Beranda blog Halaman 122

Personel Polres Kutim Borong 2 Emas Kejuaraan Taekwondo di Jepang

0
Personel Polres Kutai Timur (Kutim), Gabriel Simorangkir, sukses mengharumkan nama Indonesia setelah meraih dua medali emas di Jepang. (Istimewa)

SANGATTA – Kabar membanggakan datang dari kancah internasional. Personel Polres Kutai Timur (Kutim), Gabriel Simorangkir, sukses mengharumkan nama Indonesia setelah meraih dua medali emas dalam ajang WATA Open Taekwondo International Championship 2026 di Osaka, Jepang.

Dalam kejuaraan bergengsi yang diikuti atlet dari berbagai negara tersebut, Gabriel tampil impresif di nomor Individual Poomsae Male U30 Advance dan Team Poomsae No Age Limit Advance. Dua nomor itu sekaligus mengantarkannya menyabet dua emas—prestasi yang tidak mudah di level internasional.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa personel Polri tidak hanya tangguh dalam menjalankan tugas negara, tetapi juga mampu bersaing di arena olahraga dunia dengan penuh disiplin dan dedikasi.

Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menyebut prestasi ini sebagai kebanggaan besar bagi institusi sekaligus masyarakat Kalimantan Timur.

“Ini kebanggaan bagi kami semua. Prestasi ini menunjukkan bahwa personel kami mampu bersaing di tingkat internasional dan membawa nama baik institusi serta daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian Gabriel diharapkan menjadi pemicu semangat bagi personel lain untuk terus mengembangkan potensi, baik dalam tugas kepolisian maupun bidang lainnya.

“Kami akan terus mendukung pengembangan bakat anggota. Semoga ini menjadi inspirasi agar semakin banyak personel berprestasi dan mengharumkan nama Polri,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Polisi Dalami Dugaan Investasi Emas Digital, Puluhan Korban Mulai Dimintai Keterangan

0
Ilustrasi investasi emas digital bodong. (AI)

BONTANG – Penanganan kasus dugaan investasi bodong emas digital di Kota Bontang terus berlanjut. Polres Bontang kini mulai mendalami laporan dengan mengumpulkan keterangan dari korban, serta menelusuri bukti-bukti yang ada.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Plt Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Mohammad Yazid, menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berada pada tahap awal. Penyidik saat ini fokus pada klarifikasi laporan serta verifikasi data yang telah disampaikan.

“Proses masih berjalan. Kami lakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan keterangan korban dan bukti pendukung,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Sejauh ini, sekitar 30 orang telah melapor mengalami kerugian akibat investasi tersebut. Namun jumlah itu diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses pendataan yang terus dilakukan.

Penyidik juga telah memanggil terlapor berinisial B, warga Bontang Selatan, untuk dimintai keterangan awal. Dalam pemeriksaan tersebut, terlapor hadir didampingi kuasa hukumnya.

Meski demikian, polisi belum membeberkan hasil pemeriksaan secara rinci. Hal ini lantaran proses penyelidikan masih membutuhkan ketelitian guna memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.

“Kami belum bisa menyampaikan detail hasil pemeriksaan. Semua masih kami dalami,” tambahnya.

Ke depan, kepolisian berencana memanggil lebih banyak korban guna memperkuat konstruksi perkara. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan alur investasi serta mekanisme yang dijalankan oleh pihak terlapor.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah belasan warga mendatangi sebuah toko emas di kawasan Simpang Tiga, Kelurahan Berebas Tengah, pada Minggu (19/4/2026) malam. Mereka menuntut pengembalian dana dari investasi yang diduga bermasalah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bukan Pengawas Utama, Ini Peran Disdik di Program MBG

0
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Abdu Safa Muha. (Syakurah)

BONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan pihaknya juga turut berperan dalam mendukung dan memantau pelaksanaan program Makan Gizi Gratis (MBG), meski tidak secara langsung sebagai pengawas utama.

“Ini program strategis nasional. Dipanggil atau tidak, kami tetap punya tanggung jawab moral untuk memantau karena lokusnya di sekolah,” ujarnya.

Ia menyebut, Disdikbud berperan sebagai penghubung antara sekolah dan pengelola program. Pada awal pelaksanaan, sempat muncul sejumlah keluhan, terutama dari sekolah yang belum terjangkau layanan.

Namun, seiring berjalannya waktu, keluhan terkait kualitas makanan dinilai semakin berkurang. Komunikasi antara sekolah dan pengelola program juga disebut semakin baik.

“Awalnya memang ada keluhan, tapi sekarang sudah jauh berkurang. Bahkan guru juga ikut mencicipi makanan, jadi bisa langsung menilai,” katanya.

Terkait keterlambatan distribusi, Abdu menilai hal tersebut lebih disebabkan faktor teknis di lapangan, seperti pengaturan jadwal, jarak tempuh, hingga kondisi lalu lintas.

“Tidak mungkin semua bisa tiba bersamaan. Ada jadwal pengiriman, belum lagi faktor macet atau hujan. Itu hal yang wajar, bukan unsur kesengajaan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Perketat Pengawasan SPPG, Dinkes Wajibkan Sertifikat Higiene Jadi Syarat Utama

0
Ilustrasi aktifitas di SPPG. (AI)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang menegaskan keterlibatannya dalam pengawasan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama pada aspek standar gizi dan kebersihan makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahtiar Mabe, menyebut setiap dapur SPPG wajib memiliki sertifikat laik higiene sebagai bukti kelayakan operasional.

“Kalau tidak ada sertifikat laik higiene, tentu bisa kita pertanyakan. Bahkan bisa ditutup jika tidak memenuhi standar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara berkala dengan turun langsung ke lapangan, untuk memastikan kondisi dapur, proses pengolahan, hingga kualitas gizi makanan sesuai ketentuan.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga berkolaborasi dengan tim gizi yang ada di setiap SPPG serta Dinas Ketahanan Pangan, untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.

Bachtiar menambahkan, setiap penyajian makanan diwajibkan menyisakan sampel yang disimpan selama 24 jam. Langkah ini bertujuan sebagai bahan pemeriksaan jika terjadi dugaan keracunan atau masalah kesehatan lainnya.

“Sampel itu penting untuk memastikan apakah ada zat berbahaya atau tidak. Kalau tidak ditemukan, berarti kita telusuri faktor lain,” jelasnya.

Ia memastikan, seluruh petugas di SPPG, baik tenaga gizi maupun sanitasi, telah melalui pelatihan sebelum bertugas. Sertifikat yang dimiliki menjadi indikator bahwa mereka telah memenuhi standar kompetensi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Satu Rumah di Soeta Dilalap Si Jago Merah, Penghuni Rugi Ratusan Juta

0
Petugas Pemadam saat berjibaku memadamkan api. (Dok. Disdamkartan)

SANGATTA – Kebakaran hebat kembali melanda kawasan Jalan Soekarno Hatta (Soeta), RT 43, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu malam (25/4/2026). Satu unit rumah warga dilaporkan ludes dilalap si jago merah.

Peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 23.15 Wita. Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur langsung bergerak cepat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 23.22 Wita.

Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi, dan Komunikasi Disdamkartan Kutim, Eko Purnomo, mengatakan api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar satu jam.

“Setelah api dapat dikuasai, kami lanjutkan proses pendinginan hingga pukul 01.00 Wita untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” ujarnya kepada Media Kaltim, Minggu (26/4/2026).

Rumah yang terbakar diketahui milik Asnawi (52) dengan ukuran kurang lebih 8 x 18 meter. Kebakaran tersebut berdampak pada satu kepala keluarga yang terdiri dari empat jiwa.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga berhasil menyelamatkan satu unit mobil dari lokasi kejadian.

Eko menambahkan, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. “Asal api masih kami dalami,” singkatnya.

Dalam penanganan kebakaran, Damkar Kutim mengerahkan satu unit fire pos stadion, dua unit fire pendidikan (unit 317 dan 321), serta satu unit operasional Hilux. Sejumlah instansi seperti kepolisian, PMI, dan Tagana turut membantu pengamanan di lokasi.

Situasi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan terkendali.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Program INKLUSI Perkuat Hak Penyandang Disabilitas

0
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, saat berinteraksi dengan penyandang disabilitas di Balikpapan. (Istimewa)

BALIKPAPAN — Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan, Jumat (24/4/2026), dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral antara Australia dan Indonesia, khususnya di bidang pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Kegiatan dipusatkan di Kelurahan Telagasari, Balikpapan Kota, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah hingga organisasi masyarakat sipil.

Agenda tersebut merupakan bagian dari implementasi Program INKLUSI yang bertujuan mendorong penguatan inklusi sosial bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

Program tersebut dijalankan oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia bersama mitra lokal, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur.

Dalam kunjungannya, Rod Brazier meninjau langsung pelaksanaan program di lapangan sekaligus berdialog dengan penyandang disabilitas dan komunitas setempat.

Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi langkah penting agar kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan inklusif bukan hanya soal kebijakan, tetapi bagaimana memastikan setiap individu memiliki akses dan kesempatan yang setara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Menurut Rod Brazier, keterlibatan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas lokal menjadi bukti adanya komitmen bersama dalam membangun ekosistem inklusif.

“Balikpapan memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan kota inklusif di Kalimantan Timur. Sejumlah inisiatif yang telah berjalan menunjukkan perkembangan positif, meski tantangan implementasi masih perlu diatasi secara kolektif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, berharap kunjungan tersebut dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan mitra internasional.

Menurutnya, upaya tersebut penting untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam pembangunan daerah.

“Inklusi bukan sekadar program, tetapi komitmen bersama agar tidak ada yang tertinggal dalam proses pembangunan,” ujarnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

DPRD Kukar Siap Perkuat Anggaran Program Strategis Nasional

0
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Ady/MKN)

TENGGARONG — DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh berbagai program prioritas pemerintah pusat usai mengikuti retret kepemimpinan di Magelang.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa lembaga legislatif daerah siap mengawal pelaksanaan program strategis Presiden agar dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Semua program andalan pemerintah harus kita dukung,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Menurut Ahmad Yani, dukungan tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi diwujudkan melalui fungsi penganggaran dan pengawasan yang dimiliki DPRD.

Ia menjelaskan, penguatan program akan dilakukan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta kolaborasi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Di legislatif, tentu melalui fungsi penganggaran, baik lewat APBD maupun kolaborasi dengan APBN,” katanya.

Sejumlah program prioritas Presiden yang menjadi perhatian utama di Kukar di antaranya Koperasi Merah Putih (KMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru.

Menurutnya, program-program tersebut memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat jika dijalankan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Ahmad Yani menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pusat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.

Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan program strategis tidak dibawa ke ranah kepentingan politik praktis.

“Jadi tidak lagi bicara partai atau asal-usul partai,” ujarnya.

Menurutnya, yang paling utama adalah membangun sinergi bersama demi kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Yang utama adalah semangat bersama untuk bersinergi membangun Indonesia,” tutupnya. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Konflik Puncak Papua Disebut Sudah Jadi Duka Kemanusiaan

0
Komnas HAM menggelar konferensi pers penyampaian hasil pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Papua. (Dok. Komnas HAM)

JAKARTA — Komnas HAM menyoroti penanganan pemerintah terhadap konflik bersenjata di Puncak, Papua Tengah, yang menewaskan belasan warga sipil. Lembaga tersebut menilai respons pemerintah, khususnya dari Menteri HAM Natalius Pigai, masih belum optimal di tengah situasi kemanusiaan yang memburuk.

Hal itu disampaikan Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/4/2026). Ia menilai posisi Natalius Pigai sebagai pejabat negara sekaligus putra daerah seharusnya dapat menjadi kekuatan dalam mempercepat penanganan konflik di Papua.

“Kita hormat dengan Pak Menteri, dan Pak Menteri saya kira bisa melakukan lebih. Dia punya banyak privilege ya, dia orang sana dan dia Menteri,” ujarnya.

Menurut Saurlin, tragedi yang terjadi di Puncak Papua bukan lagi semata persoalan keamanan, melainkan sudah menjadi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan penanganan cepat dan serius.

“Kita berharap beliau bisa melakukan hal yang jauh lebih cepat, pesat untuk mengobati peristiwa ini yang sedang terjadi. Bagi kita ini duka yang luar biasa,” tuturnya.

Komnas HAM mencatat situasi di lapangan masih memanas sejak pertengahan April 2026. Kontak bersenjata dilaporkan terjadi pada 14 hingga 15 April dan berdampak langsung terhadap masyarakat sipil.

Sejumlah laporan menyebut adanya pembakaran kampung serta lumpuhnya aktivitas masyarakat akibat eskalasi konflik tersebut.

Akibat kondisi itu, ratusan warga disebut terpaksa mengungsi ke kawasan hutan dengan keterbatasan logistik dan akses bantuan.

“Kalau ini tidak segera diakhiri, bantuan tidak bisa masuk. Petugas kemanusiaan masih kesulitan,” tegas Saurlin.

Komnas HAM mendorong pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan kekerasan, membuka akses kemanusiaan, serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil di wilayah terdampak konflik.

Lembaga tersebut juga meminta seluruh pihak mengedepankan pendekatan kemanusiaan agar situasi tidak semakin memburuk. (MK)

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Pesut Etam Tak Mau Kehilangan Momentum di Akhir Musim

0
Press conference Borneo FC Samarinda di Media Center Stadion Segiri. (Humas Borneo FC)

SAMARINDA — Borneo FC Samarinda menegaskan ambisinya untuk meraih kemenangan penuh di Stadion Segiri dalam laga penting akhir musim. Pelatih kepala Fabio Lefundes bersama pemain andalan Obi Rivera memastikan Pesut Etam siap tampil maksimal demi menjaga posisi di papan atas klasemen.

Dalam sesi konferensi pers di Media Center Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes menekankan bahwa setiap pertandingan saat ini memiliki arti sangat penting bagi timnya.

“Kita harus sampai final. Saya selalu bilang kepada tim, jika ingin konsisten dan bersaing di papan atas, kita harus berusaha sampai habis,” tegasnya.

Obi Rivera juga memastikan seluruh pemain siap tampil habis-habisan demi meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri.

“Besok adalah pertandingan yang sangat penting. Kita tampil di depan suporter sendiri, kami akan mencoba sekuat tenaga mendapatkan poin penuh,” ujarnya.

Di tengah persaingan liga yang semakin ketat, Fabio turut menyoroti kepemimpinan wasit yang menurutnya cukup mengundang perhatian. Ia mengaku heran dengan penunjukan wasit yang dinilai berulang dalam waktu berdekatan.

“Menurut saya pribadi, memilih satu wasit yang baru memimpin pertandingan Persija lalu besok memimpin lagi pertandingan Borneo itu sedikit aneh. Tapi tidak apa-apa,” ungkap pelatih asal Brasil tersebut.

Meski demikian, Fabio berharap seluruh perangkat pertandingan tetap menjaga profesionalisme hingga akhir musim kompetisi.

Ia juga mengingatkan para pemain untuk tetap menjaga disiplin dan tidak terpancing bermain kasar di lapangan.

“Saya selalu bilang ke pemain, saya tidak suka permainan kotor. Kita harus konsisten bermain bagus dan menghindari kartu yang tidak perlu,” tambahnya.

Dalam suasana konferensi pers yang santai, Fabio sempat bercanda ketika menanggapi anggapan publik bahwa pemain Borneo FC terlihat lebih tenang dibandingkan tim lain.

“Mereka tenang di lapangan karena tidak mau kena marah saya!” cetusnya sambil tertawa.

Sementara itu, Obi Rivera menyebut kekuatan utama Borneo FC saat ini terletak pada kekompakan tim dan suasana bermain yang positif.

“Coach selalu bilang kita harus enjoy. Permainan kita solid dan berbeda dengan tim lain. Borneo itu solid dan Manyala!” katanya.

Menjelang pertandingan, manajemen dan tim juga mengajak masyarakat Samarinda untuk memenuhi Stadion Segiri dan memberikan dukungan langsung kepada Pesut Etam.

“Soal motivasi, pasti saya ingin mencetak gol apalagi kita main di rumah sendiri. Tapi yang terpenting adalah tim menang. Semoga stadion penuh besok,” harap Obi. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

PAN Diminta Aktif Gelar Pasar Murah untuk Jaga Daya Beli

0
Zulkifli Hasan, Ketua DPP PAN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan saat diwawancarai usai acara pelantikan PAN Kaltim di Convention Hall Samarinda. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya peran kader partai dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pangan dan pertanian.

Hal itu disampaikan Zulhas usai menghadiri acara Simphoni Kemenangan pelantikan Ketua DPW dan DPD PAN se-Kalimantan Timur di Convention Hall Samarinda, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, kader PAN harus hadir di tengah masyarakat dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani maupun nelayan.

“Kita diberi tugas untuk mengentaskan 30 persen rakyat yang tertinggal, yaitu petani. Pupuk tidak boleh terlambat, irigasi harus bagus, dan harga gabah harus terus dicek,” ujarnya.

Ia menyebut harga gabah saat ini sudah berada di atas Rp6.500 per kilogram dan harus dijaga agar tetap stabil demi melindungi kesejahteraan petani.

Selain itu, Zulhas juga menyoroti pelaksanaan program makan bergizi gratis yang menurutnya harus dijaga kualitasnya, mulai dari proses pengolahan hingga standar higienitas dan kandungan gizi.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya keberadaan koperasi desa (Kopdes) sebagai penyangga ekonomi masyarakat, terutama saat harga komoditas mengalami penurunan.

“Kalau harga gabah atau ikan turun, koperasi desa harus menjadi pembeli. Nanti juga jadi supplier untuk program pemerintah,” katanya.

Menurut Zulhas, menjaga stabilitas harga bahan pokok menjadi tantangan besar yang kini dihadapi pemerintah. Ia mengaku mendapat arahan langsung dari Presiden agar harga sembako tidak mengalami kenaikan.

“Ini tugas berat, harga sembako tidak boleh naik, kalau bisa justru turun,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh kader PAN aktif menggelar pasar murah dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha untuk menjaga daya beli masyarakat.

Tak hanya bicara soal pangan, Zulhas juga menunjukkan optimisme terhadap masa depan PAN di Kalimantan Timur. Ia menilai peluang PAN menjadi kekuatan politik utama di daerah tersebut terbuka cukup besar.

“Insya Allah, PAN nanti jadi pemenang di Kaltim,” tutupnya. (MK)

Penulis: K. Irul Umam
Editor: Agus S