Beranda blog Halaman 876

Pekan UMKM Hebat Dibuka Wawali, Bantu Promosi Pelaku Usaha dan Hibur Masyarakat Bontang

0
Pekan UMKM Hebat Dibuka Wawali, Bantu Promosi Pelaku Usaha dan Hibur Masyarakat Bontang
Wawali Najirah (Tengah) resmi membuka Pekan UMKM Hebat, di Stadion Lang-Lang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota  (Wawali) Bontang, Najirah membuka kegiatan Pekan UMKM Hebat, yang digelar di Stadion Bessai Berinta, atau Lang-Lang, Rabu (8/5/2024). Kegiatan ini sedianya berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 8-12 April 2024.

Dirinya menyampaikan atas nama pribadi dan juga Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, memberi apresiasi yang setinggi-tingginya atas berjalannya kegiatan ini. Dengan penuh harapan, kesempatan ini dapat digunakan dengan sebaik mungkin bagi para pemilik usaha.

“Tidak hanya para pedagang saja yang berada di sini, akan tetapi pastinya ada hiburan juga untuk menemani para pengunjung yang datang,” ucapnya saat sambutan.

Event kali ini Pemkot Bontang telah menyediakan sebanyak 30 tenda, yang bisa digunakan untuk 60 pedagang, terkhusus makanan dan juga minuman. Bahkan, para pedagang yang berjualan di stand tersebut tidak ada pungutan biaya sama sekali, alias gratis.

“Yang ingin membuka usaha di sini, silahkan. Semua gratis, tidak ada pungutan biaya,” paparnya.

Sangat penting untuk mendukung pertumbuhan UMKM, dengan berjalan kegiatan seperti ini Pemkot Bontang akan terus memberi dukungan baik dalam pelatihan akses modal, maupun promosi, agar UMKM di Bontang bisa semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar global.

“Saya ingin, Kota Bontang dikenal hingga luar kota, luar daerah, bahkan di luar negeri. UMKM naik kelas mengacu pada proses semua usaha, untuk meningkatkan kualitas produk, hingga mengembangkan strategi pemasaran yang lebih baik,” jelasnya.

Najirah berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini masyarakat di Bontang bisa sangat terhibur, terkhusus bagi para pelaku UMKM. Sehingga yang memiliki usaha bisa lebih mengembangkan usahanya lewat Pekan UMKM Hebat.

“Dengan ini Pekan UMKM Hebat, saya nyatakan resmi dibuka,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

TMMD ke-120 Sasar Wilayah Kampung Timur di Kelurahan Kanaan

0
TMMD ke-120 Sasar Wilayah Kampung Timur di Kelurahan Kanaan
Menyaksikan dokumentasi TMMD usai Upacara Pembukaan TMMD ke -120 tahun anggaran 2024. (ist)

BONTANG – Upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 tahun anggaran 2024 di Kampung Timur RT. 01 Kelurahan Kanaan Kecamatan Bontang Barat dilaksanakan Rabu (8/5/24).

TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program ini merupakan wujud nyata kontribusi TNI dalam pembangunan nasional, khususnya di daerah pedesaan yang masih tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan.

Kegiatan ini merupakan salah satu solusi terkait akses yang selama ini dinilai jauh dari perkotaan, dengan dibangunnya akses jalan maka semakin mudah bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan fasilitas dari kota.

“Target pengerjaanya akan berlangsung selama 30 hari,” jelas Dandim 0908 Bontang, Letkol Inf Aryo Bagus Daryanto.

Ia juga menjelaskan, bahwa sasaran fisik TMMD meliputi pembuatan badan jalan sepanjang 650 m x 9 m, penimbunan badan jalan dengan tanah timbunan sepanjang 400 m, pembuatan drainase sepanjang 442 m.

Selain itu sasaran non fisik berupa penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan KB kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan cegah tangkal radikalisme, penyuluhan stunting balita, penyuluhan posyandu posbindu dan penyakit tidak menular dan kampanye kreatif rekrutmen TNI AD.

“Pihak kami menurunkan anggota sebanyak 150 orang, gabungan angkatan laut, darat, udara, satuan tempur bahkan kepolisian,” katanya.

Terdapat juga pembangunan tambahan seperti pembuatan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yakni salah satu sarana fasilitas umum yang digunakan bersama oleh beberapa keluarga untuk keperluan mandi, mencuci, dan buang air di lokasi permukiman tertentu, selanjutnya perbaikan sumur bor, serta optimalisasi lahan pertanian.

“Air di sini masih pakai sumur bor, jadi itu kita tunjang juga,” jelas Aryo.

Anggaran yang digelontorkan untuk TMMD ini berkisar Rp 2 miliar. Rp 1,8 untuk sasaran pembangunan fisik, dan Rp 200 juta untuk kegiatan non fisik seperti penyuluhan yang akan dilakukan sembari pembangunan fisik.

Seluruh masyarakat sekitar juga telah diberikan sosialisasi terkait kegiatan tersebut, dan mereka turut antusias dengan dilakukannya kegiatan yang berdampak positif bagi warga sekitar.

Penulis: Syakurah.

Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Hadiri Upacara TMMD ke -120 Tahun Anggaran 2024

0
Pemkot Bontang Hadiri Upacara TMMD ke -120 Tahun Anggaran 2024
Upacara Pembukaan TMMD ke 120 dihadiri Sekda (kiri) mewakili wali kota. (Ist)

BONTANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati mewakili Wali Kota Bontang menghadiri upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 tahun anggaran 2024 di Kampung Timur RT. 01 Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat.

Ia menyampaikan bahwa, TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Program ini merupakan wujud nyata kontribusi TNI dalam pembangunan nasional, khususnya di daerah pedesaan yang masih tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan.

“Saya yakin dan percaya bahwa kegiatan TMMD ini akan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Kampung Timur,” ujarnya.

Sasaran fisik TMMD kali ini meliputi pembuatan badan jalan sepanjang 650 m x 9 m, penimbunan badan jalan dengan tanah timbunan sepanjang 400 m, pembuatan drainase sepanjang 442m.

Selain itu sasaran non fisik berupa penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan KB kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan cegah tangkal radikalisme, penyuluhan stunting balita, penyuluhan posyandu posbindu dan penyakit tidak menular dan kampanye kreatif rekrutmen TNI AD.

“Saya berharap seluruh sasaran TMMD ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Kepada seluruh masyarakat Kampung Timur RT. 01 Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, ia harap dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan TMMD ini.

Ia mengajak jadikan momen TMMD ini sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan antara TNI dan rakyat, serta untuk meningkatkan semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Nikah Dini Ditekan, Pergaulan Bebas Diabaikan

0
Nikah Dini Ditekan, Pergaulan Bebas Diabaikan
Ita Wahyuni, S.Pd.I. (ist)

Oleh:

Ita Wahyuni, S.Pd.I.

(Pemerhati Masalah Sosial)

Dalam rangka pencegahan perkawinan anak usia dini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan kota Bontang, Lukman secara resmi membuka acara Advokasi Pergerakan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Perkawinan Anak. Dalam sambutannya, Lukman mengatakan, kegiatan advokasi dan sosialisasi ini sangat membantu dalam mengantisipasi dan mencegah perkawinan anak usia dini (Beritakaltim.com, 02/05/2024).

Tujuannya agar dapat saling mengingatkan kepada semua lapisan masyarakat, dalam upaya melaksanakan prinsip-prinsip perlindungan anak. Perkawinan usia dini menjadi tanggung jawab bersama,  tidak hanya kepada instansi yang memiliki tugas dan fungsi dalam bidang perlindungan anak, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Lukman juga menjabarkan data yang diperoleh dari Pengadilan Agama Kota Bontang tentang naik turunnya jumlah perkara dispensasi nikah selama beberapa tahun terakhir. Sebelumnya pada tahun 2020 mencapai 70 perkara, lalu mengalami penurunan secara berkala di tahun 2021 dan 2022 yakni menjadi 29 perkara. Namun pada 2023 mengalami peningkatan kasus mencapai 31 perkara. Hal ini disebabkan karena maraknya kasus hamil diluar nikah pada tahun lalu.

Mencari Kunci Masalah

Meningkatnya kasus pernikahan dini dianggap turut menjadi penyebab banyak masalah. Di antaranya tingginya angka risiko kematian bayi, kelahiran prematur; kurang gizi, hingga stunting.

Bagi anak perempuan juga berisiko kematian ibu ketika melahirkan. Bahkan, tekanan kehidupan setelah pernikahan bisa juga berefek negatif seperti pertengkaran, stres, hingga perceraian. Sehingga kasus tersebut dinilai sudah darurat dan butuh penanganan yang cepat.

Pemerintah sebenarnya telah menetapkan batas usia pernikahan. Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 telah menetapkan batas usia melangsungkan perkawinan adalah 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Syarat usia perkawinan tersebut kemudian direvisi menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Jika laki-laki dan perempuan ingin menikah tapi belum cukup umur, maka bisa mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama melalui proses persidangan terlebih dahulu, agar mendapatkan izin dispensasi perkawinan.

Adanya aturan tersebut termasuk kegiatan advokasi, diharapkan dapat menekan laju kasus pernikahan dini. Namun apakah berhasil? Nyatanya tidak. Pasalnya, permasalahannya bukan sebatas pada pernikahan usia dini, melainkan sangat kompleks salah satunya mengenai pemahaman pergaulan dengan lawan jenis.

Kehidupan sekular yang menjangkiti generasi telah membuka pintu kebebasan berekspresi dan bertingkah laku. Mereka merasa bebas bersenang-senang dan melakukan apa pun dalam hubungan dengan lawan jenis tanpa standar yang jelas untuk membedakan benar dan salah. Mereka cenderung mengikuti hawa nafsu. Hal ini tentu semakin memuluskan perilaku seks bebas di kalangan mereka.

Keadaan tersebut semakin parah karena lingkungan dan media turut menjadi pendorong nafsu seks anak yang tak terkendali. Banyak generasi muda terpapar media yang sering mempertontonkan pornoaksi-pornografi. Ditambah lagi, negara pun tidak mengeluarkan aturan yang tegas dalam pergaulan laki-laki dan perempuan hingga haramnya perzinahan maupun hal-hal yang mendekatinya. Tak heran jika masa depan generasi semakin suram karena pergaulan bebas yang melahirkan berbagai kerusakan diabaikan begitu saja oleh negara.

Maka jelaslah, kunci masalahnya adalah penerapan sistem sekulerisme yang memberikan kebebasan berperilaku pada setiap manusia. Agama hanya diagungkan ketika beribadah, sedangkan saat berhubungan dengan yang lainnya, menggunakan aturan manusia. Alhasil, mereka pun tidak lagi takut kepada Allah SWT sang pembuat hukum. Pergaulan bebas hingga perzinahan yang merupakan perbuatan keji menjadi habit kaum muda.

Pernikahan Dini dalam Islam

Islam telah mengatur hubungan laki-laki dan perempuan dalam ikatan pernikahan. Tujuan mulia pernikahan adalah keluarga sakinah, mawadah, dan rahmah, yaitu keluarga tenteram dan saling berkasih sayang karena Allah agar keturunannya lestari dalam ketakwaan.

Islam pun tidak membatasi umur pernikahan. Ketika seseorang sudah balig seharusnya sudah siap menikah, karena ia dianggap telah sempurna untuk bisa membedakan benar dan salah. Di dalam ilmu fikih, balig—jika dikaitkan dengan ukuran usia—adalah berkisar 15 tahun (laki-laki) dan 9 tahun (perempuan).

Sehingga menikah muda tidak menjadi masalah jika syarat dan rukun nikah dipenuhi dan tidak ada pelanggaran hukum syara di dalamnya. Selama semua hal tersebut dipenuhi maka menikah muda menjadi sah-sah saja. Boleh menikah muda asalkan bertanggung jawab terhadap pilihan tersebut.

Kalaupun mereka belum siap menikah, Islam juga memberikan aturan pemisahan kehidupan antara laki-laki dan perempuan. Seperti dilarang berdua-duaan tanpa mahram, dilarang ikhtilat dan bercanda melebihi aturan syariat. Selain itu, mereka juga wajib menutup aurat antara satu dengan yang lain.

Selanjutnya, negara wajib melarang segala bentuk pornoaksi-pornografi dan hal-hal yang mendekati zina termasuk pada media. Media harus dijadikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat yang mendidik dan membuat mereka semakin bertakwa.

Negara juga harus mengeluarkan aturan pergaulan dan haramnya zina. Jika ada yang melanggar akan diberikan sanksi yang menjerakan seperti dicambuk 100 kali dan boleh diasingkan selama setahun bagi pezina yang belum menikah, serta dirajam hingga mati bagi pezina yang sudah menikah.

Dengan demikian, sesungguhnya yang menjadi ancaman bagi generasi saat ini bukanlah pernikahan dini, tapi kehidupan sekular yang menciptakan pergaulan bebas. Maka, tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan generasi muda kecuali dengan penerapan syariat Islam secara kaffah yang mampu mencetak generasi beriman dan bertakwa pada Allah SWT.

Wallahu a’lam bish-shawab

Tertangkap Basah Miliki Sabu 5,52 Gram, Warga Loktuan Diamankan Polisi

0
Tertangkap Basah Miliki Sabu 5,52 Gram, Warga Loktuan Diamankan Polisi
Barang bukti yang berhasil diamankan di Mapolres Bontang. (ist)

BONTANG – Seorang pria berinisial Is (30) salah satu warga Loktuan, tertangkap basah saat hendak mengambil sabu, Selasa (7/5/2024) kemarin, sekitar pukul 21.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan, jika di Jalan Cipto Mangunkusumo, RT.42, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, sering dijadikan tempat transaksi barang haram jenis sabu.

“Kami langsung melakukan penyelidikan, dan mencurigai seorang yang berada di atas motor di lokasi tersebut,” ucapnya.

Saat dilakukan penggeledahan badan dan pakaian, ditemukan satu poket sabu seberat 5,52 gram.

“Dirinya mengaku sabu tersebut miliknya, dan diambil dengan cara jejak,” paparnya.

Kini barang bukti yang telah diamankan berupa satu bungkus plastik berisikan sabu seberat 5,52 gram, satu celana jeans pendek, satu bungkus teh kotak, satu lembar kertas rokok, satu handphone merek Samsung, dan satu unit motor Yamaha R15.

“Tersangka dan barang bukti sudah berada di Mapolres Bontang, dan sabu yang didapat masih kami dalami,” tambahnya.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) Undang-undang Ri nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Asah Kemampuan Penyelesaian Masalah, ASN Pemkot Bontang Dilatih Problem Solving

0
Asah Kemampuan Penyelesaian Masalah, ASN Pemkot Bontang Dilatih Problem Solving
Kegiatan pelatihan problem solving di Ballroom Hotel Grand Equator. (ist)

BONTANG – Kemampuan problem solving penting dimiliki seorang ASN agar dapat membantu menentukan sumber masalah dan menemukan solusi yang efektif dalam lingkup bidang tugasnya masing-masing.

Dalam dunia kerja pengambilan keputusan merupakan hal yang sangat penting dan menjadi salah satu kunci dalam manajemen, oleh karena itu sangat erat kaitannya untuk memiliki kemampuan yang kreatif dalam menganalisa dan memecahkan sebuah permasalahan di tengah semakin kompleksnya tantangan dalam pelayanan publik, karena hasilnya sangat berdampak pada roda organisasi.

Dengan dasar pertimbangan di atas, Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan kegiatan pelatihan Problem Solving yang diperuntukkan bagi sekretaris, kasubbag umum, Analis Sumber daya Manusia dan pelaksana pengelola kepegawaian dari seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan dan UPT se Kota Bontang.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 6 dan 7 Mei 2024 ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setda, Drs. Ahmad Suharto, M.Si, bertempat di Ballroom Hotel Grand Equator Bontang.

Kegiatan ini menghadirkan 3 orang narasumber yang kompeten, yakni:
– Dr. Andi Taufik, M.Si (Kepala Puslatbang KMP LAN Makassar)
– Hj. Nurwahyudianti, SS.M.HRM, IR (Koordinator Bidang Pelatihan dan Pengembangan Puslatbang KMP LAN Makassar)
– Selamat Said Sanib, S.Pd.I, CH, CHt,C.PS, AAAIJ (budayawan dan penulis terkemuka di Kalimantan Timur).

Dalam sambutannya Ahmad Suharto, menyampaikan, bahwa kemampuan dalam memecahkan masalah merupakan salah satu aspek yang sangat dibutuhkan untuk mengelola organisasi. Dengan teknik problem solving yang baik dan tepat maka perlunya suatu keterampilan soft skill yang harus dimiliki dalam memecahkan sebuah persoalan, kecermatan dalam mengidentifikasi masalah dan potensi serta penentuan alternatif solusi.

Oleh karena itu, sangat perlu dipelajari teknik-tekniknya, dan bagaimana langkah-langkahnya serta solusi alternatifnya. Harapannya dapat membawa untuk bisa berfikir out the box, adil, adaftif, agile, kritis dan inovatif dalam menghadapi dinamika organisasi dalam rangka memberikan layanan yang cepat dan excellent.

“Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode pembelajaran klasikal. Oleh karena itu pula melalui kegiatan pelatihan ini kepada seluruh peserta agar dapat berpartisispasi aktif mengikuti kegiatan hingga selesai dan dapat mengaktualisasikan atau mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan trik-triknya yang saudara dapatkan ketempat kerja khususnya, agar terwujud Kota Bontang yang Hebat dan beradab,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Bontang Drs. Sudi Priyanto, M.Si menyampaikan hal senada, dalam laporannya, bahwa di dalam RPJMN tahun 2020-2024, pengembangan SDM menjadi salah satu program prioritas presiden dalam rangka meningkatkan kualitas SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

Hal ini diperkuat dengan UU Nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang mewajibkan kepada setiap ASN untuk melakukan pengembangan kompetensi. Pengembangan Kompetensi pegawai yang dilakukan secara terus menerus agar tetap relevan dengan tuntutan organisasi.

“Pengembangan dimaksud dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan antara lain pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus, penataran dan lain sebagainya,” ungkap Sudi.

Oleh karena itu dalam mendukung pengembangan Sumber Daya Aparatur Pemerintah Kota Bontang, hal tersebut menjadi program kepala daerah melalui rencana aksi wali kota untuk mendukung Kota Bontang sebagai Kota Pariwisata yang Hebat dan Beradab.

Rencana Aksi ini menjadi fokus rencana pengembangan SDM bagi ASN di Kota Bontang salah satunya adalah melalui Pelatihan Problem Solving.

“Dan ini sekaligus menindaklanjuti hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Komptensi (AKPK) yang telah dirumuskan hasilnya pada tahun lalu,” pungkasnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Gelar Pekan UMKM Hebat, Feel Koplo Jadi Bintang Tamu

0
Pemkot Gelar Pekan UMKM Hebat, Feel Koplo Jadi Bintang Tamu
Banner Pekan UMKM Hebat. (DKUMPP)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar Pekan UMKM Hebat mulai Rabu (8/5/24) hingga Minggu (12/5/24) di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang.

Setelah sebelumnya pemkot melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang telah melaksanakan Gebyar UMKM, kini mereka melanjutkan kembali kegiatan tersebut.

Wali Kota Bontang Basri Rase mendukung penuh kegiatan yang mendorong kemajuan untuk UMKM Bontang ini. Ia berharap kegiatan ini berdampak untuk kemajuan ekonomi masyarakat Bontang.

“Masyarakat Bontang mari ramaikan dagangan UMKM kita,” ujarnya.

Kepala Dinas DKUMPP, Kamilan mengatakan, agenda ini akan menghadirkan band ibu kota. Band itu bernama Feel Koplo. Masih seperti agenda sebelumnya, Pemkot Bontang menyiapkan setidaknya 30 tenan.

“Semua tenan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Termasuk tiket masuk,” ujarnya

Kamilan menambahkan, bahwa seluruh UMKM tidak ada yang sepi, hal ini menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi dalam memeriahkan kegiatan tersebut. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Ingin Tambah Alat Pemadam, Disdamkartan Bakal Ajukan Pembangunan Pos

0
Pemkot Bontang Ingin Tambah Alat Pemadam, Disdamkartan Bakal Ajukan Pembangunan Pos
Sarkani, Kabid Pengendalian Operasional Disdamkartan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Tahun depan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang ingin menambah sarana dan prasarana untuk alat pemadam. Karena belakangan ini, banyak sekali kasus kebakaran lahan dan pemukiman di Bontang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Operasional Disdamkartan Kota Bontang, Sarkani menyatakan, dengan adanya penambahan alat pemadam, otomatis akan ada penambahan pos. Untuk perencanaan pun, Disdamkartan Bontang ingin membangun pos di Guntung dan juga di Bontang Kuala.

“Bu Najirah ingin ada pos damkar di daerah Guntung. Karena memang daerah sana sangat jauh, pos damkar yang dari Loktuan saja membutuhkan waktu sekitar 20 menitan untuk ke Guntung. Jadi untuk perencanaan membangun pos di Guntung masih tahap pengajuan,” ucapnya saat di wawancarai, Selasa (7/5/2024).

Tidak hanya pengajuan untuk pembangunan pos di Guntung saja, akan tetapi Disdamkartan Bontang juga ingin membangun pos di wilayah perairan, yakni di Bontang Kuala.

“Kalau dari kami, ingin mempunyai pos di wilayah perairan. Seperti halnya saat terjadi kebakaran di Bontang Kuala waktu lalu. Jika ada pos di sana, otomatis saat terjadi kebakaran kami bisa langsung bergerak cepat dengan peralatan yang ada, karena mobil tidak bisa masuk ke dalam,” jelasnya.

Dijelaskan jika akan ada penambahan pos dan alat pemadam, pastinya juga akan ada penambahan untuk para personel. Karena setiap pos terdiri 7 petugas damkar saat sedang berjaga.

“Petugas piket maksimal 7 petugas, begitu terus saat pergantian shift. Jadi bisa dibilang untuk satu pos terdiri sekitar 25-28 petugas,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Masuk Musim Penghujan, Warga Bontang Diimbau Siaga Banjir

0
Masuk Musim Penghujan, Warga Bontang Diimbau Siaga Banjir
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Eko Mashudi. (ist)

BONTANG – Berdasarkan Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kalimantan Timur, termasuk Bontang berpotensi curah hujan tinggi. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Eko Mashudi.

Memasuki Bulan Mei 2024, Bontang memiliki curah hujan yang tinggi. Sehingga, BPBD Kota Bontang mengimbau masyarakat untuk waspada bencana hidrometeorologi.

“Dari pantauan BMKG cuaca di Kalimantan Timur, termasuk Bontang yang berpotensi curah hujan tinggi, masyarakat harus siaga,” ujarnya.

Ia mengungkap seperti tahun lalu, beberapa wilyah Bontang selalu jadi langganan banjir dan tanah longsor. Bahkan, berpotensi angin puting beliung. Walaupun, penanggulangan banjir telah menjadi program pemerintah, namun beberapa titik banjir tetap melanda daerah tersebut.

“Kalau banjir rob di daerah Bontang Kuala dan Kelurahan Api-api mungkin tidak bisa dihindari. Jadi tetap awas diri,” lanjutnya.

Selain itu, masyarakat bisa melakukan pembersihan lingkungan dan memperbaiki saluran air dari tumpukan sampah. Sebab, dampak dari musim penghujan ini, ditambah genangan sampah adalah timbul wabah penyakit Demam Berdarah (DBD).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sigit Alfian Resmi Pensiun Dini Sebagai ASN, Mantap Maju Pilkada

0
Sigit Alfian Resmi Pensiun Dini Sebagai ASN, Mantap Maju Pilkada
Sigit Alfian Resmi Pensiun Dini Sebagai ASN. (ist)

BONTANG – Sigit Alfian memantapkan dirinya untuk maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hal itu ia ungkapkan saat dihubungi redaksi, Selasa (7/5/24).

Ia resmi mengundurkan diri per 3 Mei lalu. Mantan Kepala Kesbangpol yang sempat di non aktifkan sebagai ASN ini memilih pensiun dini. Ia telah menerima SK Wali Kota dan persetujuan BKN (Badan Kepegawaian Negara).

“Saya kan di non aktifkan sebagai ASN setahun, sementara tahun depan saya sudah pensiun, jadi saya pensiun dini dan fokus untuk pilkada,” ujarnya.

Dengan keputusan ini Sigit merasa lebih leluasa dalam berpolitik. Meski telah mempersiapkan secara independen melalui Ikapakarti, dirinya dengan pihak partai juga makin intens berkomunikasi. Karena Ikapakarti merupakan pendukung pertama yang ingin Sigit menjadi wali kota.

Dilanjutkan Sigit, bahwa ia benar-benar memikirkan tentang masa depan Kota Bontang. Ia mengaku sudah mempersiapkan visi misi untuk maju membangun Bontang.

“Bagaimana demografi kita, angka pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang, bagaimana Indonesia emas bisa terwujud, itu yang terpenting sekarang,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam