Beranda blog Halaman 70

Aset Kelistrikan Tak Boleh Abu-Abu, PLN UIP KLT Perkuat Kepastian Hukum Tanah di Paser

0
PLN UPP KLT 1 bersama Kantah Kabupaten Paser melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan batas, data fisik, dan kelengkapan administrasi pertanahan dalam mendukung kepastian hukum aset kelistrikan.

PASER – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1) bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Paser telah melaksanakan pengukuran tanah di sejumlah wilayah Kecamatan Kuaro dan Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser.

Kegiatan yang dimulai sejak 20 April 2026 tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya PLN UIP KLT dalam memperkuat kepastian hukum aset kelistrikan melalui tertib administrasi pertanahan. Pengukuran ini menjadi tahapan penting untuk memastikan data bidang tanah tercatat secara jelas, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Adapun pengukuran tanah untuk proses pemecahan sertipikat dilakukan di Kecamatan Kuaro, meliputi Desa Rangan, Desa Modang, dan Desa Sandelay. Sementara itu, pengukuran untuk proses prakadastal dilakukan di Kecamatan Long Ikis, meliputi Desa Kerta Bhakti, Desa Olung, dan Desa Tajer Mulya.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa legalitas aset menjadi aspek penting dalam mendukung pembangunan dan pengelolaan infrastruktur ketenagalistrikan yang tertib, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Bagi PLN, aset kelistrikan tidak boleh berada dalam kondisi yang abu-abu. Setiap bidang tanah harus memiliki kejelasan data, batas, dan dasar administrasi yang kuat. Karena itu, PLN UIP KLT terus memperkuat sinergi dengan Kantah Kabupaten Paser agar proses legalisasi aset dapat berjalan tertib dan sesuai ketentuan,” ujar Basuki.

Basuki menegaskan, penguatan administrasi pertanahan bukan hanya kebutuhan internal perusahaan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab PLN dalam menjaga aset negara yang digunakan untuk kepentingan pembangunan kelistrikan bagi masyarakat.

“Administrasi pertanahan yang jelas memberikan kepastian hukum bagi aset perusahaan. Hal ini penting agar proses pembangunan dan pengelolaan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan lebih lancar, aman, serta dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, tim PLN UPP KLT 1 bersama Kantah Kabupaten Paser melakukan pengecekan langsung di lapangan. Proses tersebut mencakup pemeriksaan batas bidang tanah, verifikasi dokumen pendukung, pencocokan data fisik dan yuridis, serta pengambilan data ukur sebagai dasar proses pemecahan sertipikat dan prakadastal.

Melalui kegiatan ini, PLN UIP KLT berkomitmen memastikan seluruh aset kelistrikan memiliki legalitas yang kuat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN dalam menjaga aset negara sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan yang andal, tertib, dan berkelanjutan di Kabupaten Paser. (Bom)

Pejabat Baru Pemkab Kutim Dilantik

0
Prosesi Pelantikan yang dipimpin oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim Ardiansyah Sulaiman kembali melakukan penyegaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim. Sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat fungsional resmi dilantik serta diambil sumpah/janjinya di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin (18/5/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran pejabat pemerintah daerah dan berlangsung khidmat. Rotasi jabatan kali ini menyasar sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis, mulai dari sektor pariwisata, koperasi, hingga pelayanan perizinan.

Dalam pelantikan itu, Mahriadi yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah kini dipercaya memimpin Dinas Pariwisata Kutim.

Sementara itu, Marhadyn yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bappeda Kutim dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Rotasi jabatan juga dilakukan terhadap Novian Prananta. Sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, kini Novian dipercaya memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim.

Selain itu, Sulisman yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi dan Persandian pada Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kutim kini dilantik menjadi Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutim.

Tak hanya pejabat struktural, pelantikan juga menyentuh jabatan fungsional di lingkungan RSUD Kudungga. dr. Oktavianus Paembonan dan dr. Richard Molino Siagian resmi dilantik menjadi Dokter Ahli Utama setelah sebelumnya berstatus Dokter Ahli Madya.

Dalam arahannya, Ardiansyah menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan loyalitas terhadap pelayanan masyarakat.

Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjadi teladan dalam disiplin dan etika kerja, sekaligus mendorong inovasi dan reformasi birokrasi di masing-masing instansi.

“Kepada yang baru dilantik harus menjadi teladan dalam disiplin dan etika kerja, mengedepankan prinsip good governance, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong inovasi dan reformasi birokrasi, serta menjaga persatuan dan kesatuan,” tegas Ardiansyah.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Tambang Lesu, Bupati Kutim Minta Perusahaan Tahan PHK

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat diwawancara awak media. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kebijakan pemotongan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan mulai memunculkan kekhawatiran di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pengurangan kuota produksi dinilai berpotensi memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan berdampak pada perekonomian daerah.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan, sejumlah perusahaan tambang mengalami penurunan kuota produksi yang cukup drastis. Dari target sekitar 8 juta ton, beberapa perusahaan kini hanya memperoleh kuota sekitar 4 juta ton.

Menurutnya, kondisi tersebut akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan tenaga kerja maupun ekosistem mitra kerja perusahaan tambang.

“Ini otomatis akan berdampak kepada tenaga kerja dan mitra kerjanya,” ujar Ardiansyah usai melantik pejabat di Sangatta, Senin (18/5/2016).

Menyikapi situasi itu, Pemkab Kutim langsung memanggil sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di wilayahnya, di antaranya PT Indexim dan PT Indominco. Pemerintah daerah meminta perusahaan mengedepankan solusi lain sebelum mengambil langkah PHK.

“Saya minta cari solusi lain untuk tidak ada PHK. Meskipun terjadi, itu harus menjadi solusi terakhir yang memang sudah tidak bisa dihindari lagi,” tegasnya.

Ardiansyah juga menginstruksikan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim agar memperkuat pengawasan terhadap regulasi ketenagakerjaan lokal. Ia meminta fungsi pusat informasi tenaga kerja dioptimalkan guna memastikan penyerapan tenaga kerja lokal tetap berjalan maksimal.

“Disnakertrans diminta mengoptimalkan fungsi pusat informasi tenaga kerja guna memastikan penyerapan tenaga kerja lokal berjalan maksimal,” katanya.

Ia menjelaskan, kategori tenaga kerja lokal sebenarnya telah diatur melalui regulasi daerah, baik berdasarkan tempat lahir, riwayat pendidikan di Kutim, maupun lama domisili. Namun demikian, sektor industri masih membutuhkan tenaga ahli tertentu yang belum sepenuhnya tersedia dari SDM lokal.

Di tengah ancaman perlambatan sektor tambang dan sawit, Pemkab Kutim mulai mengarahkan penguatan ekonomi ke sektor padat karya dan hilirisasi komoditas lokal.

Salah satu yang mulai berkembang adalah sektor kakao di Karangan. Pada Juni mendatang, sekitar dua ton biji cokelat dijadwalkan dikirim ke Bandung untuk memenuhi permintaan pasar antardaerah.

Selain itu, pengembangan produk turunan pisang juga mulai didorong setelah sebelumnya ekspor produk olahan ke Swedia dan Singapura sempat terkendala pendampingan di lapangan.

Pemkab Kutim turut menargetkan sektor kesehatan sebagai salah satu sumber penguatan ekonomi baru daerah. Rumah sakit umum daerah didorong meningkatkan kapasitas layanan agar dapat menjadi fasilitas rujukan utama, termasuk untuk layanan medical check-up.

“Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah dari sektor kesehatan guna membantu kemandirian fiskal daerah,” tutup Ardiansyah.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Program Koperasi Merah Putih di Sepaku Belum Berjalan 100 Persen

0
Salah satu bangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, yang masih dalam proses pembangunan. Foto: Atmaja/MKN

NUSANTARA – Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kecamatan Sepaku, kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga kini belum sepenuhnya berjalan optimal.

Kendala utama yang dihadapi sejumlah desa dan kelurahan yakni persoalan lahan untuk pembangunan fisik koperasi.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan pembangunan 80 ribu KDKMP di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu koperasi ditargetkan sudah diresmikan dan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terdapat 15 desa dan kelurahan yang masuk program tersebut. Namun hingga kini, tidak seluruh bangunan koperasi dapat dibangun sesuai target.

Pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kecamatan Sepaku, Wahyudi, mengatakan beberapa wilayah masih terkendala status dan ketersediaan lahan.

Salah satu contohnya berada di Desa Telemow yang hingga saat ini belum dapat memulai pembangunan fisik koperasi karena wilayahnya masuk kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT ITCI.

“Yang kami ketahui seperti itu dari Gus Munip, Kepala Desa Telemow. Kendalanya di lahan. Kalau Kelurahan Maridan sudah terbangun, Desa Binuang juga sudah berproses pembangunan fisiknya,” ujar Wahyudi, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, pendamping P3MD hanya mengawal proses hingga tahap Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pembentukan koperasi. Setelah itu, proses pembangunan fisik didampingi pihak lain.

“Iya, kami hanya sampai Musdesnya. KDKMP ada pendampingannya sendiri,” katanya.

Dari 11 desa di Kecamatan Sepaku, sebagian besar pembangunan KDKMP sudah berjalan bahkan ada yang memasuki tahap akhir atau finishing.

Beberapa desa tersebut di antaranya Semoi Dua, Argomulyo, Binuang, Bumi Harapan, Suka Raja, Sukomulyo, Karang Jinawi, dan Wonosari.

Sementara Desa Bukit Raya dan Tengin Baru masih mengalami kendala serupa dengan Telemow karena persoalan lahan.

Di wilayah kelurahan, dari total empat kelurahan di Kecamatan Sepaku, baru dua lokasi yang fisik bangunannya telah berdiri, yakni Kelurahan Maridan dan Kelurahan Sepaku.

Sedangkan Kelurahan Mentawir dan Pemaluan masih dalam tahap penyelesaian persoalan lahan.

Lurah Mentawir, Nelva Susanti, mengatakan lahannya sebenarnya sudah tersedia melalui hibah masyarakat dengan ukuran sekitar 30 x 40 meter.

“Lahan hibah sudah ada, tapi masih dikoordinasikan cocok atau tidaknya,” jelas Nelva.

Sementara itu, pihak Kelurahan Pemaluan menyebut lokasi pembangunan sudah tersedia namun luas lahannya belum memenuhi kebutuhan pembangunan gedung koperasi.

Diketahui, standar bangunan KDKMP memiliki luas sekitar 600 meter persegi dengan dimensi bangunan 20 x 30 meter.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar, yang mengikuti kegiatan tersebut secara virtual dari Kelurahan Nenang, menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh keberadaan KDKMP sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

“Kami berharap koperasi dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya. (MK)

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Dua Pengedar dan Ratusan Paket Sabu Diamankan di Samarinda

0
Ditresnarkoba Polda Kaltim melakukan penggerebekan di kawasan Gang Kedondong, Samarinda, yang dikenal sebagai salah satu zona merah peredaran narkoba. Foto: Istimewa/MKN

BALIKPAPAN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur kembali menggencarkan operasi pemberantasan narkotika di wilayah Kalimantan Timur.

Kali ini, Tim Khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda Kaltim melakukan penggerebekan di kawasan Gang Kedondong, Kota Samarinda, yang selama ini dikenal sebagai salah satu zona merah peredaran narkoba di Kaltim.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas maraknya aktivitas transaksi narkoba di kawasan itu.

“Gang Kedondong memang sudah lama menjadi perhatian kami karena aktivitas peredaran narkoba di sana cukup masif. Atas arahan Kapolda Kaltim kami melakukan tindakan tegas untuk memutus jaringan yang ada,” ujar Romylus, Minggu (17/5/2026).

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku masing-masing berinisial ID (36), warga Balikpapan, dan HY (41), warga Samarinda.

Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya memiliki peran berbeda dalam jaringan peredaran sabu tersebut.

Romylus menjelaskan, ID diduga bertugas sebagai pemantau situasi atau “sniper” sekaligus kurir narkoba. Sedangkan HY berperan sebagai penjual dan pengumpul uang hasil transaksi sabu.

“Saat penggerebekan berlangsung, ada pemantau lain yang sempat berganti orang untuk mengawasi situasi di sekitar lokasi,” jelasnya.

Dari tangan pelaku ID, polisi menyita 17 paket plastik klip bening berisi sabu dengan berat bruto 6,53 gram dan netto 1,77 gram.

Petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam merek Oppo dan uang tunai sebesar Rp15,5 juta.

Sementara dari tangan HY, aparat menemukan 165 paket plastik klip bening diduga sabu dengan total berat bruto 62,59 gram dan netto 16,39 gram.

Selain itu, polisi turut menyita dua unit telepon genggam merek Vivo dan Infinix serta uang tunai Rp10,2 juta.

Secara keseluruhan, ratusan paket sabu yang diamankan diperkirakan bernilai hingga Rp100 juta.

Menurut Romylus, perputaran narkoba di kawasan Gang Kedondong tergolong besar karena dalam sehari transaksi sabu disebut dapat menghabiskan dua hingga tiga paket.

“Peredaran narkoba di kawasan itu sudah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi perhatian serius kepolisian. Kami akan terus melakukan penindakan untuk memutus jaringan peredarannya,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama tim gabungan juga melakukan penggerebekan di kawasan Gang Langgar, Pasar Kedondong, Samarinda Seberang.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 13 orang terdiri dari 11 terduga pengedar dan dua pengguna narkoba.

Kanit 2 Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Bayu Putra Samara, menyebut jaringan tersebut telah beroperasi sekitar empat tahun dengan omzet harian diperkirakan mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta.

“Jaringan ini cukup licin karena sudah beberapa kali dilakukan operasi, tetapi berhasil lolos. Kali ini kami berhasil mengamankan para pelaku beserta barang bukti untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Sebanyak 11 terduga pengedar dalam kasus tersebut terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur karena diduga berupaya melarikan diri dan membahayakan warga sekitar.

Seluruh tersangka kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat kepolisian. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Ketua RT Sebut Gang Kedondong Lama Dikenal Sebagai Kampung Narkoba

0
Ketua RT 34 Kelurahan Karang Anyar, Sungai Kunjang, Samarinda, Rahmawati, mengapresiasi pengungkapan kasus narkoba di Gang Kedondong oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim. Foto: Istimewa/MKN

BALIKPAPAN – Keberhasilan Tim Khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur mengungkap peredaran narkoba di kawasan Gang Kedondong, Kota Samarinda, mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua RT 34 Kelurahan Karang Anyar, Sungai Kunjang, Samarinda, Rahmawati.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro dan Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu atas respons cepat terhadap laporan masyarakat terkait maraknya peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Kawasan Gang Kedondong selama ini dikenal warga sebagai salah satu lokasi rawan peredaran sabu dan kerap disebut sebagai “kampung narkoba”.

“Terima kasih kepada Kapolda Kaltim dan Dir Resnarkoba Polda Kaltim yang cepat merespons pengaduan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi langkah tegas aparat dalam memberantas peredaran narkoba yang meresahkan warga,” ujar Rahmawati.

Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan dua pelaku beserta ratusan paket sabu siap edar.

Pelaku pertama berinisial ID (36), warga Balikpapan, diduga berperan sebagai pemantau atau “sniper” sekaligus kurir narkoba.

Dari tangan ID, polisi menyita 17 paket plastik klip bening berisi diduga sabu dengan berat bruto 6,53 gram dan netto 1,77 gram.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam Oppo warna grey serta uang tunai Rp15,5 juta.

Sementara pelaku kedua berinisial HY (41), warga Samarinda, diduga berperan sebagai penjual sekaligus pengumpul uang hasil transaksi narkoba.

Dari tangan HY, aparat menemukan 165 paket plastik klip bening berisi diduga sabu dengan berat bruto 62,59 gram dan netto 16,39 gram.

Polisi turut menyita dua unit telepon genggam serta uang tunai Rp10,2 juta yang diduga berasal dari hasil transaksi narkoba.

Rahmawati berharap langkah pemberantasan narkoba di kawasan tersebut terus dilakukan secara berkelanjutan agar lingkungan tempat tinggal warga benar-benar bersih dari peredaran narkotika.

“Masyarakat tentu mendukung penuh langkah kepolisian. Kami berharap kawasan yang selama ini dikenal rawan narkoba bisa benar-benar bersih sehingga warga merasa aman dan nyaman,” tutupnya. (MK)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Polda Kaltim Bongkar Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi dalam Jaringan Narkoba

0
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu saat konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di Mapolda Kaltim. Foto: Dimas/MKN

BALIKPAPAN – Kasus dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam jaringan peredaran gelap narkotika di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan.

Mantan Kasat Resnarkoba Polres Kutai Barat (Kubar), AKP Diki, kini menghadapi ancaman pidana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sekaligus proses etik internal Polri yang berujung pada ancaman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, menegaskan proses hukum terhadap AKP Diki dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

“Kami sampaikan apa yang sudah dilakukan terhadap perilakunya. Dia harus bertanggung jawab di pidananya, dan dia juga bertanggung jawab selaku anggota Polri melalui Kabid Propam,” ujar Romylus saat konferensi pers di Mapolda Kaltim.

Menurut Romylus, perkara yang menjerat AKP Diki merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan jaringan bandar besar narkotika di wilayah Sanga-Sanga.

Kasus bermula dari Operasi Pekat Ditresnarkoba Polda Kaltim pada Februari lalu yang berhasil menangkap bandar besar bernama Ishak beserta jaringannya.

Tak lama kemudian, polisi juga membekuk bandar lain bernama Fiji yang disebut berada dalam jaringan serupa.

Dari hasil penyidikan, keduanya diduga berada di bawah kendali bandar besar bernama Memen yang disebut mengendalikan jaringan lintas wilayah.

“Pengungkapan perkara jaringan Kubar ini adalah kolaborasi antara penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim dengan Dittipid Narkoba Bareskrim Polri,” jelas Romylus.

Ia menyebut penyidik sempat melacak keberadaan Memen hingga ke Bali, meski saat itu tersangka berhasil menghilang setelah mematikan telepon selulernya.

Melalui gelar perkara bersama, penanganan kasus TPPU yang melibatkan Ishak, Memen, Julius dan AKP Diki akhirnya ditarik ke Bareskrim Polri untuk pendalaman lebih lanjut.

Di sisi lain, Bidang Propam Polda Kaltim juga bergerak cepat memproses pelanggaran etik AKP Diki.

Kabid Propam Polda Kaltim, Kombes Pol Hariyanto, mengungkapkan AKP Diki telah ditempatkan di tempat khusus (Patsus) sejak 25 April 2026.

“Pelanggarannya maksimal, nanti tuntutannya adalah PTDH. Besok akan segera kita sidangkan terkait pelanggaran Kode Etik Profesi Polri yang dilakukan terduga pelanggar AKP Diki di Mapolda Kaltim,” tegas Hariyanto.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto turut menanggapi beredarnya rekaman suara atau voice note di media sosial yang menyeret sejumlah nama anggota polisi lain dalam jaringan tersebut.

Menurutnya, ada sekitar 13 hingga 14 nama yang kini sedang didalami penyidik dan Propam.

“Barang buktinya sudah diuji di forensik. Nanti kita lihat di persidangan apakah itu Artificial Intelligence atau memang voice note asli,” ujar Yuliyanto.

Polda Kaltim memastikan seluruh proses pemeriksaan akan dilakukan secara profesional dan transparan, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan narkotika tersebut. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Nadeo Tampil Gemilang, Borneo FC Tahan Persijap Tanpa Gol

0
Pemain lini belakang Borneo FC Samarinda saat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini. Foto: Instagram Borneo FC

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda harus puas membawa pulang satu poin usai bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Laga berlangsung panas dan penuh drama hingga menit-menit akhir. Meski kedua tim saling menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, skor tetap bertahan 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Memasuki babak kedua, Borneo FC langsung tampil agresif dan mencoba mengambil alih permainan. Namun Persijap beberapa kali berhasil menciptakan ancaman melalui serangan balik cepat.

Pada menit ke-53, tuan rumah hampir memecah kebuntuan setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Pesut Etam. Beruntung, lini belakang Borneo FC masih mampu menggagalkan peluang tersebut.

Borneo FC kemudian mendapat peluang emas melalui Mariano Peralta pada menit ke-56. Gelandang kreatif asal Argentina itu berhasil menembus kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya masih melambung di atas mistar gawang.

Peralta kembali menjadi pusat permainan Pesut Etam. Pada menit ke-62, ia melakukan aksi individu impresif melewati tiga pemain sebelum sepakannya diblok dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Sementara itu, penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Argawinata, tampil gemilang sepanjang pertandingan. Ia sukses menggagalkan tendangan bebas berbahaya Persijap yang mengarah ke pojok gawang.

Memasuki pertengahan babak kedua, kedua pelatih mulai melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga tempo permainan.

Borneo FC memasukkan Marcos Astina, M. Sihran, C. Santos hingga Cleylton guna menambah daya gedor di lini depan.

Peluang terbaik Pesut Etam hadir di masa injury time. Sebuah tendangan voli di depan gawang yang memiliki peluang besar menjadi gol justru berhasil diselamatkan secara dramatis oleh kiper Persijap.

Juan Villa juga sempat melepaskan tendangan bebas langsung ke arah gawang di menit akhir, namun kembali mampu diantisipasi penjaga gawang tuan rumah.

Di sisi lain, pertandingan sempat berjalan emosional karena sejumlah pemain Persijap beberapa kali terkapar di lapangan yang dinilai sebagai upaya mengulur waktu demi mempertahankan hasil imbang.

Hasil 0-0 ini membuat Borneo FC gagal membawa pulang poin penuh dari Jepara dan harus puas menambah satu angka dalam persaingan papan atas klasemen.

Pada pertandingan lain, Persib Bandung berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1 sehingga persaingan menuju papan atas klasemen semakin ketat. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

RT 25 Desa Suka Raja Mulai Waspada Air Sungai Naik

0
Sepaku diguyur hujan deras hingga malam hari. RT 25 Desa Suka Raja mulai siaga banjir akibat debit air terus naik. Foto: Sableng for MKN

PENAJAM PASER UTARA – Hujan deras disertai angin dan petir yang mengguyur Kecamatan Sepaku sejak Minggu (17/5/2026) sore mulai memicu banjir di sejumlah wilayah.

Hingga pukul 21.30 WITA, hujan masih berlangsung meski intensitasnya mulai berkurang. Namun debit air di beberapa kawasan rawan banjir terus mengalami kenaikan.

Wilayah yang paling awal dilaporkan siaga yakni RT 24 dan RT 25 Desa Suka Raja, kawasan yang memang kerap terdampak banjir saat hujan deras dan air pasang terjadi bersamaan.

Dalam video yang dibagikan Ketua RT 25, Waras Rahmad Abdillah atau yang akrab disapa Sableng, terlihat air mulai naik dari bawah kolong rumah dan mendekati teras warga.

“Ini air dari bawah (pasang) naik ke atas. Yang dari atas muter,” ujarnya dalam rekaman video yang beredar di WhatsApp.

Saat dikonfirmasi Media Kaltim, Waras membenarkan debit air terus naik dan warga mulai bersiaga.

“Iya mulai naik ini, sudah sampai bawah kolong rumah ini,” ucapnya melalui rekaman suara.

Di bagian ujung lingkungan RT 25, arus air bahkan mulai melintasi jalan lingkungan. Ketua RT bersama sejumlah warga terlihat turun langsung memantau perkembangan kondisi banjir.

Sementara itu, genangan juga mulai terlihat di koridor Jalan Negara RT 1 Desa Bukit Raya yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Kecamatan Sepaku.

Sekitar pukul 21.48 WITA, air sungai mulai naik dan merendam sebagian permukaan jalan.

Meski demikian, beberapa wilayah lain dilaporkan masih dalam kondisi aman. Salah satu perangkat Desa Binuang, Pahrian, menyebut wilayahnya belum terdampak banjir.

“Binuang aman,” singkatnya.

Kondisi serupa juga dilaporkan dari wilayah Telemow yang hingga pukul 21.53 WITA masih terpantau aman.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah wilayah lain seperti Karang Jinawi, Tengin Baru, Kelurahan Sepaku dan Kelurahan Maridan masih dalam pemantauan aparat desa dan warga setempat.

Warga diimbau tetap waspada mengingat hujan masih berpotensi turun dan debit air sungai dapat terus meningkat sewaktu-waktu. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Hotel Atlet Bergemuruh, Harum Dukung Langsung Borneo FC Bersama Suporter

0
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama istri dan putrinya saat nobar Borneo FC bersama ribuan Pusamania di Hotel Atlet Stadion Segiri, Samarinda. Foto: Hanafi/MKN

SAMARINDA – Suasana penuh semangat dan gemuruh dukungan mewarnai acara nonton bareng pertandingan Borneo FC di Hotel Atlet Kompleks Stadion Segiri, Minggu (17/5/2026) malam.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud atau yang akrab disapa Harum, hadir bersama sang istri, Syarifah Suraidah Harum, dan putrinya, Syahrah Mas’ud, untuk menyaksikan langsung laga krusial tersebut bersama ribuan suporter Pusamania.

Lobi Hotel Atlet dipadati pendukung Pesut Etam dengan atribut khas oranye-hitam. Teriakan dukungan, nyanyian suporter hingga yel-yel bergema sepanjang pertandingan dan membuat suasana nobar terasa layaknya berada langsung di tribun stadion.

Dalam pertandingan pekan ke-33 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Borneo FC harus puas bermain imbang tanpa gol 0-0.

Meski gagal meraih kemenangan, antusiasme para pendukung tidak surut. Ribuan Pusamania tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan sambil terus memberikan dukungan kepada tim kebanggaan Kalimantan Timur tersebut.

Di sela jeda pertandingan, Rudy Mas’ud sempat berdiskusi dengan dirigen Pusamania, Rio, terkait perkembangan Borneo FC dan kondisi fasilitas pendukung di kawasan Stadion Segiri.

Dalam kesempatan itu, Rio meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk membantu pembenahan fasilitas stadion, khususnya penerangan lampu Stadion Segiri.

Permintaan tersebut disampaikan karena Borneo FC diproyeksikan tampil di kompetisi antarklub Asia sehingga membutuhkan fasilitas stadion yang memenuhi standar internasional.

Selain pembenahan stadion, dukungan sponsor untuk memperkuat kesiapan klub juga menjadi harapan para suporter.

Menanggapi hal tersebut, Rudy Mas’ud menyampaikan optimismenya terhadap kebangkitan Borneo FC dan pemanfaatan kembali fasilitas olahraga di kawasan Segiri.

“Hotel atlet saja yang sudah empat tahun tidur sekarang sudah bisa dimanfaatkan kembali. Mudah-mudahan ke depan terus digunakan. Apalagi kalau hanya lampu Stadion Segiri untuk Borneo FC,” ujar Rudy disambut tepuk tangan suporter.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen melakukan pembenahan fasilitas stadion agar Borneo FC dapat terus berkembang dan bersaing di level lebih tinggi.

“Kalau hotel saja bisa kita hidupkan, apalagi cuma lampunya saja. Insya Allah lampu stadion segera kita benahi supaya Stadion Segiri bisa digunakan untuk kegiatan Borneo FC di Kalimantan Timur hingga level Asia,” katanya.

Momen nobar tersebut menjadi simbol kuatnya dukungan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap Borneo FC sebagai salah satu kebanggaan Kalimantan Timur. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S