Barang bukti sabu yang diamankan. (Istimewa/Media Kaltim)
BONTANG– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bontang menangkap dua pria berinisial MS warga Bontang Kuala, dan MI warga Tanjung Laut, karena diduga mengonsumsi sabu pada Senin (10/10/2022) tengah malam.
Barang bukti berupa sabu seberat 0,89 gram disita sari keduanya, 1 HP merek Oppo warna gold, 1 unit HP Samsung warna hitam dan 1 unit motor Vespa.
Dalam paparannya, Kapolres AKBP Yusep Dwi Prastiya, didampingi Plt Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono, mengatakan, MS dan MI ditangkap di Jl Sultan Hasanuddin Kelurahan Berbas, Tengah Kecamatan Bontang Selatan Kota Bontang.
“Pelapor bersama anggota Satuan Resnarkoba Polres Bontang melakukan penangkapan terhadap MS dan MI. Kemudian dilakukan penggeledahan rumah dan tempat tertutup lainnya ditemukan 1 bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu,” jelas Kapolres, Senin (10/10/2022).
“Pelaku kemudian diamankan di Polres Bontang bersama barang bukti,” sambung Mandiyono.
Kedua pelaku dijerat Pasal 112 dan 114 UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara di atas 5 tahun. (yah)
BONTANG – Komisi II DPRD Kota Bontang didampingi pihak BPKAD, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, serta UPT Pasar melakukan sidak di Pasar Citra Mas Loktuan pagi tadi. Mereka meninjau lahan parkir pasar yang memang sudah sering dikeluhkan masyarakat dan pedagang.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang Rustam menyampaikan bahwa untuk masalah parkir, DPRD sudah menyiapkan anggaran untuk perluasan lahan.
“Kalau masalah karcis, tadi sudah bicara dengan teman-teman bahwa karcis parkir sudah tidak lagi diminta dua kali. Tapi nanti dilihat untuk ke depannya tanah ini mau disewa atau dibeli,” ujarnya.
Selain masalah parkir, sidak pagi tadi juga berfokus pada masalah infrastruktur pasar. Di mana, kecilnya saluran pembuangan yang ada menyebabkan terjadinya banjir di dalam gedung. Hal ini tentu saja menjadi salah satu kendala para pedagang, khususnya penjual ikan. Sehingga hal ini juga menjadi salah satu hal yang kedepannya akan dibenahi.
Selain itu, tangga luar gedung yang menghubungkan gedung satu dengan lainnya juga dikeluhkan pedagang. Penggunaan keramik sebagai lapisan tangga seringkali menyebabkan beberapa orang terjatuh karena licin. Apalagi jika hujan.
1 dari 6
Rustam menyampaikan bahwa untuk masalah tangga, DPRD sudah menyiapkan lapisan tambahan berupa karet. “Di APBD 2022 kebutuhan teman-teman pasar sudah di akomodir. Termasuk masalah keramik yang licin nanti kita kasih karet. Karet juga lagi dalam proses pembelian,” ujarnya.
Amin, salah seorang pedagang sembako juga mengeluhkan pembagian lapak. Di mana, tergabungnya penjual ikan dan pedagang sayur di satu gedung menyebabkan terpusatnya jalur pembelian. Sehingga, gedung yang lain yang diisi oleh para pedagang sembako seringkali kurang mendapat pembeli.
“Saya ini sudah rugi 50% lah, di pasar dulu saya bisa habis berapa kilo beras. Kalau di sini cuma sedikit. Ini aja yang di bawah sudah banyak yang tutup pedagangnya,” ujarnya.
Amin berharap pemerintah dapat memberikan solusi mengenai masalah pembagian lapak. Solusi tersebut dibutuhkan agar seluruh pedagang di pasar dapat mendapatkan keuntungan yang kurang lebih sama seperti saat berjualan di pasar sebelumnya. (adv/sc)
Wakil Wali Kota Bontang Najirah melepas peserta race laut di Bontang Kuala. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)
BONTANG – Kelompok Nelayan Karaka Kelurahan Bontang Kuala dan Kimasea Kelurahan Loktuan bersama Pemerintah Kota, Pupuk Kaltim dan PT Badak LNG, melakukan deklarasi anti Penangkapan Ikan Tidak Ramah Lingkungan (Pitral), Senin (10/10/2022) di Kelurahan Bontang Kuala, Kota Bontang. Deklarasi sebagai bagian kepedulian terhadap terumbu karang yang ada di laut.
Perwakilan Kelompok Nelayan Karaka, Sanusi mengatakan, dua kelompok nelayan di Bontang melakukan deklarasi bahwa kelompok nelayan Karaka dan Kimasea sebagai pecinta terumbu karang di laut. “Kami mendeklarasikan kelompok nelayan kami sebagai kelompok nelayan cinta terumbu karang di laut,” ungkap Sanusi.
Sanusi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bontang, PT Pupuk Kaltim dan PT Badak LNG atas bantuan dan terselenggaranya deklarasi anti-Pitral bagi nelayan. Dia berharap dengan deklarasi ini, nelayan dan masyarakat Bontang Kuala dapat lebih sadar menjaga terumbu karang.
M Irfan Hidayat selaku manajer Corporate Social Responsibility (CSR) & relations PT Badak LNG mengatakan, kegiatan ini berkolaborasi dengan pemerintah dan Pupuk Kaltim ini. “Sebelumnya kami juga telah melakukan kegiatan bersama. Hari ini melakukan deklarasi anti-Pitral. Ini sangat baik dilakukan secara kolaborasi dengan perusahaan lain,” kata Irfan.
Dengan adanya kegiatan ini menurutnya, dapat meningkatkan dan menciptakan peluang potensi wisata berbasis nilai budaya lokal serta pertumbuhan ekonomi di Kota Bontang.
Sementara, Assistant Vice President (AVP) Administrasi Keuangan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim, Nita Rahmawati mengatakan, Kota Bontang yang memiliki 70 persen wilayah laut dengan 34.947 hektare, dan 50 persen terumbu karang yang sudah rusak akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan.
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah bersama perusahaan dan kelompok nelayan saat deklarasi Anti-Pitral. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)
“Dalam rangka melakukan rehabilitasi konservasi laut di Kota Bontang, Pupuk Kaltim melakukan program Kilau Samudra (Konservasi Taman Laut dan Media Sarana Terumbu Karang) yang melibatkan dua kelompok nelayan di Kota Bontang,” kata Nita.
Anti-Pitral ini katanya, dimaksudkan untuk menghentikan rantai penangkapan ikan yang masih merusak lingkungan dan meningkatkan kesadaran tidak hanya kelompok nelayan, tapi juga masyarakat luas di Kota Bontang.
Selanjutnya, Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mengatakan deklarasi anti-Pitral ini untuk konservasi laut yang dilaksanakan bersama dua kelompok nelayan. “Dua kelompok yang melakukan deklarasi anti penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dan dilanjutkan race laut,” papar Najirah, Senin (10/10/2022).
Najirah mengapresiasi perusahaan Pupuk Kaltim dan PT Badak yang telah berkolaborasi bersama kelompok nelayan. “Harapan kita dapat menghentikan rantai kegiatan penangkapan ikan yang masih tidak ramah lingkungan dan meningkatkan kesadaran bagi masyarakat,” jelasnya.
Diinformasikan, kegiatan anti-Pitral dan race laut ini diikuti 32 peserta lomba kapal dompeng, 9 peserta perahu ketinting dan 12 peserta perahu underbone yang diikuti dari wilayah Berau, Panajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, Muara Badak, dan Kota Bontang yang dilaksanakan dua hari. (yah)
Barang bukti yang diamankan Polsek Muara Badak. (Istimewa/Yahya/ Media Kaltim)
BONTANG– Unit Reskrim Polsek Muara Badak menangkap 5 penjudi di Jl Nakhoda, Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (10/10/2022) dini hari. Saat digerebek polisi, pelaku yakni S, SAB, E, M, dan S ditangkap saat tengah asyik main judi remi.
Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Plt Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono mengatakan, kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat ke unit Reskrim Polsek Muara Badak.
“Atas informasi tersebut Unit Reskrim Polsek Muara Badak langsung mendatangi tempat kejadian. Setibanya di lokasi, didapati lima orang pelaku duduk berhadapan di depan meja serta kartu remi sedang berada di meja,” ungkap Iptu Mandiyono, Senin (10/10/2022).
Dari pengakuan para pelaku, diketahui mereka baru saja menyelesaikan satu putaran permainan. Didapati pula seorang pelaku melakukan pembayaran sebesar Rp. 5.000, kepada pelaku lain yang memenangkan permainan.
Akibatnya, para pelaku lantas dibawa ke Polsek Muara Badak. “Barang bukti yang diamankan uang tunai Rp 45.000 beserta 2 set kartu remi,” tambah Mandiyono.
Kelima pelaku kini telah dijerat Pasal 303 KUHPidana dengan ancaman 10 tahun penjara. (yah)
Abdul Kadir Tappa bersama narasumber saat sosialisasi Perda No 4/2022. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)
BONTANG – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Kadir Tappa mengadakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika dan Psikotropika di Hotel Tiara Surya, Minggu (9/10/2022).
Sosialisasi dimaksudkan untuk pengenalan Perda No 4/2022 dan pemberian pengetahuan mengenai aturan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Abdul Kadir Tappa menyebutkan, Perda Nomor 4 tahun 2022 merupakan perda baru yang telah disempurnakan dari perda sebelumnya. Perda yang mengatur mengenai penanggulangan dan pencegahan dapat dilakukan dengan bantuan pemerintah, dengan melakukan penganggaran baik APBD kota, anggaran provinsi dan anggaran nasional.
“Jadi narkoba ini sebenarnya dapat diberantas bersama-sama dengan melaksanakan payung hukumnya, sudah ada undang-undangnya ada perdanya. Bagaimana kita bersama-sama memberantas narkoba,” jelas Kadir Tappa.
Dia menambahkan, dirinya siap membuat tempat rehabilitasi bagi pengguna dan pecandu narkoba, namun tetap didukung dari penganggaran. “Yayasan yang buat, ada tempatnya. Tidak ada masalah. Ada tiga tempat mengajukan penganggaran, kabupaten/kota, provinsi dan APBN. Pencegahan dan rehabilitasi,” katanya.
Kadir mengatakan, Perda ini merupakan inisiatif Pemprov Kaltim untuk penyempurnaan Perda sebelumnya terutama mengenai penganggaran.
Abdul Kadir Tappa bersama narasumber saat sosialisasi Perda No 4/2022. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)
“Dan pelaksanaannya nanti kalau rehabilitasi bisa dibantu Kementerian Kesehatan,” lanjutnya.
Narasumber sosialisasi, Nurfan Tandayu dari BNNK Bontang menjelaskan, Perda 4/2022 yang berasal dari provinsi merupakan perda yang akurat dan tepat sasaran.
“Target sasarannya jelas, yang melakukan pencegahan siapa, yang melakukan pemberantasan siapa serta siapa yang melakukan rehabilitasi. Jadi apa dan bagaimananya jelas,” sebut Tandayu.
Dia menambahkan, dari materi yang disampaikan penindakan banyak namun dari screening intervensi di lapangan banyak yang baru ditemukan tetapi bukan pengguna baru.
Sementara, pengamat sosial, Mukrim mengatakan, masyarakat harus memiliki gerakan seperti gerakan sosial anti-narkoba dan gerakan sosial keagamaan yang dibangun dalam kelembagaan dan individu sebagai bagian dari peran pencegahan.
“Gerakan sosial keagamaan, karena agama apapun mengajarkan nilai kebaikan. Ini yang menjadi alat yang efektif untuk menjaga masyarakat kita agar tidak terjerumus dari hal negatif,” kata Mukrim. (yah)
BONTANG – Pada Sabtu, 8 Oktober, tim tari jepen yang merupakan salah satu pengisi acara HUT Kota Bontang telah melangsungkan gladi bersih di Lapangan Lang-Lang, Jalan Aip II KS Tubun, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara.
Gladi bersih ini sebagai persiapan upacara perayaan HUT Kota Bontang yang akan digelar pada Rabu, 12 Oktober 2022 mendatang di tempat yang sama.
Tim tari ini berisi 1.256 siswa dari 26 sekolah. Di antaranya, SMA 1, SMK 1, SMA Vidatra, SMP 5 dan masih banyak lainnya.
Bambang Cipto Mulyono selaku kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang mengharapakan gladi bersih kali ini sudah menampilkan performa terbaik para penari dan pengiring musik.
1 dari 3
“Saya harapannya tariannya dan musiknya sudah kompak dan sudah siap untuk perform di tanggal 12 nanti,” ujarnya.
Dalam gladi bersih kali ini, semangat para siswa sangat besar dalam menampilkan tarian tersebut. Walaupun sempat tertunda dikarenakan hujan tetapi mereka tetap menampilkan gerakan yang baik dan sudah sesuai dengan musik.
Edy Sudaryanto selaku bagian dari insan seni yang mengurus tarian dan musik yang akan ditampilkan, mengatakan bahwa dalam gladi bersih kali ini persiapan para siswa sudah mencapai 70-80%.
Edy juga menyampaikan bahwa penampilan tarian ini juga dapat menjadi cikal bakal identitas tari Kota Bontang. Di mana, seni tari ini akan semakin dikembangkan dan disesuaikan dengan ciri khas Bontang nantinya.
“Harapannya karena ini menyeluruh disemua sekolah di Kota Bontang, ini juga bisa menjadi gayung bersambut dengan dinas terkait untuk membuat suatu identitas tari khusus Kota Bontang,” jelasnya.
Edy juga menyampaikan bahwa kegigihan dinas-dinas terkait dalam menyelenggarakan acara ini sangat besar. Sehingga, harapannya untuk kedepannya bukan hanya tari jepen saja yang dikembangkan tetapi juga tari-tari lain yang juga dapat mencerminkan Kota Bontang turut di kembangkan. (sc)
BONTANG – Upacara pembukaan Gebyar Korsa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-45 PT Pupuk Kaltim digelar di Stadion Mulawarman, Bontang. Delapan kontingen tampil sebagai pembuka pada Sabtu (08/10/2022) malam. Salah satu performer juga hadir dari Samarinda.
Gebyar Korsa merupakan lomba di bidang olahraga dan seni bagi karyawan PT Pupuk Kaltim. Tidak hanya karyawan, keluarga karyawan pun ikut dilibatkan dalam kegiatan yang diadakan tiap tahun ini.
Terdapat banyak jenis cabang olahraga yang dilombakan,seperti golf, e-sport, bulu tangkis, sepak bola, panahan, dan masih banyak lagi.
1 dari 4
“Saya senang sekali bisa melihat kembali acara korsa ini digelar, acara ini selalu saya tunggu-tunggu setiap tahun,” ungkap Direktur Utama PT Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi.
Di pembukaan ini dimulai dengan penampilan defile dari masing-masing kontingen yang akan langsung dinilai. Sementara, perlombaan lainnya akan terus berlanjut hingga puncak HUT PT Pupuk Kaltim pada Desember nanti. (sya)
SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur Agiel Suwarno menyoroti aktivitas pertambangan yang diduga ilegal di daerah Desa Danau Redan dan Suka Rahmat, Kabupaten Kutai Timur.
“Disana itu ada hutan lindung. Ternyata beberapa bulan lalu, kawasan itu terdapat penambangan batubara. Ada puluhan hektare yang ditambang, karena kawasan gunung ya,” ucap Politisi PDI Perjuangan tersebut,
Selain itu, ia juga menyoal aktivitas pertambangan yang diduga ilegal yang terjadi di Kota Bontang. “Bahkan, ada juga di Kelurahan Kanaan yang mau ke arah Bontang Lestari. Ternyata terdapat penambangan galian C di sana,” terangnya.
Agiel menerangkan, kegiatan pertambangan tersebut berada tidak jauh dari pemukiman warga. Selain itu Legislator Dapil Bontang, Kutim, Berau ini mensinyalir bahwa aktivitas pertambangan tersebut diperuntukan untuk salah satu perusahaan terbesar di Kota Bontang.
“Disinyalir galian C ini untuk menimbun salah satu kawasan perusahaan terbesar di Kota Bontang. Maksudnya, untuk menimbun salah satu kawasan perluasan hutan. Informasinya begitu dan ini yang coba kita cari tahu sambil sama-sama tertibkan lah,” bebernya.
Pihaknya juga telah mengkonfirmasi ke dinas terkait, perihal legalitas pertambangan yang dimaksudnya. Ia mendapat informasi bahwa pertambangan di Bontang dan Kutim tersebut adalah ilegal.
“Kita sudah konfirmasi ke Dinas ESDM dan PTSP, katanya belum ada izin termasuk galian C dikawasan itu, berarti ilegal. Kalau perlu kita sidak, ya nanti akan kita sidak,” tegas Politikus PDI Perjuangan itu. (adv/dprdkaltim)
BONTANG – Kepolisian Resor (Polres) Bontang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444H/2022M di Masjid Raudhatul Muttaqin Polres Bontang, Jumat (7/10/2022) malam. Peringatan Maulid Nabi kali ini mengusung tema “Dengan Aktualisasi Keteladanan Akhlak Kepemiminan Nabi Besar Muhammad SAW kita wujudkan Polri yang Presisi”.
Hadir dalam acara itu Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya SH, SIK, MH, Wakapolres Bontang Kompol Wisnu Dian Ristanto SIK, para Pejabat Utama (PJU), perwira, bintara, dan ASN Polres Bontang, Imam Masjid Raudhatul Muttaqin Ustaz Ubaidillah, pengurus Ponpes Nurul Hidayah,. Sebagai penceramah Ustaz H Kuba Siga LC. Sementara jamaah yang hadir sekitar 150 orang.
Kapolres AKBP Yusep Dwi Prastiya dalam sambutannya menyampaikan selamat dan terima kasih kepada panitia atas terlaksananya kegiatan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
“Saya berharap agar kegiatan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW malam ini kita ikuti dengan sungguh-sungguh agar kita dapat mengenal lebih dekat Nabi Muhammad SAW dan dapat meneladani akhlak Nabi Besar Muhammad SAW dalam pekerjaan kita sebagai anggota Polri,” kata Kapolres.
“Mari kita teladani akhlak Rasulullah SAW dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan ikhlas, sopan, santun, tidak emosional, dan selalu humanis kepada masyarakat sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW,” sambungnya.
Dalam kegiatan tersebut Kapolres memberikan bantuan kepada Ketua Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah, serta memberikan bingkisan dari ketua Bhayangkari Cabang Bontang kepada 4 orang peserta yang mengikuti Murotal. Acara dilanjutkan siraman rohani dengan menghadirkan Ustaz H Kuba Siga LC dari Kota Bontang sebagai penceramah.
Dalam ceramahnya, Kuba Siga menyampaikan sejarah kelahiran dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, kemuliaan akhlak prilaku Nabi. Kuba Siga juga mengingatkan perbanyak sedekah pada hari kelahiran Nabi Muhammad dan senantiasa mengingat Nabi Muhammad SAW dengan melaksanakan segala ajaran beliau. (hms)
BONTANG – Paguyuban Adem Ayem Kota Bontang kembali melangsungkan perayaan hari jadinya setelah dua tahun absen karena pandemi Covid-19.
Pada perayaan hari jadi ke-4 kali ini, Paguyuban Adem Ayem bertujuan untuk membantu meningkatkan UMKM pedagang Bontang dengan mengadakan pameran stan-stan jualan di Lapangan Rudal, Jalan MT Haryono Bontang Baru.
Nurhalisa, salah satu pedagang yang menjajakan jualannya di event tersebut merasa bahwa perayaan ini sangat bermanfaat bagi para pedagang untuk membantu meningkatkan pendapatan. Apalagi, penggunaan stan jualan dikenakan harga yang murah.
1 dari 5
“Iya ini bermanfaat sekali buat bantu-bantu nambah penghasilan. Apalagi memang harga satu stannya itu murah sekitar 150.000. Jadi event ini bermanfaat dan meringankan juga,” ujarnya.
Selain mendirikan stan jualan, perayaan kali ini juga menampilkan kesenian khas Jawa, seperti kuda lumping dan dangdut koplo.
Paguyuban yang diketuai oleh M Ali Murdoko alias Abah Ali B45 ini merupakan paguyuban yang berisi komunitas dari berbagai daerah di Pulau Jawa,seperti dari Kabupaten Nganjuk, Lamongan, dan Gersik. (sc)