Beranda blog Halaman 792

Pedagang Takjil di Bazar Ramadan Baiturrahman Senang, Omsetnya Naik Pasca Covid-19

0
Pedagang Takjil di Bazar Ramadan Baiturrahman Senang, Omsetnya Naik Pasca Covid-19
Kondisi Bazar Ramadan Baiturrahman pukul 16.00 wita. (Hamdan)

BONTANG – Pasca pandemi covid-19 beberapa tahun terakhir, dan pengumuman kelonggaran protokol kesehatan, kegiatan di luar ruangan tidak dibatasi lagi. Bazar Ramadan pun kembali digelar selama bulan puasa ini, hingga omset pedagang takjil kembali meningkat pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meningkatnya omset itu diungkapkan oleh para pedagang takjil di Bazar Ramadan Masjid Baiturahman.

Dikatakan Fuci, penjualan takjilnya selama Ramadan kali ini jauh lebih ramai dari tahun sebelumnya. Tak ayal omsetnya meningkat pesat, bahkan berkali-kali lipat dari modal yang dikeluarkan.

“Ramadan tahun ini beda dari tahun sebelumnya. Alhamdulillah omset meningkat,” ujar Fuci, Pedagang Sayur Masak saat diwawancarai Mediakaltim.com beberapa waktu lalu.

Sementara itu Kusma, Pedagang Risol dan Es Pisang Ijo juga mengungkapkan hal yang sama. Omsetnya meningkat drastis di bulan puasa kali ini. Dirinya mampu meraup ratusan ribu setiap harinya.

“Alhamdulillah kalau untuk omset itu per-hari bisa mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta dari hasil penjualan risol dan es pisang ijo. Pengunjung juga selalu ramai setiap sorenya. Dagangan selalu laris,” ungkap Kusma.

Dikatakan Kusma, kondisi saat ini sangat berbanding terbalik dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya modal yang dikeluarkan terkadang tidak tertutupi dari hasil penjualan.

Di Bazar Ramadan Masjid Baiturrahman ini, terdapat puluhan pedagang makanan dan minuman berbuka yang menjajakan dagangannya. Menu yang ada pun bervariasi. Mulai dari aneka kue modern hingga tradisional, aneka minuman hingga makanan yang siap disajikan sebagai menu berbuka puasa.

Sejak pukul 15.50 wita hingga memasuki waktu berbuka puasa, pasar takjil ini ramai penjual hingga pengunjung. Masyarakat Bontang berbondong-bondong untuk berburu takjil atau makanan dan minuman sebagai teman berbuka puasa. (nd)

Tebar Keberkahan, Dispopar Berbagi 500 Kotak Takjil

0
Tebar Keberkahan, Dispopar Berbagi 500 Kotak Takjil
Para pegawai Dispopar membagikan takjil di pertigaan lampu merah depan Kantor Dispopar. (Ist)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Bulan Suci Ramadan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang mengadakan kegiatan berbagi takjil, Jumat (31/3/2023) sore tadi.

Kegiatan berbagi takjil diikuti seluruh pegawai Dispopar Bontang. Bahkan tak hanya pegawai muslim namun juga yang non muslim.

“Semangat berbagi di bulan penuh berkah ini dirasakan semua pegawai, sehingga tak hanya yang muslim, non muslim pun bersemangat ikut andil di kegiatan ini,” ujar Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem.

Dijelaskan Aznem, ide kegiatan ini berawal dari keinginan para pegawai untuk berbuka bersama di kantor. Namun karena ada surat edaran yang menyatakan pelarangan ASN mengadakan buka bersama maka niat tersebut diurungkan.

“Teman-teman malah dapat ide untuk berbagi takjil dijalan. Jadilah kegiatan ini terlaksana,” imbuhnya.

Dengan semangat berbagi itu, seluruh pegawai ikut berdonasi. Terkumpullah 500 kotak makanan dan minuman yang dibagikan sore hari menjelang berbuka.

“Kegiatan ini dikoordinir Ketua Takmir Masjid Al Kahfi, Dispopar,” bebernya.

Pegawai Dispopar pun membagikan takjil di pertigaan lampu merah sekitar area Kantor Dispopar.

“Semoga dengan kegiatan ini dapat semakin membangun kebersamaan di antara pegawai. Serta menciptakan kesolehan pribadi, kesolehan sosial, dan kesolehan profesional.” harap Aznem.

Aznem pun mengucapkan Selamat berpuasa kepada seluruh masyarakat Bontang. Semoga seluruh amal ibadah di bulan suci ini diterima Allah SWT. (al)

Bulan Ramadan, Personil Polres Bontang Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Negeri

0
Bulan Ramadan, Personil Polres Bontang Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Negeri
Briptu Warcipto Anggota Sikeu saat menyerahkan bantuan sembako kepada Ibu Surati. (ist)

BONTANG – Salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap warga, khususnya bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi, Personil Polres Bontang memberikan bantuan sembako kepada warga kurang mampu, Jumat (1/4/23).

Disampaikan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya, bantuan bertajuk ‘Bantuan Kemanusiaan Untuk Negeri’ merupakan bantuan kemanusiaan Polri untuk masyarakat Indonesia, yang menggambarkan kenaikan dan fluktuasi harga kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting) khususnya yang berada di kawasan kumuh.

Untuk mendukung program tersebut Personil Polres Bontang, Briptu Warcipto Anggota Sikeu menyalurkan bantuan sembako kepada Ibu Surati, warga yang secara ekonomi kurang mampu.

“Semoga bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat, selamat menjalankan ibadah puasa,” ucapnya. (hms)

Haruskah THM Ditutup di Luar Bulan Ramadan?

0
Haruskah THM Ditutup di Luar Bulan Ramadan?
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Bulan Suci Ramadan Tempat Hiburan Malam atau THM di Bontang wajib ditutup untuk sementara waktu. Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Perundang-Undangan Satpol-PP Bontang, Eko Mashudi mengatakan, tak hanya THM di Bontang yang akan menerima imbauan penutupan sementara, semua warung makan yang beroperasi juga akan diberi imbauan. Selama Ramadan, petugas Satpol PP akan menggelar patroli pengawasan secara rutin. Baik di THM maupun warung makan. (akurasi.id.bontang, 13/3/2023)

Ternyata Kota Bontang memiliki THM. Minol pun menjadi minuman ‘wajib’ di setiap THM. Katanya hiburan malam ini mampu melepaskan segala kepenatan. Membuat mood buruk berubah drastis. Pengunjung kembali menjadi fresh. Menyajikan kesenangan yang luar biasa. (www.beritamalam.com)

Mengapa Bisa Terjadi?

Jika kita memperhatikan dengan saksama, di balik industri hiburan ini ada desain Barat untuk meliberalkan kaum muslim. Tempat hiburan malam diarahkan agar kaum muslim membebek gaya hidup dan budaya Barat yang liberal.

Melalui industri hiburan, Barat melancarkan serangan kebudayaan (westernisasi). Mereka membentuk pemahaman bahwa hidup hanyalah untuk mengejar kesenangan. Ide kebebasan bertingkah laku yang lahir dari ideologi kapitalisme Barat telah menyebabkan kaum muda muslim mengambil gaya hidup serba boleh ala Barat. Mereka muslim, tetapi tingkah laku mereka sangat jauh dari kepribadian Islam.

Sehingga, kondisi kaum muslim di negeri ini semakin mirip dengan kondisi kaum negara-negara Barat. Terjerumus pada pergaulan bebas. Maka, tampak jelas bahwa di balik industri hiburan ada upaya melemahkan para pemuda muslim dan memandulkan potensinya sebagai agen perubahan, agen kebangkitan Islam.

Butuh Ketegasan

Ditutupnya THM harusnya diberlakukan juga di luar Ramadan. Pemerintah juga harus tegas dalam menindak pelaku perzinaan yang terjadi di THM, karena tempat seperti ini dapat merusak generasi.

Negara harus berperan mengatur industri hiburan dan menjamin tidak ada satu pun pemikiran atau ide rusak dan berbahaya dalam semua konten hiburan yang ada.

Kerusakan yang terjadi pada generasi saat ini disebabkan karena semakin jauh dari Islam, THM salah satu tempat yang akan semakin merusak dan semakin menjauhkan remaja dari Islam. Kondisi ini disebabkan dari proses liberalisasi dan sekularisasi yang terjadi di negeri ini.

Sistem sekuler kapitalisme liberal yang diterapkan justru menjadi penyokong berbagai industri hiburan yang melenakan dan merusak para pemuda muslim.

Orang tua wajib mengingatkan anaknya agar tidak mengotori ibadah puasanya dengan perbuatan yang tidak baik. Masyarakat juga melakukan amar makruf nahi munkar.

Aparat keamanan juga berperan sebagai pengontrol melalui patroli-patroli di waktu subuh, siang, dan malam-malam Ramadan untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Dalam hal ini, negara berperan penting dengan membuat regulasi dan pemberian sanksi bagi pelaku pelanggaran hukum.

Hiburan adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam Islam, tetapi dengan syarat hiburan tersebut tidak melanggar syariat. Rasulullah saw. dahulu juga biasa menghibur diri dengan melakukan permainan yang mubah.

Peran Negara Membendung Arus Hiburan yang Merusak

Islam menetapkan negara berperan sangat penting dalam mengatur agar akidah setiap muslim selamat, selalu dalam keadaan taat kepada Allah, dan terhindar dari kesia-siaan.

Maka itu, hanya negara dalam sistem Islam yang menerapkan syariat Islam kafahlah satu-satunya negara yang mampu menjalankan peran dan tugas tersebut.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu ( laksana) perisai, (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya.” (HR Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad).

Pemimpin Islam akan menyebarkan dakwah Islam ke seluruh negeri hingga seluruh warga negara memiliki keimanan yang kuat dan taat kepada syariat, sehingga hanya akan memilih hiburan yang sesuai dengan Islam.

Pemimpin Islam juga mengizinkan berdirinya tempat tempat hiburan dan membolehkan masyarakat menghibur diri dengan berbagai hiburan yang tidak bertentangan dengan Islam. Rasulullah saw. dahulu juga terbiasa menghibur diri dengan mendengar puisi, musik, atau bermain. Hal tersebut juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Islam saat itu.

Pemimpin Islam juga mengatur THM Yang didirikan, sehingga THM yang ada hanyalah THM yang mendidik sesuai akidah dan syariat Islam. Tempat hiburan yang melanggar syariat dan merusak akan segera ditutup.

Akan ada sanksi berat sesuai syariat bagi siapa saja yang melanggar aturan. Dengan cara inilah Pemimpin Islam mampu membendung arus hiburan yang merusak kaum pemuda. Harus ada upaya serius menyelamatkan pemuda muslim dari industri hiburan yang menjebak mereka dalam kehidupan yang penuh kesia-siaan.

Sudah seharusnya para pemuda muslim disibukkan dengan berbagai kegiatan bermanfaat dan menyiapkan diri menjadi para pemimpin masa depan. Semua hanya bisa terwujud ketika syariat Islam diterapkan secara kafah.

Wallahualam

Kampung Malahing Berbenah Sambut Menparekraf

0
Kampung Malahing Berbenah Sambut Menparekraf
Kampung Malahing. (ist)

BONTANG – Pasca ditetapkannya Kampung Malahing masuk kategori 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang segera bertindak membenahi kampung di atas laut tersebut.

Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem menjelaskan, pihaknya tidak sendirian namun juga menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, serta mitra dan perusahaan. Bekerjasama membenahi Kampung Malahing untuk menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.

“Belum diketahui kapan Pak Sandiaga akan datang. Sekarang beliau sudah mulai berkeliling mengunjungi desa-desa yang masuk ADWI 2023,” beber Aznem saat diwawancarai Mediakaltim.com.

Beberapa hal dilakukan dalam pembenahan Kampung Malahing. Di antaranya menggandeng mitra-mitra serta perbaikan infrastruktur.

Dispopar menggandeng Asosiasi Kapal Wisata. Dengan membenahi sisi safety dan Sumber Daya Manusia (SDM)nya. Lantaran safety menjadi aspek penting dalam perjalanan di laut.

“Selama ini kan penumpangnya kalau naik ya naik aja, tidak pedulikan keselamatan. Nah sekarang harus mulai perhatikan hal itu,” ujarnya.

Mendorong asosiasi atau masyarakat sekitar membuat paket-paket wisata. Karena peluang ekonomi dalam paket wisata di sekitar Malahing masih terbuka lebar.

“Masyarakat harus aktif membuat paket-paket wisata itu. Jangan hanya terus mengandalkan dari dinas,” harapnya.

Lalu dalam hal pembenahan, Dispopar berusaha mempercantik pintu masuk Kampung Malahing agar lebih tampak fresh.

“Saya minta siapkan 6 kapal kecil untuk dipajang di depan pintu masuk. 3 kapal di kanan dan 3 kapal di kiri. Kapal-kapal ini bisa menjadi spot-spot foto bagi pengunjung yang datang,” bebernya.

Kemudian memperpanjang salahsatu bagian di area spot foto tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah pengunjung yang ingin memfoto.

“Yang ada sekarang kan jembatannya pendek. Agak sulit untuk memoto,” katanya.

Iapun berharap dukungan dari perusahaan-perusahaan di Bontang untuk menyiapkan Kampung Malahing. Lantaran selama ini PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) yang telah melakukan pendampingan dan penyiapan infrastruktur di Malahing.

Bahkan seharusnya tahun 2022 kemarin sudah berakhir waktunya. Namun karena momen ini, PKT memiliki kebijakan untuk tetap melanjutkan pendampingan tersebut.

“Tagline ‘Live Better in Malahing’ itu PKT yang buat. Semoga perusahaan lain mau ikut berkontribusi,” pungkasnya. (al)

Kontroversi Sopi, Minuman Adat Beralkohol Tinggi

0
Kontroversi Sopi, Minuman Adat Beralkohol Tinggi
Ratusan miral ilegal jenis sopi disita kepolisian Bontang di Pelabuhan Loktuan. (ist)

BONTANG – Ratusan miras ilegal yang berhasil disita pihak kepolisian di Pelabuhan Loktuan, Kamis (30/3/2023) kemarin berjenis sopi. Mungkin masih banyak masyarakat Bontang yang belum mengenal apa itu sopi. Redaksi Mediakaltim.com mencoba mengutip dari berbagai sumber. Berikut penjelasan terkait sopi.

Sopi merupakan minuman tradisional khas daerah timur Indonesia. Belum diketahui pasti darimana asal pertama kali sopi ditemukan. Namun saat ini sopi bisa didapati di daerah Maluku, NTT, dan beberapa daerah di Papua.

Minuman ini biasanya dikonsumsi saat upacara budaya masyarakat NTT dan sekitarnya seperti upacara adat, pernikahan, kematian, ataupun untuk sekedar kegiatan sosialisasi.
Sopi merupakan minuman sejenis arak yang dibuat dari koli/lontar atau aren. Masyarakat setempat menyebut minuman ini sebagai minuman adat.

Batang yang menghasilkan buah ini kemudian dipotong dan diambil airnya. Air tersebut disebut nira. Air nira inilah yang kemudian ditampung dalam sebuah bambu dan disuling atau dimasak untuk mengambil air yang mengandung kadar alkohol.

Sopi yang beredar di masyarakat saat ini mengandung kadar alkohol yang tinggi mencapai 30 – 40 persen. Masuk dalam minuman keras golongan C. Walaupun termasuk minuman adat, namun karena kadar alkoholnya yang tinggi, sopi memiliki dampak negatif seperti miras kebanyakan. Menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, pertengkaran, dan masih banyak lainnya.

Peraturan Presiden (Pepres) No.74 tahun 2013 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permenndagri) No.6 tahun 2015, belum bisa diberlakukan sepenuhnya untuk minuman sopi, lantaran sopi sangat mengakar dalam kebudayaan masyarakat Maluku, NTT, dan sekitarnya. (al)

Gelar Kirab Pemilu Tahun 2024, KPU Ikrarkan Zona Integritas

0
Gelar Kirab Pemilu Tahun 2024, KPU Ikrarkan Zona Integritas
Penandatanganan zona integritas. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Setahun menyambut pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang menyiarkan pencanangan zona integritas di deklarasi kirab pemilu 2024 di Simpang 4 Ramayana, Kamis (30/3/23).

Erwin, Ketua KPU Bontang mengatakan, kegiatan ini berlangsung di tengah kota agar masyarakat di sekitar, kembali diingatkan agar pemilu 2024 mendatang terselenggara dengan aman, nyaman, dan bersih.

Ia juga memperkenalkan anggota dan sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), anggota dan sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) kepada seluruh peserta yang hadir, untuk saling membantu mengawasi kelancaran sebelum menuju pemilu.

“Untuk warga bisa dilihat para PPK dan PPS kita,  kalau melihat ada yang janggal bisa dilaporkan ke KPU langsung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua KPU bersama staf beserta seluruh peserta turut mengikarkan zona integritas. Ia berharap Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dapat ikut diperangi agar pemilu dapat berjalan dengan bersih. (sya)

Disimpan di Koper, Ratusan Botol Miras Ilegal Jenis Sopi Disita

0
Disimpan di Koper, Ratusan Botol Miras Ilegal Jenis Sopi Disita
Ratusan miras ilegal jenis sopi yang berhasil disita di Pelabuhan Loktuan. (ist)

BONTANG – Polisi berhasil menyita ratusan miras ilegal di Pelabuhan Loktuan, Kamis (30/3/2023) siang kemarin tepatnya pukul 13.00 Wita. Ratusan miras ilegal jenis sopi tersebut dibungkus wadah kemasan botol dan jerigen.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya melalui Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono menyebutkan, bahwa ratusan miras ilegal itu didapati oleh Bhabinkamtibmas Loktuan, Aipda Ahmad Bajuri saat melaksanakan pengamanan kedatangan Kapal KM Binaiya di Pelabuhan Loktuan.

Kamis siang itu, Aipda Bajuri beserta anggota Polres Bontang yang lain sedang melaksanakan pengamanan kapal yang akan sandar di Pelabuhan Loktuan.

Saat itu pelapor dan saksi melihat seorang penumpang laki-laki yang mencurigakan. Kemudian Aipda Bajuri mendatangi penumpang tersebut.

“Ketika ditanya penumpang pria berinisial VA itu berasal dari NTT,” ujarnya.

VA berasal dari NTT yang akan pergi menuju Berau namun bersandar di Bontang. VA kedapatan menyelundupkan miras ilegal jenis sopi itu dengan modus menjadi penumpang Kapal KM Binaiya.

Lalu dilakukan pengecekan, ditemukan ratusan miras ilegal. Rincian miras ilegal itu di antaranya 477 botol minuman beralkohol jenis sopi, 8 jerigen ukuran 35 liter minuman beralkohol jenis sopi, dan 18 jerigen minuman beralkohol jenis sopi.

Minuman beralkohol tersebut diakui kepemilikannya oleh VA. Pelaku dan barang bukti dibawa ke Pospol Loktuan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (al)

Jalan Sultan Hasanuddin Dipastikan Bebas Balap Liar

0
Jalan Sultan Hasanuddin Dipastikan Bebas Balap Liar
Kegiatan Bhabinkamtibmas, FKPM dan Ketua RT Berbas Pantai saat razia balap liar. (ist)

BONTANG – Balap liar semakin meresahkan masyarakat, utamanya di bulan puasa ini yang justru semakin marak. Tak ayal, Kelurahan Berbas Pantai sebagai salahsatu wilayah yang kerap digunakan balap liar pun, berupaya mencegah kegiatan ilegal tersebut.

Dibantu oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Berbas Pantai, Aipda Setyo Wahyudi, kegiatan pengamanan antisipasi balap liar di sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Berbas Pantai diikuti personil FKPM dan Ketua RT Kelurahan Berbas Pantai, Rabu (29/3/2023)

Tujuan dari kegiatan tersebut, memastikan tidak ada aksi balap liar yang dilakukan oleh sekelompok remaja setelah Salat Subuh.

“Aksi balap liar rentan menyebabkan laka lantas, jelas dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat pengguna jalan lainnya” ujar Aipda Setyo.

Dirinya pun mengucapkan terimakasih kepada personil FKPM dan Ketua RT Kelurahan Berbas Pantai, yang telah berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan

“Semoga kegiatan pengamanan ini dapat berjalan dengan baik, dan tercipta situasi yang aman dan nyaman selama Bulan Suci Ramadan,” pungkasnya. (hms)

Wali Kota Bontang Belajar Sistem Olah Sampah Terbaik di Cilegon

0
Wali Kota Bontang Belajar Sistem Olah Sampah Terbaik di Cilegon
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat berdialog di Kantor Wali Kota Cilegon. (ist)

CILEGON – Pemkot Bontang di bawah pimpinan Wali Kota Basri Rase tergerak untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Bontang. Lantaran itu, wali kota bersama rombongan menuju Kota Cilegon sebagai daerah pengolah sampah terbaik saat ini di Indonesia.

Bontang menjadi pemda ke-31 yang datang berkunjung ke Cilegon untuk mempelajari pengolahan sampah. Seperti daerah-daerah lain, Bontang ditegaskan Basri berniat pula untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah Kota Cilegon yang berhasil mengolah sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP).

Diketahui, BBJP adalah bahan bakar dari limbah (sampah) yang melalui proses pemilahan dan homogenisasi menjadi ukuran butiran kecil atau dibentuk menjadi pellet.

Basri Rase mengakui kemajuan yang dicapai Kota Cilegon. Hanya dalam tempo 2 tahun di bawah kepemimpinan Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian mampu menyelesaikan permasalahan sampah di kotanya.

Basri menyebut inovasi sebagai kunci keberhasilan Cilegon.

“Harus diakui Cilegon memang berprestasi. Bukan karena beliau sahabat saya, tapi karena ini prestasi di bawah pimpinan Pak Helldy. Dalam waktu 2 tahun begitu banyak inovasi dan kerja kerja keras yang luar biasa hingga menghasilkan prestasi,” beber Basri saat mendengarkan penjelasan dan berdialog di Kantor Wali Kota Cilegon, beberapa waktu lalu.

Sementara itu Wali Kota Cilegon Helldy Agustian memaparkan pengelolaan sampah menjadi co firing/briket batubara untuk PLTU Suralaya diinisiasi dengan terbitnya Perpres no 35 thn 2018 tentang percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah.

Namun dari 12 daerah yang ditunjuk dalam perpres tersebut, belum satupun mewujudkannya. Kesempatan inilah diambil Cilegon untuk berinovasi. Wali Kota Cilegon pun menggandeng PT Indonesia Power.

“12 kabupaten/kota tidak berjalan secara maksimal karena situasi covid-19. Nah karena usaha kita di sini adalah usaha industri kritikal, makanya tidak jadi alasan bagi kami. TPA di Cilegon pernah terbakar. Kemudian selalu ATM Amati Tiru Modifikasi,” bebernya.

Usai mendengarkan penjelasan dan berdialog di Kantor Wali Kota Cilegon, rombongan Pemkot Bontang menuju pabrik pengolahan sampah di TPA Bagendung. Ikut serta dalam rombongan Sekda Bontang, Aji Erlinawaty dan Ketua PKK Bontang, Hapidhah Basri Rase. (al)