Beranda blog Halaman 791

Pasar Murah Hari Pertama, Seribu Paket Ludes Diserbu Warga

0
Pasar Murah Hari Pertama, Seribu Paket Ludes Diserbu Warga
GPM DKP3 di TPI Tanjung Limau. (Syakurah)

BONTANG – Gelar Pasar Murah (GPM) Dinas Ketahan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Bontang dibuka, Selasa (4/4/23) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau. Di hari pertama ini menyediakan seribu paket untuk lima kelurahan.

Jadwal lima kelurahan hari ini adalah Kelurahan Gunung Elai, Bontang Baru, Api-Api, Bontang Kuala, dan Berbas Tengah.

Di hari berikutnya akan dijatah seribu paket per hari. Adapun harga satu paket sembako yakni Rp 195 ribu. Harga ini lebih tinggi dari yang diperkirakan di awal yaitu Rp 188 ribu, dikarenakan harga beras dan telur yang sedang melonjak.

“Jadi kami berusaha menekan harga komoditas ini dengan cara memutus jalur distribusi. Dari Rp 260 ribuan kami hanya bisa tekan menjadi Rp 195 ribu,” ungkap Idhamsyah, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang.

Diungkapkan Idham, GPM diadakan dalam rangka menyambut hari besar nasional seperti lebaran Idulfitri serta Natal dan tahun baru. Sehingga dalam setahun akan dilaksanakan dua kali.

Ia berharap, pasar murah ini tidak hanya dilaksanakan dalam dua momen besar itu, tapi untuk selanjutnya dapat berbagi dengan masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga komoditas di pasaran.

“Rencananya, kami ingin mengadakan setahun sampai 6 kali, yang artinya dua bulan sekali dan langsung pada lokasi-lokasi kelurahan yang dituju,” lanjutnya.

Pemberian bantuan ini murni dipinjam dari Bulog, dengan harga yang sudah ditentukan kemudian akan dikembalikan harga jual dari Bulog. “Seluruh sembako tersebut kami memang minta ke Bulog untuk menyediakan semua, jadi tidak terbagi-bagi lagi,” jelas Idham.

Sementara itu, Ningsih, warga Kelurahan Bontang Baru mengaku terbantu dengan adanya GPM tersebut.

“Tentu sangat senang dengan adanya Pasar Murah ini, lebih murah dari harga pasaran dan barang-barang yang disediakan juga masih fresh.” ungkapnya.

Selain penyediaan komoditas pasar. GPM juga menggelar beberapa gerai untuk penjualan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diolah oleh Dinas Pertanian. Mereka menjual beberapa sayur segar dari hasil pertanian tersebut.

“Selain sembako murah, saya tadi beli selada juga. Masih segar-segar, untuk harga Rp 10 ribu saya dapat banyak,” tutupnya. (sya)

PAMA Gelar Penilaian Stratifikasi di 18 Posyandu

0
PAMA Gelar Penilaian Stratifikasi di 18 Posyandu
PAMA dan PT IMM saat melaksanakan penilaian stratifikasi di 18 posyandu. (ist)

BONTANG – Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

Berguna untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Berdasarkan Permenkes Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, terdapat 12 indikator yang wajib dipenuhi daerah kabupaten/kota.

Kegiatan UKBM melalui posyandu merupakan salah satu upaya peningkatan SPK, karena terdapat banyak kegiatan pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan di tempat tersebut.

Dalam rangka meningkatkan kualitas UKBM di wilayah Kecamatan Teluk Pandan, PT Pamapersada Nusantara distrik Indo (PAMA Indo) dan PT Indominco Mandiri (IMM) melaksanakan penilaian stratifikasi terhadap 18 posyandu yang berada di Desa Kandolo, Desa Teluk Pandan, Desa Martadinata, Desa Suka Rahmat, Desa Suka Damai dan Desa Danau Redan.

Menurut data Profil Puskesmas Teluk Pandan tahun 2021, di wilayah Kecamatan Teluk Pandan terdapat 2 posyandu stratifikasi Madya, 11 posyandu stratifikasi Purnama dan 5 posyandu stratifikasi Mandiri.

Hasil penilaian stratifikasi akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023 yang dilakukan oleh tim juri yang berasal dari Puskesmas Kecamatan Teluk Pandan, PKK Kecamatan Teluk Pandan, PAMA Indo dan IMM, menghasilkan 2 posyandu Pratama, 5 posyandu Madya, 9 posyandu Purnama dan 2 posyandu Mandiri.

Sekaligus menempatkan Posyandu Permata Bunda Desa Danau Redan sebagai Juara 1, Posyandu Qurrota’ Ayyun Desa Suka Damai sebagai Juara 2, dan Posyandu Kasih Bunda Desa Danau Redan sebagai Juara 3.

Posyandu terbaik 1, 2 dan 3 memperoleh hadiah piala, piagam penghargaan, perlengkapan posyandu (timbangan badan digital, alat ukur tinggi badan, alat pel spin dan kipas angin).  Sedangkan posyandu yang belum masuk terbaik memperoleh hadiah piagam, perlengkapan posyandu (timbangan badan digital, alat ukur tinggi badan, dan kipas angin).

Hasil penilaian posyandu tersebut akan menjadi database untuk menentukan pelaksanaan program selanjutnya, sehingga diharapkan program yang dilaksanakan PAMA Indo dan IMM bisa tepat sasaran, tepat kebutuhan dan menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di setiap posyandu, termasuk peningkatan kualitas kader posyandu dan upaya mengurangi angka stunting yang menjadi fokus program kesehatan tahun 2023. (rls)

Pembatas Kaca BCM Dinilai Tidak Aman untuk Anak-Anak

0
Pembatas Kaca BCM Dinilai Tidak Aman untuk Anak-Anak
DPRD Bontang melaksanakan sidak di BCM (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – DPRD Bontang melaksanakan sidak ke Bontang Citimall (BCM) Senin (3/4/23), dan mendapati kaca pembatas yang dinilai tidak aman untuk anak-anak.

Kaca pembatas tersebut terletak di lantai paling atas dan berdekatan dengan wahana bermain anak, sehingga dinilai cukup berbahaya. Selain itu tidak semua pembatas terbuat dari kaca, ada yang terbuat dari mika sehingga dipertanyakan ketahanannya.

“Ini kalau anak-anak lari bisa saja kakinya terselip masuk, takutnya jatuh,” ungkap Andi Faizal Sofyan Hasdam, Ketua DPRD Bontang.

Dari pantauan Radarbontang, terdapat celah dari lantai ke kaca pembatas, yang lebarnya sekitar 10 centimeter. Andi Faizal mengatakan, pemasangan kaca pembatas baiknya tidak terlalu di ujung agar lebih aman.

Ia juga mendapati kabel yang melintang di lantai dekat dengan pembatas kaca tersebut, “Ini kabel harusnya disembunyikan, jadi keliatan berantakan, dan bisa juga ditarik oleh anak-anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia meminta pihak BCM segera memperbaikinya, walaupun tidak terlalu terlihat tapi cukup berbahaya. Apalagi menuju libur lebaran Mal akan mulai ramai pengunjung, terutama anak-anak. (sya)

Miring, Tembok Penahan Tanah Citimall Nyaris Ambruk

0
Miring, Tembok Penahan Tanah Citimall Nyaris Ambruk
Kondisi terkini tembok penahan tanah BCM (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Pasca 4 bulan beroperasinya Bontang Citimall (BCM), dinding penahan tanah atau retaining wall di BCM kondisinya miris nyaris ambruk. Tak ayal, kejadian ini pun disorot pimpinan DPRD Bontang saat melaksanakan sidak, Senin (3/4/2023) sore.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, kondisi infrastruktur itu sangat berbahaya dari segi keamanan pengunjung, hingga struktur bangunan itu sendiri.

“Ini harus segera ditindaklanjuti, kalau tidak cepat bisa-bisa ambruk. Jadi kalau bisa mulai hari ini sudah harus ada pembahasan bagaimana untuk mengatasinya,” ujarnya.

Dari pantauan redaksi, terdapat beberapa tiang yang menyangga tembok bagian bawah yang sudah mulai retak. Terdapat juga tiang yang terhubung langsung dengan mall, untuk menyanggah bagian atas tembok tersebut.

Selain itu, dinding penahan tersebut merupakan wilayah di mana kendaraan sering lalu lalang untuk parkir, sehingga keberadaannya berbahaya jika tidak segera ditangani.

Diperkirakan kemiringan dinding penahan tersebut sudah mencapai 25 derajat, bila dilihat dari penanda yang dipasang. Herdito, Manager Operasional BCM mengatakan, pemasangan itu sudah dilakukan sejak 3 minggu terakhir.

“3 minggu lalu kita liat kalau tembok itu mulai miring, jadi segera kita pasang penahan,” ungkapnya.

Herdito menambahkan, perbaikan tembok tersebut akan dilaksanakan setelah lebaran Idulfitri 1444 Hijriah. Karena kondisi mal yang mulai ramai pengunjung pengerjaan akan dilakukan bertahap.

“Nanti tidak bisa langsung dirobohkan, kemungkinan akan dipasang rangka dulu, tapi belum tahu pastinya, karena kita akan konsultasi lagi, ” lanjutnya.

Ia mengatakan, kelayakan BCM masih dalam proses dan menunggu beberapa berkas saja. Kejadian ini juga diluar ekspektasi saat pembangun BCM berlangsung.

“Ini kejadian yang tidak kami harapkan tentunya, karena dari perencanaan sendiri kami sudah cukup matang,” tutupnya. (sya)

Masuk 75 Desa Wisata ADWI 2023, Ragam Keunggulan Kampung Malahing Bikin Penasaran

0
Masuk 75 Desa Wisata ADWI 2023, Ragam Keunggulan Kampung Malahing Bikin Penasaran
Kampung Malahing. (ist)

BONTANG – Mungkin masih banyak masyarakat Bontang yang penasaran, mengapa Kampung Malahing mampu masuk dalam 75 besar desa wisata di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023?

Merangkum dari berbagai sumber, Mediakaltim.com berusaha menyajikan beragam keunggulan Kampung Malahing yang dimiliki, sehingga mampu bersaing dengan ribuan desa wisata lain di Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadispopar) Bontang, Ahmad Aznem menjelaskan, berbagai keunggulan yang dimiliki Kampung Malahing rupanya tidak hanya terdapat di dalam area kampung itu saja, namun juga area di sekitarnya.

“Area sekitar Kampung Malahing juga memiliki spot-spot wisata yang menarik,” ujar Aznem.

Disebutkannya, salahsatu spot menarik di sekitar area Kampung malahing seperti spot snorkling dan diving. Pengunjung dapat menikmati alam bawah laut di sekitar kampung binaan CSR PT Pupuk Kaltim ini.

Selain itu adapula pulau di sekitarnya yang menjadi tempat habitat burung kuntul perak.

Di dalam area Kampung Malahing pun, sangat banyak terdapat spot-spot wisata yang mampu menjadi nilai lebih kampung ini, hingga masuk ADWI 2023.

Mengutip dari laman Kemenparekraf.go.id banyak disebutkan keunggulan Kampung Malahing. Mulai dari kuliner, penginapan, hingga budidaya rumput laut.

Berikut kami rangkum sebagian keunggulan tersebut:

  1. Budidaya rumput laut

Masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan menanam ataupun memanem rumput laut, bahkan belajar cara mengelola rumput laut menjadi sabung, amplang, dan lainnya.

  1. Pembuatan Kerajinan kerang, Manik- Manik, dan Membatik

Wisatawan dapat langsung berinteraksi dengan pengrajin setempat dalam membuat kriya baik dalam bentuk bahan baku kerang. Mencanting batik malolo yang merupakan corak khas masyarakat Malahing

  1. Kuliner

Wisatawan dapt menikmati kuliner masyarakat setempat dengan bahan olahan Laut.

  1. Homestay dan Cottage Rumah Nipah

Ada 3 (Tiga) Homestay dan 2 (Dua) yang aktif di Kampung Wisata Malahing, yaitu:

  1. Homestay Urea  (Satu kamar)
  2. Homestay Biotara (Dua Kamar)
  3. Homestay Amoniak (Satu Kamar)
  4. Cottage Pelangi Jos “Rumah Nipah” (Dua Kamar) Nipah adalah jenis palem yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang surut dekat tepi laut.tumbuhan ini juga dikenal dengan banyak nama lain.Rumah nipah yang atap nya asli dari tumbuhan nipah yang dapat menarik perhatian ini di bangun  untuk menginformasikan kepada wisatawan lokal maupun asing untuk mengetahui awal di bentuk nya rumah di malahing adalah rumah nipah.
  5. Cottage NPK Pelangi “(Dua Kamar)
  6. Taman Sayur

Taman sayur di atas laut, baik hidroponik maupun sayuran berupa Terong, Sawi, Pokcoy, Tomat, Lombok, Kemangi, Labu dan Buah Markisa serta Buah Kelengkeng juga Jambu Kristal

  1. Sunset dan Sunrise

Wisata alam yang indah untuk dinikmati baik terbit maupun tenggelamnya matahari di Tengah laut. (al)

IRT Nemu Hape di ATM, Bukan Dikembalikan Malah Diinstal Ulang

0
IRT Nemu Hape di ATM, Bukan Dikembalikan Malah Diinstal Ulang
Pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Nu wanita berusia 46 tahun ditangkap Sabtu (1/4/2023) pukul 16.00 di rumahnya, Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Elai.

Kapolsek Bontang Utara, Iptu Tri Soediantoro menjelaskan, Rabu (15/1/2023) lalu pukul 16.30 wita, korban yang bekerja di dealer motor di Jalan Ahmad Yani hendak pulang ke rumah. Saat menunggu jemputan, dia kemudian masuk kembali ke dalam dealer untuk mengecek ponselnya yang tertinggal di atas meja. Namun saat dicek, hp nya sudah raib.

Akibat kejadian itu dia mengalami kerugian senilai Rp. 3.599.000. “Lalu korban melapor ke Polsek Bontang Utara,” katanya.

Dari pengakuan tersangka, ponsel itu dia dapatkan di ATM seberang kantor korban. Namun sayangnya, bukannya mengembalikan kepada pemiliknya, tersangka justru membawa ponsel tersebut ke konter untuk diinstall ulang.

“Ada unsur memiliki itu,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, dia dijerat pasal 362 KUHPidana tentang pencurian. “Ancaman minimal 3 tahun penjara,” tutupnya. (hms)

TBC Meningkat di Bontang, Penting Dicegah!

0
TBC Meningkat di Bontang, Penting Dicegah!
Rahmi Surainah, M.Pd.

Rahmi Surainah, M.Pd

Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Tuberkolosis (TBC) adalah virus yang biasa disebut mycobacterium tuberculosis atau sering disebut dengan flek. TBC bukanlah penyakit turunan, melainkan penyakit yang ditularkan dari percikan ludah yang keluar dari penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin. Penyakit ini lebih rentan terkena pada seseorang yang kekebalan tubuhnya rendah.

TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah. Kuman TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, atau kelenjar.

TBC dapat disembuhkan jika penderitanya patuh mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Untuk mengatasi penyakit ini, penderita perlu minum beberapa jenis obat dalam waktu yang cukup lama (minimal 6 bulan).

Terkait TBC dikabarkan kasusnya semakin meningkat di Kota Bontang menyerang anak-anak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menyebutkan di 2021 ada 81 kasus, 2022 meningkat menjadi 237 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulanan Penyakit Menular Dinkes Bontang, Muhammad Ramzi mengungkapkan, bahwa di awal 2023 sudah terdeteksi 24 kasus per Februari 2023. Selain itu, Dinkes akan melakukan pemantauan terhadap pasien yang memang sudah masuk dalam sasaran, serta menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap keluarga masing-masing terutama anak-anak yang memang cukup rentan terpapar virus penyakit. (Niagaasia.co, 20/3/2023)

Kasus TBC menunjukkan tren kenaikan, tidak hanya di Bontang tetapi Indonesia keseluruhan. Bahkan mencengangkan jumlah kasus TBC Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia setelah India. Oleh karena itu, peningkatan TBC ini perlu dicegah agar tidak semakin bertambah. Tentunya dengan mencegah faktor penyebab yang melatarbelakanginya.

Kalau dianalisis faktor kemiskinan menjadi penyebab utama tren kenaikan TBC. Di Bontang berdasarkan data BPS ada delapan ribuan warga miskin.

Tentunya kemiskinan ini akan membuat lingkungan dan sanitasi yang bersih sulit didapat. Kondisi gizi buruk yang menimpa anak termasuk ketidakmampuan mengakses fasilitas kesehatan.

Tidak hanya itu, pemahaman masyarakat karena tidak bisa mengakses pendidikan secara layak berpengaruh terhadap peningkatan TBC. Tentunya semua ada andil negara untuk menjalankan fungsinya dalam memenuhi layanan pendidikan dan kesehatan merata bagi seluruh rakyatnya.

Meski pemerintah sudah melakukan berbagai upaya mencegah dan meminimalkan penularan TBC, jika persoalan kemiskinan belum terurai secara tuntas, kasus TBC bisa jadi terus meningkat.

Sekalipun negara menggandeng ormas, LSM, bahkan WHO untuk mencegah dan mengatasi TBC, jika pengaturan urusan rakyat masih menerapkan kapitalisme, hidup sehat dan sejahtera hanya mimpi.

Oleh karena itu, kemiskinan harus segera diakhiri dengan mengambil kembali kekayaan umat berupa Sumber Daya Alam Energi (SDAE).

Dalam Islam kekayaan SDAE adalah milik umum dan akan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Negara akan memenuhi kebutuhan dasar rakyat, yakni sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan secara layak.

Negara juga akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya agar kepala keluarga dapat menafkahi dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Negara akan memberi layanan pendidikan dan kesehatan secara gratis bagi seluruh rakyatnya. Dengan berbagai kemudahan tersebut, tidak sulit bagi warga menciptakan sanitasi dan lingkungan bersih serta gizi yang cukup untuk keluarganya sehingga TBC pun bisa dihindarkan.

Demikianlah ketika negara menerapkan Islam dalam sistem kehidupan.

Wallahu’alam…

Ingat! Besok DKP3 Jual Paket Sembako Murah

0
Ingat! Besok DKP3 Jual Paket Sembako Murah
Ilustrasi pasar murah (ist)

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Bontang berinisiasi melaksanakan Gelar Pangan Murah (GPM) yang akan dilaksanakan mulai Selasa (4/4/23) sampai Kamis (6/4/23) mendatang.

GPM akan dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau. Akan ada 3 ribu paket sembako yang disediakan langsung dari Badan Urusan Logistik (Bulog).

Idhamsyah, Kepala bidang Ketahanan Pangan DKP3 mengatakan, untuk harga perpaket akan segera diputuskan Senin (3/4/23) ini.

“Hari ini kami akan rapat untuk menentukan finalisasi harga perpaket sembako tersebut,” ungkapnya.

Isi dari sembako tersebut ialah beras premium 5 kilogram, 2 liter minyak goreng, 2 kilogram tepung, 2 kilogram gula, dan 1 piring telur. Idham menambahkan, harga pasaran 5 komoditas tersebut biasanya mencapai Rp 250 ribu.

“Harga jual sebelum mendapat subsidi sekitar Rp 188 ribu. Kita dapat subsidi karena perusahaan di Bontang ikut berpartisipasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan adanya GPM ini bertujuan menekan kenaikan harga menjelang lebaran nanti. Masyarakat juga bisa menghemat hingga Rp 60 ribuan. Tiap kelurahan akan dijatah masing-masing 200 paket.

“Untuk pengambilan kupon, nanti akan diberikan saat di lokasi,” tutupnya. (sya)

Sekelompok Pemuda Dihukum Baca Pancasila dan Push Up, Ini Penyebabnya!

0
Sekelompok Pemuda Dihukum Baca Pancasila dan Push Up, Ini Penyebabnya!
Aipda Rudiantoro, Bhabinkamtibmas Berbas Tengah saat menghukum sekelompok pemuda peminum miral oplosan. (ist)

BONTANG – Sekelompok pemuda kedapatan pesta miras oplosan di Lapangan Kampung Baru pada minggu (2/4/2023) dini hari.

Mereka kedapatan minum miras oplosan cairan pembersih luka alkohol 70 persen, dicampur obat batuk komix saat Bhabinkamtibmas Berbas Tengah beserta FKPM dan RT setempat melaksanakan giat patroli rutin.

“Mereka kami amankan dan kami beri pembinaan dengan membaca Pancasila dan melakukan push up,” ucap Aipda Rudiantoro, Bhabinkamtibmas Berbas Tengah.

Lebih lanjut, Rudiantoro mengatakan, mereka berasal dari berbagai kelurahan di Bontang, bahkan ada yang berasal dari Teluk Pandan, Kutai Timur.

Aipda Rudiantoro juga mengamankan dua kendaraan memakai knalpot brong, serta tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan. Selanjutnya diserahkan ke Sat Lantas Polres Bontang. (hms)

Dispopar Gandeng Asosiasi Mitra Pariwisata Persiapkan Kedatangan Menparekraf

0
Dispopar Gandeng Asosiasi Mitra Pariwisata Persiapkan Kedatangan Menparekraf
Kepala Dispopar Bontang Ahmad Aznem dan asosiasi mitra pariwisata saat koordinasi persiapan. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang berkoordinasi dengan asosiasi mitra pariwisata Bontang. Bertujuan mempersiapkan kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno ke Bontang.

Kedatangan Menparekraf ke Kota Taman adalah untuk mengunjungi Kampung Malahing, yang masuk dalam 75 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023.

Kepala Dispopar, Ahmad Aznem mengatakan, rapat koordinasi sebagai langkah awal bersama asosiasi mitra pariwisata. Berdiskusi membahas berbagai persiapan yang dibutuhkan.

“Asosiasi mitra pariwisata memiliki peran dalam wisata seperti transportasi, kuliner, akomodasi hingga destinasinya. Memanfaatkan juga momentum kunjungan menteri, untuk menggelar beberapa kegiatan yang sifatnya peningkatan pariwisata,” jelas Ahmad Aznem, Minggu (2/4/2023).

Aznem mengungkapkan, sampai saat ini jadwal kunjungan belum ada. Namun akan diinfokan sebelum kunjungan visitasi dari tim kreatif menteri dan tim visitasi dewan juri.

“Semua yang masuk 75 desa wisata akan dikunjungi menteri. Dari bulan ini sampai Juni dan awal Juli. Akan ada pengumuman hasil dari dewan juri di pertengahan Juli,” kata Aznem.

Aznem berharap setelah koordinasi ini, akan melibatkan semua stakeholder dalam menggandeng peningkatan wisata dan kunjungan Menparekraf.

Sementara Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Kota Bontang, Eko Satrya menambahkan, akan siap bersama pemerintah menggali potensi lokal untuk menyambut Menparekraf dengan kearifan lokal Bontang.

“Apa yang menjadi ide-ide dari asosiasi mitra pariwisata dan kepala dinas, bisa dielaborasi dan kolaborasi. Menjadi rangkaian untuk Bontang memperkenalkan kearifan lokal. Bukan hanya seni dan budaya atau kuliner, tapi masuk dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat dalam komunitas, yang termasuk dalam kearifan lokal,” kata Eko Satrya. (yah)