Beranda blog Halaman 807

Beasiswa Bontang Sentuh 9.9 M, Alfin Harap Penyaluran Tepat Sasaran

0
Beasiswa Bontang Sentuh 9.9 M, Alfin Harap Penyaluran Tepat Sasaran
Alfin Rausan Fikry, Anggota DPRD Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang telah menetapkan anggaran untuk beasiswa Kota Bontang yakni sebesar Rp. 9,9 miliar. Angka ini naik dratis dari tahun lalu yang hanya berkisar Rp 1,7 miliar.

Menanggapi hal tersebut Alfin Rausan Fikry, Anggota DPRD Kota Bontang menegaskan, bahwa anggaran tersebut cukup fantastis sehingga penerima beasiswa pun harus tepat sasaran.

“Kenaikannya cukup banyak dibanding tahun lalu, pemkot harus benar-benar memilah penerima,” harapnya saat ditemui Minggu (22/9/24).

Untuk mendorong peningkatan sumber daya manusia di Kota Bontang, Alfin berharap pemerintah bisa memperhatikan siswa dan siswi yang berprestasi.

“Jangan sampai ini menjadi beasiswa yang tidak tepat sasaran,” tambahnya.

Alfin berharap jika beasiswa tersebut sampai pada penerima yang tepat, ia tidak cemas uang tersebut akan digunakan untuk hal lain di luar pendidikan. Untuk itu pemerintah diminta andil besar dalam melihat latar belakang calon penerima. Apalagi anggaran cukup besar. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pegawai TKD Disdikbud Ditemukan Meninggal di Jalan KS Tubun

0
Pegawai TKD Disdikbud Ditemukan Meninggal di Jalan KS Tubun
Penemuan mayat di Jalan KS Tubun, Kota Bontang. (Dok).

BONTANG – Sesosok mayat ditemukan di Jalan KS Tubun, RT.16, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Senin (30/9/2024) sekitar pukul 16.45 Wita, mayat itu ditemukan di dalam sebuah kontrakan dengan posisi tengkurap.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan, korban tersebut berinisial AW (40), merupakan pegawai Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TKD) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.

“Untuk saat ini masih dalam proses penanganan,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Menurut informasi, AW adalah salah satu warga berdomisili di Jalan S. Hasanuddin, RT.33, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

Untuk keseharian korban, dirinya tinggal di Jalan Kejora, Gang Wakaf 3, RT.16, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk mengetahui apa penyebab pasti kematiannya. Bahkan, mayat korban juga telah ditangani oleh pihak inafis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

IPSI Bontang Raih 15 Medali di Kejurprov Pencak Silat

0
IPSI Bontang Raih 15 Medali di Kejurprov Pencak Silat
IPSI Kota Bontang. (Ist)

BONTANG – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bontang berhasil meraih 15 medali di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat. Kontingen Bontang berhasil membawa 7 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Kejuaraan berlangsung di Folder Air Hitam, Samarinda.

Ketua Harian IPSI Bontang, Nuryanto mengaku sangat berbangga atas tercapainya keberhasilan para atlet Bontang membawa pulang medali. Menurutnya, setiap atlet telah memberikan yang terbaik dan kerja kerasnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Inilah hasil kerja keras dari mereka semua. Terlebih lagi, komitmen para pelatih maupun pengurus untuk bisa membawa Kota Bontang lebih maju,” ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (29/9/2024) kemarin.

Nuryanto ingin, prestasi yang sudah atlet cetak tidak hanya berhenti sampai di sini, akan tetapi bisa lebih sampai di level tertinggi, nasional bahkan internasional.

Diketahui, inilah daftar nama atlet Kota Bontang yang berhasil membawa pulang medali

Medali Emas:
1. Ganda Putra: Emir Nayottama, Suprapto, dan Farhan Zulfa Rohman
2. Regu Putra: Risky Catur Ut Permana, Nabil Rifat Nazih, dan Kaffa La Beneamata
3. Regu Putri: Ismah Alitah Idrus, Eka Putri Nurhayati, dan Khumairah
4. Kelas B Putra: Rais Akrim
5. Kelas F Putra: Muhammad Iqbal
6. Kelas A Putri: Della Putri
7. Kelas C Putri: Afrilia

Medali Perak
1. Tunggal Putri: Fauziyyah Mufidah Hartati
2. Kelas D Putra: Ahmad Fadhil
3. Kelas E Putra: Abdul Rahim
4. Kelas E Putri: Uswatun Hasanah

Medali Perunggu
1. Ganda Putri: Adinda Nur Shafira, Nur Linda
2. Kelas C Putra: Caesar Brian Kuru Pangloli
3. Kelas I Putra: Muhammad Briliant Yusha
4. Kelas B Putri: Aqilah Wa Nadzifah

Adapun, IPSI Bontang juga telah meraih juara di ajang Gubernur Open:

kategori Tunggal

Juara 2: Raditya Pratama
Juara 3: Valdi Satria dan Ratu Natali Allaysya

Kategori Tanding

Juara 2: Faturiza
Juara 3: Apdal Faizal

Penulis : Dwi S
Editor : Yusva Alam

Pohon Besar di Simpang Tiga Yabis Tumbang

0
Pohon Besar di Simpang Tiga Yabis Tumbang
Kondisi pohon tumbang di Simpang Tiga Lampu Merah Yabis, depan Pos KTL, Kota Bontang. (Dok).

BONTANG – Sebuah pohon besar yang terletak di Simpang Tiga Yabis, tepatnya depan Pos KTL, tumbang, Minggu (29/9/2024) malam tadi.

Komandan Kompi Disdamkartan Kota Bontang, Norman mengatakan, pihaknya menerima laporan masuk dari warga yang menyaksikan pohon tumbang tersebut sekitar pukul 21.30 Wita. Sehingga warga tersebut langsung bergegas menghubungi pihak Disdamkartan Bontang.

Pasca menerima informasi, petugas langsung bergerak cepat untuk menuju ke lokasi, agar bisa segera mengevakuasi pohon tumbang tersebut.

“Tim rescue langsung menuju ke lokasi, untuk mengevakuasi pohon tumbang,” ucapnya saat dikonfirmasi via telepon.

Saat mengevakuasi pohon tumbang, pihak Disdamkartan Kota Bontang dibantu oleh security PT Badak, Polres Bontang, hingga PLN. Karena sebagian ranting pohon mengenai kabel, di sekitar lokasi.

“Untungnya kabel tidak ada yang putus, jadi kami fokus memangkas pohon saja, tidak ada yang lain,” paparnya.

Diketahui, petugas mengevakuasi pohon tumbang tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit, dengan kerahkan petugas Disdamkartan Bontang sekitar 10 orang.

“Untuk penyebabnya kami belum tahu pasti, tumbangnya karena apa. Yang jelas saat kami sudah di lokasi, langsung pangkas saja pohon tersebut. Entah karena pohonnya sudah rapuh atau bagaimana, kami belum mengetahui penyebabnya,” jelasnya.

Adanya kejadian pohon tumbang tersebut, Norman sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap berhati-hati saat berkendara. Terutama saat melintas, dengan posisi pohon di pinggir jalan.

“Entah karena faktor alam atau apa, yang jelas untuk masyarakat agar tetap berhati-hati dimanapun berada. Pohon tumbang seperti ini kita tidak bisa memprediksi, akan tumbangnya. Jadi tetaplah waspada,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sekretaris PWI Bontang Tutup Usia

0
Sekretaris PWI Bontang Tutup Usia
Almarhum Rachman Wahid semasa hidup. (Ist)

BONTANG – Kabar duka menyelimuti insan pers Kota Taman. Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang, Rachman Wahid, menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (28/9/2024) pukul 13.34 Wita di RSUD Taman Husada Bontang. Berita kepergian Rachman Wahid mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan sejawatnya di dunia jurnalistik.

Rachman Wahid, yang dikenal sebagai sosok wartawan senior dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugasnya, telah lama aktif di PWI Bontang. Selama masa baktinya, ia tak hanya dikenal sebagai figur yang serba bisa, tetapi juga sebagai pribadi yang bersahaja dan selalu mendukung pengembangan dunia jurnalistik di kota Taman.

Rachman mengawali karier jurnalis di Surat Kabar Harian (SKH) Bontang Post sebagai fotografer pada Agustus 2012. Sebagai sosok yang dikenal semangat dalam mengembangkan kompetensi diri, Rachman kemudian ditarik menjadi wartawan. Hanya perlu waktu dua tahun, pria kelahiran 16 November 1988 itu mampu membuktikan dirinya layak diangkat sebagai redaktur, hingga terakhir menduduki posisi Pemimpin Redaksi 2017-2018, sebelum akhirnya Bontang Post berhenti menerbitkan versi cetak dan beralih ke media online.

Setelah tak di SKH Bontang Post, Rachman bergabung sebagai staf di Prokopim Sekretariat Daerah Bontang dari 2019-2023. Terakhir, pemegang sertifikat kompetensi wartawan utama itu menjabat pemimpin redaksi akurasi.id.

Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, mengungkapkan rasa dukanya atas kepergian salah satu kader terbaiknya itu. Menurutnya, sosok Rachman selalu sigap dalam menjalankan tugas-tugasnya. Termasuk menyiapkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Bontang yang akan diselenggarakan November mendatang. Sepekan sebelum menghadap Sang Pencipta, Rachman juga masih sempat mewakili PWI Bontang untuk menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) sekaligus kunjungan kerja yang dilaksanakan oleh RSUD Taman Husada di RSUD Raden Temenggung (R.T.) Notopuri di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Kami kehilangan sosok yang sangat berkontribusi besar terhadap organisasi dan dunia jurnalistik di Bontang. Rachman adalah teman, rekan, dan mentor bagi banyak wartawan muda. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.

Kabar kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi para sahabat dan kolega di PWI serta komunitas pers di Bontang. Ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari berbagai pihak, termasuk rekan-rekan jurnalis yang pernah bekerja sama dengannya. Rachman Wahid akan selalu dikenang sebagai figur yang berdedikasi dan menginspirasi di dunia jurnalistik Bontang.

Selamat jalan, Rachman Wahid. Karya dan kontribusimu akan terus dikenang. Semoga engkau husnul khatimah dan ditempatkan di surga-Nya (*)

KPU Bontang Tetapkan Batasan Dana Kampanye Maksimal Rp 123 Miliar

0
KPU Bontang Tetapkan Batasan Dana Kampanye Maksimal Rp 123 Miliar
KPU Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang telah menetapkan pembatasan pengeluaran dana kampanye di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, hal tersebut telah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) yang telah beredar.

Diketahui, untuk pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota, hanya bisa mengeluarkan maksimal dana kampanye sebesar Rp 123 miliar, dimana dana tersebut sudah mencangkup dari seluruh rangkaian di masa kampanye.

Rinciannya, untuk batasan paling besar pembuatan bahan kampanye senilai Rp 56 miliar.

Pertemuan tatap muka dan dialog, hanya bisa mengeluarkan anggaran sebesar Rp 40,5 miliar, dengan mengundang sebanyak 300 orang dalam 600 kali pertemuan, yang dimana dijumlah per peserta Rp 225 ribu.

Untuk agenda pertemuan terbatas, hanya bisa melibatkan 1.000 orang, dalam 60 kali pertemuan dengan anggaran maksimal Rp 13,5 miliar.

Bahkan, pelaksanaan rapat umum hanya bisa menghadirkan 20 ribu massa, dengan anggaran kampanye Rp 4,7 miliar.

Selanjutnya, anggaran untuk penyebaran bahan kampanye, maksimal Rp 120 juta, yang meliputi selebaran, brosur, pamflet, poster, hingga jasa manajemen konsultasi.

Hingga yang terakhir, pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dengan maksimal dana Rp 640 juta, sebanyak 320 APK. Untuk APK yang telah ditetapkan seperti reklame, umbul-umbul, spanduk, serta baliho.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dua Anggota Dewan Maju Pilkada 2024, PAW Tunggu Penetapan Pimpinan Definitif

0
Dua Anggota Dewan Maju Pilkada 2024, PAW Tunggu Penetapan Pimpinan Definitif
Kabag Risalah dan Perundang-Undangan DPRD Bontang, Taufiqurrahman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dua Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, alhasil, Pergantian Antar Waktu (PAW) menunggu penetapan dari pimpinan definitif.

Kepala Bagian (Kabag) Risalah dan Perundang-Undangan DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman menyampaikan, bahwa penetapan tersebut masih menunggu Ketua DPRD definitif, karena kalau untuk ketua sementara ruang geraknya masih terbatas.

“Untuk proses PAW ini nantinya, dari partai masing-masing yang mengajukan permohonan ke pimpinan DPRD,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/9/2024).

Selanjutnya, untuk Ketua DPRD Bontang nantinya akan mengajukan surat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang, untuk meminta daftar hasil legislatif beberapa bulan lalu, yang akan dijadikan acuan atau dasar untuk nama pengganti.

“Karena memang PAW hak sepenuhnya dari partai, kami dari Sekretariat Dewan (Sekwan) hanya menunggu surat dari partai saja,” paparnya.

Taufiqurrahman juga mengungkapkan, untuk prosesnya sama halnya dengan pelantikan dewan baru, yang dimana akan menunggu Surat Keputusan (SK) dari gubernur.

“Kalau sudah ada SK pemberhentian dari gubernur, lalu SK pengangkatan anggota baru berdasarkan usulan partai,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional, Smart Data DPRD Dilaunching

0
Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional, Smart Data DPRD Dilaunching
Taufiqurrahman, Kabag Risalah dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Smart Data DPRD merupakan proyek perubahan yang dirancang dalam rangka menindaklanjuti percepatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional, serta didorong pula oleh keseriusan Pemerintah Kota Bontang yang mengatur tentang jaminan ketersediaan dan integrasi data melalui Peraturan Wali Kota Bontang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Satu Data Kota Bontang.

Smart Data DPRD merupakan sebuah langkah yang sangat penting, untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses bisnis yang ada di Sekretariat DPRD.

Digitalisasi data memungkinkan proses administrasi di Sekretariat DPRD menjadi lebih efektif dan efisien. Dokumen dan informasi dapat diakses dengan cepat dan mudah, sehingga keputusan yang diambil berdasarkan data lebih akurat.

“Data digital yang berstruktur dan terkelola dengan baik, menyediakan dasar yang lebih kuat untuk pengambilan keputusan yang tepat,” jelas Sekretaris DPRD Bontang, Yessy Waspo Prasetyo melalui Taufiqurrahman, Kabag Risalah dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Bontang saat dihubungi, Kamis (26/9/24).

Dengan didorong keseriusan pemerintah Kota Bontang yang mengatur tentang jaminan ketersediaan dan integrasi data melalui peraturan Wali Kota Bontang nomor 2 tahun 2024 tentang satu data Kota Bontang. Tujuan dari proyek perubahan ini antara lain:

1. Merubah data fisik menjadi data digital.
2. Dengan pengelolaan daya yang baik akan memudahkan pencarian data dan mencegah terjadinya kehilangan data.
3. Data yang diperoleh dapat dijadikan acuan dalam penyusunan rencana kerja.
4. Menghemat pengguan anggaran dengan paperless.
5. Anggaran pokok pikiran tepat sasaran sesuai, sesuai dengan aspirasi masyarakat karena perencanaan yang baik.

Hadirnya Smart data DPRD ini diharapkan, dapat membeberkan pelayanan yang lebih baik maksimal kepada pemerintah, DPRD, maupun masyarakat dalam berbagai hal ini dapat meningkatkan kepuasan masyarakat dan citra organisasi secara keseluruhan.

Untuk saat ini Smart Data DPRD hanya bisa diakses oleh Admin, Unit Kearsipan dan Unit Pengelola Kearsipan. Tapi ke depannya akan dikembangkan dan diintegrasikan dengan E-Arsip Kota Bontang yang dapat diakses oleh masyarakat.

“Smart Data DPRD ini berupa Website ya,” terangnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Narkoba Masih Marak di Masyarakat, Ini Tanggapan Dewan

0
Narkoba Masih Marak di Masyarakat, Ini Tanggapan Dewan
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Saat ini narkoba masih saja marak di tengah masyarakat, bahkan sebagian anak remaja pun sudah mulai terjerumus dengan barang haram tersebut.

Mengenai hal tersebut, Anggota DPRD Kota Bontang, Sumardi mengatakan, jika dirinya sangat kecewa dan merasa sedih kalau masih saja ada masyarakat yang menggunakan narkoba, terkhususnya kaum remaja.

“Saya sendiri sebetulnya sangat prihatin, dengan kota yang sekecil ini. Disisi lain masih ada yang menggunakan narkoba, apalagi di kalangan anak remaja,” ucapnya saat di wawancara via telepon, Jumat (27/9/2024).

Sehingga, Sumardi menghimbau pada masyarakat untuk bisa membentengi diri, agar tidak bersentuhan dengan yang namanya narkoba. Karena, selain narkoba akan merusak tubuh, narkoba juga pastinya akan merusak segalanya, mulai dari kesehatan fisik dan mental, keluarga, lingkungan, bahkan masa depan.

“Ini bukan hanya tanggung jawab BNN dan aparat, tapi ini tanggung jawab seluruh masyarakat. Mari kita sama-sama memberantas narkoba, karena narkoba itu dapat merugikan,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Lagi, Gaji Karyawan di PT LBB Nunggak, Sumardi: Ada yang Salah Kepemimpinan Direkturnya

0
Lagi, Gaji Karyawan di PT LBB Nunggak, Sumardi: Ada yang Salah Kepemimpinan Direkturnya
Anggota DPRD Kota Bontang, Sumardi. (Ist).

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Sumardi menanggapi permasalahan tunggakan gaji karyawan di PT. Laut Bontang Bersinar (LBB), menurutnya ada yang salah dengan sistem kepemimpinan direkturnya saat ini.

Bahkan Sumardi ingin, sebisa mungkin harus mengadakan rapat secara internal, agar bisa mencari jalan keluar terkait penunggakan gaji terhadap karyawan-karyawan di sana.

Sehingga Sumardi merasa bingung, bagaimana bisa kapal yang masuk setiap harinya, akan tetapi untuk gaji karyawan terbilang terlambat masuk.

“Berarti kepemimpinannya harus diganti, saya pernah jadi agen di perkapalan, setahu saya kalau di pelabuhan itu harusnya bayar dulu baru bisa masuk, ucapnya saat diwawancarai, Jumat (27/9/2024).

Mengingat hal tersebut, Sumardi ingin pemerintah bisa segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Pemerintah juga perlu mengaudit keuangan perusahaan secara menyeluruh, kemudian mengevaluasi kepemimpinan direktur.

“Intinya kepemimpinannya harus diaudit, kalau sudah seperti ini secara internalnya saja sudah tidak sehat, terutama pemimpinnya,” paparnya.

Perlu diketahui, untuk laporan tunggakan gaji karyawan hampir terjadi setiap bulannya, dan itu berjalan sejak 3 tahun terakhir. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam