Beranda blog Halaman 143

Dukung Ketahanan Energi Kalsel, PLN dan BINDA Pastikan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan Berjalan Aman untuk Rakyat

0
General Manager PLN UIP KLT Basuki Widodo melakukan pertukaran cenderamata dengan Kepala BINDA Kalsel sebagai simbol penguatan kolaborasi.

BANJARBARU – Listrik yang andal bukan sekadar urusan teknis, melainkan urusan kenyamanan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menyadari hal tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) bersama Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalimantan Selatan mempererat kolaborasi guna memastikan seluruh proyek infrastruktur kelistrikan di wilayah Kalsel rampung tepat waktu dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan di Kantor BINDA Kalsel, kedua instansi ini menegaskan komitmennya mengawal hak masyarakat untuk mendapatkan akses listrik yang stabil tanpa hambatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BINDA Kalsel, General Manager PLN UIP KLT, General Manager UIP3B Kalimantan, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi (PPK) PLN UIP KLT, Manager beserta Tim UPP KLT 4, serta jajaran anggota BINDA Kalsel.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menekankan bahwa kerja sama dengan BINDA bukan sekedar formalitas birokrasi, melainkan benteng pertahanan untuk memastikan pembangunan energi tidak terganggu.

“Kami bekerja cepat agar listrik segera dirasakan manfaatnya oleh warga. Pendampingan dari BINDA Kalsel memastikan setiap tantangan di lapangan dapat diatasi dengan pendekatan yang aman dan kondusif, sehingga proyek yang merupakan aset negara ini benar-benar tuntas untuk kepentingan rakyat,” tegas Basuki.

Dalam forum tersebut, juga dilakukan evaluasi terhadap kegiatan yang sudah berjalan sebelumnya dengan sinergi yang baik. Pembahasan langkah strategis mulai dari yang melibatkan masyarakat, Ketua RT, Pejabat Desa, Pemerintah Daerah hingga ke LSM/Ormas turut menjadi topik dalam pembahasan.

Kepala BINDA Kalsel menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kelancaran proyek ketenagalistrikan sebagai bagian dari objek vital nasional.

“BINDA Kalsel siap terus mendampingi PLN dalam aspek pengamanan, sehingga seluruh proses pembangunan dapat berjalan kondusif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kesinambungan komunikasi dan evaluasi yang intensif ini, PLN UIP KLT dan BINDA Kalsel optimistis mampu menjaga ritme penyelesaian proyek ketenagalistrikan secara optimal.

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan listrik untuk rakyat, PLN terus mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Bom)

Pompa BBM Meledak, SPBU Muara Wahau Alami Kerugian Rp 500 Juta

0
Akibat ledakan, mesin dispenser SPBU Muara Wahau-Bengalon alamin kerusakan dan kerugian mencapai Rp500 Juta. (Dok. Polres Kutim)

SANGATTA—Insiden ledakan disertai kebakaran kecil terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Poros Muara Wahau–Bengalon, Desa Karya Bhakti, Kecamatan Muara Wahau, Rabu (15/4/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada mesin dispenser dan menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Ledakan terjadi saat pengisian bahan bakar jenis Pertalite ke sebuah kendaraan roda empat. Petugas SPBU, Muh. Yahya, mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika angka pengisian hampir mencapai Rp400 ribu.

“Tiba-tiba mesin pompa mengeluarkan tiga kali ledakan disertai percikan api kecil,” ujarnya.

Menyadari bahaya yang mengancam, petugas segera mencabut nozzle dari kendaraan dan menjauhkan sumber api. Api kemudian berhasil dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga tidak sempat membesar dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kapolsek Muara Wahau bersama personel langsung turun ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan awal. Polisi juga meminta keterangan dari saksi-saksi serta pihak pengelola SPBU guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, ledakan juga sempat terjadi di area bak penampungan BBM. Namun, kejadian tersebut tidak memicu kebakaran lanjutan. Meski demikian, kerusakan pada dispenser BBM jenis Pertalite dan Pertamax membuat operasional keduanya untuk sementara dihentikan.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, memastikan situasi telah terkendali. Pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal. Alhamdulillah, api dapat segera dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kesigapan petugas SPBU dalam menangani kejadian tersebut. Menurutnya, tindakan cepat di lapangan berhasil mencegah kebakaran yang lebih besar.

“Kami mengapresiasi respons cepat petugas yang sigap menggunakan APAR sehingga api tidak sempat membesar,” tambahnya.

Sementara itu, pihak pengelola SPBU menyatakan teknisi dari Pertamina Balikpapan dijadwalkan tiba dalam dua hingga tiga hari ke depan untuk melakukan perbaikan. Akibat kejadian tersebut, pelayanan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di SPBU Muara Wahau mengalami gangguan sementara.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan mematuhi prosedur keselamatan saat berada di area SPBU.

