Beranda blog Halaman 359

Hari Terakhir Dibuka, Ribuan Kendaraan Masih Melintas di Jalur Fungsional Tol IKN–Balikpapan

0
Suasana keluar masuk kendaraan di Jalur Fungsional JBH IKN Seksi 6A. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Jelang berakhirnya fungsional jalan Tol IKN-Balikpapan hari ini, Minggu (4/1/2026) pukul 18.00 Wita, kendaraan roda empat silih berganti keluar masuk exit sementara Jalan Bebas Hambatan (JBH) IKN Seksi 6A di kilometer 14 Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku.

Total sedari pagi hingga pukul 17.04 Wita kendaraan masuk melalui Jalur Fungsional JBH Seksi 6A di Pemaluan tercatat 2.030 kendaraan.

Sementara yang keluar (dari arah Balikpapan-IKN) tercatat 4.296 unit.

Kendaraan keluar masuk melalui jalur ini dicatat manual dengan bantuan alat tally counter elektornik untuk kemudian direkap dan dilaporkan ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim).

Fitriani Sultan, manajer HSE JBH IKN Seksi 6A mengatakan, sesuai jadwal, hari ini hari terakhir jalan tol dibuka.
“Jam 6 sore ini ditutup. Kami beri toleransi 5 menit. Setelah itu akses ditutup,” ujarnya di lokasi.

Kendaraan dari IKN ke arah Balikpapan ini, mayoritas adalah kendaraan pengunjung IKN. Di waktu yang bersamaan, situasi di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) memang masih dipenuhi kendaraan pengunjung.

Sementara itu, akses fungsional ini dijaga petugas TNI-Polri, serta sejumlah orang dari KSO pembangunan jalan.

Septian, salahseorang personel Polisi (Satgas Pengamanan IKN) mengungkapkan, personel membantu pengamanan guna memastikan fungsional akses berjalan lancar.
“Demi kenyamanan pengguna jalan selama melewati jalur fungsional,” terangnya.

Sekadar informasi, fungsional jalan Tol IKN-Balikpapan dibuka sejak 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Pertumbuhan Ekonomi Positif, UMK Bontang 2027 Diproyeksikan Naik Signifikan

0
Ilustrasi (Ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memproyeksikan Upah Minimum Kota (UMK) Bontang tahun 2027 akan mengalami kenaikan yang lebih signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Proyeksi tersebut didasarkan pada membaiknya pertumbuhan ekonomi Kota Bontang yang mulai menunjukkan tren positif pada 2025.

Setelah sempat mengalami kontraksi pada 2024 dengan pertumbuhan ekonomi minus 2,51 persen, perekonomian Bontang pada 2025 tercatat tumbuh positif sebesar 2 persen. Kondisi ini membuka ruang yang lebih besar dalam perhitungan kenaikan UMK ke depan.

“Pertumbuhan ekonomi di Kota Bontang pada tahun 2024 itu minus 2,51 persen. Namun, di tahun 2025 kita sudah positif 2 persen,” ujarnya.

Menurut Neni, peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah akan berpengaruh langsung terhadap perhitungan UMK. Diketahui, UMK Bontang ditetapkan berdasarkan formula yang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, dengan perhitungan dasar inflasi provinsi ditambah hasil perkalian pertumbuhan ekonomi kota dengan koefisien alfa.

Pada penetapan UMK 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan kenaikan sebesar Rp19 ribu. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 500.15.14.1/5096/DTKT.Srk-IV/2025 tentang Penetapan UMK dan UMSK Tahun 2026.

“Kemungkinan tahun depan kenaikannya akan lebih signifikan karena pertumbuhan ekonomi kita sudah positif,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Tekan Kriminalitas, Pemkot Bontang Siapkan 150 CCTV Tambahan di Ruang Publik

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bersiap memperkuat pengawasan keamanan dengan menambah 150 unit kamera pengawas (CCTV) yang akan dipasang di berbagai ruang publik. Langkah ini ditempuh sebagai upaya pencegahan tindak kriminal dan peningkatan rasa aman masyarakat.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan pemasangan CCTV tambahan akan difokuskan pada sejumlah titik strategis, termasuk wilayah kelurahan dan lingkungan RT.

Pemkot, lanjut Neni, tengah mengupayakan percepatan penyelesaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar program pemasangan CCTV dapat direalisasikan pada 2026.

“Pemasangannya kalau bisa dilakukan secepatnya, di 2026 ini. APBD diselesaikan dulu, baru CCTV dipasang, supaya bisa cepat dinikmati masyarakat,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).

Selain penambahan CCTV, Pemkot Bontang juga akan melakukan pemeliharaan jaringan WiFi publik yang saat ini sudah terpasang di sejumlah titik, namun sebagian tidak lagi aktif. Pemeliharaan dilakukan agar fasilitas tersebut dapat kembali digunakan masyarakat.

“Untuk WiFi nanti langsung diurus Diskominfo. Nanti ada kepala dinas yang baru. Harus kerja maraton, insyaallah kita selesaikan secepat mungkin,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam rembuk RT, Neni mengungkapkan adanya kasus pencurian besi penutup parit yang terekam kamera CCTV. Dalam rekaman tersebut, terlihat seseorang menggunakan sepeda motor mengambil besi penutup parit di salah satu wilayah di Bontang.

Kejadian itu, menurut Neni, menjadi salah satu indikator perlunya penambahan CCTV guna memperkuat pengawasan di ruang publik. Ia menegaskan pemasangan kamera pengawas tambahan harus segera terealisasi agar aktivitas mencurigakan dapat terpantau dan pelaku tindak kriminal bisa segera ditindak.

“Dengan CCTV, kita bisa memantau lebih cepat dan menangkap pelaku yang membuat kegaduhan atau merugikan masyarakat,” tegasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Mobil Terakhir Dikawal Masuk Tol, Jalur Fungsional JBH Seksi 6A Resmi Ditutup Pukul 18.05 Wita

0

NUSANTARA – Jalur fungsional Jalan Bebas Hambatan (JBH) Seksi 6A di Kilometer 14 Pemaluan, Kecamatan Sepaku, resmi ditutup pada Minggu (4/12/2026) pukul 18.05 Wita. Penutupan dilakukan setelah pemberian kelonggaran waktu selama lima menit untuk kendaraan terakhir yang akan melintas.

Dalam tambahan waktu singkat tersebut, sebanyak 13 unit kendaraan diperkenankan masuk sebagai rombongan terakhir. Seluruh kendaraan itu mendapat pengawalan ketat dari mobil patroli proyek JBH Seksi 6A, baik dari arah depan maupun belakang, guna memastikan proses penutupan berjalan aman dan tertib.

Pengawalan dilakukan karena kendaraan tersebut merupakan pengguna terakhir sebelum akses jalur fungsional ditutup sepenuhnya. Setelah rombongan terakhir melintas, petugas langsung menutup ruas jalan menggunakan portal dan road barrier sesuai prosedur.

Manager HSE JBH Seksi 6A, Fitriani Sultan, menegaskan bahwa penutupan dilakukan berdasarkan instruksi dari balai. Tidak ada toleransi bagi kendaraan yang datang melewati batas waktu yang telah ditentukan.

“Penutupan tetap sesuai instruksi balai. Kendaraan yang datang setelah waktu ditetapkan harus putar balik,” ujar Fitriani di lokasi.

Berdasarkan data petugas, hingga akses jalur fungsional ditutup, jumlah kendaraan yang melintas dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menuju arah Balikpapan dan Samarinda tercatat sebanyak 2.292 unit. Sementara arus kendaraan dari Balikpapan dan Samarinda menuju arah IKN mencapai 4.512 unit.

Penutupan jalur fungsional ini menandai berakhirnya layanan akses sementara JBH Seksi 6A pada hari tersebut, sekaligus menjadi bagian dari pengaturan lalu lintas dan evaluasi operasional jalur tol di kawasan Sepaku.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Porprov VIII Kaltim Dipastikan Terselenggara November 2026, Barongsai Resmi Dipertandingkan

0
Sekda Paser, Katsul Wijaya dalam agenda Rakerprov KONI Kaltim 2026.

PASER – Kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur tahun 2026 akhirnya mengerucut. Seluruh perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten/kota se-Kaltim sepakat bahwa ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut tetap digelar pada November 2026.

Kesepakatan ini diambil dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim yang berlangsung di Samarinda, Sabtu, 3 Januari 2026. Forum tersebut dihadiri oleh pengurus KONI provinsi, perwakilan KONI 10 kabupaten/kota, serta unsur pemerintah daerah.

Selain mengunci jadwal pelaksanaan, Rakerprov juga menyetujui penambahan satu cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan, yakni barongsai. Dengan tambahan tersebut, jumlah cabang olahraga yang akan diperlombakan pada Porprov VIII Kaltim 2026 menjadi 64 cabang olahraga.

Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Katsul Wijaya, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Paser sebagai tuan rumah menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan Porprov, baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun pencapaian prestasi atlet.

Menurutnya, berbagai persiapan fisik terus dilakukan, terutama terkait venue pertandingan. Sejumlah fasilitas olahraga telah dan sedang menjalani rehabilitasi maupun pembangunan baru untuk memastikan kesiapan menjelang pelaksanaan.

“Untuk sarana dan prasarana, saat ini sudah berjalan proses rehabilitasi dan pembangunan venue. Kami menunggu finalisasi jadwal teknis dari KONI Provinsi dan Dispora Provinsi Kaltim,” ujar Katsul.

Ia menjelaskan, Kabupaten Paser akan menjadi pusat utama pelaksanaan Porprov VIII. Dari total cabang olahraga yang direncanakan, sebagian besar pertandingan akan digelar di wilayah Paser.

“Dari sebelumnya 63 cabang olahraga yang diusulkan, sebanyak 57 cabang dapat dilaksanakan di Paser. Sisanya memungkinkan digelar di daerah lain sesuai kesiapan venue,” jelasnya.

Rakerprov KONI Kaltim ini juga menjadi momentum konsolidasi antar daerah dalam menyamakan langkah menuju Porprov 2026. Kesepahaman yang terbangun antara KONI Provinsi, tuan rumah, dan kabupaten/kota pendukung dinilai menjadi modal penting untuk memastikan kelancaran agenda olahraga empat tahunan tersebut.

Sinergi lintas daerah tersebut diharapkan mampu menghadirkan Porprov VIII Kaltim 2026 yang tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga mendorong peningkatan prestasi olahraga Kalimantan Timur secara berkelanjutan.

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Teror Buaya di BSD, Satu Ekor Sepanjang Dua Meter Berhasil Ditangkap Warga

0
Tangkapan layar buaya yang berhasil diamankan warga. (Ist)

BONTANG – Ancaman buaya yang meresahkan warga kawasan BSD akhirnya mulai teratasi. Seekor buaya yang diduga sempat menggigit seorang warga Gunung Elai di wilayah RT 37 berhasil ditangkap pada Minggu (4/1/2026).

Salah seorang warga BSD, Idrus Sosiawan, mengatakan buaya dengan panjang sekitar dua meter tersebut berhasil diamankan pada sore hari di danau yang berada di dalam kawasan Perumahan BSD.

“Buayanya berhasil ditangkap menjelang magrib, di danau yang lurus dengan Jalan Gunung Tangkuban Perahu,” ungkap Idrus.

Ia menjelaskan, proses penangkapan dilakukan oleh warga Tanjung Limau yang merupakan pawang buaya. Penangkapan dilakukan menggunakan perangkap dengan melibatkan empat orang pawang.

“Pakai perangkap. Memang pawangnya buaya, ada empat orang yang menangkap,” tambahnya.

Setelah berhasil diamankan, buaya tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang untuk penanganan lebih lanjut.

Idrus juga menyebutkan bahwa kawasan tersebut memang dikenal sebagai habitat buaya. Karena itu, sebelumnya telah dipasang imbauan serta plang larangan agar warga tidak beraktivitas di sekitar danau maupun aliran sungai tersebut.

Adapun peristiwa warga yang meninggal dunia akibat serangan buaya beberapa waktu lalu terjadi di sungai dekat permukiman di belakang SMKN 1. Sungai tersebut diketahui masih satu aliran dengan danau yang berada di kawasan BSD.

“Satu aliran sungainya, dan buaya di sana sudah banyak. Ini baru satu saja yang berhasil ditangkap, yang diduga menggigit warga kemarin,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Macet Total 11 Jam di Jalan Poros Samarinda–Bontang, Truk Trailer Akhirnya Dievakuasi

0
Truk trailer telah berhasil dievakuasi. (Ist)

BONTANG – Kemacetan panjang yang melumpuhkan Jalan Poros Samarinda–Bontang selama hampir 11 jam akhirnya terurai. Truk trailer yang melintang di kilometer 47, tepatnya di Desa Badak Mekar, Kabupaten Kutai Kartanegara, berhasil dievakuasi pada Minggu (4/1/2026).

Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kasatlantas Polres Bontang AKP Purwo Asmadi menjelaskan, truk trailer tersebut mengangkut tiga tiang beton dan diduga tidak kuat menanjak. Akibatnya, kendaraan mundur dan melintang di badan jalan poros.

“Truk sudah berhasil dievakuasi tadi siang sekitar pukul 12.00 Wita,” ungkap AKP Purwo Asmadi.

Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kemacetan panjang, baik dari arah Samarinda menuju Bontang maupun sebaliknya. Aparat kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan mencegah kepadatan semakin parah.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian, petugas juga mengimbau para pengguna jalan untuk memanfaatkan jalur alternatif melalui Marang Kayu atau Muara Badak selama proses evakuasi berlangsung.

“Tadi sempat terjadi kemacetan panjang, namun sekarang arus lalu lintas sudah kembali lancar,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Curi Besi Penutup Parit hingga Perabot Rumah, Pelaku Akhirnya Dicokok Polisi

0
Pelaku pencurian berhasil diamankan pihak kepolisian (Ist).

BONTANG – Aksi pencurian alat rumah tangga dan besi penutup parit yang meresahkan warga Kota Bontang akhirnya terhenti. Seorang pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian setelah jejak aksinya dilaporkan masyarakat dan terekam kamera pengawas.

Pelaku berhasil diamankan di Jalan Tomat, RT 43, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 13.45 Wita.

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Gunung Elai mendatangi lokasi tersebut setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan tindak pencurian.

“Kami langsung datang ke lokasi dan mengamankan pelaku. Saat ini pelaku telah dibawa langsung ke Mako Polsek Bontang Utara,” ujar Brigpol Asman Saputra.

Sebelumnya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Elai menghubungi anggota Polsek Bontang Utara yang sedang berjaga piket untuk datang ke lokasi penangkapan dan membawa pelaku ke Mako Polsek Bontang Utara.

“Semoga tidak ada lagi pelaku pencurian yang membuat masyarakat resah. Pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya.

Perlu diketahui, aksi pelaku saat mencuri besi penutup parit terekam kamera CCTV. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat mengenakan kemeja kotak-kotak, helm hitam, serta mengendarai sepeda motor Suzuki Spin berwarna biru.

Pelaku membawa besi hasil curian tersebut dan meletakkannya di bagian dek motor sebelum meninggalkan lokasi. Aksi pencurian itu terjadi pada siang hari.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Pelaku Kecelakaan Maut Tanjung Limau Masih Anak di Bawah Umur, Polisi Dalami Penanganan Khusus

0
Ilustrasi (Ist)

BONTANG – Fakta baru terungkap dalam kasus kecelakaan lalu lintas maut di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, yang menewaskan seorang remaja perempuan. Pelaku kecelakaan diketahui masih berstatus anak di bawah umur, sehingga penanganan perkara dilakukan dengan pendekatan khusus sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolres Bontang, Widho Anriano, melalui Kasatlantas Polres Bontang, Purwo Asmadi, menyampaikan bahwa pelaku berusia 16 tahun. Seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut, baik pelaku maupun saksi, merupakan anak di bawah umur.

“Pelaku masih berusia 16 tahun. Penanganan perkara ini kami lakukan dengan pendekatan khusus karena seluruh pihak yang terlibat adalah anak-anak,” ujar AKP Purwo Asmadi, Sabtu (3/1/2026).

Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Bontang telah mendatangi kediaman pelaku di wilayah Kecamatan Muara Badak pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita untuk keperluan pemeriksaan awal. Saat itu, kondisi pelaku diketahui masih mengalami luka akibat kecelakaan.

“Yang bersangkutan masih di bawah umur. Saat kami datangi ke rumahnya untuk pemeriksaan, kondisi pelaku juga mengalami luka,” jelasnya.

AKP Purwo menambahkan, hingga saat ini penyidik masih terus mengumpulkan keterangan lanjutan dari pelaku maupun para saksi. Namun, proses pemeriksaan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena membutuhkan pendampingan khusus bagi anak-anak yang terlibat, sebagaimana diatur dalam sistem peradilan pidana anak.

“Pemeriksaan belum tuntas karena membutuhkan pendamping bagi anak-anak yang terlibat,” ujarnya.

Sebelumnya, kecelakaan maut tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026) di ruas jalan Desa Tanjung Limau. Korban merupakan seorang remaja perempuan berusia 15 tahun asal Kecamatan Muara Badak. Korban meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya terlibat kecelakaan dengan kendaraan lain.

Polres Bontang menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional dan hati-hati, dengan tetap memperhatikan aspek hukum, perlindungan anak, serta rasa keadilan bagi seluruh pihak yang terdampak.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Kerukunan Digemakan, Tantangan Masih Nyata di Usia 80 Tahun Kemenag

0
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat menyerahkan Satya Lencana Karya Satya kepada 36 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama Kutim.

SANGATTA – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menjadi ruang penegasan komitmen negara dalam menjaga harmoni kehidupan beragama. Namun, di tengah gema seruan kerukunan, tantangan nyata dalam merawat toleransi dan persatuan umat masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan di usia delapan dekade Kementerian Agama (Kemenag).

Upacara HAB ke-80 yang digelar di Sangatta, Kutai Timur, Sabtu (3/1/2026), mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Kepala Kementerian Agama Kutim, Akhmad Berkati, menyebut tema tersebut mencerminkan harapan besar sekaligus tantangan konkret dalam mengelola kemajemukan bangsa.

Menurut Akhmad, kerukunan tidak lahir dengan sendirinya, melainkan dibangun melalui proses panjang dialog, kepercayaan, dan kerja sama lintas perbedaan. Sejak awal berdiri, kata dia, Kemenag memikul peran strategis dalam mengawal kehidupan keagamaan Indonesia yang majemuk.

“Kementerian Agama dibentuk dengan cita-cita besar untuk menghadirkan kehidupan beragama yang damai sekaligus membuka ruang terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera,” ujar Akhmad saat membacakan sambutan Menteri Agama RI.

Dalam upacara peringatan tersebut, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, turut hadir dan menyerahkan Satya Lencana Karya Satya kepada 36 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama Kutim yang telah mengabdi selama 20 dan 30 tahun. Penyerahan penghargaan ini menjadi simbol pengakuan negara atas loyalitas dan pengabdian panjang aparatur Kemenag.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kutai Timur tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Kemenag yang dinilai konsisten melayani umat dan masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berubah. Ia menekankan bahwa pengabdian jangka panjang ASN Kemenag memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan di daerah.

Meski demikian, refleksi delapan dekade Kemenag tidak lepas dari berbagai catatan kritis. Sepanjang 2025, isu intoleransi, gesekan antarumat beragama, serta sengketa pendirian rumah ibadah masih kerap mencuat di ruang publik. Kondisi ini menjadi penanda bahwa agenda kerukunan belum sepenuhnya berbuah di seluruh lapisan masyarakat.

Di sisi lain, Kemenag juga memaparkan sejumlah capaian, mulai dari perluasan layanan berbasis digital hingga penguatan tata kelola dana sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, infak, dan sedekah. Program Kemenag Berdampak diklaim sebagai kerja nyata, meski publik masih menanti dampak yang lebih terukur dan merata.

Pada sektor pendidikan, peningkatan kualitas madrasah dan perguruan tinggi keagamaan terus dilakukan melalui pembaruan kurikulum dan perbaikan sarana prasarana. Program Desa Sadar Kerukunan pun digulirkan untuk menanamkan nilai toleransi di tingkat akar rumput—sebuah langkah strategis yang tetap membutuhkan pengawasan agar tidak berhenti pada simbol dan seremoni.

Menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kemajuan artificial intelligence (AI), Kemenag menekankan pentingnya sikap adaptif aparatur tanpa mengesampingkan nilai kemanusiaan dan ketuhanan. Teknologi, ditekankan Akhmad, harus menjadi alat pemersatu, bukan justru menjadi pemicu disinformasi dan perpecahan.

Peringatan HAB ke-80 ini menjadi momentum refleksi penting. Di usia yang kian matang, Kementerian Agama dituntut tidak hanya menggemakan kerukunan, tetapi juga menghadirkan kebijakan dan praktik nyata yang mampu menjawab tantangan kebhinekaan yang terus diuji oleh dinamika sosial, politik, dan teknologi.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S