Beranda blog Halaman 243

Komunitas Pixelarasi Hadirkan Ruang Baca Gratis

0
Lapak baca Komunitas Pixelarasi di Taman Pintar Tenggarong. (Ady/MKN)

TENGGARONG — Di tengah dominasi penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari, sekelompok anak muda di Kutai Kartanegara memilih menghadirkan alternatif dengan menggelar lapak baca gratis di ruang terbuka.

Melalui Komunitas Pixelarasi, mereka rutin membuka lapak baca di Taman Pintar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, setiap Minggu sore.

Berawal dari keresahan terhadap rendahnya minat baca, komunitas ini berinisiatif menciptakan ruang literasi yang lebih santai dan mudah diakses masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan ruang alternatif yang santai dan terbuka, supaya masyarakat, terutama anak muda, bisa kembali akrab dengan buku,” ujar Fajar, anggota Komunitas Pixelarasi, Minggu (19/4/2026).

Dengan konsep sederhana, tikar digelar dan berbagai buku disusun rapi. Pengunjung bebas datang, duduk, dan membaca tanpa aturan yang rumit.

Lapak baca ini menyediakan beragam koleksi, mulai dari buku anak-anak hingga bacaan umum, sehingga dapat dinikmati semua kalangan.

Suasana yang tercipta pun berbeda dari ruang baca formal. Anak-anak terlihat santai membaca, remaja larut dalam buku, sementara sebagian lainnya berdiskusi ringan.

Konsep ruang terbuka ini menghadirkan pengalaman membaca yang lebih hangat dan tidak kaku. Taman yang sebelumnya hanya menjadi tempat rekreasi kini perlahan berubah menjadi ruang belajar inklusif.

“Di sini orang bisa membaca sambil bersantai. Harapannya, membaca tidak lagi dianggap membosankan,” jelas Fajar.

Selain itu, komunitas juga membuka partisipasi masyarakat melalui donasi buku maupun keterlibatan langsung dalam kegiatan.

Seiring waktu, jumlah koleksi dan pengunjung terus meningkat. Dari langkah sederhana, gerakan ini mulai memberi dampak nyata dalam membangun budaya literasi di Tenggarong.

“Langkah kecil ini kami harap bisa menumbuhkan kembali minat baca di masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Remaja Dominasi Balap Liar, Pengawasan Orang Tua Ditekankan

0
Kasatlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli. (Ady/MKN)

TENGGARONG — Aktivitas balap liar kembali menjadi sorotan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain mengganggu ketertiban, fenomena ini dinilai menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pengguna jalan.

Sejumlah titik, khususnya di jalur dua poros Tenggarong menuju Samarinda, kerap dimanfaatkan sebagai lintasan kebut-kebutan oleh kalangan remaja. Aktivitas ini cenderung meningkat menjelang akhir pekan, saat kondisi jalan relatif lengang pada malam hari.

Kasatlantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli, menyebut kawasan tersebut masuk kategori rawan kecelakaan. Kecepatan tinggi yang tidak terkendali menjadi faktor utama terjadinya insiden.

“Sudah banyak kejadian kecelakaan di sana karena pengendara melaju dengan kecepatan berlebih. Ini sangat berbahaya,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, pihak kepolisian terus melakukan pemantauan serta memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menekan aktivitas balap liar. Menurutnya, berkendara tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga kemampuan mengendalikan kendaraan dalam berbagai situasi.

“Berkendaralah dengan kecepatan sewajarnya yang bisa dikuasai, sehingga tidak membahayakan,” tegasnya.

Fandoli juga menyoroti dominasi kalangan remaja dalam aktivitas tersebut. Mereka memanfaatkan kondisi jalan lurus dan minim pengawasan untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Selain itu, ia mengungkap adanya indikasi remaja dari luar daerah yang datang ke Tenggarong untuk ikut dalam balap liar, sehingga memperbesar potensi risiko di lapangan.

Karena itu, kepolisian menekankan pentingnya peran orang tua dalam melakukan pengawasan. Banyak kasus, kata dia, berawal dari aktivitas anak yang tidak terpantau saat keluar rumah pada malam hari.

“Kalau anak keluar dengan alasan yang tidak jelas, sebaiknya tidak diizinkan,” katanya.

Kepolisian berharap kesadaran bersama dari masyarakat dapat menekan angka kecelakaan sekaligus menjaga situasi lalu lintas tetap aman dan tertib.

“Peran orang tua sangat penting untuk mencegah anak terlibat balapan liar,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Reskrim Jempang Tangkap Terduga Pengedar Sabu

0
Terduga pelaku berinisial YP (31) diamankan bersama barang bukti oleh Tim Unit Reskrim Polsek Jempang. (Polsek Jempang)

SENDAWAR — Tim Unit Reskrim Polsek Jempang mengamankan seorang pemuda berinisial YP (31) di sebuah bengkel tambal ban di RT 002, Kampung Mancong, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 11.30 WITA.

Kapolsek Jempang, Iptu Suyoto, menjelaskan penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, tim Reskrim melakukan pengintaian di sekitar lokasi dan mendapati seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan yang kemudian diketahui sebagai YP.

“Tim kemudian mendatangi yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Iptu Suyoto, Minggu (19/4/2026).

Sebelum penggeledahan, petugas menghadirkan dua warga sebagai saksi, yakni Hasan dan Benny Xriston, untuk menyaksikan proses tersebut.

Saat penggeledahan, petugas menemukan satu poket sabu yang dibungkus tisu di tangan kanan pelaku. Pencarian kemudian dilanjutkan ke dalam bengkel, dan ditemukan enam poket sabu lainnya di dalam tas selempang warna abu-abu milik pelaku.

Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp1,2 juta dalam pecahan Rp100 ribu sebanyak 12 lembar, yang diduga merupakan hasil transaksi narkotika.

“Total barang bukti yang diamankan sebanyak tujuh poket sabu dengan berat bruto 2,18 gram,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku bersama barang bukti dibawa ke Polsek Jempang untuk proses hukum lebih lanjut.

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Pemkab Mahulu Dorong Tata Kelola Berbasis Data

0
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Mahakam Ulu, Kristina Tening (duduk kedua kiri), saat memimpin forum simpul jaringan data daerah bersama OPD dan camat di Kantor Bappelitbangda Mahulu. (Prokopim Mahulu)

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data melalui forum simpul jaringan data daerah yang digelar di Kantor Bappelitbangda, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Mahulu, Kristina Tening, yang membacakan sambutan Bupati Mahakam Ulu.

Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, efektif, dan berbasis data.

“Dengan kondisi geografis Mahakam Ulu yang luas serta tantangan aksesibilitas, data yang terintegrasi menjadi kebutuhan utama dalam perencanaan pembangunan,” ujar Kristina.

Ia menekankan bahwa penguatan simpul jaringan data, termasuk data geospasial, menjadi kunci dalam menghadirkan informasi yang akurat dan saling terhubung, sehingga kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran.

Kristina juga mengingatkan bahwa forum tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menghasilkan rencana aksi yang jelas, terukur, dan implementatif.

“Harus ada tindak lanjut yang konkret dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati agar memiliki kekuatan hukum,” tegasnya.

Selain itu, seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kualitas pengelolaan data, baik dari sisi akurasi, standar, maupun sistem. Forum ini juga diharapkan berjalan berkelanjutan serta terdokumentasi sebagai bahan evaluasi.

Dalam kesempatan itu, Bappelitbangda ditegaskan sebagai leading sector dalam mengawal implementasi Satu Data Indonesia di Mahulu, termasuk memastikan koordinasi lintas perangkat daerah berjalan efektif.

Melalui forum ini, Pemkab Mahulu berharap terwujud pemerintahan yang cerdas dan berbasis data, di mana setiap kebijakan pembangunan disusun berdasarkan informasi yang valid dan terintegrasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terkait kebutuhan data sektoral dan geospasial, serta diakhiri dengan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama.

Turut hadir Kepala Bappelitbangda Mahulu Yohanes Andy Abeh, Kepala BPS Muhammad Fauzi, serta para kepala OPD dan camat di lingkungan Pemkab Mahakam Ulu.

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Suhuk Puji Petani, Panen Padi Jadi Simbol Ketekunan Warga

0
Wakil Bupati Mahulu, Suhuk (kemeja putih), saat mengikuti prosesi adat syukuran dan pesta panen padi “Mecak Undat Lepek Majau” di Kampung Datah Bilang Baru, Kecamatan Long Hubung. (Prokopim Mahulu)

UJOH BILANG — Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, memberikan apresiasi kepada para petani dan masyarakat Kampung Datah Bilang Baru atas kerja keras mereka dalam mengelola lahan pertanian hingga menghasilkan panen yang baik.

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan syukuran dan pesta panen padi “Mecak Undat Lepek Majau” di Kampung Datah Bilang Baru, Kecamatan Long Hubung, Kamis (16/4/2026).

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petani yang telah bersungguh-sungguh mengolah lahan, merawat padi hingga masa panen. Ini adalah cerminan jiwa agraris masyarakat Mahakam Ulu yang patut kita banggakan,” ujar Suhuk.

Ia menilai keberhasilan panen tersebut tidak lepas dari kerja keras, ketekunan, serta semangat gotong royong masyarakat. Selain menjadi bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga tradisi adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Panen padi ini adalah bukti bahwa bumi Mahakam Ulu mampu memberikan hasil yang berlimpah jika dikelola dengan baik dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Suhuk menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berkomitmen untuk terus mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, berbagai program telah dijalankan, mulai dari penyediaan bibit unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan teknis oleh penyuluh.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan serta kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah kampung, termasuk Datah Bilang Baru.

Kegiatan syukuran panen ini juga diisi dengan rangkaian prosesi adat serta kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, yang sekaligus mempererat hubungan serta memperkuat nilai kearifan lokal di Mahulu.

Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala DKPP Engelbertus Ibrahim, Plt Kepala DPMK Surianto, Sekretaris DPU-PR Ding Kueng, Kepala Bagian Prokopim Christianus Arie Dedy Bang, serta jajaran OPD dan unsur lembaga adat setempat.

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Damkar Melak Luka Bakar Saat Evakuasi Barang Warga

0
Petugas Damkar Posko Melak, Arifin alias Ipin, saat mendapat penanganan medis di RS Santa Familia Barong usai insiden kebakaran di Melak. (Istimewa)

SENDAWAR — Seorang personel pemadam kebakaran (Damkar) Posko Kecamatan Melak, Arifin alias Ipin, mengalami luka bakar pada tangan kiri saat bertugas memadamkan kebakaran di Jalan KH Dewantara, RT 28, Kelurahan Melak Ulu, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 17.35 WITA.

Arifin sempat dilarikan ke Rumah Sakit Santa Familia Barong Tongkok oleh rekan-rekannya untuk mendapatkan penanganan medis.

Insiden terjadi saat Arifin bersama tim Damkar berjibaku memadamkan kobaran api yang melahap rumah milik warga berinisial KR. Di tengah proses pemadaman, Arifin diduga terkena semburan api saat berada di dalam bangunan.

Ia mengaku saat itu tengah membantu mengevakuasi barang-barang berharga milik korban ketika api tiba-tiba menyambar.

“Posisi saya di dalam rumah bantu keluarkan barang, tiba-tiba api menyambar,” ujar Arifin, Minggu (19/4/2026).

Rekan-rekan tim Damkar bersama warga setempat langsung memberikan pertolongan pertama sebelum korban dievakuasi ke rumah sakit.

Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Arifin hanya menjalani perawatan tanpa harus dirawat inap dan diperbolehkan pulang pada malam harinya.

“Saya hanya ditangani tim medis, tidak sampai rawat inap. Alhamdulillah sekarang sudah stabil,” ungkapnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran di lapangan dalam upaya melindungi masyarakat dari bahaya kebakaran.

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Viktor Yuan: BBM Naik, Rakyat Pedalaman Paling Terpukul

0
Ketua Umum DAD Kaltim, Viktor Yuan. (Hanafi)

SAMARINDA — Penolakan terhadap potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menguat di Kalimantan Timur. Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltim menegaskan sikapnya menolak kebijakan tersebut, terlebih setelah adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina (Persero) yang mulai berlaku sejak 18 April 2026.

Ketua Umum DAD Kaltim, Viktor Yuan, menyatakan pihaknya siap mengambil langkah jika kebijakan kenaikan hingga menyentuh BBM subsidi diberlakukan pemerintah.

“Jika ini terjadi, kami tidak akan tinggal diam. Kami siap bergerak untuk membela kepentingan masyarakat, khususnya di pedalaman,” tegas Viktor, Sabtu (18/4/2026).

Ia menilai, kenaikan BBM akan memicu efek berantai, mulai dari lonjakan harga kebutuhan pokok, meningkatnya biaya transportasi, hingga tekanan inflasi yang berdampak pada daya beli masyarakat.

“BBM naik, semuanya ikut naik. Ini menyangkut kehidupan masyarakat luas,” ujarnya.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan. Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite meningkat dari Rp14.200 menjadi sekitar Rp23.600–Rp24.150 per liter, sementara Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Di sisi lain, sejumlah BBM lainnya tetap stabil, seperti Pertamax (RON 92) di angka Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 sebesar Rp12.900 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, serta BioSolar Rp6.800 per liter.

Viktor menegaskan masyarakat pedalaman akan menjadi kelompok paling terdampak jika tren kenaikan berlanjut. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah hulu masih sangat bergantung pada BBM bersubsidi.

“Di pedalaman tidak ada alternatif. Semua transportasi masih bergantung pada BBM,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi harga BBM di daerah hulu yang kerap jauh di atas harga resmi. Dalam situasi normal, harga Pertalite bisa mencapai Rp35 ribu per liter, bahkan melonjak hingga Rp50 ribu saat distribusi terganggu.

“Kalau di kota saja sudah naik, di pedalaman bisa jauh lebih mahal. Ini yang kami khawatirkan,” katanya.

DAD Kaltim menilai kondisi tersebut sebagai ironi, mengingat Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah penghasil sumber daya energi dan migas.

“Kita daerah penghasil, tapi masyarakat justru membeli BBM dengan harga tinggi. Ini tidak adil,” tegas Viktor.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengedepankan dialog terlebih dahulu melalui jalur audiensi. Namun, opsi langkah lanjutan tetap terbuka jika tidak ada respons dari pemerintah.

“Kami mulai dari dialog. Tapi kalau tidak ada respons, kami siap mengambil langkah lebih lanjut,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar masih tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.

DAD Kaltim berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi riil masyarakat sebelum mengambil keputusan strategis.

“Jangan sampai kebijakan ini justru semakin membebani rakyat,” pungkasnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Pria Diduga Pengedar Sabu Diamankan di Rumah Kos

0
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan. (Ist).

BONTANG – Unit II Sat Resnarkoba Polres Bontang telah berhasil mengamankan seorang pria. Ia diduga memiliki dan mengedarkan narkotika jenis sabu, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Terduga diketahui berinisial ML (24), salah satu warga di Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

Terduga merupakan seorang karyawan swasta, dan aksi penangkapan dilakukan di sebuah rumah sewa atau kos yang berlokasi di Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut.

Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Larto menyebutkan bahwa petugas sebelumnya melakukan penyelidikan dan pemantauan terlebih dahulu di lokasi yang dimaksud. Saat dilakukan penggerebekan, petugas mendapati pelaku berada di dalam kamar kos.

“Dari hasil penggeledahan awal, kami langsung menemukan satu bungkus plastik klip yang berisi dua paket plastik bening berisi kristal putih diduga sabu dengan berat 1,05 gram, serta uang tunai Rp250 ribu,” ungkapnya, Minggu (19/4/2026).

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa satu unit handphone dan satu unit mobil, yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersangka.

Penggeledahan kemudian dilanjutkan di tempat tinggal tersangka, dimana petugas kembali menemukan barang bukti lainnya seperti plastik klip, timbangan digital, dua sedotan berujung runcing, serta alat hisap (bong).

“Hasil interogasi awal, tersangka mengakui bahwa seluruh barang bukti yang telah kami temukan tersebut merupakan miliknya,” bebernya.

Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan petugas saat ini langsung dibawa ke Polres Bontang, guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) junto ketentuan dalam Undang-Undang terkait narkotika dan KUHP terbaru, dengan ancaman pidana sesuai peraturan yang berlaku.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Komitmen Pemkot pada Pendidikan dan SDM: Luncurkan Beasiswa UKT dan Wajibkan Perusahaan Rekrut 75 Persen Tenaga Kerja Lokal

0
Wali Kota Neni saat menghadiri wisuda STTIB. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam bidang pendidikan adalah melalui program beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang telah diberikan kepada 1.269 mahasiswa asal Kota Bontang.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Wisuda Sarjana Teknik Kimia dan Mesin ke-IX Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB), Kamis (16/04/2026) pagi di Auditorium 3 Dimensi.

Dijelaskannya, program ini dirancang untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghambat bagi putra-putri daerah dalam menggapai prestasi akademik dan meraih masa depan yang lebih baik.

Selain itu, keberpihakan Pemerintah Kota Bontang terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal juga tercermin dalam kebijakan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018, yang mewajibkan perusahaan di Kota Bontang untuk merekrut minimal 75 persen tenaga kerja lokal.

Kebijakan ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sehingga prestasi dan kompetensi lulusan lokal dapat terserap secara optimal, serta berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Bontang. (Rls)

Editor: Yusva Alam 

Iwan Purnomo Nahkodai NPCI Bontang 2026–2031, Neni Dorong Kemajuan Olahraga Disabilitas di Daerah

0

BONTANG – Iwan Purnomo dikukuhkan sebagai Ketua NPCI Kota Bontang. Kepengurusan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bontang masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Graha Pemuda Kantor Dispopar, Sabtu (18/4).

Dalam sambutannya usai penandatanganan berita acara pelantikan, Neni Moerniaeni menegaskan pentingnya peran dan tanggung jawab pengurus NPCI, dalam mendorong kemajuan olahraga disabilitas di daerah.

Ia menekankan bahwa dedikasi dan integritas menjadi kunci dalam mencetak prestasi atlet.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus NPCI Kota Bontang periode 2021–2026 atas komitmen dalam membina atlet disabilitas, hingga mampu meraih berbagai prestasi di tingkat regional maupun nasional.

Menurutnya, NPCI memiliki peran strategis tidak hanya sebagai organisasi olahraga, tetapi juga sebagai wadah pembinaan, pengembangan potensi, serta ruang aktualisasi bagi penyandang disabilitas.

Keberhasilan kontingen Indonesia pada ajang ASEAN Para Games 2025 dengan raihan ratusan medali, disebut sebagai bukti nyata kemajuan pembinaan atlet disabilitas di tanah air.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan olahraga disabilitas sejalan dengan komitmen global melalui Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD), serta regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin kesetaraan hak, termasuk dalam bidang olahraga.

“Hal ini juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Bontang 2025–2029 yang menitikberatkan pada transformasi sosial menuju sumber daya manusia yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas hingga masyarakat, untuk bersama-sama memperkuat dukungan terhadap pengembangan olahraga disabilitas.

Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus NPCI Kota Bontang yang baru dilantik, seraya berharap kepengurusan ini mampu menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan memberikan ruang luas bagi atlet disabilitas untuk terus berkembang dan berprestasi. (rls)

Editor: Yusva Alam