Beranda blog Halaman 831

Peringati Milad ke-10, MSB Gelar Tablik Akbar

0

BONTANG – Memperingati milad ke -10, Majelis Sholawat Bontang (MSB) kembali menggelar acara tabligh akbar. Dipandu Gus Rohim, seluruh peserta yang hadir bersama-sama melantunkan sholawat dan zikir.

Tabligh Akbar kali ini bertempat di area parkir Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sabtu malam (17/12/2022), pukul 19.30 WITA.

Masyarakat Bontang terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sejak pukul 19.00 WITA, Area Parkir DPMPTSP sudah padat dipenuhi warga Bontang yang datang.

Milad MSB ke-10 ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bontang, Najirah, Wakil DPRD Kota Bontang, Agus Haris, Sumaryono, Komisi II DPRD Kota Bontang, dan Ketua Umum MSB, Gus Amin, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya Najirah menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu menciptakan generasi muda yang berakhlak dan tangguh

“Sehubungan dengan momentum Bontang bersholawat ini, kita berupaya menciptakan generasi muda Islam yang sehat, kuat, tangguh, mandiri dan berakhlak mulia” ujarnya.

Najirah mengharapkan dapat membantu meningkatkan nilai spiritual bagi seluruh masyarakat, sehingga kualitas masyarakat bukan hanya pada intelektual tetapi juga spiritual.

“Selamat kepada MSB yang telah memasuki usia ke-10 tahun. Semoga MSB ke depannya semakin maju dan jaya, serta selalu dicintai oleh masyarakat Bontang. Turut bersinergi menyukseskan program pembangunan Kota Bontang yang lebih hebat dan beradab” ungkap Najirah kembali. (sc)

Buka Kegiatan Business Day TK Kartika Bontang, Wawali Beri Apresiasi

0

BONTANG – Wawali Najirah menghadiri sekaligus membuka kegiatan Business Day TK Kartika V-10 dan KB. Kartika Puri II, Jumat (16/12). Bertempat di Aula Enggang Den Arhanud 002, Ketua Yayasan Andita Rudi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kurikulum merdeka yaitu proyek penguatan profil pelajar pancasila.

“Perlu diketahui bahwa kami adalah salah satu sekolah penggerak kurikulum merdeka yang ada di Kota Bontang,” ucap Andita. Dengan mengangkat tema “Aku Cinta Indonesia”, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Bazar makanan dan minuman khas Kota Bontang.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mewujudkan anak yang mandiri, bergotong royong, berkebhinekaan global dan kreatif,” imbuhnya.

Sementara itu, Wawali Najirah mengapresiasi atas terselenggaranya acara tersebut terkhusus dalam upaya yayasan untuk mengenalkan makanan dan minuman khas Kota Bontang kepada anak-anak sejak dini. “Alhamdullilah ada kegiatan yang bagus seperti ini, semoga dapat terus dipertahankan kedepannya dan saya harap kegiatan ini dapat berjalan lancar,” pungkas Najirah. (kmf/lusy)

Jual Sabu, Pemuda Asal Tanjung Laut Ditangkap Polisi

0

BONTANG – Pemuda berinisial MR (21), warga yang tinggal di Kelurahan Tanjung Laut ditangkap Polres Bontang, Kamis (15/12) sekira pukul 17.35 Wita karena kedapatan mengedarkan narkotika jenis sabu.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Plt. Kasi Humas Polres Bontang Iptu Mandiono mengatakan saat penangkapan, anggota Sat Resnarkoba Polres Bontang mendapatkan pemuda tersebut di Jalan Anggrek III, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1.13 gram.

“Dua bungkus plastik klip yang diduga narkotika jenis sabu itu ditemukan petugas dari tersangka dan barang haram itu diakui miliknya,”ucapnya.

Selain itu, barang bukti lainnya yang juga ditemukan merupakan alat-alat dari penyalahgunaan sabu tersebut yakni 1 pipet kaca, 1 korek gas, 1 sedotan dengan ujung yang runcing, 1 kotak rokok Sampoerna dan 1 handphone Samsung warna biru muda yang merupakan milik tersangka.

Dari hasil penggeledahan di rumah tersangka ditemukan juga satu pipet kaca, satu korek gas, satu sedotan ujung runcing, satu kotak rokok Sampoerna dan satu handphone Samsung warna biru muda.

Tersangka dan seluruh barang bukti diamankan ke Polres bontang untuk penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 114 atau pasal 112 undang undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya 20 tahun penjara. (hms)

Motor untuk 499 Ketua RT, Bapenda Berharap Dongkrak PAD

0

BONTANG – Sebanyak 499 RT di Kota Bontang akan mendapatkan fasilitas operasional sepeda motor pada tahun 2023. Ini menyusul rencana Pemkot Bontang untuk merealisasikan program ‘Satu Motor untuk 1 RT’.

Sekda Kota Bontang, Aji Erlynawati mengatakan, pengadaan sepeda motor untuk 499 RT se-Kota Bontang ini merupakan janji politik Walikota dan Wakil Walikota Bontang, serta program dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang. “Beliau akan menunaikan janji politiknya seperti yang telah disampaikan Pak Wali beberapa hari lalu,” kata Sekda, kepada wartawan.

Program pemberian sepeda motor ini sebenarnya telah direncanakan direalisasikan tahun 2022. Namun karena keterbatasan anggaran, sehingga Pemkot baru akan merealisasikan tahun 2023.  “Program Walikota dan Wawali hampir seluruhnya terwujud. Seperti WiFi gratis, BPJS Kesehatan Gratis, maupun Stimulan RT. Tinggal pemberian motor untuk Ketua RT ini yang akan direalisasikan tahun depan,” ucapnya.

Dijelaskannya, untuk pengadaan satu unit motor dengan kapasitas 125 cc ini, harganya senilai Rp 22 Juta. Kalau dihitung untuk total keseluruhan anggaran, untuk membeli motor tersebut Pemkot Bontang akan menggelontorkan dana anggaran Rp 10 Miliar. “Belanjanya melalui E-Katalog dengan komponen pembuatan motor minimal 40 persen dalam negeri,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Bontang, Rafidah mengatakan bantuan program satu motor untuk setiap rukun tetangga (RT) ini untuk menjalankan program Bapenda. “Karena RT merupakan mitra kerja Bapenda untuk pungutan pajak masyarakat atau pionir agen pajak warga,” ucap Rafidah.

Namun, Rafidah menjelaskan alasan program 1 motor 1 RT ini harus segera direalisasikan. Sebab, dari 15 Kelurahan di Kota Bontang pencapaiannya cukup besar di setiap RT. Ia juga berharap, agar setiap RT yang telah mendapatkan program ini lebih amanah dan mengoptimalkan kinerja mereka dalam hal pajak.

“Ini juga merupakan salah satu syarat, setiap RT diminta untuk mengoptimalkan penarikan pajak dari warga. Tingkatan pungutan pajak masing-masing RT akan menjadi penilaian layak atau tidaknya mendapatkan bantuan motor operasional Pemkot Bontang,” pungkasya. (hms/mk)

Agus Haris Minta Pemerintah Pusat Serius Berantas Narkoba

0
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris mengingatkan pemerintah pusat, agar lebih serius dalam pemberantasan narkoba. Lantaran menurutnya, negaralah yang memiliki semua sarana dan prasarana pemberantasan peredaran obat-obatan terlarang.

“Pemerintah punya otoritas penuh. Pemerintah yang mengendalikan semua sektor. Seharusnya bisa memberantas narkoba sampai ke akarnya,” ujar pria yang akrab disapa AH ini.

AH pun memberikan contoh di sektor pelabuhan, dimana narkoba masih sering lolos. Belum lagi di sektor-sektor lainnya.

Apabila pemerintah serius menangani pemberantasan narkoba, Ia merasa masalah ini bakal cepat selesai. Tidak seperti sekarang yang kian berlarut-larut bahkan semakin marak.

“Jangankan di pelabuhan, di lapas saja masih bisa lolos,” ucapnya mencontohkan.

Saat ditanya bagaimana dengan di Kota Bontang, Ia menjawab pemerintah daerah itu mencontoh pemerintah pusat. Apabila pemerintah pusat tidak tegas, maka diikuti pula pemerintah daerah.

“Pemerintah pusat jangan hanya ngurusi politik saja. Terlalu sibuk ngurusi agama, radikal radikul. Narkoba itu perusak nyata generasi bangsa ini,” ungkapnya menyindir pemerintah pusat.

Karenannya dia berharap, pemerintah pusat harus lebih serius lagi menangani pemberantasan narkoba. Peredaran narkoba saat ini tak terbendung lagi.

“Jangan sampai negara hanya sibuk nuduh kelompok ini dan itu, tapi lupa dengan perusak bangsa ini yang sudah nyata di depan mata,” bebernya.

Satu lagi yang ingin Ia ingatkan. Pemerintah harus mampu memperbaiki kondisi ekonomi bangsa ini. Karena kondisi ekonomi yang terpuruk seperti sekarang ini, tentunya juga membawa kesulitan bagi masyarakat. Banyak masyarakat yang ikut kesulitan ekonomi, sehingga memilih ambil jalan pintas menjadi kurir narkoba.

“Pemerintah pusat harus bisa petakan setiap permasalahan di daerah. Lalu menyelesaikan permasalahan sampai ke akarnya,” pungkasnya. (al)

Wakil Ketua DPRD Ingatkan Seluruh Elemen Bersatu Berantas Narkoba!

0
Agus Haris mengakui narkoba sulit diberantas apabila semua elemen tidak bergerak. (ist)

BONTANG – Peredaran narkoba utamanya jenis sabu-sabu kian marak di Bontang. Terbukti dengan banyaknya pengedar sabu yang tertangkap pihak kepolisian Bontang. Hal ini mendapat sorotan  Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris.

Agus Haris mengaku peredaran sabu sulit diberantas, apabila melihat kondisi saat ini. Lantaran hanya pihak kepolisian yang bergerak melakukan penangkapan.

Padahal menurutnya, negara memiliki otoritas di semua sektor untuk menangkap pengedar sabu. Contohnya saja di pelabuhan. Apabila terdeteksi pengedar sabu, bisa langsung ditangkap. “Buktinya pengiriman sabu baik dari daerah lain atau luar negeri masih sering lolos di pelabuhan,” ujarnya.

Karena itu ia berharap seluruh elemen ikut bergerak memberantas peredaran narkoba. Petugas di semua sektor harus tanggap terhadap para pengedar. Tokoh-tokoh masyarakat, ulama, Ketua RT, dan lain sebagainya harus bersatu. “Kalau semua bergerak seharusnya peredaran sabu ini sudah selesai diberantas,” tegas Politisi Gerindra ini.

Diakuinya, salah satu faktor lagi yang menghambat pemberantasan adalah dijadikannya narkoba, sebagai ladang bisnis yang menjanjikan. Bahkan penghasilannya miliaran.

Di tengah kondisi negara saat ini yang tengah sulit. Rakyat pun ikut kesulitan ekonomi, tentunya banyak yang terpengaruh untuk ikut menjalankan bisnis haram ini. “Sekali lagi jangan sampai generasi bangsa ini rusak oleh obat-obatan terlarang! Semua elemen masyarakat harus kompak bergerak memberantas narkoba,” pungkasnya. (al)

Merasakan Sensari Fun Trip Boba, Paket Perjalanan Wisata di Bontang Baru

0
Seluruh peserta Fun Trip Boba dan anggota Pokdarwis Bontang Baru Bersinar berfoto bersama di dermaga kecil di ujung Bontang Mangrove Park. (Darman MediaKaltim.com)

BONTANG – Pagi itu matahari belum terlalu tinggi. Sinar teriknya masih tertutup awan mendung. Suasana sejuk begitu terasa setelah hujan semalam mengguyur  Bontang.

Satu per satu perwakilan perusahaan BUMN dan media tiba di pelataran parkir bangunan bercat hijau. Deretan sepeda ontel terparkir rapi di ujung area parkir bangunan di Jalan Mulawarman itu.

Guest House Omah Ijo dipilih mengawali start keberangkatan peserta Fun Trip Bontang Baru (Boba). Paket wisata garapan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bontang Baru Bersinar. Sebelum berangkat seluruh peserta mengikuti briefing.

“Kegiatan ini merupakan dukungan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Bontang kepada pokdarwis khususnya di Kelurahan Bontang Baru, dalam mengenalkan wisata di daerahnya. Ini merupakan uji coba fun trip perdana, berikutnya menyusul pokdarwis dari daerah lain,” beber Dedy Arianto, Staf Jabatan Fungsional Adiatama Kepariwistaan dan Ekonomi Kreatif Disporapar Bontang, saat membuka sesi briefing di rooftop Guest House Omah Ijo, Kamis (15/12/2022) pagi.

“Te tot te tot…kring-kring…tek tek,” saut-sautan suara bel sepeda lawas terdengar. Peserta yang penasaran dengan suara bel sepeda ontel, mencoba mendengarkan suara bel sepeda zaman kemerdekaan RI itu.

Start dari bangunan berlantai 2 itu, peserta mengayuh sepeda menuju spot berikutnya. Peserta merasakan kayuhan sepeda berteknologi sederhana. Tanpa rem. Cara mengerem, dengan mengayuh pedal ke arah kebalikannya.

“Berasa suasana tempo dulu,” celetuk Darman, Direktur MediaKaltim.com sembari mengayuh sepeda.

Di perjalanan sebelum tiba di spot berikutnya, peserta melewati rumah ibadah Umat Hindu Bontang, Pura Buana Agung. Menyempatkan berfoto di depan pura yang menjadi salah satu wisata religi andalan Pokdarwis Bontang Baru bersinar.

“Pura jadi salah satu wisata religi di Bontang Baru selain masjid dan gereja,” ucap Hajar, anggota Pokdarwis Bontang Baru Bersinar.

Spot berikutnya, peserta memasuki Bontang Mangrove Park, wisata mangrove yang dikelola Taman Nasional Kutai (TNK). Menyusuri jalan setapak berbahan seluruhnya kayu ulin, dari awal sampai akhir perjalanan.

Plang informasi tentang beragam tanaman dan hewan di habitat mangrove terlihat di kanan-kiri. Sesekali peserta berhenti untuk membaca. Pohon-pohon mangrove tumbuh rimbun. Tinggi-tinggi tanamannya. Peserta berasa masuk di hutan mangrove.

“Susur mangrove ini sebagai objek wisata utama kami. Tiga poin penting dari susur mangrove yaitu edukasi, konservasi, dan adventure,” imbuh Hajar menjelaskan tujuan fun trip.

Susur mangrove berakhir di sebuah dermaga kecil. Pemandangan laut dan Pabrik PT Pupuk Kaltim terlihat dari dermaga. Peserta beristirahat sejenak di pendopo. TNK menyediakan area rehat berupa 3 buah pendopo, deretan kursi dan meja panjang, lalu adapula ayunan. Semuanya berbahan kayu ulin.

Monyet-monyet bergelantungan di pohon. Satu dua ekor coba masuk ke rombongan untuk mengambil makanan. Hewan –hewan liar ini jadi pemandangan alami menemani rehat peserta, sembari menunggu jemputan kapal.

Peserta trip melanjutkan tujuan wisata berikutnya menggunakan kapal kecil. Menuju Keramba Jaring Apung (KJA) Tanjung Limau. KJA berlokasi di perairan yang berdekatan dengan Pabrik PT Pupuk Kaltim dan wilayah Tanjung Limau. KJA ini merupakan tempat pembudidayaan ikan jenis kerapu, putih, baronang, dan lobster.

Menariknya, selain menyuguhkan pembudidayaan ikan, di KJA peserta juga dapat menikmati sajian kuliner ikan dan lobster bakar segar. Langsung dari keramba. Rombongan merasakan nikmatnya makan di tengah laut.

“Keunggulan dari Warung Makan Kerlob-Kerlob kami yaitu ikan dan lobster segar. Tanpa terkena es sedikitpun. Langsung diambil dari keramba,” jelas Ismail, pengelola KJA Tanjung Limau.

Peserta melanjutkan perjalanan dengan kapal menuju Pelabuhan Tanjung Limau. Lalu menuju pusat oleh-oleh terbesar di Kelurahan Bontang Baru, Farah Snack. Pemilik Farah Snack menginfokan, 40 persen produk di tokonya merupakan olahan warga lokal Bontang. Dari beragam UMKM di Kota Taman.

Kemasan produk-produk lokal itu cukup menarik. Berwarna-warni dengan desain kekinian. Peserta juga diajak merasakan amplang dan stik berbahan ikan tengiri.  “Berasa sekali ikannya,” ujar Darman sembari mengunyah amplang.  Di pusat oleh-oleh ini peserta mengakhiri trip.

“Kami sangat berharap perwakilan perusahaan dan media yang ikut trip ini dapat membantu mempromosikan paket wisata kami. Kepada karyawan-karyawan lain atau masyarakat di luar Bontang,” harap Hajar di akhir trip. (al)

Kadir Tappa Tekankan Persatuan dan Kesatuan, Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

0
Narasumber dan Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Abdul Kadir Tappa saat Wasbang di Kota Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Anggota DPRD  Kalimantan Timur Abdul Kadir Tappa, mengadakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Hotel Tiara Surya, Jumat (16/12/2022).

Sosialisasi menghadirkan narasumber kepala bidang wawasan kebangsaan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang dan pengamat sosial Kota Bontang.

Sosialisasi wawasan kebangsaan konsensus 4 pilar kebangsaan, menurut Kadir, dimaksudkan untuk menyebarkan wawasan kebangsaan serta untuk dapat menyebarkan pemahaman menyatukan berbagai suku bangsa.

“Bagaimana Indonesia tetap jaya, siapa pun pemimpinnya,” kata Abdul Kadir Tappa.

Selain itu, Kadir mengatakan sosialisasi wawasan kebangsaan merupakan bagian dari keinginan DPRD Provinsi Kaltim untuk memberikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat.

“DPRD Kaltim telah menganggarkan sebagai bentuk kegiatan di masyarakat,” kata Abdul Kadir Tappa.

Selanjutnya, narasumber pengamat sosial, Muhammad Muqrim menyampaikan, wawasan kebangsaan adalah bentuk memahami sebuah bangsa/negara. Dirinya menyebutkan, ada dua kata yakni wawasan sebagai pemikiran dan tinjauan terhadap sesuatu. Dan kebangsaan merupakan suatu sikap untuk menyikapi bangsa.

“Wawasan kebangsaan ini menyatukan kita dalam menjaga kedaulatan bangsa,” kata Muqrim.

Selain itu, dia mengatakan ada 4 konsensus wawasan kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Salah satu empat pilar yakni Pancasila sebagai pilar dan dasar negara. Bagaimana mengimplentasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Muqrim.

Sementara Kabid Ideologi Wasbang, Kesbangpol Bontang Bina Antasariansyah, mengatakan Indonesia memiliki berbagai kepulauan dan suku bangsa. Dengan adanya keberagaman ini, maka berpotensi terjadinya perpecahan. Diharapkan melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), potensi tersebut bisa diubah menjadi alasan untuk menyatukan warga negara.

“Melalui BPIP dapat meredam perpecahan,” kata Bina.

Ditambahkan pula, sosialisasi ini sebagai bentuk kecintaan kepada negara Indonesia. Dalam pilar semboyan Bhinneka Tunggal Ika, untuk memperkukuh kebangsaan dalam berbagai perbedaan suku bangsa.

“Salah satu pilar lainnya yakni Bhineka Tunggal Ika sebagai pilar kebangsaan. Dengan arti Berbeda-beda tetapi tetap satu,” katanya. (adv/yah)

Satimpo Siap Produksi Sepatu Merk Sendiri

0

BONTANG – Demi menambah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Bontang. Kelurahan Satimpo mengadakan pelatihan pembuatan sepatu di RT. 21.

“Alat dan bahan pembuatannya sudah tersedia, jadi rencananya kita akan memberdayakan warga sekitar untuk melakukan pelatihan tersebut,” jelas Maryono, Lurah Satimpo.

Kedepannya diharapkan akan menjadi home industry dan pelatihannya akan dilakukan dalam waktu dekat. “Kami saat ini sudah siap untuk melaksanakan pelatihan dan tahun depan harapannya bisa mulai memproduksi. Selain itu kami juga akan merilis merek yang sudah kami siapkan,” lanjut Maryono.

Jika sudah berhasil produksi, dan dijual di dalam Bontang diharapkan penjualan tersebut dapat memberdayakan masyarakat. “Jadi nanti kalo sudah berhasil dijual, uangnya akan terus diputar agar terproduksi berkelanjutan,” tandasnya. (sya)

UMKM Satimpo Berkembang Pesat

0

BONTANG – Pemberdayaan UMKM merupakan program prioritas pemerintah daerah dalam menghadapi pasca industry. Sehingga, perkembangan UMKM Bontang terus meningkat.

Kelurahan Satimpo, khususnya di RT 18 adalah salah satu wilayah di Bontang yang mengembangkan jamur tiram, dan madu klanceng.

Jamur tiram sudah berhasil dan mulai panen. Salah satu pengelolanya adalah pensiunan perusahaan yang fokus mengurus jamur. “Panennya terus berkesinambungan. Hampir setiap hari panen sekali panen bisa 6-7 ons. Pengelolanya juga kadang sampai kewalahan,” jelas Maryono, lurah Satimpo.

Jamur ini sudah memiliki pasar sendiri, sehingga jamur yang dipanen merupakan pesanan konsumen. “Jamur ini hanya berada di satu tempat. Karena kalau di sebar akan sulit penanganannya, kelembaban udara juga harus dijaga agar jamur dapat tumbuh maksimal,” lanjut Maryono.

Begitu juga dengan madu klanceng yang berhasil banyak dikembangkan.  “Awalnya itu yang panen pensiun guru biologi, lalu dia coba-coba, dan kebetulan ada urban farming lebah klanceng ini jadi dikembangkan lagi menggunakan dana stimulan dan sekarang sudah terdapat 10 lebih sarangnya, dan masih terus bertambah, ” jelas Maryono.

Madu yang dihasilkan biasanya akan dipanen 2 bulan sekali. “Di daerah sekitar sarangnya banyak di tanami bunga, yang banyak ditanam itu bunga air mata pengantin. Produksi madunya bisa lebih cepat, karena pengurusnya rajin nanam bunga,” lanjut Maryono.

Maryono juga mengungkapkan dirinya ingin warga Satimpo dapat melakukan ternak lebah klanceng, sehingga dapat memproduksi madu lebih banyak lagi. (sya)