Beranda blog Halaman 807

Diarak Keliling Bontang, Piala Adipura Kencana ke-12 untuk Kota Taman

0
Foto: Wali Kota Bontang, Wawali, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengarak Piala Adipura. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Piala Adipura Kencana diarak keliling Bontang, Jumat (3/3/2023) sore. Piala Adipura tersebut diarak mulai dari Tugu Selamat Datang Bontang dan finish di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Terdapat ratusan pasukan kuning yang datang, untuk menghadiri seremonial penyerahan piala tersebut. Adipura Kencana tersebut sebelumnya sudah diserahkan, Selasa (28/02/23) lalu.

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengungkapkan rasa bangganya terhadap Kota Bontang, yang masih mempertahankan Piala Adipura untuk ke-12 kalinya.

“Saya juga berterima kasih kepada pasukan kuning yang senantiasa menjaga Kota Bontang tetap dalam keadaan bersih,” ungkapnya.

Basri juga berharap kepada warga yang turut hadir dalam acara seremonial yang di laksanakan di Tugu Selamat Datang Bontang, agar dapat membantu pasukan kuning dalam menjaga kebersihan Kota Bontang.

“Jangan berharap orang lain untuk membersihkan Bontang, kita harus sama-sama menjaganya,” lanjut Basri.

Warga Bontang juga menyambut baik arak-arakan piala Adipura Kencana tersebut, mereka menunggu di pinggir jalan sembari memberikan selamat. (sya)

Bersih-bersih di Makam Kristen dan Katolik Bontang

0
Kegiatan kerja bakti di Makam Kristen dan Katolik Bontang, Jumat (3/3/2023). (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Yayasan Mahanaim Bontang, sebagai pengelola Makam Kristen dan Katolik Kota Bontang, Kelurahan Kanaan, menyelenggarakan kerja bakti dalam rangka paskah 2023, di lingkungan makam tersebut, Jumat (03/03/23).

Kegiatan kerja bakti dilaksanakan bersama jemaat gereja se-Kota Bontang, untuk pembersihan pasir di jalanan menuju makam, pembersihan selokan, serta pembersihan rumput liar yang masuk ke badan jalan.

“Terakhir kami lakukan kerja bakti tahun lalu, dan ini baru dilaksanakan kembali,” ungkap Pilipus, Ketua Pengurus Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Bontang.

Ia mengatakan, kerja bakti ini nantinya akan rutin dilakukan setidaknya 4 bukan sekali, agar keadaan makam serta jalan menuju makam dapat terpelihara dengan baik.

Ketua Yayasan Mahanaim Bontang, Yulius Tandi Payung mengatakan, pembersihan makam ini turut melibatkan instansi-instansi seperti Kodim 0908/Bontang, kecamatan Bontang Barat, Kelurahan Kanaan, paguyuban, polsek serta masyarakat sekitar. Serta terdapat 62 gereja yang mengirim masing-masing satu atau dua perwakilan.

“Tahun lalu kerja bakti hanya dilakukan bersama gereja-gereja di Kota Bontang, tahun ini baru kami ajak instansi-instansi,” jelasnya.

Untuk itu, Lettu Arh Yohannes Bay, Perwira Seksi Teritorial Kodim 0908 Bontang bersinergi penuh dengan masyarakat dalam mendukung kegiatan kerja bakti tersebut. (sya)

Perdana, KPI Operasikan Bus Listrik di Bontang

0
Foto: Suasana peresmian pengoperasian bus listrik di Graha Parna Industri. (Yusva Alam Radarbontang.com)

BONTANG – PT Kaltim Parna Industri (KPI) serius mewujudkan komitmen bagi kelestarian lingkungan. Hal itu dibuktikkan dengan pengoperasian  dua unit bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB).

Kedua bus yang digunakan mendukung mobilitas antar jemput karyawan ini merupakan langkah perdana yang ada di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Peresmiannya diadakan Jumat (3/3/2023) di Kantor PT KPI (Graha Parna Industri). Pengoperasian perdana bus listrik ini dihadiri Ketua Umum Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia), Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P.

KPI merupakan badan usaha swasta nasional yang memproduksi Anhydrous Ammonia dan berlokasi di Kawasan Industri Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kalimantan Timur.

Mengusung a step to zero emission footprint, KPI mengoperasikan unit bus listrik ini di seputaran area kantor administrasi Graha Parna Bontang. Peresmian ini ditandai pemecahan kendi dan menekan tombol klakson.

Bus berbasis listrik yang akan mengitari area Graha Parna ini, bukan hanya tanpa kebisingan tetapi juga bebas asap emisi.

“Beroperasinya bus ini merupakan bentuk nyata komitmen Indonesia terhadap Paris Protocol, dengan mendukung gerakan penurunan emisi gas buang sebagaimana MOU The 21st Climate Change Conference di Paris tahun 2015,” kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI (2013 – 2015) yang juga founder MAB ini menyebutkan, bus MAB juga telah digunakan di beberapa perusahaan di Indonesia serta Pemerintah Kota Semarang.

Sementara itu, Hari Supriyadi, Presiden Direktur KPI menyebutkan, sejumlah upaya KPI dalam pelestarian lingkungan telah dilaksanakan secara bertahap. “KPI bukan ingin menjadi yang terdepan, namun ingin mengimplementasikan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Hari Supriyadi.

“Kita juga ingin berkolaborasi dengan industri dan produsen dalam negeri untuk menggalang kekuatan industri dalam negeri,” imbuhnya.

Direktur Utama MAB, Kelik Irwantono menyampaikan apresiasi kepada KPI atas jalinan kerjasama pengadaan unit bus listrik. Dikatakannya, KPI merupakan salah satu klien yang mempercayakan pembuatan mobil listrik di dalam negeri melalui MAB.

Ini merupakan langkah yang membuat MAB bersemangat untuk terus meningkatkan kapabilitas dan menciptakan inovasi baru di dunia otomotif berbasis energi listrik.

“Selamat KPI, kita berharap gerakan ramah lingkungan ini juga diikuti oleh pelaku industri dan warga Bontang,” ucap Wawali Bontang yang ikut meresmikan bus listrik KPI.

“Kita buat Bontang lebih nyaman dengan kegiatan berbasis energi hijau,” tegas Najirah kembali. (rls)

Matahari Store Bontang Buka Lagi Lowongan untuk Sejumlah Posisi, Cek Syaratnya di Sini

0

Setelah resmi buka beberapa bulan lalu, Matahari store kembali membuka lowongan kerja yang akan sejumlah posisi. Calon tenaga kerja ini akan ditempatkan di Matahari store yang berlokasi di Citimall Bontang. Berikut lowongan yang dibuka dan syaratnya.

Banjir Rob Terus Berulang, Begini Cara Islam Mengatasinya!

0
Hafsah

Oleh: Hafsah

(Pemerhati Masalah Umat)

Ribuan warga yang tersebar di 4 kelurahan di Bontang terdampak  banjir rob yang terjadi hari Selasa (21/2/2023) petang. Banjir rob yang terjadi hampir merata di kawasan pesisir Bontang.

Adapun jumlah sementara warga terdampak banjir rob di Kelurahan Bontang Kuala sebanyak 800 warga, Kelurahan Tanjung Laut Indah sekitar 900 orang, Kelurahan Berbas Pantai sekitar 850 orang, dan Kelurahan Api-api sekitar 100 orang.

Sementara ini sebanyak 2.650 yang terdampak banjir di 4 kelurahan dan memungkinkan untuk bertambah.

Tidak hanya itu, terdapat empat fasilitas pendidikan juga turut terendam. Diantaranya MAN Bontang, MTS Al-Ikhlas, SD Negeri 001 Bontang Utara, dan TK Negeri 3. (KlikKaltim 21/02/2023).

Penyebab Banjir Rob

ROB adalah singkatan dari Quantity Remaining On Board, yang berarti kuantitas yang melebihi kapasitas, dalam hal ini adalah air laut.

Banjir rob merupakan salah satu fenomena bencana alam yang kerap melanda Indonesia. Banjir rob juga biasa disebut banjir laut pasang. Hal seperti ini sering terjadi pada wilayah pesisir laut.

Terjadinya air pasang di laut ini menahan aliran sungai yang seharusnya menuju ke laut.

Naik dan meluapnya air laut bukan fenomena alam semata, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

Adanya pemanasan global sehingga gletser di wilayah kutub mencair.

Aktivitas manusia telah menjadi pendorong utama perubahan iklim saat ini, terutama dengan pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas yang menghasilkan gas yang memerangkap panas.

Eksploitasi besar-besaran pada bahan tambang ini menyebabkan tingkat pemanasan semakin tinggi.

Eksploitasi lahan pesisir sebagai tempat pemukiman, menyebabkan penurunan tanah sehingga memicu amblasnya permukaan tanah dan intrusi air laut.

Hal ini terlihat di 4 kelurahan di Bontang yang terdampak banjir rob, dimana wilayah pesisir menjadi tempat pemukiman penduduk. Kawasan inipun disulap jadi tempat wisata untuk komersialisasi.

Selain itu, akses jalan masuk bahkan dicor dengan beton agar terlihat rapi dan kokoh, padahal adanya beton semakin membuat daya tampung air berkurang.

Pemicu banjir lainnya adalah aktifitas manusia yang membuka lahan sawit dan penambangan batubara secara besar-besaran, membuat berkurangnya daerah resapan air.

Kegiatan ini mendapat legalitas dan payung hukum dari pemerintah setempat, sehingga ketika terjadi hujan, air tumpah ke laut akibat kurangnya resapan air di daratan.

Tata kelola pemanfaatan wilayah pesisir dan SDAE oleh para kaum kapital hanya menjadikan bumi dan isinya sebagai alat komoditi, bukan untuk kemaslahatan umat. Orientasi keuntungan tidak lepas dari sistem ekonomi yang diemban.

Inilah ciri khas watak kapitalis dimana setiap aktifitasnya dijadikan industri dengan konsep liberalisasi.

Maka untuk mengatasi banjir rob yang selalu terulang butuh penanganan teknis dan ideologis. Perkara teknis bisa diatasi dengan teknologi yang semakin maju, tentunya harus dibarengi dengan mengubah cara pandang permasalahan, yakni dengan perubahan ideologis.

Cara Islam Mengatasi Banjir

Islam adalah agama yang sempurna sekaligus ideologi yang punya cara pandang dan aturan dalam hidup.

Islam mempunyai konsep pemikiran berikut pelaksanaan dalam mengatasi bencana alam.

Bencana alam yang rutin terjadi dijadikan pelajaran, agar ketika kasus serupa terjadi sudah bisa diantisipasi dengan tidak melanggar hukum alam. Allah Swt memberikan tempat dan menyediakan kebutuhan hidup seluruh makhluk termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Jika ekosistem alam dirusak atas keserakahan manusia, tentu ada konsekuensi yang harus ditanggung yaitu rusaknya alam.

Allah Swt berfirman dalam Al Qur’an yang artinya:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”. (TQS Ar Rum [30] 41)

Kesalahan cara pandang dalam memperlakukan alam akan berimbas kembali kepada manusia, maka pola berfikir inilah yang harus diubah. Selanjutnya langkah teknis untuk mengantisipasi bencana adalah tanggung jawab pemerintah.

Untuk mengatasi banjir seperti ini, pemerintahan Islam memiliki cara dan  kebijakan cukup baik dan efisien. Kebijakan tersebut mencakup sebelum, ketika, dan pasca banjir.

Pertama, pada kasus banjir yang disebabkan karena keterbatasan daya tampung tanah terhadap curahan air, baik akibat hujan, gletser, rob, dan lain sebagainya, maka akan ditempuh upaya-upaya sebagai berikut:

Membangun bendungan-bendungan yang mampu menampung curahan air dari aliran sungai, curah hujan, dan lain sebagainya.  Di masa keemasan Islam, bendungan-bendungan dengan berbagai macam tipe telah dibangun untuk mencegah banjir maupun untuk keperluan irigasi, seperti di dekat Kota Madinah Munawarah, terdapat bendungan yang bernama Qusaybah.  Bendungan ini memiliki kedalaman 30 meter dan panjang 205 meter.  Bendungan ini dibangun untuk mengatasi banjir di Kota Madinah.  Di masa kekhilafahan ‘Abbasiyyah, dibangun beberapa bendungan di Kota Baghdad, Irak.

Memetakan daerah-daerah rendah yang rawan terkena genangan air akibat rob, kapasitas serapan tanah yang minim dan lain-lain. Lalu masyarakat dihimbau agar tidak  membangun pemukiman di wilayah-wilayah tersebut.

Membangun kanal-kanal baru atau resapan agar air yang mengalir di daerah tersebut agar bisa dialihkan alirannya, atau bisa diserap oleh tanah secara maksimal.  Dengan cara ini, maka daerah-daerah dataran rendah bisa terhindar dari banjir atau genangan.

Membuat sungai buatan, saluran drainase, untuk mengurangi penumpukan volume air dan mengalihkan aliran air ke daerah lain yang lebih aman.  Mengeruk lumpur-lumpur di sungai akibat sedimentasi agar tidak terjadi pendangkalan.

Membangun sumur-sumur resapan di kawasan tertentu.  Sumur-sumur ini, selain untuk resapan, juga digunakan untuk tandon air yang sewaktu-waktu bisa digunakan, terutama jika musim kemarau atau paceklik air.

Kedua, dalam aspek undang-undang dan kebijakan, pemerintah akan menggariskan beberapa hal penting yaitu,  pembukaan pemukiman, atau kawasan baru, harus menyertakan variabel-variabel drainase, penyediaan daerah serapan air, penggunaan tanah berdasarkan karakteristik tanah.

Pemerintah mengeluarkan syarat-syarat tentang izin pembangunan bangunan. menyederhanakan birokrasi, dan menggratiskan surat izin.

Membentuk badan khusus yang menangani bencana-bencana alam yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan berat, evakuasi, pengobatan,  dan alat-alat yang dibutuhkan untuk menanggulangi bencana.

Menetapkan daerah-daerah tertentu sebagai daerah cagar alam yang harus dilindungi. Dan juga menetapkan kawasan hutan lindung, dan kawasan buffer yang tidak boleh dimanfaatkan kecuali dengan izin.

Menetapkan sanksi berat bagi siapa saja yang merusak lingkungan hidup tanpa pernah pandang bulu.

Memberikan sosialisasi serta kewajiban memelihara lingkungan dari kerusakan.  Ketetapan ini didasarkan ketetapan syariat mengenai dorongan berlaku hidup bersih.

Mendorong kaum Muslim untuk menghidupkan tanah-tanah mati atau kurang produktif, sehingga bisa menjadi buffer lingkungan yang kokoh.

Ketiga, tanggap dalam menangani korban-korban bencana alam. Pemerintah akan segera bertindak cepat dengan melibatkan seluruh warga yang dekat dengan daerah bencana.  Menyediakan tenda, makanan, pakaian, dan pengobatan yang layak.

Selain itu, mengerahkan para alim ulama untuk memberikan dorongan moril bagi korban, agar mereka mengambil pelajaran dari musibah yang menimpa mereka, sekaligus menguatkan keimanan mereka agar tetap tabah, sabar, dan tawakal sepenuhnya kepada Allah swt. (mediaumat.com,6/1)

Inilah langkah-langkah penanganan fenomena alam di dalam Islam. Semua hanya bisa terlaksana bila konsep ini diterapkan dalam naungan institusi Islam pula.

Wallahu a’lam bisshawab

Adakan Komsos, Babinsa Api-api Berdialog dengan Tokoh Masyarakat

0
Komsos antara Babinsa Api-api dengan tokoh masyarakat. (ist)

BONTANG – Serma Sumargo, Babinsa Kelurahan Api-api, Koramil 0908-01/Loktuan melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan tokoh masyarakat. Komsos bertempat di rumah Mayaruddin, Jalan Ahmad Yani, RT 13, Kelurahan Api-api, Kamis (2/3/2023).

Komunikasi sosial yang dilakukan tersebut merupakan wadah silahturahmi antara babinsa dengan tokoh masyarakat setempat, yang dapat memupuk kebersamaan dan menimbulkan rasa saling hormat menghormati antara sesama di wilayah binaan.

Danramil 0908-01/Loktuan, Kapten Inf Niko Katani mengatakan, pentingnya silahturahmi dengan para tokoh masyarakat di wilayah binaan merupakan suatu bentuk kedekatan aparat pemerintah dengan warganya.

“Dengan adannya komunikasi sosial ini, Serma Sumargo selaku Babinsa  menyampaikan pesan-pesan terkait masalah keamanan kepada para tokoh masyarakat,” katanya.

Warga juga diimbau agar selalu menjaga kekompakan dan kerukunan antar sesama warga. Kegiatan ronda atau poskamling agar lebih ditingkatkan lagi semangatnya, agar lingkungan semakin kondusif. (Pendim Btg)

Jalinan Silaturahmi Keluarga Kesultanan Kutai dan Tana Toraja

0
Keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura saat diskusi bersama keluarga Toraja. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura melakukan silaturahmi dan kunjungan ke keluarga Tana Toraja di Kelurahan Kanaan, Kota Bontang pada Kamis (2/3/2023) di Balai Pertemuan Umum kantor Kelurahan Kanaan.

Mewakili Pemkot Bontang, Sekretaris Camat Bontang Barat, Giri Agung mengatakan, “Ini merupakan silaturahmi antara dua paguyuban di Kota Bontang, Keluarga Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan keluarga Tana Toraja,” sebutnya.

Dikatakannya, dengan silaturahmi ini akan lebih mempererat dan menjalin keakraban antara dua keluarga paguyuban di Kota Bontang.

“Silaturahmi dapat menjalin keakraban dan komunikasi. Kalau terjadi masalah dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat,” katanya.

Sementara, keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Adji Aryo Kusumo Poeger mengatakan, kegiatan seperti ini dilakukan untuk mempererat persaudaraan antar suku bangsa dalam bernegara.

“Terima kasih kepada keluarga Tana Toraja. Melalui kegiatan ini akan mempererat persaudaraan antara sesama,” pungkasnya. (adv/yah)

Antrean Solar Berkurang, Begini Cara SPBU Kopkar PKT Mengatasinya!

0
Pengisian solar di SPBU Kopkar PKT. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Guna mengurai antrean panjang pengisian BBM jenis solar, SPBU Kopkar PKT menerapkan sistem nomor antrian, serta tempat khusus bagi kendaraan yang mengantre.

“Yang menggunakan sistem antrian itu rata-rata yang mau isi solar, ” jelas Muhammad Jufri, Pengawas SPBU Kopkar PKT.

Untuk pendaftaran nomor urut, bisa dilakukan langsung ke SPBU atau online melalui bar kode yang disediakan di SPBU.

Hal ini efektif untuk menghindari antrean panjang yang dapat memenuhi jalan, “Setelah mereka mendaftar, mereka bisa mengantre di Jalan Soekarno Hatta,” lanjutnya.

Di tempat mereka mengantre, terdapat satu operator yang nantinya mengarahkan para supir truk, untuk bisa langsung melakukan pengisian solar saat sudah mendapat panggilan.

“Kalau kita lihat antrean sisa 3 atau 4 truk, kita suruh operator di sana konfirmasi melalui whatsapp atau nomor biasa,” jelas Jufri.

Pengisian truk solar mulai diberlakukan dari jam 1 siang hingga jam 6 sore. Karena pengisian menggunakan bar kode, data kendaraan akan terekam, sehingga para supir truk tidak dapat mengantre lagi di SPBU lain.

Berbeda dengan antrian online,  SPBU Kopkar PKT belum mendapat konfirmasi mengenai pemberlakuan sistem tersebut.

“Untuk yang benar-benar menggunakan aplikasi, kita belum memberlakukan itu. Jadi sementara, supir mendaftar, kemudian antre di Jalan Soekarno Hatta sana,” tambahnya. (sya)

Dexlite Turun, Harga Pertamax di Bontang Naik Rp 500

0
Pengisian BBM di Kopkar PKT. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mengalami sedikit perubahan harga. Mulai dari pertamax, pertamax turbo, dan dexlite

Diungkapkan Muhammad Jufri, Pengawas SPBU Kopkar PKT, untuk BBM non subsidi harganya memang selalu naik turun, dan warga Bontang tidak keberatan dengan hal itu.

“Mulai tanggal 1 Maret naik, tapi kalau kenaikan seperti ini tidak akan banyak,” jelas Jufri.

Diketahui, harga pertamax dari Rp 13.050 menjadi Rp 13.550, pertamax turbo dari Rp 15.150 menjadi Rp 15.400, dan dexlite mengalami penurunan harga dari Rp 16.500 menjadi Rp 15.250.

Dalam setahun, BBM non subsidi bisa naik ataupun turun berdasarkan arahan dari Pertamina pusat.

“Kalau kenaikan yang banyak kayak kemarin itu jangka waktunya biasanya lama,” pungkas Jufri. (sya)

Benar kah Harga Beras Naik karena Cuaca Buruk?

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa bulan terakhir ini tidak terlalu berdampak buruk pada pertanian di Bontang. Lantaran para petani di Bontang sudah memiliki cara dalam mengantisipasi cuaca musiman itu.

Kondisi tersebut sering menyebabkan banjir yang berujung merusak lahan pertanian. Menghadapi bencana banjir yang kerap berulang itu, para petani di Bontang sudah memiliki solusi dalam menghadapinya. Bahu membahu bersama DPK3 Bontang mencari cara menghadapi kondisi ini. (radarbontang.com, 17/2/2023)

Tetapi untuk harga komuditas beras di Bontang terus merangkak naik karena cuaca buruk. Gejolak kenaikan harga beras ini berlangsung sejak Januari. Seorang pedagang beras Pasar Rawa Indah Murni mengatakan, sejak awal Februari harga beras naik Rp 35 ribu per karung. Jadi harga beras premium untuk 25 kilogram dijual seharga Rp 335 ribu per karung. Harga beras masih akan terus melonjak hingga beberapa bulan ke depan. (16/2/2023)

Persoalan Mendasar

Kenaikan harga beras penyebabnya adalah gagal panen karena cuaca buruk. Akibatnya, ketersediaan beras di pasar memang tidak banyak sehingga harganya menjadi tinggi.

Lalu pemerintah mengambil kebijakan mengimpor beras sebanyak 500.000 ton melalui Perum Bulog, yang telah dilakukan dengan tujuan menahan laju kenaikan harga beras.

Dengan adanya impor beras dan terpenuhinya pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), maka harga beras di pasaran dipastikan akan terkendali. Menurut Buwas, kedatangan beras impor menjadikan stok CBP di Bulog kini menjadi 683.000 ton. Tambahan beras impor ini diklaim memperkuat cadangan beras nasional sampai datangnya musim panen raya pada Maret 2023.

Kebijakan tersebut tidak bisa dilepaskan dari penerapan ekonomi kapitalisme. Kebijakan intensifikasi pertanian, misalnya, malah membuat lesu produktivitas pertanian.

Pengurangan subsidi pada pupuk, benih, dan saprodi jelas membuat ongkos produksi jadi makin mahal. Pada saat yang sama, kebijakan impor pangan malah dibuka lebar-lebar.

Jika sudah begitu, gairah petani untuk menanam pun memudar. Terjadilah penurunan produksi yang menyebabkan ketersediaan pangan turut berkurang. Dan ini ancaman bagi kedaulatan pangan.

Kebijakan yang dilandasi sistem ekonomi kapitalisme hanya berfokus pada produksi, sedangkan distribusinya diserahkan pada mekanisme pasar. Uang menjadi pengendali tunggal dalam distribusi.

Akhirnya, pangan hanya akan mengalir lancar pada orang mampu, tetapi tidak pada kaum miskin. Seluruh kebijakan yang berlandaskan sistem ekonomi kapitalisme ini didukung oleh pemerintah.

Karena paceklik tersebut merambat hingga menjadi gelombang yang menimbulkan kemiskinan sistemis. Padahal, tanah kita tanah surga, tongkat kayu saja bisa jadi tanaman. Tapi ternyata, rakyatnya malah dilanda kemiskinan. Negara agraris, tetapi krisis beras.

Islam Memenuhi Kebutuhan Pokok Rakyat

Berbeda dengan sistem ekonomi Islam yang berdiri di atas hukum syara, yang seluruh kebijakannya berfokus pada kemaslahatan umat. Setidaknya ada dua kebijakan dalam sistem Islam untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Pertama, kebijakan yang dapat memperkuat kedaulatan pangan, yaitu intensifikasi dengan mempermudah petani dalam hal produksi. Subsidi bukanlah beban, melainkan satu cara untuk meningkatkan produktivitas yang akan menjaga ketersediaan.

Begitu pun ekstensifikasi, pemerintah akan hadir untuk rakyat, bukan untuk korporasi. Pemerintah akan menjaga agar alih fungsi lahan benar-benar dilakukan untuk kepentingan seluruh rakyat.

Kedua, harga bukan satu-satunya hal dalam pendistribusian harta. Negara akan bertanggung jawab terhadap pemenuhan seluruh kebutuhan rakyat, termasuk pangan.

Contohnya, negara menjamin kepemilikan lahan pertanian yang diperoleh dengan jalan menghidupkan tanah mati dan pemagaran apabila para petani tidak menggarapnya secara langsung. Kebijakan yang demikian ini bisa terwujud jika negara memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Kebijakan yang berfokus pada umat akan kita dapatkan dalam sistem pemerintahan Islam. Karena sejarah membuktikan bahwa hanya peradaban Islam yang dapat menyejahterakan penduduknya dengan sebaik-baik pengurusan, juga terdapat firman Allah Taala bahwa suatu negeri akan sejahtera jika Islam diterapkan secara kafah.

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi, ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf: 96).

Wallahualam.