Beranda blog Halaman 343

200 Guru se-Bontang Belajar AI For Educator

0
Pelatihan Luring Microsoft Elevate: AI For Educator, untuk 200 guru di Kota Taman. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bekerjasama dengan PT. Kaltim Nitrate Indonesia memberikan Pelatihan Luring Microsoft Elevate: AI For Educator, untuk 200 guru di Kota Taman pada Senin (12/01/2026) pagi di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Walikota Neni Moerniaeni ini, digelar selama 2 hari mulai hari ini sampai 13 Januari besok.

Dalam menghadapi perkembangan digital, workshop tersebut akan berfokus agar para pendidik tidak hanya berperan sebagai pengguna namun juga creator.
Para guru yang mengikuti pelatihan itu akan diajarkan tidak hanya bagaimana membuat prompt, tapi juga dapat membuat Ai agent itu sendiri.

Government Community Relation & GA Dept. Head PT KNI, Reza Zacharias mengharapkan program ini dapat menjadi solusi dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dan pendidik di era digital.

“Program ini berfokus pada pemberdayaan para educator untuk menumbuhkan potensi kecerdasan buatan dalam membantu proses dalam kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Program ini menurutnya juga menjadi pembuka kerjasama dengan Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Senada dengan itu Wali Kota Bontang Neni menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pendidik, di bidang teknologi khususnya dalam penggunaan AI. Pemerintah Kota Bontang juga menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselengaranya programm tersebut.

“Workshop microsoft elevate ini merupakan wujud nyata kolaborasi strategis antara PT. KNI, Microsoft, dan Biji-Biji Initiative, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan serta mendukung kompentensi guru di Kota Bontang.” ungkapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Luapan Sungai Merban Ancam Batu Timbau Ulu, Desa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

0
Debit air semakin naik akibat curah hujan tinggi mulai memicu genangan di pemukiman warga Desa Batu Timbau Ulu. (Dok Pemkab Kutim)

SANGATTA – Ancaman luapan Sungai Merban kembali menghantui warga Desa Batu Timbau Ulu, Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur (Kutim). Peningkatan debit air akibat curah hujan tinggi mulai memicu genangan di permukiman warga, memaksa aparat kepolisian dan pemerintah desa untuk meningkatkan kewaspadaan dan bergerak cepat melakukan langkah antisipasi.

Pantauan di lapangan pada Senin (12/1/2026) menunjukkan genangan air setinggi sekitar 15 sentimeter telah merendam sejumlah rumah warga di RT 01 dan RT 03. Sedikitnya 10 rumah terdampak, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang kurang memadai, sehingga air hujan tidak tertampung dan meluap ke permukiman.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Ia meminta jajaran Polsek dan Polsubsektor di wilayah rawan banjir untuk tidak hanya melakukan pemantauan rutin, tetapi juga mendorong langkah mitigasi nyata bersama pemerintah desa.

“Jangan menunggu air naik lebih tinggi baru bertindak. Jika tren debit Sungai Merban terus meningkat, Pemdes harus segera menyiapkan posko bencana dan dapur umum. Keselamatan warga adalah prioritas,” tegas Fauzan saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pengalaman banjir di sejumlah wilayah menunjukkan bahwa keterlambatan respons sering kali memperburuk dampak bencana, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang tinggal di bantaran sungai.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada meskipun prakiraan cuaca menunjukkan intensitas hujan cenderung menurun. Potensi luapan dinilai masih terbuka, terutama jika hujan kembali turun di wilayah hulu Sungai Merban.

“Anggota kami di lapangan memonitor perkembangan debit air secara berkala. Kami minta warga mengikuti arahan petugas dan segera melapor jika kondisi memburuk,” tambahnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolsubsektor Batu Ampar, Ipda Adiansyah, telah menyampaikan imbauan langsung kepada perangkat Desa Batu Timbau Ulu. Meski hingga kini sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing karena genangan dianggap belum membahayakan, aparat dan pemerintah desa diminta tidak lengah.

Persiapan logistik, penentuan titik kumpul evakuasi, serta rencana pendirian posko darurat menjadi fokus utama sebagai langkah antisipasi jika luapan sungai semakin meluas. Ancaman banjir ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat agar dampak terhadap warga dapat ditekan sejak dini.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jembatan Rusak di Suka Raja Ditangani, OIKN Siapkan Opsi Bailey atau Box Culvert

0
Tim teknis OIKN turun ke lapangan melakukan pengukuran badan jalan untuk rencana pemasangan jembatan darurat konstruksi besi di RT 24 dan RT 25 Desa Suka Raja, Senin (12/1/2026). (Rahmad for MKN)

NUSANTARA – Keluhan warga terkait jembatan rusak di wilayah RT 24 dan RT 25 Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, mendapat respons cepat dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Jembatan yang berada sekitar 12 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) tersebut sebelumnya dilaporkan dalam kondisi rusak dan rawan ambrol.

Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN menyampaikan bahwa penanganan jembatan akan dilakukan dengan dua opsi alternatif, yakni pemasangan jembatan darurat jenis bailey atau penggunaan box culvert.

“Nanti akan kita atasi dengan dua opsi, apakah menggunakan jembatan bailey atau box culvert,” ujar Deputi, Senin (12/1/2026).

Sebagai tindak lanjut, pada sore hari sekitar pukul 16.41 Wita, tim teknis OIKN bersama pihak terkait turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran panjang dan kondisi badan jalan di area jembatan yang rusak.

Ketua RT 25, Waras Rahmad Abdillah alias Sableng, mengungkapkan bahwa pengukuran dilakukan sebagai bagian dari persiapan pemasangan jembatan sementara.

“Ini ada Pak Arif Rachman dari OIKN dan Mbak Ratu di lokasi. Mereka mengupayakan pemasangan jembatan sementara di tiga titik untuk mengatasi persoalan di lapangan,” terang Sableng.

Menurutnya, opsi jembatan sementara jenis bailey menjadi prioritas untuk segera direalisasikan. Jembatan darurat tersebut direncanakan menggunakan konstruksi besi dengan panjang sekitar 18 meter dan lebar antara 4 hingga 5 meter.

“Jembatan sementara (bailey) akan disegerakan. Panjangnya sekitar 18 meter, lebarnya 4 sampai 5 meter,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Sarana dan Prasarana Sosial OIKN, Agus Ahyar, mengatakan bahwa untuk persoalan banjir pihaknya memang memiliki keterbatasan kewenangan. Namun demikian, OIKN tetap akan melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait penanganan aliran air di kawasan tersebut.

“Kalau soal banjir, kami memang tidak bisa berbuat banyak. Tetapi tetap akan kami koordinasikan dengan BWS. Untuk jembatan ini, kami upayakan. Semoga jembatan bailey yang ada di IKN bisa dipindahkan sementara ke sini,” ujar Agus saat ditemui di lokasi, sehari sebelumnya. (MK)

Ramai Dikritik Warga, Disporapar Paser Tegaskan Tugu Burung Tiong Belum Tahap Akhir

0
Tugu Burung Tiong di kawasan Gentung Temiang. (Nash)

PASER – Tugu Burung Tiong yang berdiri di kawasan Gentung Temiang, tepatnya di Jalan Kusuma Bangsa Kilometer 5, Kecamatan Tanah Grogot, menjadi sorotan publik setelah Direkonstruksi oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser.

Sejumlah komentar bermunculan di media sosial, mempertanyakan kesesuaian bentuk tugu tersebut dengan Burung Tiong yang telah ditetapkan sebagai maskot resmi Kabupaten Paser melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 Tahun 2022.

Dalam peraturan tersebut, Burung Tiong digambarkan sebagai simbol kedamaian masyarakat Paser, dengan bentuk burung yang mengepakkan sayap dan berdiri di atas tonggak kayu setinggi delapan depa. Namun, pasca rekonstruksi dengan anggaran sekitar Rp100 juta, tugu tersebut dinilai belum mencerminkan desain sebagaimana diatur dalam Perbup, melainkan hanya mengalami perubahan arah posisi dari bangunan sebelumnya.

Menanggapi kritik publik tersebut, Kepala Disporapar Paser, Kurniawan, menegaskan bahwa pembangunan Tugu Burung Tiong belum sepenuhnya rampung dan masih berada dalam tahap pengerjaan.

“Untuk saat ini, tugu itu belum sepenuhnya selesai. Masih dalam tahap pengerjaan, sehingga kami masih membuka diri terhadap berbagai saran dan masukan,” ujar Kurniawan, Senin (11/1/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan yang dapat dilakukan dalam waktu dekat pada tahun ini baru sebatas pewarnaan tugu. Sementara untuk perubahan fisik bangunan agar sesuai dengan desain maskot dalam Perbup, akan diusulkan pada waktu berikutnya.

“Karena waktu yang tersedia dalam APBD Perubahan 2025 sangat terbatas, maka yang bisa kami lakukan baru rehabilitasi bentuk awal burung dan pengaturan arah menghadap ke jalan,” jelasnya.

Kurniawan mengakui bahwa bentuk Tugu Burung Tiong yang saat ini berdiri memang belum sepenuhnya menyerupai maskot resmi Kabupaten Paser. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengabaikan ketentuan Perbup dan berkomitmen melakukan perbaikan ke depan.

“Kami tidak bermaksud untuk tidak mengikuti Perbup. Perbaikan akan tetap dilakukan, hanya saja tidak bisa dalam waktu dekat,” tegasnya.

Menurut Kurniawan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Paser telah berkomitmen memfokuskan anggaran pada pembangunan venue olahraga, seiring semakin dekatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII Kalimantan Timur.

“Saat ini kami fokus pada persiapan Porprov. Untuk tahun ini, perbaikan yang memungkinkan baru sebatas pewarnaan. Perbaikan fisik akan kami usulkan pada tahun berikutnya,” pungkasnya. (MK)

Jembatan Seniur 2 Tersendat Klaim Warga, DPRD Paser Tegaskan Bantaran Sungai Milik Negara

0
RDP gabungan komisi membahas terhentinya pembangunan Jembatan Seniur 2 di Desa Lolo. (Nash)

PASER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan komisi untuk membahas terhentinya pembangunan Jembatan Seniur 2 di Desa Lolo, Kecamatan Kuaro. Pembangunan jembatan tersebut terhambat akibat sengketa lahan yang diklaim oleh seorang warga.

Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi, menjelaskan bahwa penghentian sementara pembangunan Jembatan Seniur 2 disebabkan adanya klaim kepemilikan lahan oleh warga yang menyatakan lokasi pembangunan jembatan berada di atas tanah miliknya.

“Pembangunan ini terhenti karena ada klaim dari warga yang menyebutkan bahwa jembatan tersebut berdiri di atas lahannya,” ujar Hendra Wahyudi, Senin (12/1/2026).

Untuk mencari solusi, DPRD Paser menggelar RDP dengan menghadirkan seluruh unsur terkait, termasuk perwakilan warga yang mengklaim kepemilikan lahan, dengan harapan dapat dicapai kesepakatan bersama agar pembangunan tidak terus tertunda.

Namun, karena pertemuan tersebut belum menghasilkan mufakat, DPRD Paser meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk meninjau dan membatalkan sertifikat lahan yang diklaim warga tersebut. Pasalnya, lahan yang disengketakan berada di kawasan bantaran sungai.

“Jika memang sertifikat itu terbit di kawasan bantaran sungai, kami minta ATR/BPN untuk membatalkannya. Karena ini jelas menghambat pembangunan jembatan,” tegas Hendra.

Ia menegaskan bahwa bantaran sungai atau sempadan sungai merupakan tanah negara yang tidak dapat dimiliki oleh perorangan maupun badan usaha. Hal tersebut, kata dia, telah diatur dalam Pasal 5 dan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, serta Pasal 1 angka 8 dan Pasal 17 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011.

“Bagaimanapun juga, bantaran sungai ini adalah tanah negara. Pemerintah daerah tidak mungkin melakukan ganti rugi atas tanah tersebut,” ujarnya.

Senada dengan itu, Camat Kuaro, Finandar Astaman, mengatakan bahwa secara aturan pemerintah memang tidak dapat melakukan ganti rugi lahan di kawasan bantaran sungai. Namun demikian, pihak kecamatan telah berupaya mencari solusi alternatif untuk mengakomodasi hak warga.

“Kami mencoba mencari solusi pembiayaan ganti rugi dari pihak ketiga yang berkepentingan dengan akses jembatan tersebut,” jelas Finandar.

Menurutnya, nilai ganti rugi yang rasional berada di kisaran Rp25 juta hingga Rp30 juta. Hal itu didasarkan pada informasi bahwa lahan tersebut sebelumnya dibeli dengan nilai Rp10 juta pada tahun 2023.

“Kalau diganti Rp25 juta atau Rp30 juta pada 2025, itu sudah sangat signifikan. Kalau dilakukan appraisal pun, nilainya tidak mungkin sampai Rp700 juta seperti yang diminta pemilik lahan,” katanya.

Sementara itu, pemilik lahan, Arif Mubarak, menyatakan tidak keberatan dengan pembangunan Jembatan Seniur 2. Namun ia meminta agar haknya sebagai pemilik lahan tetap dipenuhi.

Arif menyebutkan bahwa pondasi jembatan berada di tengah lahan miliknya, sehingga ia meminta pembebasan seluruh lahan sesuai luas yang tertera dalam sertifikat, yakni 735 meter persegi.

“Saya sudah sampaikan kepada Pak Camat dan Kepala DPUTR, saya minta ganti rugi per meter Rp1 juta,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Resmikan RDMP Balikpapan, Prabowo Tegaskan Bersih-bersih Praktik Tidak Sehat Sektor Energi

0
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat menyampaikan sambutan dalam peresmian RDMP Balikpapan. (MKN)

BALIKPAPAN – Upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional mengemuka dalam Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk membersihkan praktik-praktik tidak sehat yang dinilai menghambat terwujudnya swasembada energi nasional. Menurut Presiden, selama ini terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan celah regulasi dan kebijakan impor demi keuntungan pribadi.

Prabowo menilai praktik tersebut justru memperpanjang ketergantungan Indonesia terhadap impor energi dan berdampak langsung pada penderitaan rakyat.

“Beberapa tahun belakangan ini terjadi manajemen permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan di peraturan ESDM kita. Ada orang-orang pintar, tapi serakah, yang memanipulasi harga impor demi keuntungan segelintir pihak, sementara rakyat menderita,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Ia menegaskan tekad untuk membenahi tata kelola Pertamina selama masa kepemimpinannya. Prabowo menyebut telah menempatkan figur-figur baru di jajaran direksi sebagai bagian dari upaya perbaikan menyeluruh, salah satunya menunjuk Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

“Saya beri tugas, jangan korupsi. Jangan mencari kekayaan di atas kepercayaan negara. Jabatan Direktur Utama Pertamina sangat strategis, godaannya besar. Kalau ada yang tidak bagus, pecat. Jangan ragu. Demi bangsa dan negara, kita harus tegas,” tegas Prabowo.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proyek RDMP Balikpapan sempat menghadapi berbagai hambatan yang menyebabkan penyelesaiannya melampaui target awal Mei 2024. Salah satu kendala utama adalah insiden kebakaran di area proyek.

“Proyek RDMP ini banyak dramanya. Seharusnya bisa direalisasikan awal Mei 2024, tapi terjadi kebakaran. Ada bagian yang terbakar dan ini perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujar Bahlil.

Bahlil menambahkan, hasil investigasi awal mengindikasikan adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia memiliki cadangan energi yang kuat dan mencapai swasembada energi.

“Ternyata ada udang di balik batu. Masih ada yang tidak rela kalau kita swasembada energi. Maunya impor terus. Ini harus kita hadapi dan selesaikan,” jelasnya.

Presiden Prabowo secara resmi meresmikan beroperasinya RDMP Balikpapan sebagai salah satu proyek strategis nasional yang memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia. Keberadaan proyek ini sekaligus menegaskan posisi Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan, sebagai pusat industri energi strategis nasional.

Acara peresmian tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, jajaran pimpinan PT Pertamina (Persero), serta para pemangku kepentingan sektor energi nasional. Turut hadir Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman. (MK)

Sempat Mangkrak, RTH Depan Stadion Panglima Sentik Kembali Digarap

0
Lokasi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Stadion Panglima Sentik, Penajam Paser Utara. (Deddy/MKNN)

PPU – Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berlokasi di depan Stadion Panglima Sentik, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kembali dilanjutkan setelah sempat mangkrak selama bertahun-tahun.

Proyek RTH ini merupakan bagian dari master plan yang telah dicanangkan sejak masa pemerintahan Bupati Yusran dan Wakil Bupati Mustaqim. Pembangunannya sempat berjalan, namun terhenti pada periode pemerintahan AGM–Hamdam.

Di bawah kepemimpinan Bupati PPU Mudyat Noor dan Wakil Bupati Abdul Waris Muin, pembangunan RTH tersebut kini kembali dilanjutkan dengan konsep yang lebih terintegrasi. RTH ini direncanakan menjadi pusat hiburan masyarakat, pusat kuliner, sarana olahraga, serta ruang berkumpul warga PPU.

Dengan lokasi yang berada di kawasan strategis dan mudah diakses, RTH di depan Stadion Panglima Sentik diproyeksikan menjadi salah satu ruang publik representatif di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) PPU, Khairil Achmad, menyampaikan bahwa pihaknya telah melanjutkan pembangunan dengan menambahkan berbagai sarana dan prasarana pendukung.

“Beberapa fasilitas yang saat ini dibangun di antaranya gedung UMKM sebanyak 15 pintu, gedung ekonomi kreatif, gedung pengelola, bangunan toilet umum, venue kegiatan, serta jogging track,” jelas Khairil, Senin (12/1/2026).

Dengan dilanjutkannya pembangunan ini, Pemerintah Kabupaten PPU berharap RTH tersebut dapat menjadi ruang publik yang dimanfaatkan oleh masyarakat PPU maupun masyarakat dari luar daerah yang melintas di jalur Trans Kalimantan Timur–Kalimantan Selatan.

Selain itu, keberadaan RTH ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan kesehatan bagi masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan sektor UMKM dan ekonomi kreatif daerah.

“RTH ini akan menjadi ruang publik dari segi pemanfaatannya, sekaligus merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan sektor UMKM dan ekonomi kreatif,” pungkasnya. (MK)

Enam Perusahaan Bandel Bayar PKB, Samsat Siapkan Pelimpahan ke Kejaksaan

0

Samsat Kota Bontang mengambil langkah tegas terhadap enam perusahaan yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Setelah tahapan penagihan administratif, kasus-kasus tersebut disiapkan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan sebagai bentuk penegakan kepatuhan pajak.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb12jan2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Mendarat di Istana Negara, Prabowo Bermalam di Swissotel Nusantara

0
Presiden Prabowo tiba di IKN dan mendarat di lapangan depan Istana Negara menggunakan helikopter. (Atmaja/Media Kaltim/Sekretariat Presiden)

NUSANTARA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menginjakkan kaki di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kalinya sejak resmi menjabat sebagai kepala negara. Prabowo tiba di kawasan inti IKN pada Senin petang (12/1/2026), setelah menyelesaikan rangkaian lawatan kerja di Kalimantan Selatan dan Balikpapan.

Presiden mendarat sekitar pukul 18.47 Wita menggunakan helikopter berwarna putih yang langsung turun di lapangan depan Istana Negara IKN. Helikopter yang ditumpangi Prabowo menjadi unit ketiga yang mendarat, setelah dua helikopter TNI pengawal lebih dulu tiba untuk memastikan pengamanan lokasi.

Kedatangan Presiden berlangsung usai agenda peresmian Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan yang digelar sejak siang hingga sore hari. Setibanya di IKN, Prabowo disambut langsung oleh jajaran Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), di antaranya Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dan Sekretaris OIKN Bimo Adi Nursanthyasto.

Pertemuan singkat terlihat berlangsung di area Istana Negara sebelum Presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Swissotel Nusantara untuk bermalam.

Hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi terkait agenda detail Presiden selama berada di IKN, baik pada malam hari maupun keesokan paginya. Namun, sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah memberi sinyal bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan ibu kota baru.

“Mohon doa restu, selanjutnya dari Balikpapan akan nengok ke IKN,” ujar Prasetyo Hadi kepada awak media saat rombongan masih berada di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebelum bertolak ke Balikpapan.

Malam ini, Presiden Prabowo dijadwalkan menengok langsung perkembangan terkini pembangunan IKN.

Kunjungan ini menjadi momen kembalinya Prabowo ke IKN setelah terakhir kali menyambangi kawasan tersebut saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025, IKN diproyeksikan mulai berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028. Dengan target tersebut, seluruh infrastruktur pemerintahan, mulai dari cabang eksekutif, legislatif, hingga yudikatif, dituntut sudah terbangun dan siap digunakan.

Sebelum kedatangan Presiden, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah lebih dahulu mengunjungi IKN sebanyak dua kali. Kunjungan terakhir dilakukan pada 30–31 Desember 2025. (MK)

Editor: Agus S

Pasar Murah MT Muslimah Masjid Fathul Khoir BSD: Bantu Ringankan Warga Bontang dan Palestina Jelang Ramadan

0
Majelis Taklim Muslimah Masjid Fathul Khoir BSD menggelar pasar murah di Mangrove Berbas Pantai (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Majelis Taklim (MT) Muslimah Masjid Fathul Khoir menggelar Pasar Murah, Minggu (11/1) sore di Mangrove Berbas Pantai. Kegiatan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat Bontang, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pakaian serta barang rumah tangga dengan harga yang terjangkau.

Ketua MT Muslimah Masjid Fathul Khoir BSD, Eva mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menyambut bulan suci ramadan. Barang-barang yang nantinya akan dijual di pasar murah merupakan barang milik warga Bukit Sekatup Damai (BSD) sebanyak 15 RT yang sudah tak terpakai, akan tetapi masih layak digunakan.

Terlebih lagi, sebelum melangsungkan kegiatan pasar murah, tim kepengurusan dari MT mengumpulkan barang-barangnya secara berkala selama dua bulan lamanya. Mulai dari pakaian, peralatan dapur, barang elektronik, sandal, sepatu, baju anak, hingga mukenah.

“Sebelum pasar murah dilakukan, pastinya kami menyortir barang-barangnya terlebih dahulu. Barangnya masih layak dan pantas tidak untuk dijual. Kalaupun semisal ada barang yang rusak atau pun tak layak pastinya tidak akan kami jual,” ucapnya, Minggu (11/1/2026).

Diketahui, kepengurusan MT Muslimah Masjid Fathul Khoir BSD melaksanakan kegiatan pasar murah untuk pertama kalinya di 2019 sebelum masa covid, dan pasar murah kembali terselenggara di 2023 lalu hingga sampai saat ini.

Adapun dari hasil penjualan barang-barang tersebut di 2023 lalu telah disumbangkan ke beberapa tempat, seperti Yayasan Roudhotul Ulum Kandolo, di Jalan Poros Bontang – Sangatta. Panti Jompo Al Maghfiroh di Simpang Empat Teluk Pandan. Pondok Pesantren Ma’rifat di Kelurahan Gunung Elai. Serta Pondok Pesantren Syaichona Cholil di KM 5 Simpang Sangatta Teluk Pandan.

“Di kegiatan sebelumnya ada beberapa tempat yang kami sumbangkan dari hasil penjualan, akan tetapi untuk hasil penjualan tahun ini kami belum tahu persis nantinya akan kami salurkan kemana, soalnya kami belum melakukan survei lebih lanjut,” tambahnya.

Sedangkan untuk barang jualan yang masih tersisa seperti pakaian, biasanya akan diberikan ke masyarakat yang tinggal di kilo untuk kebutuhan sehari-hari. Tentunya dengan kondisi baju yang masih layak pakai.

Perlu diketahui, untuk kegiatan pasar murah saat ini berbeda dengan pasar murah di tahun sebelumnya. Karena ada dari salah satu warga BSD yang berdonasi untuk Palestina, yang dimana barang yang dijual telah dibuatkan stand khusus.

“Kalau untuk stand yang hasilnya buat Palestina berbeda, itu murni hasilnya nanti akan kami kirimkan kesana, sebagai bentuk kepedulian,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam