Beranda blog Halaman 808

Najirah-Aswar Janji Tata Ulang Pasar Tamrin Jika Terpilih

0
Najirah-Aswar Janji Tata Ulang Pasar Tamrin Jika Terpilih
Pasangan calon Najirah - Aswar di Pasar Tamrin. (ist)

BONTANG – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Najirah-Muhammad Aswar melakukan kunjungan ke Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) pada hari ke tiga kampanye, Jumat (27/9/24).

Saat mengelilingi Pasar Tamrin, salah satu pedagang ikan di sana mengeluarkan keluh kesahnya terkait pasar basah yang terletak di lantai dua. Posisi tersebut dirasa tidak strategis sebagai pasar basah, sehingga terkadang masyarakat malas untuk naik ke sana.

Untuk itu diharapkan Pasar Tamrin dapat secepatnya ditata ulang, apalagi setelah pilkada berlangsung, penetapannya tidak berselang jauh.

“Tahun depan kalau bisa Pasar Tamrin bisa ditata ulang,” katanya.

Karena kampanye kali ini adalah mendengarkan aspirasi para pedagang, calon Wali Kota Bontang, Najirah mengatakan, bahwa saat ia bersama Wakilnya, Aswar akan menata ulang pasar agar menjadi lebih menarik dan dapat menarik perhatian pelanggan agar pengunjung dapat meningkat.

“Kondisi sekarang memang cukup berantakan, untuk itu penataan pasar akan menjadi sorotan kita,” terangnya.

Ditambahkan Calon Wakil Wali Kota Bontang, Muhammad Aswar, bahwa selain tatanan pasar, Mal Pelayanan Publik (MPP) juga diatur ulang sehingga pemaksimalan pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal. Karena sebenarnya kehadiran MPP sangatlah baik untuk pemaksimalan pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk hal-hal seperti ini, pedagang harus dilibatkan dalam melakukan pembangunan, mereka yang tahu alur dari pasar, untuk itu kita akan hadirkan konsultan juga,” tuturnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Pengurus Forum Pemred SMSI 2024-2029 Resmi Dilantik, Jaga Jurnalisme Berkualitas

0
Pengurus Forum Pemred SMSI 2024-2029 Resmi Dilantik, Jaga Jurnalisme Berkualitas
Forum Pemred SMSI berfoto bersama. (ist)

JAKARTA — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) resmi mengukuhkan pengurus pusat masa bakti 2024-2029 dalam sebuah acara yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (26/10/2024).

Pada kesempatan ini juga dilantik pengurus Perkumpulan Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia (Forum Pemred SMSI), yang diharapkan dapat memperkuat peran media siber di Tanah Air.

Acara pelantikan ini merupakan bagian dari Konvensi Nasional SMSI 2024, yang mengusung tema “Mengukuhkan Keberagaman dalam Kebersamaan”.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, dalam sambutan pelantikan menekankan pentingnya kebebasan dan independensi media. Ia juga berharap SMSI mampu menjaga standar pers sesuai ketentuan Dewan Pers.

SMSI, yang berdiri sejak 7 Maret 2017, merupakan organisasi perusahaan media daring dengan lebih dari 2.670 anggota di 34 provinsi di Indonesia. Organisasi ini telah tercatat sebagai konstituen Dewan Pers dan dinyatakan sebagai organisasi media siber terbesar di dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Firdaus menyoroti semakin tingginya ketergantungan masyarakat pada media siber sebagai sumber informasi utama. “Media massa harus terus berinovasi dan tetap profesional dalam penyampaian berita yang sehat,” ujarnya. Oleh karena itu, dibentuklah Forum Pemred SMSI sebagai wujud tanggung jawab profesional para pemimpin redaksi media daring di Indonesia.

Acara ini didukung Google News Initiative, TADEX, BRI, dan Krakatau Steel.

Berikut susunan lengkap Pengurus Forum Pemred SMSI:

Ketua Umum: Dar Edi Yoga (askara.co)

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi: Aldi Gultom (akurat.co)

Wakil Ketua Umum Bidang Kerjasama Antar Lembaga: Ferry Edyanto (meganews.id)

Wakil Ketua Umum Bidang Program dan Kegiatan: Toni Limbong (japos.co & harianjayapos.com)

Wakil Ketua Umum Bidang Advokasi dan Hukum: Edison Siahaan (beritabatavia.co)

Wakil Ketua Umum Bidang Teknologi dan Inovasi: Andry Hendri Gortzney (indonesiasatu.co.id)

Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan: Novrizon Burman (riausatu.com)

Sekretaris Jenderal: Penerus Bonar Karo-Karo (keadilan.id)

Wakil Sekretaris Jenderal: Kadir (koransatu.id)

Bendahara Umum: Musrifah (Forumindonesia.id & javanewsonline.com)

Wakil Bendahara Umum: Hotman Siregar (monitorindonesia.com)

Ketua Bidang Program: Helmi A.R. (okjakarta.com)

Ketua Bidang Humas dan Komunikasi: Antonius Bramantoro (terminalnews.co)

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum: Suryansyah (spotlinknews.com & monitordepok.co)

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan: Haresti AA (dialoguejakarta.com)

Ketua Bidang Etika Jurnalistik: Hengky Lumban Toruan (sketsindonews.com)

Ketua Bidang Riset dan Pengembangan: Farida Denura (arahkita.com)

Ketua Bidang Keanggotaan: Fransiscus Rio Winto (Makansedap.id)

Ketua Bidang Kerjasama dan Jaringan: Panca Dwikora A. Soekarno (JurnalPatroliNews.co.id)

Ketua Bidang Teknologi dan Inovasi: Hendrata Yudha (mimbarpublik.com)

Koordinator Bidang Humas dan Komunikasi: Rudolf Simbolon (wartapembaruan.co.id)

Koordinator Bidang Advokasi dan Hukum: Renoto Sirengga (dimenesinews.co.id & garudanews.co.id)

Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan: Sunarno (cybernewsnasional.com)

Koordinator Bidang Kerjasama dan Jaringan: Moch. Ridhwan (koranprogresif.com)

Dengan susunan kepengurusan baru ini, SMSI diharapkan mampu menjaga profesionalitas dan terus berperan aktif dalam perkembangan media siber di Indonesia. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Kampanye di Loktuan, NAH Gaungkan Program Subsidi Rp 1-2 Juta Bagi Pelajar SD dan SMP

0
Kampanye di Loktuan, NAH Gaungkan Program Subsidi Rp 1-2 Juta Bagi Pelajar SD dan SMP
Calon Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat sosialisasi. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Memasuki masa kampanye, para pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang mulai berkeliling Kota Bontang untuk langsung bertemu dengan masyarakat.

Kamis (26/9/24) malam, Agus Haris mewakili pasangan calon nomor urut 4 melakukan kampanye terbuka di Kelurahan Loktuan tepatnya di RT 49, 50 dan 51 di salah satu rumah warga.

Dalam pembukaannya ia menjelaskan, bahwa kepemimpinan Neni Moerniaeni pada periode 2016-2021 dulu APBD masih berkisar Rp 900 miliar, namun ia berhasil memaksimalkannya bahkan memberikan program yang ia mulai yakni seragam gratis, yang hingga kini masih dilangsungkan.

“APBD yang tidak sampai Rp 1 miliar tersebut, warga dapat merasakan hasil yang cukup signifikan,” jelas Agus Haris

Adapupn 10 program unggulan yang ditawarkan pada warga. Yang menjadi sorotan untuk warga sekitar adalah program ‘Bontang Pintar’ salah satu poinnya berisi tentang pemberian subsidi Rp 1-2 juta kartu Bontang pintar untuk siswa negeri dan swasta.

Sementara itu, Warga RT 50 dan 51, Erawati, Yunus dan Tesse mengatakan, bahwa mereka ingin mengetahui sampai mana kartu Bontang pintar dapat membantu meringankan kebutuhan anak sekolah, serta bagaimana sistem penggunaannya. Karena diketahui terdapat beberapa warga miskin yang membutuhkan hal tersebut.

AH sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa untuk pelajar SD subsidi yang diberikan adalah satu juta rupiah dan pelajar SMP mendapat dua juta rupiah. Subsidi ini tidak berlaku untuk pelajar SMA, karena mereka sudah dipegang oleh pemerintah provinsi.

“Kami berencana untuk seluruh anak SD dan SMP pertahun diberikannya,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, bahwa subsidi tersebut sudah dihitung dengan jumlah pelajar SD dan SMP, dan akan cukup karena dalam masa transisi juga mereka mendapatkan seragam, tas, sepatu dan alat tulis gratis yang makin akan meringankan pengeluaran orang tua.

“Apalagi kalau anak sekolah di negeri, Insyallah sangat meringankan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Legislator Ini Harapkan Pemerintah Dorong Pengadaan Jargas di Bontang Lestari

0
Legislator Ini Harapkan Pemerintah Dorong Pengadaan Jargas di Bontang Lestari
Alfin Rausan Fikry, Anggota DPRD Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemasangan jaringas gas (jargas) rumah tangga akan kembali hadir untuk masyarakat Kota Bontang. Namun, Warga Kelurahan Bontang Lestari harus gigit jari, karena instalasi jargas belum bisa menyentuh wilayah tersebut.

Alfin Rausan Fikry, Anggota DPRD Kota Bontang mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Bontang harus mendorong pembangunan pipa jargas hingga menuju Kelurahan Bontang Lestari.

“Kita harus wujudkan pemerataan pembangunan termasuk Jargas juga,” terangnya saat ditemui, Minggu (22/9/24).

Ia memahami bahwa pembangunannya tentu perlu dengan perencanaan yang jelas dan matang. Sehingga masyarakat yang harusnya mendapatkan fasilitas tersebut dapat benar-benar menikmatinya.

“Masyarakat Bontang Lestari juga merupakan masyarakat kita yang harus merasakan pembangunan,” tambahnya.

Jargas juga merupakan salah satu fasilitas Pemerintah Kota Bontang, apalagi subsidi jargas sudah masuk ke Kota Bontang cukup lama, ada baiknya pemerintah melayangkan pengajuan untuk pembangunan pipa ke Bontang Lestari.

Karena masyarakat yang tinggal di atas perairan juga belum bisa dialiri jargas, dengan kendala pemukiman yang berada di atas air. Sementara Kelurahan Bontang Lestari masihlah berupa daratan, hanya saja posisinya yang cukup jauh dari pusat kota.

“Semoga secepatnya dapat dilaksanakan perencanaan jargas tersebut,” tutupnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Remaja 18 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Rumah Sepupu

0
Remaja 18 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Rumah Sepupu
Aiptu Mulyo saat evakuasi di TKP. (ist)

BONTANG – Seorang remaja ditemukan bunuh diri di Gang Kerapu 5 RT 16, Rawa Indah, Kamis (26/9/2024) sore tadi.

Kapolres Bontang, AKBP Alex F Tobing melalui Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Indah, Aiptu Mulyo Prayitno menjelaskan, bahwa korban berinisial RS (18) itu ditemukan gantung diri di rumah sepupunya sore tadi.

“Gantung dirinya di rumah sepupunya, dan yang menemukan sepupunya juga. Rumah korban berada di Gang Kerapu 3,” bebernya.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Orang tua korban saat itu juga sedang berada di kebun di daerah Bontang Lestari.

Belum diketahui pasti apa motif atau penyebab RS bunuh diri. Namun diperkirakan korban gantung diri sekitar pukul 14.00 wita siang.

“Belum ada kejelasan apa motifnya bunuh diri. Kami masih melakukan penyelidikan,” tuturnya singkat.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Dewan Sayangkan Pembagian Seragam Sekolah yang Terlambat

0
Dewan Sayangkan Pembagian Seragam Sekolah yang Terlambat
Anggota DPRD Kota Bontang, Aloysuis Roni. (ist)

BONTANG – Pembuatan seragam sekolah untuk anak yang memasuki masa transisi ke Sekolah dasar dan Sekolah Menengah Pertama dibagikan terlambat oleh Pemerintah Kota Bontang.

Mereka yang sudah terlanjur memasuki tahun ajaran baru terpaksa harus membeli seragam sendiri. Sehingga penyalurannya dirasa tidak maksimal, mengingat tahun ajaran baru sudah berjalan kurang lebih dua bulan.

“Seharusnya sebelum mereka mulai bersekolah seragam itu sudah dibagikan, kalau mereka sudah sekolah, sama saja ujung-ujungnya beli sendiri,” ujar Anggota DPRD Kota Bontang, Aloysius Roni saat ditemui, Minggu (22/9/24).

Pemerintah Kota Bontang diminta untuk serius dalam melaksanakan program tersebut. Seharusnya sejak awal tahun mereka sudah melakukan pengukuran pakaian, sehingga produksi seragam dapat dilakukan lebih cepat.

Program ini tentu diharapkan bisa membantu para orang tua dalam meminimalisir pengeluaran mulai dari segaram, atributnya, tas serta sepatu, “Mereka sudah keburu beli sendiri, jadi seragam yang pemkot kasihkan nanti bisa disimpan saja, jangan sampai mereka sudah berharap malah tidak ada,” tambahnya.

Roni menjelaskan, bahwa timeline harus diperbaiki. Padahal program retribusi seragam sudah merupakan niat baik pemerintah, namun masih harus dibenahi. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

125.220 Batang Rokok dan 287,52 Liter Minuman Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai

0
125.220 Batang Rokok dan 287,52 Liter Minuman Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai
Kegiatan Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) Hasil Penindakan KPPBC TMP C Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Kota Bontang melangsungkan Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN). Barang-barang tersebut merupakan hasil dari penindakan KPPBC TMP C Bontang. Pemusnahan ini dilaksanakan, Kamis (26/9/24).

Kepala KPPBC TMP C Bontang, Tri Haryono Suhud mengatakan, pengumpulan BMN ini dapat tercapai berkat kolaborasi bersama antar kantor bea dan cukai dengan seluruh stakeholder dan jajaran forkopimda. Peran aktif masyarakat juga sangatlah membantu.

“Peran aktif masyarakat yang memberikan informasi juga sangat kami apresiasi,” katanya.

Pemusnahan ini merupakan tanggung jawab sebagai wujud transparasi dari bukti yang didapatkan, yakni berupa barang-barang ilegal yang masuk ke wilayah Bontang. Barang yang akan ditetapkan ini sudah mendapatkan ketetapan dari menteri keuangan dalam hal ini Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bontang.

Capaian dan kinerja pengawasan Bea Cukai Bontang selama satu tahun, mulai dari Agustus 2023 sampai dengan Agustus 2024 dalam penegakan hukum atas Barang Kena Cukai (BKC) illegal dan juga untuk Bea Cukai Bontang dalam proses meraih predikat WBBM 2024.

Adapun rincian barang-barang yang dimusnahkan pada kegiatan pemusnahan kali ini adalah 125.220 batang rokok ilegal dan 287,52 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

Barang yang dimusnahkan total nilai perkiraan barang sejumlah Rp 201.541.568,00 dan potensi kerugian negara sejumlah Rp 151.304.985,00 serta telah berkontribusi untuk penerimaan ke kas negara melalui sanksi administrasi yang terdiri atas Ultimum Remedium dan STCK (NPPBKC) sejumlah Rp 88.575.000,00.

“Pemusnahan ini bertujuan menghilangkan fungsi utama barang, agar tidak bisa dimanfaatkan oleh siapapun. Barang yang menjadi milik negara dapat dimusnahkan apabila tidak dapat digunakan, dimanfaatkan, dan dihibahkan, serta tidak mempunyai nilai ekonomis,” terang Tri.

Kepala KPKNL Bontang, Harist Syafiuddin mengucapkan apresiasi kepada Bea Cukai bersama degan aparat penegak hukum di Kota Bontang, atas dedikasi dan penindakan barang-barang yang ilegal sehingga dapat menjaga kestabilan perekonomian masyarakat.

“Saya yakin mengumpulkan ini tidak hanya sehari dua hari, pasti bekerja siang dan malam, terima kasih atas apresiasi,” katanya.

Pjs Wali Kota Bontang, melalui Asisten II Lukman, menyampaikan bahwa barang-barang tersebut sudah selayaknya dihancurkan agar tidak dimanfaatkan maupun diedarkan.

“Semoga sinergitas ini dapat terjalin dengan baik, agar kita dapat melindungi masyarakat dari barang-barang ilegal yang beredar,” terangnya.

penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Oktober 2024, Tilang Elektronik Mulai Berlaku di Bontang

0
Oktober 2024, Tilang Elektronik Mulai Berlaku di Bontang
Kasat Lantas Polres Bontang, AKP MD Djauhari. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Tilang Elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) akan diberlakukan di Kota Bontang, resmi mulai Oktober 2024 mendatang.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Lantas, AKP MD Djauhari menyampaikan, ada beberapa lokasi yang telah dipasang menggunakan kamera pengawas, sehingga nantinya semua yang melanggar akan tertangkap kamera dan dikenakan sanksi.

“Contohnya seperti tidak menggunakan helm saat berkendara, pengendara yang melawan arus, tidak mengenakan sabuk pengaman, serta kendaraan yang melebihi muatan,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/9/2024).

Diketahui, untuk lokasi yang telah terpasang kamera ETLE meliputi Jalan S Suprapto (dekat RS Amalia), Simpang Tiga traffic light di Jalan Jendral Sudirman, hingga Simpang traffic light Bhayangkara, yang menuju ke Jalan Cipto Mangunkusumo.

“Jadi intinya tidak ada pemberitahuan lewat Whatsapp, jika nantinya ada yang mengaku mengirim surat tilang melalui Whatsapp, itu adalah penipuan,” jelasnya.

Adanya tilang elektronik ini, AKP MD Djauhari berharap agar masyarakat di wilayah Kota Bontang bisa lebih tertib dan patuh saat berlalu lintas, demi memenuhi peraturan dalam berkendara.

“Untuk penegakan hukum dalam berlalu lintas, tidak lagi menggunakan cara konvensional. Jadi meskipun tidak ada petugas saat di lapangan, masyarakat tetap mematuhi aturan lalu lintas,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rumah Adat Kutai di Guntung Diharap Tarik Wisatawan dan Tingkatkan PAD

0
Rumah Adat Kutai di Guntung Diharap Tarik Wisatawan dan Tingkatkan PAD
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat melakukan peninjauan di Rumah Adat Guntung. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase melakukan kunjungan langsung ke proyek pembangunan Rumah Adat Kutai yang berada di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Senin (23/9/2024) kemarin.

Saat peninjauan berlangsung, Basri Rase menyampaikan bahwa tujuan utama pembangunan rumah adat ialah untuk melestarikan adanya adat dan budaya, dimana setiap tahunnya Kota Bontang pastinya selalu menggelar kegiatan erau.

“Saya ingin saat erau berlangsung setiap tahunnya, tidak seperti itu-itu saja, yang selalu monoton. Saya ingin tampil beda, untuk bisa menarik wisatawan luar agar datang ke Bontang,” ucapnya.

Perlu diketahui, untuk pembangunan rumah adat tersebut murni menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang, dengan anggaran Rp 19 miliar, dalam dua kali penganggaran, sebelumnya di 2023 lalu dan sekarang di 2024.

“Ini murni menggunakan APBD Bontang, dan kita menargetkan cepat selesai. Kita juga sudah mencoba untuk bisa selesaikan sedikit-sedikit dan sekarang sudah mulai nampak, semoga tidak musim hujan biar cepat selesai,” paparnya.

Pembangunan pun sudah terbilang mencapai 65 persen, pengerjaan proyek dimulai sejak 3 Juni 2024, dan akan rampung sampai 19 Desember 2024 mendatang.

“Pembangunan rumah adat kutai ini merupakan program infrastruktur yang berbasis budaya lokal, nantinya kita akan buat dengan menjadikan kawasan destinasi berbasis budaya,” jelasnya.

Selain itu, Basri juga mengakui saat akan melakukan pembangunan replika Rumah Adat Kutai di kawasan Guntung, dirinya terinspirasi dari kawasan budaya Istana Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sebagai destinasi wisata.

“Semoga setelah semuanya jadi, banyak wisatawan luar yang datang ke Bontang, dan juga di kawasan ini nantinya ada danau, seperti tempat pemandian air mancur, dan jalan yang mengelilingi kawasan rumah adat,” ungkapnya.

Bahkan dengan perhatian penuh, untuk pengelolanya hingga adanya program rutin di lokasi rumah adat, akan dapat membuat kawasan Rumah Adat Kutai ini dapat membantu pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan bagi daerah.

“Saya yakin budaya lokal masih sangat menarik untuk gen z atau generasi milenial, kehadiran rumah adat kutai ini akan menjadi income bagus bagi PAD Bontang ke depannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Adat Kutai Guntung, Bambang Darmawi mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bontang, Basri Rase yang memberikan perhatian penuh untuk pembangunan Rumah Adat Kutai di wilayah Kota Bontang.

“Terima kasih kami sampaikan kepada bapak Basri Rase, yang memberikan perhatian penuh. Sehingga dengan berdirinya rumah adat ini, seluruh masyarakat tentunya bisa segera dinikmati,” bebernya

Sedikit informasi, untuk luas di kawasan Rumah Adat Kutai seluas 4 Hektar, nantinya nampak pembangunan Replika Rumah Adat Kutai, rumah prasarana, panggung adat, hingga ornamen patung. Serta ada juga taman dan infrastruktur jalan dan jembatan di area Rumah adat Kutai Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dewan Baru Antusias Ikuti Masa Orientasi

0
Dewan Baru Antusias Ikuti Masa Orientasi
Anggota DPRD Kota Bontang, Muhammad Shahib. (ist)

BONTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Muhammad Shahib mengikuti masa orientasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, untuk DPRD periode 2024-2029.

Kegiatan orientasi tersebut diselenggarakan pada 2 September sampai 5 September 2024, di Swiss-Belhotel Balikpapan. Awalnya hanya direncanakan selama tiga hari, tapi ada penambahan jadwal untuk bersama PJ Gurbernur Kalimantan Timur.

“Ada penambahan hari untuk agenda bersama PJ Gubernur Kaltim,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (10/9/24).

Ia menceritakan rasa antusisnya selaku anggota dewan yang baru pertama kali duduk. Menurutnya, banyak materi yang disampaikan dan hal tersebut menambah ilmu baru untuknya. Hal ini dirasa sangat penting karena mengingat ia akan membawa aspirasi masyarakat selama lima tahun ke depan.

Isi secara garis besar dari kegiatan orientasi itu adalah pemaparan fungsi-fungsi DPRD, seperti legislasi, yang berperan sebagai wakil rakyat untuk membuat peraturan daerah dengan mekanisme dan tata kerja yang tertuang dalam Undang-Undang dan peraturan tata tertib DPRD.

Lalu, fungsi anggaran, yang DPRD membuat anggaran daerah (APBD) sesuai rencana dan anggaran belanja dan belanja daerah bersama Kepala Daerah. Dan ketiga, fungsi pengawasan, yaitu DPRD mengontrol pelaksanaan peraturan daerah dan APBD, serta kebijakan pemerintah daerah.

“Bagaimana cara memutuskan kebijakan atau hal-hal yang kerap kali ditemukan selama menjabat, juga diajarkan dalam orientasi ini, tupoksi yang dijabarkan juga sangat jelas sehingga selanjutnya dapat bekerja dengan maksimal” terangnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam