Beranda blog Halaman 680

Tahun 2024, BNNK Bontang Ungkap Dua Kasus Narkotika

0
Tahun 2024, BNNK Bontang Ungkap Dua Kasus Narkotika
Press release BNNK Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang melangsungkan rilis tahunan yang mengungkap dua kasus narkotika pada tahun 2024 ini.

Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdhani mengungkapkan, dari hasil tangkapan tersebut terdapat 4 orang tersangka dengan modus yang berbeda, pertama dengan modus jejak dan modus langsung bertemu dengan pembeli.

“Modus jejak biasanya mereka hanya berkomunikasi lewat HP kemudian pemilik barang menaruh barangnya di suatu tempat, kemudian difoto dan diambil oleh pembeli,” terangnya, Lulyana, Senin (30/12/24)

Dari hasil dua kasus tersebut BNNK berhasil menyita barang bukti narkotika jenis sabu seberat 21,04 gram. Salah satu kasus juga langsung diserahkan kepada BNN Provinsi, karena penjualnya merupakan seorang ibu bersama anak di bawah umur.

“Target kami tahun ini hanya satu, tapi kami bisa dapat lebih,” tambahnya.

Pihaknya juga telah melakukan rehabilitasi kepada 20 penyalahgunaan narkoba dengan layanan rawat jalan. 10 orang pada layanan pasca rehab, dan 10 orang terdiri dari 8 warga Loktuan dan 2 warga Kelurahan Belimbing.

Adapun di akhir tahun ini mereka telah melakukan tes urine sebanyak 34 kegiatan yang dilakukan di lingkungan masyarakat, swasta, dan pemerintah dengan sample 3.470 orang yang 34 di antara terindikasi positif.

“Mereka kami kirim ke tempat-tempat rehabilitasi, ada yang di Samarinda ada juga yang di Bogor,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Musim Hujan, Ladang Cuan Para Pencuci Sepatu

0
Musim Hujan, Ladang Cuan Para Pencuci Sepatu
Cuci sepatu menjadi usaha yang paling dicari saat musim hujan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Musim hujan di akhir tahun membawa keberkahan bagi para pengusaha cuci sepatu. Bagaimana tidak, para pemilik sepatu kerap mengalami sepatu kotor saat hendak beraktivitas, lantaran kondisi jalanan yang basah nan becek.

Karenanya banyak pemilik sepatu yang mempercayakan jasa pembersihan sepatu kepada binatu sepatu, agar tak terlalu repot membersihkan sendiri.

Heldi, salah satu pegawai Horizons Shoescare di Jalan D.I Panjaitan mengungkapkan, perkiraan kenaikan omzet pada Bulan Desember ini mencapai 10 persen. Sejak bulan kemarin mereka sudah menerima 600 hingga 650 pengerjaan pembersihan sepatu.

“Yang utama sepatu, tapi kita juga mengerjakan tas, sandal, topi, item-item yang memang digunakan untuk sehari-hari,” jelasnya.

Sebelum mendapati peningkatan permintaan ia menerima 400 hingga 500 per bulannya.

Sama halnya dengan homestore yang juga melakukan cuci sepatu, yakni Lickies Shoes yang bertempat di Jalan MT Haryono Gang Selancar 7. Ia mengatakan, belum menyentuh satu bulan pihaknya sudah mengalami peningkatan omset hingga 45 persen lebih.

“45 persen itu baru perhitungan sampai habis natal kemarin, sekarang masih bertambah,” terang Titan pemilik Lickies Shoes.

Ia menyebutkan, selain faktor masuknya musim hujan, juga karena mahasiswa dan pelajar sedang libur, sehingga banyak yang menaruh sepatu mereka di pencucian khusus sepatu. Ia mematok harga cuci sepatu Rp 30 hingga Rp 35 ribu.

Selain itu ia juga menawarkan garansi jika ada sepatu yang kurang bersih, dan sepatu yang berjamur saat sepatu belum diambil oleh pemilik. “Garansi tentu gratis,” katanya.

Selain itu masing-masing mereka menerima sistem antar jemput yang menjadi pemaksimalan mereka dalam melayani customer. Dengan begitu para pelanggan akan terlayani dengan maksimal dan kembali lagi menggunakan jasa mereka.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

100 Hari Pertama Kerja, Neni Fokus Atasi Kemiskinan Ekstrem

0
100 Hari Pertama Kerja, Neni Fokus Atasi Kemiskinan Ekstrem
Kegiatan diskusi wali kota terpilih dengan DSPM Bontang. (ist)

BONTANG – Neni Moerniaeni, Wali Kota Bontang terpilih, menegaskan komitmennya untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Kota Bontang dalam 100 hari kerja pertama.

Sebagai langkah awal, Neni mengalokasikan bantuan langsung kepada 149 individu yang berasal dari 42 KK, yang teridentifikasi sebagai penerima manfaat dalam Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Setiap individu yang tercatat akan mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp 300 ribu, yang diharapkan dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

“Bantuan ini diberikan langsung kepada setiap individu, bukan per KK,” jelasnya, Jumat (27/12/24).

Demi mewujudkan program ini, Neni menjabarkan anggaran untuk penanganan kemiskinan ekstrem mencapai Rp 536,4 juta per tahun, atau sekitar Rp 44,7 juta per bulan. Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang yang mencapai Rp 3 triliun, Neni optimistis dana ini dapat segera dialokasikan melalui pergeseran anggaran pada APBD 2025.

Berdasarkan P3KE Kota Bontang, kemiskinan ekstrem tersebar di 10 kelurahan, dan Kelurahan Berbas Tengah menjadi yang terbanyak, yakni 42 orang dari 12 KK.

“Untuk kota kecil seperti Bontang, malu masih ada masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pengendalian Penduduk (DSPM) Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menjelaskan, bahwa penentuan kategori miskin ekstrem mengacu pada standar Bank Dunia, yaitu pendapatan di bawah USD 1,9 PPP per hari (setara dengan Rp10.739), atau sekitar Rp322.170 per bulan.

Sebelumnya, data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkirakan jumlah warga miskin ekstrem di Bontang mencapai 1.600 jiwa. Namun, setelah verifikasi lapangan, angka tersebut berkurang menjadi 149 jiwa dari 42 KK.

“Verifikasi langsung yang kami lakukan menghasilkan angka yang lebih akurat, yaitu 149 jiwa dari 42 kepala keluarga,” jelasnya

Neni menambahkan bahwa pergeseran anggaran di APBD 2025 akan difokuskan pada program-program yang langsung memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberdayaan dan pengembangan ekonomi lokal.

“Kota Bontang yang terus berkembang harusnya tidak lagi memiliki angka kemiskinan ekstrem,” tutup Neni.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Mengamuk Tak Mau Dibawa Berobat, ODGJ di Loktuan Bawa Sajam Resahkan Warga

0
Mengamuk Tak Mau Dirujuk Berobat, ODGJ di Loktuan Bawa Sajam Resahkan Warga
Sa (34) salah satu ODGJ di Loktuan yang mengamuk, hingga naik ke atas atap rumah warga. (Ist).

BONTANG – Seorang pria berinisial Sa (34) yang memiliki gangguan jiwa, diamankan lantaran meresahkan warga di Jalan Kapal Pinisi 7, RT.39, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Sabtu (28/12/2024) sore.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri menjelaskan, bahwa pelaku ini memang pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Jika penyakitnya kambuh, sikapnya sangat mengganggu, meresahkan, hingga dapat membahayakan warga sekitar, termasuk dengan keluarganya sendiri dan terkhusus warga di RT.39.

Sore ini, Sa kembali mengamuk lantaran enggan untuk dibawa pergi berobat oleh petugas gabungan, sehingga Sa langsung kabur ke belakang rumah dan Sa langsung naik ke atap rumah sambil membawa sajam.

“Kalau sudah penyakitnya kambuh, pasti dia memberontak. Seperti hari ini,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Beruntung, saat ini Sa berhasil diamankan oleh sejumlah pihak gabungan dari Bhabinkantibmas Loktuan, Polsek Loktuan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Sudah kami amankan, dan pelaku sudah kami bawa langsung ke RSUD. Kabarnya juga, pelaku akan dirujuk ke Samarinda,” ungkapnya.

Diketahui, selama ini Sa hanya menjalani pengobatan jalan di RSUD Taman Husada saja. Akan tetapi sejauh ini, Sa belum menjalani pengobatannya lagi, sehingga dirinya kembali mengamuk akibat penyakitnya yang kambuh.

“Dia sudah lama tidak berobat, sebenarnya di 13 Desember 2024 kemarin adalah jadwalnya kontrol, tetapi malah tidak pergi berobat,” paparnya.

Akibat adanya kejadian ini, Sa mengalami luka di bagian kaki dan lengannya, karena telah melompat dan berusaha kabur dari petugas.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DKUMPP Edarkan Surat ke PKL Sekitar Pasar Taman Rawa Indah, Begini Perintahnya!

0
DKUMPP Edarkan Surat ke PKL Sekitar Pasar Taman Rawa Indah, Begini Perintahnya!
Pemberian surat pengedaran ke pedagang pasar rawa Indah. (Ist)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang mengedarkan surat bagi pedagang di sekitar Pasar Taman Rawa Indah, Jumat (27/12/24).

SK Wali Kota nomor 10.3.3.3/328 tersebut menjelaskan, agar tidak berjualan di atas parit dan trotoar karena dapat melanggar Peraturan Daerah No. 3 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum.

Plt Kepala DKUMPP Bontang, Alfrita Junain Sande mengatakan, surat edaran tersebut diberikan kepada semua Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar dan diberi waktu selama 7 hari.

Adapun Total PKL yang didatangi sebanyak 70 pedagang dengan menyasar mereka yang berada di Jalan KS Tubun dan Jalan Juanda, “Yang belum tersasar akan dilanjutkan pada hari Senin,” terangnya.

Sebelumnya pihaknya telah melakukan sterilisasi berturut-turut pada 5 Desember 2024 hingga 9 Desember 2024. Himbauan diberikan untuk pembatasan penggunaan terpal – terpal yang terpasang terlalu keluar ke arah jalan sehingga cukup mengganggu pengguna jalan serta terlihat kumuh dan kotor.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengunjung Masih Padati Beras Basah, BPBD Terus Himbau Keselamatan

0
Pengunjung Masih Padati Beras Basah, BPBD Terus Himbau Keselamatan
Petugas BPBD Bontang saat memberikan himbauan kepada pengunjung, di pulau Beras Basah. (Ist).

BONTANG – Memasuki momen natal dan tahun baru, Pulau Beras Basah masih menjadi salah satu tempat liburan andalan, baik warga dalam kota maupun luar kota.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman mengatakan, seperti halnya di hari ini yang terpantau oleh Petugas BPBD, masih banyak masyarakat yang datang mengunjungi Pulau Beras Basah. Sehingga dengan sigap, para petugas yang berada di lokasi, selalu menghimbau ke pengunjung, agar tetap berhati-hati dan waspada.

“Hingga saat ini, pengunjung pun masih ada yang berdatangan dengan cuaca yang cukup baik, akan tetapi memasuki sore hari gelombang dan angin mulai kencang,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/12/2024).

Menurutnya, dalam memberikan himbauan ke pengunjung menjadi salah satu arahan, agar pengunjung tetap merasa aman dan nyaman saat liburan. Terlebih lagi untuk menghindari segala ancaman dan musibah.

Diketahui, ada beberapa poin himbauan Petugas BPBD ke pengunjung yang datang ke Beras Basah. Pertama mengutamakan safety prosedur, bagi penyewaan kapal maupun angkutan penyeberangan ke tempat wisata.

Kedua, sangat dihimbau kepada para pemilik kapal untuk bisa menyediakan alat keselamatan secara cukup. Bahkan meminta pada para penumpang untuk tetap mengenakan pelampung, dan alat keselamatan tetap dipakai saat akan berlayar.

Ketiga, tidak memuat penumpang dengan melebihi kapasitas kapal.

Keempat, selalu memperhatikan dan memeriksa kondisi kapal baik dari fisik maupun mesin dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Terutama bagi para pengunjung tempat wisata, untuk bisa tetap berhati-hati dalam beraktifitas. Hindari kawasan berbahaya seperti halnya kedalaman laut, arus, gelombang, sengatan serangga atau binatang laut, dan sebagainya,” ungkapnya.

Terlebih lagi, jika saat berenang harus tetap menggunakan pelampung. Walaupun pandai berenang, namun hal tersebut dapat mencegah dari terjadinya kram, dan antisipasi ketika terseret arus dan gelombang laut.

“Serta, bagi seluruh orang tua untuk mengawasi anak-anak yang bermain di tepi pantai, agar terhindar dari bahaya yang mengintai,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pedagang Pasar Malam Berbas Mengeluh, Omzet Nataru 2024 Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

0
Pedagang Pasar Malam Berbas Pantai Mengeluh, Omzet Nataru 2024 Menurun Dibandingkan Tahun Lalu
Pasar Malam Berbas. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Momen hari libur natal dan tahun baru (Nataru) 2024 dinilai sepi oleh pedagang di Pasar Malam Berbas Pantai. Mereka mengaku omzetnya turun 50 persen dibandingkan tahun lalu.

Ratnasari, seorang pedagang sandal sepatu menjelaskan, pada tahun 2023 penjualannya bisa menyentuh omset hingga Rp 4 juta, namun pada tahun 2024 ini hanya berkisar Rp 2 juta.

Peningkatan pengunjung ia sebut sejak malam natal hingga Kamis (26/12/24) pagi ini. Setelah itu keadaan pembeli kembali normal seperti hari-hari biasa.

Ia tidak mengetahui pasti berkurangnya jumlah pembeli, namun ia meyakini bahwa libur nataru tahun ini lebih banyak masyarakat Bontang yang pergi keluar Kota karena waktu libur yang cukup panjang.

“Sepertinya banyak yang keluar kota, karena jalanan saja tidak terlalu padat,” ujarnya.

Sama halnya dengan Rafii pedagang pakaian di Pasar Malam Berbas Pantai. Ia mengatakan, peningkatan pengunjung sudah ada sejak awal Desember, namun selalu naik turun.

“Teramai tanggal 24 itu saja, sebelum natalan, sisanya sudah seperti biasa, tidak kayak tahun lalu,” pungkasnya.

Adapun omzetnya menurun, yang tahun lalu bisa hingga Rp 5 juta, kini hanya Rp 1 juta hingga 2 juta rupiah saja.

Ia pun berharap pada pemerintah agar dapat melakukan promosi lebih terhadap tempat tersebut, karena wilayah tersebut sudah lama ada dan bertahan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Segera Tempati Kantor Baru, UPTD PPA Masih Kekurangan SDM

0
Segera Tempati Kantor Baru, UPTD PPA Masih Kekurangan SDM
Bangunan baru UPTD PPA Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pembangunan kantor terbaru Unit Pelayanan Terpadu Daerah Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bontang sudah memasuki tahap finishing.

Kepala UPTD PPA Kota Bontang, Sukmawati menyatakan, mereka akan memulai pelayanan di kantor baru yang terletak di Jalan Polo Air, Kelurahan Api-api tersebut pada tahun 2025 mendatang.

“Setelah pindah dan program penanganan kekerasan yang makin gencar, tentu makin banyak fasilitas yang kami butuhkan,” terangnya.

Pihaknya mengungkapkan, bahwa saat kepindahan mereka di kantor baru merupakan salah satu dukungan pemaksimalan pelayanan oleh Pemerintah Kota Bontang.

Dengan makin tingginya kesadaran masyarakat untuk melakukan pelaporan terhadap kekerasan perempuan dan anak, maka makin banyak penambahan tenaga kerja yang mereka butuhkan.

Sukma menyebutkan, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama psikolog klinis menjadi hambatan dalam memaksimalkan pelayanan. Ia menyatakan dengan keterbatasan tersebut pihaknya membutuhkan waktu untuk lebih lama dalam menangani berbagai kasus.

“Daftar antri cukup panjang, kadang sampai berminggu-minggu korban harus menunggu untuk pendamping psikolog,” jelasnya

Kemudian pekerja sosial (Peksos) dan analisis hukum juga sangat diperlukan. Padahal pihaknya juga bekerja sama dengan Himpunan Psikologi atau HIMPSI Kota Bontang dan provinsi namun tetap saja masih kekurangan karena terkadang mereka juga memiliki klien tersendiri.

Pihaknya pun membutuhkan penjaga keamanan, dikarenakan mereka selalu melayani kasus serius dan berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga rentan menghadapi ancaman.

“Kami harap semua itu dapat dipenuhi, karena ini yang urgen dari kita,” terangnya.

Ditambah lagi, kendaraan operasional yang mereka miliki ada mobil hibah yang sudah tua, sehingga seringkali mengalami kendala seperti mogok, “Masa kalau kita bawa klien terus mobil mogok di tengah jalan, kan tidak efektif, lebih besar biaya perbaikan, lebih baik ada kendaraan baru,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Di Bawah Pengaruh Alkohol, Pria yang Datangi Ketua RT di Loktuan Terancam 6 Tahun Penjara

0
Di Bawah Pengaruh Alkohol, Pria yang Datangi Ketua RT di Loktuan Terancam 6 Tahun Penjara
Kapolsek Bontang Utara, Iptu Lukito. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri berhasil mengamankan seorang pria berinisial AZ (31), lantaran dalam kondisi mabuk mendatangi seorang Ketua RT sembari membawa parang.

Atas kejadian itu, AZ langsung diamankan pihak polisi, dan dibawa ke Polsek Bontang Utara untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kapolsek Bontang Utara, Iptu Lukito menjelaskan, sampai detik ini, korban dan pelaku masih dimintai keterangan lebih lanjut, untuk mempercepat proses permasalahan yang ada, tanpa menunda-nunda.

“Sampai sekarang proses masih berlanjut, kalaupun lanjut tidak boleh diundur lagi. Malam ini harus selesai, untuk diminta keterangannya,” ucapnya.

Iptu Lukito menegaskan, dengan adanya insiden seperti ini, pelaku bisa terkena ancaman pidana hingga 6 tahun penjara, paling tinggi. Apalagi, kondisi pelaku dalam keadaan pengaruh alkohol.

“Untuk ancaman paling tinggi sampai 6 tahun, kalau pun serendah-rendahnya tergantung dari hakim yang menentukan. Apalagi ini pelaku pengaruh alkohol,” ungkapnya.

Sebelumnya, Iptu Lukito menjelaskan untuk kronologi awal tidak ada permasalahan antara pelaku dan korban. Akan tetapi, pelaku tiba-tiba saja datang menghampiri korban sambil marah-marah dan mengibaskan parang tersebut ke hadapan korban, dengan pengaruh alkohol.

Sehingga, korban yang merasa ketakutan langsung melarikan diri ke pos polisi untuk meminta bantuan. Pelaku beranggapan, korban pernah menjelek-jelekan keluarganya, akan tetapi korban merasa tak pernah melakukan hal tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pria Mabuk Ancam Ketua RT di Loktuan dengan Parang

0
Pria Mabuk Ancam Ketua RT di Loktuan dengan Parang
Seorang pria mabuk di wilayah Loktuan, Kota Bontang. (tangkapan layar).

BONTANG – Seorang pria diduga mabuk akibat pengaruh alkohol harus berurusan dengan pihak kepolisian, lantaran mengancam seorang Ketua RT di Loktuan dengan parang, Selasa (24/12/2024) sore.

Pria berinisial AZ (31) itu mendatangi Ketua RT 20 di Jalan Kapal Layar 5, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara. Pria tersebut datang sambil marah-marah dan ingin menyerang Ketua RT menggunakan parang.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri mengatakan, bahwa awal mula pria tersebut mendatangi ketua RT dalam kondisi mabuk, untuk menanyakan siapa yang sudah menjelekan dirinya. Merasa ada orang yang sudah menjelekan dia, pelaku langsung marah ke Ketua RT sambil mengibaskan-ngibaskan parangnya di hadapan Ketua RT 20 itu.

“Jadi seolah-olah ketua RT ini dituduh, padahal pak RT ini tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh yang bersangkutan,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Merasa dirinya terancam, korban langsung lari dan meminta bantuan kepada warga sekitar. Melihat hal tersebut, warga langsung bereaksi dan memberikan perlawanan serta menghubungi pihak Bhabinkamtibmas Loktuan, untuk meminta bantuan.

“Ketika saya dihubungi, saya langsung datang dan mengamankan pelaku,” paparnya.

Mengenai hal tersebut, kini pelaku telah diamankan dan dibawa langsung ke Polsek Bontang Utara, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam