Beranda blog Halaman 830

Perpustakaan Digital, Fasilitas Terbaru di Ruang Tunggu RSUD Taman Husada

0
Perpustakaan Digital, Fasilitas Terbaru di Ruang Tunggu RSUD Taman Husada
Perpustakaan digital anjungan Buncu Baca Etam saat digunakan salahsatu pengunjung. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Kota Bontang memberikan fasilitas terbaru kepada para pengunjung yang sedang mengantri, atau pasien yang sedang berobat berupa perpustakaan digital.

Perpustakaan tersebut berupa barcode yang diletakkan tidak jauh dari pintu masuk. Berdekatan dengan ruang tunggu. Bisa diakses menggunakan scan barcode yang ada di smartphone.

“Per tanggal 13 September 2023 pengunjung RSUD dapat menikmati anjungan Buncu Baca Etam yg merupakan proyek hibah dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltim,” jelas dr. Siti Aisyatur Ridha, Humas RSUD Taman Husada Bontang saat dihubungi redaksi.

Bila dilihat artinya, Buncu Baca Etam diambil dari Bahasa Kutai yaitu Pojok Baca Kita, namun prinsipnya secara digital. Seperti halnya E-perpusnas, pengguna dapat memilih berbagai jenis buku yang ada sekitar 600 lebih buku.

“Jadi dalam perpustakaan digital ini menyediakan berbagai macam buku, dan buku-buku tersebut bisa untuk semua umur,” jelasnya.

Tentu karena telah memasuki zaman yang sudah serba canggih, rumah sakit pun harus ikut berkembang, tidak hanya dari segi teknologi pengobatan, tapi juga fasilitas penunjang lain, seperti perpustakaan digital tersebut.

“Anak-anak juga rata-rata sudah bisa pegang gadget, dan jarang membaca, bahkan memegang buku, begitu juga orang dewasa, jadi kita berikan akses ini untuk mereka,” tutupnya.

Pengguna anjungan ini, baik pengunjung maupun karyawan RSUD patut bersyukur, mengingat di Bontang hanya 3 instansi yg terpilih untuk pemanfaatan anjungan buncu baca etam ini.

Pengguna dapat menggunakan fasilitas baca gratis E-buku dengan cara melakukan scan QR, dan berada di area 200 meter dari lokasi titik anjungan. Lalu pengguna tersebut dapat bebas memilih buku, baik itu buku cerita anak, pengetahuan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Semoga dengan adanya layanan baca gratis ini, akan meningkatkan minat baca dan semangat literasi dari pengunjung RSUD Taman Husada. Selain memanfaatkan waktu luang saat menunggu panggilan dokter, maupun panggilan apotek ataupun disaat menunggui keluarga yang sakit. (sya/adv)

DPMPTSP Edukasi Warga Pentingnya Miliki Izin Usaha

0
DPMPTSP Edukasi Warga Pentingnya Miliki Izin Usaha
Pihak DPMPTSP saat memaparkan materi kepada peserta. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) diundang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan pelatihan keamanan pangan siap saji di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Utara.

Dalam kegiatan ini Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan menjadi narasumber untuk mengedukasi peserta yang hadir terkait pentingnya memiliki izin usaha.

“Karena ini tentang pangan siap saji yang merupakan usaha masyarakat, tentu kami akan beritahu mereka tidak hanya berbisnia saja, tapi juga mendapatkan legalitas dalam bisnisnya,” jelasnya saat ditemui, Rabu (18/10/23).

Adapun 5 alasan penting memiliki izin usaha. Pertama, usaha yang memiliki izin mendapatkan jaminan hukum dan perlindungan dari pemerintah apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Kedua, usaha yang memiliki izin lengkap dan sah akan mendapatkan kemudahan dan pembiayaan perbankan untuk perkembangan usaha.

Kemudian ketiga, akan lebih mudah ikut serta dalam tender. Keempat, usaha lokal yang memiliki izin mendapat kesempatan mengembangkan usahanya ke tingkat internasional. Terakhir, kredibilitas usaha akan baik dan semakin mudah untuk mengikuti promosi melalui pameran yang diselenggarakan pemerintah.

“Tentu bakalan banyak keuntungan kalau usaha kita sudah memiliki izin, yang paling terasa pasti adanya kekuatan hukum, karena dengan hukum kita bisa menjaga usaha tetap pada ranahnya,” ujarnya.

Adapun usaha berbasis resiko yang harus diketahui agar masyarakat yang ingin membuka usaha mengetahui resiko dari usahanya. (sya/adv)

Hemodialisa RSUD Terima Layanan Cuci Darah Anak-anak

0
Hemodialisa RSUD Terima Layanan Cuci Darah Anak-anak
Ruang Hemodialisa RSUD Taman Husada. (ist)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang telah menerima perawatan cuci darah bagi anak-anak. Cuci darah ini dilakukan di Gedung Hemodialisa RSUD Taman Husada Kota Bontang.

Kepala Ruangan Hemodialisa, Salawati menerangkan, cuci darah bagi anak-anak sudah dilakukan sejak Maret 2021. Ia mengatakan saat ini telah melakukan cuci darah kepada 6 anak-anak sejak pelayanan pertama dilakukan.

“RSUD memiliki ruangan dialisis. Ruangan dialisis pelayanannya ada hemodialisis dan CAPD. Hemodialisis itu cuci darah menggunakan mesin atau ginjal buatan,” kata Salawati.

Salawati melanjutkan, bahwa pelayanan cuci darah atau hemodialisis telah dimulai sejak 2010. Dalam pelayanannya pasien mendatangi rumah sakit dalam waktu satu atau dua minggu sekali untuk melakukan cuci darah.

“Ada yang dua kali seminggu, ada juga tiga kali seminggu untuk hemodialisis,” katanya.

Selain itu, pelayanan cuci darah atau hemodialisis di RSUD telah memenuhi syarat kredensial seperti syarat kelayakan yang telah terpenuhi.

“Ada pelayanan hemodialisis akut dan kronis yang dirawat di RSUD. Ada yang kami layani dewasa dan anak-anak. Jadi pelayanan anak itu berbeda atau bahannya yang berbeda ginjal buatan dewasa dan anak-anak,” jelasnya. (adv)

RSUD Taman Husada Ajarkan Pertolongan Pertama 74 Karyawan PT GPK

0
RSUD Taman Husada Ajarkan Pertolongan Pertama 74 Karyawan PT GPK
Perwakilan RSUD saat menjadi pemateri mengisi di PT GPK. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang menjadi narasumber di acara yang diadakan oleh PT Graha Power Kaltim (GPK) beberapa waktu lalu. Humas RSUD Taman Husada, dr Siti Aisyatur Ridha menjelaskan, pihaknya memberikan materi terkait ‘emergency rescue from fall injury and from snake bite.’

Pembicara dalam kegiatan ini adalah dr Kiki Budiani Sp.B dengan peserta diikuti oleh 74 orang karyawan PT GPK.

Tujuan diadakannya pelatihan tersebut untuk  menambah skill dari karyawan, apabila ada kejadian gigitan ular dan kejadian korban yang jatuh dari ketinggian.

“Dua hal tersebut merupakan basic skill yang setidaknya mereka harus miliki, jadi saat bekerja dan terjadi hal yang tidak diinginkan mereka bisa melakukan pertolongan pertama,” jelasnya.

Tidak hanya pemberian materi, peserta juga turut dilibatkan dalam praktek, sehingga apabila ada kejadian peserta tidak panik dan lebih siap dalam menghadapi kejadian yang sebenarnya.

Selain dr Kiki, anggota tim yang ikut serta di antaranya dr Siti Aisyatur Ridha, Bambang Yuliadi S.Kep Ns, dan Nurdiansyah Amd.Kep. (sya/adv)

Pembahasan Raperda Perpustakaan Masih Alot Masalah Sanksi

0
Pembahasan Raperda Perpustakaan Masih Alot Masalah Sanksi
Rapat Kerja Komisi I DPRD Bontang terkait Raperda penyelenggaraan perpustakaan. (Yusva Alam)

BONTANG – Rapat Kerja Komisi I DPRD Bontang terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Bontang tentang penyelenggaraan perpustakaan kembali diadakan, Selasa (3/9/2023) di Lantai II Sekretariat DPRD Kota Bontang. Di rapat ini mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking menjelaskan bahwa di rapat kerja kali ini membahas pasal 30 dan 31 terkait sanksi terhadap seluruh penyelenggara perpustakaan, baik di sekolah SD dan SMP, maupun di setiap OPD khususnya di dinas pendidikan.

Pembahasan sanksi itu lantaran ada pasal yang menyebutkan, di butir A dan B ada sanksi tertulis dan sanksi pemberhentian pembinaan.

“Pembahasan sanksi ini masih alot. Itu yang kami minta untuk dikoordinasikan ulang oleh Disdikbud dan DPK,” ujar Raking yang memimpin jalannya rapat.

Ditambahkannya, sanksi itu diadakan karena ada kebijakan wajib baca 3 buku dalam setahun bagi setiap murid yang ingin dibuat dalam raperda ini.

Pihaknya meminta apa-apa saja poin-poin yang akan diberikan bagi sekolah-sekolah yang tidak mengikuti kebijakan baca 3 buku setahun tersebut.

“Yang bikin alot pembahasannya adalah adanya usulan sanksi yang berbunyi setop pemberian BOS dan BOSDA bagi yang melanggar. Sanksi itu masih dirasa berat oleh Disdikbud. Kadisdikbud Bambang masih merasa berat dengan sanksi itu,” bebernya.

Dengan masih alotnya pembahasan sanksi, maka pembahasan raperda perpustakaan yang harusnya sudah berakhir, maka masih berlanjut di pertemuan-pertemuan berikutnya.

“Kalau menurut saya harusnya selesai hari ini. Karena kendala pembahasan sanksi ini, tidak bisa dibilang berapa kali lagi akan selesai. Kalau tidak dapat titik temunya ya belum bisa selesai,” pungkasnya. (al/adv)

Berikut Kecamatan dengan Sebaran Proyek Usaha Terbanyak!

0
Berikut Kecamatan dengan Sebaran Proyek Usaha Terbanyak!
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Kota Bontang memiliki banyak sebaran proyek berbentuk UMKM dan perusahaan, yang masing-masing tersebar di tiga Kecamatan yang ada di Bontang.

Kecamatan Bontang Utara menjadi salah satu kecamatan yang memiliki sebaran proyek usaha per kecamatan terbanyak. Hal itu diungkapkan Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan.

“Sekali lagi DPMPTSP menerbitkan ini berdasarkan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) kami selalu berpatokan dengan sistem tersebut,” jelasnya.

Data ini terhitung berdasarkan OSS-RBA sejak 4 Agustus 2021 hingga 16 Oktober 2023. Dengan banyak 8.591 proyek usaha di Kecamatan Bontang Utara, kemudian sebanyak 4.713 proyek usaha di Kecamatan Bontang Selatan dan terakhir sebanyak 2.045 sebaran proyek usaha di Bontang Barat.

“Kemungkinan masih ada yang belum membuat NIB sehingga belum terdaftar dalam OSS-RBA tersebut, tapi karena kita rutin melakukan kontrol lapangan memastikan tiap usaha mendaftarkan usahanya ke DPMPTSP,” tutupnya. (sya/adv)

Jaga Kondusifitas Daerah, Pupuk Kaltim Koordinasi Pengamanan Bersama Unsur Masyarakat

0

BONTANG – Tingkatkan sinergi dalam mengoptimalkan pengamanan kawasan guna menjaga operasional perusahaan dan kondusifitas wilayah, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar koordinasi pengamanan eksternal bersama unsur masyarakat dan stakeholders di Kota Bontang. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Equator Bontang, Selasa (17/10/2023).

VP Keamanan Pupuk Kaltim I Made Darmadi Giri, menyampaikan kegiatan ini sengaja digagas untuk saling bertukar wawasan terkait langkah pengamanan yang diterapkan di lingkungan Pupuk Kaltim dan sekitar perusahaan, sekaligus upaya menjaga kondusifitas wilayah dan kawasan dengan peran serta masyarakat hingga stakeholders terkait.

“Melalui koordinasi pengamanan ini, diharap semakin meningkatkan sinergitas antara Pupuk Kaltim dengan seluruh unsur masyarakat dan stakeholder, sehingga keamanan dan kondusivitas dapat terus kita jaga bersama,” ujar Made.

Dijelaskannya, Pupuk Kaltim sebagai obvitnas yang beroperasi di Kota Bontang,  menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan sesuai Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2019, tindaklanjut Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang pengamanan Obvitnas.

Hal tersebut mengingat aspek keamanan merupakan faktor utama dalam memastikan kelangsungan operasional Pupuk Kaltim, agar senantiasa dapat melaksanakan aktivitas produksi secara lancar.

Selain sistem manajemen pengamanan yang kuat, kondusivitas kawasan juga sangat ditentukan adanya dukungan dan sinergitas seluruh unsur terkait hingga masyarakat, guna memastikan keamanan agar terus terjaga dengan baik. Hal ini menjadi salah satu fokus yang dikedepankan Pupuk Kaltim, sehingga perusahaan dapat terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat hingga pembangunan daerah.

“Maka dari itu, kita dapat memperkuat komitmen bersama untuk menjaga serta peduli dengan saling dukung menciptakan situasi kondusif di Kota Bontang,” tambah Made.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya, melalui Kasubag Kerma Bag Ops Iptu Sodik Suhartanto, menilai koordinasi dalam menjaga keamanan wilayah penting dilakukan, utamanya yang berkaitan dengan operasional Perusahaan. Dari hal itu situasi dapat senantiasa terkendali tidak hanya dari sisi Pupuk Kaltim, tapi juga wilayah sekitar dengan dukungan seluruh unsur masyarakat.

Menurut Yusep, pengamanan Pupuk Kaltim dan kawasan perusahaan juga bagian dari tugas kepolisian, mengingat obvitnas sebagai aset negara penting untuk terjaga agar terus beroperasi dengan lancar. Maka dari itu sinergi yang terjalin antara seluruh unsur perlu diperkuat.

“Komitmen ini hendaknya bisa terus kita jaga dengan baik, agar kondusifitas Bontang dan operasional Pupuk Kaltim sebagai salah satu obvitnas dapat terjaga dengan dukungan seluruh unsur masyarakat,” ucap Iptu Suhartanto.

Senada, Komandan Kodim 0908 Bontang melalui Danramil Loktuan Kapten Inf Niko Katani, pun menyebut keamanan obvitnas merupakan salah satu fokus TNI dalam hal pengamanan wilayah, dengan melibatkan prajurit hingga tingkat Bintara Pembina Desa (Babinsa). Namun hal ini tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan hal tersebut, sehingga keamanan wilayah dengan situasi yang kondusif bisa berjalan sesuai harapan,” ucap Kapten Inf Niko.

Dirinya pun mendukung kegiatan ini dilaksanakan berkesinambungan, sehingga dinamika yang berpotensi mengancam keamanan wilayah hingga berdampak terhadap operasional perusahaan maupun lingkungan bisa diantisipasi dengan baik. Kata dia, masyarakat sudah sepatutnya turut bertanggungjawab dalam menjaga keamanan, minimal di lingkungan masing-masing.

“Jika ini bisa terimplementasi dengan baik, maka Bontang yang kondusif sudah pasti terwujud. Kami sebagai prajurit memastikan sangat fokus terhadap keamanan wilayah dan masyarakat, sehingga sinergi untuk tetap menjaga hal tersebut penting terjalin,” pungkasnya. (ADV)

RSUD Bontang Layani Pengaduan Melalui Scan Barcode

0
RSUD Bontang Layani Pengaduan Melalui Scan Barcode
Salah satu layanan pengaduan di RSUD Bontang menggunakan barcode. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang melayani pengaduan pelanggan atau pasien menggunakan scan QR code, yang disebar di seluruh lantai dan bisa diakses oleh seluruh pengunjung maupun pasien.

Humas RSUD Tamam Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha menjelaskan, scan QR code dimaksudkan untuk memberikan layanan pengaduan bagi pengunjung atau pasien mengenai pelayanan rumah sakit.

“Ada scan QR code yang disebar di rumah sakit dan bisa diisi oleh pelanggan mengenai survei kepuasan,” kata dr Ridha.

Dr Ridha mengatakan, ada tiga barcode seperti survei kepuasan, pengaduan pelanggan, dan informasi layanan.

“Apabila ada permasalahan di unit-unit kami bisa mengakses barcode di bagian pengaduan hingga informasi pelayanan. Ada tiga barcode disediakan di seluruh layanan rumah sakit,” sebutnya.

Dr Ridha juga mengatakan, selain penilaian pelayanan survei untuk rumah sakit, ada juga survei yang diberikan untuk pelayanan BPJS Kesehatan untuk mengetahui layanan.

“Ini juga dalam rangka meningkatkan mutu layanan rumah sakit, baik internal maupun eksternal yang dilaporkan dari pasien,” kata dr Ridha. (ADV)

Karhutla di Bontang Berulang, Mengapa?

0
Karhutla di Bontang Berulang Mengapa?
Emirza Erbayanthi, M.Pd. (ist)

Emirza Erbayanthi, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Bontang masih terus terjadi. Berdasarkan catatan BPBD Bontang sejak Januari hingga September, musibah tersebut menghanguskan 80,41 hektare.

Selain pembukaan lahan, penyebab terjadinya Karhutla ialah cuaca ekstrem kemarau yang disebabkan adanya fenomena el nino, sehingga, ranting ataupun dahan kering mudah terbakar.

Petugas BPBD Bontang diminta rutin melakukan patroli hutan dan lahan. Tak hanya itu, upaya sosialisasi kepada masyarakat juga digalakkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau ini. (bontangpost.id, 3/10/2023)

Karhutla menjadi masalah di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebesar 28.019 hektare hutan dan lahan yang terbakar pada periode Januari-Juni 2023.

Karhutla tercatat melepaskan 2,84 juta emisi karbon dioksida dengan efek rumah kaca yang berdampak terjadinya pemanasan global. Karhutla membahayakan nyawa manusia, bisa mengakibatkan infeksi saluran pernapasan dengan gejala batuk dan sesak napas.

Kabut asap karena karhutla bisa mengganggu penerbangan karena jarak pandang yang terbatas. Tidak hanya manusia, karhutla bisa merusak habitat hewan-hewan dan menyebabkannya mati.

Ulah Manusia

Karhutla tidak hanya terjadi di Bontang saja, tetapi hampir di semua daerah khususnya Kaltim. Karhutla terus berulang, membuktikan pemerintah gagal dalam mencegah terjadinya Karhutla.

Karhutla terjadi bukan hanya karena fenomena panas/El Nino kemarau tetapi karena ada unsur kesengajaan manusia dalam membuka lahan dengan cara dibakar. Walaupun musim kemarau sudah mulai berakhir tetapi persoalan karhutla masih terus berulang.

Banyak warga yang melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk membuka lahan lalu dijadikan perkebunan, seperti perkebunan sawit. Ini menunjukkan rendahnya kesadaran warga untuk menjaga kelestarian hutan.

Membakar hutan dan lahan untuk dijadikan perkebunan dikarenakan dorongan ekonomi. Karena perekonomian sulit, mencari kerja susah, dan PHK di mana-mana, dan pemerintah tidak menjamin kesejahteraan warganya. Maka kondisi ini mendorong untuk berbuat apa saja, asal bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga walaupun mengorbankan kelestarian lingkungan.

Tidak cukup himbauan, sosialisasi dan patroli jika pemerintah tidak tegas terhadap pelaku karhutla dan memberikan edukasi juga fasilitasi kepada petani termasuk mengembalikan tata kelola hutan dan lahan kepada negara.

Tetapi pemerintah justru memberi konsesi hutan kepada pengusaha untuk dijadikan perkebunan sawit. Penanaman sawit digenjot untuk keperluan ekspor dan sebagai bahan baku biofuel, utamanya biodiesel. Maka, terjadi alih fungsi hutan yang sangat masif untuk dijadikan lahan perkebunan sawit.

Maka, karhutla terjadi bukan semata ulah individu yang membakar hutan, tetapi lebih karena kebijakan negara yang melegitimasinya. Kebijakan pemerintah yang mudah memberikan konsesi hutan untuk kemudian dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit merupakan kebijakan yang merusak lingkungan.

Akibat dari kebijakan ini, bencana alam marak terjadi, seperti karhutla. Korbannya adalah rakyat di wilayah tersebut. Kebijakan kapitalistik negara ini tidak lepas dari sistem ekonomi kapitalisme yang Indonesia terapkan. Sistem ini menghalalkan segala cara, walaupun mengakibatkan kerusakan bumi, untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi.

Menjaga Kelestarian Alam

Allah Swt. telah mengingatkan manusia tentang bencana yang terjadi ketika manusia merusak bumi. Firman-Nya,

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum: 41).

Islam melarang umatnya berbuat kerusakan di muka bumi. Firman Allah Taala,

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-A’raf: 56).

Menjaga kelestarian alam adalah tugas semua pihak, individu rakyat, perusahaan, juga negara. Tetapi, menjadi tugas negara untuk mengedukasi rakyatnya, individu hingga perusahaan, untuk menjaga alam dengan baik. Proses edukasi ini dilakukan oleh negara melalui jalur pendidikan.

Proses edukasi dilakukan bukan hanya dengan memberikan informasi tentang pelestarian lingkungan, tetapi menyatu dengan kurikulum yang berbasis akidah Islam. Artinya, kesadaran yang dibentuk pada warga negara adalah kesadaran yang berbasis keimanan.

Maka ada dorongan ruhiah di setiap individu untuk menjaga kelestarian alam, yaitu sebagai wujud ketaatan kepada Allah Taala. Motivasi ruhiah ini akan lebih efektif daripada motivasi lainnya.

Sistem Islam

Sistem Islam akan melaksanakan amanat Allah Taala agar manusia menjaga kelestarian alam. Caranya dengan melakukan langkah antisipatif melalui pemberian edukasi dalam kurikulum pendidikan.

Langkah antisipatif lainnya adalah pemerintah akan memberi jaminan pemenuhan kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan) pada setiap individu rakyat. Maka, rakyat di sekitar hutan tidak ada dorongan ekonomi untuk merusak hutan.

Pemerintah juga menerapkan ekonomi Islam maka pembangunan ekonomi tidak berjalan secara kapitalistik yang merusak alam. Pembangunan ekonomi dalam Islam akan memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga tidak merusak alam.

Pemerintah Islam memosisikan hutan sebagai kepemilikan umum maka negara tidak akan menyerahkan pengelolaan hutan kepada swasta. Negaralah yang akan mengelolanya. Negara akan memilih sumber energi yang ramah lingkungan, baik dari sisi emisi yang dihasilkan atau potensi kerusakan pada produksinya.

Negara akan menjaga luas hutan pada level yang tetap menjaga kelestariannya. Pada hutan tertentu seperti suaka margasatwa dan hutan lindung, negara akan memproteksinya sehingga terkategori kepemilikan negara dan tidak boleh ada pengambilan hasil hutan sama sekali. Hal ini demi menjaga kelestarian ekosistem yang ada di dalamnya.

Negara juga akan menindak tegas individu maupun perusahaan yang melakukan perusakan hutan. Negara akan memberi sanksi tegas pada oknum-oknum yang terbukti memberi akses pada perusakan hutan.

Islam mencegah Karhutla dengan sanksi tegas. Penguasa dalam Islam memberikan edukasi dan perhatian lebih kepada petani berupa modal dan fasilitas agar petani tidak membakar lahan. Tata kelola kepemilikan hutan dan lahan dalam Islam.

Sikap tanggap penguasa dalam Islam jika masih terjadi karhutla termasuk alat canggih dan petugas handal. Karhutla akan tuntas diselesaikan hanya dengan paradigma dan sistem Islam. Begitulah langkah Islam menyelesaikan karhutla dan menjaga kelestarian alam.

Wallahualam.

RSUD Raih Akreditasi Rumah Sakit Tipe B Tingkat Kelulusan Paripurna

0
RSUD Raih Akreditasi Rumah Sakit Tipe B Tingkat Kelulusan Paripurna
Salah satu piagam penghargaan yang didapatkan oleh RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi S)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang kerap meraih penghargaan. Penghargaan terbaru di tahun 2023 ini, RSUD mendapatkan Akreditasi dan penghargaan terbaik dari fasilitas kesehatan Rumah Sakit Tipe B.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Taman Husada menjelaskan, akreditasi itu dengan tingkat kelulusan paripurna, atau Bintang 5.

Dijelaskannya, pertama tentang akreditasi rumah sakit dimana melakukan survei penilaian di Februari dan awal Maret. Hasilnya sudah keluar dengan terakreditasi Pari Purna atau Bintang 5, Bintang paling tinggi.

Artinya, 5 bintang yang sudah RSUD Bontang dapatkan, jadi akreditasi penilaian mutu, bentuk penilaian mutu rumah sakit yang diakui oleh negara. Dimana setiap rumah sakit harus terakreditasi dengan tingkatan paling tinggi adalah yakni bintang 5 atau dengan sebutan Pari Purna. Selain mutu, ke arah keselamatan pasien, manajemen resiko rumah sakit, pencegahan infeksi, semua ada di dalam situ menjadi satu.

Kedua, mendapatkan penghargaan terbaik dari fasilitas kesehatan rumah sakit tipe B yang terbaik dari Bapeten, terhadap pelaporan untuk sinar radiasi.

RSUD Bontang rutin melakukan pelaporan dan perizinan oleh tenaga yang kontak langsung dengan radiasi. Terutama di bagian radiologi.

“Penghargaan yang paling bergengsi adalah tingkat nasional tahun 2022 oleh JKN. Kami mendapatkan juara satu untuk rumah sakit tipe B yang terbaik, oleh JKN. Tahun ini, kita maju lagi mewakili cabang, akan tetapi hanya sampai di wilayah saja. Kami kalah di tahap wilayah, dan di tahap selanjutnya tidak mendapatkan,” bebernya.

Ratna juga menambahkan, jika mau diikuti untuk mendapatkan piagam penghargaan sangat banyak, seperti inovasi pelayanan publik, dan ada juga evaluasi pelayanan publik. Akan tetapi terkadang dengan waktu yang jaraknya sangat singkat dan bersamaan, sehingga tidak sempat untuk mengikuti.

“Kami saat ini sedang penilaian evaluasi pelayanan publik di 2023, dimana rumah sakit merupakan fokus tujuan untuk jadi penilaian. Sampai sekarang hasilnya kami belum menerima, mudahan saja kami bisa menaikan nilainya dan bisa meraih penghargaan,” ucapnya.  (dwi/adv)