Beranda blog Halaman 142

Pemkot Surati Pemerintah Pusat, Dorong Bandara Badak Diaktifkan Lagi, Ini Alasannya

0
Bandara Badak LNG. (AI).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mendorong pengaktifan kembali Bandara Badak LNG, guna mendukung pertumbuhan investasi dan mobilitas di kota industri tersebut. Namun, kewenangan utama terkait operasional bandara berada di pemerintah pusat, khususnya di Kementerian Keuangan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa upaya komunikasi dirinya telah melalui surat resmi kepada pemerintah pusat. Hal ini berkaitan dengan izin operasional bandara yang disebut akan berakhir pada 2027 mendatang.

“Untuk pengaktifan Bandara Badak, itu domainnya pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan. Kita saat ini menunggu keputusan dari sana,” ucapnya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, keberadaan bandara sangat dinilai strategis bagi Kota Bontang, yang dikenal sebagai kawasan industri dengan potensi investasi yang terus berkembang. Dengan adanya akses transportasi udara, diharapkan dapat mempermudah mobilitas investor serta meningkatkan daya tarik daerah.

“Bontang ini kota industri, banyak investasi yang masuk. Kalau ada bandara yang aktif, tentu sangat membantu investor, baik dari sisi akses maupun efisiensi waktu,” lanjutnya.

Dari sisi anggaran, pemkot menegaskan tidak terlibat dalam pembiayaan pengaktifan bandara tersebut. Seluruh alokasi anggaran tersebut semuanya berasal dari pemerintah pusat.

“Anggaran bukan dari kita. Kemarin informasinya sekitar Rp32 miliar dialokasikan dari pusat. Kita hanya sebagai pihak yang memanfaatkan,” jelasnya.

Pemkot Bontang berharap proses pengaktifan Bandara Badak LNG dapat segera terealisasi, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan konektivitas wilayah di masa mendatang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penataan Pulau Beras Basah Diperketat, Tenda Liar Dilarang demi Kenyamanan Wisatawan

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat ditemui awak media. (Dwi S).

BONTANG – Pemerintah menegaskan untuk penataan di kawasan wisata Pulau Beras Basah akan terus diperketat, khususnya terkait larangan mendirikan tenda dan terpal secara sembarangan di area tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai upaya menjaga kebersihan, keindahan, serta kenyamanan bagi para pengunjung.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyampaikan bahwa fasilitas untuk pengunjung sejatinya telah disiapkan oleh pemerintah, sehingga keberadaan tenda liar dinilai justru membuat kawasan terlihat kumuh dan berpotensi menurunkan minat wisatawan yang ingin ke sana.

“Yang jelas, untuk mendirikan tenda-tenda atau terpal sudah tidak diperbolehkan lagi, karena fasilitasnya sudah kita siapkan. Kalau terlihat kumuh, orang pasti enggan untuk datang,” ungkapnya, Kamis (16/4/2026).

Selain itu, Agus Haris juga mengapresiasi akan meningkatnya kesadaran masyarakat, dalam menjaga kebersihan di kawasan wisata tersebut.

Saat melakukan kunjungan langsung, dirinya turut mengingatkan ke seluruh pelaku usaha dan pengunjung, untuk bersama-sama menjaga lingkungan kebersihan.

Menurutnya, pengelolaan yang baik akan berdampak langsung pada meningkatnya jumlah wisatawan. Kondisi kawasan yang bersih dan tertata rapi, diyakini mampu menarik lebih banyak minat pengunjung, yang pada akhirnya memberikan dampak ekonomi bagi para pedagang lokal.

“Kalau semakin bagus pengelolaannya, semakin indah juga untuk dipandang, pastinya nanti semakin banyak orang datang. Otomatis yang berjualan di sana juga akan merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Sehingga pemerintah membuka peluang seluas-luasnya, bagi pihak yang ingin terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut. Namun, proses pengelolaan berada di bawah kewenangan dinas terkait.

“Silahkan saja bagi siapa pun yang ingin mengelola Beras Basah, kami sangat mendukung. Akan tetapi, untuk teknis dan jumlah pengelolanya yang masuk saat ini, kami belum mengetahui secara pasti, sebab itu semua kewenangan dari Dispoparekraf,” jelasnya.

Pemerintah berharap Pulau Beras Basah dapat menjadi destinasi wisata yang lebih tertata, bersih, dan nyaman, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan, untuk berkunjung bahkan menginap di tempat tersebut.

“Kalau sudah bersih dan tertib, saya yakin pengunjung akan meningkat. Mereka datang, menginap, dan tentunya membeli makanan serta kebutuhan lainnya di sana. Pada akhirnya, masyarakat sekitar juga yang akan merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kedai Kopi di Jalan WR Soepratman Dikeluhkan Warga, Parkiran Dianggap Halangi Akses Jalan

0
Kondisi parkir motor di salah satu kedai kopi di Bontang. (Dwi S).

BONTANG – Aktivitas parkir di salah satu kedai kopi di Jalan WR Soepratman, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, dikeluhkan oleh warga sekitar karena dinilai mengganggu akses jalan.

Kondisi ini terjadi akibat banyaknya kendaraan pengunjung yang memadati badan jalan. Tidak hanya itu, terkadang untuk parkiran pengunjung di kedai tersebut, masuk hingga ke gang pemukiman warga sampai menutupi akses jalan.

Salah satu warga setempat, Supri, mengungkapkan bahwa situasi tersebut sudah cukup meresahkan. Ia menyebut kendaraan roda dua milik pengunjung, kerap parkir sembarangan sehingga membuat akses jalan menjadi sempit terutama jalur lalu lintas warga.

“Ini sudah sangat mengganggu. Akses jalan jadi sempit, bahkan warga yang mau keluar masuk pun, mengalami kesulitan,” ucapnya, Selasa (14/4/2026).

Menurut Supri, persoalan ini tidak hanya dirasakan segelintir warga setempat saja, melainkan hampir seluruh masyarakat di sekitar lokasi. Aktivitas harian pun ikut terdampak, karena warga kesulitan melintas di jalan yang dipenuhi kendaraan. Apalagi tempat kedai kopi tersebut melayani hingga 24 jam.

“Saya rasa untuk pengelolaan parkir pihak kedai kopi belum maksimal. Kami mulai merasakan dampaknya, sampai sekarang belum ada solusinya sama sekali, meskipun keluhan ini sudah disampaikan dengan yang bersangkutan,” tambahnya.

Selain berdampak pada warga sekitar, kondisi tersebut juga mengganggu pengguna jalan lain yang melintas di kawasan itu. Banyak pengendara harus memperlambat laju kendaraan, bahkan bergantian melintas karena jalan menyempit akibat parkir liar.

“Kami berharap ini bisa jadi perhatian pemerintah, supaya ada penataan parkir yang jelas. Ini bukan soal melarang usaha, tapi bagaimana supaya tertib saja, hingga warga yang melintas juga tak terganggu,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Redaksi Radar Bontang mencoba konfirmasi secara langsung ke pihak yang bersangkutan, akan tetapi hingga sampai saat ini pihak kedai kopi tersebut belum memberikan respon terkait permasalahan parkir yang ada.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Realisasikan Program Sosial, Pemkot Serahkan Ambulans Jenazah untuk Warga Loktuan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat uji coba dalam penyerahan mobil ambulans. (Dwi S).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus merealisasikan program sosial kemasyarakatan, sebagai bagian dari visi dan misi pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan akses pelayanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat.

Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah pengadaan mobil ambulans jenazah, yang kini diserahkan untuk warga Kelurahan Loktuan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, dalam mendapatkan layanan transportasi jenazah yang layak dan cepat.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa sebelumnya di Kelurahan Loktuan, belum memiliki fasilitas ambulans jenazah. Oleh karena itu, Pemkot Bontang mengambil langkah untuk menghadirkan layanan tersebut, guna menjawab kebutuhan warga.

“Program ini merupakan bagian dari upaya, pemerintah dalam memberikan pelayanan sosial dan kesehatan kepada masyarakat. Di Loktuan sendiri sebelumnya belum ada ambulans jenazah, sehingga kita hadirkan untuk membantu warga,” ucapnya saat ditemui, Rabu (15/4/2026).

Ambulans tersebut untuk sementara waktu dititipkan langsung oleh pengelola takmir Masjid Terapung, Darul Irsyad Al Muhajirin, Loktuan agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar.

Disebutkan pula bahwa dalam pengadaan mobil ambulans ini, sebenarnya merupakan program di tahun sebelumnya di 2025 lalu. Namun sebelum diserahkan ke masyarakat, kendaraan tersebut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terlebih lagi guna memastikan kondisi dan kelayakannya.

“Ini sebenarnya pengadaan tahun lalu, tapi kita pastikan dulu kondisinya melalui pemeriksaan. Alhamdulillah hasilnya baik dan siap digunakan, sehingga langsung kita serahkan,” tambahnya.

Maka dengan penyerahan mobil ambulans jenazah ini, sangat diharapkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi kedaruratan sosial, dapat semakin cepat, mudah, dan terangani. Sehingga mobil tersebut membantu masyarakat dalam mempermudah program sosial, terutama di kesehatan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026 di Bontang: Petakan Ulang Usaha hingga Aktivitas Digital Warga

0
Pemaparan Sensus ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan oleh BPS Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang mulai menggencarkan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, sebagai upaya memotret kondisi riil perekonomian daerah.

Kepala BPS Bontang, Nur Wahid, menegaskan bahwa sensus kali ini hadir untuk menjawab perubahan besar dalam pola ekonomi masyarakat.

Menurutnya, dalam satu dekade terakhir telah terjadi pergeseran signifikan, mulai dari pola konsumsi hingga cara masyarakat menjalankan usaha, terutama setelah pandemi Covid-19 dan pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Sekarang banyak aktivitas ekonomi yang tidak terlihat secara fisik, seperti jualan online atau menjadi reseller. Ini yang akan kami jangkau melalui sensus,” jelasnya, Rabu (15/4/2026).

Sensus ini tidak hanya menyasar usaha besar dan UMKM konvensional, tetapi juga aktivitas ekonomi berbasis digital yang selama ini kerap luput dari pendataan. Mulai dari penjual online, kreator konten, hingga pelaku ekonomi berbasis platform akan masuk dalam cakupan sensus.

BPS menilai, tanpa pendataan langsung ke lapangan, banyak aktivitas ekonomi rumah tangga yang tidak akan teridentifikasi, padahal memiliki kontribusi terhadap perputaran ekonomi.

Adapun salah satu fokus utama sensus ini, untuk memvalidasi data pelaku usaha yang melonjak saat pandemi. Saat itu, banyak masyarakat mendaftarkan usaha untuk mendapatkan bantuan pemerintah.

Namun, kondisi terkini belum sepenuhnya diketahui. Bisa jadi sebagian usaha sudah tidak berjalan lagi atau beralih ke sektor lain.

“Ini bukan hanya terjadi di Bontang, tapi hampir di seluruh Indonesia. Data lama perlu diperbarui agar kebijakan ke depan lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Nantinya, pelaksanaan sensus dibagi dalam dua skema. Untuk perusahaan besar, pendataan dilakukan secara mandiri melalui sistem online. Sementara untuk usaha kecil, menengah, hingga aktivitas ekonomi rumah tangga, dilakukan melalui kunjungan langsung petugas ke lapangan.

Petugas akan mendata berbagai aspek, mulai dari identitas usaha, tenaga kerja, hingga kondisi keuangan secara umum. Selain itu, kondisi sosial ekonomi keluarga juga turut dicatat sebagai bagian dari gambaran menyeluruh.

Data hasil sensus nantinya akan digunakan untuk menyusun peta ekonomi daerah, termasuk melihat potensi sektor digital, struktur usaha, hingga peluang investasi.

Namun demikian, BPS memastikan tidak ada data individu atau perusahaan yang dibuka ke publik. Informasi yang dirilis hanya dalam bentuk agregat, seperti total jumlah usaha atau nilai ekonomi per sektor.

Pendataan usaha besar dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Sementara pendataan lapangan dilakukan mulai pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026.

BPS juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan memberikan informasi yang benar kepada petugas, “Sensus ini harus mencakup semua. Kalau ada yang terlewat, justru kami butuh informasi itu untuk segera ditindaklanjuti,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bankeu Terancam Dihapus, Berpotensi Hambat Pembangunan Masyarakat

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Wacana penghapusan Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi menuai perhatian serius dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menghambat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Mahyunadi, rencana penghapusan Bankeu masih sebatas usulan yang bergulir antara pemerintah provinsi dan DPRD. Namun, dampaknya dinilai sangat signifikan bagi daerah yang masih bergantung pada dukungan anggaran dari provinsi.

“Ini masih sebatas wacana. Ada usulan dari pemerintah provinsi, tetapi DPR juga menyampaikan keberatan. Artinya, masih perlu kajian yang matang,” ujarnya kepada awak media, Kamis (16/4/2026)

Ia menekankan bahwa Bankeu memiliki peran strategis dalam membantu pembiayaan sektor-sektor yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, seperti kelautan dan pertanian. Tanpa dukungan tersebut, daerah akan kesulitan memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Bantuan untuk nelayan dan alat pertanian itu kewenangan provinsi, bukan kabupaten. Kalau Bankeu ditiadakan, siapa yang akan membantu mereka?” tegasnya.

Mahyunadi juga menyoroti opsi pengalihan Bankeu menjadi belanja langsung. Menurutnya, skema tersebut perlu dipertimbangkan secara hati-hati karena dapat mengurangi peran DPR dalam menyalurkan aspirasi masyarakat.

“Kalau menjadi belanja langsung, tidak lagi melalui DPR. Padahal DPR menyerap aspirasi masyarakat melalui reses tiga kali dalam setahun. Aspirasi itu harus diperjuangkan,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah provinsi tetap mempertahankan Bankeu atau menghadirkan skema baru dengan manfaat yang setara. Hal itu penting untuk mendukung urusan wajib provinsi yang tidak dapat ditangani oleh pemerintah kabupaten.

“Kami berharap Bankeu atau program sejenis tetap ada. Daerah masih membutuhkan dukungan provinsi demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Wabup Minta Tegakkan Hukum Tanpa Intervensi pada Kasus Korupsi Kadis Ketahanan Pangan

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Riak dugaan tindak pidana korupsi kembali mengguncang birokrasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kepala Dinas Ketahanan Pangan berinisial EM resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kalimantan Timur (Kaltim). Penetapan tersebut menambah daftar tersangka menjadi empat orang.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Saya tidak ikut campur dalam ranah hukum. Silakan pihak penegak hukum menegakkan hukum setegak-tegaknya dan seadil-adilnya,” ujarnya saat ditemui, Rabu (15/4/2026).

Ia justru menyambut baik langkah aparat dalam mengusut dugaan penyimpangan. Menurutnya, penegakan hukum menjadi kunci untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Kutai Timur.

“Langkah ini penting untuk mencari kebenaran. Jika ada penyimpangan, memang harus dibuka melalui jalur hukum,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa korupsi merupakan musuh terbesar bangsa. Oleh karena itu, setiap upaya pemberantasannya perlu didukung demi memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi secara optimal.

“Musuh terbesar bangsa kita adalah korupsi. Mudah-mudahan kasus seperti ini dapat mengurangi praktik korupsi dan memastikan masyarakat memperoleh haknya sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan pemerintah,” tambahnya.

Terkait status EM sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah daerah memastikan akan bertindak sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, langkah administratif baru dapat diambil setelah adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap.

“Masalah penahanan itu kewenangan kepolisian. Kami menunggu proses hukum hingga inkrah. Semua ada aturan yang mengaturnya,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pastikan Progres dan Kualitas Pekerjaan, GM PLN UIP KLT Turun Langsung ke GI Satui

0
General Manager PLN UIP KLT bersama jajaran manajemen melakukan peninjauan langsung ke area pembangunan Extension 1 Trafo Bay + Trafo 30 MVA GI 150 kV Satui guna memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan.

TANAH BUMBU – Warga Satui dan sekitarnya segera menikmati pasokan listrik yang lebih tangguh. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) turun langsung mengawal percepatan proyek pembangunan penambahan Trafo 30 MVA di Gardu Induk (GI) 150 kV Satui. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa PLN tidak ingin ada kompromi dalam menghadirkan energi berkualitas bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung progres konstruksi di lapangan, memastikan kesesuaian antara pelaksanaan dengan perencanaan, serta memastikan penerapan standar keselamatan dan kualitas pekerjaan berjalan dengan optimal. Kehadiran Pimpinan di lokasi proyek juga menjadi bentuk komitmen PLN dalam menjaga akuntabilitas dan ketepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Proyek penambahan 1 Trafo Bay + Trafo 30 MVA GI 150 kV Satui merupakan salah satu inisiatif strategis dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan. Pekerjaan ini mencakup penambahan kapasitas transformator serta pengembangan bay yang berfungsi untuk meningkatkan fleksibilitas operasi sistem dan menjaga kestabilan tegangan.

Dengan adanya penambahan kapasitas ini, diharapkan sistem kelistrikan di wilayah Satui dan sekitarnya menjadi lebih andal dalam melayani kebutuhan listrik yang terus meningkat, baik dari sektor rumah tangga, bisnis, maupun industri.

Sebagai unit yang bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, PLN UIP KLT menjalankan proses bisnis secara menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari tahap perencanaan, pengadaan tanah, konstruksi, pengujian, pengetesan, pemberian tegangan hingga pengoperasian.

Lingkup pekerjaan yang dilaksanakan tidak hanya mencakup pembangunan Gardu Induk sebagai pusat pengaturan energi listrik, tetapi juga pembangunan jaringan transmisi yang menghubungkan pembangkit dengan pusat beban, serta pembangunan pembangkit listrik guna memastikan kecukupan pasokan energi di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

General Manager PLN UIP KLT menegaskan bahwa PLN sangat serius dalam memantau setiap kegiatan proyek dalam upaya memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga. “Kami ingin memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi mutu, waktu, biaya maupun keselamatan kerja,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Gardu Induk dan sistem pendukungnya merupakan bagian dari upaya jangka panjang PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga memastikan bahwa setiap pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan sistem yang semakin andal, aktivitas ekonomi dapat tumbuh lebih optimal dan kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tambahnya.

Dengan terus dikawalnya progres pembangunan secara langsung di lapangan, PLN UIP KLT optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan. PLN akan terus berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan nasional dan transformasi energi di Indonesia. (Bom)

Dukung Ketahanan Energi Kalsel, PLN dan BINDA Pastikan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan Berjalan Aman untuk Rakyat

0
General Manager PLN UIP KLT Basuki Widodo melakukan pertukaran cenderamata dengan Kepala BINDA Kalsel sebagai simbol penguatan kolaborasi.

BANJARBARU – Listrik yang andal bukan sekadar urusan teknis, melainkan urusan kenyamanan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menyadari hal tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) bersama Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalimantan Selatan mempererat kolaborasi guna memastikan seluruh proyek infrastruktur kelistrikan di wilayah Kalsel rampung tepat waktu dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan di Kantor BINDA Kalsel, kedua instansi ini menegaskan komitmennya mengawal hak masyarakat untuk mendapatkan akses listrik yang stabil tanpa hambatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BINDA Kalsel, General Manager PLN UIP KLT, General Manager UIP3B Kalimantan, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi (PPK) PLN UIP KLT, Manager beserta Tim UPP KLT 4, serta jajaran anggota BINDA Kalsel.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menekankan bahwa kerja sama dengan BINDA bukan sekedar formalitas birokrasi, melainkan benteng pertahanan untuk memastikan pembangunan energi tidak terganggu.

“Kami bekerja cepat agar listrik segera dirasakan manfaatnya oleh warga. Pendampingan dari BINDA Kalsel memastikan setiap tantangan di lapangan dapat diatasi dengan pendekatan yang aman dan kondusif, sehingga proyek yang merupakan aset negara ini benar-benar tuntas untuk kepentingan rakyat,” tegas Basuki.

Dalam forum tersebut, juga dilakukan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah berjalan sebelumnya dengan sinergi yang baik. Pembahasan langkah strategis mulai dari yang melibatkan masyarakat, Ketua RT, Pejabat Desa, Pemerintah Daerah hingga ke LSM/Ormas turut menjadi topik dalam pembahasan.

Kepala BINDA Kalsel menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kelancaran proyek ketenagalistrikan sebagai bagian dari objek vital nasional.

“BINDA Kalsel siap terus mendampingi PLN dalam aspek pengamanan, sehingga seluruh proses pembangunan dapat berjalan kondusif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kesinambungan komunikasi dan evaluasi yang intensif ini, PLN UIP KLT dan BINDA Kalsel optimistis mampu menjaga ritme penyelesaian proyek ketenagalistrikan secara optimal.

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan listrik untuk rakyat, PLN terus mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Bom)

Pompa BBM Meledak, SPBU Muara Wahau Alami Kerugian Rp 500 Juta

0
Akibat ledakan, mesin dispenser SPBU Muara Wahau-Bengalon alamin kerusakan dan kerugian mencapai Rp500 Juta. (Dok. Polres Kutim)

SANGATTA—Insiden ledakan disertai kebakaran kecil terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Poros Muara Wahau–Bengalon, Desa Karya Bhakti, Kecamatan Muara Wahau, Rabu (15/4/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada mesin dispenser dan menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Ledakan terjadi saat pengisian bahan bakar jenis Pertalite ke sebuah kendaraan roda empat. Petugas SPBU, Muh. Yahya, mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika angka pengisian hampir mencapai Rp400 ribu.

“Tiba-tiba mesin pompa mengeluarkan tiga kali ledakan disertai percikan api kecil,” ujarnya.

Menyadari bahaya yang mengancam, petugas segera mencabut nozzle dari kendaraan dan menjauhkan sumber api. Api kemudian berhasil dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga tidak sempat membesar dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kapolsek Muara Wahau bersama personel langsung turun ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan awal. Polisi juga meminta keterangan dari saksi-saksi serta pihak pengelola SPBU guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, ledakan juga sempat terjadi di area bak penampungan BBM. Namun, kejadian tersebut tidak memicu kebakaran lanjutan. Meski demikian, kerusakan pada dispenser BBM jenis Pertalite dan Pertamax membuat operasional keduanya untuk sementara dihentikan.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, memastikan situasi telah terkendali. Pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal. Alhamdulillah, api dapat segera dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kesigapan petugas SPBU dalam menangani kejadian tersebut. Menurutnya, tindakan cepat di lapangan berhasil mencegah kebakaran yang lebih besar.

“Kami mengapresiasi respons cepat petugas yang sigap menggunakan APAR sehingga api tidak sempat membesar,” tambahnya.

Sementara itu, pihak pengelola SPBU menyatakan teknisi dari Pertamina Balikpapan dijadwalkan tiba dalam dua hingga tiga hari ke depan untuk melakukan perbaikan. Akibat kejadian tersebut, pelayanan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di SPBU Muara Wahau mengalami gangguan sementara.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan mematuhi prosedur keselamatan saat berada di area SPBU.

“Tetap patuhi prosedur keselamatan saat berada di area SPBU,” ujarnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam