Beranda blog Halaman 375

Krisis Pamong Belajar PNS, SKB Tenggarong Seberang Bertahan dengan Tenaga Honorer

0
Staf sekaligus tenaga pendidik SKB Tenggarong Seberang, Trimulyanto (Ady/MKN)

TENGGARONG – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tenggarong Seberang masih menghadapi persoalan serius dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal, meskipun dukungan fasilitas fisik dari pemerintah daerah tergolong memadai. Kekurangan pamong belajar berstatus pegawai negeri sipil (PNS) menjadi tantangan utama yang dinilai berpengaruh langsung terhadap optimalisasi layanan pendidikan masyarakat.

Staf sekaligus tenaga pendidik SKB Tenggarong Seberang, Trimulyanto, mengungkapkan bahwa dari sisi sarana dan prasarana, perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sudah cukup baik. Gedung pembelajaran dan berbagai fasilitas penunjang telah tersedia dan dapat digunakan untuk menunjang aktivitas belajar.

“Alhamdulillah, untuk fasilitas sudah banyak dibantu. Gedung dan peralatan pembelajaran didukung dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Namun demikian, kondisi tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang ideal. Menurut Trimulyanto, sebagian besar tenaga pendidik di SKB Tenggarong Seberang masih berstatus honorer, sementara pamong belajar yang menjadi ujung tombak pendidikan nonformal justru sangat terbatas.

“Kami sangat berharap dukungan pemerintah daerah, terutama terkait tenaga pendidik. Di SKB Tenggarong Seberang ini masih banyak tenaga honorer. Padahal pamong belajar sebagai ujung tombak SKB harus berstatus PNS,” jelasnya.

Saat ini, jumlah tenaga pendidik di SKB Tenggarong Seberang tercatat sebanyak 21 orang. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal yang mencapai 35 pamong belajar. Dari jumlah yang ada, hanya dua orang yang berstatus PNS, sementara jabatan kepala SKB pun masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Trimulyanto juga menyinggung keberadaan satu tenaga pendidik berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, tenaga tersebut justru ditempatkan di Dinas Pendidikan, bukan di SKB yang membutuhkan pamong belajar secara langsung.

Keterbatasan tenaga pendidik berstatus ASN tersebut tidak menyurutkan komitmen SKB Tenggarong Seberang dalam memberikan layanan pendidikan. Hingga kini, SKB tetap menjalankan berbagai program pendidikan nonformal, mulai dari PAUD dan Satuan Pendidikan Sejenis (SPS), Program Paket A, B, dan C, hingga program pemberantasan buta aksara, termasuk bagi warga lanjut usia.

“Kami tetap berusaha menjalankan layanan pendidikan sebaik mungkin dengan segala keterbatasan yang ada,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera membuka formasi pamong belajar PNS, khususnya untuk SKB Tenggarong Seberang, agar kualitas dan jangkauan layanan pendidikan nonformal semakin meningkat.

“Harapan kami, ke depan ada penambahan pamong belajar PNS. Dengan SDM yang lebih kuat, layanan pendidikan masyarakat tentu bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (Ady)

Editor : Agus S

UMK Kukar 2026 Naik Hampir Rp4 Juta, Pemkab Arahkan Upah Lebih Berkeadilan dan Berbasis Sektor

0
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Ady/MKN)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026 mendekati angka Rp4 juta. Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk menyesuaikan inflasi, tetapi juga untuk memperkuat daya beli pekerja serta menyesuaikan struktur upah dengan karakter dan kekuatan sektor ekonomi daerah.

Pemkab Kukar mengusulkan UMK 2026 sebesar Rp3.991.797 atau naik 5,99 persen dibandingkan UMK tahun 2025 yang berada di angka Rp3.766.379. Usulan tersebut merupakan hasil kesepakatan Dewan Pengupahan Kabupaten Kukar setelah melalui pembahasan bersama unsur pemerintah, pengusaha, dan perwakilan pekerja.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan, perhitungan UMK 2026 didasarkan pada indikator makro ekonomi daerah, yakni pertumbuhan ekonomi Kukar sebesar 5,62 persen dan tingkat inflasi 1,77 persen. Dari dua indikator tersebut, Dewan Pengupahan menyepakati penggunaan nilai alfa sebesar 0,75 dalam formula penghitungan upah minimum.

“Penyesuaian UMK ini mengikuti dinamika ekonomi daerah. UMK 2025 menjadi basis perhitungan agar kenaikan tetap rasional, adil, dan tidak memberatkan dunia usaha,” ujar Aulia.

Berdasarkan formulasi tersebut, nilai UMK Kukar 2026 ditetapkan sebesar Rp3.991.797 dan selanjutnya akan diajukan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mendapatkan penetapan resmi.

Selain UMK, Pemkab Kukar juga mengusulkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) 2026 untuk delapan sektor usaha. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penetapan UMSK kali ini disesuaikan dengan karakteristik sektor, tingkat risiko kerja, serta kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Sektor pertambangan dan energi masih menjadi sektor dengan struktur upah tertinggi. Usulan UMSK 2026 antara lain sektor pertambangan gas alam dan jasa penunjang migas sebesar Rp4.104.095, sektor pertambangan minyak bumi sebesar Rp4.104.095, sektor pertambangan batubara Rp4.082.582, industri kapal dan perahu Rp4.039.170, industri minyak mentah kelapa sawit (CPO) Rp4.039.170, serta sektor pemanenan kayu sebesar Rp4.017.657.

Aulia menegaskan bahwa perbedaan nominal UMSK tersebut mencerminkan struktur ekonomi Kukar yang masih ditopang oleh sektor-sektor unggulan dengan kompleksitas dan risiko kerja yang berbeda.

“Ada sektor-sektor yang menjadi primadona dan memiliki tingkat risiko serta tuntutan kerja lebih tinggi. Karena itu, penyesuaian upah sektoralnya juga berbeda,” jelasnya.

Pemkab Kukar menargetkan kebijakan UMK dan UMSK 2026 mampu menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat, adil, dan berkelanjutan. Kenaikan upah diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan kualitas tenaga kerja.

Melalui program Kukar Idaman Terbaik, pemerintah daerah juga berkomitmen mendorong peningkatan kompetensi dan keterampilan pekerja lokal agar selaras dengan kenaikan upah dan kebutuhan dunia usaha.

“Kenaikan upah harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi daerah bisa berjalan berkelanjutan dan saling menguatkan,” pungkas Aulia. (Ady)

Editor : Agus S

Sambut Tahun Baru dengan Kesederhanaan, Polres Kukar Imbau Warga Tak Nyalakan Kembang Api

0
Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar (Ady/MKN)

TENGGARONG – Kepolisian Resor Kutai Kartanegara (Polres Kukar) mengimbau masyarakat agar merayakan pergantian Tahun Baru dengan cara yang lebih sederhana, aman, dan berempati. Salah satu imbauan utama yang disampaikan adalah tidak menyalakan maupun memperjualbelikan kembang api selama perayaan malam tahun baru.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar mengatakan, hingga menjelang akhir tahun tidak ada satu pun pihak yang mengajukan izin penjualan ataupun penggunaan kembang api di wilayah Kutai Kartanegara. Selain itu, kebijakan pelarangan juga telah ditegaskan oleh Mabes Polri sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ya, sampai saat ini belum ada yang mengajukan perizinan. Mabes Polri juga telah menyampaikan adanya larangan terhadap penggunaan kembang api,” ujar Khairul Basyar.

Menurutnya, Polres Kukar mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengajak masyarakat memahami situasi nasional yang saat ini masih berfokus pada penanganan bencana di sejumlah daerah di Indonesia. Karena itu, perayaan Tahun Baru diharapkan dilakukan dengan rasa empati dan kepedulian sosial.

“Kami akan mengimbau seluruh masyarakat agar tidak ada aktivitas kembang api. Situasi saat ini Indonesia masih fokus pada penanganan bencana, sehingga kami berharap malam Tahun Baru bisa dilalui dengan tenang dan tanpa euforia berlebihan,” jelasnya.

Khairul menegaskan bahwa esensi pergantian tahun tidak harus dirayakan dengan pesta besar atau kembang api. Menurutnya, refleksi diri, kebersamaan keluarga, dan doa bersama jauh lebih bermakna dalam menyambut tahun yang baru.

“Perayaan Tahun Baru tidak harus identik dengan kembang api. Kesederhanaan dan kebersamaan justru menjadi nilai yang lebih penting,” katanya.

Selain itu, Polres Kukar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama momentum pergantian tahun. Kepolisian berharap masyarakat dapat menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Kami mengajak masyarakat merayakan Tahun Baru dengan cara yang tertib, aman, dan penuh tanggung jawab, tanpa menyalakan kembang api,” pungkas Khairul. (Ady)

Editor : Agus S

HUT ke-66 Paser Diramaikan Kejuaraan Dragon Boat, 12 Tim Adu Cepat di Gentung Temiang

0
Kejuaraan Dragon Boat Paser 2025. (Nash)

PASER – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Paser ke-66 dimeriahkan dengan digelarnya Kejuaraan Dragon Boat Paser 2025 yang resmi dimulai pada Jumat (26/12/2025). Ajang olahraga air bergengsi ini dipusatkan di Venue Dayung Gentung Temiang dan diikuti belasan tim dari berbagai kategori lomba.

Kejuaraan yang digelar oleh Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Paser tersebut diikuti oleh 12 tim dayung serta sekitar 50 peserta individu. Sejumlah nomor dipertandingkan, mulai dari Dragon Boat sebagai nomor utama, hingga cabang Kano dan Kayak yang turut menyemarakkan kompetisi.

Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, yang hadir membuka kejuaraan menegaskan bahwa Dragon Boat Paser 2025 tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Paser dalam mengembangkan sport tourism atau wisata olahraga.

“Kejuaraan ini bukan sekadar lomba, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan Paser sebagai daerah yang serius mengembangkan olahraga sekaligus pariwisata,” ujar Ikhwan.

Ia memberikan apresiasi kepada PODSI Paser yang dinilai konsisten menjaga pembinaan atlet dayung di daerah. Ikhwan juga menyoroti keberadaan Venue Dayung Gentung Temiang yang kini menjadi salah satu fasilitas olahraga andalan Bumi Daya Taka.

“Mudah-mudahan venue ini menjadi kebanggaan Paser. Tidak hanya untuk cabang olahraga dayung, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk jetski, ski air, dan cabang olahraga air lainnya,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Ikhwan menilai venue tersebut sudah cukup representatif untuk menggelar kejuaraan berbagai level. Bahkan, ia optimistis Venue Dayung Gentung Temiang siap menjadi salah satu lokasi pendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas penunjang yang perlu disempurnakan. Beberapa di antaranya adalah pembangunan tribun wasit untuk menunjang akurasi penilaian lomba, area paddock atau zona persiapan perahu bagi atlet, serta penambahan tribun penonton demi meningkatkan kenyamanan masyarakat yang hadir menyaksikan perlombaan.

“Insya Allah kekurangan sarana dan prasarana ini akan dilengkapi pada tahun 2026. Secara umum, untuk pelaksanaan perlombaan, venue ini sudah sangat siap,” pungkas Ikhwan.

Kejuaraan Dragon Boat Paser 2025 diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga mampu mendorong minat masyarakat terhadap olahraga air sekaligus menggerakkan sektor pariwisata di Kabupaten Paser. (Nash)

Editor: Agus S

Natal di IKN Banjir Pengunjung, 10.050 Mobil Padati Kawasan Inti Nusantara

0
Sampai 26 Desember, jantung IKN masih “berdetak kencang” oleh kendaraan pengunjung. (Atmaja Riski/Helena for MKN)

NUSANTARA – Lonjakan kunjungan ke jantung Ibu Kota Nusantara (IKN) masih terasa hingga Jumat (26/12/2025). Meski tidak sepadat sehari sebelumnya, arus kendaraan dan wisatawan tetap tinggi. Tercatat, sebanyak 10.050 kendaraan roda empat memasuki kawasan inti IKN, sementara jumlah pengunjung menembus lebih dari 35 ribu orang.

Kawasan Sepaku, yang menjadi pusat aktivitas IKN, tetap dipadati masyarakat meskipun hujan sempat mengguyur sejak tengah hari. Antusiasme publik untuk melihat langsung wajah baru Nusantara tak surut, bahkan di tengah cuaca kurang bersahabat.

Pantauan di lapangan menunjukkan area parkir Taman Kusuma Bangsa dipenuhi ribuan kendaraan. Kondisi serupa terlihat di sepanjang jalan kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 1 dan 2 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Mobil dengan berbagai merek, tipe, dan warna terparkir rapi hingga memakan separuh badan jalan, menyerupai arena pameran otomotif terbuka.

Berdasarkan data rekapitulasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), pada Kamis (25/12/2025) jumlah pengunjung di jantung IKN bahkan mencapai lebih dari 36.700 orang. Di hari yang sama, kendaraan roda empat yang masuk ke kawasan IKN juga tercatat sebanyak 10.050 unit.

Empat kantong parkir utama yang disiapkan pengelola tampak kewalahan menampung lonjakan kendaraan. Kepadatan paling mencolok terlihat di ruas jalan kompleks Kemenko 1 dan 2 KIPP IKN, yang menjadi salah satu titik favorit pengunjung.

Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, mengungkapkan bahwa angka kunjungan tersebut diperoleh melalui perhitungan manual.

“Perhitungan masih manual, karena ada beberapa yang tidak terekam sistem,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Sejumlah titik strategis menjadi magnet utama pengunjung, seperti Taman Kusuma Bangsa, Jalan Grande, serta area halaman Istana Negara. Masyarakat diperbolehkan masuk hingga halaman depan Istana untuk melihat dari dekat dan mengabadikan momen, dengan jam kunjungan dibuka hingga pukul 16.00 Wita.

Desy, pengunjung asal Kutai Barat, mengaku tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat melihat langsung kawasan IKN.

“Nggak bisa ber-word word. Sumpah, keren sekali IKN. Memang sudah dari bulan lalu merencanakan ke sini bareng keluarga, mumpung anak-anak libur sekolah,” tuturnya antusias.

Tingginya kunjungan ke IKN juga berdampak langsung pada tingkat hunian penginapan di sekitar kawasan. Tidak hanya hotel berbintang seperti Qubica Boutique Hotel Nusantara yang ramai tamu, penginapan kelas menengah hingga vila juga mencatat okupansi penuh.

Salah satunya Reddorz Syariah SuatuVilla yang dilaporkan full booking sejak 18 Desember. Mayoritas tamu berasal dari Sangatta, Samarinda, hingga Banjarmasin.

Rampungnya sejumlah infrastruktur utama di IKN tampaknya memicu rasa penasaran publik yang besar. Masyarakat ingin melihat langsung progres pembangunan, bukan hanya melalui informasi atau pemberitaan. Lonjakan kunjungan ini menunjukkan bahwa daya tarik Nusantara tidak hanya bertumpu pada jalan tol, tetapi juga pada simbol dan wajah baru ibu kota masa depan Indonesia.(riz)

Editor: Agus S

Libur Nataru Padat, KIPP IKN Dipadati Pengunjung, OIKN Aktifkan Skema Antisipasi

0
Terpantau, kunjungan masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN terlihat ramai. Kendaraan pribadi pengunjung terparkir rapi di kawasan Kemenko 1–2. (Atmaja Riski/Dok. IKN)

NUSANTARA — Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku mengalami lonjakan kunjungan signifikan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Antusiasme masyarakat untuk melihat langsung perkembangan calon ibu kota baru Indonesia membuat kawasan ini dipadati pengunjung sejak awal libur panjang.

Mengantisipasi membludaknya jumlah pengunjung hingga awal Januari 2026, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Fokus utama diarahkan pada kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran mobilitas masyarakat selama berada di kawasan KIPP.

Selain menata arus kunjungan, OIKN juga memastikan kesiapan sumber daya manusia, fasilitas penunjang, transportasi, hingga layanan keamanan dan kesehatan agar aktivitas kunjungan berjalan tertib dan aman sepanjang periode Nataru.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa momentum libur Natal dan Tahun Baru menjadi atensi khusus karena potensi lonjakan pengunjung yang cukup tinggi.

“Libur Nataru memiliki potensi peningkatan kunjungan yang signifikan. Karena itu, kami menyiapkan sistem pelayanan yang terkoordinasi, mulai dari pengaturan alur kunjungan, transportasi, hingga dukungan layanan kesehatan, agar seluruh aktivitas masyarakat di KIPP dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman,” ujar Troy, Kamis (25/12/2025).

Untuk mendukung hal tersebut, OIKN menyiagakan petugas dari berbagai unit kerja, mulai dari petugas pelayanan, pengamanan, ketertiban umum, hingga tenaga medis. Para petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti pintu masuk kawasan, area parkir, rest area, plaza seremoni, hingga pos pemantauan pada malam hari.

Skema pembagian tugas juga disusun secara detail untuk memastikan alur kunjungan berjalan lancar, sejak proses pendaftaran, pengaturan antrean, hingga mobilisasi pengunjung di dalam kawasan.

“Pelaksanaan kunjungan selama Nataru ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus menyempurnakan tata kelola kunjungan masyarakat ke IKN, sehingga ke depan pelayanan publik dapat semakin efektif dan berkelanjutan,” tambah Troy.

Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Di antaranya, layanan transportasi bus listrik (electric vehicle/EV bus) sebanyak 13 unit, dengan 12 unit beroperasi aktif dan satu unit sebagai cadangan. Setiap bus memiliki kapasitas sekitar 40 hingga 50 penumpang dan melayani rute dari rest area menuju kawasan KIPP.

Selama masa kunjungan umum, masyarakat juga diperbolehkan memasuki kawasan menggunakan kendaraan pribadi. Untuk itu, OIKN menyiapkan sejumlah kantong parkir strategis, seperti di kawasan Taman Kusuma Bangsa, Jalan Tol 6C, area kantor Kemenko, serta rest area.

Layanan kesehatan turut disiagakan melalui posko medis yang ditempatkan di plaza seremoni dan rest area. Selain itu, untuk mendukung aksesibilitas menuju KIPP dan arah Kalimantan Selatan, ruas Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam)–IKN dibuka secara fungsional terbatas mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, pukul 06.00–18.00 Wita, khusus bagi kendaraan Golongan I non-bus dan non-truk.

Pantauan di lapangan menunjukkan lonjakan kendaraan pribadi telah diantisipasi dengan baik. Jalan di depan Tower Kemenko 1–2, yang berseberangan dengan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (Koperbi), difungsikan sebagai area parkir tambahan. Kendaraan terlihat disusun secara miring, rapi, dan tertib.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, OIKN berharap kawasan Ibu Kota Nusantara dapat memberikan pengalaman kunjungan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat. Pengunjung pun dapat menyaksikan langsung progres pembangunan IKN, panorama kawasan Nusantara, hingga melihat dari dekat area Istana Negara yang menjadi ikon masa depan ibu kota Indonesia. (riz)

Editor: Agus S

Tata Ulang Birokrasi Mahulu, Bupati Angela Kukuhkan 34 Pejabat Eselon II–IV

0
Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan saat melantik 34 pejabat eselon di Ballroom Lantai Tiga Kantor Bupati Mahulu. Foto: Istimewa

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu kembali melakukan penataan birokrasi. Bupati Angela Idang Belawan secara resmi mengukuhkan dan mengambil sumpah jabatan 34 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemkab Mahulu, Selasa (23/12/2025).

Pelantikan yang digelar di Ballroom Lantai Tiga Kantor Bupati Mahulu itu mencakup pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional. Rinciannya, sebanyak 8 pejabat eselon II, 11 pejabat eselon III, 13 pejabat eselon IV, serta 2 pejabat fungsional.

Dalam sambutannya, Bupati Angela menegaskan bahwa seluruh proses pengukuhan telah melalui mekanisme dan memperoleh rekomendasi serta pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal tersebut menjadi dasar legalitas dan menjamin tertib administrasi dalam pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan daerah.

“Dengan adanya rekomendasi BKN, maka pelantikan ini sah secara hukum dan sesuai ketentuan yang berlaku. Saya meminta seluruh pejabat yang dikukuhkan untuk langsung fokus bekerja, mempercepat pembangunan daerah, serta memastikan target kinerja dan program prioritas berjalan optimal,” tegas Angela.

Ia menekankan, jabatan yang diemban bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab dan hasil nyata. Para pejabat diminta menghadirkan perubahan positif di unit kerja masing-masing, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.

Bupati Angela juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai-nilai dasar ASN Ber-AKHLAK, yakni berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi dalam mewujudkan Mahakam Ulu yang Melaju, Maju, Merata, dan Berkelanjutan.

Khusus kepada delapan pejabat pimpinan tinggi pratama, Bupati menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan progresif. “Segera susun program kerja yang terarah, bangun inovasi, dan terapkan fungsi manajemen secara efektif serta efisien. Harus ada kemajuan nyata di instansi yang saudara pimpin,” ujarnya.

Sementara kepada 11 pejabat administrator, Angela berpesan agar mampu memperkuat disiplin kerja, meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan kegiatan, serta memastikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berjalan tepat sasaran.

Adapun 13 pejabat pengawas diminta memperkuat fungsi pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan, serta menjadi teladan dalam kedisiplinan dan etos kerja. Untuk dua pejabat fungsional, Bupati berharap agar terus meningkatkan kompetensi, produktivitas, serta mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan birokrasi.

“Teruslah berinovasi dan tunjukkan kinerja terbaik. Kami berharap, pada masa kepemimpinan ini, Mahakam Ulu mampu mencatat lompatan kemajuan yang signifikan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Mahakam Ulu Stephanus Madang, Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Mahulu Nobertus Ngande, serta para kepala dinas dan badan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Mahulu.

Usai pengambilan sumpah jabatan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan serta penandatanganan Pakta Integritas oleh perwakilan pejabat yang baru dikukuhkan sebagai bentuk komitmen terhadap integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. (cal)

Editor: Agus S

Libur Natal Padat, Hampir 5.000 Kendaraan Serbu Tol IKN, Gate Manggar Sempat Lumpuh

0
Antrean kendaraan mengular di Gate Manggar, akses menuju Tol Balikpapan–IKN sempat tersendat akibat lonjakan arus libur Natal. Foto: Istimewa

NUSANTARA — Lonjakan arus kendaraan pada libur Natal 2025 membuat akses menuju Tol Balikpapan–Ibu Kota Nusantara (IKN) sempat lumpuh sesaat. Penumpukan terjadi di Gate Manggar, Kamis (25/12/2025), akibat antrean panjang kendaraan yang hendak melakukan tap kartu menuju gerbang sementara Tol IKN.

Sejak pagi hari, arus kendaraan terus meningkat. Berdasarkan data trafik di dua gerbang utama, tercatat sebanyak 4.990 kendaraan melintas dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 16.00 Wita. Puncak kepadatan terjadi sekitar pukul 13.00 Wita, ketika lebih dari 2.400 kendaraan terjebak antrean hingga mencapai panjang sekitar dua kilometer.

Kondisi ini dengan cepat menyebar di media sosial. Sejumlah pengguna jalan merekam dan mengunggah antrean kendaraan yang nyaris tak bergerak, disertai keluhan karena perjalanan menuju kawasan IKN menjadi jauh lebih lama dari perkiraan.

Direktur Utama PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda, Muhamad Taufik, yang turun langsung memantau situasi di lapangan, mengakui lonjakan kendaraan tersebut berada di luar prediksi awal pengelola jalan tol.

“Hingga pukul 13.00 Wita, kendaraan yang mengarah ke IKN sudah lebih dari 2.400 unit. Ini di luar perkiraan kami,” ujarnya.

Untuk mengurai kepadatan dan mencegah antrean semakin panjang, petugas melakukan rekayasa lalu lintas darurat. Sistem tap kartu elektronik di Gate Manggar sementara dinonaktifkan. Sebagai gantinya, pencatatan kendaraan dilakukan melalui sistem perekaman video (video counting).

“Kami ambil langkah ini agar kendaraan tidak berhenti lama di gerbang. Yang penting arus bisa terus bergerak,” jelas Taufik.

Ia memperkirakan total kendaraan yang melintas menuju Tol IKN pada hari tersebut dapat mencapai sekitar 4.000 unit, bahkan berpotensi lebih seiring tingginya antusiasme masyarakat selama libur Natal.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Hari ini memang antusiasme pengguna tol menuju arah Kalimantan Selatan dan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan cukup tinggi. Kami mohon maaf apabila masyarakat harus menunggu dan mengantre cukup lama. Evaluasi akan terus kami lakukan, khususnya terkait gate exit dari Balikpapan menuju IKN,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Menjelang sore hari, arus lalu lintas di Tol Balikpapan–IKN dilaporkan kembali berangsur lancar. Membludaknya kendaraan dipicu momentum libur Natal yang dimanfaatkan masyarakat untuk berkunjung ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Pantauan di lapangan menunjukkan kawasan KIPP juga dipadati pengunjung. Sejumlah kantong parkir dilaporkan penuh. Selain faktor libur Natal, kepadatan lalu lintas turut dipengaruhi momentum Haul Guru Sekumpul di Kalimantan Selatan yang berlangsung hampir bersamaan, sehingga meningkatkan volume kendaraan lintas wilayah. (riz)

Editor: Agus S

Puncak Musim Hujan Nataru, BMKG Balikpapan Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Kaltim

0
Prakiraan cuaca hari Jumat hingga Sabtu.

BALIKPAPAN — Memasuki libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), masyarakat Kalimantan Timur diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, intensitas hujan diperkirakan masih tinggi seiring puncak musim hujan yang berlangsung pada Desember hingga Januari.

BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan mendominasi sejumlah wilayah selama periode Nataru. Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer regional yang saat ini menguat di kawasan Kalimantan.

Kepala Stasiun BMKG SAMS Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menjelaskan bahwa Desember dan Januari merupakan fase puncak curah hujan di Kalimantan. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Wilayah Balikpapan dan sebagian besar Kalimantan saat ini berada di puncak musim hujan. Ini kondisi yang perlu benar-benar diantisipasi masyarakat,” kata Kukuh, Jumat (26/12/2025).

Ia merinci, hujan sedang hingga lebat berpeluang terjadi mulai pekan kedua hingga pekan keempat Desember, dan berlanjut pada pekan pertama hingga pekan kedua Januari 2026. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Berau, serta Balikpapan.

“Curah hujan kategori sedang berada di kisaran 30 hingga 50 milimeter per hari. Jika melebihi itu, sudah masuk kategori hujan lebat,” jelasnya.

Menurut Kukuh, hujan dengan intensitas tinggi kerap diawali fenomena angin kencang dan petir. Ia juga menyinggung adanya pengaruh sistem cuaca di wilayah Laut Jawa yang menyebabkan perbedaan distribusi hujan, di mana intensitas di Kalimantan justru lebih tinggi dibandingkan Pulau Jawa.

“Dampaknya, potensi cuaca ekstrem di Kalimantan meningkat, sementara di Jawa relatif berkurang,” ujarnya.

BMKG mengimbau warga yang bermukim di daerah perbukitan atau dataran tinggi agar mewaspadai potensi tanah longsor. Sementara itu, masyarakat di kawasan dataran rendah dan wilayah rawan genangan diminta siaga terhadap ancaman banjir selama periode Nataru. (ap)

Editor: Agus S

UMK Kutim 2026 Naik 8,64 Persen

0
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau. (Ramlah)

SANGATTA — Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026 di Kutim ditetapkan sebesar 8,64 persen. Keputusan tersebut diambil melalui rapat Dewan Pengupahan Kutim.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim, Roma Malau, menyebut penetapan kenaikan upah ini merupakan hasil dialog partisipatif yang tidak ditentukan secara sepihak. Menurutnya, seluruh keputusan didasarkan pada regulasi dan analisis data ekonomi daerah.

“Penyesuaian ini dirancang agar selaras dengan denyut ekonomi Kutim. Kami mengedepankan objektivitas agar kebijakan ini bisa diterapkan secara konsisten tanpa mengganggu stabilitas operasional perusahaan,” ujar Roma saat dihubungi, Kamis (25/12/2025).

Berdasarkan kesepakatan tersebut, UMK Kutim 2026 direkomendasikan sebesar Rp 4.067.436, atau naik Rp 323.615,80 dari tahun sebelumnya. Besaran ini mulai berlaku efektif 1 Januari 2026, dengan perhitungan indeks sebesar 0,70.

Selain UMK, pemerintah daerah juga menyepakati kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) sebesar 9,14 persen untuk sektor strategis, yakni perkebunan dan pertambangan, dengan indeks 0,75. Pada sektor perkebunan kelapa sawit, upah minimum meningkat dari Rp 3.901.060,50 menjadi Rp 4.257.422. Sementara sektor pertambangan batu bara mencatat angka tertinggi, mencapai Rp 4.269.679, naik signifikan dibanding tahun 2025 sebesar Rp 3.912.291,90.

Roma menegaskan bahwa tugas pemerintah tidak berhenti pada penetapan angka semata. Pasca rekomendasi diserahkan kepada kepala daerah untuk disahkan, tahap krusial berikutnya adalah pengawasan di lapangan.

“Penetapan angka hanyalah satu tahap. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan seluruh perusahaan mematuhi besaran upah baru ini. Pengawasan intensif akan menjadi kunci agar tidak ada perusahaan yang menghindar dari kewajibannya,” tegasnya.

Di sisi lain, kalangan buruh menilai kenaikan UMK belum sepenuhnya menjamin kesejahteraan jika tidak dibarengi pengawasan yang tegas. Sejumlah serikat pekerja masih menunggu bukti konkret komitmen pemerintah dalam menindak perusahaan yang membandel.

Dengan diberlakukannya UMK 2026, perhatian publik kini tertuju pada konsistensi pemerintah daerah dalam menegakkan aturan, agar kenaikan upah tidak hanya berhenti sebagai angka di atas kertas, melainkan benar-benar dirasakan oleh para pekerja di Kutim.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam