Beranda blog Halaman 70

Masjid Ramah Musafir di Tenggarong Ini Raih Penghargaan Nasional

0
Masjid Jami’ KH. Muhammad Sadjid. (Ady/MKN)

TENGGARONG — Di tepian Sungai Mahakam, sebuah masjid di jantung Kota Raja menunjukkan bahwa fungsi rumah ibadah tak berhenti pada ritual semata. Masjid Jami’ KH. Muhammad Sadjid di Jalan AM Sangaji, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, tumbuh menjadi ruang singgah yang ramah bagi musafir dan duafa.

Sejak 2023, pengurus masjid menyediakan kamar khusus untuk tamu yang membutuhkan tempat beristirahat. Ruang tersebut sebelumnya merupakan Sekretariat Yayasan dan Ikatan Remaja Masjid (IRMA) yang kemudian dialihfungsikan menjadi kamar musafir.

“Awalnya di atas itu Sekretariat IRMA yang kami fungsikan jadi kamar musafir dan sekarang Sekretariat IRMA bergabung dengan Yayasan,” tutur Rudy Indra Winarto, salah satu pengurus Yayasan Masjid Jami’ KH. Muhammad Sadjid.

Saat ini tersedia tiga kamar singgah. Satu kamar ber-AC biasa digunakan untuk penceramah atau ustaz yang mengisi kajian. Dua kamar lainnya sederhana tanpa pendingin udara, namun tetap layak dan nyaman untuk beristirahat. Fasilitas dasar seperti tempat tidur, air minum, kopi, dan teh disediakan bagi tamu.

Toilet tersedia di lantai atas agar penghuni tidak perlu turun untuk mandi, sementara akses wudu dan salat tetap berada di ruang utama masjid. Sistem pendataan tamu pun dikelola secara tertib melalui buku tamu berbasis barcode yang tersimpan di laptop pengurus. Rata-rata 10 hingga 15 musafir menginap setiap bulan.

“Fasilitasnya tidak selengkap hotel, namun cukup untuk memulihkan lelah perjalanan,” tambah Rudy.

Pembangunan kamar singgah ini lahir dari donasi jamaah dan dukungan melalui media sosial. Pemerintah Kabupaten Kukar pada masa kepemimpinan Bupati Edi Damansyah juga turut memberikan hibah berupa kursi, televisi, dan fasilitas pendukung lainnya.

Sepengetahuan pengurus, Masjid Jami’ KH. Muhammad Sadjid menjadi masjid pertama di Kukar yang memiliki kamar singgah khusus musafir. Upaya tersebut berbuah manis ketika masjid ini dinobatkan sebagai masjid ramah duafa dan musafir terbaik tingkat nasional dalam Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRa) 2024.

Masjid ini berhasil mengungguli nominasi dari berbagai provinsi, termasuk Yogyakarta di posisi kedua dan Aceh di peringkat ketiga.

Aturan menginap pun jelas: maksimal tiga hari dan wajib menunjukkan identitas. Pengurus tetap selektif demi menjaga keamanan.

“Soalnya kami juga tidak berani kan terima asal terima, takutnya itu buronan kah atau apa. Nah itu yang kami hindari,” jelasnya.

Masjid ini menerima tamu lintas latar belakang, bahkan nonmuslim yang membutuhkan tempat singgah. Prinsipnya sederhana: datang, lapor, penuhi syarat, dan pintu dibuka.

Kini, kisah Masjid Jami’ KH. Muhammad Sadjid bukan sekadar tentang kamar singgah. Ia menjadi simbol bagaimana rumah ibadah memaknai keramahan sebagai ibadah sosial—membuka pintu seluas-luasnya bagi mereka yang membutuhkan. (MK)

Editor: Agus S

Rumah Kayu Ludes di Kombeng, Pemilik Meninggal Tak Sempat Selamatkan Diri

0
Kebakaran di Kombeng sisakan puing dan arang. (Istimewa)

SANGATTA — Kebakaran hebat melanda sebuah rumah kayu tunggal di Desa Sri Pantun, Kecamatan Kombeng, Senin (23/2/2026) siang. Peristiwa tersebut berakhir tragis setelah pemilik rumah, Hartoyo, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban diketahui memiliki riwayat sakit stroke dan diduga berada seorang diri di dalam rumah saat api mulai membesar. Kondisi fisik yang terbatas membuatnya tidak mampu menyelamatkan diri ketika kobaran api dengan cepat melalap bangunan berukuran sekitar 6 x 10 meter itu.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Timur menerima laporan sekitar pukul 12.46 WITA. Tim pemadam langsung bergerak dan tiba di lokasi pukul 13.10 WITA setelah menempuh jarak kurang lebih 8,1 kilometer dari pos.

Sendirian dan Sakit Stroke, Hartoyo Meninggal dalam Kebakaran. (Istimewa)

“Kejadian terjadi kemarin. Saat tim tiba, api sudah cukup besar. Petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan lokasi sekaligus mengevakuasi korban,” ujar Eko Purnomo, Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi, dan Komunikasi Disdamkartan Kutim, Selasa (24/2/2026).

Informasi awal di lapangan menyebutkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Dalam upaya penanganan, lima unit armada dikerahkan, yakni Unit Supply 312, Fire 324, Supply 325, Fire 308, dan Red Car. Operasi turut dibantu Damkar Kecamatan Kombeng serta Damkar Kecamatan Muara Wahau.

Pengamanan lokasi dilakukan Babinsa Kombeng dan Polsek Kombeng. Petugas PLN Rayon Muara Wahau juga memastikan jaringan listrik di sekitar titik kebakaran dalam kondisi aman selama proses pemadaman berlangsung.

Tim menghadapi tantangan berupa jarak tempuh yang cukup jauh serta kondisi akses jalan menuju lokasi yang masih berupa tanah dan tidak rata, sehingga mobilisasi kendaraan pemadam tidak maksimal.

Api berhasil dikendalikan dan dilakukan pendinginan sekitar 15 menit guna mencegah perambatan ke bangunan lain. Hingga kini, kerugian material masih dalam pendataan, sementara pihak damkar menegaskan laporan ini bersifat sementara.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab kebakaran,” pungkas Eko. (MK)

Editor: Agus S

Gereja Katolik IKN Masih Proses, Gelar Basilika Belum Resmi

0
Tampilan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Negara (IKN) saat malam. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA — Status Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga kini belum resmi menyandang gelar “Basilika”. Penetapan tersebut masih dalam proses pengajuan ke Vatikan dan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Takhta Suci.

Staf Ahli Menteri Agama Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi, AM Adiyarto Sumardjono, menegaskan pentingnya meluruskan persepsi publik terkait penyebutan basilika.

“Ini perlu disampaikan untuk meluruskan persepsi publik bahwa hingga saat ini gereja tersebut belum berstatus basilika. Status tersebut merupakan gelar kehormatan dalam Gereja Katolik yang hanya dapat diberikan oleh Paus melalui Takhta Suci Vatikan melalui proses kanonik yang ketat,” terangnya dalam keterangan resmi, kemarin (23/2/2026).

Adiyarto menjelaskan, penggunaan istilah “Basilika” dalam sejumlah dokumen pembangunan saat ini sebatas label administratif atau penamaan teknis proyek konstruksi. Istilah tersebut dipakai untuk membedakan spesifikasi pekerjaan dalam kontrak pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah.

Dengan demikian, secara fungsional maupun keagamaan, status basilika belum ditetapkan dan belum bersifat resmi.

“Terkait Gereja Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara, pembangunan fisik hampir rampung dan proses pengajuan status basilika masih berjalan sesuai mekanisme Gereja Katolik. Pemerintah tidak memiliki kewenangan dalam penetapan gelar tersebut,” tegasnya.

Pemerintah, lanjutnya, tetap menghormati mekanisme internal masing-masing agama dalam hal penetapan status dan gelar keagamaan. Pembangunan rumah ibadah di IKN dilakukan dengan standar dan ketentuan sesuai keyakinan masing-masing umat.

Gereja Katolik yang berlokasi tidak jauh dari Masjid Negara IKN tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp704,9 miliar dan kini progresnya telah mencapai 99 persen. (MK)

Editor: Agus S

IKN Bakal Punya Madrasah Terintegrasi RA hingga MA

0
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat di Masjid Negara di IKN. Beliau juga menyempatkan meninjau calon lahan rencana pembangunan madrasah terpadu. (Atmaja/MKN/Dok. Kemenag)

NUSANTARA — Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) merencanakan pembangunan madrasah terpadu di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Lahan seluas sekitar 21 hektare telah ditinjau langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam kunjungan kerjanya pada 20–21 Februari 2026.

Madrasah tersebut dirancang mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

“Insya Allah banyak program Kementerian Agama yang harus segera kita wujudkan di sini (IKN). Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah,” ujar Menag dalam keterangan resminya.

Konsep kawasan pendidikan ini tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga dilengkapi asrama, fasilitas olahraga, masjid, serta sarana pendukung lainnya. Madrasah terintegrasi tersebut diharapkan menjadi solusi pendidikan yang lengkap dan berkualitas bagi masyarakat di wilayah delineasi IKN yang terus berkembang.

Menurut Nasaruddin, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono telah menyatakan kesiapan untuk menyediakan lahan bagi pembangunan tersebut. Dalam kunjungan kerjanya, Menag juga membahas pengembangan perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, serta rumah susun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia menilai kesiapan infrastruktur dan sistem kerja di IKN membuka peluang besar bagi Kementerian Agama untuk memperkuat koordinasi vertikal dari pusat hingga daerah tanpa harus berbasis di Jakarta.

“Mudah-mudah pada waktunya nanti kita Kementerian Agama bisa pertama kali bisa lebih eksis di sini. Karena kita kan vertikal, jadi mengkoordinasikan seluruh karyawan dari pusat sampai ke bawah itu tidak harus harus di Jakarta, bisa kita melalui jaringan di sini,” pungkas Nasaruddin.

Sebagai informasi, lokasi lahan yang ditinjau berada satu koridor dengan sejumlah fasilitas strategis, seperti RS Abdi Waluyo, Mayapada Hospital, Universitas Gunadarma, serta SMA Taruna Nusantara di kawasan 1B–1C IKN. (MK)

Editor: Agus S

Zero Accident di Kutim, Ribuan Pelanggaran Tetap Ditindak ETLE

0
Kasatlantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Meihendra saat memberikan keterangan dalam konferensi pers. (Ramlah/MKN)

SANGATTA — Operasi Keselamatan Mahakam 2026 di wilayah hukum Kutai Timur (Kutim) resmi berakhir dengan catatan menggembirakan. Selama 14 hari pelaksanaan, sejak 2 hingga 15 Februari 2026, Satlantas Polres Kutim tidak mencatat satu pun kasus kecelakaan lalu lintas.

Meski angka kecelakaan nihil, penindakan terhadap pelanggaran tetap berjalan. Sebanyak 1.568 pelanggaran lalu lintas berhasil terekam melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik statis, mobile, maupun handheld.

Kepala Satlantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Meihendra, menyebut capaian zero accident tersebut tidak lepas dari pendekatan pencegahan yang diperkuat secara masif sepanjang operasi.

“Sepanjang operasi tahun ini, kami mencatat nihil kejadian kecelakaan lalu lintas,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, strategi preemtif menjadi kunci utama. Sosialisasi, edukasi, dan imbauan keselamatan dilakukan secara intensif kepada berbagai elemen masyarakat. Total tercatat 42.491 kegiatan selama operasi berlangsung.

Jika dibandingkan Operasi Keselamatan Mahakam 2025, jumlah kegiatan edukasi meningkat tajam hingga 1.745 persen. Peningkatan itu dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Namun demikian, pelanggaran masih ditemukan. Mayoritas pelanggaran dilakukan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm serta pengemudi kendaraan roda empat yang tidak mengenakan sabuk pengaman.

“Penegakan hukum tetap kami jalankan sebagai bentuk konsistensi menciptakan budaya tertib berlalu lintas,” tegasnya.

Selain penindakan ETLE, Satlantas juga melakukan ramp check bersama Dinas Perhubungan Kutim. Dari 51 kendaraan angkutan umum yang diperiksa di Terminal Sangatta dan sejumlah titik travel, hanya 25 kendaraan dinyatakan laik jalan.

Hasil operasi ini sekaligus menjadi bahan evaluasi menghadapi Operasi Ketupat Mahakam 2026 menjelang arus mudik Lebaran. Jalur rawan kecelakaan dari wilayah Kongbeng hingga Teluk Pandan telah dipetakan sebagai bagian dari program Zero Accident.

Menjelang Ramadan, kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas berisiko seperti balap liar, penggunaan knalpot tidak standar, hingga konvoi sahur yang berpotensi mengganggu ketertiban.

AKP Rezky menegaskan operasi keselamatan akan terus digelar secara berkelanjutan.

“Kami tidak ingin ada kesan pembiaran terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” sebutnya.

Ia menambahkan, sebagian besar kecelakaan di lapangan dipicu kelalaian pengendara, seperti tidak memakai helm, melanggar rambu, dan kurang disiplin. Karena itu, operasi keselamatan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan langkah konkret menekan risiko kecelakaan di jalan raya. (MK)

Editor: Agus S

Pemkot Samarinda Serahkan 222 Kios ke Pedagang SKTUB, 157 Masih Diverifikasi

0
Penyerahan kunci kios di Pasar Pagi oleh Kadisdag Kota Samarinda, Nurrahmani kepada Kuasa Pedagang SKTUB Pasar Pagi, La Sila. (Istimewa)

SAMARINDA — Proses distribusi kios di gedung baru Pasar Pagi Samarinda terus bergerak. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag) mencatat hingga 21 Februari, sebanyak 222 pedagang pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berdagang (SKTUB) telah menerima kunci dari total 379 nama yang terdata.

Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding tahap awal verifikasi. Kuasa Pedagang SKTUB Pasar Pagi, La Sila, menjelaskan bahwa pada tahap pertama hanya 171 pedagang yang dinyatakan aktif dan lolos verifikasi. Setelah dilakukan pembaruan dan pencocokan ulang dokumen, jumlah penerima bertambah menjadi 222 orang.

“Artinya, sudah 222 pemilik SKTUB resmi menerima kiosnya. Proses ini masih berjalan dan terus diperbarui,” ujarnya.

La Sila menegaskan, pihaknya bersama Pejuang SKTUB 379 tetap mengawal penuh proses distribusi tersebut. Ia memastikan seluruh pemilik dokumen fisik SKTUB harus mendapatkan haknya sesuai kesepakatan.

Dalam pertemuan sebelumnya saat aksi damai di Balai Kota Samarinda, telah disepakati bahwa setiap pemilik SKTUB berhak memperoleh satu kios lebih dulu, tanpa membedakan status aktif maupun tidak aktif.

Meski demikian, masih terdapat sekitar 157 pedagang yang belum menerima kunci. Menurut La Sila, kondisi itu terjadi karena proses sinkronisasi serta verifikasi data masih berlangsung.

“Jika ada data yang belum cocok, perlu disampaikan secara transparan apakah karena berkas belum lengkap atau memang belum terverifikasi,” tegasnya.

Ia memaparkan, sebelumnya terdapat 208 data yang belum terakomodasi usai verifikasi awal. Dalam proses pencocokan lanjutan ditemukan selisih sekitar 39 data.

Sebagai bagian dari validasi, sebanyak 167 dokumen fisik SKTUB kembali dikumpulkan untuk diverifikasi ulang sebelum diserahkan kepada pemerintah kota.

Hasil pembaruan terakhir menunjukkan sekitar 10 nama dalam pengajuan tambahan ternyata sudah masuk dalam daftar penerima kunci. Dengan demikian, jumlah riil pedagang yang masih menunggu distribusi kini berkisar 157 orang.

La Sila memastikan perjuangan belum berhenti sampai seluruh pedagang mendapatkan haknya.

“Pastinya kita akan mengawal pedagang yang belum terakomodasi sampai mendapatkan kios untuk berdagang agar roda ekonomi di Pasar Pagi bisa bergerak kembali,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

GratisPol Diklaim Lebih Inklusif, Rudy Ungkap Data Penerima

0
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (Hadi Winata/Radar Samarinda).

SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menepis anggapan bahwa Program Beasiswa Kaltim Tuntas dan Stimulan periode sebelumnya lebih unggul dibandingkan Program GratisPol Pendidikan yang kini dijalankan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Penegasan itu disampaikan Rudy dalam rapat paripurna DPRD Kaltim, Senin (23/2/2026). Ia menyebut isu perbandingan kedua program kerap muncul saat masa reses dan perlu diluruskan berdasarkan data.

Menurut Rudy, perbedaan mendasar terletak pada orientasi kebijakan. Jika sebelumnya bersifat terbatas, GratisPol disebut lebih inklusif dan menjangkau lebih luas.

“Saat ini kita menganggarkan GratisPol untuk sekitar 158 ribu mahasiswa, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kalau ada pemutusan sepihak, itu urusan kampus. Di Kaltim ada 52 kampus, dan semua berjalan dengan aturan,” tegasnya.

Ia memaparkan, pada 2023 Program Kaltim Tuntas dan Stimulan menjangkau sekitar 28 ribu mahasiswa dengan anggaran Rp365,34 miliar atau rata-rata Rp12,94 juta per mahasiswa.

Sementara Program GratisPol pada 2026 dialokasikan sebesar (Rp819,57 miliar) untuk 157.090 mahasiswa dengan rata-rata bantuan Rp5,17 juta per mahasiswa.

“Kalau dibandingkan dengan Kaltim Tuntas dan Stimulan tahun 2023, jumlah mahasiswanya hanya sekitar 28 ribu,” ujarnya.

Rudy menilai besaran bantuan per mahasiswa tidak bisa dilihat secara parsial. Ia menegaskan GratisPol menitikberatkan pada pemerataan akses pendidikan.

Ia juga menyebut sasaran GratisPol tidak hanya mahasiswa umum, tetapi mencakup aparatur sipil negara (ASN) di OPD serta para guru.

“Kenapa kita sasar OPD dan guru? Karena kita ingin improve SDM kita. Kalau SDM meningkat, pelayanan dan pendidikan juga ikut naik,” katanya.

Rudy menegaskan program ini tidak bersifat memaksa. Mahasiswa yang telah menerima beasiswa lain tetap diberi pilihan.

“Kita tidak memaksa. Kalau sudah punya beasiswa lain atau tidak mau ikut, ya tidak masalah,” tambahnya.

Sebagai catatan, Program Kaltim Tuntas dan Stimulan diluncurkan pada 16 September 2019 melalui Badan Pengelola Beasiswa (BPB) Kaltim berdasarkan Pergub 422/2019.

Sementara GratisPol yang diluncurkan 21 April 2025 berpayung hukum Pergub 24/2025 dan dikelola melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim, dengan konsep pendidikan gratis dari SMA hingga S3. (MK)

Editor: Agus S

Disorot Soal Mobil Dinas Miliaran, Gubernur Kaltim Buka Suara

0
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, angkat bicara terkait polemik pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar yang ramai diperbincangkan publik. Ia menegaskan, hingga kini kendaraan tersebut belum digunakan untuk operasionalnya di wilayah Kaltim.

Rudy menyebut, dalam aktivitas sehari-hari di daerah, dirinya masih menggunakan kendaraan pribadi. Sementara mobil dinas yang telah diadakan ditempatkan di Jakarta untuk mendukung kegiatan kepala daerah.

“Mobil yang diadakan sesuai dengan ketentuan tersebut. Persoalan harga, ada harga ada kualitas,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Menurut Rudy, penempatan kendaraan dinas di Jakarta berkaitan dengan intensitas kunjungan pejabat pusat, tamu daerah, hingga perwakilan negara sahabat ke Kaltim, terutama setelah provinsi ini menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kaltim ini sering menerima tamu dari berbagai daerah dan negara. Karena itu, kendaraan tersebut disiapkan untuk menunjang kegiatan kepala daerah,” katanya.

Ia memastikan pengadaan kendaraan telah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006. Dalam aturan tersebut, kapasitas mesin kendaraan dinas pejabat dibatasi maksimal 3.000 cc untuk sedan dan 4.200 cc untuk jenis jip.

Berdasarkan data sistem Inaproc Pemprov Kaltim, kendaraan yang dimaksud memiliki kapasitas mesin 2.996 cc dengan tenaga 434 horsepower. Mobil tersebut berjenis SUV hybrid, dilengkapi baterai 38,2 kWh dengan torsi 620 Nm.

Rudy menilai kendaraan dinas kepala daerah bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari representasi daerah di tingkat nasional maupun internasional.

“Masa iya kepala daerahnya pakai mobil ala kadarnya? Jangan dong. Jaga dong marwah Kaltim. Ini marwahnya Kaltim,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kaltim, Andi Muhammad Arpan, menegaskan pengadaan kendaraan telah mengikuti seluruh regulasi, termasuk Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja pemerintah.

“Selama dasar hukumnya jelas, harganya sesuai, dan manfaatnya dapat dipertanggungjawabkan, itu yang menjadi prinsip kami,” pungkas Arpan. (MK)

Editor: Agus S

Prestasi Sistem Islam dalam Menurunkan Kemiskinan

0
Rahmi Surainah, M.Pd. (ist)

Oleh:
Rahmi Surainah, M.Pd
Aumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Kota Bontang tengah memperkuat pengelolaan data kemiskinan, setelah jumlah warga miskin turun dari 47.000 menjadi sekitar 17.000 jiwa. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyatakan bahwa angka ini masih perlu ditekan hingga idealnya mencapai 5 persen. Saat ini tingkat kemiskinan Bontang berada di kisaran 8–9 persen, sudah di bawah rata-rata nasional. Namun, menurutnya angka tersebut belum mencerminkan status Bontang sebagai kota industri.

Dinas Sosial Bontang saat ini tengah mengelompokkan 17.000 warga miskin berdasarkan delapan indikator Kepmensos dan SK Wali Kota. Data ini kemudian akan diserahkan ke BPS untuk penentuan desil (tingkat kesejahteraan).

Selain itu, pemkot juga menggandeng perusahaan untuk intervensi sosial. Salah satunya, PT Pupuk Kaltim (PKT) telah berkomitmen membantu 500 kepala keluarga. Setelah pengelompokan selesai akan disusun intervensi dalam tiga kategori, yakni bantuan sosial, program sosial, dan program kesejahteraan sosial. Targetnya setelah Lebaran, program bisa berjalan lebih terstruktur. https://radarbontang.com/turun-jadi-17-000-pemkot-bontang-targetkan-kemiskinan-ideal-5-persen/

Secara nasional tingkat provinsi, angka kemiskinan Kalimantan Timur (Kaltim) sebenarnya merangkak naik pada September 2025 lalu. Hal ini sekaligus mengakhiri tren penurunan yang konsisten dalam 30 bulan terakhir. Sebelumnya tingkat kemiskinan di Kaltim cenderung mengalami penurunan beberapa waktu lalu, seperti pada September 2022 di level 6,44 dan terus konsisten turun hingga Maret 2025 sebesar 5,17.

Kemiskinan mengalami kenaikan baik dari sisi jumlah maupun persentase. Meski peningkatannya terbilang tipis, kondisi ini mengindikasikan adanya tantangan ekonomi yang perlu diwaspadai. Kepala BPS Kalimantan Timur Mas’ud Rifai menyatakan persentase penduduk miskin mencapai 5,19% atau setara 202.040 jiwa pada September 2025. https://kalimantan.bisnis.com/read/20260207/407/1950967/tingkat-kemiskinan-kaltim-merangkak-naik-usai-30-bulan-konsisten-turun#goog_rewarded

Kapitalisme Memiskinkan Masyarakat

Penurunan kemiskinan masih menjadi PR besar Kaltim dan beberapa daerah di dalamnya. Tak dapat dipungkiri di Kaltim ada yang terkategori daerah terkaya atau pun peringkat termiskin. Padahal Kaltim terkenal dengan kaya akan SDAE, tetapi tak berkolerasi dengan kesejahteraan. Buktinya masih ditemui daerah yang belum dialiri air PDAM maupun listrik.

Angka kemiskinan ditargetkan turun, sehingga antar daerah pun berlomba agar tercapai. Antara prestasi dan gengsi, pemerintah daerah tidak mau dianggap gagal dalam menurunkan kemiskinan. Seringkali ditemui data kemiskinan antara fakta dan realita tidak sesuai. Bisa jadi karena kinerja, indikator atau standarnya yang salah dan pelakunya tidak amanah. Contoh data warga miskin tidak terdata sebaliknya warga ekonomi membaik masuk miskin.

Ada perbedaan paradigmatik memandang kemiskinan sehingga standarnya pun berbeda. Sistem ekonomi kapitalistik menghitung kemiskinan/ pendapatan berdasarkan data rata-rata per kapita bukan individu. Artinya sudut pandang kapitalis rumusnya memang begitu sehingga wajar pendapatan rendah masih terkategori mampu.

Tidak hanya standar kemiskinan sistem Kapitalisme sekuler membuat warga semakin miskin dan kaya semakin kaya. Demikianlah kemiskinan struktural di tengah SDA yang melimpah.

Dalam sistem kapitalisme sekuler demokrasi saat ini sudah bukan rahasia lagi rezim kerap bermain angka untuk menaikkan citranya. Bansos yang pemerintah berikan jauh dari kata cukup. Sudahlah sering salah sasaran, jumlahnya pun tidak mampu menutupi kebutuhan hidup keluarga yang kian meningkat.

Dengan demikian, jika dikatakan kebijakan pemerintah mampu menurunkan angka kemiskinan, klaim ini jauh dari realitas. Kemiskinan adalah problem struktural, bukan angka semata. Sebab sistem sekuler kapitalisme yang diterapkan oleh negeri ini membuat distribusi harta hanya beredar di kalangan orang kaya saja.

Oleh karena itu, ilusi menurunkan kemiskinan selama menggunakan sistem kapitalisme sekuler. Target penurunan kemiskinan akan sulit dicapai melihat faktor penyebabnya sistemik. Makanya kemiskinan tidak akan mampu diatasi hanya dengan beragam program, namun perubahan harus menyentuh akar persoalan. Sistem ekonomi kapitalis tidak akan mampu menurunkan kemiskinan. Sebaliknya kemiskinan akan terus turun temurun.

Islam Menyejahterakan Masyarakat

Kesejahteraan hanya terwujud dengan Islam dengan beberapa mekanismenya, sebagai berikut. Pertama, Islam menjamin kebutuhan primer. Islam memerintahkan pada setiap kepala keluarga untuk bekerja. Selanjutnya, Islam mewajibkan kerabat dekat untuk membantu saudaranya. Islam pun mewajibkan negara dan kaum muslim membantu rakyat miskin.

Dalam sistem aturan kepemilikan, Islam pun membagi tiga, yaitu kepemilikan individu, umum, dan negara. Selanjutnya pengelolaan kepemilikan dalam sistem ekonomi Islam dilakukan dengan dua cara, yaitu pengembangan kepemilikan dan penggunaan harta.

Selanjutnya, Islam mewajibkan negara mendistribusikan harta kepada yang tidak mampu. Islam mewujudkan kesejahteraan per individu secara real bukan rata-rata perkapita masyarakat. Islam mewajibkan sirkulasi kekayaan terjadi pada semua anggota masyarakat dan mencegah kekayaan hanya pada segelintir orang.

Jika terjadi kesenjangan maka negara harus memecahkannya dengan cara mewujudkan keseimbangan dalam masyarakat. Caranya dengan memberikan harta negara kepada orang yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhannya. Misalnya, memberikan tanah yang tidak difungsikan untuk dikelola warganya.

Dalam Islam, pengelolaan hasil SDAE oleh negara akan masuk dalam kas Baitul Mal yang menjadi pusat pendapatan negara. Arahnya adalah untuk menjamin kehidupan per-individu rakyat agar benar-benar mendapatkan sandang, pangan dan papan. Serta untuk mewujudkan jaminan bagi rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, pertanian, industri, infrastruktur dan lainnya.

Dengan demikian, kesejahteraan dalam Islam tidak hanya masalah angka tapi real tercukupi kebutuhan per individu. Dengan sistem Islam kemiskinan akan teratasi, mulai dengan kepedulian warga sesama muslim yakni shadaqah, infak dan zakat. Ditambah negara pun andil dalam pengelolaan Baitul mal untuk menyalurkan bantuan terhadap warganya.

Prestasi kegemilangan sistem Islam bisa dilihat pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau telah mengentaskan rakyatnya dari kemiskinan hingga tidak ditemui satu pun penerima zakat karena rakyatnya hidup berkecukupan. Demikianlah prestasi sistem Islam tanpa kemiskinan dan wujudkan kesejahteraan tentunya keberkahan bumi dan langit akan diraih jika taat kepada aturan Ilahi.

Wallahu’alam.

Polisi Amankan Dua Terduga Pengedar Pil LL

0
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan. (Ist).

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang telah berhasil mengamankan dua orang pria, yakni Us (51) dan RR (33) terkait dugaan peredaran obat keras jenis pil LL di Jalan Pupuk Raya, RT.21, Kelurahan Guntung, kecamatan Bontang Utara, Senin (23/2/2026) malam.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Larto mengatakan, petugas melakukan penangkapan kedua tersangka sekitar pukul 22.30 Wita, setelah polisi menerima informasi dari masyarakat dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Awalnya dari tangan tersangka Us, petugas telah menyita sebanyak 93 butir pil LL dalam satu bungkus plastik, dan 84 bungkus yang berisi masing-masing 3 butir, dengan total sebanyak 252 butir, serta sejumlah barang bukti lain berupa plastik bening, dua tas, dan uang tunai sejumlah Rp78 ribu.

“Tersangka mengaku mendapatkan pil tersebut dari seseorang yakni RR, sehingga polisi melakukan penangkapan terhadap RR, juga mengamankan satu unit handphone merek Samsung yang diduga digunakan untuk transaksi,” ucapnya, Selasa (24/2/2026).

Kedua tersangka beserta dengan barang bukti kini telah diamankan di Satresnarkoba Polres Bontang, untuk proses pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.

Keduanya pun telah dikenakan Pasal 435 UURI Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam