Beranda blog Halaman 769

Saran-saran dari Juri ADWI untuk Pengembangan Wisata Malahing

0
Saran-saran dari Juri ADWI untuk Pengembangan Wisata Malahing
Asesoris untuk percantik Malahing. (Yusva Alam)

BONTANG – Tak hanya keunggulan yang disampaikan Tim Juri Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, namun beberapa saran pun diutarakan tim juri yang terdiri dari Agus Wiyono dan Mangkukandia itu. Agar ada pembenahan Kampung Malahing, sehingga mampu meningkatkan nilai pariwisatanya.

Beberapa saran-saran membangun itu disampaikan Agus Wiyono, di antaranya:

Satu, butuh penguatan kelembagaan.

Dijelaskan Agus, kelembagaan ini menjadi penyakit umumnya desa wisata, tak hanya di Malahing. Kelembagaan ini masih kurang dimaksimalkan oleh-desa wisata termasuk di Malahing.

Menurutnya, Malahing perlu membuat lembaga yang khusus menangani pariwisata di kampung pesisir itu. Diisi oleh SDM-SDM yang handal di bidang pariwisata, serta membuat masterplan yang jelas dan terperinci. Bagaimana merencanakan daya tarik wisata baik jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

“Kalau lembaga itu bisa terwujud dan memiliki master plan jelas, saya kira ikut di lomba skala Asia hingga dunia itu perkara gampang. Karena semua indikator bisa tercapai,” ujar Agus.

Dua, pengembangan produk.

Menurutnya potensi yang dapat dikembangkan di Malahing sangat banyak, namun produk yang dihasilkan masih sedikit. Produk tak hanya terkait kuliner atau souvenir namun juga paket wisata.

Pengembangan wisata di Malahing masih berbasis tiket bukan paket. Padahal menurutnya jauh lebih bermanfaat kalau berbasis paket.

“Kalau hanya tiket masuk saja, yang didapat ya hanya harga tiket perorangan itu saja. Sementara kalau paket wisata bisa dapat semua termasuk tiket itu juga. Contohnya kalau disediakan paket wisata di Malahing senilai Rp 250 ribu, di dalam paket itu ada harga tiket, biaya makan, nginap, dan sebagainya,” bebernya.

Ditambahkan Agus, Malahing bisa juga membuat paket wisata perjalanan antar kampung pesisir. Malahing bisa kerjasama dengan Bontang Kuala atau Selangan dan kampung pesisir lainnya.

“Kampung di atas laut kayak gini bisa dihitung jari, gak sampai 10 jari udah habis. Artinya unik banget. Karena unik orang cari itu,” imbuhnya. (adv/al)

Ini Keunggulan Malahing yang Belum Diketahui Banyak Orang

0
Ini Keunggulan Malahing yang Belum Diketahui Banyak Orang
Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Indra Ni Tua didampingi Wali Kota Bontang, Basri Rase saat mengunjungi beberapa cottage di Malahing. (Yusva Alam)

BONTANG – Tim Juri Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 menilai Kampung Malahing, Sabtu (24/6/2023) lalu. Tim Juri ADWI tersebut datang bersama Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Indra Ni Tua beserta tim kreatif yang akan membuat video Kampung Malahing.

Dari hasil penilaian 2 orang tim juri yang terdiri dari Agus Wiyono dan Mangkukandia, dibeberkan beberapa poin keunggulan Kampung Malahing dibandingkan dengan desa-desa wisata lainnya, yang berhasil masuk 75 besar desa wisata di ADWI 2023.

Beberapa keunggulan Malahing di antaranya:

Satu, Kampung Malahing merupakan satu-satunya yang berada di atas laut. Sementara semua desa wisata lainnya berada di darat.

“Salahsatu atribut penting di sini itu rumah di atas laut. Gak ada bandingannya dengan 74 desa terbaik lainnya. Semuanya di darat, ini yang paling unik karena di atas laut. Atribut penting yang paling kuat di malahing sementara ini,” ujar Agus saat diwawancara oleh media ini.

Dua, Kampung Malahing disamakan dengan Bali dan Maldive lantaran memiliki banyak cottage.

“Kalau di Bali cottage kayak gini bisa Rp 10 juta per malam. Adanya cottage ini bisa jadi menambah nilai wisata di Malahing,” ungkap Mangkukandia.

Tiga, Kampung Malahing nol sampah plastik.

“Di sini desa wisata paling bersih karena nol sampah plastik. Pertahankan nol plastik, agar airnya tetap biru. Mari kita bersahabat dengan alam. Kita harus belajar dari alam. Alam tidak perlu manusia, manusia yang perlu alam,” imbuh Mangkukandia.

Tiga, kesadaran masyarakat akan hidup bersih tinggi.

Menurut Agus, kategori tamu yang bisa disasar Malahing adalah domestik midle up (menangah ke atas). Lantaran kesadaran masyarakatnya akan hidup bersih terbilang baik.

“Biasanya kalau kampung-kampung kayak gini kumuh, bau, kotor. Ini modal sosial yang bagus untuk dikembangkan. Masyarakatnya bagus kesadarannya,” ucapnya. (adv/al)

Tim Juri Independen, Pemenang ADWI Diikutkan Lomba Skala Asia

0
Tim Juri Independen, Pemenang ADWI Diikutkan Lomba Skala Asia
Backdrop penyambutan Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Indra Ni Tua dan Tim Juri ADWI 2023 di Malahing, Agus Wiyono (kanan) dan Mangkukandia. (Yusva Alam)

BONTANG – Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Indra Ni Tua menyebutkan, para pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 akan diumumkan sekira akhir Agustus atau awal September. Namun hal itu belum dipastikan, lantaran penilaian belum rampung seluruhnya.

Dikatakan Indra, agar bisa mengumumkan para pemenang, tim juri harus menyelesaikan penilaian di seluruh desa yang masuk 75 besar ADWI 2023. Para juri akan menilai dari dokumen-dokumen yang diberikan serta informasi yang didapatkan.

“Penilaian di Kampung Malahing ini baru yang ke-47, masih banyak yang belum dinilai,” ujar Indra.

Dikatakannya, ke-75 desa wisata yang masuk di ADWI 2023 ini sudah yang terbaik. Namun nantinya para pemenang akan dibantu promosi oleh Kemenparekraf RI. Caranya bekerjasama dengan berbagai mitra strategis Kemenparekraf RI.

“Ada perusahaan seperti BCA, Astra, Tiktok, hingga Tarveloka. Selain itu juga pemenang akan diikutkan lomba skala Asia,” sebutnya.

Sementara itu, salahsatu Tim Juri ADWI 2023, Agus Wiyono menambahkan, dari 75 besar desa wisata di ADWI 2023 ini akan dicari pemenang di masing-masing 5 kategori penilaian. Dari masing-masing kategori akan ada juara 1,2, dan 3. Ditambah lagi dengan juara favorit.

“Juara 1 favorit, dimana setiap desa wisata akan dibuatkan video lalu akan diupload di platform Jadesta (jaringan desa wisata). Vote paling banyak akan jadi juara favorit,” beber Agus.

Ia menjelaskan cara penilaian tim juri, yaitu akan menilai berdasarkan 5 kategori. Masing-masing kategori terdapat kurang lebih 30 indikator penilaian dan memiliki indikator yang berbeda-beda.

Ia juga memastikan bahwa semua juri profesional dan independen. Terpisah dari Kemenparekraf RI. Para juri merupakan orang-orang yang sudah lama berkecimpung di bidangnya.

“Ada profesor, dosen, praktisi, hingga jurnalis. Latar belakangnya beda-beda. Setiap desa hanya 2 juri yang datang,” pungkasnya. (adv/al) 

Dukung Penguatan Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan 8 Ton Pupuk ke Kodim 0908 Bontang

0

TINGKATKAN kontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan melalui sinergi bersama TNI, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali salurkan bantuan 8 ton pupuk ke Komando Distrik Militer (Kodim) 0908 Bontang. Bantuan diserahkan simbolis VP Komunikasi Korporat Pupuk Kaltim Anggono Wijaya, kepada Dandim 0908 Letkol Inf Priyo Handoyo, Senin (19/6/2023)

Diungkapkan Anggono, bantuan terdiri dari 2 ton Urea, 3 ton NPK dan 3 ton pupuk hayati Ecofert. Hal ini sebagai kesinambungan dukungan Pupuk Kaltim terhadap program ketahanan pangan yang digalakkan satuan TNI khususnya Kodim 0908 Bontang, melalui penanaman berbagai jenis komoditas pangan, palawija dan hortikultura.

“Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi dalam mendorong ketahanan pangan, sebagai salah satu sasaran prioritas perusahaan dalam memberikan manfaat melalui sinergi bersama stakeholder dan pihak terkait lainnya,” ujar Anggono.

Melalui bantuan ini diharap program ketahanan pangan oleh Kodim 0908 dapat berjalan maksimal, sehingga hasilnya tidak hanya memberi manfaat bagi seluruh anggota TNI dan keluarga tapi juga masyarakat. Sehingga secara perlahan kebutuhan pangan di Kota Bontang mampu dipenuhi dengan baik, dan ketergantungan pasokan dari luar daerah bisa dikurangi dengan pemenuhan mandiri.

“Harapan kami, apa yang dilaksanakan Kodim 0908 bisa memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat pada umumnya. Utamanya terkait kebutuhan pangan di Bontang, yang selama ini bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tambah Anggono.

Dirinya pun menyebut Pupuk Kaltim terbuka untuk kerjasama intensif terkait penguatan ketahanan pangan, salah satunya melalui program Demonstration Plot (demplot) komoditas di lahan milik Kodim 0908. Dimana program ini sebagai upaya Pupuk Kaltim mendorong peningkatan produktivitas hasil dan optimalisasi lahan pertanian secara terpadu, melalui pola pemupukan berimbang.

Program demplot dilakukan dengan pendampingan mulai awal pengolahan dan penyiapan lahan, termasuk pemilihan bibit secara baik dan benar. Dilanjutkan dengan pola pemupukan berimbang menggunakan produk Pupuk Kaltim serta evaluasi berkala hingga masa panen.

“Demplot yang sejauh ini dilakukan Pupuk Kaltim di berbagai wilayah Indonesia terbukti mampu meningkatkan hasil komoditas dan produktivitas lahan pertanian. Hal ini juga kami dorong di Kota Bontang, dengan dukungan TNI hingga masyarakat agar produktivitas pertanian lokal turut mencapai hasil maksimal,” tutur Anggono.

Komandan Kodim 0908 Bontang Letkol Inf Priyo Handoyo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesinambungan dukungan Pupuk Kaltim terhadap program ketahanan pangan yang digalakkan TNI di Kota Bontang. Menurut dia bantuan pupuk ini sangat dibutuhkan untuk optimalisasi lahan yang dikelola Kodim 0908, seluas 12 hektare (Ha) di kawasan Bontang Lestari.

Pada program ini, Kodim 0908 Bontang menanam berbagai jenis tanaman palawija dan hortikultura karena cocok dengan karakteristik lahan. Mulai dari cabai rawit dan cabai keriting, kacang tanah, terong hingga ubi. Bahkan beberapa diantaranya telah menghasilkan dengan cukup signifikan, seperti halnya terong dan cabai.

“Hasilnya tidak hanya untuk kebutuhan anggota dan warga sekitar, tapi juga terserap di pasar lokal Bontang. Ini yang terus kita kembangkan agar pasokan pangan secara perlahan bisa kita penuhi mandiri,” ujar Dandim Priyo.

Menurut Dandim Priyo, program ketahanan pangan juga upaya pihaknya mengajak masyarakat kembali melirik sektor pertanian, karena sangat berpotensi dikembangkan di Bontang. Hal ini juga untuk kesiapan menghadapi Bontang pasca industri, dengan memanfaatkan lahan kosong agar kembali produktif dan menghasilkan.

Terlebih penguatan sektor pertanian juga upaya mengendalikan inflasi, dengan terus mendorong peningkatan produksi berbagai komoditas untuk pemenuhan kebutuhan di masyarakat. Langkah ini menjadi fokus Kodim 0908 Bontang melalui program ketahanan pangan, yang diharap bisa diikuti serta didukung masyarakat dengan kembali bertani.

“Saat Bontang pasca industri kita harus bagaimana? Itu perlu kita siapkan dan pikirkan mulai sekarang. Dan sektor pertanian salah satu jawabannya. Selain lahan mendukung, hasilnya juga menjanjikan. Sudah buktikan dengan berbagai komoditas yang kita kembangkan,” papar Letkol Inf Priyo Handoyo.

Selain pengembangan berbagai komoditas, lahan Kodim 0908 tersebut juga disiapkan sebagai kawasan agrowisata dan sarana edukasi bagi masyarakat terkait tata kelola pertanian secara terintegrasi. Hal ini sesuai dengan semangat TNI dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus menyediakan sarana edukasi untuk peningkatan kualitas pendidikan, sehingga kedepan generasi penerus dapat lebih mengenal pertanian sebagai salah satu sektor andalan dalam negeri.

“Melalui program ini, sasaran kedepan tidak hanya pada penguatan produktivitas pangan dan pemenuhan kebutuhan di masyarakat, tapi juga memberikan manfaat bagi pendidikan generasi penerus terhadap pelestarian alam dan lingkungan,” pungkas Dandim Priyo.(adv)

Wali Kota Pede Malahing Juara ADWI 2023

0
Wali Kota Pede Malahing Juara ADWI 2023
Suasana penilaian ADWI 2023 di Kampung Malahing. (Yusva Alam)

BONTANG – Kampung Malahing memasuki tahap penilaian dalam lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, Sabtu (24/6/2023). Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Indra Ni Tua bersama 2 orang Tim Juri ADWI datang mengunjungi Kampung Malahing untuk menilai.

Penilaian ADWI 2023 tersebut diawali dengan kedatangan 2 tim juri, yaitu Mangkukandia dan Agus Wiyono yang melaksanakan penilaian di pagi hingga sore hari. Keduanya tidak sendiri, namun beserta tim kreatif yang bertujuan membuat video Kampung Malahing.

Tim juri menilai berdasarkan 5 kategori yang telah dipaparkan. Mulai dari daya tarik pengunjung, homestay dan toilet, souvenir, digital dan konten kreatif, hingga kelembagaan.

Di siang harinya sekira pukul 14.00 Wita, Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI, Indra Ni Tua tiba di Kampung Malahing dibersamai Wali Kota Bontang, Basri Rase, Wawali, Najirah, Kadispopar Ahmad Aznem, beserta seluruh unsur forkopimda dan perwakilan perusahaan.

Indra pun berkesempatan menikmati beragam spot-spot wisata yang tersedia di kampung atas laut tersebut. Mengelilingi kampung menggunakan perahu kecil, menyaksikan homestay ataupun cottage yang tersedia, hingga menikmati tari-tarian lokal yang disuguhkan oleh masyarakat Malahing. Bahkan Indra pun berkesempatan menandatangani prasasti di kampung tersebut.

“Malahing memiliki banyak potensi. Ada industri-industri dan perusahaan di sekitarnya. Maka manfaatkan potensi ini sebaik-baiknya. Tentunya bukan buat siapa-siapa, keberhasilan itu akan dinikmati oleh masyarakat Malahing dan sekitarnya,” ujar Indra dalam sambutannya.

“Semoga dengan kontribusi dari perusahaan ini, pariwisata di Bontang bisa semakin maju dan berkembang, khususnya di Malahing. Potensi wisata di Malahing luar biasa, tinggal bagaimana mengemasnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang mengungkapkan kepercayaan dirinya Kampung Malahing bisa mendapatkan kategori juara. Dirinya yakin, Malahing memiliki banyak kelebihan dibandingkan desa-desa wisata yang lain sehingga layak untuk mendapatkan juara.

“Bukan suatu keniscayaan jika suatu saat kami dipanggil pak menteri, untuk diberikan penghargaan sebagai yang terbaik,” tegasnya.

Selain itu, Ia mengatakan Pemkot Bontang berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan di Kampung malahing. Karena Malahing telah ditetapkan sebagai desa wisata.

“Di kawasan ujung Malahing nantinya akan kami tambah terus resortnya. Di situ tidak ada lagi pemukiman, karena di sana memang tempat untuk tujuan wisata,” ungkapnya.

“Terima kasih Pak Indra semoga ke depan akan kembali lagi ke sini,” pungkasnya. (adv/al)

Puncak Gebyar UMKM Diramaikan Wayang Kulit Lakon Gatot Koco Winisuda

0
Puncak Gebyar UMKM Diramaikan Wayang Kulit Lakon Gatot Koco Winisuda
Suasana penutupan event Gebyar UMKM di Halaman Parkir Stadion Bessar Berinta. (ist)

BONTANG – Penutupan event Gebyar UMKM berlangsung Sabtu (24/6/2023) malam di Halaman Parkir Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang). Penutupan event yang berlangsung selama kurang lebih seminggu tersebut dilaksanakan oleh Pemuda Ikapakarti.

Penutupan berlangsung meriah lantaran di acara puncak ini menyajikan pagelaran wayang kulit. Pagelaran wayang kulit kali ini menghadirkan Dalang Ki Dalang Medhot Sudarsono.

“Lakon wayang kulitnya adalah Gatotkoco Winisuda, yang menggambarkan betapa pentingnya pemuda di jaman sekarang. Dengan lakon itu, semangat pemuda tidak akan gentar walaupun ada rintangan sekalipun untuk bertindak dalam kebaikan,” ujar Dewan Pembina Ikapakarti, Dasuki dalam sambutannya yang didampingi Ketua DPD Ikapakarti Bontang, Harsono dan Sekretaris Sutrisno.

Sementara itu, Ketua Pemuda Ikapakarti, Sulistyo mengucapkan terima kasih kepada para sesepuh Ikapakarti, dan semua paguyuban serta komunitas di bawah naungan Ikapakarti. Atas dukungan penyelenggaraan Gebyar UMKM ini.

“Alhamdulillah event berjalan dengan lancar, terima kasih atas semua dukungannya,” ucapnya.

Penutupan Gebyar UMKM ini tak hanya antusias dihadiri penonton, namun juga dihadiri Wali Kota Bontang, Basri Rase beserta Wawali Najirah, dan Dandim Priyo Handoko. (rls)

Kasus Perdagangan Orang di Muara Badak Dibongkar

0
Kasus Perdagangan Orang di Muara Badak Dibongkar
Pelaku perdagangan orang ditangkap pihak Kepolisian Bontang. (ist)

BONTANG – Seorang wanita berinisial Ru 53 tahun ditangkap pada Kamis (22/6/2023) pukul 17.00 Wita di sebuah penginapan.

Penangkapan tersebut terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kali ini lokasinya di Muara Badak, Kukar

Dia menjual anak di bawah umur yang masih berusia 17 tahun senilai Rp 800 ribu. Hal itu dibuktikan dengan barang bukti uang tunai, kunci kamar penginapan, dan handpone.

Dikatakan Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Muara Badak, Iptu Gatot Siswanto korbannya lebih dari satu.

“Korbannya ada 3 orang, itu masih kami kembangkan,” ujarnya.

Untuk sekali menjajakan korban, tersangka mengaku hanya mendapat upah sebesar Rp 100 ribu.

Tersangka yang kini telah ditahan di Mapolres Bontang dijerat pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman 15 tahun penjara. (hms)

Perubahan Data Pemilih Dipertanyakan Parpol, Begini Jawaban KPU Bontang

0
Perubahan Data Pemilih Dipertanyakan Parpol, Begini Jawaban KPU Bontang
Foto bersama seluruh peserta Rapat Pleno Terbuka KPU Kota Bontang untuk menetapkan Rekapitulasi DPT Pemilu 2024. (ist)

BONTANG – Rapat Pleno Terbuka KPU Kota Bontang untuk menetapkan Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah dilaksanakan pada 21 Juni 2023.

Namun, rapat tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan dan klarifikasi yang diajukan oleh perwakilan partai politik kepada KPU Kota Bontang.

Seperti diketahui, KPU Kota Bontang telah menetapkan Rekapitulasi DPT Kota Bontang. Jumlah keseluruhan pemilih yang tercatat adalah sebanyak 131.595 orang. Terdiri dari 68.136 pemilih laki-laki dan 63.459 pemilih perempuan. Terdapat 532 tempat pemungutan suara (TPS) di 15 kelurahan yang telah disiapkan untuk Pemilu di Kota Bontang.

Sebelum penetapan DPT tersebut, beberapa perwakilan partai mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait perubahan data pemilih yang telah disampaikan oleh ketua KPU Kota Bontang, dan mereka meminta penjelasan yang jelas terkait hal tersebut.

Agus Sutrisno dari PDIP mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan penjelasan rinci mengenai perubahan data yang telah disampaikan oleh ketua KPU. Ia merujuk pada perubahan data dari tingkat kelurahan hingga tingkat kecamatan dan kota Bontang yang ditetapkan sebagai DPT.

Agus juga menekankan pentingnya kejelasan dalam membedakan pemilih dari utara, selatan, dan luar Bontang, mengingat pemilu ini berlandaskan pada prinsip keterbukaan.

Ia juga meminta adanya Berita Acara (BA) kronologi terkait data pemilih dan TPS di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai lokasi khusus (loksus) pemilu di Bontang. Agus juga menanyakan apakah data pemilih BNBA akan sama dengan data BNBA DPSHP awal, dan apakah alamat lengkap akan dicantumkan atau hanya RT saja.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ketua KPU Bontang Erwin memberikan penjelasan terkait perubahan data. Ia menjelaskan bahwa perubahan data berasal dari proses Daftar Pemilih Sementara (DPS) ke DPSHP awal dan akhir.

Perubahan juga dapat terjadi karena adanya tanggapan dan masukan dari masyarakat, serta pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Bontang dan jajarannya. KPU juga menyampaikan bahwa terdapat 380 pemilih yang berasal dari Lapas Kota Bontang dan 148 pemilih dari luar Kaltim. Jumlah total pemilih di Lapas mencapai 1.371 orang. KPU juga menegaskan bahwa alamat yang tercantum dalam data BNBA DPT mencakup detail alamat.

Selanjutnya, Flavianus Aba dari Gerindra mengajukan pertanyaan terkait sistem perekapan data pemilih yang digunakan, apakah sama dengan pemilu 2019. Ia juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai pemilih dari Bontang Utara yang mungkin masuk sebagai pemilih Bontang Selatan, padahal sebenarnya mereka bukan penduduk Bontang Selatan.

Flavianus juga menyatakan kesulitan dalam memastikan keabsahan data dengan adanya nama yang sama dan kebingungan dalam menentukan pemilih yang dimaksud. Ia juga menanyakan mengenai pengiriman saksi dari Gerindra ke loksus pemilu.

Zulkarnaen dari Golkar meminta penjelasan dari KPU terkait catatan yang disampaikan oleh pengurus partainya yang hadir dalam rapat pleno sebelumnya. Dia ingin mengetahui apakah catatan tersebut sudah ditindaklanjuti, termasuk kasus Andi Hartini dari PAN yang namanya belum terdaftar dalam DPT.

Selain itu, Zulkarnaen juga menanyakan kepada KPU mengenai sumber perubahan data pemilih, seperti pemilih yang telah meninggal atau pemilih baru.

Erwin, Ketua KPU, memberikan tanggapan terhadap pertanyaan dan klarifikasi yang diajukan. Ia menjelaskan bahwa sistem Sidalih yang digunakan oleh KPU tidak salah dan sesuai dengan undang-undang pemilu dan undang-undang publik.

Sistem tersebut mengadaptasi data dari DPS ke DPSHP agar nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) tidak ditampilkan secara langsung. Erwin juga menjelaskan bahwa tidak ada perubahan wilayah dalam pemilu kali ini, termasuk untuk lokus di lapas.

Pada pemilu 2019, TPS di lapas masih menggunakan TPS reguler, namun sekarang TPS di lapas telah diubah menjadi TPS loksus dengan nomor 901 hingga 905.

Ricky dari Lapas Bontang menambahkan terkait data penghuni lapas. Hingga saat ini, terdapat 1.722 penghuni di lapas, dan setiap minggu terdapat penambahan penghuni baru. Ricky mengungkapkan bahwa sebagian besar penghuni lapas berasal dari Kutai Timur.

Ia juga menyampaikan bahwa jumlah warga binaan lapas akan terus bertambah, dan lapas akan terus berkoordinasi dengan KPU dan Dukcapil. Ricky juga mengajukan pertanyaan mengenai regulasi terkait saksi partai politik di lapas, termasuk penggunaan ponsel oleh saksi. Lapas juga ingin mengetahui jumlah pasti saksi yang akan memantau dan menyaksikan proses pemungutan suara di lapas. (RB)

Bawaslu Dorong KPU Pastikan Keakuratan Data Pemilih untuk Pemilu 2024

0
Bawaslu Dorong KPU Pastikan Keakuratan Data Pemilih untuk Pemilu 2024
Rapat Pleno Terbuka KPU Kota Bontang untuk menetapkan Rekapitulasi DPT Pemilu 2024. (ist)

BONTANG –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang beberapa hal terkait data pemilih yang telah ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024.

Salah satu hal yang disoroti adalah adanya perubahan dan pergeseran data pemilih dari Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPHP) awal hingga Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPHP) akhir tingkat kecamatan.

Nasrullah meminta data pemilih yang otentik disampaikan kepada Bawaslu Bontang melalui email atau surat resmi. “Hal ini bertujuan agar semua pihak dapat mengetahui dengan jelas terkait pemilih loksus (lokasi khusus) di lapas,” katanya.

Selama rapat koordinasi, Nasrullah juga menginformasikan bahwa terdapat 12 pemilih dengan data yang kurang jelas.

Bawaslu Bontang telah meminta hal ini ditindaklanjuti. Terkait penambahan pemilih, Nasrullah menekankan pentingnya sinkronisasi data sehingga saat pleno ditetapkan, tidak ada lagi data yang belum benar, tepat, dan jelas.

Nasrullah juga mengajukan pertanyaan terkait status Sidalih, apakah sudah ditutup atau masih bergerak. Selain itu, Bawaslu Bontang meminta KPU untuk menyampaikan data perubahan dan pergerakan data terkait Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang benar dan asli.

KPU juga diminta untuk memberikan data Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan pemilih penyandang disabilitas seperti yang telah disampaikan sebelumnya. “Kami memberikan perhatian khusus terhadap data-data pemilih tersebut,” katanya.

Permintaan dari Bawaslu Bontang ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan keakuratan data pemilih dalam rangka menjaga integritas dan kredibilitas Pemilihan Umum di Bontang. (RB)

UMKM hingga Seminar Teknologi di Bontang Smart Festival 2023

0
UMKM hingga Seminar Teknologi di Bontang Smart Festival 2023
Kegiatan Bontang Smart Festival 2023. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang membuka kegiatan Bontang Smart Festival 2023 pada Kamis (22/6/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kita Bontang.

Event ini menampilkan beberapa UMKM Bontang, mengadakan seminar teknologi membahas terkait digitalisasi dalam kehidupan sehari-hari, serta tournament e-sport.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Bontang, Anwar Sadat mengatakan, peserta kegiatan ini dinilai cukup antusias karena yang hadir melebihi target yang diharapkan.

“Awalnya kami target 200 peserta, hingga saat ini dilihat dari daftar hadir sudah 300 lebih,” jelasnya.

Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat Bontang dapat melek teknologi, lantaran saat ini hampir semua unsur kehidupan telah menggunakan teknologi.

“Sekarang kita sudah memasuki era digitalisasi,” ujarnya.

Nararasumber yang dihadirkan dalam event ini, membahas terkait pengggunaan teknologi dalam mengukur ketinggian sungai-sungai di Bontang menggunakan alat. Juga menghadirkan narasumber dari Tokopedia, yang memberitahukan bahwa penjualan online juga dapat meningkatkan UMKM Bontang.

“Tentu digitalisasi ini juga harus berpengaruh kepada kemajuan UMKM Bontang, oleh sebab itu Tokopedia dihadirkan untuk ikut memberitahu cara memasarkan produk,” lanjutnya.

Sementara itu, seminar event di hari kedua, Jumat (23/6/23) hari ini juga akan menghadirkan dua narasumber lainnya, yang membahas terkait pembayaran yang sudah cashless, dan cara-cara untuk terhindar dari penipuan yang marak dalam era digitalisasi.

“Jadi kita benar-benar ingin Bontang melek teknologi, namun harus dibarengi dengan pengetahuan agar tidak mudah ditipu,” tambahnya.

Kebanyakan peserta yang hadir adalah pelaku UMKM dan juga pelajar. Hal itu dikarenakan pelajar dan pelaku UMKM berperan besar dalam menjalankan, memahami, dan membagikan digitalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Anwar menyadari kegiatan ini terbilang sederhana, namun ke depannya ia sudah merencanakan akan mengadakan event yang lebih besar secara nasional. (adv/sya)