Beranda blog Halaman 88

Donna Faroek Dihukum 4 Tahun dalam Kasus Suap IUP Kaltim

0
Proses sidang vonis Dayang Donna Walfiaries Tania di Pengadilan Negeri Samarinda. Foto: Istimewa

SAMARINDA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada mantan Ketua Kadin Kaltim periode 2022-2027, Dayang Donna Walfiaries Tania Faroek dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait suap penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Timur periode 2013–2018.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Samarinda, Senin (11/5/2026).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan alternatif pertama jaksa penuntut umum.

“Pertama, menyatakan Dayang Donna Walfiaries Tania terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan alternatif satu,” ucap hakim dalam persidangan.

Atas perbuatannya, Donna dijatuhi pidana penjara selama empat tahun serta denda sebesar Rp100 juta.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda sejumlah Rp100 juta,” lanjut hakim.

Majelis hakim juga menetapkan apabila denda tersebut tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda maupun pendapatan terpidana dapat disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi kewajiban tersebut.

“Dalam hal denda tidak dibayar maka kekayaan atau pendapatan terpidana disita dan dilelang oleh jaksa untuk melunasi denda pidana yang tidak dibayar. Maka diganti dengan pidana penjara selama 60 hari,” terang hakim.

Selain pidana pokok, Donna juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp3,5 miliar. Jika kewajiban tersebut tidak dipenuhi, maka akan diganti dengan pidana penjara tambahan selama satu tahun.

“Tiga, menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp3,5 miliar. Jika tidak terbayar maka menjadi pidana penjara satu tahun,” tutup majelis hakim.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan praktik suap dalam penerbitan IUP di Kaltim pada rentang 2013 hingga 2018 yang menyeret sejumlah pihak, termasuk Rudy Ong Chandra yang sebelumnya juga telah menjadi terpidana dalam perkara serupa. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

2 Bulan Pertama, Penarikan Retribusi Wisata Dilakukan Dispopar

0
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat ditemui. (Dwi S).

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menegaskan, penarikan retribusi di kawasan wisata Bontang Kuala (BK), nantinya akan dilakukan langsung oleh pihak Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar), bukan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Menurut Andi Faizal, langkah itu dilakukan sementara waktu agar pemerintah memiliki data valid terkait potensi pendapatan, dari retribusi wisata di kawasan pelataran Bontang Kuala.

“Penarikan dilakukan langsung oleh pihak Dispopar, bukan dari masyarakat yang tinggal di sana untuk di dua bulan awal,” ucapnya, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah tidak memiliki niatan mengambil alih usaha masyarakat yang selama ini terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata. Namun, pemerintah perlu mengetahui angka pasti dari pemasukan retribusi, sebagai dasar penyusunan kebijakan ke depan.

“Kemarin juga sudah kami sampaikan, tidak ada niatan pemerintah untuk mengambil alih kerja usaha masyarakat. Tetapi pemerintah perlu memiliki data valid, dalam artian memiliki data sendiri,” katanya.

Andi Faizal menerangkan, selama kurang lebih dua bulan pertama pemerintah akan menjalankan langsung proses penarikan retribusi.

Setelah data rata-rata pendapatan per bulan diperoleh, pengelolaan tersebut nantinya dapat kembali ditawarkan kepada kelompok masyarakat, koperasi, maupun Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Misalnya nanti pendapatannya sekitar Rp30 juta per bulan, kita akan menawarkan ke masyarakat siapa yang sanggup menyetorkan, misalnya Rp20 juta ke pemerintah untuk mengelola,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, dewan berharap pengelolaan retribusi tetap melibatkan masyarakat lokal tanpa menghilangkan peran, dimana pemerintah dalam pengawasan dan pengendalian pendapatan daerah.

“Jadi kita tidak mau mengambil kerja-kerja masyarakat. Kemarin di rapat saya sampaikan seperti itu. Mungkin di dua bulan pertama pemerintah yang mengambil alih supaya kita punya data angka rata-rata berapa pemasukan yang sebenarnya, baru nanti kita lempar kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kementerian Investasi Nilai Kinerja DPMPTSP Bontang, Seluruh Bidang Diminta Lengkapi Indikator

0
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Aspiannur. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, sedang menjalani penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Proses penilaian dilakukan secara daring dan melibatkan seluruh bidang di lingkungan DPMPTSP Bontang, untuk melengkapi berbagai indikator yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan setiap bidang memiliki tanggung jawab menginput data serta dokumen pendukung sesuai tupoksi masing-masing.

“Semua bidang terlibat karena penilaiannya cukup detail. Ada yang diisi melalui google form dan ada juga lewat sistem yang sudah disediakan kementerian,” ujarnya.

Ia menuturkan, penilaian tersebut tidak hanya melihat administrasi pelayanan perizinan, tetapi juga mengukur sejauh mana pemerintah daerah mampu mendukung percepatan investasi dan kemudahan berusaha.

Selain itu, aspek inovasi pelayanan hingga kepuasan pelaku usaha juga menjadi bagian penting dalam evaluasi tersebut.

“Indikatornya banyak, mulai dari pelayanan perizinan sampai dukungan terhadap investasi daerah,” katanya.

Aspiannur menjelaskan, setelah tahapan pengisian mandiri selesai dilakukan, tim dari kementerian akan melanjutkan proses verifikasi dan validasi dokumen secara online.

Menurutnya, evaluasi tersebut menjadi momentum bagi DPMPTSP Bontang untuk melihat kekurangan sekaligus meningkatkan standar pelayanan publik.

“Harapannya tentu hasilnya baik, dan bisa menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke masyarakat semakin optimal,” pungkasnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Retribusi Wisata Bontang Kuala Dievaluasi, Penarikan Tiket Sementara Dihentikan

0
Spanduk aksi protes yang dibuat masyarakat. (Ist).

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta ke Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar), untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan retribusi wisata di kawasan Bontang Kuala (BK).

Hal itu merupakan hasil rapat bersama yang digelar sebelumnya, yang dimana dewan meminta penarikan retribusi dihentikan untuk sementara waktu selama satu pekan ke depan, sambil menunggu evaluasi dan penyusunan regulasi baru.

“Kita minta keputusan hasil rapat kemarin, bahwa Dispopar untuk satu minggu ini melakukan evaluasi terhadap kebijakan retribusinya. Nanti baru disusun regulasi baru dan disosialisasikan kepada masyarakat,” ucapnya, Senin (11/5/2026).

Selain itu, Ketua DPRD Bontang turut menegaskan, penghentian tersebut bukan berarti retribusi dihapuskan sepenuhnya, melainkan hanya dihentikan sementara agar aturan baru bisa disiapkan dengan lebih matang.

Menurutnya, penarikan retribusi seharusnya dilakukan saat pengunjung memasuki kawasan pelataran di kawasan BK. Sebab, fasilitas tersebut dibangun menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Karena pelataran BK itu dibangun menggunakan APBD, jadi memang berhak ditarik retribusinya ketika masyarakat masuk ke kawasan pelataran itu,” tambahnya.

Andi Faizal juga menjelaskan, di kawasan BK pada awalnya merupakan pemukiman warga, sebelum berkembang menjadi destinasi wisata. Karena itu, ia menilai penarikan retribusi paling efektif dilakukan di area pelataran, bukan di kawasan pemukiman warga.

“Memang kawasan BK ini lahir duluan pemukimannya, baru ada wisatanya. Jadi yang paling efektif bagi kami di kawasan pelataran BK inilah ditarik retribusinya,” jelasnya.

Sehingga dewan meminta agar skema tarif retribusi dikaji ulang. Nantinya, sistem penarikan kemungkinan tidak lagi dihitung per orang, melainkan per kendaraan bermotor.

“Untuk nominalnya mungkin akan berubah, bukan lagi per orang tetapi per motor. Kita minta Dispopar membuat kajiannya dulu. Jatahnya dalam satu minggu kedepan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Belum Bisa Putihkan Bangunan Langgar GSB, Terkendala Aturan Pusat

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang hingga kini belum dapat menerapkan kebijakan pemutihan, terhadap bangunan yang melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB), khususnya di kawasan jalan protokol.

Jabatan Fungsional Penata Perizinan DPMPTSP Bontang, Idrus, mengatakan persoalan tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Wali Kota Bontang.

Ia menjelaskan, banyak bangunan di sepanjang jalur nasional mulai dari Tugu Selamat Datang hingga pusat kota, berdiri tidak sesuai ketentuan sempadan yang diatur dalam Perda Tata Ruang.

“Dalam aturan, garis sempadan bangunan itu 17,5 meter. Tapi di lapangan memang banyak bangunan lama yang posisinya tidak sesuai lagi,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah menghadapi dilema. Di satu sisi bangunan telah lama berdiri dan digunakan masyarakat, namun di sisi lain aturan terbaru mengenai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) tidak memberikan ruang untuk kebijakan pemutihan.

Idrus menyebut Wali Kota Bontang sempat mempertanyakan kemungkinan legalisasi bangunan lama, agar tetap dapat memiliki dokumen perizinan sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Namun, hal itu belum memungkinkan karena regulasi yang berlaku saat ini mengacu pada PP Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.

“Kalau dulu saat masih IMB mungkin ada kebijakan tertentu. Tapi sekarang sistemnya PBG dan ketentuannya langsung dari pusat, jadi daerah tidak bisa mengambil kebijakan sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, solusi terhadap persoalan tersebut hanya dapat dilakukan melalui revisi aturan tata ruang atau koordinasi dengan kementerian terkait, agar ada penyesuaian kebijakan

“Kalau tidak ada perubahan aturan, maka pemutihan tetap tidak bisa dilakukan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Garis Sempadan Bangunan merupakan batas minimum jarak bangunan terhadap jalan, sungai, pantai, jaringan utilitas, maupun batas lahan tertentu yang ditetapkan pemerintah daerah demi menciptakan kawasan yang tertib, aman, dan teratur. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Sirnas C Bupati Open Kutim 2026 Diikuti 504 Atlet se-Indonesia

0
Atlet dari 15 Provinsi siapa berlaga di Sirnas C. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Sebanyak 504 atlet bulutangkis dari 15 provinsi di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Open Kutai Timur (Kutim) 2026, yang resmi digelar di GOR Kudungga Sangatta, Senin (11/5/2026).

Turnamen nasional yang berlangsung selama enam hari, mulai 11 hingga 16 Mei 2026 itu resmi dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim, Ketua DPRD Kutim, Ketua KONI Kutim, serta jajaran Forkopimda.

Ketua PBSI Kutim, Daniel Politius Sebayang mengatakan, Sirnas C Bupati Open menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga bulutangkis di Kalimantan Timur, khususnya Kutim.

Menurutnya, ajang tersebut merupakan Sirnas pertama yang digelar di Kalimantan Timur dengan Kutim dipercaya menjadi tuan rumah.

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana. Terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan penuh sehingga event nasional ini dapat berlangsung di Kutim,” ujar Daniel.

Ia menyebutkan, total atlet yang ikut bertanding mencapai 504 orang dari 15 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 atlet berasal dari Kutim dan turun di berbagai kelompok umur.

“Ini menjadi kesempatan besar bagi atlet muda Kutim untuk menambah pengalaman bertanding melawan atlet dari berbagai daerah. Tentu ini sangat baik untuk pembinaan dan peningkatan prestasi mereka,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi pelaksanaan turnamen nasional tersebut. Ia berharap Sirnas C Bupati Open tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, kedatangan ratusan atlet, official, dan pendamping dari luar daerah akan ikut menggerakkan sektor usaha masyarakat, mulai dari perhotelan, kuliner hingga UMKM lokal.

“Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan olahraga seperti ini. Selain meningkatkan prestasi atlet, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Kutim,” ucap Ardiansyah.

Sebagai informasi, Sirnas C Bupati Open Kutim 2026 memperebutkan total hadiah sebesar Rp276 juta dan diikuti peserta dari berbagai klub bulutangkis di Indonesia.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

SIRNAS C Diharap Dongkrak Prestasi Atlet dan Ekonomi Masyarakat

0
Pembukaan SIRNAS C Bupati Open Kutai Timur 2026 resmi dilaksanakan. (Ist)

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman optimistis pelaksanaan Sirkuit Nasional (SIRNAS) C Bupati Open Kutai Timur 2026, mampu mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Ardiansyah saat menghadiri pembukaan SIRNAS C Bupati Open Kutai Timur 2026 di Gedung Serba Guna Stadion Kudungga Sangatta, Jalan Soekarno-Hatta.

Menurutnya, kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional yang untuk pertama kalinya digelar di Sangatta tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Kutai Timur, khususnya cabang bulu tangkis.

“Kejuaraan Sirnas C ini menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Kutai Timur, khususnya cabang bulu tangkis. Kami berharap ke depan event yang lebih besar lagi dapat dilaksanakan di daerah ini,” ujar Ardiansyah, Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya mendukung pembinaan atlet muda melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga kompetitif. Dengan adanya kejuaraan nasional seperti SIRNAS C, para atlet daerah diharapkan memiliki ruang untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan prestasi.

Tak hanya dari sisi olahraga, Ardiansyah menilai event nasional tersebut juga berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta, official dan tamu dari berbagai daerah dinilai mampu menghidupkan sektor UMKM, kuliner, perhotelan hingga jasa transportasi.

“Dengan adanya event seperti ini tentu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh insan olahraga untuk terus menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.

Sementara itu, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul yang hadir sebagai perwakilan provinsi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan berskala nasional tersebut di Kutai Timur.

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti SIRNAS menjadi wadah positif untuk mencetak atlet-atlet berprestasi sekaligus mempererat persaudaraan antar daerah.

“Selamat datang kepada seluruh klub dan peserta dari berbagai daerah yang telah hadir di Kutai Timur. Saya berharap para atlet dapat terus berprestasi hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Anggara Sitompul.

Ia juga mengingatkan seluruh panitia, wasit dan peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama pertandingan berlangsung.

“Kepada seluruh panitia, wasit dan pemain agar tetap menjaga sportivitas dalam bertanding. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” tambahnya.

Ardiansyah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan tersebut, mulai dari panitia, PBSI, KONI hingga unsur Forkopimda.

Ia berharap Kutai Timur ke depan semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala nasional maupun regional.

Pembukaan SIRNAS C Bupati Open Kutai Timur 2026 berlangsung meriah dan dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah, unsur TNI-Polri, PBSI Kaltim, KONI Kutim serta tamu undangan lainnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Sidokkes Polres Kutim Turun Langsung Uji Menu MBG, Jaga Kualitas Makanan

0
Sebelum Dibagikan ke Siswa, Menu MBG Polres Kutim Jalani Uji Kelayakan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Polres Kutai Timur (Kutim) memastikan seluruh makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) aman dan layak dikonsumsi, sebelum dibagikan kepada para pelajar. Langkah itu dilakukan melalui pemeriksaan langsung oleh Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Kutim di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (11/5/2026).

Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya mencegah makanan tidak layak konsumsi sekaligus memastikan kualitas gizi tetap terjaga hingga diterima siswa di sekolah.

Tim Sidokkes Polres Kutim yang dipimpin Bripda Widi Faris Santosa bersama personel Siwas dan Provos melakukan uji organoleptik terhadap seluruh menu MBG. Pemeriksaan meliputi bentuk, warna, aroma hingga rasa makanan yang akan didistribusikan.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh menu dinyatakan memenuhi standar kelayakan konsumsi dan aman untuk disalurkan kepada para penerima manfaat.

Menu MBG yang diperiksa terdiri dari nasi putih, telur stim asam manis, tempe orek, tumis sawi wortel dan buah semangka. Selain menu utama, dapur SPPG juga menyiapkan 18 porsi makanan khusus bagi siswa yang memiliki alergi makanan dengan komposisi berbeda.

Sebanyak 1.247 penerima manfaat menerima program MBG tersebut, terdiri dari siswa SDN 011, SDN 015, TK Kemala Bhayangkari Sangatta hingga para guru di masing-masing sekolah.

Distribusi makanan dilakukan menggunakan dua unit kendaraan operasional MBG Polres Kutim menuju sekolah penerima manfaat.

Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah mengatakan pemeriksaan makanan menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas makanan tetap terjaga sebelum dikonsumsi para siswa.

“Kami ingin memastikan makanan yang dibagikan benar-benar aman, sehat dan layak dikonsumsi oleh siswa maupun tenaga pendidik,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan terhadap kebersihan dapur, kualitas bahan makanan hingga proses distribusi akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga mutu pelayanan program MBG.

“Program ini bukan hanya soal pembagian makanan, tetapi juga memastikan kandungan gizi, kebersihan dan keamanan pangan tetap terjamin,” jelasnya.

Ia berharap program MBG dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan semangat belajar para siswa di Kutai Timur.

“Harapan kami, program ini memberikan manfaat positif bagi kesehatan anak-anak sekaligus mendukung kualitas pendidikan,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Persib Comeback Dramatis Tumbangkan Persija di Segiri

0
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak saat sesi konferensi pers usai laga di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan penting dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore.

Maung Bandung berhasil melakukan comeback dramatis dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas rival abadinya tersebut.

Hasil itu membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin sekaligus semakin dekat mengunci gelar juara musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan sehingga kedua tim sulit menampilkan permainan yang benar-benar indah secara teknis.

“Saya sudah katakan sebelumnya, ini bukan pertandingan yang indah untuk ditonton secara estetika. Kedua tim bekerja sangat keras. Namun, dengan dua gol yang dicetak Adam Alis, kami sangat puas pulang dengan tiga poin,” ujar Bojan usai pertandingan.

Persija sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum Persib bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Pahlawan kemenangan Persib adalah Adam Alis yang mencetak dua gol sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim asal Bandung tersebut.

Adam mengakui pertandingan berjalan sangat berat, terutama di babak pertama saat timnya terlihat kesulitan mengimbangi permainan Persija.

“Pertandingan yang sangat berat. Kami sangat kelelahan di babak pertama. Beruntung di babak kedua kami bangkit dan saya bisa membalikkan kedudukan,” ungkap Adam Alis.

Menariknya, mantan pemain yang pernah memperkuat klub di Samarinda itu mengaku merasa memiliki kecocokan tersendiri bermain di Stadion Segiri.

“Motivasi lebih sebenarnya tidak ada, mungkin saya memang cocok main di sini,” candanya.

Adam bahkan sempat berseloroh meminta dua laga sisa Persib dimainkan di Samarinda karena merasa Stadion Segiri membawa keberuntungan baginya.

Meski menjadi penentu kemenangan, Adam menegaskan target utama Persib bukan soal pencetak gol, melainkan memastikan gelar juara musim ini bisa segera diamankan.

“Tidak penting siapa yang mencetak gol. Yang paling krusial adalah tim dapat tiga poin. Sekarang kami fokus penuh ke dua pertandingan berikutnya. Kami ingin segera mengunci gelar juara,” tegasnya.

Persib kini hanya membutuhkan sedikit poin lagi di sisa kompetisi untuk memastikan trofi juara resmi mendarat di Bandung. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Persib Comeback Dramatis Tumbangkan Persija di Segiri

0
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak saat sesi konferensi pers usai laga di Stadion Segiri Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Persib Bandung sukses mengamankan kemenangan penting dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore.

Maung Bandung berhasil melakukan comeback dramatis dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas rival abadinya tersebut.

Hasil itu membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 75 poin sekaligus semakin dekat mengunci gelar juara musim ini.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui pertandingan berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan sehingga kedua tim sulit menampilkan permainan yang benar-benar indah secara teknis.

“Saya sudah katakan sebelumnya, ini bukan pertandingan yang indah untuk ditonton secara estetika. Kedua tim bekerja sangat keras. Namun, dengan dua gol yang dicetak Adam Alis, kami sangat puas pulang dengan tiga poin,” ujar Bojan usai pertandingan.

Persija sempat unggul lebih dulu di babak pertama sebelum Persib bangkit pada paruh kedua pertandingan.

Pahlawan kemenangan Persib adalah Adam Alis yang mencetak dua gol sekaligus memastikan tiga poin penting bagi tim asal Bandung tersebut.

Adam mengakui pertandingan berjalan sangat berat, terutama di babak pertama saat timnya terlihat kesulitan mengimbangi permainan Persija.

“Pertandingan yang sangat berat. Kami sangat kelelahan di babak pertama. Beruntung di babak kedua kami bangkit dan saya bisa membalikkan kedudukan,” ungkap Adam Alis.

Menariknya, mantan pemain yang pernah memperkuat klub di Samarinda itu mengaku merasa memiliki kecocokan tersendiri bermain di Stadion Segiri.

“Motivasi lebih sebenarnya tidak ada, mungkin saya memang cocok main di sini,” candanya.

Adam bahkan sempat berseloroh meminta dua laga sisa Persib dimainkan di Samarinda karena merasa Stadion Segiri membawa keberuntungan baginya.

Meski menjadi penentu kemenangan, Adam menegaskan target utama Persib bukan soal pencetak gol, melainkan memastikan gelar juara musim ini bisa segera diamankan.

“Tidak penting siapa yang mencetak gol. Yang paling krusial adalah tim dapat tiga poin. Sekarang kami fokus penuh ke dua pertandingan berikutnya. Kami ingin segera mengunci gelar juara,” tegasnya.

Kemenangan atas Persija menjadi modal penting bagi Persib Bandung untuk semakin dekat mengangkat trofi juara musim 2025/2026. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S