“Tetap patuhi prosedur keselamatan saat berada di area SPBU,” ujarnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kekurangan 127 Guru, Disdikbud Bontang Siapkan Skema Rekrutmen Bertahap dan Guru Pengganti

0
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menyiapkan strategi bertahap untuk mengatasi kekurangan 127 tenaga guru yang saat ini masih terjadi.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan guru tidak bisa dilakukan sekaligus, karena harus melalui mekanisme administratif dari pemerintah pusat.

“Tahapannya ada yang di 2026 dan ada yang 2027. Itu harus melalui komunikasi dengan BKPSDM dan menunggu persetujuan teknis dari BKN,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut harus tetap memperhatikan kondisi keuangan daerah, khususnya agar tidak berdampak pada tunjangan pegawai.

“Kalau dipaksakan, yang terancam justru TPP. Itu yang tidak diinginkan oleh pemerintah,” tambahnya.

Sebagai solusi jangka pendek, Disdikbud mengambil langkah alternatif dengan merekrut guru pengganti melalui skema belanja jasa.

Guru pengganti ini nantinya akan digaji dengan standar minimal Upah Minimum Kota (UMK) dan direkrut secara terbuka.

“Rekrutmen akan terbuka, bisa melalui publikasi resmi. Yang jelas kita prioritaskan warga Bontang,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), terutama pada sekolah yang mengalami kekosongan guru akibat pensiun.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Respons ASN Gunakan Mobil Dinas Saat Lebaran: Ada Sanksi, Tapi Bertahap

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni angkat bicara terkait dugaan penggunaan mobil dinas oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Kesehatan saat libur Lebaran.

Ia menegaskan, tindakan tersebut tetap masuk kategori pelanggaran aturan, meskipun akan ditangani secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurutnya, setiap penggunaan kendaraan dinas telah diatur secara jelas, termasuk larangan pemakaian di luar kepentingan kedinasan, terlebih saat hari libur. Namun demikian, pemerintah tidak serta-merta menjatuhkan sanksi berat, melainkan melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu.

“Memang ada aturannya. Nanti dilihat dulu, ada tahapan-tahapannya. Bisa mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, sampai sanksi sesuai tingkat pelanggarannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan kasus tersebut akan diserahkan kepada inspektorat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan itulah nantinya akan ditentukan apakah pelanggaran yang dilakukan masuk kategori ringan, sedang, atau berat.

Ia mengakui, dalam kasus tersebut, terdapat ASN yang menggunakan kendaraan dinas dengan alasan tertentu, seperti mendukung kegiatan kader atau kepentingan pelayanan. Namun ia tetap menegaskan bahwa alasan tersebut tidak serta-merta membenarkan pelanggaran aturan.

“Walaupun tujuannya mungkin untuk kegiatan tertentu, tetap saja kalau melanggar aturan harus diproses. Kita tetap mengedepankan disiplin ASN,” tegasnya.

Ia memastikan, pemerintah tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan, melainkan mengikuti prosedur yang berlaku. Pendekatan yang dilakukan pun mengedepankan pembinaan, bukan semata-mata hukuman.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga citra pemerintahan di mata publik. Ia berharap informasi yang berkembang di masyarakat dapat disikapi secara bijak dan tidak langsung menimbulkan persepsi negatif tanpa klarifikasi yang utuh.

“Kita ingin semua berjalan sesuai aturan, tapi juga dengan pendekatan yang baik. Yang penting pembinaan tetap jalan dan pelayanan ke masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

24 Ribu Warga Kutim Terancam Kehilangan Jaminan Kesehatan

0
Ilustrasi menggambarkan isu penarikan kepesertaan BPJS yang berdampak pada masyarakat. (Ilustrasi AI)

SANGATTA – Nasib jaminan kesehatan bagi puluhan ribu warga Kutai Timur (Kutim) berada di ujung tanduk. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), untuk mengembalikan kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya ditarik dan dialihkan menjadi tanggungan pemerintah kabupaten.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa kebijakan tersebut menyangkut kepentingan masyarakat luas, bukan semata urusan administrasi antar pemerintah daerah.

“Ini berbicara tentang kepentingan khalayak. Bukan kebutuhan pemerintah, melainkan kebutuhan masyarakat banyak. Dampaknya juga dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya kepada awak media, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, Pemkab Kutim tidak menolak tanggung jawab tersebut. Namun, keputusan yang datang secara mendadak saat anggaran telah disahkan membuat pemerintah daerah kesulitan melakukan penyesuaian.

“Seandainya disampaikan sejak awal tahun sebelum penganggaran, tentu bisa kita upayakan untuk dibiayai oleh pemerintah kabupaten. Tapi ini tiba-tiba muncul ketika anggaran sudah diketok,” jelasnya.

Akibat kebijakan tersebut, sekitar 24 ribu warga Kutim terancam kehilangan jaminan kesehatan hingga akhir tahun. Kondisi ini berpotensi menghambat pelayanan di rumah sakit dan puskesmas karena pembiayaan yang tidak tersedia.

“Artinya, mulai sekarang sampai akhir tahun, ada lebih dari 24 ribu masyarakat yang berisiko tidak terlayani,” tegas Mahyunadi.

Ia pun berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat mengembalikan kepesertaan BPJS untuk tahun berjalan, setidaknya hingga tercapai kesepakatan bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan menimbulkan dampak serius, termasuk menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Selain itu, Mahyunadi menyoroti perubahan kebijakan yang sebelumnya diatur melalui Peraturan Gubernur, namun dibatalkan melalui surat edaran. Hal ini dinilai perlu dikaji kembali dari sisi administrasi dan regulasi.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Kutim telah berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Aspirasi tersebut akan disuarakan kepada pemerintah provinsi. Di saat yang sama, pemerintah daerah juga akan menyampaikan surat resmi guna meminta pengembalian kepesertaan BPJS bagi masyarakat penerima manfaat.

“Kami sudah rapat dengan DPRD provinsi, dan mereka akan menyuarakan hal ini kepada pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Untuk jangka panjang, skema pembiayaan akan dibahas bersama. Jika pemerintah provinsi tidak lagi menanggung sepenuhnya, maka opsi pembagian tanggung jawab antara provinsi dan kabupaten akan menjadi solusi.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Kutim dalam memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat, sebagaimana tertuang dalam visi dan misi pembangunan daerah.

“Ini demi kebutuhan masyarakat. Kesehatan gratis tetap menjadi prioritas kami,” pungkasnya

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Peserta BPJS PBI Dicoret Pusat, Neni Pastikan Tetap Terlayani Lewat Skema Daerah

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Pengurangan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) oleh pemerintah pusat tidak membuat layanan kesehatan di Kota Bontang terganggu. Pemerintah daerah justru menyiapkan solusi agar seluruh warga tetap mendapat akses layanan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pihaknya langsung mengambil langkah dengan menanggung peserta yang dicoret melalui anggaran daerah.

“Yang dicoret dari pusat, kita backup. Tidak boleh ada warga Bontang yang tidak terlayani,” ujarnya.

Sebagai bentuk konkret, Pemkot Bontang menambah 2.753 peserta BPJS yang kini dibiayai melalui APBD.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan administratif.
Tak hanya itu, Neni juga menyiapkan kebijakan alternatif dengan mempermudah akses layanan menggunakan identitas kependudukan.

“Selama dia warga Bontang, cukup dengan KTP, tetap harus kita layani di fasilitas kesehatan pemerintah,” tegasnya.

Menurutnya, kesehatan merupakan sektor prioritas yang tidak bisa dikompromikan, meskipun kondisi keuangan daerah sedang menghadapi tekanan.

Pemkot juga terus memantau perkembangan kebijakan dari pemerintah pusat terkait kemungkinan pengurangan lanjutan.

“Kita tidak bisa menunggu. Yang penting masyarakat tetap terlindungi,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wawali Buka Musrenbang TJSLP 2027, Dorong Sinergi Dunia Usaha di Tengah Tekanan Fiskal

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menghadiri kegiatan Musrenbang. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kota Bontang Tahun 2027, di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bontang.

Saat kegiatan berlangsung, Agus Haris mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami penurunan signifikan. Pendapatan daerah yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 3,2 triliun, kini turun menjadi Rp1,9 triliun bahkan berpotensi mengalami defisit pada 2026.

“Situasi ini tentunya sangat berdampak pada keterbatasan pelaksanaan program, khususnya di sektor infrastruktur dan sosial. Maka kolaborasi dengan dunia usaha sangat penting,” ucapnya, Rabu (15/4/2026).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menetapkan sejumlah fokus pembangunan, di antaranya penurunan angka kemiskinan, pengangguran, dan stunting, serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan nelayan.

“Sehingga berbagai program sosial dan pendidikan juga terus didorong, termasuk bantuan bagi lansia, insentif bagi RT, serta dukungan untuk tenaga pendidik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agus Haris menegaskan untuk target ambisius pemerintah daerah mencapai zero pengangguran di 2030 mendatang, sekaligus menurunkan angka stunting secara signifikan.

Ia pun berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang, dapat berkontribusi aktif melalui program TJSLP yang terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kontribusi tersebut nantinya akan dipantau dan dievaluasi, secara berkala oleh pemerintah.

“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tanggung jawab sosial bersama, dalam mendukung pembangunan Kota Bontang yang berkelanjutan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Masih Banyak Sampah Kiriman, Wawali Bakal Tinjau Lokasi Pemasangan Jaring di Kawasan Pesisir

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi S).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris berencana meninjau langsung untuk menentukan titik pemasangan jaring sampah di kawasan pesisir.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan sampah, khususnya botol plastik dan limbah lainnya yang terbawa arus laut hingga mencemari lingkungan sekitar pemukiman.

Ia menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih mengkaji lokasi yang paling efektif untuk pemasangan jaring sampah. Peninjauan tersebut akan dijadwalkan Jumat mendatang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang.

“Kita belum mengetahui titik mana saja yang paling tepat untuk pemasangan jaring sampah. Nanti hari Jumat kita turun bersama DLH, untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Selain menentukan lokasi, peninjauan tersebut juga bertujuan untuk mencari solusi teknis dalam proses pengangkatan sampah yang menumpuk di perairan, terutama sampah plastik yang dinilai cukup mengganggu pemandangan sekitar.

“Setelah nanti di lapangan, kita juga akan diskusikan bagaimana cara mengangkat botol plastik dan sampah lainnya di sana. Kondisinya memang tidak enak dilihat, apalagi kalau sampai berdampak pada kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Mengenai hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang turut mengimbau ke masyarakat, khususnya di wilayah pesisir agar tidak lagi membuang sampah ke laut.

Maka masyarakat sangat diminta, untuk memanfaatkan jadwal pengangkutan sampah yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga sampah dapat dikelola dengan lebih baik.

“Jangan lagi membuang sampah ke laut. Sudah ada waktu pengangkutan sampah dari pemerintah, jadi sebaiknya dikumpulkan terlebih dahulu, baru dibuang pas jam penjemputan sampah,” tegasnya.

Sebagai langkah tambahan, pemerintah akan mempertimbangkan penambahan fasilitas tempat sampah di wilayah tersebut, guna memudahkan masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Sehingga tidak akan ada lagi, kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Kami harapkan permasalahan sampah di kawasan pesisir, dapat segera teratasi dan tidak lagi mengganggu kesehatan maupun kenyamanan warga sekitar. Kalau seperti ini, sampah dimana-mana sangat tidak enak dilihat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sampah Laut Masuk Permukiman, Pemkot Siapkan Langkah Penanganan

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat melihat pemukiman di atas laut penuh sampah. (Dwi S).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana segera mengambil langkah tegas, dalam penanganan terkait persoalan sampah yang terbawa arus laut hingga masuk ke kawasan permukiman warga pesisir.

Kondisi ini dinilai cukup mengkhawatirkan, terutama saat air laut pasang yang menyebabkan sampah terperangkap dan sulit keluar kembali.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.

“Nanti saya coba hubungi kepala DLH-nya, supaya kita bisa lihat bersama-sama bagaimana kondisi di sana, dan mencari solusi agar sampah dari laut itu tidak terus masuk ke pemukiman warga,” ucapnya, Selasa (14/4/2026).

Saat sidak berlangsung, Agus Haris menilai volume sampah yang menumpuk di lokasi tersebut, tergolong cukup banyak. Sampah kiriman dari laut tersangkut dan mengendap di area pemukiman, sehingga menimbulkan persoalan lingkungan sekaligus berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Sebagai langkah awal, pemerintah berencana turun langsung bersama DLH, serta melibatkan pihak kelurahan dan kecamatan setempat untuk melakukan pembersihan. Upaya ini juga akan dibarengi dengan pembahasan solusi jangka panjang, guna mencegah persoalan serupa kembali terjadi.

“Penanganannya akan kami upayakan setelah turun langsung ke lokasi bersama-sama, agar bisa melihat kondisi riil-nya dan menentukan langkah yang tepat. Kami usahakan, di hari Jumat kita ke lokasi kembali,” tambahnya.

Selain faktor kiriman dari laut, persoalan sampah ini juga dipengaruhi perilaku sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, khususnya di kawasan permukiman atas laut.

Untuk itu, pemerintah akan meningkatkan sosialisasi kepada warga agar lebih disiplin dalam pengelolaan sampah. Masyarakat pun turut diimbau agar tidak membuang sampah sembarangan, melainkan mengumpulkan dan membuangnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

“Langkah ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di bagian pesisir,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penambahan Meteran Baru, Solusi Tekan Lonjakan Tagihan Air

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb15apr2026/mobile/