Beranda blog Halaman 88

Laptop hingga Tabung Gas Dicuri, Dua Pelaku Berakhir di Tahanan

0
Dua tersangka kasus pencurian rumah kosong yang berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Muara Kaman beserta barang bukti hasil kejahatan. (Istimewa)

TENGGARONG – Sebuah rumah di Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi sasaran pencurian saat pemiliknya menghadiri pesta pernikahan di Tenggarong.

Aksi tersebut akhirnya terungkap setelah Unit Reskrim Polsek Muara Kaman menangkap dua pria berinisial FA (41) dan S (37). Keduanya kini telah diamankan bersama sejumlah barang bukti dan menjalani proses hukum.

Pelaksana Sementara (Ps) Kapolsek Muara Kaman, IPTU Herwin, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan korban yang baru mengetahui rumahnya dibobol setelah kembali dari Tenggarong.

Korban sebelumnya meninggalkan rumah selama beberapa hari untuk menghadiri acara pernikahan. Kondisi rumah yang kosong diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa diketahui pemilik maupun warga sekitar.

“Korban mendapati rumahnya telah dimasuki pencuri ketika pulang setelah beberapa hari menghadiri acara pernikahan di Tenggarong,” ujar IPTU Herwin, Minggu (12/7/2026).

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Muara Kaman dengan melakukan penyelidikan. Dari hasil pengumpulan keterangan dan bukti di lapangan, polisi berhasil mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut.

Penyidikan kemudian mengungkap kedua pelaku memiliki peran berbeda. FA bertugas mengamati dan mencari rumah yang ditinggalkan pemiliknya sebelum melakukan pembobolan. Sementara itu, S berperan membantu menggadaikan dan menjual barang hasil curian kepada pihak lain.

Modus tersebut diduga dilakukan agar barang hasil kejahatan cepat berpindah tangan dan menyulitkan proses pelacakan.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit laptop Asus, dua tabung gas elpiji 3 kilogram, satu joran pancing, dan satu tas laptop.

“Seluruh barang bukti bersama kedua tersangka kini diamankan di Mapolsek Muara Kaman sebagai bagian dari proses penyidikan,” katanya.

IPTU Herwin menegaskan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam merespons laporan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Muara Kaman.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat meninggalkan rumah dalam waktu lama karena pelaku kejahatan kerap memanfaatkan rumah kosong sebagai sasaran.

Sebelum bepergian, warga diminta memastikan seluruh pintu dan jendela telah terkunci dengan baik. Selain itu, pemilik rumah juga disarankan menitipkan pengawasan rumah kepada tetangga maupun ketua RT setempat.

“Kami mengimbau masyarakat memastikan rumah yang ditinggalkan telah terkunci dengan baik. Bila memungkinkan, titipkan pengawasan rumah kepada tetangga atau ketua RT setempat agar keamanannya lebih terpantau,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Neni Dorong Gerakan Ayah Wajib Hadir, Bentuk Generasi Bontang Berakhlak dan Berprestasi

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri kegiatan MPLS di SDN 001 Bontang Utara. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak, melalui Gerakan Ayah Wajib Hadir. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan dan pendidikan merupakan bagian dari sinergi keluarga yang menjadi fondasi utama, bagi tumbuh kembang anak.

Sebab, kehadiran ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga saja, akan tetapi juga memberikan perhatian, pendampingan, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan demikian, anak akan memperoleh dukungan yang utuh dari kedua orang tua dalam menjalani proses pendidikannya,” ucapnya saat sambutan, Senin (13/7/2026).

Selain mendorong keterlibatan ayah, Neni pun turut mengajak seluruh peserta didik di wilayah Kota Bontang untuk menerapkan nilai-nilai berbakti dan berprestasi. Adapula tata disiplin dan spiritual, serta pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga ketiga nilai tersebut, menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan di masa depan. Pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan prestasi akademik, agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Besar harapan saya agar seluruh siswa di Kota Bontang dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, disiplin, dan membanggakan bagi keluarga, agama, bangsa, serta negara,” tambahnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga terus diperkuat sehingga seluruh program pembinaan karakter dapat berjalan optimal. Dengan dukungan semua pihak, generasi muda Bontang diharapkan mampu menjadi pribadi yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah maupun Indonesia.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Saeful Rizal Ingatkan Pentingnya Peran Ayah dalam Mendampingi Pendidikan Anak

0
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Syakurah)

BONTANG – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, sosok ayah tidak cukup hanya hadir secara fisik atau memenuhi kebutuhan materi keluarga. Kehadiran ayah juga harus diwujudkan melalui perhatian, pendampingan, dan dukungan terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta intelektual anak.

“Jadilah ayah yang tidak hanya hadir fisiknya saja, tetapi hadir juga fungsinya,” katanya.

Ia menilai peran ayah sangat penting dalam membentuk karakter sekaligus mendukung anak meraih prestasi di bidang akademik, sosial, maupun spiritual. Karena itu, ayah diharapkan terlibat aktif dalam proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari anak.

Di akhir pesannya, Saeful mengajak seluruh ayah untuk menjadi sosok yang paripurna, yakni mampu memenuhi kebutuhan fisik sekaligus memberikan perhatian terhadap perkembangan mental, intelektual, dan psikologis anak, agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.

“Dengan terpenuhinya berbagai kebutuhan tentu dapat mempererat hubungan anak dengan ayah, tidak hanya dengan ibunya melulu,” tutupnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Sekretaris Komisi A DPRD Bontang: MPLS Harus Jadi Momentum Aman dan Nyaman bagi Siswa Baru

0
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Syakurah)

BONTANG – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang mulai digelar hari ini, Senin (13/7/2026) diharapkan menjadi awal yang positif bagi seluruh peserta didik baru.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, berharap kegiatan tersebut mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses adaptasi siswa.

Menurutnya, MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi fondasi bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun sosial selama menempuh pendidikan.

“Saya berharap MPLS ini bisa menjadi momentum yang nyaman dan aman bagi para siswa-siswi baru, sehingga mereka bisa meraih prestasi akademik yang terbaik,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan yang baik antara siswa dengan teman, guru, maupun seluruh warga sekolah akan menjadi modal penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Dengan lingkungan yang positif, ia optimistis para siswa dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal, dan mencatatkan berbagai prestasi selama menempuh pendidikan di sekolah masing-masing. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Nekat Maling Motor di Siang Hari Gagal Total, Pemilik Bengkel Berhasil Tangkap Pelaku

0
Seorang pria yang diduga nekat ingin mencuri motor di wilayah Kampung Baru. (Dwi S).

BONTANG – Aksi pencurian sepeda motor di sebuah bengkel tambal ban di Jalan Selat Malaka, RT.55, No.07, Kecamatan Bontang Selatan, berhasil digagalkan oleh pemilik kendaraan. Pelaku yang sempat membawa motor hingga ke badan jalan akhirnya berhasil ditangkap, setelah korban secara spontan menariknya dari belakang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.05 Wita. Korban, Katimin, menceritakan saat itu dirinya tengah melayani pembeli bensin di bagian depan bengkel. Setelah selesai, ia masuk ke dalam rumah untuk minum, sementara sepeda motornya masih terparkir di depan bengkel dengan kunci yang masih tergantung.

“Pas saya lagi jualin bensin, posisi motor di depan bengkel. Setelah itu saya masuk ke dalam rumah untuk minum. Tiba-tiba ada orang langsung naik ke motor saya dan mau membawa kabur,” ungkapnya, Senin (13/7/2026).

Pelaku bahkan sempat menghidupkan mesin dan hendak membawa motor hingga ke jalan raya. Namun, Katimin yang menyadari kejadian tersebut langsung mengejar dan menarik pelaku dari belakang, hingga terjatuh dan gagal melarikan diri.

“Posisinya dia sudah di atas motor. Sempat digas sampai ke jalan raya, tapi refleks saya langsung tarik dari belakang. Makanya pelakunya langsung ditangkap. Warga juga sempat mau menghajarnya,” katanya.

Katimin mengaku tidak mengenal pelaku maupun asal-usulnya. Menurutnya, pelaku datang seorang diri, namun ia menduga ada kemungkinan diantar rekannya sebelum menjalankan aksi pencurian tersebut.

“Saya lihat dia sendirian, kemungkinan diantar temannya lalu turun untuk mencuri motor. Mungkin juga dia sudah tahu situasi di sini, makanya berani nekat,” jelasnya.

Usai diamankan warga, pelaku kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. Saat ini, terduga pelaku telah dibawa ke Polres Bontang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, agar selalu waspada dan tidak meninggalkan kunci kendaraan dalam keadaan tergantung, meski hanya ditinggal di sekitaran rumah.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Alfin Apresiasi Lolosnya Gus Luthfy ke Paskibraka Nasional, Jadi Inspirasi Generasi Muda Bontang

0
Ketua Komisi C Alfin Rausan Fikry. (Syakurah)

BONTANG – Keberhasilan pelajar asal Kota Bontang, Gus Luthfy Azka Narary, menembus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026, mendapat apresiasi dari Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry. Ia menilai pencapaian tersebut membuktikan kualitas generasi muda Bontang mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Gus Luthfy dipastikan menjadi wakil Kalimantan Timur dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, setelah dinyatakan lolos verifikasi tingkat pusat.

Alfin mengatakan, keberhasilan itu merupakan kebanggaan bagi masyarakat Bontang. Menurutnya, tidak semua daerah memiliki kesempatan mengirimkan wakil ke Paskibraka Nasional, sehingga capaian tersebut patut diapresiasi.

“Alhamdulillah, Bontang kembali mengirimkan putra terbaiknya untuk Indonesia sebagai anggota Paskibraka yang akan bertugas di Istana Merdeka pada HUT RI ke-81,” ujarnya.

Meski telah lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional, Alfin berharap perjuangan Gus Luthfy belum berhenti. Ia mendoakan agar pelajar tersebut mampu masuk ke formasi Pasukan 8, yang memiliki peran penting dalam prosesi pengibaran maupun penurunan Bendera Merah Putih.

Menurutnya, peluang itu terbuka apabila Gus Luthfy mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama masa pemusatan pendidikan dan pelatihan.

Ia optimistis wakil Bontang memiliki kemampuan untuk dipercaya menjalankan tugas strategis, baik sebagai komandan peleton, pengerek, pembentang bendera, maupun bertugas pada pasukan pagi atau sore.

Selain menjadi kebanggaan daerah, Alfin berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi pelajar lainnya di Kota Bontang, agar terus mengembangkan potensi, meningkatkan disiplin, dan tidak ragu bersaing di tingkat nasional demi mengharumkan nama daerah. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

PWI Bontang Matangkan Program Kerja di Vila Kooala Bontang

0
Para pengurus PWI Bontang berfoto bersama usai raker. (Ist)

BONTANG – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang menggelar Rapat Kerja (Raker) di Kooala Seahouse (Vila Kooala) Bontang Kuala, Sabtu (11/7/2026).

Rapat ini menjadi momentum krusial bagi jajaran pengurus baru periode 2026–2029, untuk menyusun arah gerakan organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Ketua PWI Kota Bontang, Muhammad Kusnadi, menegaskan bahwa program kerja yang dirumuskan mengutamakan peningkatan kapasitas, kualitas, dan penegakan kode etik jurnalistik bagi seluruh anggota.

Hal ini selaras dengan visi besar organisasi, untuk melahirkan insan pers yang profesional dan berintegritas di Kota Taman. “Rapat kerja di kawasan wisata Bontang Kuala ini sengaja kami pilih, untuk membangun suasana kerja yang segar sekaligus solid,” ujar Kusnadi.

Fokus utama PWI Bontang periode ini dijelaskan Kusnadi, sebagai penguatan kompetensi wartawan serta menjaga sinergi pentahelix yang kuat bersama pemerintah, instansi vertikal, dan sektor swasta demi kemajuan publik.

“Kami tetap jaga intensitas dan energi kawan- kawan dalam menjalankan tugas kewartaan. Kami juga berupaya meningkatkan kinerja PWI Bontang, agar bisa lebih baik dari sebelumnya, program kerja ini kami tetap optimalkan dijaga terlaksana dengan berkualitas baik secara internal maupun eksternal,” jelasnya.

Dalam raker tersebut, masing-masing bidang di kepengurusan PWI Bontang memaparkan rencana aksi program kerja tahunan.

Beberapa poin strategis yang disepakati meliputi: Uji Kompetensi Wartawan (UKW), melanjutkan tradisi peningkatan sertifikasi keahlian jurnalis secara berkala. Konsen dalam Pendidikan dan Literasi dengan menggalakkan pelatihan penulisan kreatif serta edukasi tangkal hoaks bagi masyarakat.

Tak ketinggalan rapat yang dilakukan selama satu malam itu, merancang program kerja berupa kesejahteraan anggota, program advokasi hukum serta perlindungan hukum bagi para pekerja media.

“Kami juga merencanakan program mempererat kolaborasi program dengan Pemerintah Kota Bontang dan lembaga hukum seperti Polres Bontang, Kejaksaan, hingga paralegal dalam menjaga marwah pers serta memaksimalkan pendistribusian informasi bagi masyarakat,” jelas Kusnadi.

Raker yang berlangsung penuh kekeluargaan ini, diisi pula dengan games seru dinamika kelompok hingga pertandingan domino.

Tak lupa semua pengurus menegaskan komitmen bersama, untuk menjaga marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi, sekaligus mitra kritis yang konstruktif di Kota Bontang. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Pengembangan RS Tipe D Bontang Berpotensi Diikuti Penyesuaian Sejumlah Perizinan

0
RS Tipe D Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Pengembangan Rumah Sakit Tipe D di Kota Bontang, diperkirakan akan diikuti penyesuaian terhadap sejumlah dokumen perizinan yang telah terbit sebelumnya. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menyatakan, proses tersebut masih dikaji bersama Forum Penataan Ruang agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.

Pejabat Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus, mengatakan beberapa bangunan dan fasilitas yang berada di kawasan pengembangan saat ini, masih memiliki izin yang diterbitkan secara terpisah. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang harus disesuaikan, apabila nantinya seluruh area dikelola dalam satu kawasan.

“Yang kami bahas bukan pembangunan fisiknya, tetapi bagaimana penyesuaian terhadap izin-izin yang sudah ada, apabila konsep pengelolaannya berubah menjadi satu kawasan,” katanya.

Menurut Idrus, berbagai alternatif tengah dipelajari, termasuk kemungkinan tetap mempertahankan izin yang ada atau melakukan penyesuaian melalui mekanisme administrasi, sesuai hasil pembahasan Forum Penataan Ruang. Seluruh opsi akan dikaji dari sisi regulasi, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Selain itu, rencana pemindahan beberapa fasilitas pelayanan kesehatan ke lokasi baru, juga akan berpengaruh terhadap dokumen perizinan yang melekat pada lokasi lama. Karena itu, setiap perubahan nantinya harus mengikuti mekanisme perizinan yang berlaku.

Ia menambahkan, pengembangan rumah sakit juga harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis, mulai dari kesesuaian tata ruang, kesiapan lahan, hingga pemenuhan standar pelayanan kesehatan sesuai regulasi.

DPMPTSP menegaskan, koordinasi dengan perangkat daerah terkait akan terus dilakukan sebelum keputusan mengenai mekanisme perizinan ditetapkan. Langkah tersebut bertujuan memberikan kepastian administrasi, sekaligus mendukung rencana pengembangan layanan kesehatan di Kota Bontang. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan Dokter Internship Sebelum Mengurus SIP di Bontang

0
Ilustrasi dokter. (istimewa)

BONTANG – Dokter yang menjalani program internship di Kota Bontang perlu memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap, sebelum mengajukan Surat Izin Praktik (SIP). Kelengkapan berkas menjadi faktor penting agar proses verifikasi dan penerbitan izin dapat berjalan sesuai standar pelayanan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan terdapat sejumlah dokumen yang wajib dipenuhi oleh setiap pemohon. Di antaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), ijazah yang telah dilegalisir, Surat Tanda Registrasi (STR), surat keterangan tempat praktik, serta surat keterangan sehat fisik.

Selain dokumen tersebut, dokter internship juga diwajibkan melampirkan Surat Tugas Dokter Internship yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dokumen itu menjadi dasar penugasan sekaligus legalitas bagi dokter, untuk menjalankan program internship di lokasi yang telah ditentukan.

Pemohon juga diminta menyertakan pas foto berwarna format JPEG, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan berikut slip pembayaran iuran terakhir. Ketentuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dikecualikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di puskesmas, klinik pemerintah, maupun rumah sakit pemerintah.

Menurutnya, tenaga kesehatan yang tidak menjalankan praktik selama lebih dari lima tahun juga diwajibkan melampirkan bukti pemenuhan kompetensi sesuai ketentuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan bersama kolegium atau organisasi profesi terkait.

“Pemohon sebaiknya memastikan seluruh persyaratan telah lengkap sebelum mengajukan permohonan. Dengan begitu, proses verifikasi dapat berlangsung lebih cepat dan tidak terkendala karena adanya dokumen yang belum terpenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh persyaratan tersebut bertujuan memastikan dokter yang memperoleh SIP memiliki kompetensi dan legalitas yang jelas, sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Standar Pelayanan SIP Teknisi Gizi Diperkuat, DPMPTSP Bontang Berikan Kepastian bagi Pemohon

0
Ilustrasi. (istimewa)

BONTANG – Kepastian prosedur dalam pengurusan Surat Izin Praktik (SIP) Teknisi Gizi terus menjadi perhatian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang. Melalui standar pelayanan yang telah ditetapkan, masyarakat dan tenaga kesehatan memperoleh kejelasan mengenai persyaratan, mekanisme, hingga waktu penyelesaian izin praktik.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan standar pelayanan merupakan pedoman yang memastikan seluruh proses perizinan berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Standar pelayanan memberikan kepastian bagi masyarakat. Seluruh tahapan sudah diatur, sehingga proses pengurusan izin dapat berlangsung secara tertib dan mudah dipahami oleh pemohon,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengajuan SIP Teknisi Gizi kini dilakukan melalui sistem pelayanan berbasis digital. Pemohon dapat menyampaikan permohonan beserta dokumen persyaratan secara daring, sehingga proses administrasi menjadi lebih efisien tanpa harus berulang kali datang ke kantor pelayanan.

Menurutnya, pemanfaatan layanan digital merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong birokrasi yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain memberikan kemudahan, penerbitan SIP juga menjadi bentuk perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik sesuai kompetensi dan kewenangannya. Dengan legalitas yang dimiliki, pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana sesuai standar profesi dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Standar pelayanan SIP Teknisi Gizi tersebut mengacu pada Keputusan Kepala DPMPTSP Kota Bontang Nomor 365 Tahun 2023. DPMPTSP berharap keberadaan standar pelayanan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perizinan. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam