Beranda blog Halaman 808

Manfaat Sebuah Bisnis Miliki Izin Usaha

0
Manfaat Sebuah Bisnis Miliki Izin Usaha
DPMPTSP saat memaparkan materi kepada peserta. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang membeberkan pentingnya sebuah usaha memiliki izin usaha. Serta benefit yang didapatkan saat telah memiliki izin usaha.

Hal itu disampaikan oleh Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan saat menjadi narasumber pelatihan keamanan pangan siap saji di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Utara beberapa waktu lalu.

Adapun 5 alasan penting memiliki izin usaha:

Pertama, usaha yang memiliki izin mendapatkan jaminan hukum dan perlindungan dari pemerintah apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kedua, usaha yang memiliki izin lengkap dan sah akan mendapatkan kemudahan dan pembiayaan perbankan untuk perkembangan usaha.

Ketiga, akan lebih mudah ikut serta dalam tender.

Keempat, usaha lokal yang memiliki izin mendapat kesempatan mengembangkan usahanya ke tingkat internasional.

Kelima, kredibilitas usaha akan baik dan semakin mudah untuk mengikuti promosi melalui pameran yang diselenggarakan pemerintah.

“Tentu bakalan banyak keuntungan kalau usaha kita sudah memiliki izin, yang paling terasa pasti adanya kekuatan hukum, karena dengan hukum kita bisa menjaga usaha tetap pada ranahnya,” ujarnya. (sya/al/adv)

Bantu Gaet Investor, Pemkot Bermitra dengan PT KIB

0
Bantu Gaet Investor, Pemkot Bermitra dengan PT KIB
Kepala Dinas DPMPTSP, Asdar Ibrahim. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemkot Bontang bekerjasama dengan PT. Kawasan Industri Bontang (KIB) dalam upaya menggaet investor. Hal itu dijelaskan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Asdar Ibrahim.

Diketahui PT KIB mengelola lahan yang diperuntukkan untuk kebutuhan investor di bidang industri, sebanyak 1.100 hektar di kawasan Kelurahan Bontang Lestari.

“PT KIB merupakan mitra Pemkot Bontang,” singkatnya.

KIB sudah mengantongi kurang lebih 600 hektar yang memiliki Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dari Kementerian Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan 200 hektarnya milik perusahaan itu sendiri.

“Kalau ada investor di titik RT yang 1.100 tadi itu, mereka harus ketemu PT. KIB itu, apakah dia beli lahan atau sewa lahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa perusahaan tersebut menjadikan dirinya sebagai mitra dari pemerintah Kota Bontang untuk mencarikan investor. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menjemput investor-investor luar.

“Kami promosinya jalan juga, mereka juga jalan, jadi saling mencari,” tambahnya.

Asdar mengharapkan, dalam waktu dekat akan ada pembangunan perusahaan baru yang dirasa sangat berpotensi untuk kemajuan Kota Bontang, seperti pelabuhan peti kemas, pabrik soda, pabrik kaca, dan masih banyak lagi.

“Seperti pabrik soda ash itu kan, saya berharap bisa berkembang setelah itu menarik investor lain,” tutupnya. (sya/al/adv)

Mengurus Izin Usaha Sangat Mudah, Begini Caranya!

0
Mengurus Izin Usaha Sangat Mudah, Begini Caranya!
Kegiatan koordinasi dan sosialisasi perizinan berusaha bidang ketahanan pangan. (ist)

BONTANG – Selain penting memiliki izin usaha, mengurus sebuah perizinan usaha pun sangat mudah. Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang pun menjelaskan cara-caranya.

Cara tersebut dipaparkan Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan pertemuan koordinasi dan sosialisasi perizinan berusaha bidang ketahanan pangan, beberapa waktu lalu.

Ditegaskannya, dengan memiliki izin berusaha, usaha mereka akan memiliki kekuatan hukum.

“Kita jelaskan semua keuntungan mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), apa saja yang dibutuhkan dan lain-lain,” jelasnya.

Kepengurusan NIB juga sangat mudah, praktis, dan tidak memakan banyak waktu. Cukup datang langsung ke kantor DPMPTSP atau melalui Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU) sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

“Tata cara pendaftaran hak akses dan penerbitan NIB dan UMK kita jelaskan semua,” tutupnya. (sya/al/adv)

17 Peluang Investasi di Bontang yang Bisa Dilirik Pengusaha

0
17 Peluang Investasi di Bontang yang Bisa Dilirik Pengusaha
Ilustrasi investasi. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang menjelaskan, terdapat 17 peluang investasi di Kota Bontang di tahun 2022. Hal itu dikatakan oleh Analis Kebijakan Ahli Muda DPMPTSP, Lamri.

Dijelaskannya, ada 17 peluang investasi di Kota Bontang yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk berinvestasi di Kota Taman. Di antaranya adalah pergudangan, pelabuhan, pabrik pengolahan limbah, pabrik pengolahan garam, pabrik penyulingan air laut, pabrik pengalengan ikan, pengolahan rumput laut, pabrik Isotank, pabrik pemrosesan biodiesel.

Kemudian gliserin, sabun dan detergen, pabrik pembuatan kaca, baking soda, jeruk, pabrik pengolahan karet, pasar dan terakhir terminal.

“Ini jenis investasi tahun 2022, tahun ini mungkin ada update penambahan,” jelas Lamri.

Ditambahkannya, pihaknya selalu menjelaskan kepada para investor terkait lahan yang tersedia, serta potensi-potensi yang bisa dilakukan. Hal ini dilakukan agar Bontang dapat berkembang pasca migas.

“Seperti yang kita ketahui bahwa kita nggak bisa terus berharap sama perusahaan, jadi kita harus menarik investor dengan cara apapun,” harapnya. (sya/al/adv)

Kelas ASI RSUD Bontang, Edukasi Bagi Orang Tua Bayi yang Baru Melahirkan

0
Kelas ASI RSUD Bontang, Edukasi Bagi Orang Tua Bayi yang Baru Melahirkan
Pelaksanaan Kelas ASI RSUD Bontang bersama konselor ASI, dr Siti Aisyatur Ridha. (ist)

BONTANG – RSUD Bontang rutin melaksanakan kelas ASI (Air Susu Ibu) bagi orang tua bayi yang baru melahirkan. Ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua bayi dalam hal menyusui.

Konselor menyusui RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha menjelaskan, kelas ASI diberikan kepada orang tua bayi yang memiliki kendala dalam hal menyusui setelah melahirkan, baik kelahiran normal maupun secara operasi sesar. Dalam kelas ASI ini, konselor memberikan edukasi dalam proses menyusui.

“Kami menjelaskan mengenai bagaimana proses menyusui, hal apa yang harus dilakukan dan diketahui ibu pada saat menyusui, misalnya teknik posisi dan pelekatan. Hal-hal yang dapat menurunkan dan meningkatkan produksi ASI hingga pemberian dukungan dari ayah bayi, dengan memberikan teknik pijat oksitosin yaitu memijat punggung si ibu bayi,” kata dr Ridha.

Ia menambahkan, proses menyusui merupakan hakikat karunia pemberian Tuhan kepada seorang ibu setelah melahirkan, sehingga saat waktunya bayi mendapatkan ASI ekslusif. ASI tidak bisa tergantikan dengan minuman lain kecuali ada kondisi khusus.

“Kami juga melakukan motivasi pada pasangan orang tua bayi, bahwa ASI merupakan makanan utama bagi bayinya. Jangan ada istilah pengganti ASI. Itu yang kita tanamkan pada orang tua bayi bahwa ASI tidak tergantikan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ia juga mengatakan pada bayi yang dirawat di ruang perinatologi, apabila ada bayi yang masih belum bisa menyusui langsung dapat dilakukan pemberian ASI perah dari sang ibu.

“Ada bayi yang belum bisa menyusui langsung. Itu kadang menjadi dilema. Seharusnya bayi-bayi pada kondisi normal dapat menyusui langsung. Kalau terpisah itu menjadi kecemasan dari ibu bayi. Hal ini dapat berpengaruh pada penurunan produksi ASI. Oleh karena itu kami hadir memberikan dukungan dan motivasi untuk para ibu,” urainya.

Dr Ridha mengharapkan dari kelas ASI ini, orang tua bayi dapat menerapkan dan menjalankan sesuai dengan edukasi yang telah diberikan. Di dalam kelas ASI, selain teori tentang menyusui juga diberikan kesempatan praktik langsung baik menggunakan alat peraga maupun praktik menyusui langsung pada bayinya.

“Kalau di ruang flamboyan (rawat gabung kebidanan) kami baik dokter maupun bidan rutin memberikan pengetahuan dan motivasi menyusui. Sehingga saat pulang dari rumah sakit, proses menyusui  dapat berhasil. Harapan kami pemahaman proses menyusui ini bagian dari upaya pencegahan stunting di 1.000 hari pertama kehidupan sehingga kelak bayi menjadi sehat,” terangnya. (adv)

RSUD Bontang Resmi Melepas 10 Dokter Internship

0
RSUD Bontang Resmi Melepas 10 Dokter Internship
Arahan Direktur RSUD Bontang saat pelepasan program dokter intership di RSUD Bontang. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang melepas dokter internship yang telah melakukan tugasnya selama lebih kurang satu tahun di RSUD Bontang.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, Sp.JP mengatakan, dokter internship yang ada di RSUD Taman Husada Bontang telah menyelesaikan tugasnya. Di mana ini merupakan program kementerian kesehatan yang memberikan kesempatan pada dokter internship untuk melakukan penempatan di rumah sakit pilihan.

“Internship ini merupakan program Kemenkes, untuk menempatkan lulusan dokter selama setahun di daerah baik di RS maupun Puskesmas. Ini merupakan bagian dari pendidikan,” jelas dr Suhardi, Rabu (22/11/2023).

Dr Suhardi menambahkan, setelah ini dokter internship dapat melanjutkan praktik mandiri atau melanjutkan pendidikan.

“RSUD Bontang sebagai rumah sakit pendidikan akan terus menerima dokter internship yang dilaksanakan setiap tahunnya,” katanya.

Sementara pendamping dokter internship, dr Muhammad Irfan Hidayat mengatakan, program dokter internship Indonesia merupakan program pembimbingan dan pemahiran setelah dinyatakan lulus dalam kedokteran. Penempatannya dilakukan di rumah sakit dan Puskesmas.

“Dokter internship ini telah memiliki surat izin praktik internship dan tetap dalam pengawasan dokter umum di rumah sakit penempatan,” katanya saat ditemui.

Ia mengatakan pada tahun 2023 ini, ada 10 dokter internship yang melaksanakan tugas di masing-masing tempat seperti di rumah sakit dan Puskesmas.

“10 dokter internship ini diberikan tugas masing-masing di rumah sakit selama enam bulan, dan di Puskesmas selama enam bulan dan bergantian,” ungkapnya.

Kegiatan internship ini dapat dijadikan sebagai syarat dalam mendapatkan surat tanda registrasi dalam pengurusan SIP.

“Dokter internship ini umum digunakan sebagai proses pelaksanaan profesi kedokteran, dalam memahirkan kemampuan dan membiasakan kompetensi yang harus dicapai dokter umum,” terangnya. (adv)

Resmi Dilaunching, Wali Kota: Batik Khas Bontang Bebas Dipakai Siapapun!

0
Resmi Dilaunching, Wali Kota: Batik Khas Bontang Bebas Dipakai Siapapun!
Kegiatan Launching Batik Khas Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang pada Rabu (22/11/23) malam, resmi melaunching Batik Khas Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Dispopar menyuguhkan tarian kreasi nusantara sebagai pembuka acara ini. Para pembawa acara juga turut menggunakan langsung pakaian bermotif Batik Khas Bontang yang akan dilaunching tersebut.

Kepala Dispopar, Ahmad Aznem dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan arahan Wali Kota Bontang, kota ini harus memiliki ciri khas dan muncul ke permukaan, sehingga acara tersebut mengusung tema Bontang Berbatik, Batik Bontang Menuju Kelas Dunia.

Sebanyak 16 pebatik lokal dilibatkan dalam pembuatan Batik Khas Bontang, namun tidak menggusur batik-batik terdahulu.

“Kita harus memperkaya batik-batik dahulu dengan yang baru sekarang,” ungkapnya.

Adapun fashion show dengan memamerkan berbagai macam jenis Batik Khas Bontang diperagakan langsung oleh duta pariwisata Bontang, seperti batik manggrove, batik mutiara, batik daun jajar, batik sekatup asri, batik etam, batik terumbu karang, batik beras basah dan masih banyak jenis batik lainnya.

Tidak kalah, Wali Kota, Wakil Wali Kota Bontang dan jajaran OPD serta Forkopimda turut mengikuti fashion show dengan memamerkan berbagai macam batik yang telah mereka kenakan.

Aznem juga menjelaskan, bahwa ada saran yang diberikan terhadap pelajar mulai TK hingga SMA untuk menggunakan Batik Khas Bontang.

Motif batik yang dilaunching khusus sebagai ciri khas Bontang sebelumnya telah melewati sayembara. Dari 15 batik, dipilih 5 batik paling baik, dan dari 5 batik tersebut dipilihlah satu yang akan menjadi Batik Khas Kota Bontang.

Resmi Dilaunching, Wali Kota: Batik Khas Bontang Bebas Dipakai Siapapun!
Kegiatan Launching Batik Khas Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, bahwa batik ini milik Bontang dan boleh dimodifikasi tanpa menghilangkan ciri khasnya. Karena dulu ia sering mendapat laporan, bahwa batik-batik sebelumnya masih merupakan kepemilikan seseorang sehingga tidak berani untuk dimodifikasi.

“Batik yang launching ini bebas semua boleh pakai dan modifikasi,” ungkapnya.

Ia juga berharap tahun depan diciptakan sarung khas Bontang dan satu produk lokal yang bisa digunakan oleh perempuan.

“Kalau udeng kita kan untuk laki-laki, kita harus bikin sesuatu yang untuk perempuan juga, tahun depan kita harus rencanakan,” tegasnya.

Basri merasa puas dengan batik yang launching tersebut, karena dari motif sudah terlihat sangat modern. Jika melihat batik yang sebelumnya, yang kainnya terlalu penuh dengan motif yang begitu-gitu saja. Hal seperti ini harus dilakukan agar batik bisa juga berkembang di zaman yang modern

“Batik dulu bagus, tapi monoton, bisa kita jadikan lebih modern agar tidak ketinggalan,” tambahnya

Ia juga menjelaskan bahwa Kota Bontang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) sebagai kota wisata, dan Gubernur Kalimantan Timur sudah memilih Bontang serta akan membantu Bontang menjadi kota wisata.

“Karena kitalah yang paling dekat dengan IKN. Dengan adanya potensi laut kita. Kita harus bangga akan itu.” ujarnya. (sya/adv)

Batik Khas Bontang Resmi Diluncurkan Pemkot Bontang

0
Batik Khas Bontang Resmi Diluncurkan Pemkot Bontang
Kadispopar Bontang saat memberikan sambutan di launching Batik Khas Bontang. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Batik Khas Bontang merupakan suatu produk batik yang merupakan kearifan lokal unggulan. Telah diresmikan oleh Pemkot Bontang, untuk menjadi desain batik andalan Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem melalui Staf Jabatan Fungsional Adiyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, M Deddy Arianto menjelaskan, sebelum Batik Khas Bontang ini diresmikan, pihaknya telah melalui proses yang cukup panjang, yaitu dengan mengadakan sayembara desain batik sejak tahun 2022 lalu.

“Sayembara ini berdasarkan Keputusan Wali Kota tentang Desain Batik Khas Kota Bontang Nomor: 188.45/477/DISPOPAR/2022,” sebutnya.

Sayembara desain batik ini dimulai sejak Mei 2022 lalu. Kemudian melalui tahapan seleksi dan penilaian oleh tim juri berkompeten, sehingga dikerucutkan menjadi 5 desain batik terbaik. Lalu dari 5 desain terbaik ini dikolaborasikan oleh tim desain menjadi satu produk yang berdasarkan kearifan lokal, yaitu Batik Khas Bontang.

“Motif terbaik hasil seleksi itu di antaranya motif jala/jaring, burung kuntul perak, mangrove, Sungai Bontang, rakat/bersatu, dan ikan,” imbuh Deddy.

Batik Khas Bontang Resmi Diluncurkan Pemkot Bontang
Para pejabat Pemkot Bontang ikut memperagakan Batik Khas Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com)

Ia juga menambahkan, kalau Batik Khas Bontang ini sudah dipatenkan melalui mekanisme hak cipta di Kemenkumham. Sehingga tidak dapat diklaim atau disalahgunakan.

“Batik Khas Bontang sudah mendapatkan sertifikat Surat Pencatatan Ciptaan bernomor 000447158 di Kemenkumham RI,” ujarnya.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang bakal melaunching batik khas Bontang Rabu (22/11/2023) malam ini di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Pasca launching nantinya, pihaknya berharap Batik Khas Bontang dapat diaplikasikan ke berbagai macam produk cinderamata. Baik souvenir, desain interior, arsitektur, moda transportasi, atau apapun.

“Silahkan saja terbuka boleh dipakai siapa saja. Diharapkan juga jadi pemberdayaan ekonomi khas Bontang,” pungkasnya.

Filosofi Batik Khas Kota Bontang:

  1. Motif Burung Kuntul Perak adalah burung yang menjadi maskot Kota Bontang. Burung Kuntul Perak merupakan burung pendatang dari suatu daerah yang suka berkelompok dan energik, sesuai dengan ciri khas masyarakat Kota Bontang yang didominasi oleh pendatang, hidup berkelompok, dan pekerja yang energik.
  2. Motif Liukan Sungai Bontang diambil dari sisi positifnya yaitu natural sungai dengan akar mangrove sebagai penahan abrasi, yang bermakna penopang kekuatan Kota Bontang.
  3. Motif Jala/Jaring, yang bermakna sebagai simbol sumber daya manusia yang saling bersatu dan bersimpul menguatkan satu sama lain untuk menangkap dan menyerap makna kehidupan yang saling berkesinambungan antar ras, suku, budaya, dan agama yang berada di Kota Bontang.
  4. Motif 2 (dua) ikan berbentuk lambang tak terhingga, yang bermakna keselarasan Kota Bontang dengan hasil budaya bahari sebagai potensi daerah. (al/adv)

Sebagian Pedagang di Pasar Tamrin Kembali Keluhkan Sepi Penjualan

0
Sebagian Pedagang di Pasar Tamrin Kembali Keluhkan Sepi Penjualan
Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi I DPRD Bontang. (Dwi)

BONTANG – Sebagian pedagang di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) mengeluhkan sepinya penjualan mereka. Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang pun berharap, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (DKUKMP) dapat memberikan solusi.

BW sapaannya menjelaskan, sepinya pembeli di Pasar Tamrin sudah sangat lama dirasakan sebagian pedagang sejak terhitung 2021 lalu. Banyak pedagang memilih untuk menutup lapak dan pindah ke tempat yang lebih mudah dijangkau, seperti di pinggir jalan.

“Dulunya itu waktu masih pagi sangat ramai yang berdatangan, akan tetapi makin lama makin tambah sepi,” paparnya saat diwawancarai, Selasa (21/11/2023).

Pihaknya meminta agar DKUKMP Bontang beserta Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar agar lebih serius dalam menanggapi persoalan ini. Ia juga merasa pemerintah kurang serius menyelesaikan masalah terkait ini.

Menurutnya, program yang pernah digagas pemerintah agar ASN berbelanja di Pasar Tamrin dianggapnya hanya bersifat seremonial saja, tetapi tidak konsisten.

“Maunya DKUKMP bisa mencari solusinya, karena ini menunjukkan pemerintah tidak berkomitmen dalam membangun ekonomi pedagang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Diskop-UKMP Bontang, Kamilan menyatakan, terkait sepinya pembeli di Pasar Tamrin lantaran penataan gedung berlantai tiga, sehingga sangat sulit dijangkau pembeli

“Pedagang yang berada di bahu jalan pun juga sudah kami tertibkan, akan tetapi sangat sulit mengubah yang sudah menjadi kebiasaan pedagang. Solusi jangka pendeknya adalah dengan membangunkan dua lift pasar, bahkan adanya eskalator pun kurang maksimal,” ucapnya.

Kamilan juga menambahkan, jika masalah ini masih tetap seperti ini terus-menerus, ia berjanji akan mencarikan inovasi lain agar Pasar Tamrin kembali ramai pembeli.

“Saya berjanji, selama saya masih menjabat di OPD ini, saya akan terus mengabdikan diri dengan segala cara, agar dapat memajukan pasar di Bontang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Anggota Dewan Apresiasi Program Operasi Timbang untuk Pendataan Stunting

0
Anggota Dewan Apresiasi Program Operasi Timbang untuk Pendataan Stunting
Muslimin, Ketua Komisi I DPRD Bontang. (Dwi S).

BONTANG – Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin mengapresiasi setinggi-tingginya program operasi timbang yang dilaksanakan Pemkot Bontang pada 9-13 November lalu.

“Tentunya, kami sangat bangga dan mendukung penuh. Karena ini menjadi salah satu cara untuk menekan angka stunting di Kota Bontang,” ucapnya saat diwawancara, Senin (20/11/2023) kemarin.

Di kegiatan tersebut melibatkan seluruh komponen dari kelurahan hingga Rukun Tetangga (RT), dengan memberdayakan kader-kader yang sudah mendapatkan pembekalan, terkhusus pada kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

“Sistem laporannya sudah canggih dan berbasis digital, hal ini juga sangat efektif untuk menghimpun data,” paparnya.

Program serentak itu dilaksanakan di 121 Posyandu yang sudah tersebar di seluruh kelurahan di Bontang. Pelaksanaannya pun terdiri dari satu hari penimbangan berat badan, dan hari-hari selanjutnya dilanjutkan dengan pencarian sasaran yang tidak sempat hadir di hari kegiatan.

“Sasarannya kepada seluruh bayi dan balita yang dikategorikan mengalami gangguan tumbuh kembang lantaran kekurangan gizi, atau yang lebih dikenal dengan stunting,” bebernya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Jamila Suyuti mengatakan, dalam kegiatan operasi tumbang bertujuan untuk mengkampanyekan kepada para orang tua yang memiliki bayi dan balita, supaya datang ke Posyandu.

“Saat pelaksanaan di lapangan, akan ditangani oleh kader Posyandu. Dinkes Bontang juga melibatkan para mahasiswa kesehatan yang saat ini menjalani masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bontang,” tegasnya.

Sebelum kegiatan dimulai, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut serta untuk berkoordinasi terkait dengan penanganan stunting di Bontang. OPD yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM).

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam