Beranda blog Halaman 121

Personal Branding dan Self Value Jadi Sorotan Afternoon Tea & Talk

0
Sharing Session Afternoon Tea & Talk di FUGO Hotel Samarinda. (Nuzul Saputra/Media Kaltim)

SAMARINDA — Di tengah masih terbatasnya ruang ekspresi perempuan di Samarinda, konsep kelas kecil dan intimate mulai menjadi alternatif untuk membangun kepercayaan diri serta koneksi sosial.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Afternoon Tea & Talk yang digelar komunitas Grow Girls Gang di FUGO Hotel Samarinda, Sabtu (24/4/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 15 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, mahasiswi, hingga konten kreator. Seluruh peserta tampil mengenakan kebaya yang menambah suasana hangat dan elegan selama acara berlangsung.

PIC Grow Girls Gang Samarinda, Meisya, mengatakan konsep kegiatan memang sengaja dibuat lebih intimate agar peserta bisa lebih terbuka dan saling mengenal.

“Grow Girls Gang ini memang fokus ke kegiatan perempuan. Konsepnya dibuat lebih intimate agar peserta bisa saling mengenal dan lebih terbuka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi perempuan untuk berbagi pengalaman, membangun rasa percaya diri, serta menciptakan koneksi tanpa rasa canggung.

Acara diawali dengan sesi diskusi bersama Awlia, public speaker sekaligus konten kreator yang membahas personal branding dan penguatan nilai diri perempuan.

Diskusi berlangsung interaktif sambil menikmati sajian teh dari FUGO Hotel Samarinda.

Dalam pemaparannya, Awlia menekankan pentingnya mengenali nilai diri sebagai dasar membangun rasa percaya diri.

“Kita semua punya value. Jadi tunjukkan value itu, hadir, dan jangan terlalu mendengarkan kata-kata orang, karena pada akhirnya kita sudah cukup dengan diri kita sendiri,” ujarnya.

Suasana yang santai membuat para peserta lebih nyaman berbagi pengalaman pribadi, mulai dari rasa insecure hingga proses menemukan jati diri.

Salah satu peserta, Prilnita, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

’“Bukan cuma materinya, tapi suasananya juga bikin nyaman buat sharing. Jadi lebih berani ngobrol dan menyampaikan apa yang dirasakan,” katanya.

Ia juga merasa lebih tenang setelah mengetahui banyak perempuan lain mengalami pengalaman serupa.

“Aku jadi tidak merasa sendiri. Ternyata banyak yang mengalami hal yang sama,” lanjutnya.

Usai sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan flower arranging yang dipandu Better Store. Peserta diajak merangkai bunga dalam suasana santai namun tetap interaktif.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga menikmati finger food dari FUGO Hotel. Di akhir acara, booth kecantikan dari Y.O.U dan Klinik 88 turut hadir memberikan pengalaman tambahan berupa konsultasi produk hingga pengecekan kulit gratis.

Awlia menilai ruang ekspresi perempuan di Samarinda mulai berkembang, meski masih belum merata.

“Ruangnya sudah mulai ada, tetapi memang masih terbatas. Karena itu kegiatan seperti ini penting untuk mendorong perempuan lebih berani mengekspresikan diri,” ujarnya. (MK)

Penulis: Nuzul Saputra
Editor: Agus S

Kecelakaan Tunggal di Simpang Tiga McDonald’s, Pengendara Vario Alami Luka Serius di Wajah

0
Petugas kepolisian saat menyelidiki kecelakaan di Gunung Sari. (Dwi S).

BONTANG – Diduga mengalami kecelakaan tunggal, seorang pria paruh baya pengendara sepeda motor jenis Honda Vario mengalami luka serius, setelah terjatuh di kawasan Simpang Tiga Lampu Merah McDonald’s Gunung Sari, Kota Bontang, Senin (27/4/2026) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban diduga kehilangan kendali hingga akhirnya terjatuh. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka cukup serius, terutama pada bagian wajah.

Warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian menyebutkan bahwa, wajah korban dipenuhi darah saat ditemukan tepat usai insiden tersebut.

“Korban langsung ditolong warga sekitar, kondisinya cukup parah di bagian wajah, banyak darahnya. Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit, untuk penanganan medis,” ujar Hadi, salah seorang saksi mata di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan. Namun, kejadian ini diduga merupakan kecelakaan tunggal tanpa melibatkan kendaraan lain.

“Kami belum mengetahui dengan pasti apa penyebab terjadinya kecelakaan tersebut, saat ini kami pun masih mengumpulkan sejumlah informasi dari para saksi mata yang melihat kejadiannya. Jadi kami belum bisa mengatakan dengan pasti,” ucap Aris, salah satu petugas Polantas Polres Bontang.

Mengenai adanya insiden tersebut, masyarakat sangat diimbau untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama di persimpangan jalan yang rawan kecelakaan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Perumdam TTB Kutim Genjot Produksi Air, Antisipasi Kemarau Panjang

0
Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, memastikan seluruh kekuatan produksi agar suplai air tetap lancar. (Ist)

SANGATTA – Ancaman fenomena El Nino ekstrem mulai disikapi serius Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam TTB Kutim). Status siaga resmi ditetapkan menyusul prediksi kemarau panjang yang berlangsung sejak April hingga Oktober 2026.

Langkah cepat langsung digas. Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, memastikan seluruh kekuatan produksi dikerahkan demi menjaga suplai air bersih tetap mengalir ke pelanggan.

Tiga pompa di intake baru kini full beroperasi. Masing-masing berkekuatan 56 kW, difungsikan untuk menggenjot pengambilan air baku. Tak hanya itu, perbaikan stang valve juga dilakukan agar aliran menuju intake makin maksimal.

“Kami maksimalkan semua potensi yang ada. Targetnya, suplai tetap aman meski debit air baku menurun,” tegas Suparjan, Senin (27/4/2026).

Hasilnya mulai terasa. Di intake lama, elevasi air sempat naik pada siang hari. Kondisi itu langsung dimanfaatkan dengan mengaktifkan kembali pompa 56 kW. Dampaknya signifikan: debit air melonjak dari 185 liter per detik menjadi 339 liter per detik.

Namun, tantangan belum selesai. Suparjan menyebut, peningkatan debit sangat bergantung pada siklus pasang surut air. Jika pola ini bertahan 4–5 jam, peluang menambah produksi terbuka lebar.

“Sekarang kuncinya di pola. Kalau sudah terbaca, kita tahu kapan harus tancap gas, kapan harus ngerem,” ujarnya usai meninjau IPA Kabo.

Di sisi teknis, Direktur Teknik Perumdam Kutim, Galuh Boyo Munanto, menyebut pihaknya tengah mengonsolidasikan seluruh lini operasional. Fokusnya satu: menjaga distribusi tetap stabil di tengah ancaman kekeringan.

Data terbaru menunjukkan penurunan curah hujan mulai berdampak. Kaliorang dan Sangkulirang jadi wilayah pertama yang merasakan penurunan debit. Bengalon dan kecamatan lain diprediksi segera menyusul.

“Kami terus pantau level air di setiap intake. Begitu ada penurunan, langsung kami antisipasi agar tidak meluas,” ujar Galuh.

Menghadapi El Nino yang dijuluki “Godzilla”, Perumdam mengusung tiga strategi utama. Yakni optimalisasi produksi, percepatan penanganan kebocoran untuk menekan kehilangan air, serta penguatan koordinasi antar unit.

Di saat bersamaan, pelanggan juga diminta ikut berperan. Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak, menyiapkan cadangan, serta aktif melaporkan kebocoran.

“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Tapi kami juga butuh dukungan masyarakat agar krisis ini bisa kita lewati bersama,” pungkas Galuh.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Warga Harap Penampungan Sampah Melahing yang Roboh Dapat Segera Dibangun Kembali

0
Lokasi rumah sampah di Kampung Malahing yang roboh. (Ist).

BONTANG– Robohnya bangunan penampungan sampah di wilayah RT 30, Kampung Melahing, menjadi perhatian warga setempat.

Berdasarkan keterangan dari Ketua RT dan pengelola Bank Sampah Pesisir Unit Melahing, bangunan tersebut diketahui telah berdiri sekitar tahun 2018 lalu yang berusia kurang lebih 7 sampai 8 tahun.

Struktur bangunan yang didominasi material beton, diduga menjadi salah satu penyebab robohnya rumah penampungan. Selain faktor usia, beban berat dari material, dan tumpukan sampah yang tertampung juga disebut berpotensi mempercepat kerusakan hingga akhirnya bangunan tersebut ambruk.

“Jadi bangunan ini goyang sebelum roboh, pada saat hujan deras disertai angin kencang. Sebagian material seperti kayu dan peralatan penunjang lainnya, masih bisa diselamatkan serta berpotensi dapat digunakan kembali,” ucap Ketua RT.30, Kampung Malahing, Nasir Lakada, Senin (27/4/2026).

Selama ini, keberadaan bank sampah tersebut dinilai cukup efektif dalam mendukung pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Aktivitas pengangkutan sampah rutin dilakukan sebanyak dua kali dalam sebulan, sehingga membantu menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

Pasca robohnya bangunan, warga untuk sementara mengelola sampah secara mandiri dari rumah masing-masing. Kondisi ini dinilai kurang optimal, mengingat sebelumnya masyarakat sangat bergantung pada fasilitas penampungan tersebut.

“Sehingga saya disini, mewakili warga setempat menyampaikan harapannya, agar fasilitas penampungan sampah dapat segera dibangun kembali,” tambahnya.

Warga juga menyatakan kesiapan untuk bergotong royong melalui swadaya tenaga, namun mereka membutuhkan dukungan material bangunan, agar proses pembangunan dapat segera terealisasi.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Lurah Tanjung Laut Indah Gerak Cepat Tindaklanjuti Robohnya Penampungan Sampah Roboh di Melahing

0
Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro saat meninjau rumah sampah di Malahing yang roboh. (Ist).

BONTANG – Kelurahan Tanjung Laut Indah bergerak cepat menindaklanjuti robohnya bangunan penampungan sampah di RT.30, Kampung Melahing, Bontang Selatan.

Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro bersama sekretaris kelurahan berkomunikasi secara langsung dengan Ketua RT disana, dimana Ketua RT membenarkan peristiwa robohnya bangunan penampungan sampah tersebut.

“Sempat Ketua RT-nya menyampaikan bahwa, fasilitas tersebut sebelumnya merupakan bantuan dari pihak perusahaan,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).

Sebagai bentuk respons cepat, lurah bersama para jajaran pejabat struktural dari Kelurahan Tanjung Laut Indah, turun langsung meninjau lokasi kejadian di Kampung Melahing.

Elis menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah non-organik, terutama plastik ke laut.

Imbauan tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Bontang, serta komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Sebagai langkah lanjutan, pihak kelurahan mengarahkan Ketua RT untuk segera menyusun perhitungan kebutuhan anggaran pembangunan kembali penampungan sampah. Proposal tersebut nantinya akan diajukan kepada pihak perusahaan.

“Kami sudah coba konfirmasikan ke Ketua RT, dimana bakal direncanakan untuk pengantaran langsung proposal. Guna mempercepat proses realisasi bantuan pembangunan kembali, fasilitas yang dibutuhkan warga,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penampungan Sampah Malahing Roboh, Neni Minta Lurah dan RT Lebih Aktif Gerak

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menekankan adanya kolaborasi dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, khususnya di wilayah pesisir. Hal ini menyusul robohnya fasilitas penampungan sampah di kawasan Malahing, Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan penanganan masalah sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah kota. Peran aktif seperti lurah dan ketua RT dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan di tingkat lingkungan.

“Lurah harus gerak cepat, dibantu RT. Jangan semua menunggu wali kota,” ujarnya.

Selain itu, pemkot juga mendorong pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pembangunan fasilitas penampungan sampah yang lebih layak dan tahan lama.

Di sisi lain, pemerintah menilai persoalan sampah tidak semata soal infrastruktur, tetapi juga berkaitan erat dengan perilaku masyarakat. Warga pesisir disebut masih kerap membuang sampah sembarangan, termasuk ke area bawah rumah di atas laut.

Pendekatan promotif dan preventif pun diminta terus digencarkan oleh aparat wilayah, melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

“Percuma kalau fasilitas ada, tapi perilaku tidak berubah,” tegasnya.

Diketahui, penampungan sampah di permukiman atas laut Malahing, Kelurahan Tanjung Laut Indah, roboh pada Kamis (23/4/2026) malam. Ketua RT 30, Nasir, mengungkapkan bahwa kayu penopang fasilitas tersebut sudah lapuk dan tidak mampu menahan beban sampah.

“Kayunya sudah lapuk, ditambah beban di atasnya juga berat,” ujarnya.

Selama ini, penampungan tersebut menjadi titik kumpul sampah sebelum diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang dengan frekuensi dua kali dalam sebulan. Ke depan, Dinas Lingkungan Hidup berencana menambah frekuensi pengangkutan guna mencegah penumpukan sampah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Transfer Dari Pusat Dipangkas, Pemkot Bakal Genjot PAD Tanpa Bebani Warga

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Pemangkasan transfer dari pemerintah pusat membuat Pemerintah Kota Bontang menghadapi tekanan fiskal. Di tengah kondisi tersebut, pemkot dituntut tetap menjalankan pembangunan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengakui, berkurangnya dana transfer berdampak langsung terhadap sejumlah program pembangunan yang telah direncanakan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, tidak semua program bisa direalisasikan secara optimal karena keterbatasan anggaran. “Ketika dana itu dikurangi, tentu ada infrastruktur yang tidak bisa kita laksanakan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Di sisi lain, pemerintah daerah juga didorong untuk tidak bergantung pada dana pusat. Hal ini membuat pemkot harus memaksimalkan potensi PAD sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Namun, upaya peningkatan PAD tidak bisa dilakukan secara agresif. Pemkot tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat agar kebijakan yang diambil tidak memberatkan.

“PAD itu filosofinya tidak boleh membebani masyarakat,” katanya.

Sejumlah strategi pun disiapkan, di antaranya optimalisasi retribusi seperti parkir dan layanan daerah, serta mendorong kemudahan investasi guna meningkatkan aktivitas ekonomi.

Pemkot menilai, investasi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam jangka panjang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Enam Tantangan Besar Otonomi Daerah Ini Hambat Efektivitas Pembangunan

0
Upacara peringatan otonomi daerah ke-30 tahun 2026. (Syakurah)

BONTANG – Pelaksanaan otonomi daerah selama 30 tahun terakhir masih menghadapi sejumlah tantangan yang berdampak langsung pada efektivitas pembangunan.

Dalam amanat Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 yang dibacakan oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, pemerintah menyoroti enam isu krusial yang perlu segera dibenahi secara sistematis dan berkelanjutan.

“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar pembangunan tidak akan dapat tercapai secara optimal. Sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama,” ujar Neni membacakan amat menteri dalam negeri.

Tantangan pertama adalah belum optimalnya integrasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah. Kondisi ini memicu ketidaksinkronan program, tumpang tindih kegiatan, hingga duplikasi anggaran.

“Hal ini seringkali menimbulkan rendahnya efektivitas pembangunan,” lanjutnya.

Kedua, reformasi birokrasi yang belum berbasis hasil. Birokrasi dinilai masih berorientasi pada penyerapan anggaran, bukan dampak nyata bagi masyarakat.

Ketiga, rendahnya kemandirian fiskal daerah akibat tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat.

“Ketergantungan ini menyebabkan ruang fiskal daerah menjadi terbatas dan kurang fleksibel dalam merespons kebutuhan pembangunan lokal,” ujarnya.

Keempat, minimnya kolaborasi antarwilayah, padahal banyak persoalan strategis seperti transportasi, lingkungan, dan ekonomi bersifat lintas daerah.

Kelima, kesenjangan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan sanitasi yang masih terjadi, terutama di wilayah tertinggal.

Keenam, penguatan stabilitas dan ketahanan daerah dalam menghadapi krisis ekonomi, pangan, hingga dampak perubahan iklim.

“Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah, namun dengan kerja sama dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, saya yakin kita mampu menghadapinya,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Halal Bihalal PSSB Bontang: Pererat Silaturahmi, Diwarnai Aksi Sosial

0
Foto bersama di Halal bihalal PSSB Bontang. (istimewa)

BONTANG – Perkumpulan Sukowati Sragen Bontang (PSSB) menggelar kegiatan halal bihalal yang dirangkaikan dengan bakti sosial, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kekeluargaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan warga.

Acara tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh Sukowati Sragen, hingga perwakilan organisasi kedaerahan. Ketua Umum PSSB Suparno bersama jajaran turut menyambut para tamu yang hadir dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Selain menjadi ajang saling memaafkan pasca Hari Raya, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen PSSB dalam menjaga nilai gotong royong dan solidaritas antarwarga.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan pemerintah daerah yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Bontang. Silaturahmi dinilai menjadi kunci dalam merawat persatuan, terlebih di tengah dinamika perkembangan zaman.

Suparno menegaskan, bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus berupaya menjadi wadah pemersatu warga Sukowati Sragen di perantauan, sekaligus berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

“Kami ingin PSSB tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kajian Hanan Attaki Dipadati Warga Kutim, Bupati Ingatkan Adab Saat Dengarkan Ceramah

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan. Foto: Ustaz Hanan Attaki saat membawakan kajian di Masjid Agung Al Faroeq, Sangatta. (Ist)

SANGATTA – Kehadiran pendakwah milenial Ustaz Hanan Attaki di Kutai Timur (Kutim) disambut antusias ribuan jemaah. Kajian yang digelar di Masjid Agung Al Faroek, Bukit Pelangi itu dipadati warga dari berbagai kalangan yang ingin mendapatkan siraman rohani secara langsung.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan pesan khusus kepada para jemaah, terutama generasi muda. Ia menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu, termasuk fokus dan menghormati penyampai tausiah.

Dalam sambutannya, Ardiansyah secara tegas menyoroti kebiasaan sebagian jemaah yang lebih sibuk dengan telepon seluler saat ceramah berlangsung.

“Saya minta kepada jemaah yang hadir, tolong serap ilmu dari Ustaz Hanan dengan sebaik-baiknya. Jangan kebanyakan bermain handphone. Dengarkan dengan seksama setiap pesan yang disampaikan agar menjadi bekal bagi kita semua,” tegasnya, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, momentum menghadirkan tokoh agama nasional seperti Hanan Attaki merupakan kesempatan langka yang seharusnya dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman spiritual, bukan sekadar dijadikan ajang dokumentasi atau aktivitas di media sosial.

Ia berharap, pesan-pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut tidak berhenti sebagai euforia sesaat, tetapi mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu penting untuk mewujudkan masyarakat Kutim yang religius dan berakhlak mulia.

Pemerintah Kutim, lanjut Ardiansyah, berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan keagamaan yang berkualitas sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

Dalam penutupnya, Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Ustaz Hanan Attaki.

“Selamat datang di Kutai Timur. Terima kasih atas kesediaan Ustaz hadir memberikan pencerahan kepada masyarakat kami,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kajian singkatnya, Hanan Attaki menyampaikan tausiah yang menyentuh tentang hakikat kehidupan manusia sebagai sebuah perjalanan kembali. Ia mengajak jemaah untuk menyadari bahwa kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara.

“Kita semua hari ini sedang dalam perjalanan menuju tujuan. Kita menunggu sampai akhirnya kembali pulang ke asal kita,” ucapnya.

Hanan juga menekankan pentingnya mempersiapkan bekal terbaik berupa amal kebaikan dan kepedulian sosial sebagai investasi menuju kehidupan yang hakiki.

Kajian berlangsung khidmat. Jemaah tampak tertib mengikuti rangkaian acara hingga akhir, dengan suasana penuh kekhusyukan. Harapannya, energi positif dari kegiatan tersebut dapat membawa dampak baik bagi kehidupan masyarakat Kutai Timur ke depan.

Penulis; Ramlah
Editor: Yusva Alam