Beranda blog Halaman 805

Meriahkan Indonesia Quality Expo 2023, Pupuk Kaltim Dorong Usaha Binaan Hadirkan Produk Sesuai Standar SNI

0

BALIKPAPAN – Dukung penguatan mutu dan daya saing produk dalam negeri, Pupuk Kaltim kembali berpartisipasi dalam ajang di Indonesia Quality Expo (IQE) Ke-11 yang digelar Badan Sandardisasi Nasional (BSN) di BSCC Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 9-12 November 2023.

Tahun ini, Pupuk Kaltim menampilkan beragam produk perusahaan, seperti Urea Daun Buah, NPK Pelangi, produk pupuk hayati seperti Ecofert, Biodex, Biotara, Bio Salin, BioLK dan produk-produk riset lainnya.

Selain itu Pupuk Kaltim juga menampilkan inovasi sistem kontrol dan monitoring suhu dan kelembapan untuk ruang kalibrasi ICC yang telah berstandar KAN, Produk Jasa Pelayanan Pabrik, Product Knowledge Management, game bertema teknologi industri 4.0 serta produk inovasi lainnya.

Tak hanya produk perusahaan, Pupuk Kaltim juga melibatkan usaha binaan dalam IQE tahun ini, mulai dari produk batik, kerajinan tangan khas Kaltim hingga produk herbal hasil olahan Rumah Tanaman Obat Keluarga (Toga), yang juga didorong untuk menghadirkan produk berkualitas sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ketua Tim IQE Pupuk Kaltim Muhammad Husain Noor Hidayat, mengatakan implementasi SNI menjadi fokus utama Pupuk Kaltim dalam menghadirkan produk berkualitas, yang secara bertahap diikuti seluruh inovasi di lingkungan perusahaan baik bersifat pelayanan, maupun pengembangan digitalisasi berbasis industri 4.0.

Dari upaya tersebut, seluruh produk yang dihasilkan Pupuk Kaltim maupun yang memiliki keterkaitan dari aktivitas bisnis perusahaan, terus didorong untuk terstandarisasi SNI secara berkelanjutan.

“Termasuk dengan produk mitra binaan Pupuk Kaltim, juga difasilitasi untuk mendapatkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI), agar produk yang dihasilkan memiliki jaminan mutu dan kualitas kepada konsumen,” ujar Hidayat.

Beberapa tahun terakhir, hasil inovasi hingga produk riset didaftarkan Pupuk Kaltim untuk mendapatkan SNI, beberapa diantaranya telah tersertifikasi BSN. Begitu juga dorongan penggunaan SPPT SNI bagi UKM binaan, merupakan kesinambungan langkah Pupuk Kaltim untuk meningkatkan daya saing produk lokal untuk menembus pasar nasional maupun global.

Sejauh ini ada tiga UKM binaan Pupuk Kaltim yang mendapatkan SPPT SNI dari BSN, yakni dua usaha di sektor usaha batik serta satu usaha makanan ringan amplang khas Bontang. Sementara beberapa unit usaha binaan lainnya juga dalam proses verifikasi Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) untuk mendapatkan sertifikasi serupa.

Dirinya pun berharap IQE mampu mendorong seluruh iklim usaha maupun pelayanan di berbagai bidang terstandarisasi SNI, sebagai jaminan mutu dan kualitas untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

“Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus menerapkan SNI di tiap produk yang dihasilkan, termasuk hasil mitra binaan perusahaan maupun inovasi lainnya. Sehingga ke depan, aktivitas bisnis Perusahaan ditopang dengan baik oleh seluruh bidang yang terstandar SNI,” tambah Hidayat.

Kepala BSN Kukuh S Achmad, mengatakan IQE menjadi sarana untuk membangun komunikasi antar pemangku kepentingan, bertransaksi sekaligus ajang pameran produk bersertifikasi SNI. Hal ini mengingat standardisasi memiliki tujuan untuk melindungi konsumen dan meningkatkan daya saing produk Indonesia baik di pasar lokal maupun global.

“Penerapan SNI menunjukkan komitmen kuat pelaku usaha terhadap mutu produk dan perlindungan konsumen, selain wujud kontribusi terhadap penguatan daya saing yang sejalan dengan kampanye Bangga Buatan Indonesia yang digencarkan pemerintah,” kata Kukuh.

Dirinya menyebut kegiatan ini bisa menjadi inspirasi para pelaku usaha, untuk terus meningkatkan inovasi dengan penerapan SNI di tiap produk yang dihasilkan. Hal ini menjadi cerminan misi IQE 2023, yang diharapkan dapat menjadi momentum bagi kebangkitan ekonomi, serta optimisme para pelaku UMK dalam mendukung pembangunan IKN dengan menggunakan produk dalam negeri.

“Sejalan dengan pembangunan IKN, BSN juga ingin menyuarakan pentingnya penggunaan produk dalam negeri dan tentunya ber-SNI dalam upaya penguatan ekonomi Masyarakat. Hal ini menjadi salah satu sasaran IQE tahun ini dilaksanakan,” lanjut Kukuh.

Kukuh pun menyampaikan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim, yang turut berkontribusi mensukseskan IQE 2023 sebagai sponsorship Platinum, dan berharap kerjasama yang selama ini berjalan terus mendorong para pelaku usaha tanah air meningkatkan mutu serta kualitas produk dengan penerapan SNI.

“Semoga dengan sinergi yang selama ini terjalin, semakin mendorong penguatan ekonomi masyarakat dengan menghasilkan produk yang sesuai Standar Nasional Indonesia. Baik dari produk Perusahaan maupun usaha binaan untuk meningkatkan daya saing secara signifikan,” pungkas Kukuh. (adv)

Pemkot Bontang Gelar Selkom PPPK, Berjalan Tertib dan Lancar, Wali Kota: Kelulusan Ditentukan Kemampuan dan Ihtiar Peserta

0

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang telah memulai pelaksanaan Seleksi Kompetensi (Selkom) Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2023 pada Senin, 27 November 2023, yang berlangsung di Auditorium Graha Taman Praja Bontang Lestari. Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh 831 peserta.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang, Sudi Priyanto, mengungkapkan bahwa total peserta seleksi ini sebanyak 868 orang, namun 37 di antaranya melakukan seleksi di lokasi di luar Kota Bontang, sesuai dengan informasi yang tercantum dalam Pengumuman Wali Kota Bontang Nomor: 800.1.2.2/3307/BKPSDM. Terdapat 16 titik lokasi lain yang tersebar di berbagai tempat, dipilih oleh peserta seleksi kompetensi PPPK, dengan penjadwalan yang berbeda-beda untuk masing-masing titik lokasi.

“Kami bersyukur bahwa Seleksi Kompetensi PPPK yang dilaksanakan di Kota Bontang pada hari pertama ini berjalan dengan baik, tertib, dan lancar. Hari ini terdiri dari 3 sesi, di mana setiap sesi ditargetkan diikuti oleh 100 orang. Realisasi kehadiran peserta pada sesi I sebanyak 92 orang, pada sesi II sebanyak 99 orang, dan pada sesi III sebanyak 97 orang,” ujar Sudi, Senin (27/11) kepada wartawan.

Sudi menjelaskan bahwa Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Kota Bontang memiliki tanggung jawab yang mencakup pemeriksaan data peserta, sterilisasi perlengkapan, pengaturan jalur kedatangan dan kepulangan peserta, serta pengamanan perlengkapan peserta yang diserahkan.


Untuk memastikan kelancaran tugas Panselda, pihaknya berkolaborasi dengan Inspektorat, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kominfo, Dinas Lingkungan Hidup, dan Bagian Umum Setda Kota Bontang.

Pengaturan di ruang CAT (Computer Assisted Test) menjadi tanggung jawab Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang terdiri dari 5 orang dan berasal dari Kantor Regional (Kanreg) VIII BKN.

Pada pelaksanaan hari pertama ini, Wali Kota Bontang, Basri Rase, S.Ip, M.Si, turut hadir secara langsung untuk menyaksikan persiapan yang dilakukan oleh Panselda dan Panselnas.

Wali Kota Basri Rase memberikan semangat dan menekankan pentingnya para peserta untuk mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan oleh panitia.
Ia juga menekankan bahwa kelulusan peserta ditentukan oleh kemampuan dan usaha masing-masing peserta. “Gunakan waktu yang tersedia dengan baik, serta membaca dan memahami setiap soal pertanyaan dengan cermat. Semua yang nantinya dinyatakan lulus oleh Panselnas diharapkan dapat menjadi PPPK yang profesional dan siap untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (ADV)

PKKPR, Perijinan Pertama yang Harus Diurus Oleh Pengusaha

0
PKKPR, Perijinan Pertama yang Harus Diurus Oleh Pengusaha
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menjelaskan, bahwa setiap perusahaan yang akan berinvestasi di Bontang terlebih dahulu harus mengurus perizinan, sesuai dengan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

Sebelum memulai pengurusan perijinan, para pengusaha terlebih dahulu melakukan pengurusan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), dokumen prinsip, Amdalalin hingga terbitnya Persetujuan Bangungan Gedung (PBG).

Hasil verifikasi dari pendaftaran perizinan berusaha akan dinotifikasi melalui Sistem OSS meliputi persetujuan, catatan kelengkapan persyaratan, atau penolakan atas penggunaan kawasan hutan atau pelepasan kawasan hutan.

PKKPR sendiri memiliki dua fungsi, yakni sebagai acuan pemanfaatan ruang dan acuan administrasi pertanahan. PKKPR juga berfungsi sebagai pengganti izin lokasi dengan memberikan kepastian yang lebih tinggi bagi pelaku usaha.

“PKKPR ini merupakan dasar untuk semua perizinan bagi pengusaha yang akan melakukan aktivitas pembangunan,” kata Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim

Ia juga menjelaskan pelaku usaha yang  melakukan kegiatan usaha wajib memiliki NIB yang nantinya penerbitan berada di OSS-RBA berdasarkan tingkat resikonya.

“Dari sekian banyak persyaratan, mereka harus memenuhi semuanya, jika ada lewat satu persyaratan dan bangunan sudah dibangun, tentu kami suruh mereka lengkapi dulu,” tutupnya. (sya/adv)

15.563 Usaha Berdiri di Bontang, Tingkat Resiko Beragam

0
15.563 Usaha Berdiri di Bontang, Tingkat Resiko Beragam
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Di Bontang banyak berdiri usaha dengan tingkat resiko berbeda-beda. Mulai dari usaha beresiko rendah hingga resiko tinggi.

Berdarkan data dari DPMPTSP Bontang, terdapat 15.563 sebaran proyek usaha dengan tingkat resiko yang berbeda-beda. Pertama, 10.256 dengan usaha berisiko rendah biasanya ini adalah UMKM. Kedua, 3.180 dengan usaha menengah tinggi seperti usaha konstruksi.

Ketiga, 1.317 dengan usaha berisiko menengah rendah hampir mirip dengan menengah tinggi, namun surat pernyataan tidak memerlukan verifikasi. Terdapat pula 810 usaha dengan resiko tinggi seperti apotik yang memiliki apoteker harus bersertifikasi.

“Jadi sambil persiapan mengurus sewa toko, pegawai, kontrak supplier, mengurus izin apotek ke kemenkes, kalau sudah keluar baru bisa berjalan,” ujarnya.

Data ini dikeluarkan oleh Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) sejak 4 Agustus 2021 hingga saat ini. (adv/sya)

Ragam Kategori Dalam Pengurusan Perijinan Usaha

0
Ragam Kategori Dalam Pengurusan Perijinan Usaha
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Setiap pendirian usaha akan terdapat kategori usaha berbasis resiko rendah hingga resiko tinggi. Verifikasi izin usahanya pun juga akan berbeda-beda kepengurusannya, tergantung pada kategori mana yang usaha tersebut berada.

Untuk usaha dengan tingkat resiko rendah pemilik usaha hanya butuh mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). Kemudian untuk usaha beresiko menengah rendah membutuhkan NIB dan Sertifikat Standar (SS) yang hanya penyataan mandiri.

Sementara itu, usaha beresiko menengah tinggi selain memerlukan NIB dan SS, juga harus menggunakan pernyataan mandiri kemudian diverifikasi lembaga pemerintahan daerah.

Terakhir adalah usaha berisiko tinggi. Memerlukan NIB melalui verifikasi melalui kementerian atau lembaga, atau pemerintah daerah beserta SS jika diperlukan.

“Makin tinggi resiko usaha makin banyak verifikasi yang harus dilakukan,” jelas Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan. (adv/sya/al)

Pabrik Soda Ash Dibangun 2024, Asdar Harap Ada Efek Domino

0
Pabrik Soda Ash Dibangun 2024, Asdar Harap Ada Efek Domino
Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Bontang, Asdar Ibrahim menyatakan bahwa pabrik Soda Ash akan segera memulai pembangunan pada tahun 2024 mendatang.

Ia menjelaskan, adapun turunan dari pembangunan pabrik soda ash adalah pabrik kaca atau polysilicone, pabrik pembuatan mie, pabrik baking soda.

“Itu turunan kalau pabrik soda ash sudah jalan,” jelasnya

Pabrik Soda Ash nantinya akan memproduksi sekitar kapasitas 300 ribu ton dengan kebutuhan nasional 600 ribu ton. Walaupun belum memenuhi standar nasional, pabrik ini satu-satunya di Indonesia, yakni di Bontang.

Soda ash merupakan turunan dari senyawa natrium karbonat (Na2CO3) yang biasa digunakan sebagai bahan dasar berbagai bidang industri. Natrium karbonat merupakan komoditi yang digunakan sebagai bahan baku industri gelas kaca.

“Bisa digunakan dalam pembuatan mie dan industri makanan lainnya. Bahan ini berfungsi meningkatkan kekuatan adonan atau kekerasan bahan makanan,” jelasnya.

Oleh sebab itu besar harapan mereka terhadap pabrik soda ash tersebut, agar perindustrian di Kota Bontang semakin pesat dan menaikan ekonomi Kota Bontang. (sya/adv)

Korban Investasi Ayam potong Apderis Hingga Luar Pulau, Polisi Masih Telusuri Aset Pelaku

0
Korban Investasi Ayam potong Apderis Hingga Luar Pulau, Polisi Masih Telusuri Aset Pelaku
Ilustrasi investasi bodong. (ist)

BONTANG –  Korban investasi bodong ayam potong Apderis mencapai ratusan orang. Tak hanya warga Bontang, bahkan memakan korban hingga warga di luar Kota Bontang.

Pria berinisial RW adalah pemilik investasi Apderes, yang berdiri sejak 2020 lalu. Usaha tersebut berjalan kurang lebih 3 tahun. Dalam akun Instagramnya di 3 tahun terakhir, sangat aktif memposting transaksi tersebut kepada para investor.

Salah satu korban, yang tidak ingin disebut namanya menjelaskan awal mengenal investasi Apderis tersebut. Ia mengetahui dari teman sekolah, yang menawarkan dirinya untuk ikut bergabung.

“Awalnya teman saya yang mengajak, tetapi saya belum terlalu percaya sampai saya cek di akun instagramnya yang aktif, jadi saya memutuskan untuk ikut bergabung,” ucapnya saat diwawancarai, Minggu (26/11/2023) kemarin.

Korban awalnya mengikuti investasi Apderis di 2021 lalu, dan awal menginvestasikan sebesar Rp 10 juta. Beberapa lama kemudian dilihat investasi tersebut lancar, sehingga setiap bulannya korban tetap mengirim ke tersangka RW.

“Awalnya saya ikut untuk coba-coba Rp 10 juta, dilihat kok lancar saja, akhirnya di tahun berikutnya saya tambahkan investasi sebanyak Rp 100 juta,” paparnya.

Selang berjalannya mengikuti investasi Apderis, korban sebenarnya merasa curiga mulai 2022 lalu, lantaran sudah merasa ada yang janggal. Korban pun mendatangi rumah tersangka RW di lokasi yang berbeda-beda, karena tersangka RW sempat pindah dan juga tempat usahanya yang terdapat di Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari.

“Saya merasa janggal sudah tahun lalu, tetapi saya coba untuk berpikiran positif saja. Karena saya sempat mendatangi tempat tinggal dan tempat usahanya, diliat masih aman seperti biasa dan tidak ada kendala,” ungkapnya.

Korban juga menjelaskan, salah satu kejanggalan tesebut dari akun instagram tersangka RW. RW posting membagikan sebagian investor yang sudah melakukan transaksi, dan rata-rata juga investor tersebut dari luar pulau.

“Postingannya rata-rata semuanya  investor dari luar pulau, tidak ada yang dari Bontang. Tapi saya coba tidak berburuk sangka. Tetapi jika hari besar seperti akhir tahun atau semacamnya, owner juga sering kali memancing kami untuk menahan profit tersebut, bahkan owner berani dengan iming-iming menambahkan cashback jika dengan nambah modal,” jelasnya.

Berjalan memasuki tahun 2023, di bulan Juni-Juli semakin kelihatan keganjilan yang dikhawatirkan, dimana sistem pelayanannya sekarang sangat berbeda, tidak sama seperti dulu.

“Disini sangat jelas keganjalannya, tahun sebelumnya jika sebelum pencairan keuntungan selalu diingatkan sehari sebelum pencairan, akan tetapi belakangan terakhir ini sering telat 2-3 hari, bahkan di Juni terlambat hingga dua minggu,” tegasnya.

Korban pun menambahkan penyesalannya yang pertama, yakni tidak diketahui dari investasi tersebut banyaknya investor, korban perkirakan investor hanya sekitar 30-50 orang saja, akan tetapi ternyata kurang lebih 900 orang.

Korban terhitung sudah mengikuti investasi Apderis berjalan selama kurang lebih 3 tahun, dan selama itu juga korban menghabiskan dana pribadinya sebesar Rp 350 juta.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya menyampaikan, saat ini tersangka RW telah berhasil ditangkap di Jakarta, pada Jumat (24/11/2023) kemarin. Polres Bontang dibantu dengan Polda Metro Jaya untuk menangkap tersangka RW di salah satu tempat persembunyiannya.

“Kami sudah amankan tersangka tersebut, dan untuk saat ini tersangka sedang dalam perjalanan ke Bontang,” paparnya saat diwawancarai.

Saat ini pun polisi masih melakukan penelusuran aset, dimana pihak yang berkaitan pun sedang dipantau dan akan dilakukan pemanggilan dalam waktu dekat.

“Untuk para korban semuanya, kami meminta untuk tetap tenang. Ini sudah ditahap proses hukum. Jadi kita akan telusuri keberadaan aset terlebih dahulu,” jelasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

900an Warga Jadi Korban Investasi Bodong Ayam Potong Apderis, Total Kerugian Capai Rp 50 Miliar

0
900an Warga Jadi Korban Investasi Bodong Ayam Potong Apderis, Total Kerugian Capai Rp 50 Miliar
RW, pemilik investasi bodong ayam potong Apderis kini mengenakan baju khas tahanan Polres Bontang berwarna oranye. Akun Instagram pelaku. (ist)

BONTANG – Maraknya kasus investasi bodong kembali mengguncang Kota Bontang, Kaltim. Diperkirakan kurang lebih 900 orang telah menjadi korban skema investasi bodong yang merugikan, dengan total kerugian mencapai Rp 50-60 miliar. Kejadian mulai diselidiki dan diungkap Polres Bontang sejak Oktober 2023.

Pelaku utama, yang dikenal sebagai RW, awalnya merupakan penduduk Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, sebelum pindah alamat ke Jalan Delima, Pisangan. Saat ini, RW tinggal di Saleba, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.

RW adalah pemilik dari skema investasi bernama Apderes, yang telah beroperasi sejak tahun 2020 dan berjalan selama sekitar 3 tahun. Selama tiga tahun terakhir, akun Instagramnya aktif dalam mempromosikan transaksi kepada para investor.

Salah satu korban yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa awalnya dia terlibat dalam investasi ini atas ajakan seorang teman.

Namun, ketertarikan semakin berkembang ketika dia menemukan akun Instagram milik RW yang sangat aktif dalam bertransaksi.

“Awalnya saya diajak teman untuk berinvestasi, tetapi rasa penasaran mendorong saya untuk mencari tahu lebih lanjut melalui akun Instagramnya. Ternyata, dia aktif bertransaksi, dan akhirnya saya memutuskan untuk bergabung,” ujarnya dalam wawancara telepon pada Minggu, 26 November 2023.

Korban tersebut bahkan mengunjungi tempat tinggal dan bisnis RW secara langsung untuk memastikan keberadaan investasi ayam potong tersebut.

“Saya bahkan pergi ke tiga alamat yang pernah dia tempati, mulai dari Berbas, Pisangan, hingga Saleba,” katanya.

Korban juga melaporkan bahwa ada banyak korban lainnya, tidak hanya di Bontang, tetapi juga di luar pulau. Dia sendiri mengalami kerugian sekitar Rp 350 juta.

“Tentu saja ada banyak korban lainnya. Saya mendengar bahwa kerugian yang ditanggung oleh beberapa orang mencapai 30-50 miliar rupiah. Saya sendiri telah kehilangan sekitar 350 juta rupiah,” tambahnya.

Seorang warga Samarinda, yang dikenal dengan inisial AB, juga mengungkapkan bahwa dia terlibat dalam investasi bodong ini setelah direkomendasikan oleh sepupunya.

“Saya datang dari Samarinda untuk mengikuti investasi ini sekitar bulan Agustus beberapa bulan lalu. Saya mencoba mengunjungi rumah tersangka, tetapi tidak ada respons, meskipun saya tahu mereka ada di dalam rumah dan menyadari kedatangan saya,” ungkapnya.

AB juga mengunjungi kedua rumah orang tua tersangka selain dari rumah tersangka itu sendiri.

“Jika mereka tidak dapat mengembalikan uang saya, itu tidak masalah bagi saya. Tetapi hukum alam akan berlaku, dan apa yang mereka lakukan akan mempengaruhi mereka. Ini adalah pelajaran bagi saya untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh investasi semacam ini di masa depan,” tambahnya.

PELAKU DITANGKAP DI JAKARTA

Sementara itu, Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya, mengeluarkan imbauan kepada para korban investasi bodong dengan modus ternak ayam untuk segera melapor ke Polres Bontang. Langkah ini penting untuk mengumpulkan data yang lebih akurat mengenai jumlah kerugian yang telah dialami oleh para korban.

Hingga saat ini, Kapolres Bontang telah menerima sekitar 20 laporan dari korban penipuan investasi bodong.

“Kami ingin menghimbau kepada semua yang merasa menjadi korban agar segera melapor kepada kami. Kami akan memproses semua laporan,” tegas AKBP Yusep Dwi Prastiya kepada wartawan.

Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Bontang tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan telah berhasil mengamankan tersangka utama.

Tersangka, seorang pemuda berusia 27 tahun yang dikenal dengan inisial R, berhasil ditangkap oleh polisi di Jakarta dengan bantuan Polda Metro Jaya.

“Kami akan menyelidiki semua aspek dalam kasus ini dengan teliti, termasuk melacak aset yang terlibat dalam skema investasi bodong ini,” tambahnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Agus S

Terdata Sebagai Warga Miskin, BW Bakal Panggil Dinas Terkait

0
Terdata Sebagai Warga Miskin, BW Bakal Panggil Dinas Terkait
Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi II DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang bakal memanggil dinas terkait seperti Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM), lantaran adanya indikasi kesalahan input data warga miskin.

“Saya minta kepada pimpinan, untuk memanggil semua pihak yang berkaitan dengan ini. Pendataan itu harusnya lebih akurat, kenapa malah bisa begini jadinya,” tegasnya saat diwawancarai melalui telepon, Kamis (23/11/2023).

Menurutnya, input data seharusnya dibenahi, supaya bantuan-bantuan yang menjadi hak masyarakat tepat pada sasaran, bukannya memasukkan data yang sembarangan, sampai salah seperti ini.

“Pendataan semacam ini perlu diperbaiki, agar ke depannya tidak ada kejadian seperti ini lagi nantinya,” ucapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi ke Kepala Dissos-PM Kota Bontang, Bahtiar Mabe menjelaskan, data tersebut merupakan murni kesalahan teknis di lapangan dan hal itu tidak mungkin untuk sengaja dimasukkan.

“Murni ada human error,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut jika data tersebut merupakan data dari BPS namun BPS belum melakukan publikasi. Meski demikian, pihaknya merupakan pengguna data yang juga bertugas melakukan verifikasi mengenai kebenarannya.

“Saat ini kami sedang melakukan validasi data yang tidak sesuai dan tidak memenuhi kriteria, akan dikeluarkan dari daftar,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, BW sapaan akrabnya mengaku kaget, lantaran dirinya tercatat sebagai salah satu warga miskin di Kota Bontang.

Seharusnya indikasi data tersebut tidak asal-asalan, karena merasa tidak pernah dikunjungi oleh petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pendataan.

“Ini saya dapat info Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM). Ini ngawur. Saya juga tidak merasa kaya tetapi saya ataupun keluarga di rumah tidak pernah didata petugas. Artinya data BPS ini tidak akurat,” ucapnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Komisi III Berang, Hasil Sidak di Area Panggung BK Tak Digubris

0
Komisi III Berang, Hasil Sidak di Area Panggung BK Tak Digubris
Sidak Komisi III DPRD Bontang beberapa waktu lalu di area sekitar panggung utama BK. (ist)

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang mempertanyakan hasil sidak di area sekitar panggung utama Bontang Kuala beberapa waktu lalu. Lantaran hingga saat ini belum ada perbaikan sama sekali.

Hal itu terungkap saat Komisi III kembali melakukan sidak di tempat yang sama, Kamis (23/11/2023).

“Masalahnya ini yang berdatangan tamu-tamu kehormatan. Datang ke pesta adat, harusnya malu tidak ada perbaikan menyeluruh di area jalan sekitaran panggung,” ujar Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina, Kamis (23/11/2023).

Ia menyayangkan fasilitas berupa akses jalan kawasan panggung adat dirasa sangat kurang memadai, hasil sidak pun tidak ditindaklanjuti. Dirinya menghawatirkan keselamatan masyarakat yang datang berkunjung.

Karena itu, kekhawatirannya dari sisi keamanan penggunaan jalan tersebut bisa menjadi insiden. Sebab, banyak pengunjung yang hadir dalam pagelaran pesta tersebut. Bahkan di acara ini sangat ramai pengunjung

“Semoga pesta adat berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan nantinya,” paparnya.

Dikatakannya, saat sidak beberapa bulan lalu, Komisi III DPRD Kota Bontang meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang untuk memasukkan perbaikan jalan dan panggung adat ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2023.

“Namun faktanya di lapangan bagaimana, akses jalan belum kunjung diperbaiki Dinas PUPR, sangat disayangkan jika begini,” ungkapnya.

Pihaknya pun tidak mengetahui jelas, dana untuk perbaikan tersebut telah masuk dalam anggaran perubahan atau belum.

“Kami nanti akan memanggil pihak PUPRK untuk menjelaskan alasan tidak adanya progres yang signifikan pada area panggung adat di Bontang Kuala setelah sidak yang kami lakukan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam