Beranda blog Halaman 807

Tahun 2023, DPMPTSP Bontang Tawarkan 18 Jenis Investasi

0
Tahun 2023, DPMPTSP Bontang Tawarkan 18 Jenis Investasi
Ilustrasi investasi. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memiliki visi dan misi sebagai kota yang ramah investor. Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemkot Bontang telah menyediakan lahan seluas 1.102 hektar untuk para investor.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang pun telah menyiapkan 18 jenis investasi di tahun 2023 ini, yang siap ditawarkan kepada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanam Modal Asing (PMA).

“Jenis investasi yang kami tawarkan sudah sesuai dengan kebutuhan Kota Bontang,” jelas Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim, Jumat (24/11/23).

Berikut jenis-jenis investasi yang ditawarkan:

  1. Pabrik Pembuatan Kaca/Polysilicone
  2. Pabrik Sabun/Detergen
  3. Pabrik Baking Soda
  4. Pabrik Mie dan Pengepakannya
  5. Pabrik Gliserin/Oleochemical
  6. Pabrik Biodiesel
  7. Pabrik Isotank
  8. Pabrik Pengolahan Rumput Laut
  9. Pabrik Pengalengan Ikan
  10. Pabrik Pengolahan Limbah B3

11.Gudang Bahan Pokok

  1. Pabrik Pengolahan Garam

13.Pelabuhan Peti Kemas

  1. Pabrik Desalinasi Air Laut
  2. Pabrik Pengolahan Jeruk
  3. Pabrik Pengepakan Karet
  4. Pasar
  5. Terminal Angkutan

Asdar menjelaskan, dari 18 jenis investasi yang ditawarkan, ada yang sudah melakukan pengecekan lapangan untuk melihat lokasi, yakni pabrik pengolahan limbah B3.

Potensi-potensi investasi tersebut juga ditawarkan, karena beberapa pabrik sangat dibutuhkan untuk memenuhi standar minimal kebutuhan masyarakat di Indonesia, seperti pabrik baking soda.

“Kami berharap tahun depan akan banyak investor melirik Kota Bontang,” harapnya. (sya/adv)

Sempat Vakum, Klinik Laktasi RSUD Bontang Buka Kembali

0
Sempat Vakum, Klinik Laktasi RSUD Bontang Buka Kembali
Konselor menyusui RSUD Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha saat ditemui. (ist)

BONTANG – Klinik Laktasi RSUD Taman Husada Bontang akan kembali buka, pasca vakum beberapa waktu lalu. Pembukaan kembali klinik laktasi guna memberikan pelayanan laktasi kepada ibu dan bayi.

Konselor menyusui RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha mengatakan, klinik laktasi sebelumnya telah dibuka sekira Agustus 2019. Namun karena pandemi covid-19 dan keterbatasan ruang, klinik ditutup sementara dan akan kembali dibuka pada awal Desember mendatang.

Dengan mengaktifkan kembali layanan klinik laktasi, sebagai agenda mewujudkan misi rumah sakit untuk menjadi rumah sakit sayang ibu dan bayi (RSSIB).

“Pasien bisa mendaftar, misalnya ibu yang baru melahirkan dengan membawa surat kontrol,” jelasnya.

Dr Ridha menambahkan, SDM di klinik laktasi telah memiliki sertifikasi dalam pelayanan laktasi. Memiliki sertifikat pelatihan 40 jam laktasi yang telah diadakan Perinasia.

“Kami sudah ada sertifikasi laktasi sebagai konselor menyusui. Kami bisa bantu bagi ibu-ibu yang mengalami  permasalahan dalam proses menyusui. Karena ada beberapa permasalahan bagi ibu dan bayi seperti kesalahan dalam memposisikan bayi saat menyusui atau masalah lainnya itu yang akan kita bantu sebagai konselor,” katanya.

Selanjutnya, dalam proses laktasi atau menyusui dari ibu kepada anaknya, memiliki banyak kasus pada saat setelah melahirkan. Di antaranya ASI tidak keluar, jumlah ASI sedikit hingga bayi menolak menyusui.

Banyak kendala pada ibu setelah melahirkan. Untuk itu dengan membuka klinik laktasi sebagai solusi dari permasalahan ibu dan bayi. Penanganannya pun dengan cara menggali permasalahan yang dialami ibu dan bayi lalu mencari solusinya.

“Perlu disampaikan pada ibu misalnya kecemasan, rasa sakit, panik adalah hal-hal yang dapat menurunkan produksi ASI.  Dalam proses menyusui butuh juga dukungan dari keluarga seperti dukungan suami dan orang tua,” jelasnya.

Ia mengtakan, di klinik laktasi juga diberikan pemahaman ibu bayi dalam hal seputar menyusui.

Beberapa kasus berbeda-beda pada ibu dan bayi. Ada yang ibu baru anak pertama, ada pula yang pernah mengalami gagal ASI eksklusif pada anak sebelumnya.

“Idealnya pemberian ASI di awal itu ASI eksklusif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan ASI dengan makanan pendamping sampai dua tahun. Saat sesi konseling kami juga mengevaluasi dan memberi masukan dengan cara melihat praktik si ibu saat menyusui,” ungkapnya.

Sementara untuk jumlah SDM yang ada di klinik laktasi ada satu dokter konselor menyusui dan satu bidan pada klinik laktasi. Tersedia pula alat peraga yang memudahkan praktek menyusui pada ibu yang datang berkonsultasi.

“Masyarakat Bontang dapat terlayani dengan baik. Jangan sungkan untuk berkonsultasi pada klinik laktasi. Karena proses menyusui sangat sederhana namun memiliki efek jangka panjang demi kesehatan bayi. Kami hadir untuk memberikan edukasi, motivasi dan dukungan pelayanan ibu dan bayi terutama pada ibu menyusui. Inipun bagian dari dukungan pada program pemerintah untuk mencegah stunting, karena pemberian ASI merupakan bagian dari progam tersebut,” pungkasnya. (adv)

Komisi III Kecewa Pihak BCM Belum Selesaikan Persoalan Limbah

0
Komisi III Kecewa Pihak BCM Belum Selesaikan Persoalan Limbah
Komisi III DPRD Bontang saat melakukan sidak terkait limbah di citimall. (ist)

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang menyesalkan pihak Bontang Citi Mall (BCM) yang belum juga menyelesaikan masalah limbah yang dikeluhkan warga sekitar. Hal itu diketahui saat sidak di BCM, Selasa (21/11/2023) lalu.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina menegaskan, persoalan limbah yang dikeluhkan warga ini diduga berasal dari saluran pipa BCM. Pihak BCM membuang di area selokan dekat dengan permukiman. Sehingga menimbulkan aroma tak sedap.

Sidak kali ini merupakan kedua kalinya. Namun manajemen BCM belum juga melakukan tindakan apapun. Sehingga keluhan masyarakat sekitar masih terlontar terkait bau limbah yang sangat mengganggu tersebut.

“Sangat kecewa pastinya, sebab ini bukan peringatan pertama kalinya, saya rasa harus cepat terselesaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Wilayah Bapelitbang Bontang, Noni Agetha mengatakan, dari hasil pantauan lokasi, bau tak sedap muncul bermula dari drainase yang terletak di area parkiran lantai bawah.

“Ini karena struktur yang tidak beraturan, sehingga mengakibatkan genangan dan berakhir mengendap. Seharusnya parit tersebut kering,” bebernya.

Sedangkan Manajer BCM, Dito mengungkapkan, saat ini sedang melakukan perbaikan, akan tetapi terdapat terkendala. Sehingga, proses pengelolaan limbah masih mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

“Kami pastikan, akan melakukan perbaikan secepat mungkin,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Komisi III Sidak di BCM, Warga Keluhkan Bau Limbah Menyengat

0
Komisi III Sidak di BCM, Warga Keluhkan Bau Limbah Menyengat
Komisi III DPRD Bontang saat melakukan peninjauan langsung di Citimall Bontang. (ist)

BONTANG – Rombongan Anggota Komisi III DPRD Bontang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di area Bontang Citi Mall (BCM) pada Selasa (21/11/2023) kemarin.

Sidak tersebut dipimpin Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang. Rombongan melakukan sidak untuk meninjau secara langsung terkait limbah di BCM.

“Kali ini, kita sidak ke citimall untuk melihat dan memastikan terkait limbah yang dikeluhkan oleh warga sekitar,” ucapnya saat memimpin sidak.

Sidak ini dilaksanakan, terkait adanya keluhan masyarakat sekitar Kelurahan Tanjung Laut. Dimana hingga saat ini masih mengeluarkan bau yang sangat menyengat, bahkan sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Dari keluhan para warga sekitar, makanya kami komisi III mengadakan sidak untuk menindak lanjuti terkait persoalan limbah  tersebut,” ungkapnya.

Amir berharap, dengan sidak kali ini masalah limbah segera cepat teratasi, demi kenyamanan bersama, tidak ada lagi gangguan yang mengganggu sekitar.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Warga RT 14 Gunung Elai Keluhkan Banjir, Abdul Samad: Pemkot Harus Segera Tindaklanjuti!

0
Warga RT 14 Gunung Elai Keluhkan Banjir, Abdul Samad: Pemkot Harus Segera Tindaklanjuti!
Abdul Samad, Anggota Komisi III DPRD Bontang saat sidak. (ist)

BONTANG – Komisi III meminta Pemkot Bontang segera membuatkan parit di RT 14, Kelurahan Gunung Elai. Lantaran di kawasan ini masih sering terjadi banjir. Hal itu terungkap saat sidak Komisi III DPRD Bontang, Selasa (14/11/2023) lalu.

“Semua keluhan warga di sini ialah karena adanya banjir, yang dimana harus ada arus atau parit untuk mengalirnya air,” ucap Abdul Samad, Anggota Komisi III DPRD Bontang.

Permasalahan banjir ini akibat pembuangan air dari area bukit di Jalan Bhayangkara. Keluhan ini sudah lama dirasakan oleh warga sekitar. Akibatnya rumah-rumah warga di Jalan Brokoli Raya kerap tergenang.

“Ini dampaknya ke warga yang pemukimannya berada di pinggir sungai, saya meminta pemkot harus serius menindaklanjuti,” paparnya.

Warga ingin agar pemukimannya tidak lagi terkena banjir, bahkan saat cuaca lagi hujan pun menimbulkan bau yang tidak sedap. Sehingga genangan air juga bisa menjadi salah satu tempat terjadinya kumpulan sarang nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Catatan penting yang harus diperhatikan sebelum membuat parit, pastikan terlebih dahulu kepemilikan lahan, jangan sampai ada permasalahan,” bebernya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Sanitasi Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas PU-PR, Edi Suprapto mengatakan, ada alokasi anggaran untuk pembuatan parit, namun pihaknya harus berkoordinasi dengan Dinas Perkim terlebih dahulu.

“Nantinya parit baru akan dimasukkan ke pintu air, terkait lebar parit masih dalam kajian. Disamping jembatan maupun 100 meter dari jembatan. Jadi nantinya kami bisa bagi dua arah supaya cepat pembuangannya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Komisi III Sidak Normalisasi Parit di RT 14 Gunung Elai

0
Komisi III Sidak Normalisasi Parit di RT 14 Gunung Elai
Komisi III melakukan peninjauan di RT 14, Kelurahan Gunung Elai. (Dwi S).

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang mengadakan peninjauan langsung terkait normalisasi parit di RT.14, Kelurahan Gunung Elai, Senin (14/11/2023) kemarin.

Sidak ini didampingi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bontang.

Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang menjelaskan, adanya kegiatan peninjauan ini bertujuan agar bisa memantau secara langsung parit yang berada di RT 14, Kelurahan Gunung Elai.

“Warga di sini mengeluhkan seringnya terjadi banjir,” ucapnya saat memimpin sidak.

Ini sering terjadi karena perumahan berada di dekat pinggir sungai, sehingga jika air pasang tidak ada aliran lagi, atau jalan lain tempat airnya mengalir.

“Harus dibuatkan parit, mau tidak mau. Agar ada aliran air. Saya harapkan, pemerintah bisa cepat mengambil tindakan ini,” paparnya.

Amir Tosina berharap, dari permasalahan tersebut agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bisa segera menindaklanjuti yang sudah dilakukan peninjauan, karena warga tidak akan ada mengeluh jika tidak terjadi apa-apa.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Wakil Ketua DPRD Bontang Sampaikan 3 Poin Penting di Rakorwil Aspeksindo

0
Wakil Ketua DPRD Bontang Sampaikan 3 Poin Penting di Rakorwil Aspeksindo
Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Bontang. (Dwi S)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menyampaikan 3 poin dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Asosiasi Pemerintah Daerah dan Kepulauan (Aspeksindo) se-Kalimantan, bertempat di Hotel Grand Mutiara, Bontang, Senin (20/11/2023) lalu.

Tiga poin penting yang menjadi masukkan. Pertama, terkait dengan penataan batas pulau. Kedua, yakni dari sisi kesejahteraan ada di wilayah pesisir terluar yang sangat penting dikeluarkan rekomendasi dari hasil pertemuan dalam forum nasional. Ketiga, tentang pembagian keputusan kewenangan.

“Ketiga poin masukan itu menjadi pusat perhatian penting bagi Aspeksindo, karena punya kedaulatan adalah daerah, jadi provinsi hanya sebagai fasilitator saja, sedangkan pemerintah pusat menjadi regulator,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (22/11/2023).

Di sisi kesejahteraan rakyat Indonesia pun ada di wilayah pesisir bagian luar, ini sangat penting direkomendasikan di pertemuan regional Aspeksindo untuk menyampaikan dalam rapat forum nasional.

“Dengan Aspeksindo ini, terkaitannya dengan wilayah pesisir bisa langsung tersampaikan ke presiden melalui Aspeksindo di tingkat nasional,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Dua Kurir Sabu Diamankan Polres Bontang

0
Dua Kurir Sabu Diamankan Polres Bontang
Barang bukti yang berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang mengamankan kedua tersangka yakni Bu (34) dan AI (34), terkait peredaran sabu, Rabu (22/11/2023) kemarin.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba AKP Rihard Nixon Hernando Lumban Toruan mengatakan, bahwa keduanya saling bekerjasama.

Tersangka pertama Bu (34) salah satu warga Kelurahan Belimbing di Jalan Brigjen Katamso, Gang Sidorame, RT.43, Kecamatan Bontang Barat. Dari hasil penyelidikan, tersangka ditangkap di kosnya, yang dimana sering dijadikan tempat transaksi sabu.

Ditemukan barang bukti berupa satu poket sabu dengan berat 0,32 gram di dalam tempat bungkus rokok. Dari pengakuan tersangka, dimana ia mendapatkan sabu tersebut dari dari seseorang.

Saat melakukan pengeledahan, tidak hanya itu yang didapat. Polisi juga menemukan barang bukti lainnya seperti satu buah alat hisap sabu (bong), satu buah pipet kaca, dan satu buah sedotan plastik runcing.

Dari pengakuan tersangka Bu (34) mendapatkan sabu tersebut dari seseorang yang berinisial AI (34) warga Kelurahan Api-Api. Selang beberapa waktu, polisi melakukan penangkapan AI di sebuah toko komputer di Jalan MT. Haryono, RT.30, Kecamatan Bontang Utara.

Ditemukan barang bukti berupa satu poket sabu dengan berat 0,43 gram, satu buah korek api gas, satu buah pipet kaca, satu buah sedotan plastik runcing, dan satu unit handphone Vivo.

“Kedua pelaku mengaku, mendapatkan sabu tersebut mengambilnya dari seseorang. Mereka ini adalah sebagai kurir,” jelasnya.

Saat ini, kedua tersangka sudah berada di Mapolres Bontang. Mereka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Rutin Cek Kesesuaian Izin Perusahaan

0
DPMPTSP Rutin Cek Kesesuaian Izin Perusahaan
Ilustrasi Pengawasan. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus melakukan pengawasan perizinan kepada perusahaan di Kota Bontang.

Sub Koordinator Bidang Ekonomi DPMPTSP Kota Bontang Natalia Santi Kanan mengungkapkan, pengawasan terhadap perusahaan atau perseorangan yang telah memiliki izin  untuk memastikan lokasi dan peruntukan perizinannya apakah sesuai dengan fakta di lapangan.

Monitoring rutin ke perusahaan-perusahaan dilaksanakan agar tidak ada pelanggaran terhadap izin yang terbit. Misalnya perusahaan tersebut hanya memiliki satu izin, ternyata fakta di lapangan mengharuskannya memiliki dua atau lebih.

“Hal yang seperti itu nantinya yang akan kita fasilitasi, kita tegur tentunya dan kita bantu untuk pengurusannya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan mengenai penginputan modal awal saat melakukan perizinan, karena itu yang akan menjadi laporan investasi pemerintah melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) per tiga bulan.

Apabila saat monitoring diketahui modal tidak sesuai maka harus dilaporkan ulang sesuai dengan modal sebenarnya, sehingga terlihat realisasi investasinya.

“Termasuk dengan tenaga kerja tidak boleh dilebih-lebihkan ataupun dikurangi,” tambahnya.

Dijelaskan pula fungsi LKPM sebagai alat kendali untuk mengetahui progres dan kemajuan atas realisasi investasi, dan sebagai alat pantau untuk mengetahui eksistensi perusahaan yang wajib dilaporkan per triwulan. (sya/adv)

Batik Khas Bontang Dilaunching, Kepala DPMPTSP Harap Investor Luar Makin Lirik UMKM Lokal

0
Batik Khas Bontang Dilaunching, Kepala DPMPTSP Harap Investor Luar Makin Lirik UMKM Lokal
Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim di acara launching Batik Khas Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Rabu (22/11/23) malam, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang melaksanakan kegiatan launching Batik Khas Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Asdar Ibrahim turut hadir dalam acara tersebut dengan menggunakan salah satu Batik Khas Bontang, yakni Batik Mutiara.

Tidak hanya itu, ia juga turut memamerkan pakaian yang dikenakannya dalam fashion show yang juga diikuti oleh wali kota, wakil wali kota, OPD dan Forkopimda yang hadir dalam acara tersebut.

Asdar mengungkapkan, bahwa launching ini diharapkan akan cukup berdampak pada peluang investasi kepada pelaku UMKM di Kota Bontang.

Dengan kegiatan malam ini juga nantinya kearifan lokal Bontang bisa dipasarkan lebih jauh lagi, sehingga investor luar dapat melirik Kota Bontang sebagai kota yang pariwisata dan UMKM-nya sangat maju.

“Investor dari luar bisa melihat bahwa Bontang memiliki produk yang tidak hanya dari industri, tapi juga dari UMKM-nya,” ungkapnya. (sya/adv)