Beranda blog Halaman 22

Bontang Perkuat Program “Kelurahan Cantik” 2026, Warga Diharapkan Ikut Dukung Data Akurat

0
Saat kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) Tahun 2026. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang resmi mencanangkan Sosialisasi dan Pembinaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) Tahun 2026 di Gedung BPU Kecamatan Bontang Utara, Rabu (29/4/2026).

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan pentingnya data yang akurat dalam pembangunan daerah. Menurutnya, program pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan data yang valid.

“Data ini fondasi. Dengan data yang akurat, perencanaan pembangunan dan evaluasi program akan jauh lebih terukur dan efektif,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan Satu Data Indonesia (SDI) menjadi kunci agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Bontang Nur Wahid menjelaskan, program Kelurahan Cantik bertujuan meningkatkan kemampuan aparat kelurahan dalam mengelola data sesuai standar nasional. Dengan begitu, data yang dihasilkan bisa digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat.

“Jika data di tingkat kelurahan sudah baik, maka keputusan di tingkat kota hingga pusat akan lebih akurat dan berdampak nyata,” jelasnya.

Pada 2026, terdapat tiga kelurahan yang menjadi fokus pembinaan, yakni Kelurahan Kanaan, Kelurahan Belimbing, dan Kelurahan Satimpo.

Manfaat untuk warga dari program ini tidak hanya menyasar aparatur pemerintah, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan data yang lebih akurat, untuk bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran, program pembangunan sesuai kebutuhan warga, pelayanan publik menjadi lebih cepat dan efisien, data kependudukan dan kondisi wilayah lebih tertata.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan data yang benar saat pendataan dilakukan, baik oleh kelurahan maupun petugas terkait.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

0
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi
Penemuan pria yang gantung diri di rumahnya. (Dwi S).

BONTANG – Warga di Jalan KS. Tubun, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria yang bunuh diri, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 00.15 Wita.

Korban yang diperkirakan berusia 28-29 tahun ini, ditemukan dalam kondisi gantung diri di dalam rumahnya, tepatnya di kamar mandi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui, setelah beredarnya video yang memperlihatkan kondisi korban sudah tergantung dengan seutas tali. Ibu korban yang pertama kali mengetahui hal tersebut.

Salah satu kerabat korban mengaku, mengetahui kejadian itu sekitar pukul 01.00 Wita setelah menerima kiriman video dari rekannya. Untuk membenarkan hal tersebut, dirinya langsng pergi ke lokasi kejadian.

“Saya tahunya dari teman, pas teman saya lagi mengirimkan video. Ternyata, teman saya ini sudah posisi gantung diri di dalam rumahnya,” ucapnya saat ditemui.

Di kesempatan yang sama, petugas dari tim Inafis Polres Bontang setelah menerima laporan masuk, langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Hingga saat ini, proses evakuasi masih menunggu kedatangan ambulans.

“Ini kami masih menunggu ambulans datang, baru jenazahnya dibawa ke RSUD. Kondisi jenazah juga belum membiru karena masih terbilang baru. Korban gantung diri di kamar mandi,” ungkap salah satu petugas di lokasi.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif di balik peristiwa tersebut. Ambulans datang sekitar pukul 03.00 Wita, jenazah pun langsung dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Percepat Listrik Andal untuk Kaltara, PLN Gandeng Kejaksaan Kawal SUTT 150 kV Tidang Pale–Malinau

0
Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng (tengah), bersama Kepala Kejaksaan Negeri Bulungan, Yopy Adriansyah, dalam pertemuan koordinasi pengawalan proyek SUTT 150 kV Tidang Pale–Malinau di Kantor Kejaksaan Negeri Bulungan.

BULUNGAN – Akselerasi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Kalimantan Utara terus dipacu demi menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Guna memastikan proyek berjalan tanpa hambatan hukum dan teknis, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2) memperkuat kolaborasi strategis bersama Kejaksaan Negeri Bulungan dan Kejaksaan Negeri Malinau.

Langkah ini diambil untuk mengawal percepatan proyek strategis Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Tidang Pale menuju GI Malinau. Kehadiran infrastruktur ini menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah perbatasan dan sekitarnya.

Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng, mengatakan bahwa orientasi utama dari kerja sama ini adalah demi kepentingan masyarakat luas. Pengawalan hukum oleh Kejaksaan diperlukan agar pembangunan fisik di lapangan tidak terhambat oleh kendala administratif atau sengketa lahan.

“Tujuan akhir kami adalah masyarakat segera menikmati listrik yang lebih stabil dan andal. Dengan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Bulungan dan Kejaksaan Negeri Malinau, kami dapat melakukan mitigasi risiko hukum secara dini dan memastikan aset negara diamankan dengan benar, sehingga pembangunan terus berjalan sesuai target,” ujar Jefry dalam koordinasi yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Bulungan.

Sementara itu, General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Basuki Widodo, menegaskan bahwa kolaborasi dengan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dalam memastikan keberhasilan proyek strategis nasional di sektor ketenagalistrikan.

“Sinergi dengan Kejaksaan menjadi langkah strategis untuk memperkuat aspek legal sekaligus mitigasi risiko. Kami ingin memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan, aman, dan tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Bulungan, Yopy Adriansyah, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Kejaksaan siap mendukung penuh upaya percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui sinergi yang kuat bersama PLN.

“Kejaksaan Negeri Bulungan mendukung sinergi dan kolaborasi dengan PLN agar penyelesaian proyek strategis nasional SUTT 150 kV Tidang Pale–Malinau dapat berjalan lancar dan segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Malinau, Dr. Fathur Rohman, S.H., M.H., yang menegaskan komitmen Kejaksaan dalam mengawal proyek strategis nasional.

“Kejaksaan Negeri Malinau siap mendukung dan mengawal pelaksanaan proyek ini melalui pendekatan yang profesional dan sesuai koridor hukum, sehingga pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Proyek SUTT 150 kV GI Tidang Pale–GI Malinau merupakan bagian dari interkoneksi besar sistem kelistrikan Kalimantan. Selain meningkatkan keandalan pasokan, proyek ini juga diproyeksikan mampu mendukung hilirisasi industri dan memperkuat kedaulatan energi di wilayah utara Kalimantan.

Melalui kerja sama yang erat antara PLN dan Kejaksaan, hambatan-hambatan di lapangan dapat diselesaikan melalui pendekatan yang humanis namun tetap sesuai koridor hukum, demi mewujudkan mimpi masyarakat Kaltara menikmati energi hijau yang berkelanjutan. (Bom)

Polisi Gerebek Transaksi Narkoba Dini Hari di Teluk Pandan, 32 Paket Sabu Diamankan

0
AWH (43) saat diamankan di Mapolres Kutim. (Ist)

SANGATTA – Peredaran narkotika di Kutai Timur (Kutim) kembali diguncang. Satuan Reserse Narkoba Polres Kutim membongkar praktik transaksi sabu di Kecamatan Teluk Pandan. Seorang pria tak berkutik saat diringkus bersama puluhan paket barang haram seberat total 15,53 gram.

Pengungkapan ini bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas transaksi narkoba di kawasan Jalan Poros Bontang–Samarinda KM 10, Desa Suka Damai. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti tim Opsnal dengan penyelidikan intensif.

Hasilnya, pada Rabu dini hari (29/4/2026) sekitar pukul 03.00 Wita, petugas menggerebek lokasi dan mengamankan AWH (43), pria asal Tembilahan, Riau, yang kini bermukim di Sangatta Utara.

Saat digeledah, polisi menemukan 32 bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga sabu yang disembunyikan di kantong celana pelaku. Tak hanya itu, sejumlah barang bukti lain turut diamankan, mulai dari ponsel, plastik pembungkus, lakban, tisu, hingga bungkus makanan ringan yang digunakan sebagai kamuflase.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial F melalui sistem jejak di Samarinda. Polisi kini masih memburu pemasok tersebut sekaligus mengembangkan kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar.

Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam memerangi narkotika.

“Ini hasil kerja keras anggota di lapangan dan dukungan masyarakat. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku narkoba di Kutai Timur,” tegasnya.

Ia juga memastikan penyelidikan akan terus berlanjut untuk membongkar jaringan di balik peredaran tersebut. Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Kini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kutai Timur. AWH dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Final Lomba Bertutur 2026, Wali Kota Tekankan Pentingnya Literasi Digital

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri final di lomba bertutur se-Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan kecerdasan dan budaya literasi masyarakat.

Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Final Lomba Bertutur bagi siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Bontang, yang berlangsung di Mini Theater DPK Kota Bontang, Rabu (29/04/2026).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengapresiasi seluruh peserta yang berani tampil dan menunjukkan kemampuan komunikasi verbal. Ia menegaskan bahwa konsep literasi saat ini telah berkembang pesat, seiring dengan era globalisasi.

Terlebih lagi, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan juga menulis. Literasi adalah kemampuan individu untuk memahami, memformulasikan, dan memanfaatkan informasi secara cerdas.

“Selain buku yang menjadi jendela dunia, penguasaan literasi digital kini menjadi kompetensi mutlak, agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas, pintar, dan tangguh,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan dasar, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang turut memastikan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan peserta didik.

“Insyaallah tahun ini pemerintah tetap memberikan program bantuan berupa seragam, sepatu, tas, dan buku gratis. Anak-anak harus terus semangat belajar dan meraih asa,” tambahnya.

Sebanyak 10 finalis berkompetisi dalam ajang ini. Nantinya, juara pertama akan mewakili Kota Bontang, untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Evaluasi Kinerja Triwulan I di 2026, Neni Tekankan Efektivitas Program dan Percepatan Realisasi

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat rapat koordinasi. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Bagian Administrasi Pembangunan Setda, menggelar rapat koordinasi guna memperkuat sinergi penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan APBD Triwulan I Tahun Anggaran 2026.

Pembahasan difokuskan pada tujuh program unggulan daerah dengan total 121 kegiatan, yakni Bontang Sehat, Bontang Pintar, Gerakan Ekonomi Bontang, Pelayanan Publik Prima, Menata Bontang, Komitmen Bontang, dan Inovasi Bontang.

Di pemaparan awal, terungkap masih terdapat sejumlah program yang belum berjalan optimal. Selain itu, kualitas data dan pelaporan juga dinilai perlu ditingkatkan kembali, termasuk dalam pencapaian penghargaan daerah.

“Realisasi keuangan dan fisik pada Triwulan I pun masih berada di bawah target, sehingga diperlukan percepatan pelaksanaan kegiatan,” ucap Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Rabu (29/4/2026).

Optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Proyek juga menjadi perhatian, khususnya untuk mendukung monitoring berbasis data yang lebih akurat dan terintegrasi.

Sehingga dalam arahannya, Neni menegaskan pentingnya efektivitas program di tengah keterbatasan anggaran. Ia meminta seluruh perangkat daerah tetap fokus pada solusi praktis, efisiensi penggunaan anggaran, serta memastikan program memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Program harus tetap berjalan dengan fokus pada solusi praktis, efisiensi anggaran, dan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan penguatan sektor kesehatan dan pendidikan, percepatan pembangunan sekolah rakyat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan dukungan digitalisasi layanan.

Rakor ini diharapkan menjadi wadah evaluasi rutin sekaligus mendorong percepatan implementasi berbagai program prioritas daerah agar lebih optimal dan tepat sasaran.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sudah Dibantu Kerja Warga Guntung, Eh Malah Cabuli Anak-Anak

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb29apr2026/mobile/

Bupati Soroti Ekowisata Panen Jagung Bukit Pelangi: Tuai Hasil Tapi Cara Tanam Masih ‘Semrawut’

0
Bupatj Kutim, Ardiansyah Sulaiman bersama pejabat lainnya melakukan panen jagung bersama. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Ekowisata berbasis pertanian di kawasan Bukit Pelangi mulai menunjukkan taring. Panen jagung yang dilakukan kelompok tani B-EST Golden Farm bukan sekadar aktivitas produksi, tapi juga menjadi daya tarik wisata petik hasil kebun.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang turun langsung ke lokasi mengapresiasi pengembangan kawasan tersebut. Menurutnya, konsep yang menggabungkan pertanian, peternakan, dan wisata ini mampu memberi alternatif rekreasi sekaligus mendorong ekonomi masyarakat.

“Bukan hanya jagung, di sini ada cabai, buncis, kacang panjang, bayam, kangkung. Bahkan ada ayam pedaging, ayam petelur, sampai pemancingan. Ini bisa jadi tempat masyarakat melepas penat sambil belanja hasil kebun,” ujarnya usai melakukan panen jagung bersama, Rabu (29/4/2026).

Namun di balik potensi besar itu, ia menyoroti persoalan mendasar pada teknik budidaya. Berbagai jenis jagung—mulai dari jagung pulut, jagung manis, hingga jagung pakan—ditanam dalam satu hamparan tanpa jarak yang jelas.

Akibatnya, terjadi penyerbukan silang yang membuat kualitas hasil sulit dibedakan.

“Ini harus diperbaiki. Kalau ditanam bersamaan dan berdekatan, nanti tercampur. Harusnya dipisah supaya hasilnya jelas,” tegasnya.

Meski demikian, peluang pasar disebut sudah terbuka lebar. Sejumlah perusahaan besar seperti PAMA dan KPC disebut telah melirik hasil sayuran dari kawasan tersebut.

Artinya, tantangan utama kini bukan lagi mencari pembeli, melainkan menjaga kualitas dan konsistensi produksi.

Di sektor peternakan, khususnya ayam pedaging, masih menghadapi kendala. Fluktuasi harga dan daya beli masyarakat yang belum stabil membuat penyerapan pasar belum maksimal.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian. Menghadapi potensi dampak El Nino, Bupati meminta penguatan infrastruktur sederhana seperti tandon air.

Ia bahkan mengusulkan desain tandon dilengkapi atap khusus agar mampu menampung air hujan secara optimal.

“Kalau hujan, airnya jangan terbuang. Harus bisa ditampung untuk cadangan,” katanya.

Ke depan, Bukit Pelangi diproyeksikan menjadi kawasan pertanian terpadu berbasis ekowisata. Tidak hanya menghasilkan, tetapi juga memberi pengalaman langsung kepada masyarakat.

“Orang datang bisa petik sendiri, beli langsung, sekaligus refreshing. Ini yang harus terus dikembangkan,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kualitas Baik, Orang Tua Ingin Menu MBG Lebih Bervariasi

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan manfaat nyata dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak. Salah satu orang tua siswa mengungkapkan bahwa, secara umum kualitas makanan yang disajikan sudah baik dan mencukupi kebutuhan anak-anak di sekolah.

“Kalau menurut saya kualitas makanannya baik dan tercukupi. Hanya saja, untuk menu yang disajikan, anak-anak seusia mereka kadang merasa bosan, meskipun itu hanya beberapa saja,” ucap Nur, salah satu orang tua siswa di Sekolah Kreatif.

Meski demikian, sejumlah catatan turut disampaikan berdasarkan respons anak-anak di lapangan. Beberapa siswa diketahui cukup berani mengungkapkan ketidaksukaan mereka, terhadap jenis makanan tertentu, seperti tahu dan sayuran. Akibatnya, makanan tersebut kerap tidak dimakan secara habis.

“Ada anak-anak yang tidak suka tahu dengan berbagai alasan, jadi mereka tidak makan. Ada juga yang membagikan makanannya ke teman,” jelasnya.

Selain itu, kualitas sayuran juga menjadi perhatian. Sebab beberapa hari lalu, ditemukan sayur yang sudah berbau atau terasa kurang segar. Sementara untuk lauk ayam, dinilai memiliki rasa yang enak, namun terkadang teksturnya terlalu keras, sehingga kurang nyaman untuk dikonsumsi anak-anak.

“Kadang rasanya juga berubah, misalnya ada menu yang terlalu asin. Anak-anak lebih suka, kalau menunya ada tambahan susu di dalamnya,” tambahnya.

Meski ada sejumlah kekurangan, program MBG tetap diapresiasi karena dinilai sangat membantu dalam pemenuhan gizi anak. Namun, ia menyarankan agar pemerintah juga mempertimbangkan program tambahan yang dapat membantu, pembiayaan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Untuk pemenuhan gizi sangat membantu. Tapi mungkin bisa juga ada program lain untuk membantu biaya anak-anak yang kurang mampu. Karena orang tua biasanya lebih tahu kesukaan anak dan ingin memberikan yang terbaik,” katanya.

Ia berharap ke depan program MBG dapat berjalan lebih konsisten, baik dari segi kualitas maupun variasi menu, sehingga semakin disukai anak-anak dan tujuan peningkatan gizi dapat tercapai secara optimal.

“Harapan saya program ini bisa lebih konsisten, makanannya lebih disukai anak-anak, dan tujuan pemenuhan gizi bisa tercapai dimanapun mereka berada,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pelaksanaan SPPG di SD Kreatif Bontang: Tepat Waktu, Kualitas Terus Ditingkatkan

0
Ilustrasi pengantaran MBG ke Sekolah Kreatif. (AI).

BONTANG – Pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SD Kreatif Bontang berjalan dengan koordinasi yang cukup baik, antara pihak sekolah dan penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk dapur penyedia MBG di Sekolah Kreatif, diketahui berlokasi di Jalan Flores, Kecamatan Bontang Barat. Sementara pihak SPPG secara rutin datang ke sekolah, untuk berkoordinasi terkait kondisi siswa.

Ika Bonita M, Kepala Sekolah Kreatif Muhammadiyah 2 mengatakan bahwa komunikasi awal dilakukan dengan membahas berbagai aspek penting, seperti kondisi kesehatan siswa, termasuk alergi makanan dan kebutuhan khusus lainnya.

“Jadi untuk informasi yang kami sampaikan ke petugas SPPG, kemudian disampaikan kembali oleh pihak MBG dan timnya, sebagai bahan evaluasi dan penyesuaian ke menu makanan para siswa,” ucapnya saat dihubungi, Jumat (24/4/2026).

Dari sisi pendistribusian, makanan umumnya tiba tepat waktu sesuai kesepakatan. Namun, sempat terjadi keterlambatan dalam beberapa waktu lalu, dimana makanan baru tiba sekitar pukul 13.00 Wita, dari jadwal awal pukul 12.00 Wita.

Kondisi tersebut membuat siswa harus menunggu dalam keadaan lapar, terlebih bagi yang tidak membawa bekal. Meski demikian, keterlambatan tersebut hanya terjadi sekali saja, dan selebihnya distribusi kembali berjalan normal.

Terkait dengan kualitas makanan, pihak sekolah mengakui bahwa awal pelaksanaan program, sempat muncul sejumlah keluhan dari siswa maupun guru. Beberapa di antaranya terkait kondisi sayur yang kurang segar, atau basi serta menu lauk yang dinilai monoton.

“Awal MBG datang ke sekolah, pihak guru duluan yang mencicipi, setelah itu baru siswa-siswinya yang makan. Seperti memastikan makanan tersebut,” tambahnya.

Karena sempat ada keluhan yang masuk, pihak MBG segera melakukan perbaikan. Evaluasi yang disampaikan dari pihak sekolah langsung ditindaklanjuti, sehingga pada hari-hari berikutnya kualitas makanan menunjukkan peningkatan.

“Kalau untuk nasinya yang disajikan pulen dan layak konsumsi, sementara untuk lauknya sendiri relatif sesuai selera masing-masing siswa,” paparnya.

Meski demikian, tantangan masih terdapat pada variasi menu. Siswa cenderung lebih menyukai makanan yang familiar, seperti ayam tepung. Sebaliknya, menu yang dianggap kurang umum atau bercita rasa asing, seperti spageti, kurang diminati sehingga berdampak pada penurunan nafsu makan.

Adapun komunikasi antara sekolah dan pihak SPPG terbilang intens dan responsif. Setiap keluhan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak yang bersangkutan. Termasuk dalam penyesuaian menu, bagi siswa yang menjalankan puasa Senin-Kamis.

“Kemarin sempat dapat menunya yang makanan kering, terbilang praktis untuk siswa yang berpuasa. Tetapi semenjak itu dilarang, menunya berlanjut ke makanan basah,” ungkapnya.

Secara umum, pihak sekolah menilai program ini sangat membantu, khususnya bagi siswa yang tidak membawa bekal atau berasal dari keluarga kurang mampu.

Harapannya ke depan, variasi menu dapat lebih disesuaikan dengan selera anak-anak, agar manfaat program bisa dirasakan secara maksimal.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam