Beranda blog Halaman 23

Porprov Kaltim 2026 Berpotensi Mundur ke 2027, Keterbatasan Anggaran Jadi Kendala

0
Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) mengatakan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur berpotensi ditunda hingga 2027.

Adapaun pelaksanaan awal, rencananya digelar pada November 2026 di Kabupaten Paser.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi menyatakan hal itu disampaikan setelah melakukan rapat koordinasi Dinas Pemuda dan Olahraga se-Kalimantan Timur yang berlangsung di Samarinda bersama KONI Provinsi Kaltim.

Hal yang menjadi isu utama yakni terkait kesiapan anggaran di daerah. Berdasarkan hasil pembahasan dalam rapat koordinasi, 10 kabupaten/kota menyarankan hal tersebut.

“Hanya dua daerah yang siap pembiayaan penuh untuk Porprov, yaitu Berau dan Balikpapan, sementara tempat lain belum termasuk Bontang” pungkasnya, Rabu (11/3/2026).

Padahal pelaksanaan Porprov VIII telah dijadwalkan sejak pelaksanaan Porprov di Berau pada 2024 lalu.

“Karena ternyata muncul isu efisiensi ini kita terkendala,” ujarnya.

Kebutuhan anggaran tidaknya hanya terkait dana pelatihan atlet, namun secara keseluruhan seperti seragam, transportasi, akomodasi, penginapan, uang saku dan uang bonus bagi peraih mendali.

Jika dipaksakan tetap 2026 dengan APBD perubahan. Anggaran perubahan biasanya baru selesai sekitar akhir September dan itu sangat mepet dengan jadwal pelaksanaannya di Bulan November.

Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan waktu pengadaan perlengkapan, hingga potensi kekurangan administrasi dalam laporan pertanggungjawaban anggaran.

“Rawan, karena waktunya singkat proses administrasi seperti SPJ juga rawan bermasalah,” tuturnya.

Selain itu, diperkirakan sekitar 7.000 atlet dan offisial akan hadir. Namun ketersediaan penginapan, transportasi, hingga fasilitas pendukung lainnya dinilai belum sebanding dengan kota besar seperti Samarinda atau Balikpapan.

Jika penundaan Porprov disepakati, maka kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada triwulan pertama 2027, “Kalau disepakati bisa jadi sekitar Bulan Maret,” selanya.

Penjadwalan itu juga mempertimbangkan agenda Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang diperkirakan akan berlangsung pada Mei atau Juni 2027, sehingga pelaksanaan tidak berdekatan.

Karena Paser merupakan tuan rumah maka keputusan final mengenai jadwal Porprov VIII Kaltim masih menunggu keputusuan Panitia Besar (PB) Porprov mereka.

“Keputusaanya harus bulan ini, karena bulan ini terakhir membahas untuk anggaran tahun depan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Gerakan Pangan Murah di Bontang Jelang Idulfitri, Masyarakat Boleh Beli 5 karung Beras

0
GPM oleh Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) kembali menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Hari Raya Idulfitri, Rabu (11/3/2025).

Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan harga pangan di masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Apalagi ini menjelang lebaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai komoditas pangan yang dijual dalam kegiatan tersebut dipastikan dalam kondisi aman dan berkualitas dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar. Salah satunya adalah cabai rawit yang saat ini di pasaran mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram.

“Di kegiatan ini kami membeli dari petani seharga Rp80 ribu per kilogram dan kami jual dengan harga yang sama kepada masyarakat. Jadi ada selisih sekitar Rp20 ribu dibandingkan harga pasar,” jelasnya.

Selain cabai, pemerintah juga mensubsidi beberapa komoditas lain seperti telur dan beras. Telur ukuran medium yang di pasar sekitar Rp65 ribu per piring dijual Rp60 ribu. Sementara beras premium yang biasanya dijual sekitar Rp77 ribu dijual Rp75 ribu, dan beras SPHP yang harga pasar sekitar Rp65.500 dijual Rp60 ribu.

“Untuk pembelian kami batasi agar semua masyarakat bisa mendapatkan, misalnya telur satu orang satu piring. Beras juga bisa dibeli hingga lima sak per orang, biasanya kan cuma dua saja,” tambahnya.

Debora juga mengungkapkan bahwa ketersediaan pangan di Bontang menjelang Idulfitri dipastikan aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian berlebihan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah tekanan ekonomi.

“Salah satu tugas utama pemerintah adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat,” katanya.

Pada pelaksanaan kali ini, pemerintah menyediakan berbagai komoditas pangan dengan jumlah yang cukup besar. Di antaranya beras SPHP sebanyak 800 sak dan beras premium sebanyak 400 sak, serta distribusi komoditas pangan lainnya dengan total sekitar enam ton.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ketetapan Nilai Zakat Fitrah di Kutim Sebesar Rp 40–Rp 50 Ribu

0
Ilustrasi Pembayaran zakat oleh Muzakki. (Ilustrasi-AI)

SANGATTA – Besaran zakat fitrah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk Ramadan 1447 H/2026 M resmi ditetapkan. Nilainya berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per jiwa, menyesuaikan dengan kualitas beras yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kutim Ahmad Barkati mengatakan, penetapan besaran zakat tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait. Langkah itu dilakukan agar nominal yang ditetapkan sesuai dengan kondisi harga beras di pasaran.

“Penentuan kadar zakat fitrah tahun ini diputuskan melalui rapat bersama pemerintah daerah, Baznas, MUI, perwakilan ormas Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta instansi terkait lainnya agar nominalnya relevan dengan harga pasar,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Secara ketentuan, zakat fitrah setara dengan 2,5 kilogram beras per jiwa. Namun bagi masyarakat yang menunaikannya dalam bentuk uang, Kemenag Kutim menetapkan tiga kategori sesuai kualitas beras yang biasa dikonsumsi.

Kategori pertama sebesar Rp50 ribu per jiwa, kategori kedua Rp45 ribu per jiwa, dan kategori ketiga Rp40 ribu per jiwa.

Selain zakat fitrah, Kemenag Kutim juga menetapkan besaran fidyah bagi umat Muslim yang tidak menjalankan puasa karena uzur syar’i. Nilainya ditetapkan sebesar Rp25 ribu per hari.

Ahmad Barkati menambahkan, besaran zakat fitrah tahun ini tidak mengalami perubahan dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya.

Ia juga mengingatkan para muzakki agar tidak menunda pembayaran zakat hingga mendekati malam takbiran. Masyarakat disarankan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim, LAZ yang terdaftar di Kementerian Agama, maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid atau musala setempat.

“Kami mengimbau muzakki menunaikan zakat melalui amil resmi paling lambat tiga hari sebelum 1 Syawal agar pendistribusian kepada mustahik dapat dilakukan sebelum hari raya,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Warga di BSD Berhasil Tangkap Buaya Pakai Setrum

0
Evakuasi buaya oleh petugas Disdamkarkan Bontang. (ist)

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang mengevakuasi seekor buaya yang sebelumnya ditangkap warga menggunakan setrum di belakang kebun warga di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Perumahan BSD Selasa (10/3/2026) malam.

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 19.30 WITA. Laporan tersebut disampaikan oleh seorang warga bernama Ahmad yang menginformasikan adanya buaya yang berhasil ditangkap warga.

“Petugas rescue langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga. Tiba di lokasi pada pukul 19.50 WITA, panjang buaya sekitar 3 meter,” ujarnya.

Menurut Amiluddin, wilayah tersebut memang dikenal sebagai kawasan yang kerap ditemukan kemunculan buaya, karena berada tidak jauh dari habitatnya. Karena itu, warga diminta tetap waspada saat beraktivitas di sekitar kebun maupun perairan.

“Karena sudah diamankan warga, petugas tinggal mengevakuasi” jelasnya.

Amiluddin juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani satwa liar berbahaya secara mandiri apabila menemukannya di lingkungan sekitar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pertamina Pastikan Stok BBM di Bontang Aman Hingga Arus Balik Lebaran

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb11mar2026/mobile/

Pemkot Bontang dan Pertamina Sidak Empat SPBU, Tidak Ditemukan Pelanggaran

0
Pertamima dan Pe.kot Bontang saat sidak SPBU di Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mendampingi Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bontang, Senin (9/3/2026).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan kualitas, kuantitas, serta kesiapan pelayanan SPBU menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono, mengatakan hasil monitoring tidak menemukan adanya pelanggaran.

“Alhamdulillah tidak ada temuan. Kami melakukan pengecekan menggunakan alat ukur bejana untuk memastikan volume BBM sesuai standar,” ujarnya.

Tim melakukan pemeriksaan di empat SPBU, yakni SPBU Kilo 6, Kilo 3, Akawi, dan Tanjung Laut. Selain mengecek volume BBM, tim juga melihat manajemen antrean kendaraan di setiap SPBU.

Langkah ini dilakukan karena sebelumnya beberapa SPBU sempat disoroti akibat antrean kendaraan yang cukup panjang.

Dalam sidak tersebut, tim juga memastikan kesiapan operasional SPBU saat hari raya Idulfitri.

Hasilnya, seluruh SPBU menyatakan siap tetap melayani masyarakat pada hari Lebaran, meskipun operasional dimulai setelah pelaksanaan salat Ied.

“Semua SPBU menyatakan siap melayani masyarakat saat Lebaran,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pertamina Pastikan Stok BBM di Bontang Aman hingga Arus Balik Lebaran

0
Saat Pertamina melakukan sidak di SPBU kota Bontang. (ist)

BONTANG – Pertamina memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Bontang dalam kondisi aman, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.

Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Hermawan Bagus Prabowo, mengatakan seluruh SPBU di Bontang masih memiliki stok BBM yang cukup.

“Empat SPBU di Bontang dan semuanya stok bahan bakar bersubsidinya aman,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, rata-rata stok Pertalite di setiap SPBU mencapai 16 ton per hari atau sekitar 64 ton per hari secara total. Sedangkan untuk solar subsidi berkisar antara 8 hingga 16 ton per hari di masing-masing SPBU.

Menurutnya, untuk memastikan distribusi tetap lancar selama Ramadan dan Idulfitri, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2026.

Satgas ini bertugas mengawasi penyaluran BBM di setiap SPBU serta memastikan volume distribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Hermawan juga mengimbau masyarakat, agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying akibat isu yang tidak jelas.

Ia menegaskan, stok BBM di Bontang juga mendapat dukungan suplai dari depot pengisian di Samarinda sehingga distribusi tetap terjaga.

“Kalau ada isu yang beredar silakan lapor ke kami. Nanti kami akan berkolaborasi dengan stakeholder untuk memastikan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat tidak melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan barcode untuk mendapatkan BBM subsidi.

“Produk BBM subsidi dilindungi negara dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemuda Ini Kedapatan Curi Puluhan Kilogram Klem Scaffolding di BSD, Beruntung Hanya Diberi Efek Jera

0
Pelaku saat diinterogasi. (Syakurah)

BONTANG – Seorang pemuda D (22) kedapatan melakukan aksi pencurian di Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD). Diketahui pemuda tersebut merupakan warga Rawa Indah.

Satpam BKL BSD, Yunus mengatakan bahwa ini adalah aksinya kedua di workshop yang ada di BSD di Jalan Gunung Kambuna. Naasnya ia tertangkap langsung oleh penghuni rumah yang tidak jauh dari workshop tersebut. Pelaku berusaha membawa satu karung berisi klem scaffolding. Adapun rumah tersebut diisi oleh para karyawan.

“Pintar dia cari celah, pas over shift kami dia melakukan aksi tersebut, rumah ini kan diisi kontraktor jadi kadang ada barang baru didrop untuk keperluan proyek. Siang bolong dia mencuri” pungkasnya.

Salah satu penghuni rumah yang merupakan karyawan menyatakan, bahwa pelaku melakukan aksi pertamanya pada Kamis (5/3/3026) dan langsung mengambil 20 kilogram klem scaffolding tersebut.

“Beberapa hari ini memang datang terus barang. Mungkin aksi pertama berhasil jadi tergiur mau lakukan lagi,” tuturnya.

Pemuda tersebut berhasil diamankan oleh pihak Bhabinkamtibmas Gunung Elai, Brigpol Asman Saputra. Brigpol Asman menjelaskan bahwa pemilik perusahaan tersebut meminta pengembalian klem tersebut. Adapun uang hasil penjualan digunakan untuk membeli minuman beralkohol.

“Atasannya memberikan toleransi, jadi efek jera ia harus mengembalikan, kalaupun tidak bisa, ia diminta mengembalikan harga sesuai jumlah klem yang telah ia besi tuakan. Kami juga panggil orang tuanya agar bisa melakukan kontrol kepada anak tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Diajak Go Digital, UMKM Dibekali Ilmu Marketing dan Fotografi

0
Pelatihan digital marketing dan fotografi yang digelar secara daring. (Istimewa)

SANGATTA – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sangatta dan Bengalon terus didorong agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Salah satunya melalui pelatihan digital marketing dan fotografi yang digelar PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom tersebut diikuti 30 pelaku UMKM binaan. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk dan jasa mereka.

Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah pihak yang terlibat dalam program pembinaan. Di antaranya Dept Head CSR PAMA Site KPC Coal Mining Project Agung Dwi Ananto Jati, Koordinator LPB PAMA Banua Etam Hendra, serta CEO PT Kampung Kaleng Indonesia Muhamad Arif Rahmat yang bertindak sebagai instruktur.

Peserta mendapatkan materi terkait strategi pemasaran digital, mulai dari pemanfaatan media sosial hingga teknik dasar fotografi produk. Materi tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM membuat konten visual yang lebih menarik sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dept Head CSR PAMA Site KPC Coal Mining Project Agung Dwi Ananto Jati mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha. Kami berharap UMKM binaan dapat memanfaatkan ilmu digital marketing dan fotografi untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya kepada awak media, Selasa (10/3/2026).

Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satunya Ana Bilqis, pemilik usaha Qies Art. Ia menilai materi yang diberikan sangat membantu dalam meningkatkan pemasaran produknya.

“Terima kasih kepada PAMA dan LPB yang telah melaksanakan kegiatan ini. Materinya sangat saya butuhkan untuk meningkatkan pemasaran produk saya, dan tentu juga bermanfaat bagi UMKM lainnya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, PAMA berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehingga UMKM binaan mampu berkembang lebih adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

“Kami ingin UMKM binaan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan bersaing di pasar digital yang semakin luas,” tutup Agung.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Potensi Zakat Kutim Capai Rp 920 Miliar, Baru Terhimpun Rp 21,9 Miliar

0
Penyerahan bantuan paket Ramadan secara simbolis kepada mustahik seorang sekuriti. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Potensi zakat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sangat besar. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp920,8 miliar. Namun hingga kini, penghimpunan zakat yang berhasil dikumpulkan masih jauh dari angka tersebut.

Ketua Baznas Kutim Masnip Sofwan menyampaikan, sepanjang tahun 2025 pihaknya berhasil menghimpun zakat, infak dan sedekah sebesar Rp21.919.425.931. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima di berbagai wilayah di Kutim.

“Dana zakat yang dihimpun telah disalurkan kepada 28.161 mustahik yang tersebar di seluruh kecamatan di Kutim. Penyalurannya melalui proses verifikasi faktual di lapangan, baik secara syar’i maupun administrasi,” ujar Masnip dalam acara Kutim Berzakat 2026 yang digelar di Ruang Meranti, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, gerakan Kutim Berzakat merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

Baznas Kutim menyalurkan dana zakat melalui lima program unggulan, yakni bidang sosial (Kutim Peduli), kesehatan (Kutim Sehat), pendidikan (Kutim Cerdas), ekonomi (Kutim Sejahtera), serta keagamaan (Kutim Taqwa).

Berbagai program telah dijalankan, di antaranya bantuan beasiswa perguruan tinggi, bantuan bagi pondok pesantren, bantuan lansia, hingga program pemberdayaan ekonomi melalui dukungan bagi pelaku UMKM serta pengembangan usaha masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya optimalisasi pengumpulan zakat, khususnya dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan perusahaan di Kutim.

Menurutnya, zakat merupakan kewajiban umat Islam yang telah diperintahkan secara jelas dalam Al-Qur’an.

“Zakat itu bukan sekadar diumumkan, tapi memang harus diambil. Dalam Al-Qur’an kalimatnya perintah. Artinya hukumnya wajib,” tegas Ardiansyah.

Ia menambahkan, zakat memiliki berbagai jenis yang dapat ditunaikan oleh umat Islam. Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar penyaluran zakat dilakukan melalui Baznas sebagai lembaga resmi yang memiliki kewenangan sesuai regulasi.

Momentum bulan suci Ramadan, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran para muzakki dalam menunaikan kewajiban zakat.

“Kalau potensi zakat ini bisa dimaksimalkan, manfaatnya akan sangat besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di Kutim,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam