Beranda blog Halaman 806

Teknologi Wolbachia, Mampukah Atasi DBD Tanpa Resiko?

0
Teknologi Wolbachia, Mampukah Atasi DBD Tanpa Resiko?
Hafsah. (ist)

Oleh:

Hafsah

(Pemerhati Masalah Umat)

Program pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan teknologi Wolbachia kini sedang menjadi sorotan publik.

Bontang menjadi salah satu kota sebagai daerah ujicoba teknologi wolbachia ini bersama Jakarta Barat, Bandung, Semarang, dan Kupang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum merilis program wolbachia tersebut. Pihaknya sudah memberikan pemahaman ke masyarakat, sehingga masyarakat siap sebelum program tersebut dirilis.

Penyebaran nyamuk wolbachia diklaim efektif untuk menurunkan tingkat penularan demam berdarah dengue (DBD).

Efektivitas penurunan melalui nyamuk wolbachia telah diteliti sejak 2011 lalu di wilayah lain.

Adapun dari hasil penelitian terbukti aman. Bahkan, lanjutnya, pada 2021 lalu World Health Organization (WHO) telah mengakui dan menganjurkan penggunaannya. (Radarbontang 17/11/2023)

Fakta Nyamuk Wolbachia

Wolbachia adalah bakteri yang hanya dapat hidup di dalam tubuh serangga, termasuk nyamuk. Wolbachia tidak dapat bertahan hidup di luar sel tubuh serangga dan tidak bisa mereplikasi diri tanpa bantuan serangga inangnya.

Bakteri ini tergolong ke dalam Gram negatif, berbentuk batang, dan sulit ditumbuhkan di luar tubuh inangnya.

Teknologi Wolbachia merupakan teknologi yang dapat melumpuhkan virus dengue, zika dan chikungunya dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, sehingga virus tersebut tidak menular ke manusia.

Bakteri wolbachia maupun nyamuk sebagai inangnya bukanlah organisme hasil dari modifikasi genetik yang dilakukan di laboratorium. Secara materi genetik baik dari nyamuk maupun bakteri wolbachia yang digunakan, identik dengan organisme yang ditemukan di alam.

Di Indonesia sendiri, teknologi wolbachia yang digunakan, diimplementasikan dengan metode “penggantian”, dimana nyamuk jantan dan nyamuk betina wolbachia dilepaskan ke populasi alami. Tujuannya agar nyamuk betina kawin dengan nyamuk setempat dan menghasilkan anak-anak nyamuk yang mengandung wolbachia. Pada akhirnya, hampir seluruh nyamuk di populasi alami akan memiliki wolbachia.

Penolakan Para Ahli Terhadap Wolbachia

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadhilah Supari yang menyerukan penolakan penyebaran Nyamuk Wolbachia di wilayah Indonesia.

Menurutnya, penyebaran nyamuk ini membawa resiko bagi kesehatan masyarakat dan bisa menimbulkan penyakit baru yang berbahaya bagi kesehatan rakyat Indonesia.

Adanya resiko mengenai dampak penelitian ini dikarenakan bakteri Wolbachia masih belum umum bagi masyarakat Indonesia.  Walaupun, penelitian ini sudah terbukti berhasil dilakukan di luar negeri seperti Australia, namun ada perbedaan genetik orang Indonesia dengan orang Australia yang bisa saja berdampak pada respon yang berbeda terhadap nyamuk ber-Wolbachia ini.

Peneliti senior Prof. Richard Claproth juga menolak terkait adanya program sebaran telur nyamuk wolbachia di wilayah Indonesia.

Dalam video singkat yang berdurasi 2 menit 2 detik, dengan gamblang Richard menjelaskan seharusnya para Gubernur, Kapolda, dan pejabat publik yang menjadi wilayah penyebaran telur-telur nyamuk Wolbachia itu menolak program tersebut. (Eramuslim.com 19/11/2023)

Penolakan serupa datang dari Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia. Mereka mengingatkan Pemerintah untuk segera menghentikan rencana pelepasan 200 juta nyamuk Wolbachia di Pulau Bali pada 13 November 2023, dan juga di 5 kota lainnya yaitu di Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang dan Bontang.

Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, MT. menjelaskan Program pelepasan ratusan juta nyamuk Wolbachia di Indonesia ini membawa risiko parah terhadap Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan.

Sejauh ini belum ada studi menyeluruh di Bali, Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang dan Bontang secara jangka panjang sehingga berisiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, termasuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia menambahkan, pelepasan jutaan nyamuk berpotensi merusak industri pariwisata, serta ekonomi masyarakat setempat. (Sinarharapan.net 12/11/2023)

Walau diklaim efektif menurunkan dan mengurangi angka kematian akibat DBD, namun resiko kegagalan  tetap harus diperhitungkan.

Teknologi tersebut hanya mengurangi atau menghambat, bukan menghentikan. Sebab penularan DBD dipengaruhi banyak faktor di antaranya, kebersihan rumah dan lingkungan, sanitasi, dan keadaan cuaca.

Masyarakat Indonesia secara umum masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan. Kondisi ini dapat mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat, terlebih yang hidup dalam lingkungan kumuh dan rumah yang kurang sanitasi. Sehingga teknologi Wolbachia tidak tepat dilakukan pada seluruh daerah akibat kurangnya dukungan lingkungan yang memadai.

Adanya pro dan kontra jelas harus disikapi dengan bijak, sebab hal ini terkait dengan resiko kesehatan yang pada akhirnya dapat menimbulkan dampak buruk lainnya. Belum lagi masyarakat tidak seluruhnya mendapat informasi dan sosialisasi mengenai Wolbachia, sehingga sangat beresiko untuk dilaksanakan.

Logikanya, jika penyakit muncul dari hewan apalagi serangga, maka idealnya mencari cara agar hewan jenis serangga tersebut dibasmi. Bukan bereksperimen dengan mengembang biakkan serangga yang menimbulkan resiko cukup besar terhadap manusia. Maka wajib dipertanyakan mengapa proyek wolbachia tetap harus dilaksanakan.

Sikap Islam Terhadap Kesehatan Masyarakat

Dalam Islam, kesehatan merupakan  kebutuhan dasar masyarakat. Negara wajib memberikan pelayanan tersebut sebagai bentuk riayah. Langkah pemenuhan dimulai dari lingkup terkecil yaitu, keluarga  memenuhi kebutuhan gizi serta menjaga pola hidup sehat. Begitupun masyarakat, menjaga lingkungan dengan bersama-sama menjaga kebersihan.

Pelayanan kesehatan berkualitas hanya bisa terealisasi jika didukung dengan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai serta sumber daya manusia yang profesional dan kompeten. Karena itu negara wajib memenuhi kebutuhan peralatan medis serta tenaga medis yang ahli dibidangnya.

Negara juga wajib mengadakan pabrik yang memproduksi peralatan medis dan obat-obatan. Tentu saja, dananya diambil dari kas negara

Begitupun para ahli kesehatan diberi ruang untuk mengembangkan riset serta penemuan untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan.

Dengan begitu, para ahli bisa konsen dengan penelitian serta berinovasi dalam bidang kedokteran.

Inovasi akan dikembangkan tentu saja dengan persetujuan para ahli dengan catatan tidak menimbulkan bahaya dan kerusakan lingkungan.

Nabi Saw bersabda:

“Tidak boleh membahayakan orang lain dan diri sendiri” (HR Malik).

Maka wajib menghilangkan kemudharatan apapun alasannya.

Dengan demikian, kesehatan dan pengobatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak rakyat dan menjadi kewajiban negara untuk memenuhinya.

Wallahu a’lam bisshowab

Strategi Khusus DPMPTSP Tawarkan Investasi ke Investor

0
Strategi Khusus DPMPTSP Tawarkan Investasi ke Investor
Ilustrasi strategi investasi. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memiliki strategi khusus dalam menjual lahan-lahan investasi kepada para investor. Hal ini dalam rangka memajukan industri Kota Bontang pasca migas.

Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim mengungkapkan, pihaknya memiliki 4 strategi penawaran investasi.

“Selain ramah investasi, kita juga harus gencar melakukan promosi,” ungkapnya.

Pertama, DPMPTSP menggandeng pihak ketiga yakni PT Kawasan Industri Bontang (KIB) yang sudah mengurus Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) lahan seluas 600 hektar dan pembebasan lahan 230 hektar

“PT KIB menjadi partnership pemkot dalam mempromosikan dan memasarkan kawasan peruntukkan industri baru di Bontang Lestari,” tambahnya.

Kedua, melalui sosial media. DPMPTSP memberikan penawaran melalui 6 macam sosial media, yakni media online DPMPTSP, Facebook, Instagram, Tiktok, YouTube, serta Podcast.

“Dari media tersebut, ada yang masih masuk dalam tahap perencanaan karena butuh pematangan seperti podcast,” ungkapnya.

Ketiga, melalui DPMPTSP Provinsi Kaltim yang sudah pasti saling gencar untuk memasarkan kawasan industri di Bontang Lestari. Apalagi Kota Bontang memiliki banyak potensi untuk menopang pembangunan IKN.

Terakhir, melalui exhibition dan pameran skala nasional. Kota Bontang cukup rutin menggelar expo lokal maupun nasional. DPMPTSP berkomitmen untuk selalu mengikuti pameran tersebut, untuk memamerkan 18 jenis investasi yang ditawarkan.

“Besar harapan kami dari perusahaan yang sudah ada bisa membuka perusahaan-perusahan turunan, seperti pabrik soda ash yang diharapkan bisa buka pabrik baking soda juga,” harapnya. (adv/sya)

Pertahankan Keutuhan Negara, Kadir Tappa Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

0

BONTANG – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Kadir Tappa, menyelenggarakan sosialisasi wawasan kebangsaan, Minggu (26/11/2023) di Hotel Andika.

Ia menyatakan bahwa ada kekhawatiran bahwa Indonesia hanya tinggal nama, oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawabnya untuk merawat wawasan tersebut setiap bulannya dengan memberikan masukan berupa wawasan kebangsaan.

“Untuk menjaga kemajuan Indonesia, politik harus dirawat dan diperbaiki, sehingga masyarakat tidak perlu menerima hal-hal yang tidak baik dari para pelaku politik,” jelasnya.

Narasumber pertama dalam kegiatan ini adalah akademisi Bilher Hutahaean. Ia menjelaskan bahwa masyarakat harus diikat oleh Pancasila, terutama nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Kita diikat oleh Pancasila yang pertama, yaitu menghormati agama-agama lain,” jelasnya.

Nilai kedua adalah kemanusiaan, bagaimana manusia harus saling membantu berdasarkan tuntutan hati nurani. Kemanusiaan perlu ditekankan karena nilai ini mulai memudar di zaman sekarang. Nilai ketiga adalah persatuan, usaha untuk bersatu dalam kebulatan rakyat, membangun nasionalisme, dan mengakui serta menghargai keanekaragaman bangsa Indonesia.

Nilai keempat adalah nilai kerakyatan, di mana pemerintahan bekerja untuk rakyat melalui musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Terakhir, Pancasila mengandung nilai keadilan sebagai dasar dan tujuan, yaitu menciptakan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahir dan batin.

“Keadilan bersifat subjektif dan harus proporsional, sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap semboyan “Bhineka Tunggal Ika,” UUD 1945, dan NKRI dalam kehidupan sosial.

Narasumber kedua, Gopi Susanto, seorang Analis Ketahanan Ekonomi dan Kesbangpol, menjelaskan bahwa dalam bernegara, toleransi sangat penting, yakni sikap menghargai, membiarkan, dan memperbolehkan pendapat, pandangan, kepercayaan, dan kebiasaan yang berbeda dengan pendirian sendiri.

Selain itu, ada hal-hal yang harus dihindari, seperti radikalisme yang merupakan paham atau aliran politik yang ingin melakukan perubahan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.

Terakhir, masyarakat harus menghindari ancaman terorisme, yang merupakan tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan rasa takut secara meluas dan dapat menimbulkan korban massal.

“Oleh karena itu, negara kita harus kuat untuk menangkis ancaman yang ada,” tegasnya. (Adv/sya)

Pihak Yayasan Bingung, TK Plus Al Muhajirin Loktuan Tak Punya Tempat Belajar Mengajar Permanen

0
Pihak Yayasan Bingung, TK Plus Al Muhajirin Loktuan Tak Punya Tempat Belajar Mengajar Permanen
Komisi I DPRD Bontang menggelar rapat bersama di Ruang Rapat Lantai II, Sekretariat DPRD Bontang. (Dwi S)

BONTANG –Yayasan TK Plus Al Muhajirin, Loktuan mengaku bingung, lantaran tidak memiliki lokasi permanen untuk tempat belajar mengajar. Hal itu terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Bontang bersama Disdikbud serta Yayasan TK Plus Al Muhajirin, Loktuan, Selasa (21/11/2023).

Raking, Ketua Komisi I DPRD Bontang menjelaskan, dari keluhan disampaikan yayasan dan para tenaga pendidik, maka diadakan rapat bersama guna membahas jalan keluar dari permasalahan ini.

“Kami kasih solusi supaya bisa menggunakan Balai Pertemuan Umum (BPU) di selambai, dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat sekitar, agar tidak ada salah paham dan lebih jelas nantinya,” ucapnya.

Mukrim, perwakilan yayasan mengatakan, sejak Masjid Terapung mulai digunakan, pihaknya tidak lagi memiliki tempat untuk belajar mengajar.

“Sebelumnya, kami bergabung dengan Masjid Al-Muhajirin, akan tetapi setelah dibongkar kami sudah berpindah-pindah tempat, sehingga sampai saat ini kami tidak memiliki tempat yang tetap,” paparnya.

Dari pihak yayasan pun telah mengajukan surat ke pengurus Masjid Terapung, agar diperbolehkan menggunakan kembali masjid tersebut. Namun, permohonan tersebut tidak dikabulkan lantaran lokasi masjid yang berada di atas laut, dianggap sangat membahayakan bagi para peserta didik.

Di sisi lain pun jarak toilet yang sangat jauh, khawatir bakal mengganggu pengunjung masjid.

“Jika permasalahan masjid di atas laut sebenarnya sangat kurang masuk akal, karena anak-anak ini anak Selambai, hari-harinya bertempat tinggal di atas laut,” bebernya.

Di kesempatan yang sama, Widya, Kepala Seksi Kelurahan Loktuan menyatakan, kalau kelurahan telah memberikan solusi dengan memanfaatkan gedung perpustakaan milik kelurahan Loktuan.

“Sudah kami sampaikan, bisa menggunakan fasilitas perpustakaan, namun kondisinya saat ini sedang renovasi. Kemungkinan hal itu yang membuat pihak yayasan menolak, karena dinilai cukup membahayakan anak-anak,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

RDP Komisi I, Bahas Masalah di TK Al Muhajirin, Loktuan

0
RDP Komisi I, Bahas Masalah di TK Al Muhajirin, Loktuan
Komisi I DPRD saat mengadakan RDP terkait KBM TK Al Muhajirin. (Dwi S).

BONTANG – Banyak keluhan dan aduan terkait fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan TK Plus Al Muhajirin, Loktuan. Hal itu terungkap saat Komisi I DPRD Bontang mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kadisdikbud, Lurah Loktuan, serta Ketua Yayasan TK Plus Al Muhajirin.

Raking, Ketua Komisi I DPRD Bontang menjelaskan bahwa banyaknya keluhan dan aduan yang masuk, terkait dengan fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilingkungan TK Plus Al Muhajirin.

“Kali ini, kita akan mencarikan solusi, jalan keluarnya terkait dengan tempat belajar mengajar di TK Al Muhajirin, yang sekarang terkendala,” papar Raking, Wakil Ketua Komisi DPRD Bontang saat memimpin rapat, Selasa (21/11/2023).

Dikatakannya, saat ini keluhan yang dirasakan oleh yayasan dan para tenaga pendidik di TK Al Muhajirin, lantaran mereka tidak memiliki tempat belajar mengajar secara permanen.

“Ini juga termasuk masalah yang berdampak, jika tidak ada tempat yang pasti, anak-anak akan berpindah-pindah untuk belajar mereka, kasihan jika begitu terus-menerus,” ucapnya.

Raking juga berharap, dengan adanya RDP bersama seperti ini bisa secepat mungkin mendapatkan tempat, untuk belajarnya anak-anak TK Al Muhajirin.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Pesta Laut Bontang Kuala, Akses Jalan Dikeluhkan Belum Juga Diperbaiki

0
Pesta Laut Bontang Kuala, Akses Jalan Dikeluhkan Belum Juga Diperbaiki
Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang. (Dwi S).

BONTANG – Pesta Laut telah dibuka di Bontang Kuala (BK) sejak Selasa (21/11/2023) lalu, namun Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang mengeluhkan kondisi akses jalan menuju panggung utama yang sampai saat ini belum diperbaiki.

“Mana ini hasil sidak yang dilakukan beberapa bulan lalu bersama Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, kenapa tidak ada hasilnya sampai sekarang,” tegasnya saat diwawancarai, Kamis (23/11/2023).

Hal itu karena akses jalan yang bolong-bolong di area sekitar panggung, tapi tidak kunjung diperbaiki. Padahal, Pesta Laut merupakan acara adat dengan penuh kearifan lokal yang dilaksanakan secara turun menurun dan diselenggarakan setiap tahunnya.

“Artinya, pihak PUPRK harusnya sudah memikirkan tentang perayaan ini dan mulai membenahi fasilitas-fasilitas di BK, tetapi nyatanya tidak,” ucapnya.

Pihak Komisi III DPRD Bontang telah meminta pihak Dinas PUPRK untuk memasukkan perbaikan fasilitas di BK pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2023.

“Sebenarnya kami malu diadakan pesta adat besar seperti itu, dimana masyarakat berbondong-bondong datang, bahkan tamu-tamu penting dari luar Bontang, jika mereka memperhatikan fasilitas yang sangat tidak mendukung,” ungkapnya.

Amir Tosina sangat menghawatirkan banyaknya masyarakat yang hadir dalam pagelaran pesta tersebut, dan nantinya jika ada insiden kecelakaan disebabkan jalan-jalan yang ada di sekitaran panggung yang tidak bagus jalannya.

“Semoga masyarakat tetap aman dengan standar keamanan akses jalan yang seadanya, sangat disayangkan sekali” bebernya.

Amir juga menambahkan, akan memanggil kembali pihak PUPRK untuk menjelaskan tidak adanya progres yang signifikan pada area panggung adat di Bontang Kuala. Terkait sidak yang dilakukan beberapa waktu lalu hanya sia-sia karena tidak ada tindak lanjutnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Ruang Bougenville RSUD Taman Husada Bontang: Pelayanan Perawatan Kelas II dan III yang Tersertifikasi

0
Ruang perawatan Bougenville milik RSUD Taman Husada Bontang.

BONTANG – Ruang Bougenville merupakan ruang perawatan kelas II dan III bagi pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang yang merawat semua gejala penyakit. Ruang Bougenville sendiri terdiri dari 25 SDM perawat yang telah tersertifikasi.

Kepala Ruangan Bougenville, Noviani Nastiti Susantiningdyah menjelaskan kondisi Ruang Bougenville yang dimiliki RSUD Taman Husada Bontang melayani pasien kelas II dan kelas III. Ia mengatakan Ruang Bougenville memiliki ketersediaan sebanyak 34 tempat tidur dengan rincian kelas dua sebanyak 16 tempat tidur dan kelas tiga 18 tempat tidur.

“Ruang Bougenville memiliki 25 perawat dengan kualifikasi tersertifikasi keperawatan,” jelasnya kepada Mediakaltim.com saat ditemui.

Ia mengatakan Ruang Bougenville tetap melayani semua penyakit sesuai dengan kategori jaminan kesehatan. “Sesuai dengan kategori kelas jaminan kesehatan. Di sini pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum. Tapi kalau penyakit paru menular akan diarahkan di Ruang Anggrek,” ungkapnya.

Ia menambahkan untuk sertifikasi perawat yang ada di Ruang Bougenville sendiri telah memenuhi 100 persen untuk sertifikasi BTCLS. “Sertifikasi kami sudah 100 persen pelatihan BTCLS. Akan diperbaharui setiap tiga tahun sekali. Ada juga pelatihan manajemen bangsal dan pelatihan perawat klinis,” katanya.

Ia mengharapkan ke depannya Ruang Bougenville dapat mempertahankan standar layanan yang telah dikeluarkan Kemenkes RI. “Kita tetap memperbaiki layanan sesuai dengan standar Kemenkes baik ketika ada keluhan permasalahan,” terangnya.

Untuk saat ini, Ruang Bougenville telah berbenah dengan merenovasi ruangan dan mempercantik ruangan perawatan. (ADV)

Anggota Dewan, Bakhtiar Wakkang Terdaftar Sebagai Warga Miskin

0
Anggota Dewan, Bakhtiar Wakkang Terdaftar Sebagai Warga Miskin
Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi II DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi II DPRD Bontang menjadi salah satu nama yang terdaftar sebagai warga miskin di Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang.

Katanya, dirinya tercatat sebagai salah satu warga miskin di Kota Bontang. Seharusnya pendataan tersebut tidak bisa sembarangan, karena dirinya merasa tak pernah dikunjungi oleh BPS untuk dilakukan pendataan.

“Ini saya dapat info dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM). Artinya data BPS ini tidak akurat,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (23/11/2023) kemarin.

Selain dirinya ada beberapa juga profesi lain yang masuk kategori miskin dengan tingkat ekstrim. Seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), pengusaha dan juga yang lainnya. Seharusnya BPS bisa memvalidasi data agar bisa menjadi akurat. Jangan sampai ada indikasi permainan data.

“Saya hanya heran, datanya lengkap. Dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP serta alamat. Ini ada juga yang masuk kategori miskin, justru tercatut namanya sebagai orang mampu,” paparnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Bahtiar Mabe menjelaskan, data tersebut merupakan murni kesalahan teknis di lapangan. Hal itu tidak mungkin untuk sengaja dimasukkan.

“Ini benar-benar murni ada human error,” jelasnya.

Jika pun data tersebut merupakan data dari BPS, namun BPS belum melakukan publikasi. Meski demikian, pihaknya merupakan pengguna data yang juga bertugas melakukan verifikasi mengenai kebenarannya.

“Saat ini kami sedang melakukan validasi data yang tidak sesuai dan tidak memenuhi kriteria, akan dikeluarkan dari daftar,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Masih Rendah, Agus Haris Minta Pemkot Segera Genjot Serapan Anggaran

0
Masih Rendah, Agus Haris Minta Pemkot Segera Genjot Serapan Anggaran
Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mengkhawatirkan  terjadinya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA), lantaran serapan anggaran di awal Oktober lalu masih berada di angka 40 persen. Karenanya dia meminta pemkot segera menggenjot serapan anggaran.

“Kami (DPRD) Bontang, maunya pada November serapan anggaran ini sudah mencapai di titik 80 persen,” ucapnya, Senin (20/11/2023) kemarin.

Dengan waktu yang tinggal sebentar lagi, para wakil rakyat meragukan pencapaian kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa tercapai hingga sampai 100 persen.

“Padahal berkaitan dengan hal ini, sebagian sudah banyak yang mempertanyakan sebelum-sebelumnya,” tegasnya.

Wakil rakyat sebenarnya sudah menanyakan kepada beberapa para pejabat Pemkot Bontang, terkait dengan penyebab serapan anggaran yang masih rendah. Hal ini lantaran ada beberapa item pekerjaan yang belum melakukan pembayaran atau pencairan anggaran.

Nantinya, jika serapan ini tidak digenjot maka akan menghasilkan SILPA, berdasarkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan.

“Jumlah anggarannya pun mencapai 2.532.272.667.551, sementara sisa anggaran yakni 1,5 triliun,” ungkapnya.

Angka ini diambil dari 31 OPD, yakni Sekretariat Daerah (Setda), Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan), dan juga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada.

Agus Haris meminta kepada kepala daerah untuk terua menggenjot kinerja OPD dalam penyerapan anggaran. Beberapa program pun terlaksana di akhir tahun, mulai dari pengadaan motor Rukun Tetangga (RT), pembagian laptop untuk sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta kenaikan insentif ketua RT dan penggiat agama.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Gencar Tawarkan Investasi, Inisiatif Manfaatkan Podcast

0
Gencar Tawarkan Investasi, Inisiatif Manfaatkan Podcast
Ilustrasi podcast. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang secara rutin terus menawarkan investasi. Hal ini dilakukan untuk Kota Bontang pasca migas.

Analis Kebijakan Ahli Muda, Lamri menjelaskan, bahwa DPMPTSP berencana akan membuat podcast. Hal ini merupakan inovasi baru untuk membicarakan bagaimana pembangunan Kota Bontang ke depannya.

“Podcast ini rencananya akan memberi gambaran investasi di kota kita ini,” jelasnya

Dalam podcast tersebut rencananya akan menghadirkan bebagai macam narasumber, seperti dari pemerintah provinsi maupun pemerintah Kota Bontang sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa Kota Bontang tidak bisa terus berharap kepada perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri lama dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA).

“Kalau berharap dengan perusahaan yang mengolah SDA, pasti SDA juga akan habis, jadi kita harus mengembangkan industri lain,” ujarnya.

Oleh sebab itu, podcast ini nantinya akan membahas juga potensi investasi di Bontang yang berpengaruh pada perkembangan Ibu Kota Negara. Sehingga diharapkan dapat menarik pendengar dan memulai usaha di Kota Bontang.

Selain membahas investasi tentu dari segi pariwisata juga akan dibahas, dengan harapan akan ada juga investor yang tertarik dan membantu pariwisata di Kota Bontang. Rencananya akan disiarkan melalui YouTube atau Facebook.

“Sesuai dengan arahan wali kota untuk Bontang menjadi pariwisata, jadi tidak hanya memasarkan industri melulu,” tutupnya. (sya/adv)