. Ini yang menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.

Rute bus meliputi kawasan Hotel Pinang, Jalan APT Pranoto, hingga SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Penentuan jalur ini disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas pelajar di wilayah tersebut.

Uji coba operasional dimulai sehari setelah peluncuran. Sementara layanan penuh akan diberlakukan setelah evaluasi awal rampung.

Seluruh biaya operasional ditanggung oleh Dishub Kutim, sehingga pelajar dapat menikmati layanan ini secara gratis.

Sementara, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, menegaskan program ini hadir untuk membantu pelajar yang selama ini kesulitan akses transportasi, khususnya dari keluarga yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Bus sekolah ini kami hadirkan agar anak-anak tidak lagi terkendala transportasi untuk berangkat ke sekolah,” tegas Ardiansyah.

Ia berharap keberadaan bus listrik ini dapat meningkatkan tingkat kehadiran siswa.

“Ke depan, kami ingin tidak ada lagi alasan siswa terlambat atau tidak masuk sekolah karena masalah kendaraan,” sambungnya.

Meski baru tersedia satu unit, Pemkab Kutim memastikan akan menambah armada secara bertahap. Bahkan, sejumlah wilayah di luar Sangatta telah mengusulkan program serupa.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengkaji penggunaan jenis armada lain yang sesuai dengan kondisi geografis masing-masing wilayah.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Punya 4 Videotron, DPMPTSP Persilahkan Masyarakat Menyewa

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb5mei2026/mobile/

Wali Kota Tekankan Akurasi Data Sosial Saat Kunjungi Tanjung Laut Indah

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat berkunjung ke Kelurahan Tanjung Laut. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Senin pagi (4/5/2026). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan sinkronisasi berbagai program Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang di tingkat kelurahan.

Neni menekankan pentingnya akurasi data sosial di masyarakat. Menurutnya, data yang valid menjadi kunci utama, agar program bantuan pemerintah dapat tepat sasaran.

Selain itu, dirinya turut menginstruksikan para ketua RT untuk aktif melakukan pendataan setiap warganya, khususnya mereka yang kehilangan pekerjaan maupun yang masih menyewa rumah, agar dapat segera memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Saya minta seluruh Ketua RT mencatat detail setiap permasalahan sosial di lingkungannya,” ucapnya.

Bahkan Neni meminta program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemkot sebesar Rp300.000 ribu per bulannya, diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan perlindungan BPJS untuk menjangkau mereka yang membutuhkan.

“Sehingga dalam seperti ini, tidak boleh ada warga yang luput dari perhatian pemerintah,” tegasnya.

Neni juga menegaskan bahwa peran aktif perangkat wilayah, terutama RT, sangat penting sebagai ujung tombak dalam mendeteksi dan melaporkan kondisi sosial masyarakat secara langsung di lapangan. Dengan demikian, intervensi pemerintah dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wawali Ingatkan UMKM Waspada Investasi Bodong

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menghadiri sosialisasi keuangan UMKM. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi bertajuk “Cerdas Mengelola Keuangan: Waspada Investasi Bodong dan Pentingnya Menjaga Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK” bagi pelaku UMKM Kota Bontang, Selasa (5/5/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), melalui kampanye LIKE ME (Literasi Keuangan Meningkatkan Edukasi).

Dalam sambutannya, Agus Haris mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, sebagai langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal.

UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Namun, tantangan besar seperti akses permodalan dan minimnya pemahaman sistem keuangan seringkali menjadi hambatan.

“Melalui sosialisasi ini, kita ingin UMKM Bontang lebih cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para pelaku usaha untuk mewaspadai maraknya investasi bodong dengan berbagai modus yang semakin canggih. Menurutnya, pelaku UMKM harus lebih selektif dan tidak mudah tergiur tawaran keuntungan besar, dalam waktu singkat yang tidak masuk akal.

Agus Haris menyoroti pentingnya menjaga reputasi kredit melalui SLIK OJK. Ia dengan tegas melarang praktik “titip nama” atau meminjamkan identitas kepada pihak lain untuk pengajuan pinjaman.

“Jangan sampai karena membantu orang lain, justru merusak riwayat kredit kita sendiri. Ini bisa berdampak panjang dan menghambat akses pembiayaan resmi, termasuk program Kredit Bunga 0%,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berharap literasi keuangan pelaku UMKM semakin meningkat, sehingga mampu mengelola usaha secara sehat, terhindar dari praktik ilegal, dan lebih mudah mengakses layanan keuangan formal guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DPRD Bontang Soroti Transparansi Rekrutmen Tenaga Kerja di Badak LNG

0
Kegiatan kunjungan kerja Komisi A DPRD Bontang bersama Badak LNG. (Dwi S).

 

BONTANG – Proses rekrutmen tenaga kerja menjadi perhatian utama bagi Komisi A DPRD Kota Bontang, saat melakukan kunjungan kerja ke PT Badak LNG, Senin (4/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, dewan menilai perlunya penguatan sistem pelaporan serta keterbukaan informasi, agar masyarakat dapat mengakses data ketenagakerjaan secara lebih utuh.

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, mengungkapkan bahwa informasi yang selama ini beredar di masyarakat cenderung berhenti di tahap pengumuman lowongan kerja, tanpa disertai penjelasan lanjutan terkait proses maupun hasil seleksi.

“Selama ini masyarakat hanya mengetahui saat lowongan dibuka, tetapi tidak mendapat informasi lanjutan terkait proses maupun hasil akhirnya. Ini yang perlu dibenahi agar lebih terbuka,” ucapnya, Senin (4/5/2026).

Ia menilai, keterbukaan informasi menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan publik, sekaligus memastikan proses rekrutmen berjalan secara akuntabel dan adil.

Selain rekrutmen, dewan juga menyoroti pelaporan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dinilai belum sepenuhnya konsisten dilakukan oleh seluruh perusahaan. Padahal, data tersebut dinilai penting untuk memantau kondisi ketenagakerjaan di daerah.

Menanggapi hal itu, Pjs Vice President Business Support Badak LNG, Ravito Karismael menjelaskan bahwa pihak perusahaan, telah menjalankan kewajiban pelaporan secara rutin kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bontang.

Ia menyebut, seluruh proses ketenagakerjaan, mulai dari perencanaan rekrutmen hingga berakhirnya hubungan kerja, telah dilaporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Setiap tahapan kami laporkan secara berkala ke Disnaker, mulai dari rencana perekrutan, proses seleksi, hingga berakhirnya hubungan kerja,” jelasnya.

Terkait PHK, Ravito menambahkan bahwa sebagian besar terjadi karena faktor alami, seperti pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun. Sementara sebagian lainnya disebabkan oleh pengunduran diri.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penimbun BBM Dapat Peringatan Keras dari Kapolres Kutim, SPBU Diminta Tertib!

0
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto saat turun langsung memantau pengawasan distribusi BBM. (Dok.Polres Kutim)

SANGATTA — Jajaran kepolisian memperketat pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya subsidi. Polres Kutai Timur (Kutim) menegaskan akan menindak tegas praktik penimbunan hingga penyalahgunaan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kapolres Kutim, Fauzan Arianto, memberi peringatan keras kepada oknum yang mencoba memainkan distribusi BBM. Ia menegaskan, aparat tidak akan ragu menjatuhkan sanksi hukum bagi pelanggar.

“Penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi adalah pelanggaran hukum. Kami pastikan akan ditindak tegas,” tegasnya,Selasa (5/5/2026).

Di sisi lain, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Menurutnya, tindakan tersebut justru berpotensi memicu kelangkaan di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik. Distribusi BBM terus kami awasi agar tetap lancar,” ujarnya.

Kapolres juga menyoroti peran penting pengelola SPBU. Ia meminta seluruh operator menjalankan tugas secara profesional dan mematuhi aturan, termasuk penerapan sistem barcode dalam penyaluran BBM subsidi.

“SPBU harus tertib dan profesional. Sistem barcode wajib dijalankan agar distribusi tepat sasaran,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Polres Kutim terus menggencarkan patroli dan pengawasan di sejumlah SPBU, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Polisi juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan distribusi BBM.
“Dengan sinergi semua pihak, diharapkan distribusi BBM di Kutai Timur tetap aman, lancar, dan adil,” tutupnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Videotron DPMPTSP Mulai Dipasarkan, Baru Dua Iklan Tayang Sejak Awal Tahun

0
Videotron milik DPMPTSP. (Syakurah)

BONTANG – Videotron milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kini mulai dimanfaatkan sebagai sarana promosi bagi masyarakat maupun pelaku usaha di Kota Bontang. Fasilitas ini disiapkan sebagai alternatif iklan modern sekaligus pengganti banner konvensional yang mulai dibatasi.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan sejak akhir 2025 pihaknya telah memasang videotron di empat titik strategis. Namun hingga kini, pemanfaatannya masih dalam tahap awal karena proses sosialisasi yang terus berjalan.

“Sejak awal tahun sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat ataupun swasta, tentu ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Bendahara Penerimaan Retribusi Aset dan PBG DPMPTSP, Nuraini, mengungkapkan bahwa minat penggunaan videotron masih tergolong rendah. Dari Januari hingga Mei 2026, baru terdapat dua pengajuan iklan yang masuk, seluruhnya terjadi pada Maret lalu.

“Baru dua, itu di Loktuan dan Selamat Datang Bontang. Mungkin masih banyak yang belum tahu, jadi sekarang kami sedang gencar melakukan promosi,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan peminat saat ini disebabkan minimnya sosialisasi di awal pengoperasian. “Tahun 2026 ini memang fokus kami baru mulai promosi. Sebelumnya belum maksimal dikenalkan ke masyarakat,” tambahnya.

Nuraini juga menjelaskan bahwa tarif pemasangan iklan masih bersifat promosi. Biaya penayangan dipatok sekitar Rp250 ribu per hari hingga Rp 350 ribu untuk satu materi iklan.

“Selama masa promosi, satu hari itu sekitar Rp250 ribu. Kalau mau beberapa hari tinggal dikalikan saja,” ungkapnya.

Untuk mekanisme pemasangan, masyarakat cukup mengajukan permohonan ke DPMPTSP, mengisi formulir, serta melampirkan materi video dan bukti pembayaran non tunai

“Sekarang semuanya sudah non-tunai. Nanti pemohon isi formulir, kirim video yang mau ditayangkan, lalu bayar sesuai ketentuan,” terangnya.

Nuraini juga menegaskan bahwa penggunaan videotron menjadi bagian dari kebijakan penataan kota. Pemerintah mulai membatasi pemasangan banner cetak di ruang publik, khususnya di pinggir jalan.

“Banner di pinggir jalan sudah mulai tidak diperbolehkan, makanya kami siapkan videotron sebagai alternatif yang lebih tertata,” pungkasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Tawarkan Kawasan Industri ke Pelindo Makassar untuk Pengembangan Pelabuhan Peti Kemas

0
Kepala DPMPTSP, Muhammad Aspiannur. (Syakurah)

BONTANG– Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mendorong pengembangan kawasan industri dengan membuka peluang investasi strategis.

Salah satunya dengan menawarkan potensi pembangunan pelabuhan peti kemas kepada pihak Pelindo Regional Makassar.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Sekretaris Daerah telah melakukan kunjungan langsung ke Makassar untuk mempresentasikan potensi kawasan industri Bontang.

“Kami sudah datang ke Makassar, bertemu dengan pihak Pelindo untuk menawarkan peluang pengembangan pelabuhan di kawasan industri. Ini bagian dari upaya menarik investasi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Kawasan ini berada di wilayah Bontang Lestari dan dinilai memiliki potensi strategis untuk pengembangan pelabuhan peti kemas untuk mendukung aktivitas industri di kota tersebut.

Pihak Pelindo memberikan respons positif dan berencana melakukan kunjungan balasan ke Bontang dalam waktu dekat, untuk melakukan survei lapangan.

“Mereka menyampaikan akan datang, kemungkinan bulan ini atau bulan depan, untuk melihat langsung lokasi yang kami tawarkan,” jelasnya.

Upaya ini sejalan dengan strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor investasi, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada sejumlah sektor.

“Investasi harus terus kita dorong. Kawasan industri ini potensinya besar, tinggal bagaimana kita menarik investor agar mau masuk dan berkontribusi bagi daerah,” pungkasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Guru Honorer Kutim Akhirnya Bisa Tenang, Setelah Kadisdik Kutim Beri Jawaban Ini

0
Kadisdik Kutim, Mulyono. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kegelisahan guru honorer di Kutai Timur (Kutim) akhirnya mendapat jawaban. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kutim menegaskan, tidak ada kebijakan pemberhentian guru non-aparatur sipil negara (non-ASN), meski muncul kekhawatiran pasca terbitnya Surat Edaran (SE) Kemendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026.

Penegasan itu disampaikan menyusul aksi solidaritas sejumlah guru honorer di halaman Kantor BKPSDM Kutim, Senin (4/5/2026) kemarin. Aksi tersebut dipicu kekhawatiran atas ketentuan dalam SE yang menyebut penugasan guru non-ASN di sekolah negeri hanya sampai 31 Desember 2026.

Kadisdik Kutim, Mulyono menjelaskan, redaksi dalam surat edaran tersebut memang menimbulkan multitafsir di lapangan. Namun, ia memastikan tidak ada kalimat yang menyebut penghentian atau penghapusan tenaga honorer.

“Banyak yang memaknai seolah-olah setelah Desember 2026 tidak ada lagi guru non-ASN. Padahal, tidak ada istilah pemberhentian dalam surat edaran itu,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Klarifikasi terhadap substansi SE tersebut bahkan telah dibahas dalam forum sarasehan pendidikan di Samarinda yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dari forum tersebut, muncul pandangan bahwa kemungkinan besar akan ada kebijakan lanjutan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan. Artinya, batas 31 Desember 2026 tidak serta-merta menjadi akhir bagi keberadaan guru non-ASN di sekolah negeri.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga pendidik di Kutim masih tinggi. Keterbatasan jumlah ASN membuat peran guru honorer tetap menjadi penopang utama proses belajar mengajar di banyak sekolah.

Berdasarkan data Pemkab Kutim, jumlah tenaga honorer di sektor pendidikan mencapai 1.076 orang. Namun, tidak semuanya dapat diusulkan menjadi ASN atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sekitar 200 orang di antaranya tidak memenuhi kualifikasi jabatan karena bukan tenaga pendidik formal. Dari sisanya, sebanyak 795 orang telah memenuhi analisis jabatan (anjab). Meski demikian, keterbatasan fiskal daerah menjadi kendala utama.

“Tahun ini kami hanya mampu mengusulkan sekitar 251 orang. Ini sudah melalui perhitungan matang, mengingat kondisi APBD yang menurun,” jelas Mulyono.

Usulan tersebut telah disampaikan BKPSDM kepada pemerintah pusat dengan harapan memperoleh prioritas dalam proses pengangkatan. Di tengah keterbatasan itu, Pemkab Kutim juga tengah mengkaji berbagai alternatif agar tenaga honorer tetap memiliki ruang pengabdian.

Salah satu opsi yang sempat mengemuka adalah skema alternatif penyerapan tenaga kerja. Namun, hingga kini belum ada regulasi yang mengatur skema outsourcing bagi tenaga guru.

“Masih dalam tahap kajian dan belum bisa diterapkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi terbaik tanpa melanggar ketentuan hukum. Arahan Bupati Kutim pun jelas: membuka ruang agar guru honorer tetap bekerja, namun tetap berada dalam koridor regulasi.

“Kami sudah tegaskan, kepala sekolah dilarang mengangkat tenaga pendidik maupun kependidikan baru,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam